Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Seiring perkembangan zaman, efektivitas dan efisiensi sangat diutamakan di


berbagai bidang. Manusia didorong untuk berkreasi dan berinovasi dalam bidang
teknologi untuk menciptakan alat yang lebih efektif dan efisien. Setiap inovasi
diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia, memberikan
kemudahan, serta sebagai cara dalam membantu melakukan aktivitas manusia dan
efisien dalam penggunaannya. Mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor
lengkap yang terkandung di dalam sebuah chip yang mempunyai masukan dan
keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara
yang khusus.
Hampir seluruh aspek kehidupan manusia sangat bergantung pada teknologi, hal
ini dikarenakan teknologi diciptakan untuk membantu mempermudah manusia dalam
menyelesaikan suatu aktifitas atau pekerjaan. Aktifitas yang tinggi terkadang
membuat manusia melupakan hal-hal kecil yang seharusnya ia lakukan. Hal kecil
sekalipun terkadang dapat berakibat buruk, seperti lampu yang tidak menyalakan
ketika melewati tempat umun seperti taman atau mematikan lampu taman saat kondisi
terang. Ketika hendak melewati tempat umum pada siang hari, sebaiknya lampu
taman dimatikan agar dapat menghemat penggunaan listrik dan meminimalkan
pembayaran, sedangkan untuk malam hari lampu harus dinyalakan untuk mencegah
tindak kriminalitas terhadap pengguna jan.
Teknologi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini salah
satunya adalah sistem otomatis. Dalam hal ini, teknologi otomatis diaplikasikan pada
lampu taman yaitu untuk dapat menyalakan atau mematikan lampu secara otomatis.
Oleh karena itu, dibutuhkan alat yang dapat mengendalikan lampu secara otomatis
yang bersifat terpadu menggunakan mikrokontroler sebagai pengendali pada lampu
taman otomatis ini.

1
1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara memprogram untuk suatu objek agar dapat mendeteksi suatu
keadaan gelap atau terang dengan menggunakan RTC sebagai penentuan waktu
untuk menyalakan dan mematikan lampu.
2. Bagaimana cara kerja dari sistem otomatis dari lampu taman pada saat
penggantian waktu dari kondisi gelap ataupun terang.

1.3. Tujuan Dan Manfaat

1. Tujuan

- Mampu Mengontrol menyala dan matinya lampu pada saat kondisi gelap
ataupun terang.

2. Manfaat

- Mengetahui keadaan lampu yang menyala pada saat kondisi gelap dan mati
pada saat kondisi terang.

1.4. Metodologi Pembuatan Laporan

Berikut ini merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pembuatan
laporan.
1. Studi Literatur atau Studi Pustaka

Tahapan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan materi-materi yang


diperlukan dalam melakukan penelitian dari berbagai jenis sumber kepustakaan
diantaranya buku, literatur, jurnal, laporan penelitian, browsing internet dan
berbagai sumber lainnya.
2. Perancangan Sistem
Tahapan ini terdiri 2 tahapan, yaitu tahap pertama perancangan perangkat keras
seperti perancangan mekanik dan rangkaian-rangkaian elektronika, sedangkan
tahap kedua adalah perancangan program dengan menggunakan software
Proteus 8 Professional dan Arduino IDE.

2
BAB II
DASAR TEORI

2.1. Uno Arduino

Uno Arduino adalah board berbasis mikrokontroler pada ATmega328 .Board ini
memiliki 14 digital input / output pin (dimana 6 pin dapat digunakan sebagai output
PWM), 6 input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack listrik tombol
reset. Pin-pin ini berisi semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler,
hanya terhubung ke komputer dengan kabel USB atau sumber tegangan bisa didapat
dari adaptor AC-DC atau baterai untuk menggunakannya.

