Anda di halaman 1dari 5

1.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perusahaan

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan isu penting bagi pengusaha,
pekerja, tenaga kesehatan dan pemerintah di seluruh dunia. International Labor Organization
(ILO) memperkirakan 2,3 juta pekerja meninggal setiap tahunnya akibat kondisi-kondisi yang
berkaitan dengan pekerjaannya. Dari jumlah ini, sekitar 350.000 meninggal akibat kecelakaan
kerja dan 2 juta sisanya meninggal karena masalah kesehatan terkait kerja. Seperti yang terlihat
pada gambar 1, secara global, penyakit kardiovaskular dan sirkulasi mencakup 35% penyebab
kematian tersebut, diikuti 29% karena kanker, 15% karena kecelakaan kerja dan 10%
disebabkan oleh infeksi. Selain angka kematian, morbiditas terkait kerja juga sangat tinggi.
Pada tahun 2010, ILO memperkirakan kecelakaan terkait kerja (menyebabkan setidaknya
absen empat hari kerja) mencapai 313 juta kasus.1,2

Gambar 1. Penyebab kematian terkait kerja

1.1.Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga
kerja dan orang lainnya di tempat kerja/perusahaan selalu dalam keadaan selamat dan sehat,
serta agar setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien.3 Secara filosofis,
K3 adalah pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan jasmani dan rohani tenaga kerja
pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil
dan berbudaya.4

Secara terpisah, keselamatan kerja didefinisikan sebagai upaya perlindungan tenaga kerja
dari luka-luka yang disebabkan oleh kecelakaan yang terkait pekerjaan. Adapun kesehatan
kerja adalah upaya mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan fisik, mental dan
kesejahteraan sosial semua pekerja yang setinggi-tingginya.5

1.2.Tujuan dan Peranan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Berdasarkan Undang-undang No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, tujuan


penerapan keselamatan kerja adalah :

1. Melindungi dan menjamin keselamatan kerja setiap tenaga kerja dan orang lain di
tempat kerja
2. Menjamin setiap sumber daya dapat digunakan secara aman dan efisien
3. Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nasional.6

Adapun menurut ILO penerapan standar K3 berperan sebagai :

1. Prinsip dasar untuk memandu kebijakan manajemen


2. Tindakan perlindungan umum, misalnya menjaga mesin, pemeriksaan kesehatan
terhadap pekerja baru dan membatasi beban kerja seorang pekerja
3. Perlindungan di cabang industri tertentu misalnya pertambangan
4. Perlindungan terhadap profesi khusus dan kelompok pekerja yang membutuhkan
perhatian K3 secara khusus (misalnya Ibu hamil yang bekerja)
5. Proteksi terhadap resiko pekerjaan khusus
6. Standar dalam menetapkan gangguan kesehatan terkait kerja.7

1.3.Prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Jika potensi bahaya telah dikendalikan dan memenuhi standar keamanan maka akan
tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produksi semakin lancar, sehingga menekan
resiko kerugian dan meningkatkan produktivitas. International Association of Safety
Professional menyatakan terdapat 8 prinsip utama dari K3, yaitu:

1. Keselamatan adalah tanggung jawab etik


2. Keselamatan adalah budaya, bukan program
3. Manajemen adalah tanggung jawab
4. Pekerja perlu dilatih agar bekerja sesuai standar keselamatan
5. Keselamatan adalah kondisi dari pekerjaan
6. Semau cedera akibat kerja dapat dicegah
7. Program keselamatan kerja bersifat spesifik tempat
8. Keselamatan adalah bisnis yang baik.8

Adapun menurut ILO, prinsip dari K3 adalah:

1. Setiap pekerja memiliki hak atas keselamatan dan kesehatan


2. K3 harus diterapkan di setiap tempat kerja
3. Sistem nasional mengenai K3 harus ditetapkan
4. Program nasional dalam pengimplementasian K3 harus diformulasikan
5. K3 meliputi upaya perlindungan dan pencegahan
6. Kolaborasi pekerja, pemberi kerja dan instansi berkaitan sangat dibutuhkan
7. Perlu perbaikan secara berkesinambungan
8. Membutuhkan sistem informasi yang baik
9. Promosi kesehatan adalah elemen utama
10. Mencakup seluruh pekerja
11. Layanan kuratif, rehabilitatif dan kompensasi dapat diakses oleh seluruh pekerja
12. Edukasi dan pelatihan adalah hal yang vital
13. Pekerja, pemberi kerja dan pemerintah masing-masing memiliki tanggung jawab dan
kewajiban masing-masing.
14. Peraturan mengenai K3 harus diimplementasikan.7

1.4.Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja

Guna memelihara keselamatan dan kesehatan, perusahaan perlu memperhatikan keseimbangan


dari faktor-faktor berikut:

1. Beban kerja

Beban kerja meliputi beban kerja fisik, mental dan sosial. Oleh karenaya dalam penempatan
pekerja harus disesuaikan dengan kemampuan pekerja karena setiap pekerja memiliki
kemampuan menanggung beban kerja yang berbeda-beda.

