Anda di halaman 1dari 19

Pemeriksaan Radiografi Ekstraoral

Pemeriksaan radiografi ekstraoral adalah teknik pemeriksaan radiografi yang melibatkan seluruh daerah
orofasial menggunakan film yang diposisikan di luar mulut pasien.

Keuntungan dan kerugianproyeksi ekstra oral:

1. Keuntungan
a. Dapat memperlihatkan lesi yang luas
b. Dapat memperlihatkan hubungan antar struktur anatomis
c. Mengurangi jumlah radiasi yang diterima pasien, dibandigkan 14 x foto dental
2. Kerugian
a. Gambar radiografik kurang jelas dan detil
b. Proses pemotretan butuh waktu yang lama
c. Lebih sulit dan mahal
d. Radiasi lebih besar daripada satu foto dental

Radiografi tulang tengkorak dan maksilofasial

Indikasi
Fraktur skeleton maksilofasial
Fraktur tulang tengkorak
Investigasi antra
Penyakit yang mempengaruhi dasar tengkorak
Kerusakan TMJ

Peralatan

Biasanya menggunakan isocentric skull unit seperti Orbix, di mana pasien harus berbaring saat
dilakukan pengambilan gambar radiografik , atau menggunakan konvensional skull unit seperti
Craniotome, di mana pasien dapat duduk selagi dilakukan pengambilan gambar radiografik.
Komponen Kraniotome

X-ray generating apparatus yang


dapat menghasilkan sinar X-ray
intansitas tinggi (200 mA) dan
penetrasi tinggi ( 80-100 kV), dapat
bergerak secara vertical.
Counter balance, untuk
mempermudah memposisikan
tubehead
Degree scale, sehingga X-ray
tubehead dapat diatur dengan vertical angulasi spesifik untuk proyeksi yang berbeda
Cassette holder
Anti-scatter grid, untuk menghentikan penghamburan foton yang dapat menurunkan
kulaitas gambar

Posisi pasien
Penempatan pasien pada teknik ini tergantung dari kondisi umum pasien, tergantung trauma yang
dialaminya dan peralatan yang tersedia. Pada isocentric Orbix pasien telentang dan peralatan
diputar di sekitar kepala untuk menghasilkan proyeksi yang dibutuhkan. ketika menggunakan
craniotome, kepala pasien dan peralatan dipindahkan ke posisi yang berbeda-beda.

Proyeksi maksilofasial/tulang tengkorak


Standard occipitomental (0 OM)
30 occipitomental (30 OM)
Postero-anterior of the skull (PA skull)
Postero-anterior of the jaws (PA jaws)
Reverse Townes
Rotated postero-anterior (rotated PA)
True lateral skull
Submento-vertex (SMV)
Transcranial
Transpharingeal

Kebanyakan dari proyeksi tersebut dinamakan berdasarkan arah sinar X-ray berjalan, misalnya
gambaran occipitomental (OM), berarti sinar X-ray berjalan dari region occipital ke region mental

Standard occiptomental (0OM)


Menunjukkan skeleton fasial dan antra maksila

Indikasi utama
o Investigasi antra maksila
o Mendeteksi sepertiga tengah fraktur fasial
Le Fort I
Le Fort II
Le Fort III
Kompleks zygomatic
Kompleks naso-ethmoidal
Orbital blow-out
o Fraktur prosesus koronoid
o Investigasi sinus frontal dan etmoidal
o Investigasi sinus sphenoidal (mulut pasien harus terbuka)

Teknik dan penempatan

Pasien diposisikan dengan kepala dan dagu menyentuh film sehingga disebut nose-chin
position, sehingga radiographic baseline berada pada 45 dari film, dan tabung X-ray
diposisikan pada 0 horizontal
30 occipitomental (30 OM)
Menunjukkan skeleton fasial, tapi dengan sudut yang berbeda dari 0 OM, dapat
mendeteksi kesalahan posis tulang tertentu

Indikasi utama
o Mendeteksi sepertiga tengah fraktur fasial
Le Fort I
Le Fort II
Le Fort III
o Fraktur prosesus koronoid

NB : untuk mendiagnosis fraktur lebih baik menggunakan 2 gambran dengan sudut yang
berbeda. Oleh karena gambaran 0 OM dan 30 OM dibutuhkan untuk mengetahui
raktur fasial