Board Arduino Uno memiliki fitur-fitur baru sebagai berikut :


- 1,0 pinout: tambah SDA dan SCL pin yang dekat ke pin aref dan dua pin baru
lainnya ditempatkan dekat ke pin RESET, dengan IO REF yang memungkinkan
sebagai buffer untuk beradaptasi dengan tegangan yang disediakan dari board
sistem. Pengembangannya, sistem akan lebih kompatibel dengan Prosesor yang
menggunakan AVR, yang beroperasi dengan 5V dan dengan Arduino Karena yang
beroperasi dengan 3.3V. Yang kedua adalah pin tidak terhubung, yang disediakan
untuk tujuan pengembangannya.
- Circuit Reset

3
Gambar.2.1.1.Board Arduini Uno

Deskripsi Arduio UNO:


Tabel 2.1 Deskripsi Arduino Uno

2.2.1. Catu Daya

Uno Arduino dapat diaktifkan melalui koneksi USB atau dengan catu
daya eksternal. Sumber listrik dipilih secara otomatis. Eksternal (nonUSB)
daya dapat datang baik dari AC-DC adaptor atau baterai. Adaptor ini dapat
dihubungkan dengan cara menghubungkannya plug pusat-positif 2.1mm ke
dalam board colokan listrik. Lead dari baterai dapat dimasukkan ke dalam
header pin Gnd dan Vin dari konektor Power.

Board dapat beroperasi pada pasokan daya dari 6 - 20 volt. Jika diberikan
dengan kurang dari 7V, bagaimanapun, pin 5V dapat menyuplai kurang dari 5
volt dan board mungkin tidak stabil. Jika menggunakan lebih dari 12V,

4
regulator tegangan bisa panas dan merusak board. Rentang yang dianjurkan
adalah 7 - 12 volt.

Pin catu daya adalah sebagai berikut:

- VIN. Tegangan input ke board Arduino ketika menggunakan sumber daya


eksternal (sebagai lawan dari 5 volt dari koneksi USB atau sumber daya
lainnya diatur). Anda dapat menyediakan tegangan melalui pin ini, atau,
jika memasok tegangan melalui colokan listrik, mengaksesnya melalui pin
ini.

- 5V. Catu daya diatur digunakan untuk daya mikrokontroler dan komponen
lainnya di board. Hal ini dapat terjadi baik dari VIN melalui regulator
onboard, atau diberikan oleh USB .

- 3,3 volt pasokan yang dihasilkan oleh regulator on-board. Menarik arus
maksimum adalah 50 mA.

- GND

2.2.2. Memory

ATmega328 ini memiliki 32 KB dengan 0,5 KB digunakan untuk


loading file. Ia juga memiliki 2 KB dari SRAM dan 1 KB dari EEPROM.

2.2.3. Input and Output

Masing-masing dari 14 pin digital pada Uno dapat digunakan sebagai


input atau output, menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite(), dan
digitalRead(). Mereka beroperasi di 5 volt. Setiap pin dapat memberikan atau
menerima maksimum 40 mA dan memiliki resistor pull-up internal dari 20-50
K.

Selain itu, beberapa pin memiliki fungsi khusus:

5
- Serial: 0 (RX) dan 1 (TX). Digunakan untuk menerima (RX) dan
mengirimkan (TX) data TTL serial. Pin ini terhubung ke pin yang sesuai
dari chip ATmega8U2 USB-to-Serial TTL.
- Eksternal Interupsi: 2 dan 3. Pin ini dapat dikonfigurasi untuk memicu
interupsi pada nilai yang rendah, tepi naik atau jatuh, atau perubahan nilai.
Lihat attachInterrupt () fungsi untuk rincian.
- PWM: 3, 5, 6, 9, 10, dan 11. Menyediakan 8-bit output PWM dengan
analogWrite () fungsi.
- SPI: 10 (SS), 11 (mosi), 12 (MISO), 13 (SCK). Pin ini mendukung
komunikasi SPI menggunakan perpustakaan SPI.
- LED: 13. Ada built-in LED terhubung ke pin digital 13. Ketika pin adalah
nilai TINGGI, LED menyala, ketika pin adalah RENDAH, itu off.
Uno memiliki 6 input analog, diberi label A0 melalui A5, masing-
masing menyediakan 10 bit resolusi yaitu 1024 nilai yang berbeda. Secara
default sistem mengukur dari tanah sampai 5 volt.

- TWI: A4 atau SDA pin dan A5 atau SCL pin. Mendukung komunikasi
TWI
- Aref. Referensi tegangan untuk input analog. Digunakan dengan
analogReference ().
- Reset.

