Anda di halaman 1dari 33

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA Negeri 102 Jakarta

Mata Pelajaran : Kimia

Peminatan : MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)

Kelas/ Semester : 11/ Ganjil

Materi Pokok : Laju Reaksi

Alokasi Waktu : 4 3 JP

A. KOMPETENSI INTI (KI)

K-I : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya*)

K-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

K-3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,


dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.

K-4 : Mengolah, menalar,menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak
secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

KOMPETENSI

KD 3.6 Memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia


KD 3.7 Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menentukan orde reaksi
berdasarkan data hasil percobaan
KD 4.6 Menyajikan hasil pemahaman terhadap teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan
reaksi kimia.
KD 4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan faktor-
faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

3.6.1 Menjelaskan keterkaitan teori tumbukkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi laju
reaksi
3.6.2 Menganalisis hubungan teori tumbukan dengan energi aktivasi dan pembentukan
kompleks teraktivasi pada reaksi eksoterm dan endoterm
3.6.3 Menjelaskan pengaruh konsentrasi, suhu, luas permukaan dan katalis terhadap laju reaksi
melalui percobaan

3.7.1 Menentukan orde reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui percobaan
3.7.2 Menentukan tetapan laju reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui
percobaan
3.7.3 Menentukan persamaan laju reaksi berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui
percobaan
4.6.1 Merancang cara penyimpanan bahan untuk mencegah perubahan fisika dan kimia agar
dapat terkendali
4.6.2 Mempresentasikan cara penyimpanan bahanuntuk mencegah perubahan fisika dan kimia
agar dapat terkendali
4.7.1 Menghitung dan menentukan orde dan waktu reaksi berdasarkan data percobaan melalui
diskusi kelas

C. MATERI PEMBELAJARAN

1. Laju reaksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi

1.1 Pengertian dan pengukuran laju reaksi

1.2 Teori tumbukan

1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi

2. Hukum laju reaksi dan penentuan laju reaksi

2.1 Orde reaksi

2.2 Hukum laju reaksi

2.3 Penentuan laju reaksi

D. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

PERTEMUAN PERTAMA

1. Tujuan Pembelajaran

a. Peserta didik dapat menganalisis dan menalar tentang berkurangnya zat reaktan dan
bertambahnya zat produk dalam satuan waktu tertentu.
b. Peserta didik dapat menganalisis penyebab terjadinya reaksi kimia.
c. Peserta didik dapat merancang percobaan suatu reaksi yang berlangsung cepat dan reaksi
yang berlangsung lambat dengan memerhatikan faktor-faktor yang memengaruhinya.
d. Peserta didik dapat mempresentasikan hasil rancangan percobaan.
e. Peserta didik dapat melakukan percobaan.
f. Peserta didik dapat mengolah dan menganalisis data hasil percobaan dan
menyimpulkannya.
g. Peserta didik dapat menyajikan laporan hasil percobaan.

2. Metode Pembelajaran

a. Langsung
b. Konstektual
c. Demontrasi
Guru dapat menggunakan metode tersebut secara berurutan atau dari awal sampai akhir
menggunakan satu metode atau menggunakan salah satunya. Apabila keadaan peserta didik
dan sarana tidak memungkinkan, Guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang lain.

Kegiatan Langkah kegiatan Waktu


Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik dan
mental untuk memulai pelajaran kimia.
Guru memimpin siswa untuk menyanyikan lagu
wajib nasional
Guru mengingatkan kembali tentang pengertian
reaksi kimia serta tanda-tanda terjadinya reaksi
kimia.
Guru membagi peserta didik menjadi beberapa
Pendahuluan kelompok dengan anggota yang heterogen. 5 menit
Guru menekankan pentingnya bekerja dalam tim,
saling berdiskusi,menghargai pendapat, dan saling
respect dalam proses pembelajaran.
Guru menjelaskan tujuan dan manfaat pembelajaran
Laju Reaksi serta Teori Tumbukan dan Faktor-
Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi dengan
memerhatikan metode ilmiah dan keselamatan
kerja.
Guru meminta peserta didik mengobservasi
(mengamati) dengan
Mengamati pemutaran video oleh guru tentang
reaksi hal-hal yang memengaruhi laju reaksi.
Mengamati Membaca artikel tentang Laju Reaksi serta Teori 5 menit
Tumbukan dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi
Laju Reaksi.
Mengamati Gambar 3.1 halaman 74 Buku Siswa.

Kegiatan Inti Guru memotivasi peserta didik untuk menanyakan


hal-hal yang tidak atau kurang dipahami dari artikel
yang telah dibaca.
Menanya Bagiamana terjadinya suatu reaksi kimia? 5 menit
Apa saja yang memengaruhi laju reaksi dan
bagaimana pengruhnya?

Guru meminta peserta didik untuk menggali


Menggali Informasi informasi dengan 10 menit
Melakukan percobaan pada Kegiatan 3.1 halaman
99-100 Buku Siswa untuk melihat pengaruh
konsentrasi terhadap laju reaksi.
Melakukan percobaan pada Kegiatan 3.2 halaman
102 Buku Siswa untuk melihat pengaruh luas
permukaan terhadap laju reaksi.
Melakukan percobaan pada Kegiatan 3.3 halaman
104 Buku Siswa untuk melihat pengaruh
temparatur terhadap laju reaksi.
Melakukan percobaan pada Kegiatan 3.4 halaman
106-107 Buku Siswa untuk melihat pengaruh
katalis terhadap laju reaksi.

