Anda di halaman 1dari 1

JUDUL

RANTAI DINGIN
No. Dokumen :
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :1/2 UPT Puskesmas Trawas
UPT Puskesmas Tanda Tangan :
drg.AITA YESSI SILIA
Trawas NIP. 197901082005012011

PENGERTIAN Yang dimaksud dengan peralatan rantai vaksin adalah seluruh peralatan
yang dipergunakan dalam pengelolaan vaksin sesuai dengan prosedur
untuk menjaga vaksin pada suhu yang telah ditetapkan.

TUJUAN Vaksin tetap terjaga potensinya sampai batas maksimum kadaluwarsa.

KEBIJAKAN 1. Pedoman teknis imunisasi tingkat Puskesmas,Direktorat Jenderal PP


& PL Departemen Kesehatan R.I. tahun 2005.
2. Pedoman teknis Pengelolaan Vaksin dan Rantai Vaksin tahun 2005.
3. Pelatihan Safe Injection, Unicef & Dirjen PP & PL DepKes RI tahun
2005.

URAIAN 1. Persiapan di Puskesmas.


PROSEDUR 1.1. Permintaan/pengambilan vaksin dari Puskesmas ke Dinas
dengan menggunakan peralatan rantai dingin yang sudah
ditentukan (cold box/Vaccine carrier).
1.2. Jenis peralatan pembawa vaksin disesuaikan dengan jumlah
vaksin yang akan diambil.
1.3. Alat pembawa vaksin yang sudah terisi vaksin, selama
perjalanan dari Dinkes ke Puskesmas tidak boleh kena sinar
matahari langsung.

2. Pelaksanaan
2.1. Semua vaksin disimpan pada suhu 2-8*C.
2.2. Bagian bawah lemari Es diletakkan kotak dingin
cair (cool pack) sebagai penahan dingin dan kestabilan suhu.
2.3. Penempatan vaksin HS/sensitif panas,
(BCG,Campak,Polio) diletakkan dekat evaporator.
2.4. Penempatan vaksin FS/sensitif beku,
(DPT/HBC,TT,DT dan HB) diletakkan agak jauh dari
evaporator.
2.5. Beri jarak antara kotak vaksin minimal 1-2 cm atau
satu jari tangan, agar terjadi sirkulasi udara yang baik.
2.6. Letakkan 1 buah termometer Muller dibagian
tengah lemari es dan letakkan 1 buah freeze tag diantara
vaksin hepatitis B atau DPT/HBC.
2.7. Vaksin selalu disimpan dalam kotak kemasan agar
tidak terkena sinar Matahari/ultra violet.
2.8. Pelarut vaksin campak dan BCG disimpan pada
suhu kamar

UNIT TERKAIT -