2.2.4. Komunikasi

Uno Arduino memiliki sejumlah fasilitas untuk berkomunikasi dengan


komputer, Arduino lain, atau mikrokontroler lain. ATmega328 ini
menyediakan UART TTL (5V) komunikasi serial, yang tersedia pada pin
digital 0 (RX) dan 1 (TX). Sebuah ATmega16U2 pada saluran board ini
komunikasi serial melalui USB dan muncul sebagai com port virtual untuk
perangkat lunak pada komputer. Firmware Arduino menggunakan USB driver
standar COM, dan tidak ada driver eksternal yang dibutuhkan. Namun, pada
Windows, file. Inf diperlukan. Perangkat lunak Arduino termasuk monitor
serial yang memungkinkan data sederhana yang akan dikirim ke board
Arduino. RX dan TX LED di board akan berkedip ketika data sedang dikirim
melalui chip USB-to-serial dan koneksi USB ke komputer. ATmega328 ini

6
juga mendukung komunikasi I2C (TWI) dan SPI. Fungsi ini digunakan untuk
melakukan komunikasi inteface pada sistem.

2.2.5. Programming

Uno Arduino dapat diprogram dengan perangkat lunak Arduino.Pilih


Arduino Uno dari Tool lalu sesuaikan dengan mikrokontroler yang digunakan.
Para ATmega328 pada Uno Arduino memiliki bootloader yang
memungkinkan Anda untuk meng-upload program baru untuk itu tanpa
menggunakan programmer hardware eksternal. Ini berkomunikasi
menggunakan protokol dari bahas C.
Sistem dapat menggunakan perangkat lunak FLIP Atmel (Windows)
atau programmer DFU (Mac OS X dan Linux) untuk memuat firmware baru.
Atau Anda dapat menggunakan header ISP dengan programmer eksternal .

2.2.6. Perangkat Lunak (Arduino IDE)

Lingkungan open-source Arduino memudahkan untuk menulis kode dan


meng-upload ke board Arduino. Ini berjalan pada Windows, Mac OS X, dan
Linux. Berdasarkan Pengolahan, avr-gcc, dan perangkat lunak sumber terbuka
lainnya.

7
Gambar.2.2.6. Tampilan Framework Arduino UNO

2.2.7. Otomatis Software Reset

Tombol reset Uno Arduino dirancang untuk menjalankan program yang


tersimpan didalam mikrokontroller dari awal. Tombol reset terhubung ke
Atmega328 melalui kapasitor 100nf. Setelah tombol reset ditekan cukup lama
untuk me-reset chip, software IDE Arduino dapat juga berfungsi untuk meng-
upload program dengan hanya menekan tombol upload di software IDE Arduino.

2.2. Real Time Clock (RTC) Sistem

RTC adalah jenis pewaktu yang bekerja berdasarkan waktu yang sebenarnya atau
dengan kata lain berdasarkan waktu yang ada pada jam kita. Agar dapat berfungsi,
pewaktu ini membutuhkan dua parameter utama yang harus ditentukan, yaitu pada saat
mulai (start) dan pada saat berhenti (stop).

Biasanya Real Time Clock berbentuk suatu chip (IC) yang memiliki fungsi
sebagai penyimpan waktu dan tanggal. Dalam proses penyimpanannya RTC sendiri
memiliki register yang dapat menyimpan data detik, menit, jam, tanggal, bulan dan
tahun. RTC ini memiliki 128 lokasi RAM yang terdiri dari 15 byte untuk data waktu
serta kontrol, dan 113 byte sebagai RAM umum.