Salah satu anggota kelompok mempresentasikan


rancangan percobaan tersebut terlebih dahulu atau
mengomunikasikan kepada guru.
Guru dapat memberikan rancangan percobaan lain
untuk dilakukan siswa. Hal tersebut guna melihat
dan membandingkan keakuratan percobaan yang
dilakukan dengan tujuan hasil yang sama. Dalam
merancang percobaan, guru harus memerhatikan hal-
hal sebagai berikut.
(a) Percobaan mendukung ditemukannya konsep
kimia.
(b) Proses kimia secara praktis memang dapat
dilaksanakan atau diambil dari sumber buku
percobaan kimia yang valid.
(c) Guru sudah mencoba percobaan dan memang
layak dilakukan peserta didik.
(d) Di laboratorium/sekolah tersedia alat dan bahan
yang diperlukan.
(e) Tidak berbahaya bagi peserta didik.
Dalam melakukan percobaan harus dengan mengikuti
tahapan metode ilmiah, yaitu adalah (a) merumuskan
masalah, (b) mengumpulkan keterangan, (c)
membuat hipotesis, (d) melakukan percobaan, (e)
menarik kesimpulan, (f) menguji kembali
kesimpulan, dan (g) pelaporan.

Guru bersama dengan peserta didik melakukan


diskusi untuk mengolah informasi yang didapat dari
percobahan yang dilakukan.
Peserta didik dapat menjelaskan pengaruh
Mengola Informasi 10 menit
konsentrasi terhadap laju reaksi.
Peserta didik dapat menjelaskan pengaruh luas
permukaan terhadap laju reaksi.
Peserta didik dapat menjelaskan pengaruh
temperatur terhadap laju reaksi.
Peserta didik dapat menjelaskan pengaruh katalis
terhadap laju reaksi.

Salah satu kelompok peserta didik


mengomunikasikan/menyampaikan kesimpulan dari
pengamatan percobaan yang telah dilakukan tentang
faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi. Guru
Mengkomunikasikan 5 menit
memberikan penilaian terhadap kesimpulan yang
disampaikan oleh salah satu kelompok peserta didik.
Dalam memberikan penguatan Guru harus
memerhatikan perbedaan pendapat dari peserta didik.
Guru melakukan refleksi seluruh kegiatan
pembelajaran atau posttest.\
Guru menugaskan peserta didik mengerjakan
Tugas 3.1 halaman 95, Tantangan halaman 97,
Tugas 3.2 halaman 99, Tugas 3.3 halaman 101,
Tugas 3.4 halaman 103, Tugas 3.5 halaman 106,
Penutup 5 menit
Tugas 3.6 halaman 111, Tugas 3.7 halaman 112,
dan Tantangan halaman 112 Buku Siswa.
Guru menyampaikan materi untuk pertemuan
berikutnya tentang Persamaan Laju Reaksi dan
Orde Reaksi dan meminta peserta didik
membacanya.

3. Alat, Bahan dan Media

Alat dan bahan : Tabung reaksi, gelas kimia, pemanas listrik, pipet tetes, kertas
yang diberi tanda silang, termometer, pita magnesium larutan HCl, larutan natrium
thiosulfat, larutan besi klorida, larutan hidrogen peroksida, larutan natrium klorida, batu
pualam
Media : V lab, LCD, komputer berakses internet

4. Sumber Pembelajaran

Buku Kimia SMA/MA kelas XI :


Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
Sutresna, Nana. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Kimia.Bandung: Grafindo
Lembar kerja
Sumber lain, Internet :
http://ir.chem.cmu.edu/irproject/applets/stoich/Applet.asp
http://www.mhhe.com/physsci/chemistry/essentialchemistry/flash/collis11.swf
http://www.chem-toddler.com/factors-affecting-reaction-rate/concentration/hcl-with-
zn.html
http://www.chem-toddler.com/factors-affecting-reaction-rate/catalyst/bloody-
cocktail.html
http://www.chem-toddler.com/factors-affecting-reaction-rate/surface-
area/lycopodium.html
http://group.chem.iastate.edu/Greenbowe/sections/projectfolder/simDownload/index4.ht
ml#thermoChem

5. Penilaian

Penilaian mulai dilakukan dari awal pembelajaran, proses pembelajaran, dan pada akhir
pembelajaran.
Penilaian kompetensi pengetahuan melalui ulangan harian dalam bentuk uraian.
Penilaian sikap pada saat presentasi dan hasil mengerjakan tugas.
Penilaian keterampilan pada saat melakukan percobaan.

PERTEMUAN KEDUA

1. Tujuan Pembelajaran

a. Peserta didik dapat menentukan dan menuliskan persamaan laju reaksi.


b. Peserta didik dapat menentukan dan mencari orde reaksi dengan cara logika, komparatif,
dan cara grafik.
c. Peserta didik dapat menyebutkan penerapan laju reaksi dalam industri.

