Anda di halaman 1dari 15

Latihan 1

Karakteristik pensaklaran dari sensor magnet dengan kontak

Tujuan pembelajaran

Mempelajari karakteristik pensaklaran dari sensor magnet dengan kontak (Reed contact)
sebagai fungsi dari posisi dan orientasi magnet.

Keselamatan kerja

Sebelum praktikum, bacalah terlebih dahulu data sheet dari setiap komponen yang
dibutuhkan.
Susun dan hubungkan setiap komponen.
Anda dapat melakukan praktikum berdasarkan penjelasan dari paragraf percobaan.
Bila perlu buat catatan unuk kasus tertentu.

Perhatian

Sumber tegangan hanya dapat dinyalakan apabila semua hubungan komponen sudah benar.
Setelah melakukan percobaan, sumber tegangan harus dimatikan sebelum pencopotan
komponen.
Permasalahan

Sebuah objek logam dibawa menggunakan konveyor. Objek tersebut akab terdeteksi dari
suatu kontak pada sensor magnet (Reed contact). Untuk itu, pada bagian objek terdapat unsur
magnet dengan posisi yang sesuai. Tentukan medan magnet dari sensor ini.
Prinsip kerja

Sensor magnet Reed contact terletak dibelakang lapisan plastik hitam. Medan magnet dapat
mempengaruhi Reed contact tanpa kontak fisik.Reed contact terdiri dari dua bilah magnet
yang terpisah, di dalam tabung kaca yang tertutup rapat. Jika ada kontak medan magnet dari
luar, kedua bilah ini akan bersentuhan dan menghasilkan arus listrik.

Daftar komponen

Jumlah Alat dan bahan


1 Lamp & buzzer unit
1 Position slide
1 Vernier caliper
1 Magnetic reed switch (SMEO)
1 Set of test objects, magnet 1, part 1
1 Set of test objects, magnet 2, part 2
Layout

Electrical circuit diagram


Praktikum

Pasang lamp & buzzer unit, positioning slide dan sensor magnet (Reed Switch) pada profile
plate. Letak dari sensor magnet 5 cm bergeser dari positioning slide (posisi tengah).
Hubungkan sumber tegangan 24V dan sensor proximity magnet pada lamp & buzzer unit.
Pasangkan juga vernier caliper pada positioning slide.

Percobaan 1

Gunakan magnet 1 (part 1) dari objek percobaan dan pasang pada penjepit dari postioning
slide.

Putarlah medan magnet pada posisi titik tengah dari sensor magnet. Catat titik letak saat
sensor magnet mulai merespon yang ditandai dengan menyalanya lampu LED dan buzzer
pada lamp & buzzer unit. Berikan gambar titik pada diagram 1. Kemudian tambahkan jarak
antara magnet dan sensor magnet sebesar 2 mm tiap percobaan (yang dimulai dari 0 mm;
peletakkan dari positioning slide berada ditengah / 50 mm bergeser ke kanan dan juga
merupakan titik tengah dari sensor magnet.

Pergantian jarak harus secara hati-hati pada setiap pengukuran.

Pemasangan vernier caliper

Saat pemasangan vernier caliper, slide unit dari positioning slide pada keadaan 0. Kedua
jarum pengukuran berjarak 10 mm. Vernier caliper dipasang secara paralel dengan base plate,
mentup tepi, sehingga jarum akan maksimal pada vernier caliper. Kedua magnet yang
menahan caliper dipasang pada base plate dari positioning slide.

Percobaan 2

Sekarang gunakan magnet 2 (part 2) dari objek percobaan dan ulangi langkah percobaan
sebelumnya. Catat kembali titik respon dan gambar pada diagram percobaan
Catatan

Saat pengukuran, pastikan posisi hidup dan mati dari sensor tersebut tidak terganggu, biarkan
magnet berputar ke kiri sensor, hingga perubahan status sensor, yang juga merupakan titik
nyala sensor. Kemudian teruskan putaran hingga status sensor menjadi mati, yang merupakan
titik mati sensor. Ulangi langkah untuk ke arah kanan.

Analisa

Pada percobaan kali ini dapet dianalisa bahwa sensor magnet dengan kontak adalah
sensor yang dapat mendeteksi posisi dari suatu medan magnet. Cara kerja dari sensor ini
adalah dengan cara memanfaatkan pengaruh medan magnet dari luar yang langsung
mempengaruhi buah bilah magnet yang terpisah didalam tabung kaca yang tertutup rapat.
Jika ada kontak medan magnet dari luar, kedua bilah ini akan bersentuhan dan menghasilkan
arus listrik.