Teknik dan penempatan

Pasien pada diposisikan pada nose-chin position, radioghapic baseline pada 45 film dan
sorotan X-ray 30 horizontal mengarah ke bawah
Postero-anterior of the skull (PA skull)
Proyeksi ini menggambarkan tempurung tengkorak, tulang frontal primer dan rahang

Indikasi utama
o Fraktur pada tempurung tengkorak
o Investigasi sinus frontal
o Kondisi yang mempengaruhi cranium
Penyakit Paget
Multiple myeloma
hyperparathyroidism
o Kalsifikasi intracranial

Teknik dan penempatan

Pasien diposisikan pada forehead-nose position, sorotan x-ray pada posisi horizontal dan
radiographic baseline juga mengarah horizontal sehingga tegak lurus film

Postero-anterior of the jaws (PA jaws/PA mandible)


Menggambarkan bagian posterior mandibula. Tidak cocok untuk menunjukkan skeleton
fasial karena superimposisi dasar tengkorak dengan tulang hidung
Indikasi utama
o Fraktur mandibula yang melibatkan :
Sepertiga posterior tubuh
Angles
Rami
Low condylar necks
o Lesi seperti kista atau tumor pada sepertiga posterior atau pada rami
o Hypoplasia dan hyperplasia mandibula
o Deformitas maksilofasial

Teknik dan penempatan

Pasien diposisikan pada forehead-nose position, sorotan x-ray pada posisi horizontal dan
radiographic baseline juga mengarah horizontal sehingga tegak lurus film

Reverse Townes
Proyeksi ini menunjukkan condylar kepala dan leher.

Indikasi utama
o Fraktur tinggi pada leher condylar
o Fraktur Intracapsular TMJ
o Investigasi kualitas permukaan articular kepala kondilar pda kerusakan TMJ
o Hipoplasi atau hyperplasia kondilar

Teknik dan penempatan

Pasien diposisikan pada forehead-nose position dengan mulut terbuka dan sorotan X-ray 30
dari bidang horizontal mengarah ke atas, radiographic baseline horizontal dan tegak lurus
film
Rotated postero-anterior (rotated PA)
Menunjukkan jaringan pada satu sisi wajah dan digunakan untuk investigasi kelenjar parotid
dan ramus mandibula

Indikasi utama
o Stones/calculi pada kelenjar parotid
o Lesi seperti kista atau tumor pada ramus untuk melihat adanya ekspansi mesio-
lateral
o Infeksi submasseteric untuk melihat adanya pembentukan tulang baru

Teknik dan penempatan

Pasien diposisikan dengan ujung hidung menyentuh film yang dinamakan normal head
position. dan sorotan x-ray dalam arah horizontal
T
r
u
e

L
a
t
e
r
a
l

s
k
u
l
l

P
r
o
y
e

True lateral skull


proyeksi ini menunjukkan tempurung kepala dan skeleton fasial dari aspek lateral.
Perbedaan utama di antara true lateral skull dan true cephalometric lateral skull yang
diambil pada cephalostat bahwa true lateral skull tidak terstandarisasi. Gambaran ini
digunakan ketika gambaran lateral tengkorak dibutuhkan tapi tidak untuk orthodontic atau
studi pertumbuhan

Indikasi utama
o Fraktur cranium dan dasar cranium
o Sepertiga tengah fraktur fasial, untuk menunjukkan kemungkinan perpindahan ke
bawah atau ke belakang pada maksila
o Investigasi sinus frontal, sphenoideal dan maksilar
o Kondisi yang memengaruhi tempurung kepala sebagian
Penyakit Paget
Multiple myeloma
Hyperparathyroidism
Kondisi yang mempengaruhi sella turcica, seperti tumor kelenjar pituitary pada
acromegaly

Teknik dan penempatan


Paien diposisikan dengan kepala berbalik 90 sehingga salah satu sisi wajah menyentuh film.
Sehingga bidang sagittal kepala parallel dengan film, tabung x-ray diposisikan 0 horizontal
tegak lurus dengan bidang sagittal dan film melewati external auditory meatus

Submento-vertex (SMV)
Proyeksi ini menunjukkan dasar tengkorak, sinus sphenoidal, dan skeleton fasial

Indikasi utama
o Lesi Destruktif/ekspansif yang mempengaruhi palatum, region pterygoid atau dasar
tengkorak
o Investigasi sinus sphenoid
o Penaksiran ketebalan (medio-lateral) bagian posterior mandibula sebelum osteotonomy
o Fraktur pada lengkung zygomatic