2.3. LDR (Light Dependent Resistor)

Light Dependent Resistor atau yang biasa disebut LDR adalah jenis resistor yang
nilainya berubah seiring intensitas cahaya yang diterima oleh komponen tersebut. Biasa
digunakan sebagai detektor cahaya atau pengukur besaran konversi cahaya.Light
Dependent Resistor, terdiri dari sebuah cakram semikonduktor yang mempunyai dua
buah elektroda pada permukaannya.Pada saat gelap atau cahaya redup, bahan dari
cakram tersebut menghasilkan elektron bebas dengan jumlah yang relatif kecil.Sehingga
hanya ada sedikit elektron untuk mengangkut muatan elektrik.Artinya pada saat cahaya

8
redup LDR menjadi konduktor yang buruk, atau bisa disebut juga LDR memiliki
resistansi yang besar pada saat gelap atau cahaya redup.Pada saat cahaya terang, ada
lebih banyak elektron yang lepas dari atom bahan semikonduktor tersebut. Sehingga
akan ada lebih banyak elektron untuk mengangkut muatan elektrik. Artinya pada saat
cahaya terang LDR menjadi konduktor yang baik, atau bisa disebut juga LDR memiliki
resistansi yangkecil pada saat cahaya terang.

2.4.1. Prinsip Kerja LDR

Pada sisi bagian atas LDR terdapat suatu garis atau jalur melengkung yang
menyerupai bentuk kurva.Jalur tersebut terbuat dari bahan cadmium sulphida yang
sangat sensitiv terhadap pengaruh dari cahaya.Jalur cadmium sulphida yang
terdapat pada LDR.Jalur cadmium sulphida dibuat melengkung menyerupai kurva
agar jalur tersebut dapat dibuat panjang dalam ruang (area) yang sempit.Cadmium
sulphida (CdS) merupakan bahan semi-konduktor yang memiliki gap energi
antara elektron konduksi dan elektron valensi. Ketika cahaya mengenai cadmium
sulphida, maka energi proton dari cahaya akan diserap sehingga terjadi
perpindahan dari band valensi ke band konduksi. Akibat perpindahan elektron
tersebut mengakibatkan hambatan dari cadmium sulphida berkurang dengan
hubungan kebalikan dari intensitas cahaya yang mengenai LDR.Lihat gambar .
2.4.1. dibawah ini.

9
Gambar 2.4.1 LDR (Light Dependent Resistor)

2.4.2. Karakteristik LDR

- Laju Recovery

Bila sebuah LDR dibawa dari suatu ruangan dengan level kekuatan
cahayatertentu kedalam suatu ruangan yang gelap sekali, maka bisa kita
amati bahwa nilai resistansi dari LDR tidak akan segera berubah
resistansinya pada keadaan ruangan gelap tersebut. Namun LDR tersebut
hanya akan bisa mencapai harga dikegelapan setelah mengalami selang
waktu tertentu. dan suatu kenaikan nilai resistansi dalam waktu tertentu.
Harga ini ditulis dalam K /detik. untuk LDR type arus harganya lebih
besar dari 200 K /detik (selama 20 menitpertama mulai dari level cahaya
100 lux), kecepatan tersebut akan lebih tinggi pada arahsebaliknya, yaitu
pindah dari tempat gelap ke tempat terang yang memerlukan waktukurang
dari 10 ms untuk mencapai resistansi yang sesuai dengan level cahaya 400
lux.

- Respon Spektral

LDR tidak mempunyai sensitivitas yang sama untuk setiap panjang


gelombang cahaya yang jatuh padanya (yaitu warna). Bahan yang biasa
digunakan sebagai penghantar arus listrik yaitu tembaga, alumunium, baja,

10
emas, dan perak.Dari kelima bahan tersebut tembaga merupakan penghantar
yang paling banyak digunakan karena mempunyai daya hantar yang
baik.Sensor ini sebagai pengindera yang merupakan eleman yang pertama
tama menerima energi dari media untuk memberi keluaran berupa perubahan
energi.Sensor terdiri berbagai macam jenis serta media yang digunakan
untuk melakukan perubahan. Media yang digunakan misalnya: panas,
cahaya, air, angin, tekanan, dan lain sebagainya. Sedangkan pada rangkaian
ini menggunakan sensor LDR yang menggunakan intensitas cahaya, selain
LDR dioda foto juga menggunakan intensitas cahaya atau yang peka
terhadap cahaya (photo conductivecell).Pada rangkaian elektronika, sensor
harus dapat mengubah bentuk bentuk energi cahaya ke energi listrik, sinyal
listrik ini harus sebanding dengan besar energi sumbernya. Gambar.2.4.2.
dibawah ini merupakan karakteristik dari sensor LDR .

