Anda di halaman 1dari 6

Pemanfaatan Gas Bumi Diharapkan Terus Meningkat

Jakarta, Gas bumi masih memegang peran penting sebagai salah satu sumber energi di
Indonesia. Pemanfaatan gas bumi saat ini mencapai 23% dan berdasarkan Kebijakan Energi
Nasional, ditargetkan mencapai 24% pada tahun 2050. Dengan adanya cadangan migas
Indonesia yang cukup besar, penggunaan gas bumi diharapkan meningkat hingga 30-35%.

Hal itu dikemukakanDirektur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja pada
acara National Seminar, PetroGas Days 2017 & Forum Energizing Indonesia di Jakarta,
Kamis (16/3).

Menurut Wirat, cadangan gas bumi Indonesia terbilang cukup besar. Beberapa proyek migas
yang sedang berjalan seperti Proyek Masela, Tiung Biru dan IDD, berpotensi menambah
produksi migas Indonesia. Di sisi lain,Pemerintah juga terus berupaya meningkatkan
penggunaan gas bumi untuk di dalam negeri. Saat ini, konsumsi gas bumi di dalam negeri
terus meningkat, sementara ekspor gas menurun. Penggunaan gas untuk industri mencapai
21% dan kelistrikan 15%. Ini artinya kita sudah sangat familiar dan menggunakan gas dengan
baik, tambahnya.

Agar pemanfaatan gas bumi terus meningkat, menurut Wirat, salah satu kuncinya adalah
pembangunan infrastruktur yang saat ini masih terbilang minim. Sebagian besar infrastruktur
gas berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur, sedikit di Sumatera, Batam dan Kalimantan
Timur. Selain itu, diperlukan juga kepastian pasokan dan pengguna.Untuk itulah, Pemerintah
berupaya membangun infrastruktur yang terintegrasi. Buku roadmap pembangunan
infrastruktur migas telah rampung disusun dan akan diluncurkan pada April 2017 mendatang.

Selain industri dan kelistrikan, gas bumi juga digunakan untuk rumah tangga, transportasi dan
nelayan. Setiap tahunnya, Pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur
jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan pembagian konverter kit bagi kendaraan umum
serta nelayan. (DK)

17 Mar 2017

Pemerintah Reformasi Kebijakan Pemanfaatan Gas Bumi


Jakarta, Pemerintah tengah dalam proses mereformasi pemanfaatan gas bumi dan
mengubahnya sebagai penggerak ekonomi nasional, menciptakan nilai tambah serta sumber
energi. Oleh karena itu, peran Pemerintah, investor, para ahli serta stakeholder lainnya
sangat penting.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Arcandra Tahar ketika membuka acara 8th IndoGas 2017 di Jakarta Convention Center,
Selasa (7/2).

Indonesia merupakan salah satu produsen gas alam global utama yang sedang berjuang
untuk melayani permintaan dalam negeri dengan membangun infrastruktur distribusi gas,
menumbuhkan pasar dan memadukan harga dengan kebijakan terpadu, katanya.
Menurut dia, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah serius terhadap reformasi sektor
ini. Langkah ini akan memberikan dasar yang kuat terhadap sudut pandang energi nasional.
Saya ingin mengajak Anda semua hari ini, memberikan masukan tentang cara untuk terus
mereformasi sektor energi baik dalam konteks nasional dan internasional, tambahnya.

Sejak tahun 70-an, menurut Wamen ESDM, penggunaan gas masih terbatas. Produksi gas
diekspor dalam bentuk LNG dan gas pipa yang digunakan sebagai sumber penerimaan
negara. Dalam perkembangannya, pada tahun 2000-an, harga gas dan biaya distribusi masih
terbilang terjangkau bagi industri. Namun mulai akhir 2014, harga gas pipa menjadi lebih
mahal dibandingkan LNG. Di sisi lain, harga gas pipa domestik Indonesia, sebenarnya
masih di bawah statistik rata-rata dunia.

Lebih lanjut Arcandara mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya gas yang besar namun
belum dikembangkan. Untuk mendorong pengembangan migas nasional, skema bagi hasil
cost recovery saat ini menjadi kurang relevan dan kurang kompetitif. Untuk menciptakan rasa
keadilan serta menyederhanakan birokrasi, Pemerintah memberlakukan skema bagi hasil
gross split. Skema ini diharapkan dapat mendorong eksplorasi dan eksploitasi secara efisien.