Teknik dan penempatan

Pasien diposiskan dengan wajah menghadap ke atas dengan ujung kepala menyentuh film dan
sorotan x-ray 5 bidang horizontal mengarah ke atas, radioghrapic baseline mengarah vertical
parallel dengan film
Radiografi cephalometri

Radiografi cephalometri adalah radiografi tengkorak yang terstandarisasi digunakan secara ekstensif
pada orthodontic untuk menaksir hubungan gigi dangan rahang dan rahang dengan sisa skeleton fasial.
Standarisasi penting untuk perkembangan cephalometry-pengukuran dan perbandingan titik spesifik,
jarak dan garis di dalam skeleton fasial, yang mana sekarang menajdi bagian integral pada penaksiran
orthodontic. Gambran ini dapat didigitalkan sehingga pening untuk monitoring progress perkembangan
perawatan.

Indikasi utama

Indikasi radiografi cephalometri ini dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu
orthodontic dan orthognatic surgery

Orthodontic

Diagnosis awal dan konfirmasi adanya abnormalitas skeletal atau jaringan lunak
Perencanaan perawatan
Monitoring progress perawatan
Mendapatkan hasil dari perawatan

Orthognaic surgey

Evaluasi preoperatif pada pola skeletal dan jaringan lunak


Untuk menaksir rencana perawatan

Peralatan
Peralatan yang digunakan pada gambaran radiografi ini berbeda-bedaa. Di beberapa peralatan, pasien
dapat duduk, namun ada juga yang pesiennya harus berdiri ketika dilakukan pengambilan gambar.
Namun, peralatan-peralatan tersebut memiliki beberapa kesamaan diantaranya :
Cephalostat / craniostat, yang terdiri dari
o Head positioning dan stabilizing apparatus dengan ear rod untuk memastikan posisi
standar pasien
o Fixed anti scatter grid untuk menghentikan penghamburan foton selama pembuatan film
yang dapat menurunkan kulitas gambar
o Cassete holder
Cassete (18x24 cm) mengandung intensifying screen dan indirect-action film
Aluminium wedge filter, diposisikan diantara pasien dan bagian anterior dari cassete, berfungsi
untuk menipiskan sorotan X-ray secara selektif pada region jaringan lunak fasial sehingga
jaringan lunak dapat terlihat pada gambaran akhir radiografi
X-ray generating apparatus, yang seharusnya :
o Dalam posisi yang tepat bergantung pada cephalostat
o Dapat memproduksi sorotan X-ray yang mempunyai penetrasi yang cukup untuk
menyampai film

Proyeksi utama radiografi cephalometri

True cephalometric lateral skull


o Letak film sejajar dengan sagittal plane dari kepala pasien
o Pancaran sinar X tegak lurus terhadap film dan sagittal plane

Teknik dan penempatan


a. Posisi pasien pada cephalostat, sagittal plane kepala vertikal dan sejajar dengan film serta
Frankfort plane horizontal. Gigi harus dalam keadaan interkuspasi maksimum.
b. Kepala difiksasi pada sefalostat, dengan plastic ear rods dimasukkan ke dalam external
auditory meati.
c. Aluminium wedge diposisikan sehingga menutupi bagian anterior dari film.
d. Peralatan dirancang sedemikian rupa untuk memastikan saat posisi pasien sudah benar,
maka pancaran sinar X akan horizontal dan terpusat pada ear rods.
Cephalometric tracing
Menghasilkan representasi diagramatik dari titik anatomic tertentu atau landmark pada radiograf
lateral tulang tengkorak, meliputi :
a. Outline dan inklinasi gigi-gigi anterior
b. Hubungan antara dasar mandibula dan maksila terhadap dasar cranium
c. Hubungan antara dasar mandibula dengan dasar maksila
d. Hubungan antara tulang-tulang tengkorak dan jaringan lunak pada wajah
Main cephalometric points
o Sella (S) : pusat dari sella turcica
o Orbitale (Or) : titk terendah dari margin infraorbital
o Nasion (N) : titik paling anterior dari sutura frontonasal
o Anterior nasal spine (ANS) : puncak dari anterior nasal spine
o Subspinale or point A : titik terdalam dari midline diantara anterior nasal spine dan
prosthion
o Prosthion (Pr) : titik paling anterior
alveolar crest pada premaxilla, biasanya
diantara central incisor atas
o Infradentale (Id) : titik paling anterior dari
alveolar crest, diantara central incisor
bawah
o Supramentale or point B : titik paling
dalam pada outline tulang diantara
infradentale dan pogonion
o Pogonion (Pg) : titik paling anterior dari
tulang dagu
o Gnathion (Gn) : titk paling anterior dan
inferior dari outline tulang dagu, terletak
dengan jarak yang sama dari pogonion dan menton
o Menton (Me) : titik terendah dari outline tulang pada simfisis mandibular
o Gonion (Go) : titik paling lateral daneksternal dari angulus mandibula
o Posterior nasal spine (PNS) : puncak posterior spine dari tulang palatin pada palatum
keras
o Articulare (Ar) : titik persimpangan kontur dorsal batas posterior dari tulang mandibula
dan temporal
o Porion (Po) : titik paling atas dari tulang eksternal auditory meatus