Gambar.2.4. karakteristik dari sensor LDR .

2.4. Lampu DC

11
Lampu DC adalah lampu pijar yang menghasilkan cahaya dengan cara
memanaskan kawat logam filamen sampai ke suhu tinggi sehingga menghasilkan sinar.
Filamen panas dilindung dari udara oleh bola kaca yang diisi dengan gas lembam atau
divakumkan.

Lampu pijar dibuat dalam berbagai macam bentuk dan tersedia untuk tegangan
(voltase) kerja yang bervariasi dari mulai 1,25 volt hingga 300 volt. Energi listrik yang
diperlukan lampu pijar untuk menghasilkan cahaya yang terang lebih besar dibandingkan
dengan sumber cahaya buatan lainnya seperti lampu pendar dan dioda cahaya, maka
secara bertahap pada beberapa negara peredaran lampu pijar mulai dibatasi.

Di samping memanfaatkan cahaya yang dihasilkan, beberapa penggunaan lampu


pijar lebih memanfaatkan panas yang dihasilkan, contohnya adalah pemanas kandang
ayam, dan pemanas inframerah dalam proses pemanasan di bidang industri.

Selubung gelas yang menutup rapat filamen suatu lampu pijar disebut dengan bola
lampu. Macam-macam bentuk bola lampu antara lain adalah bentuk bola, bentuk jamur,
bentuk lilin, dan bentuk lustre. Warna bola lampu antara lain yaitu bening, warna susu
atau buram, dan warna merah, hijau, biru, atau kuning.

Pada awalnya bagian dalam bola lampu pijar dibuat hampa udara namun
belakangan diisi dengan gas mulia bertekanan rendah seperti argon, neon, kripton, dan
xenon atau gas yang bersifat tidak reaktif seperti nitrogen sehingga filamen tidak
teroksidasi. Konstruksi lampu halogen juga menggunakan prinsip yang sama dengan
lampu pijar biasa perbedaannya terletak pada gas halogen yang digunakan untuk mengisi
bola lampu.

Dua jenis kaki lampu adalah kaki lampu berulir dan kaki lampu bayonet yang
dapat dibedakan dengan kode huruf E (Edison) dan B (Bayonet), diikuti dengan angka
yang menunjukkan diameter kaki lampu dalam milimeter seperti E27 dan E14.

Pada dasarnya filamen pada sebuah lampu pijar adalah sebuah resistor. Saat dialiri
arus listrik, filamen tersebut menjadi sangat panas, berkisar antara 2800 derajat Kelvin
hingga maksimum 3700 derajat Kelvin. Ini menyebabkan warna cahaya yang

12
dipancarkan oleh lampu pijar biasanya berwarna kuning kemerahan. Pada temperatur
yang sangat tinggi itulah filamen mulai menghasilkan cahaya pada panjang gelombang
yang kasatmata. Hal ini sejalan dengan teori radiasi benda hitam.

Indeks renderasi warna menyatakan apakah warna obyek tampak alami apabila
diberi cahaya lampu tersebut dan diberi nilai antara 0 sampai 100. Angka 100 artinya
warna benda yang disinari akan terlihat sesuai dengan warna aslinya. Indeks renderasi
warna lampu pijar mendekati 100.

2.5. Komunikasi Serial

Komunikasi serial merupakan komunikasi data dengan pengiriman data satu per
satu pada satuan waktu. Transmisi data pada komunikasi serial dilakukan per bit.
Kelebihan dari komunikasi serial dibandingkan komunikasi paralel adalah jalur data
yang dibutuhkan hanya dua, yaitu jalur Transmitter (Tx) dan jalur Receive (Rx), selain
itu kelebihan lainnya adalah komunikasi data dapat dilakukan dalam jarak yang cukup
jauh dengan jumlah kabel serial lebih sedikit. Kekurangan dari komunikasi serial adalah
waktu yang diperlukan untuk pengiriman dan penerimaan data lebih lama.

Komunikasi serial pada umunya memiliki dua mode :

- Sinkron

Pada mode sinkron data dikirim bersamaan dengan sinyal clock, hal ini
menyebabkan antara satu karakter dengan karakter lainnya memiliki jeda waktu
yang sama.

