Anda di halaman 1dari 4

Gliseril Guaiakolat

Disusun untuk Memenuhi Tugas Stase Ilmu Farmasi

Pembimbing:
Prof. dr. H. M. Aris Widodo, MS, SpFK, Ph.D

Oleh:
Fariz Hammam (210.121.0013)

KEPANITERAAN KLINIK MADYA


LABORATORIUM ILMU FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG
TAHUN 2017
Gliseril guaiakolat (Guaifenesin)
A. Nama, struktur kimia dan deskripsi

nama dagang

Gliseril guaikolat

Guaiafenesin adalah derivat guaiakol yang banyak digunakan sebagai


ekspektorans dalam berbagai jenis sediaan obat batuk. Pada dosis tinggi bekerja
merelaksasi otot.

Golongan obat yang bekerja menfasilitasi pengeluaran dahak melalui refleks


iritasi mukosa bronkus (cabang tenggorok). Melalui iritasi tersebut ekspektoran
merangsang keluarnya cairan mukosa saluran napas sehingga dahak menjadi lebih
encer dan mudah untuk dikeluarkan.

Farmakokinetik

Guaifenesin adalah ekspektoran yang meningkatkan hasil dahak (sputum) dan


sekresi bronkial dengan mengurangi perekat dan tegangan permukaan.
Peningkatan aliran sekresi kental kurang meningkatkan aksi siliaris dan mengubah
batuk kering yang tidak produktif menjadi obat yang lebih produktif dan jarang
terjadi. Dengan mengurangi viskositas dan kelekatan sekresi, guaifenesin
meningkatkan keefektifan mekanisme mukosiliar dalam menghilangkan sekresi
yang terkumpul dari jalan napas atas dan bawah.

Farmakodinamik

Dosis

Dosis dewasa :

liquid/syrup, dosis secara oral 200 to 400 mg setiap 4 jam; dosis maksimum 2400
mg/hari
Dosis anak-anak :

12 tahun keatas : liquid/syrup, dosis secara oral 200 sampai 400 mg setiap
4 jam; dosis maksimum 2400 mg/hari.
6-12 tahun : liquid/syrup, dosis secara oral 100 sampai 200 mg setiap 4
jam; dosis maksimum 1200 mg/hari.
2-6 tahun : liquid/syrup, dosis secara oral 50 sampai 100 mg setiap 4 jam;
dosis maksimum 600 mg/hari
2 tahun kebawah perlu penyesuaian dosis secara individual, pada
umumnya digunakan dosis 25 sampai 50 mg secara oral setiap 4 jam; dosis
maksimum 300 mg/hari.

Cara pemberian :

Secara oral : minum bersama dengan segelas penuh air, dapat digunakan
bersamaan atau tidak bersama makanan

indikasi

Produksi sputum yang tidak normal. Batuk.

kontraindikasi

Hipersensitivitas terhadap produk guaifenesin

efek samping

Efek samping yang sering muncul adalah mual dan muntah

interaksi

Dengan Obat Lain : -

Dengan Makanan : -

Mekanisme kerja

GG memiliki aktivitas sebagai ekspektoran dengan meningkatkan volume dan


mengurangi kekentalan sputum yang terdapat di trakhea dan bronki. Dapat
meningkatkan reflek batuk dan memudahkan untuk membuang sputum. Akan
tetapi bukti objektif masih sedikit.

Bentuk sediaan
Tablet, Larutan

Parameter monitoring

1. Produktivitas batuk, konsistensi dan volume sputum.

2. Tingkat keparahan batuk

3. Efek samping (nausea, mengantuk).

stabilitas penyimpanan

Serbuk Guaifenesin cenderung menggumpal pada saat penyimpanan.

Simpan dalam wadah yang tertutup rapat.

informasi pasien

Gunakan segelas air untuk membantu menelan

DAFTAR PUSTAKA

1. Siswandono & B. Soekardjo, 1995. Kimia Medisinal. Airlangga University


Press. Surabaya.
2. Ganiswarna,Sulistia G., 1995, Farmakologi dan Terapi, Edisi 4, Fakultas
Kedokteran UI, Jakarta
3. Lacy, Charles F., 2006, Drug Information Handbook, 14th edition,
Lexicomp, North American