2. Metode Pembelajaran

1. Langsung
2. Konstektual
3. Demontrasi

Guru dapat menggunakan metode tersebut secara berurutan atau dari awal sampai akhir
menggunakan satu metode atau menggunakan salah satunya. Apabila keadaan peserta didik
dan sarana tidak memungkinkan, Guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang lain.
Kegiatan Langkah kegiatan Waktu
Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik dan
mental untuk memulai pelajaran kimia.
Guru memimpin siswa untuk menyanyikan lagu
Pendahuluan 5 menit
wajib nasional
Guru mengingatkan kembali peserta didik tentang
faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi.
Guru mempersilahkan peserta didik untuk duduk di
dalam kelompoknya.
Guru menjelaskan tujuan dan manfaat
pembelajaran Persamaan Laju Reaksi dan Orde
Reaksi.
Guru meminta peserta didik mengobservasi
(mengamati) dengan
Membaca artikel tentang Persamaan Laju Reaksi
Mengamati dan Orde Reaksi. 5 menit
Mengobservasi (mengamati) hasil data percobaan
faktor yang memengaruhi laju reaksi dan pengaruh
konsentrasi terhadap laju reaksi.
Guru memotivasi peserta didik untuk menanyakan
hal-hal yang tidak atau kurang dipahami dari artikel
yang telah dibaca.
Menanya Bagaimana pengaruh waktu terhadap laju reaksi? 5 menit
Bagaimana mengetahui laju reaksi dari suatu reaksi
kimia?

Guru meminta peserta didik untuk menggali


informasi dengan membaca sumber-sumber lain
tentang Persamaan Laju Reaksi dan Orde Reaksi.
Peserta didik diminta untuk membuat catatan-catatan
Menggali Informasi dari berbagai informasi tersebut yang akan didiskusi 10 menit
dalam kelas bersama guru. Catatan dapat berbentuk
Kegiatan Inti
tabel, deskripsi, gambar, atau bentuk lain yang paling
mudah dipahami oleh peserta didik.

Guru bersama dengan peserta didik melakukan


diskusi untuk mengolah informasi yang didapat dari
membaca sumber-sumber tentang Persamaan Laju
Reaksi dan Orde Reaksi.
Peserta didik dapat menentukan laju reaksi dan
orde dengan cara logika seperti pada halaman 114-
115 Buku Siswa.
Peserta didik dapat menentukan laju reaksi dan
Mengola Informasi orde dengan cara komparatif seperti pada halaman 10 menit
115-116 dan Contoh Soal halaman 117-120 Buku
Siswa.
Peserta didik dapat menentukan laju reaksi dan
orde dengan cara grafik seperti pada halaman 116-
117 Buku Siswa.
Peserta didik dapat menjelaskan peranan laju reaksi
dalam industri.
Peserta didik mengomunikasikan/menyampaikan
kesimpulan dari pengamatan dan informasi dari
sumber-sumber lainnya tentang persamaan laju
reaksi dan orde reaksi. Guru memberikan penilaian
Mengkomunikasikan 5 menit
terhadap kesimpulan yang diberikan oleh peserta
didik dan memberikan penguatan. Dalam
memberikan penguatan Guru harus memerhatikan
perbedaan pendapat dari peserta didik.
o Guru melakukan refleksi seluruh kegiatan
pembelajaran atau posttest.
o Guru menugaskan peserta didik mengerjakan
Tantangan halaman 120 dan Tugas 3.8 halaman
Penutup 123 Buku Siswa. 5 menit
o Guru mengingatkan peserta didik untuk
menghadapi ulangan harian tentang Laju Reaksi
dengan mengerjakan Soal Latihan halaman 124-
132 Buku Siswa.

3. Alat, Bahan dan Media

Media: LCD, komputer berakses internet

4. Sumber Pembelajaran

Buku Kimia SMA/MA kelas XI :


Sudarmo, Unggul. 2013. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
Sutresna, Nana. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Kimia.Bandung: Grafindo
Lembar kerja
Sumber lain, Internet :
http://ir.chem.cmu.edu/irproject/applets/stoich/Applet.asp
http://www.mhhe.com/physsci/chemistry/essentialchemistry/flash/collis11.swf
http://www.chem-toddler.com/factors-affecting-reaction-rate/concentration/hcl-with-
zn.html
http://www.chem-toddler.com/factors-affecting-reaction-rate/catalyst/bloody-
cocktail.html
http://www.chem-toddler.com/factors-affecting-reaction-rate/surface-
area/lycopodium.html
http://group.chem.iastate.edu/Greenbowe/sections/projectfolder/simDownload/index4.ht
ml#thermoChem
5. Penilaian

Penilaian mulai dilakukan dari awal pembelajaran, proses pembelajaran, dan pada akhir
pembelajaran.
Penilaian kompetensi pengetahuan melalui ulangan harian dalam bentuk uraian.
Penilaian sikap pada saat presentasi dan hasil mengerjakan tugas.

