Anda di halaman 1dari 5

RSUD TRIKORA SPO PELAYANAN BEDAH

SALAKAN
BANGKEP No. Revisi Halaman
No. Dokumen
0 1/1
STANDAR Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur
PROSEDUR
OPERASIONAL

Dr. James H.D. Pinontoan

Pengertian Suatu tindakan yang dilakukan dalam persiapan pasiensebelum operasi untuk memastikan
tepat lokasi, tepat prosedur, dan tepat pasien

Tujuan Tidak terjadi kesalahan dalam tindakan pembedahan pada pasien dengan tindakan operasi

Kebijakan 1. Persiapan pasien pre operasi harus lengkap


2. Lokasi operasi diberi tanda
3. Prosedur tindakan yang dilakukansudah ditentukan
4. Dilakukan verifikasi pasien sebeluma operasi dilakukan
5. Memastikan ketersediaan implantmaupun alat yang akan digunakan
Prosedur 1. Perawat bangsal melakukan persiapan pasien rencana operasi (pasien dipuasakan,
premedikasi, mencukur rambut, lavement, persiapan darah,dll).
2. Dokter operator memberikan penandaan pada lokasi operasi bersama dengan pasien
dengan menggunakan spidol permanen, bisa dilakukan di bangsal perawatan atau di
ruang operasi ( pada pasien yang diperlukan penandaan lokasi )
3. Perawat ruang operasi memanggil pasien rencana operasi untuk diantar ke ruang
operasi
4. Perawat ruang operasi melakukan verifikasi pasien pre operasi (sign in) dengan
menggunakan formulir cheklist keselamatan pasien.
5. Perawat ruang operasi melakukan verifikasi pasien saat serah terima pasien pre operasi
dengan perawat bangsal ( saat pasien masuk ke ruang operasi )
6. Perawat ruang operasi dan dokter operator melakukan verifikasi pasien tentang
kepastian lokasi operasi, kepastian prosedur, ketepatan pasien, dan rencana pembiusan.
7. Perawat ruang operasi memastikan dokumen pasien yang diperlukan untuk persiapan
operasi ( gambar rontgen, USG, dll )
8. Perawat ruang operasi dan dokter operator memastikan ketersediaan alat dan implant
yang akan digunakan untuk operasi
9. Perawat ruang opeasi melakukan pengecekan terakhir (time out) sebelum
pembedahan dilakukan ( saat pasien masuk kamar operasi/ di meja operasi ),
memastikan kembali tentang lokasi operasi , prosedur dan ketepatan pasien.
10. Perawat kamar operasi mengamati dan melakukan pencatatan kejadian selama operasi,
setelah selesai pembedahan ( sebelum menutup luka pembedahan ), kelengkapan alat (
intrumen, kasa, jarum ), pelabelan jaringan atau cairan tubuh yang diambil
11. Perawat ruang operasi melakukan pemantauan pasien di ruang pemulihan (tanda-tanda
vital, kesadaran, posisi pasien, jaringan pasien, terapi paska operasi ).

Unit Terkait 1. Rawat jalan


2. Rawat inap
3. Operator
4. Anastesi
5. Perawat ruang operasi
RSUD TRIKORA SURGICAL SAFETY CHECKLIST :
SALAKAN SIGN IN, TIME OUT, SIGN OUT
BANGKEP
RSUD PENANDAAN LOKASI PRA PEMBEDAHAN
TRIKORA No. Dokumen DI KAMAR
No. Revisi OPERASI Halaman
SALAKAN 0 1/2
BANGKEP No. Dokumen No. Revisi Halaman
STANDAR Tanggal Terbit 00 1/1
Ditetapkan Direktur
PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
OPERASIONAL Dr. James H.D. Pinontoan
Dr. James H.D. Pinontoan

Pengertian Prosedur penandaan lokasi dilakukannya operasi pada pasien untuk semua kasus termasuk
insisi, multiple struktur dan multiple level oleh operator yang akan melakukan tindakan.