Sebelum melakukan percobaan ini, terlebih dahulu pasang lamp & buzzer unit,
positioning slide dan sensor magnet pada profile plate. Letak dari sensor magnet 5 cm
bergeser dari positioning slide (posisi tengah). Hubungkan sumber tegangan 24 v dan sensor
proximity magnet pada lamp & buzzer unit. Pasangkan juga vernier caliper pada positioning
slide.
Pada percobaaan pertama menggunakan magnet 1 yang posisinya horizontal.
Pertama-tamana letakkan magnet pada posisi tengah dan lakukan percobaan kekiri dan kanan,
kemudian beri tanda titik dimana pada saat buzzer hidup sampai buzzer mati dan tulis di
kertas millimeter, seterusnya magnet digeser vertikal sejauh 2 mm dari posisi awal sampai
dimana buzzer tidak berbunyi lagi atau tidak ada lagi medan magnet yang terdeteksi.
Hasilnya nanti akan terlihat pada kertas millimeter yang terlihat jelas gambar medan magnet
yang dipancarkan.
Pada percobaan kedua menggunakan magnet 2 yang posisinya vertical, yang dimana
praktikumnya sama saja seperti percobaan 1, yang membedakannya adalah hasil dari
percobaannya pada kertas millimeter. Gambar dari percobaan 1 dan percobaan 2 sangat
berbeda, pada percobaan 1 terdapat 2 gelombang yang tergambar pada sisi kanan dan sisi kiri,
sedangkan pada percobaan 2 terdapat 3 gelombang yang tergambar pad sisi kanan, sisi tengah
dan sisi kiri.
Kesimpulan
1. Besar medan magnet yang ditimbulkan pada magnet 1 lebih besar daripada magnet 2.
2. Medan magnet dapat mempengaruhi Reed Contact tanpa kontak fisik
3. Perbedaan terjadi karena adanya perbedaan arah arah fluks megnet dari kedua magnet
tersebut.
Latihan 2

Karakteristik pensaklaran dari sensor magnet tanpa kontak

Tujuan pembelajaran

Untuk mempelajari karakteristik pensaklaran dari sensor magnet tanpa kontak dengan suatu
output berdasarkan posisi dan orientasi dari objek magnet.

Keselamatan kerja

Pelajari tentang sensor tanpa kontak. Anda akan menemukan panduan dan penjelasan
pada textbook Proximity Sensors.
Sebelum praktikum, bacalah terlebih dahulu data sheet dari setiap komponen yang
dibutuhkan.
Susun dan hubungkan setiap komponen.
Anda dapat melakukan praktikum berdasarkan penjelasan dari paragraf percobaan.
Bila perlu buat catatan unuk kasus tertentu.

Perhatian

Sumber tegangan hanya dapat dinyalakan apabila semua hubungan komponen sudah benar.
Setelah melakukan percobaan, sumber tegangan harus dimatikan sebelum pencopotan
komponen.
Permasalahan

Untuk mengukur jumlahn rotasi dari rode gear non-logam, dibutuhkan sensor magnet tanpa
kontak. Oleh karena itu, sebuah magnet ditempelkan pada roda gear. Agar terbentuknya
pembacaan sensor yang baik, medan magnet pembacaan sensor akan terekam. Pelajari
pengaruh dari perputaran medan magnet ini.
Prinsip kerja

Dengan sensor tanpa kontak (SMTO-..), medan magnet ditandai dengan titik biru. Medan
magnet akan terdeteksi dengan perubahan dari osilator yang menyebabkan sensor berfungsi.
Saat magnet mendekat, inti ferit dari frekuensi tinggi osilator menjadi penuh sehingga arus
tercipta. Perubahan tegangan tersebut akan menjadi sinyal output karena adanya rangkaian
penguat.

Daftar komponen

Jumlah Alat dan bahan


1 Lamp & buzzer unit
1 Position slide
1 Vernier caliper
1 Magnetic sensor (SMTO)
1 Set of test objects, magnet 1, part 1
1 Set of test objects, magnet 2, part 2
Layout

Electrical circuit diagram


Praktikum

Pasang lamp & buzzer unit, positioning slide dan sensor magnet (Reed Switch) pada profile
plate. Letak dari sensor magnet 5 cm bergeser dari positioning slide (posisi tengah).
Hubungkan sumber tegangan 24V dan sensor proximity magnet pada lamp & buzzer unit.
Pasangkan juga vernier caliper pada positioning slide.

Percobaan 1

Gunakan magnet 1 (part 1) dari objek percobaan dan pasang pada penjepit dari postioning
slide.