Dalam kesempatan itu, Arcandara juga menyampaikan bahwa Pemerintah telah mengelurkan
Permen ESDM Nomor 40 tahun 2016 tentang penurunan harga gas alam untuk industri
tertentu yang menggunakan gas sebagai bahan baku yaitu pupuk, petrokimia dan industri
baja. Sementara untuk industri lainnya, masih dalam pembahasan.

International Indonesia Gas Conference & Exhibtion (IndoGas) 2017 digelar mulai tanggal 7-
9 Februari 2017. Acara ini merupakan ajang pertemuan pebisnis gas dari dari hulu hingga
hilir. Dalam pembukaan IndoGas 2017 ini, dilakukan penandatanganan jual beli gas bumi,
antara lain PJBG untuk pasokan Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) dan Jaringan
Gas Rumah Tangga penugasan pemerintah kepada Pertamina di Balikpapan. Pasokan gas
bersumber dari lapangan-lapangan pemasok, yaitu Chevron Indonesia Company dengan
volume sebesar 1,5 MMSCFD yang berlaku hingga 2018. (DK)

07 Feb 2017

Permen ESDM Tentang Pemanfaatan Gas Bumi Untuk


Pembangkit Tenaga Listrik
Jakarta, Dalam rangka meningkatkan pemanfaatan gas bumi dalam bauran energi untuk
pembangkit listrik dan menjamin ketersediaan pasokan gas bumi dengan harga yang wajar
dan kompetitif untuk sektor ketenagalistrikan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
tanggal 27 Januari 2017 menetapkan peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2017
tentang Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Pembangkit Tenaga Listrik.

Dalam aturan ini dinyatakan, alokasi dan pemanfaatan gas bumi untuk pembangkit tenaga
listrik ditetapkan sebagai upaya pemenuhan penyediaan tenaga listrik dalam negeri.
Alokasinya dapat ditujukan langsung kepada PT PLN (Persero) atau badan usaha
pembangkitan tenaga listrik.

Selain alokasi gas bumi yang didapat, PT PLN (Persero) atau badan usaha pembangkitan
tenaga listrik dapat membeli gas bumi dari badan usaha pemegang izin usaha niaga gas bumi
yang mendapatkan alokasi gas bumi, sepanjang badan usaha tersebut menyediakan fasilitas
atau infrastruktur gas bumi.

Terkait jangka waktu perjanjian jual beli gas bumi, dinyatakan bahwa dalam rangka
pembangunan pembangkit tenaga listrik, PT PLN (Persero) dan badan usaha pembangkitan
tenaga listrik wajib memastikan adanya alokasi/pasokan gas bumi sesuai dengan pembangkit
tenaga listrik selama 20 tahun. Alokasi/pasokan gas bumi diutamakan diperoleh dari
kontraktor.

Dalam rangka pemanfaatan gas bumi di mulut sumur (wellhead) untuk pembangkit tenaga
listrik, pengadaan pembangkit tenaga listrik dapat melalui penunjukan langsung atau
pelelangan langsung.

Pengadaan pembangkit tenaga lustrik berbahan bakar gas di mulut sumur (wellhead) melalui
penunjukan langsung, dilakukan dengan ketentuan:

a. Harga gas bumi paling tinggi 8% ICP/MMBTU pada pembangkit tenaga listrik (plant
gate).
b. Jaminan kecukupan alokasi/pasokan gas bumi sesuai dengan jangka waktu perjanjian
jual beli gas bumi.
c. Perhitungan biaya investasi pembangkit tenaga listrik didepresiasikan paling sedikit
selama 20 tahun.
d. Efisiensi pembangkit tenaga lustrik dengan specific fuel consumption (SFC) setara
minyak solar (high speed diesel/HSD) sebesar 0,25 liter/kWh.

Pengadaan pembangkit tenaga listrik berbahan bakar gas bumi di mulut sumur melalui
pelelangan umum, dilakukan dalam hal harga gas bumi lebih tinggi dari 8% ICP/MMBTU.

Ditetapkan pula, dalam rangka pelaksanaan pemanfaatan gas bumi untuk pemenuhan
penyediaan tenaga listrik dalam negeri, Menteri ESDM menetapkan harga gas bumi untuk
pembangkit tenaga listrik. Penetapan ini dengan mempertimbangkan keekonomian lapangan,
harga gas bumi di dalam negeri dan internasional, kemampuan daya beli konsumen gas bumi
dalam negeri dan nilai tambah dari pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

Harga gas bumi untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik dihitung berdasarkan nilai
keekonomian lapangan gas bumi tanpa eskalasi. Dalam hal harga gas bumi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diperlukan eskalasi, besaran eskalasi ditetapkan berdasarkan
kesepakatan, demikian bunyi Pasal 7 ayat 2.