Tujuan 1. Untuk memastikan tepat lokasi bagian tubuh pasien yang akan dioperasi
2. Pasien dan atau keluarga memahami lokasi bagian tubuh yang akan dioperasi

Kebijakan 1. Semua tindakan kedokteran operatif harus sepengetahuan pasien dan atau keluarga
terhadap bagian tubuh yang akan dilakukan operasi
2. Penandaan lokasi operasi dilakukan oleh operator yang akan melakukan tindakan

Prosedur 1. Ucapkan salam, Assalamualaikum, selamat pagi/siang/sore/malam Bapak/Ibu,


perkenalkan diri, saya (nama), jelaskan profesi/unit kerja
2. Jelaskan tugas yang akan dilakukan
3. Pastikan identitas pasien pada gelang pasien, tanyakan nama, tempat tanggal lahir, No.
RM.
4. Jelaskan materi tentang penandaan lokasi operasi pada pasien dan atau keluarga pasien
5. Berikan tanda lokasi operasi dengan tanda yang tidak mudah lunturdan mudah dikenali
dengan melibatkan pasien saat dilakukan penandaan lokasi operasi tersebut
6. Lakukan verifikasi pada pasien dan atau keluarga pasien bahwa mereka telah
memahami dan mengetahui lokasi yang akan dilakukan operasi
7. Ucapkan terima kasih dan semoga semuanya dapat berjalan dengan baik.

Unit Terkait 1. Perawat OK


2. Dokter
Pengertian
Sign in adalah seuatu langkah-langkah penilaian kesiapan tindakan operasi yang
dilakukan sebelum induksi anastesi ( before induction of anasthesia )
Time out adalah suatu langkah-langkah kegiatan melakuakn verifikasi final terhadap
SURGICAL
tindakan pasien di kamar operasi sebelumSAFETY CHECKLIST
insisi kulit ( before: skin incision )
RSUD TRIKORA SIGN
Sign out adalah langkah-lankah IN, TIME
menilai OUT, SIGN
kelengkapan OUT operasi seblum pasien
tindakan
SALAKAN meninggalkan kamar operasi ( before patient leaving operating room )
BANGKEP LembarNo.ini Dokumen
berada di halaman keduaNo. Revisiverifikasi dan penandaan
lembar Halaman
lokasi prosedur
0 rekam medis
pasien operasi dan merupakan bagian dari 2/2

TujuanSTANDAR Sebagai panduan


Tanggaluntuk
Terbitmelakukan penilaian kesiapan dan kelengkapan
Ditetapkan Direktur
tindakan operasi di
PROSEDUR kamar operasi untuk menjamin keselamatan pasien operasi.
OPERASIONAL
Kebijakan 1. Keselamatan pasien operasi
Dr. James
2. RSUD Trikora memastikan pasien yang tepat untuk mendapatkan H.D. Pinontoan
tindakan bedahatau
prosedur invasif pada lokasi yang benar
3. Kebijakan Direktur tentang kebijakan penerapan keselamatan pasien di RSUD Trikora
Salakan

Prosedur SIGN IN
1. Sign in dilakukan oleh perawat sirkuler dan dihadiri minimal oleh dokter anastesi,
perawat kamar operasi dan pasien sebelum pasien diinduksi
2. Lakukan konfirmasi pasien tentang kebenaran : identitas pasien, lokasi operasi,
prosedur dan apakah pasien sudah memberikan persetujuan dalam lembar informed
consient. Apabila ada yang belum terkonfirmasi, segera lakukan dan beri tanda centang
() pada kotak Ya

3. Periksa area operasi sudahkan diberi penandaan operasi (marking), kalau sudah beri
tanda centang () pada kotak Ya. Apabila penandaan operasi tidak dapat diterapkan,
beri tanda centang () pada kotak Tidak

4. Tanyakan kepada dokter anastesi apakah mesin anastesi dan obat-obat anastesi sudah
dicek dan lengkap. Apabila belum, segera cek dan lengkapi, dan beri tanda centang ()
pada kotak Ya apabila sudah dicek dan lengkap

5. Tanyakan kepada perawat kamar operasi apakah alat puylse oxymeter pasien sudah
terpasang dan berfungsi. Bila tidak berfungsi segera lakukan penggantian dan beri
tanda centang () pada kotak Tidak dan apabila ada beri tanda centang () pada kotak
a apabila sudah terpasang dan berfungsi