- Asinkron

Mode asinkron ini pengiriman data dikirim tanpa sinyal clock/sinkronasi sinyal
clock. Oleh karena itu pada mode asinkron Transmitter yang mengirimkan data

13
harus menyepakati suatu standart Universal Asynchronous Receive Transmit
(UART) sehingga komunikasi data 33 dilakukan dengan suatu standart yang telah
disepakati antara Transmitter dan Receiver.

Dalam pengaturan UART terdapat perintah-perintah yang berguna sebagai


pengaturan yaitu start bits, data bits, parity bit, dan juga stop bits. Dibawah ini akan
dijelaskan mengenai perintah-perintah diatas :

- Start Bit

Start bit merupakan penanda awal dimana akan dilakukan suatu proses pengiriman
bit data.

- Data Bit

Data bit merupakan data yang akan dikirim.

- Parity Bit

Parity bit berfungsi sebagai flag, atau bisa dikatakan sebagai penanda.

- Stop Bit

Stop bit berguna sebagai penanda proses pengiriman bit data telah selesai.

Dalam pengiriman data secara digital terdapat dua buah ukuran yang penting
untuk diketahui, yaitu Bit Rate dan Baud Rate. Perbedaan antara Bit Rate dan Baud Rate
yaitu :

- Bit Rate

Jumlah dari bit yang terkirim atau diterima per satuan waktu (second).

- Baud Rate

Banyaknya perubahan data yang terjadi per satuan waktu.

14
BAB III
PERANCANGAN

3.1. Perancangan Alat

Perancangan adalah proses menuangkan ide dan gagasan berdasarkan teori


-teori dasar yang mendukung. Proses perancangan dapat dilakukan dengan cara
pemilihan komponen yang akan digunakan, mempelajari karakteristik dan data
fisiknya, membuat rangkaian skematik dengan melihat fungsi-fungsi komponen yang
dipelajari, sehingga dapat dibuat alat yang sesuai dengan spesifikasi yang
diharapkan.
Dalam pembuatan suatu alat, perancangan merupakan tahapan yang sangat
penting untuk dilakukan. Tahap perancangan merupakan suatu tahapan mulai dari
pengamatan, penganalisaan, pengoperasian, hingga mengusahakan suatu alat
beroperasi sebagaimana mestinya. Pada tahap perancangan, kita harus terlebih
dahulu memahami sifat dan karakteristik dari komponen dan sistem yang kita
gunakan. Untuk memahaminya, kita dapat melihat data sheet book, membaca buku

15
penunjang, sampai bertanya kepada para ahli sehingga terhindar dari semua
kesalahan yang tidak di inginkan.
Perancangan merupakan kegiatan yang merencanakan, merealisasikan dan
mengembangkan fungsi dari suatu alat dengan mempertimbangkan nilai lebih alat
tersebut. Untuk merealisasikan alat yang dibuat, maka langkah pertama yang harus
dilakukan adalah membuat rancangan sebagai acuan pembuatan alat. Pada
perancangan dilakukan desain rangkaian dan pemilihan komponen yang diperlukan
serta melakukan perhitungan sehingga alat dapat bekerja dengan baik sesuai dengan
spesifikasi yang diharapkan.
Pada tahap perancangan ini dibagi menjadi 2 tahap perancangan. Tahap
pertama adalah perancangan perangkat keras ( hardware), yang meliputi perancangan
bagian elektronik dan perancangan bagian mekanik. Tahap kedua adalah
perancangan perangkat lunak (software) pada mikrokontroler Arduino.
3.1.1 Perancangan Perangkat Keras ( Hardware )

Pada perancangan perangkat keras ini terdiri dari perancangan


rangkaian Sistem minimum Arduino dan Prototype.