PERTEMUAN KETIGA

Kegiatan Langkah kegiatan Waktu


Guru mempersiapkan peserta didik
secara fisik dan mental untuk memulai
Pendahuluan 5 Menit
pelajaran kimia.
Guru mengabsen siswa
Guru mereview pelajaran tentang laju
reaksi sebelum ulangan dimulai
Guru mengatur posisi siswa agar duduk
berjauhan
Kegiatan Inti Guru membagikan kertas ulangan 37 Menit
Guru memperingati siswa agar
mengerjakan secara jujur
Guru mempersilahkan siswa
mengerjakan soal ulangan harian
Guru mengumpulkan lembar jawaban
Penutup 3 Menit
siswa

Media Pembelajaran : LKS


E. Penilaian

Penilaian yang dilakukan:


1. Penilaian Pengetahuan
2. Penilaian Sikap (Diskusi dan Proyek)
3. Penilaian Keterampilan (Praktikum)

Untuk kriteria penilaian pengetahuan, ketrampilan dan sikap mengacu pada rentang nilai
seperti berikut.

Nilai Kompetensi

Rank Predikat Pengetahuan (K3) Keterampilan (K4) Sikap (K1 dan K2)
96 100 A 4.00 4.00
SB
91 95 A 3.67 3.67
86 90 B+ 3.33 3.33
81 85 B 3.00 3.00 B
75 80 B 2.67 2.67
70 74 C + 2.33 2.33
65 69 C 2.00 2.00 C
60 64 C 1.67 1.67
55 59 D+ 1.33 1.33
K
< 55 D 1.00 1.00

1. Penialailan Pengetahuan

Teknik
No KD Indikator Esensial Keterangan
Penilaian
1 KD pada KI-1 Observasi Lembar
perilaku observasi
2 KD pada KI-2 Observasi Lembar
perilaku obseravsi
3 KD pada KI-3 Peserta didik dapat menganalisis dan
menalar tentang berkurangnya zat
reaktan dan bertambahnya zat
produk dalam satuan waktu tertentu. Tes Tertulis Lembar tes
tertulis
Peserta didik dapat menganalisis
penyebab terjadinya proses reaksi
kimia.
Teknik
No KD Indikator Esensial Keterangan
Penilaian
Peserta didik dapat menganalisis
faktor-faktor yang memengaruhi laju
reaksi.
Peserta didik dapat menentukan dan
menuliskan persamaan laju reaksi. Lembar tes
Tes Tertulis
Peserta didik dapat menentukan dan tertulis
mencari orde reaksi dengan cara
logika, komparatif, dan cara grafik.
Peserta didik dapat menyebutkan
penerapan laju reaksi dalam industri.

4 KD pada KI-4 Peserta didik merancang perocbaan


mengenai:
Pengaruh konsentrasi terhadap laju
reaksi
Pengaruh luas permukaan terhadap Penilaian Lembar
laju reaksi produk penilaian
Pengaruh tempeartur terhadap laju
reaksi
Pengaruh katalis terhadap laju
reaksi
Peserta didik mempresentasikan hasil Penilaian Lembar
rancangan. Sikap penilaian
Peserta didik melakukan percobaan. Penilaian Lembar
sikap penilaian
Peserta didik mengolah dan
menganalisis data hasil percobaan dan Lembar
Laporan
penilaian
menyimpulkannya.
Peserta didik menyajikan laporan hasil Penilaian Lembar
percobaan. sikap penilaian

2. Penilaian Keterampilan

Contoh Format Penilaian Keterampilan (Praktikum)


Kelompok/ Penilaian Jumlah Nilai Keterangan
Nama skor

Menganalisis data
pengamatan dan
Merangkai alat
hipotesis, dan

menyimpulkan
Merumuskan

mencatat data
merancang
percobaan

Melakukan
masalah,

dan
I

A 2 3 3 3 10 83

B 2 2 3 2 9 75

II

*Perangkat tes ini diisi oleh guru/asisten lab

Rubrik Penilaian Kinerja

No Aspek yang dinilai Penilaian


1 2 3
1. Merumuskan masalah, Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
hipotesis, dan merumuskan masalah, bantuan guru mandiri (individual
merancang percobaan hipotesis, dan atau kelompok)
merancang percobaan
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat Rangkaian alat benar
benar benar tetapi tidak dan memerhatikan
memerhatikan keselamatan kerja
keselamatan kerja
atau tidak rapi
3. Melakukan Pengamatan tidak Pengamatan telit / Pengamatan teliti/
pengamatan dan teliti/ jujur jujur tetapi jujur dan tidak
pencatatan data mengandung mengandung
interpretasi interpretasi
4. Menganalisis data dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
menyimpulkan bantuan guru mandiri (individual
atau kelompok)

Jumlah skor maksimum 12

Jumlah skor
Nilai = -------------------------- x 100
Jumlah skor maksimum

3. Contoh Penilaian Diskusi dan Presentasi

N Aspek yang Keaktifan Presentasi Presenter


o dinilai kelompok
Mengemuka kan

Predikat
Penyajian nya
Penyajiannya
Tepat Waktu

Percaya Diri

Dimengerti
Terstruktur
Kerjasama

b
Pendapat

Rerata Skor
Menarik

Relevan
Isinya

Dapat
s
e Nama
n Kelompok

I The science
3 Dilla 3 4 3 4 4 3 4 3 3,5 B
9 Hanna
3 Satria
0
3 Vio
8

Petunjuk pengisian :
Kriteria penilaian sebagai berikut.
4 = SB : Sangat Baik
3 = B : Baik
2 = C : Cukup
1= K : Kurang

