Anda di halaman 1dari 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Hipertensi

2.1.1 Definisi

Hipertensi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140

mmHg dan atau diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran

dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat (tenang). Hipertensi

didefinisikan oleh Joint National Committee on Detection, Evaluation and

Treatment of High Blood Pressure sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140 / 90

mmHg.1,4,10

2.1.2 Epidemiologi

Dari hasil pengukuran hipertensi pada penduduk usia diatas 15 tahun di

kabupaten/kota wilayah Provinsi Jawa Tengah dengan persentase hipertensi

tertinggi adalah Wonosobo yaitu (42.82%), diikuti Tegal (40.67%), dan Kebumen

(39,55%). Kabupaten/kota dengan persentase hipertensi terrendah adalah Pati yaitu

(4,50%), diikuti Batang (4,75 %), dan Jepara (5,55%). Untuk Kabupaten Magelang

berada pada urutan ke 19 dari 33 Kabupaten/Kota (22,29%).9

5
6

Gambar 1. Profil Kesehatan Kab/Kota tahun 2015 di Prop. Jateng

Menurut Profil Kesehatan Propisin Jawa Tengah, proporsi penyebab

kematian (%) pada populasi semua umur menunjukkan penyakit hipertensi

menduduki peringkat nomor 2 tertinggi penyebab kematian seperti yang tersaji

dalam gambar berikut :9

Gambar 2. Proporsi (%) Penyebab Kematian PTM


7

2.1.3 Klasifikasi Hipertensi

Berdasarkan penyebabnya dikenal 2 jenis hipertensi, yaitu :

1. Hipertensi primer

Hipertensi primer juga disebut hipertensi esensial atau idiopatik dan

merupakan 95% dari kasus-kasus hipertensi. Selama 75 tahun terakhir

telah banyak penelitian untuk mencari etiologinya. Tekanan darah

merupakan hasil curah jantung dan resistensi vascular, sehingga tekanan

darah meningkat jika curah jantung meningkat, resistensi vascular perifer

bertambah, atau keduanya. Beberapa faktor yang pernah dikemukakan

relevan terhadap mekanisme penyebab hipertensi yaitu, genetik,

lingkungan, jenis kelamin, dan natrium.1,11

2. Hipertensi Sekunder

Sekitar 5% kasus hipertensi telah diketahui penyebabnya, dan dapat

dikelompokkan seperti, penyakit parengkim ginjal (3%) dimana setiap

penyebab gagal ginjal (glomerulonefritis, pielonefritis, sebab-sebab

penyumbatan) yang menyebabkan kerusakan parenkim akan cenderung

menimbulkan hipertensi dan hipertensi itu sendiri akan mengakibatkan

kerusakan ginjal. Penyakit renovaskular (1%) dimana terdiri atas penyakit

yang menyebabkan gangguan pasokan darah ginjal dan secara umum di

bagi atas aterosklerosis dan fibrodisplasia. Endokrin (1%) jika terdapa

hipokalemia bersama hipertensi, tingginya kadar aldosteron dan rennin

yang rendah akan mengakibatkan kelebihan-kelebihan (overload) natrium

dan air.1,11
8

2.1.4 Kriteria Hipertensi

Menurut Joint National Committe (JNC) VIII, kriteria hipertensi dapat

dikategorikan sebagai berikut 1 :

Tabel 1 . Kriteria Hipertensi Menurut JNC VIII

2.1.5 Etiologi Hipertensi

Sebagian besar kasus tekanan darah tinggi tidak dapat disembuhkan.

Keadaan tersebut berasal dari suatu kecenderungan genetik yang bercampur

dengan faktor-faktor risiko seperti stress, kegemukan, terlalu banyak makan garam,

kurang gerak badan dan penyumbatan pembuluh darah. Ini disebut hipertensi

esensial. Kalau seseorang mempunyai sejarah hipertensi keluarga dan mengidap

hipertensi ringan, dia dapat mengurangi kemungkinan hipertensi berkembang lebih

hebat dengan memberi perhatian khusus terhadap faktor-faktor risiko

tersebut.untuk kasus-kasus yang lebih berat, diperlukan pengobatan untuk

mengontrol tekanan darah. Jenis lain dari hipertensi dikenal sebagai hipertensi

sekunder, yaitu kenaikan tekanan darah yang kronis terjadi akibat penyakit lain,

seperti kerusakan ginjal, tumor, saraf, renovaskuler dan lain-lain.


9