3.1.2 Perancangan Perangkat Lunak ( Software )

Pada perancangan perangkat lunak disini berupa perancangan pogram


mikrokontroler pada proteus Diptrace dan Arduino.
- Arduino

16
- Sensor LDR

- RTC ( Real Time Clock )

17
- Program Arduino IDE

18
19
20
3.1.3 Perancangan Perangkat Mekanik

Pada bagian perancangan mekanik berkaitan erat dengan semua pengerjaan


yang berhubungan dengan pembuatan miniatur dan palang portal parkiran yang
dipergunakan sebagai media simulasi sistem parkiran saat dijalankan.
Perancangan Miniatur Sistem Parkiran

Setelah perancangan perangkat hardware dan software, pembuatan


miniatur parkiran perlu diperhitungkan sebelum pelaksaanaan simulasinya.
Yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan dalam perancangan lampu
otomatis adalah :
- Bahan bahan penyusun lampu otomatis

- Ukuran miniatur parkiran dan ukuran Komponen

- Penyusunan Perangkat Hardware dan Software

- Susunan desain lampu otomatis

- Perlengkapan lain yang diperlukan misalnya Kabel jumper,Komputer dan


lain lain

21
.

3.2. Blok Diagram

3.3. Flowchart

Yes
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Analisa
Berdasarkan percobaan lampu otomatis yang di implementasikan melalui
prototype dengan mikrokontroler Arduino ini, terlihat bahwa terjadinya komunikasi
antara mikrokontroler dengan PC atau laptop melalui perangkat USB TTL. USB TTL
ini digunakan untuk interfacing yang menggunakan laptop dengan port USB, karena
USB TTL akan mengkonversi dari USB menjadi serial,dimana keluarannya berupa
RX dan TX. Komunikasi tersebut terjadi

22
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Dari analisa tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pemanfaatan teknologi sistem komunikasi serial dapat diaplikasikan langsung
pada contoh permasalahan kehidupan sehari hari seperti pada masalah
penghematan energy listrik dan efektif serta efesien waktu dalam mengontrol
menyala atau tidaknya lampu.

2. Kelebihan dari model sistem ini terletak pada penggunaan RTC yaitu
menyeseuaikan penjadwalan pembacaan tiap sensor dengan waktu yang telah
ditentukan dan disesuaikan oleh modul RTC itu sendiri.

3. USB TTL dapat berfungsi sebagai pengganti konektor DB9 sebagai pengubah
tegangan mikrokontroler ke tegangan TTL, dimana keluarannya berupa RX dan
TX.

4. LDR sebagai sensor cahaya pada sistem ini untuk menunjang penghematan energi
listrik, karena ketika sensor sudah membaca adanya nilai input dari LDR yang
sesuai dengan sistem yang dirancang, maka kondisi lampu akan mati jika
intensitas cahaya tinggi, namun jika intensitas cahaya rendah lampu akan
menyala.

5.

23
5.2. Saran
1. Perbanyaklah untuk mencari informasi berupa referensi dengan sumber
pendidikan mengenai alat elektronika khususnya mikrokontroler ( Arduino ).
2. Penggunaan sarana media sosial maupun media massa akan dapat sangat
membantu dalam proses mempelajari mikrokontroler ( Arduino ).

DAFTAR PUSTAKA

Digilib.2011., Pengertian Arduino BAB II. Universitas Lampung. Lampung.


(http://digilib.unila.ac.id/7324/16/BAB%20II.pdf. Diakses 12 januari 2017)

Novianto.,Budi, Dkk. 2016. Rancang Bangun Kendali Dan Monitoring Lampu


Dengan Teknologi Short Messege Service (SMS)
(http://sistemkomputer.narotama.ac.id /wp-content /uploads /2016 /
04/RANCANG-BANGUN-KENDALI-DAN-MONITORING-LAMPU-
DENGAN-TEKNOLOGI-SHORT-MESSEGE-SERVICE-SMS-.pdf. Diakses
12 januari 2017 )

Prasetia, Retno. 2004. Interfacing Port Paralel dan Port Serial Komputer dengan
Basic 6.0. Andi Yogyakarta.

Perpustakaan.2010. Jurnal. Program Studi Ilmu Komputer. FMIPA Universitas


Pakuan ( http://perpustakaan.fmipa.unpak.ac.id/file/Jurnal%20dimas.pdf.
Diakses 13 januari 2017 )

24
LAMPIRAN

1. Tampilan Lampu Otomatis

2. Tampilan Serial Monitor

25
26