4. Contoh Format Penilaian Project

Kelompok
No. Kriteria
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kreativitas
2 Kejelasan atau keterangan jawaban
lengkap
3 Kebenaran jawaban
4 Kerjasama dengan sesama anggota
kelompok
5 Keakuratan interpretasi jawaban/gambar
6 Penggunaan strategi benar dan tepat
7 Kerapian atau keindahan
Jumlah

Tabel : Rubrik Penilaian Proyek


Nilai Kriteria
4 Menunjukkan kreatifitas yang tinggi dalam pemecahan masalah, kejelasan atau
keterangan jawaban sangat lengkap, kebenaran jawaban masalah sangat tepat, kerjasama
kelompok sangat baik, interpretasi jawaban masalah/gambar sangat akurat, penggunaan
strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan sangat baik, tersedia laporan kerja dan
disajikan dengan baik di depan kelas.
3 Menunjukkan kreatifitas yang cukup dalam pemecahan masalah, kejelasan atau
keterangan jawaban cukup lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama
kelompok cukup baik, interpretasi jawaban masalah/gambar cukup akurat, penggunaan
strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan cukup baik, tersedia laporan kerja dan
disajikan dengan cukup baik di kelas.
2 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau
keterangan jawaban cukup lengkap, kebenaran jawaban masalah cukup tepat, kerjasama
kelompok cukup baik, interpretasi jawaban masalah/gambar kurang akurat, penggunaan
strategi benar dan tepat, kerapian atau keindahan kurang baik, tersedia laporan kerja
tetapi tidak disajikan di kelas.
1 Menunjukkan kreatifitas yang rendah dalam pemecahan masalah, kejelasan atau
keterangan jawaban tidak lengkap, kebenaran jawaban tidak tepat, kerjasama kelompok
kurang baik, interpretasi jawaban masalah/gambar tidak akurat, penggunaan strategi
benar dan tepat, kerapian atau keindahan tidak baik, tidak tersedia laporan kerja dan tidak
disajikan di depan kelas.
0 Tidak melakukan tugas proyek

1. Contoh Format Pengamatan Sikap

KI -1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya


KI-2: Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Nama Tanggung Rerat predi


No Jujur Disiplin Peduli Kerja Keras
Peserta Jawab a kat
Didik Skor

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1.

2.

3.

4.

5.

Ds
t.

Petunjuk penilaian:
4 = SB (sangat baik)
3= B (baik)
2= C (cukup)
1 = K (kurang)

Contoh Indikator KI-1 dan KI-2

1. Jujur
a. Menyampaikan sesuatu berdasarkan keadaan yang sebenarnya
b. Tidak menutupi kesalahan yang terjadi

2. Disiplin
a. Selalu hadir di kelas tepat waktu
b. Mengerjakan LKS sesuai petunjuk dan tepat waktu
c. Mentaati aturan main dalam kerja mandiri dan kelompok
3. Tanggung jawab
a. Berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-sungguh
b. Bertanya kepada teman/guru bila menjumpai masalah
c. Menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya
d. Partisipasi dalam kelompok
4. Peduli
a. Menjaga kebersihan kelas, membantu teman yang membutuhkan
b. Menunjukkan rasa empati dan simpati untuk ikut menyelesaikan masalah
c. Mampu memberikan ide/gagasan terhadap suatu masalah yang ada di sekitarnya
d. Memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya
5. Kerja keras
a. Mengerjakan LKS dengan sungguh-sungguh
b. Menunjukkan sikap pantang menyerah
c. Berusaha menemukan solusi permasalahan yang diberikan

Mengetahui, Jakarta, September 2017


Kepala SMAN 102 Jakarta Guru Mata Pelajaran

Ridoan, M.M Isti Apriastuti Sudiro, S. Pd


NIP/NRK. 196409211988031002

Catatan Kepala Sekolah:


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
..................................................................
Lampiran Materi

LAJU REAKSI

Sebagian reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari ada yang berlangsung sangat cepat,
misalnya reaksi oksidasi kembang api, dan ada yang berlangsung sangat lambat, misalnya proses
perkaratan (korosi) besi di udara. Cepat atau lambatnya suatu reaksi kimia berlangsung disebut
dengan laju reaksi.

A. KONSEP LAJU REAKSI

Di dalam suatu reaksi kimia, pereaksi akan bereaksi membentuk produk reaksi, sehingga
jumlah pereaksi akan berkurang sedangkan jumlah produk reaksinya akan bertambah. Besarnya
penambahan konsentrasi zat pereaksi atau produk reaksi per satuan waktu dinyatakan sebagai
laju reaksi (v). Adapun satuan untuk laju reaksi adalah mol L-1 s-1.