2. Kapasitas kerja

Kapasitas kerja masing-masing pekerja akan berbeda tergantung pada pendidikan,


keterampilan, keseharan jasmani, keadaan gizi, ukuran tubuh dan lainnya.

3. Lingkungan kerja
Lingkungan kerja sebagai beban tambahan, meliputi aspek psikososial, ergonomi, biologi,
kimia dan fisik.

Ketidakseimbangan antara beban kerja, kapasitas kerja dan lingkungan kerja dapat
menimbulkan gangguan kesehatan bagi pekerja sehingga akan mempengaruhi performa yang
pada akhirnya akan berpengaruh pada kesehatan kerja dan produktivitas.9

1.5.Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Perusahaan

Sebagai pihak yang memiliki kemampuan dan kewenangan dalam menciptakan lingkungan
kerja, misalnya di perusahaan, maka pemberi kerja harus memiliki perhatian yang tinggi
terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja. Tindakan ini secara struktur diterapkan dengan
menetapkan kebijakan/standar K3 di perusahaan. Dengan adanya standar K3 maka diharapkan
aktivitas kerja diperusahaan dapat berjalan dengan aman dan efisien. Hal ini penting karena
merupakan hak dari setiap pekerja dna di lain sisi juga terbukti mengurangi kerugian dan
meningkatkan produktivitas. Upaya berikutnya yang perlu dilakukan adalah identifikasi resiko
bahaya. Identifikasi ini diawali dengan observasi seluruh areal perusahaan dan alur produksi
serta sekaligus mengenalkannya kepada pekerja. Dalam proses identifikasi dilakukan juga
kajian dokumentasi kecelakaan kerja secara berkala guna mengetahui pola kecelakaan kerja,
identifikasi aktivitas-aktifitas yang meski jarang dilakukan namun dapat menimbulkan bahaya,
identifikasi penyebab gangguan kesehatan dan mempelajari contoh-contoh penilaian resiko K3
yang dibuat oleh lembaga lain. Guna mengoptimalkan penerapan K3, perusahaan juga
diharapkan menyediakan:

1. Rencana tanggap darurat K3, misalnya penyediaan alarm dan alur evakuasi.
2. Perlengkapan pemadam kebakaran
3. Dokumentasi kecelakaan kerja
4. Pelatihan mengenai K3, tanggap darurat dan penggunaan APD
5. Daftar bahan kimia berbahaya guna mengontrol penyimpanan dan penggunaannya.
6. Akses yang jelas menuju pintu keluar darurat dan lampu darurat
7. Penjagaan dan fitur keselamatan pada peralatan dan mesin
8. Ventilasi yang mencukupi
9. Air minum yang suda diperiksa kelayakannya
10. Toilet kantin dan areal istrahat yang bersih dan higienis
11. Akses terhadap layanan P3K.10
Daftar Pustaka

1. International Labor Organization. Safety and Health at Work. Frankfurt: ILO


Cataloging in Publication Data; 2014.
2. Nenonen N, Saarela KL. Global Estimates of Occupational Accidents and Work-related
Illness 2014. Finlandia : Tampere University of Technology; 2014.
3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 463/MEN/1993 tentang Pola Gerakan
Nasional
4. Satriawan LA. Keselamatan dan Kesehatan Kerja [Internet]. 2014 [cited 26 August
2017]. Available from: http://repository.uin-
suska.ac.id/4270/3/BAB%20II%282%29.pdf
5. Universitas Sumatera Utara. Keselamatan dan Kesehatan Kerja [Internet]. Repository
USU. 2014 [cited 26 August 2017]. Available from:
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/45239/Chapter%20II.pdf;jsess
ionid=F0A8133DCB70964545DE5C5150A7C9F7?sequence=3
6. Undang-undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
7. Alli BO. Fundamental Principles of Occupational Health and Safety, 2nd Ed. Geneva:
ILO Cataloging in Publication Data; 2008
8. Sugiyono [Internet]. 2015. 2017 [cited 26 August 2017]. Available from:
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/ir-sugiyono-mkes/materi-k3-
bag01.pdf
9. Nurhayati N. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Universitas Indonesia; 2009
10. Lembar Fakta TFT: Kesehatan dan keselamatan kerja [Internet]. TFT Earth. 2014 [cited
27 August 2017]. Available from: http://www.tft-earth.org/wp-
content/uploads/2016/11/Health-and-Safety-Bahasa-Indonesia.pdf