Putarlah medan magnet pada posisi titik tengah dari sensor magnet. Catat titik letak saat
sensor magnet mulai merespon yang ditandai dengan menyalanya lampu LED dan buzzer
pada lamp & buzzer unit. Berikan gambar titik pada diagram 1. Kemudian tambahkan jarak
antara magnet dan sensor magnet sebesar 2 mm tiap percobaan (yang dimulai dari 0 mm;
peletakkan dari positioning slide berada ditengah / 50 mm bergeser ke kanan dan juga
merupakan titik tengah dari sensor magnet.

Pergantian jarak harus secara hati-hati pada setiap pengukuran.

Pemasangan vernier caliper

Saat pemasangan vernier caliper, slide unit dari positioning slide pada keadaan 0. Kedua
jarum pengukuran berjarak 10 mm. Vernier caliper dipasang secara paralel dengan base plate,
mentup tepi, sehingga jarum akan maksimal pada vernier caliper. Kedua magnet yang
menahan caliper dipasang pada base plate dari positioning slide.

Percobaan 2

Sekarang gunakan magnet 2 (part 2) dari objek percobaan dan ulangi langkah percobaan
sebelumnya. Catat kembali titik respon dan gambar pada diagram percobaan
Catatan

Saat pengukuran, pastikan posisi hidup dan mati dari sensor tersebut tidak terganggu, biarkan
magnet berputar ke kiri sensor, hingga perubahan status sensor, yang juga merupakan titik
nyala sensor. Kemudian teruskan putaran hingga status sensor menjadi mati, yang merupakan
titik mati sensor. Ulangi langkah untuk ke arah kanan.

Analisa

Pada latihan kedua ini menggunakan sensor magnet tanpa kontak, yaitu sensor yang
mendeteksi posisi dari objek magnetic. Sensor ini bekerja dengan mendetaksi perubahan dari
osilator diman pada saat magnet mendeteksi, inti ferit dari frekuensi tinggi osilator menjadi
penuh sehingga arus tercipta. Perubahan tersebut akan menjadi sinyal output yang kemudian
akan dikuatkan oleh rangkaian amplifire (penguat).

Sebelum melakukan percobaan ini, terlebih dahulu pasang lamp & buzzer unit, positioning
slide dan sensor magnet pada profile plate. Letak dari sensor magnet 5 cm bergeser dari
positioning slide (posisi tengah). Hubungkan sumber tegangan 24 v dan sensor proximity
magnet pada lamp & buzzer unit. Pasangkan juga vernier caliper pada positioning slide.
Pada percobaaan pertama menggunakan magnet 1 yang posisinya horizontal.
Pertama-tamana letakkan magnet pada posisi tengah dan lakukan percobaan kekiri dan kanan,
kemudian beri tanda titik dimana pada saat buzzer hidup sampai buzzer mati dan tulis di
kertas millimeter, seterusnya magnet digeser vertikal sejauh 2 mm dari posisi awal sampai
dimana buzzer tidak berbunyi lagi atau tidak ada lagi medan magnet yang terdeteksi.
Hasilnya nanti akan terlihat pada kertas millimeter yang terlihat jelas gambar medan magnet
yang dipancarkan.
Pada percobaan kedua menggunakan magnet 2 yang posisinya vertical, yang dimana
praktikumnya sama saja seperti percobaan 1, yang membedakannya adalah hasil dari
percobaannya pada kertas millimeter. Gambar dari percobaan 1 dan percobaan 2 sangat
berbeda, pada percobaan 1 terdapat 2 gelombang yang tergambar pada sisi kanan dan sisi kiri,
sedangkan pada percobaan 2 terdapat 3 gelombang yang tergambar pad sisi kanan, sisi tengah
dan sisi kiri.
Kesimpulan

1. Medan magnet akan mendeteksi perubahan dari osilator yang menyebabkan sensor
berfungsi.
2. Besar medan magnet yang ditimbulkan pada magnet 1 lebih besar daripada magnet 2.
3. Perbedaan terjadi karena adanya perbedaan arah arah fluks megnet dari kedua magnet
tersebut.
LAPORAN PRAKTEK INSTRUMENTASI INDUSTRI
SENSOR MAGNET

Oleh :
AKHMAD NURFAIZI (061430321149)
M. YAHDI FAJRI H (061430321161)
NAUFAL NUR FAUZAN S (061430321162)

KELOMPOK : 3
4ED

Dosen Pengajar :
NIKSEN ALFARIZAL,ST.,M.KOM

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2016