Laju reaksi =

Contoh:

XY

Sewaktu reaksi berlangsung, terjadi pengurangan konsentrasi pereaksi X dan peningkatan


konsentrasi produk reaksi Y. Perubahan konsentrasi X yakni [X] akan memiliki nilai negatif.
Sehingga, laju reaksi pereaksi X adalah:

[]
vx =

Sementara perubahan konsentrasi Y, yakni [Y] akan memiliki nilai positif sehingga laju reaksi
pereaksi Y adalah:

[]
vY = +

Oleh karena perbandingan koefisien reaksi X dan Y adalah 1:1, maka laju reaksi pereaksi
X sama dengan laju reaksi produk reaksi Y:
vx = vy

Untuk reaksi yang koefisiennya tidak sama seperti:

aA + bB pP + qQ

hubungan laju reaksi zat A, B, P dan Q dinyatakan sebagai berikut:

1 [] 1 [] 1 [] 1 []
= =+ =

Atau

1 1 1 1
= = =

B. HUKUM LAJU REAKSI

Hasil pengukuran laju reaksi dari berbagai eksperimen menunjukkan bahwa laju reaksi
merupakan fungsi dari konsentrasi zat-zat pereaksinya. Hal ini dirumuskan sebagai Hukum Laju
Reaksi. Untuk reaksi:

aA + bB Produk Reaksi

hukum laju reaksi dinyatakan dalam bentuk persamaan laju reaksi:

v = k[A]m[B]n

dengan:

v = laju reaksi (mol L-1 s-1)

k = tetapan laju reaksi (satuan tergantung orde reaksi keseluruhan dari persamaan laju reaksi)

[A], [B] = konsentrasi pereaksi A, B.

m, n = orde reaksi, yakni bilangan pangkat yang menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi A,
B,.. terhadap laju reaksi.
Jumlah orde reaksi m terhadap A, orde reaksi n terhadap konsentrasi B, dan seterusnya
disebut orde reaksi keseluruhan.

Orde reaksi keseluruhan = (m + n + )

Orde reaksi keseluruhan inilah yang merupakan orde reaksi dari suatu reaksi kimia.
Pengaruh orde reaksi keseluruhan terhadap laju reaksi dapat disimak pada grafik berikut:

v v

[A] [A]
Orde reaksi = 0. Orde reaksi = 1.

Laju reaksi tidak dipengaruhi Laju reaksi berubah secara


oleh konsentrasi. linear.

v
Orde reaksi = 2.

Laju reaksi berubah secara


eksponensial (kuadrat).

[A]

v v

[A] [A]
1
Orde reaksi = .
2

Laju reaksi berubah secara


eksponensial (akar dua).
Orde reaksi = -2.

Laju reaksi berbanding terbalik


secara eksponensial (kuadrat).
Contoh soal:

1. Persamaan laju reaksi dari reaksi: CHCl3(g) + Cl2(g) HCl(g) adalah v = k[CHCl3] [Cl2]1/2.
a. Berapa orde reaksi terhadap CHCl3?
b. Berapa pula orde reaksi terhadap Cl2?
c. Berapa orde reaksi keseluruhan?
Jawab:
a. Bilangan pangkat dari [CHCl3] adalah 1.
Jadi, orde reaksi terhadap CHCl3 = 1.
1
b. Bilangan pangkat dari Cl2 adalah 2 .
1
Jadi, orde reaksi terhadap Cl2 adalah 2 .
1 1
c. Orde reaksi keseluruhan = 1 + 2 = 1 2.

2. Simaklah reaksi antara nitrogen oksida (NO) dan klorin (Cl2) berikut ini:
2NO(g) + Cl2(g) 2NOCl(g)
Untuk menentukan persamaan laju reaksinya, dilakukan percobaan dengan data sebagai
berikut:
Konsentrasi awal (mol L-1) Laju reaksi
Percobaan
[NO] [Cl2] (mol L-1 det-1)
1 0,010 0,010 1,2 x 10-4
2 0,010 0,020 2,4 x 10-4
3 0,020 0,020 9,6 x 10-4
Tentukan tetapan laju reaksinya.
Jawab:
v = k [NO]x [Cl2]y
Menghitung orde reaksi Cl2,
2 [] [Cl ]
2
=
1 [] [Cl ] 2

2,4 x 104 mol L1 det 1 [0,01] [0,02]


=
1,2 x 104 mol L1 det 1 [0,01] [0,01]

2 = 2y
y=1
Menghitung orde reaksi NO,
3 [] [Cl ]
2
=
2 [] [Cl ] 2

9,6 x 104 mol L1 det 1 [0,02] [0,02]


=
2,4 x 104 mol L1 det 1 [0,01] [0,02]
4 = 2x
x=2
Jadi, persamaan laju reaksi di atas dapat ditulis menjadi:
v = k [NO]x [Cl2]y ; v = k [NO]2 [Cl2]1
v = k [NO]2 [Cl2]
Tetapan laju reaksi k dapat dihitung dari persamaan laju reaksi dan data pada tabel.
v = k [NO]2 [Cl2]

k=
[]2 [2 ]

pada percobaan 1;
1,2 x 104 mol L1 det1
k=
[0,01 1 ]2 [0,01 1 ]

k = 120 mol-2 L2 det-1.


Jadi, tetapan laju reaksi pada reaksi NO dan Cl2 adalah 120 mol-2 L2 det-1.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI

1. Konsentrasi
Larutan dengan konsentrasi yang besar (pekat) mengandung partikel yang lebih rapat,
jika dibandingkan dengan larutan encer. Semakin tinggi konsentrasi berarti semakin banyak
molekul-molekul dalam setiap satuan luas ruangan, akibatnya tumbukan antar molekul makin
sering terjadi dan reaksi berlangsung semakin cepat. Semakin tinggi konsentrasi suatu larutan,
makin besar laju reaksinya.