Main cephalometric planes


o Frankfort plane : bidang transversal yang
melewati tulang tengkorak yang
direpresentasikan oleh garis yang
menghubungkan porion dan orbitale
o Mandibular plane : bidang transversal yang
melewati tulang tengkorak yang
merepresentasikan batas paling bawah dari
ramus mandibula, dapat juga didefiniskan
sebagai ;
Garis yang menghubungkan gnathion
dan gonion
Garis yang menghubungkan menton
dan gonion
o Maxillary plane : bidang transversal yang melewati tulang tengkorak yang
menghubungkan anterior dan posterior nasal spines
o SN plane : bidang transversal yang melewati tulang tengkorak yang direpresentasikan
oleh garis yang menghubungkan sella dan nasion

Cephalometric postero-anterior of the jaws (PA jaws)


Seperti gambaran PA pada radiograf maksilofasial dan tulang tengkorak namun terstandarisasi
dan dapat digandakan. Sehingga cocok untuk penilaian asimetris fasial dan untuk perbandingan
preoperative dan postoperative pada bedah orthognatic yang melibatkan mandibula

Teknik dan penempatan


Pasien diposisikan pada forehead-nose position dengan radioghrapic baseline dalam arah
horizontal sehingga tegak lurus film dan sorotan x-ray dalam arah horizontal melewati rami
Radiografi TMJ

Gambaran yang dihasilkan radiografi TMJ sebagian besar adalah prosesus kondil (sendi rahang), fosa
kondilar, subkondilar, dan prosesus koronoid. Radiografi TMJ terdiri dari dua proyeksi yaitu Proyeksi
Transkranial dan Proyeksi Transfaringeal.

Indikasi

- Melihat adanya patah sendi atau leher sendi rahang (akibat suatu trauma).
- Melihat keadaan sendi rahang dan fosa aartikulasi, akan adanya gejala gangguan pergerakan sendi.
Misalnya sakit pada sendi atau clicking pergerakan sendi.
- Melihat adanya ankilosis sendi rahang.
- Melihat adanya tumor pada sendi rahang.
- Mengetahui adanya kelainan pada sendi, misalnya kalsifikasi, artrisi, atau hyperplasia.
- Mengetahui perkembangan suatu pengobatan atau pasca-terapi sendi, misalnya muscle therapy
(terapi otot rahang) dan fiksasi fraktur sendi.

Proyeksi Transkranial

Indikasi utama:
- Sindrom disfungsi TMJ (adanya clicking atau keterbatasan saat membuka mulut)
- Meneliti ukuran dan posisi disc
- Meneliti besarnya pergerakan sendi
Teknik dan Penempatan
a. Pasien diposisikan sehingga TMJ menyentuh film dan bidang sagital kepala sejajar dengan film.
Pada awalnya mulut pasien ditutup.
b. Tabung X-ray diposisikan 25 terhadap bidang horizontal, melewati cranium kearah pusat TMJ
yang diteliti.
c. Prosedur diulang dengan pasien dan tabung X-ray dalam posisi yang sama, tetapi mulut pasien
terbuka. Sebuah bite-block digunakan untuk stabilitas. Prosedur di atas diulang untuk TMJ yang
lain, untuk menghasilkan perbandingan.
Informasi Diagnostik
- Ukuran dari sendi (memberikan informasi langsung mengenai posisi dan bentuk disk). Catatan:
gambaran joint space bersifat radiolucent, terletak di antara kepala kondilar dan fosa glenoid
- Posisi kepala kondilus di dalam fosa
- Bentuk dan kondisi fosa glenoid dan articular emninence (dari aspek lateral saja)
- Bentuk kepala kondilus dan kondisi permukaan artikular (dari aspek lateral saja)
- Perbandingan antara kedua sisi
1. Proyeksi Transfaringeal
Indikasi Utama
- Sindrom disfungsi TMJ
- Mengetahui penyakit sendi, contoh : osteoarthritis dan rematoid arthritis
- Mengetahui kondisi patologis dari kepala kondilus
- Keretakan leher dan kepala kondilus
Teknik dan penempatan
Proyeksi ini dapat diambil dengan dental X-ray dan kaset ekstraoral.
a. Pasien memegang kaset berlawanan terhadap TMJ yang ingin diteliti dengan keadaan mulut
terbuka dan disisipkan bite-block agar stabil.
b. Tabung X-ray diposisikan di depan kondilus dan di bawah zygomatic arch.