6. Tanyakan kepada pasien apakah ada riwayat alergi . Apabila tidak ada, beri tanda
centang () pada kotak Tidak dan apabila ada beri tanda centang () pada kotak Ya
dan tuliskan nama obat atau bahan yang menyebabkan pasien alergi

7. Tanyakan kepada dokter anastesi adakah resiko aspirasi atau kesulitan pada jalan nafas
pasien. Apabila tidak ada beri tanda centang () pada kotak Tidak dan apabila ada beri
tanda centang () pada kotak Ya dan peralatan bantu nafas harus tesedia

8. Tanyakan kepada dokter anastesi apakah ada resiko perdarahan lenih dari 500 ml ( atau
lebih dari 7 ml/kg BB pada anak )

Apabila tidak ada beri tanda centang () pada kotak Tidak

Apabila ada beri tanda centang () pada kotak Yadan harus sudah disiapkan akses
intravena dan harus sudah ada rencana pemberian cairan
PROSEDUR TIME OUT
1. Time Out dilakukan oleh perawat sirkuler dan dihadiri oleh seluruh orang yang
terlibat dalam tindakan operasi sebelum insisi dilakukan
2. Mintalah seluruh orang yang terlibat dalam tindakan operasi untuk menyebutkan
nama dan perannya masing-masing. Beri tanda centang () pada kolom Ya
apabila sudah dilakukan
3. Lakukan konfirmasi kepada dokter operator tentang nama pasien, nama prosedur
dan lokasi operasi . Berikan tand centang () apabila sesuai.
4. Tanyakan apakah antibiotik profilaksis sudah diberikan 60 menit sebelum operasi.
Beri tanda centang () pada kotak Ya bila sudah diberikan dan beri tanda centang
() pada kotak Tidak dapat diterapkan jika tidak dapat diterapkan
5. Tanyakan apakah sudah disiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kejadian
kritis pada pasien kepada :
Dokter Operator
Apakah sudah dipersiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kejadian
kritis atau sesuatu yang tidak diinginkan apabila terjadi pada pasien
Dokter operator menjawab kemungkinan kesulitan yang akan terjadi dan beri
tanda centang () pada kotak Ya bila sudah dipersiapkan antisipasi
Tanyakan berapa estimasi lama operasi. Tuliskan perkiraan waktu dan beri tanda
centang () pada kolom
Tanyakan perkiraan kehilangan darah pada pasien dan tuliskan perkiraan
kehilangan darah dan beri tanda centang () pada kolom Ya bila langkah
antisipasi kehilangan darah sudah dilakukan.
Dokter Anestesi
Tanyakan apakah terdapat hal penting tentang kondisi pasien yang perlu
diperhatikan. Beri tanda centang () pada kolom Ya bila pasien memerlukan
perhatian khusus dan sudah dilakukan langkah antisipasi oleh dokter anestesi
Perawat Ruang Operasi
Apakah sterilitas telah dikonfirmasi (berdasarkan indikator alat sterilisasi). Beri
tanda centang () pada kotak Ya jika telah steril
Apakah terdapat permasalahan alat atau perhatian lainnya? Beri tanda centang
()pada kotak Ya jika tidak terdapat permasalahan
Apakah foto telah ditampilkan ? beri tanya centang () pada kotak Ya jika foto
rongent telah ditampilkan atau pada kotak Tidak diperlukan jika foto Rontgent
tidak diperlukan

PROSEDUR SIGN OUT


1. Prosedur sign out dilakukan sebelum pasien meninggalkan ruang operasi
2. Perawat ruang operasi memastikan secara verbal tentang :
Nama prosedur operasi yang telah dilakukan
Apakah instrumen, alat habis pakai, dan jumlah jarum telah terhitung
Pelabelan spesimen (baca label spesimen secara lantang, termasuk nama
pasien)
Apakah ada permasalahan dengan pemakaian peralatan
Untuk dokter operator, ahli anestesi dan perawat ruang operasi memastikan
apakah hal penting untuk pulih sadar dan perawatan pasien telah diperhatikan?
Beri tanda centang () pada kotak Ya atau Tidak

Unit Terkait Instalasi kamar Operasi