2. Luas permukaan sentuh

Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan bertumbukan. Pada pencampuran reaktan
yang terdiri dari dua fasa atau lebih, tumbukan berlangsung pada bagian permukaan zat. Padatan
berbentuk serbuk halus memiliki luas permukaan bidang sentuh yang lebih besar daripada
padatan berbentuk lempeng atau butiran. Semakin luas permukaan partikel, maka frekuensi
tumbukan kemungkinan akan semakin tinggi sehingga reaksi dapat berlangsung lebih cepat. Laju
reaksi berbanding lurus dengan luas permukaan reaktan.

3. Temperatur

Setiap partikel selalu bergerak. Dengan naiknya suhu, energi gerak (kinetik) partikel ikut
meningkat sehingga makin banyak partikel yang memiliki energi kinetik di atas harga energi
aktivasi (Ea). Kenaikan suhu akan memperbesar laju reaksi.

Harga tetapan laju reaksi (k) akan berubah jika suhunya berubah. Berdasarkan hasil
percobaan, laju reaksi akan menjadi 2 kali lebih besar untuk setiap kenaikan suhu 10oC.

4. Katalisator

Katalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami perubahan
kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat diperoleh kembali.

Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi aktivasi (Ea).
Meskipun katalis menurunkan energi aktivasi reaksi, tetapi ia tidak mempengaruhi perbedaan
energi antara produk dan pereaksi. Dengan kata lain, penggunaan katalis tidak akan mengubah
entalpi reaksi.
D. TEORI LAJU REAKSI: TEORI TUMBUKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
Teori tumbukan menggambarkan pertemuan partikel-partikel pereaksi sebagai suatu
tumbukan. Tumbukan yang dapat menghasilkan partikel-partikel produk reaksi disebut
tumbukan efektif.
Ada dua faktor yang menentukan terjadinya suatu tumbukan efektif, yaitu orientasi arah
partikel dan energi kinetik partikel.

a. Orientasi atau arah partikel yang bertumbukan

Suatu tumbukan efektif dapat terjadi jika partikel-partikel pereaksi juga mempunyai
orientasi yang tepat pada saat bertumbukan. Perhatikan contoh reaksi berikut.

A2(g) + B2(g) 2AB(g)


Menurut teori tumbukan, selama tumbukan antara molekul A2 dan B2 (dianggap) ikatan
AA dan BB putus dan terbentuk ikatan AB.

Tumbukan molekul dan reaksi kimia (a) Tumbukan yang tidak memungkinkan terjadinya reaksi.
(b) Tumbukan yang memungkinkan terjadinya reaksi.

Jadi, tumbukan efektif tidak terjadi jika yang bertumbukan adalah atom yang sejenis.

b. Energi kinetik partikel


Suatu tumbukan efektif dapat terjadi jika partikel-partikel pereaksi memiliki energi
kinetic yang cukup untuk mengatasi gaya tolak-menolak sewaktu kedua partikel mendekat.
Energi aktivasi (Ea) merupakan energi minimal agar terjadi suatu reaksi. Semua proses reaksi
kimia harus melalui tahap ini, jika energi aktivasi tidak terlampaui, maka reaksi kimia tidak
akan terjadi. Energi aktivasi merupakan syarat minimal terjadinya suatu reaksi dan dapat
digambarkan sebagai berikut.

Kondisi transisi

Tumbukan tidak efektif jika energi kinetik pereaksi lebih rendah dibandingkan energi
pengaktifannya. Hal ini disebabkan Energi kinetic sudah berubah semua menjadi energi
potensial sebelum kelereng mencapai puncak. Sedangkan tumbukan efektif akan terjadi jika
energi kinetic lebih besar atau sama dengan energi aktifasi. Hal ini dikarenakan pada keadaan
transisi energi potensial menjadi maksimum, lalu turun menuju sisi produk reaksi.

Perhatikan reaksi berikut:


Meski energi selalu diperlukan untuk mencapai kondisi transisi, reaksi dapat bersifat
endoterm dan eksoterm, tergantung dari selisih energi yang diperlukan untuk mencapai
kondisi transisi dan energi yang dilepas sewaktu produk reaski terbentuk. Selisih energi ini
adalah H. Reaksi bersifat eksoterm jika energi potensial dari reaktan lebih tinggi daripada
energi potensial produk. Sebaliknya reaksi bersifat endoterm jika energi potensial reaktan
lebih rendah daripada energi produk.

Perhatikan diagram reaksi endoterm dan eksoterm berikut:


a. Diagram energi untuk Reaksi eksoterm
b. Diagram energi untuk Reaksi endoterm

Dari penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa laju reaksi ditentukan oleh banyak
sedikitnya tumbukan efektif yang terjadi. Selanjutnya, berdasarkan teori tumbukan ini akan
dijelaskan bagaimana faktor konsentrasi, luas permukaan sentuh, suhu, dan katalis yang
dapat mempengaruhi laju reaksi.