Informasi Diagnostik
- Bentuk kepala kondilus dan kondisi permukaan artikular dari aspek lateral
- Perbandingan dari kedua kepala kondilar

Radiografi panoramic
Panoramicadalah salah satu teknik pemeriksaan radiografik yang paling terkenal dalam
kedokteran gigi. dikenal juga sebagai pantomography atau radiografi yang berotasi. Hal ini
disebabkan karena:
Dalam satu film, semua gigi dan jaringan penyangganya sudah terlihat
Teknik penggunaannya mudah
Dosis radiasi yang diberikan relatif rendah

Kekurangan utamanya adalah film yang dihasilkan merupakan sectional


radiograph atau gambaran radiograf yang terbagi menjadi bagian-bagian dan hanya
struktur yang berada dalam bagian yang terlihat jelas dan focus pada film. Selain itu,
kualitas dari gambar yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan dengan pemeriksaan
radiografik intraoral (periapical dan bitewing) dan untuk menginterpretasi hasil dari
gambaran tersebut sangat sulit.
Dalam panoramic tomography,
terdapat zona tiga dimensi yang berbentuk
seperti tapal kuda, sesuai dengan bentuk dari
lengkung gigi yang disebut focal trough.
Focal trough adalah area dimana struktur
rahang akan terlihat lebih tajam dan jelas.
Struktur yang jatuh di depan atau di belakang
focal trough akan terlihat seperti terdistorsi,
lebih besar, atau lebih kecil. Ukuran dan
bentuk dari focal trough bervariasi tergantung
dari pabrik yang memproduksinya. Semakin
dekat pusat rotasi dengan gigi, maka semakin sempit focal trough. Pada beberapa mesin,
focal trough sempit pada region anterior dan meluas pada region posterior.

Prinsip pemeriksaan radiografik panoramic


Dalam pemeriksaan radiografik panoramic, sumber sinar x-ray dan film saling
berubungan. Kedua komponen berotasi secara bersamaan mengelilingi pasien untuk
menghasilkan sebuah gambaran. X-ray tube akan bergerak mengelilingi kepala pasien
dalam satu arah, dan film akan berotasi dalam arah yang berlawanan.
Indikasi
- Penilaian ortodontik untuk melihat keberadaan, posisi, dan hubungan gigi susu
dengan permanent yang sedang tumbuh
- Untuk menilai lesi yang terdapat di tulang atau gigi yang tidak erupsi yang terlalu
besar jika dilihat menggunakan pemeriksaan intraoral
- Sebagai bagian dari penilaian jaringan periodontal dimana terlihat kantung yang lebih
besar dari 5mm
- Penilaian terhadap keadaan gigi molar 3, ketika diperlukan pertimbangan apakah gigi
tersebut perlu dicabut atau tidak
- Penilaian terhadap fraktur pada seluruh bagian mandibula kecuali region anterior
- Penilaian terhadap permukaan artikular pada kasus kelainan TMJ
- Penilaian terhadap ukuran vertical (tinggi) tulang alveolar sebelum pemasangan gigi
tiruan impant.
Pada prinsipnya, foto panoramic digunakan untuk melihat/menilai kelainan yang
terdapat di maksila dan mandibula, serta menilai hubungannya dengan struktur
anatomi tulang muka di sekitarnya

Peralatan
Terdapat 3 komponen utama dalam pemeriksaan panoramic, yaitu:
- X-ray tubehead, menghasilkan sinar x-ray yang menyempit, menyudut ke atas sekitar
8 terhadap horizontal
- Cassette dan cassette carriage assembly. Kaset yang digunakan dalam pemeriksaan
radiografi panoramic digunakan kaset kurva ukuran 15 x 30 cm dan menggunakan
intensifier screen blue emitting dan green emitting.
- Patient-positioning apparatus, termasuk penanda sinar cahaya