Pasal 8 menyatakan, dalam hal telah terdapat infrastruktur hilir gas bumi pada pembangkit
tenaga listrik, harga gas bumi berlaku di pembangkit tenaga listrik (plant gate). Yang
meliputi harga gas bumi hulu dan biaya penyaluran gas bumi.

Dalam hal titik serah penjualan gas bumi selain di plant gate, pelaksanaannya ditetapkan:

a. Kontraktor wajib menyalurkan gas bumi sampai dengan titik serah.


b. PT PLN, badan usaha pembangkitan tenaga listrik atau badan usaha pemegang izin
usaha niaga wajib melakukan perjanjian penyaluran gas bumi dari titik serah sampai
ke pembangkit tenaga listrik (plant gate) dengan pemilik pipa.
Dalam hal tidak terdapat infrastruktur hilir gas bumi pada pembangkit tenaga listrik, harga
yang berlaku adalah harga gas bumi hulu.

Pasal 9 menyatakan, PT PLN (Persero) atau badan usaha pembangkitan tenaga listrik dapat
membeli gas bumi dengan harga paling tinggi 11,5% ICP/MMBTU jika pembangkit tenaga
listrik tidak berada di mulut sumur (wellhead).

Dalam hal harga gas bumi melebihi 11,5% ICP/MMBTU, PT PLN (Persero) datau badan
usaha pembangkitan tenaga listrik dapat menggunakan LNG, bunyi pasal 9 ayat 2.

Harga LNG untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik dihitung berdasarkan nilai
keekonomian lapangan dan menggunakan formula yang disepakati pada harga free on board
(FoB). Dalam hal harga LNG dalam negeri lebih besar dari 11,5% ICP/MMBTU (parity to
oil) free on board (FoB), PT PLN (Persero) atau badan usaha pembangkitan tenaga listrik
dapat mengimpor LNG sepanjang harga LNG yang akan diimpor paling tinggi 11,5%
ICP/MMBTU pada terminal regasifikasi pembeli (landed price) sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan.

Dalam hal LNG yang akan diimpor haganya di atas 11,5% ICP/MMBTU (landed price), PT
PLN (Persero) atau badan usaha pembangkitan tenaga listrik dapat membeli gas pipa dengan
harga lebih besar dari 11,5% ICP/MMBTU (parity to oil) atau membeli LNG dalam negeri
dengan harga lebih tinggi dari 11,5% ICP/MMBTU (parity to oil) free on board (FoB).

Bab VI mengatur tentang tarif penyaluran gas bumi. Penyaluran gas bumi dapat melalui pipa
gas bumi atau moda penyaluran gas bumi selain pipa. Antara lain kapal, tongkang, truk atau
alat pengangkutan lainnya.

Besaran tarif penyaluran gas bumi melalui pipa, ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan. Sementara untuk penyaluran gas bumi melalui moda selain pipa,
dihitung sesuai nilia keekonomian atau pasar kompetitif.

Badan usaha pemegang izin usaha niaga gas bumi harus memberikan jaminan berupa
keandalan alokasi gas bumi dan keandalan transportasi gas bumi. PT PLN atau badan usaha
pembangkitan tenaga listrik selaku pembeli gas bumi harus memberikan jaminan pembayaran
tepat waktu.

Dalam rangka penyaluran gas bumi untuk pembangkit tenaga listrik, PT PLN (Persero) atau
badan usaha pembangkitan tenaga listrik sebagai pembeli gas bumi menandatangani
perjanjian jual beli gas bumi dengan kontraktor atau badan usaha pemegang izin usaha niaga
gas bumi sebagai penjual gas bumi.

Perjanjian sedikitnya membuat sumber pasokan, volume dan spesifikasi, harga gas bumi,
jangka waktu kontrak, review harga, mekanisme penyaluran gas bumi dan hak dan kewajiban
pembeli dan penjual gas bumi.

Dalam ketentuan peralihan dinyatakan, alokasi dan harga gas bumi untuk pembangkit tenaga
listrik yang telah ditetapkan dan/atau disepakati sebelum berlakunya Permen ini, tetap
berlaku sampai dengan jangka waktu penetapan atau kesepakatan.
Permohonan penetapan alokasi dan harga gas bumi yang telah diajukan sebelum
diundangkannya Permen ini, dapat diproses untuk mendapatkan penetapan atau penolakan
alokasi dan harga gas bumi.

Permen ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. (TW)

06 Feb 2017

Jargas 2017 Dalam Tahap Pengerjaan Lapangan


Jakarta, Pada tahun ini, Pemerintah akan membangun jaringan distribusi gas bumi untuk
rumah tangga (jargas) sebanyak 59.809 sambungan rumah (SR) di 10 lokasi dan hingga Juli
2017, realisasinya dalam tahap pengerjaan di lapangan.