1. Konsentrasi
Pengaruh konsentrasi berkait dengan jumlah partikel yang terlibat dalam tumbukan. Apabila
konsentrasi pereaksi bertambah, maka jumlah partikel-partikel akan meningkat. Dengan
demikian, partikel tersebut malah menjadi lebih dekat dan jumlah tumbukan efektif juga akan
meningkat, sehingga akan meningkatkan laju reaksi.
Konsentrasi pereaksi
mempengaruhi laju reaksi.
Semakin tinggi konsentrasi
pereaksi, semakin cepat
laju reaksi.

2. Luas permukaan sentuh


Pengaruh luas permukaan sentuh terkait dengan mudah tidaknya partikel-partikel pereaksi
untuk bertemu.
Apabila luas permukaan sentuh bertambah, maka partikel-partikel lebih mudah bertemu
sehingga jumlah tumbukan efektif akan meningkat, sehingga laju reaksi juga meningkat.

Luas permukaan sentuh mempengaruhi laju reaksi. Semakin besar luas permukaan sentuh, semakin cepat
reaksi.

3. Suhu
Pengaruh suhu terhadap laju reaksi terkait dengan nilai energi kinetik partikel. Apabila suhu
dinaikkan, maka energi kinetik partikel akan bertambah. Dengan demikian, lebih banyak
partikel yang akan memiliki energi kinetik minimum Ea. Hal ini menyebabkan jumlah
tumbukan efektif bertambah, sehingga laju reaksi meningkat. Hal ini ditunjukkan paad
gambar berikut:

4. Katalis
Peran katalis di dalam mempengaruhi laju reaksi terkait dengan energi pengaktifan reaksi,
Ea. Katalis yang digunakan untuk mempercepat reaksi memberikan suatu mekanisme reaksi
alternatif dengan nilai Ea yang lebih rendah dibandingkan Ea reaksi tanpa katalis. Dengan Ea
yang lebih rendah, maka lebih banyak partikel yang memiliki energi kinetik yang cukup
untuk mengatasi halangan Ea yang rendah ini. hal ini menyebabkan jumlah tumbukan efektif
akan bertambah, sehingga laju reaksi juga akan meningkat.
Lampiran Soal

ULANGAN HARIAN LAJU REAKSI

Nama :

Kelas :

Hari, Tanggal :

1. Dari reaksi 2 N2O 4 NO2 + O2 diperoleh data pembentukan senyawa NO2 sebagai
berikut:

Laju pembentukan NO2 adalah ...

a. 5.5 x 10-4 M/s d. 5.5 x 10-7 M/s

b. 5.5 x 10-5 M/s e. 5.5 x 10-8 M/s

c. 5.5 x 10-6 M/s

2. Simaklah reaksi antara nitrogen oksida (NO) dan klorin (Cl2) berikut ini:

2NO(g) + Cl2(g) 2NOCl(g)

Untuk menentukan persamaan laju reaksinya, dilakukan percobaan dengan data sebagai
berikut:

Konsentrasi awal (mol L-1) Laju reaksi


Percobaan
[NO] [Cl2] (mol L-1 det-1)

1 0,010 0,010 1,2 x 10-4


2 0,010 0,020 2,4 x 10-4

3 0,020 0,020 9,6 x 10-4

Tetapan laju reaksinya adalah

a. 1,2 x 102 mol-2 L2 d. 96 mol-2 L2

b. 120 mol2 L2 e. 960 mol-2 L2

c. 120 mol-1 L2

1. luas permukaan sentuhan

2. konsentrasi zat pereaksi

3. suhu saat reaksi berlangsung

4. penambahan inhibitor

5. penambahan katalis yang tepat

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah.

a. 1, 2, 3, dan 4

b. 2,4, dan 5

c. 2, 3, 4 dan 5

d. Semua benar

e. 1, 2, 3, dan 5
4. Pada reaksi P + Q P2Q diketahui bahwa reaksi berorde satu terhadap konsentrasi
Q. Hubungan laju reaksi awal zat Q ditunjukkan oleh grafik

5. Pada reaksi 2H2(g) + 2NO(g) 2H2O (g) + N2(g) kecepatan reaksinya adalah v = k [H2]
[NO]2 dengan k = 1 x 10-6. Jika dalam suatu wadah bervolume 4 L direaksikan 4 mol
H2 dan 2 mol NO, laju reaksi tersebut adalah

a. 2.8 x 10-8 mol3 L-3

b. 1.8 x 10-8 mol3 L-3

c. 2.8 x 10-7 mol3 L-3

d. 2.5 x 10-8 mol3 L-3

e. 2.5 x 10-7 mol3 L-3

Untuk soal nomor 6,7 dan 8:

2NO + 2H2 N2 + 2H20

Percobaan [NO] [H2] Laju awal (M/s)

1 5,0X10-3 2,0X10-3 2,5x10-7

2 10,0X10-3 2,0X10-3 5,0x10-7

3 10,0X10-3 4,0X10-3 10,0x10-7


6. Berdasarkan data tersebut tentukan persamaan laju reaksinya !

7. Berdasarkan data tersebut, maka orde reaksi keseluruhannya adalah ?

8. Tentukan nilai konstanta laju (k) dari data di atas!

9. Buatlah grafik laju reaksinya !

10. Buatlah grafik energi aktivas