Teknik dan penempatan


- Masukan film kedalam kaset, lalu letakan kaset pada penyangga kaset
- Buat identifikasi pasien di bagian depan kaset
- Letakkan kaset di kaset holder
- Pasien diminta untuk melepaskan anting, perhiasan, jepit rambut, kacamata, gigi
tiruan, dan alat orthodonti.
- Semua prosedur dan pergerakan dari mesin harus dijelaskan kepada pasien.
- Baju yang digunakan sebagai pelindung, seperti celemek, tidak boleh digunakan
karena dapat mengganggu hasil akhir dari film.
- Intruksikan pasien untuk duduk, letakan dagu pada chin rest sehingga posisi kepala
dari pasien menjadi simetris. Jika pertengahan kepala tidak tepat pada chin rest, maka
gigi molar yang di hasilkan pada film tidak dalam ukuran yang tepat. Ketika pasien
diposisikan dengan tepat sesuai intruksi, columna spinalis akan tergambar tepat
dibelakang dari insisivus tengah.
- Agar gambaran yang di inginkan terhindar dari overlapping dengan gigi geligi, maka
kain kasa diletakan diantara insisivus pasien.
- Kaset dan tube harus tepat segaris dengan arkus pasien. Hal ini dapat dilakukan
dengan cara, menaikan atau menurunkan kepala tube dengan menggunakan foot pedal
dan hand switch sampai angka pada skala di chin rest sesuai dengan skala unit.
- Jelaskan kepada pasien tentang jalanya pemeriksaan selama eksposi dilakukan,
terutama :
1) kaset dan tube akan mengelilingi pasien
2) eksposi akan berlangsung beberapa saat (sekitar 15 menit), intruksikan pasien
untuk diam.
- Tentukan kondisi sinar X
Dewasa = 100 kVp; 5 mA
Anak-anak = 90 kVp; 3 mA
- Tekan tombol penyinaran
Posisi kepala pasien perlu diperhatikan, karena posisinya harus akurat yaitu gigi
terletak di dalam focal trough. Jika terletak di luar focal trough maka hasilnya akan
menjadi tidak focus.

Kelebihan
- Memperoleh gambaran yang luas, termasuk jaringan sekitar gigi yang terlihat dalam
satu film. Walaupun pasien tidak bisa tidak bisa untuk membuka mulutnya.
- Hasil gambaran radiografik mudah untuk dipahami pasien
- Jika terjadi pergerakan sesaat ke arah vetikal, hanya merusak gambaran pada bagian
tertentu saja
- Pengaturan posisi pasien relatif mudah
- Membantu mendeteksi penyakit/kelainan yang tidak diketahui sebelumnya
- Hasil gambaran yang memperlihatkan kedua sisi rahang dalam satu film, sangat
berguna dalam penilaian keadaan fraktur dan pasien yang terluka akan merasa lebih
nyaman.
- Berguna untuk evaluasi status periodontal dan penilaian terhadap kasus orthodonti
- Bagiam dasar, dinding anterior serta posterior sinus terlihat dengan baik
- Dalam satu film terlihat dua kepala kondilus TMJ, sehingga mudah untuk
dibandingkan.
- Dosis radiasi sekitar 1/3 dari dosis pemeriksaan intraoral.
- Dapat dipergunakan untuk penderita dengan keterbatasan , seperti mudah muntah,
tidak dapat membuka mulut, dan anak-anak

Kekurangan
- Gambar yang dihasilkan hanya menampilkan beberapa bagian saja. Struktur atau
abnormalitas yang tidak terdapat di focal trough tidak terlihat jelas.
- Jaringan lunak dan bayangan udara dapat menimpa struktur jaringan keras yang
dibutuhkan
- Bayangan hantu (ghost shadows) dapat menimpa struktur yang ada di dalam focal
trough
- Panoramic radiografi adalah teknik ekstratraoral dan hasil gambarnya tidak
memperlihatkan detail anatomi seperti yang dapat dilihat pada intraoral periapikal
radiografi.
- Teknik panoramic radiografi tidak cocok untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun atau
pada pasien yang cacat/lumpuh karena lamanya proses pemaparan.
- Beberapa rahang pasien tidak sesuai dengan bentuk focal trough sehingga beberapa
struktur akan keluar dari focus.