Jargas tahun 2017 dibangun di Kabupaten Musi Banyuasin (6.031 SR), Kabupaten Muara
Enim (4.785 SR), Kabupaten Pali (5.375 SR), Kota Pekanbaru (3.270SR), Kota Bontang
(8.000 SR), Kota Bandar Lampung (10.321SR), Kabupaten Mojokerto (5.101 SR), Kota
Mojokerto (5.000 SR), Kota Samarinda (4.500 SR), Rusun PUPR Kemayoran (7.426 SR).

"Sekarang lagi berjalan pekerjaan di lapangan. Kemarin baru kita melakukan mutual check.
Proses-proses mobilisasi peralatan, orang karena yang harus kerja gali-gali. Pengadaan
material," kata Direktur Perencanaan dan Pembangunan dan Infrastruktur Migas Kementarian
ESDM, Alimuddin Baso dalam acara forum Menuju 1,2 Juta Sambungan Gas Rumah Tangga
pada 2019, di Menara Topas, Jakarta, Rabu (26/7).

Pembangunan jargas tahun 2017, diakui Ali, lebih lambat dibanding tahun sebelumnya
karena tidak lagi penugasan ke BUMN melainkan dilelang. Proses lelang ini baru selesai
sekitar April lalu. Jadi sekarang ini, mereka kan baru terkontak rata-rata bulan April. Agak
telat karena lelang kemarin. Ada yang gaga, terus baru dapat pemenang di bulan April-Mei
sehingga baru dapat uang muka beli barang, belanja barang. Kemudian untuk mobilisasi
sekarang lagi kerja-kerja, terang Alimuddin.

Meski pengerjaannya termasuk terlambat, namun Alimuddin tetap optimis pembangunan


jargas dapat diselesaikan tepat pada waktunya, sebagaimana tahun 2016 lalu yang berhasil
rampung 100%.

Pembangunan jargas dengan dana APBN telah dilakukan sejak 2009 dan hingga kini telah
terbangun 185.991 SR di 14 provinsi, 26 kabupaten/kota. Pembangunan jargas merupakan
bagian dari kebijakan Pemerintah dalam program Diversifikasi Bahan Bakar Minyak ke Gas
serta pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri, juga untuk memberikan kepada
masyarakat energi yang bersih, murah dan ramah lingkungan. (DK)

27 Jul 2017

PGN bangun jaringan pipa gas bumi 195 km pada 2016


Jakarta (ANTARA News) - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus
memperluas jaringan gas bumi di berbagai daerah dengan membangun pipa sepanjang 195
km pada 2016.
"PGN terus membuktikan komitmennya dalam memperluas pemanfaatan gas bumi nasional
dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah," kata Kepala Divisi
Komunikasi Perusahaan PGN Irwan Andri Atmanto dalam rilis di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, PGN memperluas jaringan distribusi gas bumi antara lain di Batam,
Kepulauan Riau sepanjang 27 km, Muara Karang-Muara Bekasi 42 km, Jawa Barat 43 km,
Sidoarjo 32 km, Surabaya 23 km, dan Pasuruan 2 km.

"Infrastruktur tersebut tahun ini sebagian telah beroperasi, sisanya akan selesai antara akhir
tahun ini atau 2017," katanya.

Irwan menambahkan, sebagai BUMN gas yang merupakan salah satu agen pembangunan
nasional, PGN semakin agresif mengembangkan infrastruktur gas nasional seperti di
Semarang, Dumai, Pekanbaru, WNTS Pemping, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

"PGN akan terus membangun infrastruktur gas bumi ini agar semakin banyak masyarakat,
ibu-ibu, pelaku usaha UMKM, komersial, industri dan sektor kelistrikan bisa memanfaatkan
dan menikmati energi baik gas bumi yang efisien, aman dan ramah lingkungan," tambahnya.

Sampai saat ini, PGN memasok gas bumi ke 119.960 pelanggan rumah tangga, 1.929 usaha
kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.630 industri berskala
besar dan pembangkit listrik.

Ratusan ribu pelanggan PGN yang menikmati gas bumi tersebut dialirkan melalui pipa PGN
sepanjang 7.260 km yang tersebar mulai dari Medan, Pekanbaru, Batam, Lampung,
Palembang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara hingga Papua.

"Saat ini 78 persen pipa gas bumi hilir di Indonesia dibangun dan dioperasikan oleh PGN,"
kata Irwan.

Editor: B Kunto Wibisono