Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ditengah perkembangan teknologi saat ini, bermacam gadget dengan

kualitas sangat baik marak di jumpai di kalangan masyarakat. Tak tanggung-

tanggung berbagai merek gadget tersebut menawarkan berbagai aplikasi

yang menarik bagi semua kalangan, termasuk anak-anak.

Walaupun kehadiran gadget tersebut sangat membantu akan tetapi, dibalik

semua manfaat tersebut ternyata juga tersimpan banyak dampak berbahaya

yang mengintai.

Nindya Frisyanti misalnya, mahasiswi jurusan arsitektur di sebuah

Universitas di Bandung mengaku baru-baru ini datang ke dokter mata akibat

matanya sering berair dan terasa gatal. Hasil pemeriksaan, Nindya

didiagnosis menderita rabun jauh, atau mata minus yang membuatnya juga

sulit melihat dalam jarak yang jauh. Hasil penelusuran, gangguan mata

Nindya diakibatkan sering bermain gadget terlalu lama. Dokter

menyarankan agar dikurangi, tapi agak susah bagi Nindya karena setiap hari

sangat bergantung dengan komputer untuk mengerjakan tugas kuliah.

Selain, jika terlalu sering bermain gadget akan menyebabkan radiasi pada

tubuh, bermain gadget terlalu lama juga akan menyebabkan mata menjadi

lelah, perih dan berwarna kemerahan. Bahkan, tak jarang juga dapat

menyebabkan seseorang merasa pusing dan pegal di sekitar pundak.


Menurut spesialis mata dari Rumah Sakit Jakarta Eye Center, dr.

Made Susiyanti, SpM jika seseorang sudah mengalami keluhan-keluhan

seperti itu, kemungkinan besar yang bersangkutan menderita Computer

Vision Syndrome (CVS). CVS adalah sekumpulan gejala-gejala dari

gangguan kesehatan pada pengelihatan seseorang yang diakibatkan oleh

penggunaan computer atau gadget selama dua jam secara terus menerus.

CVS disebabkan oleh frekuensi berkedip yang menurun akibat

menggunakan komputer atau gadget terlalu lama. Sementara posisi

komputer serta pengaturan cahaya juga berada dalam posisi yang salah.

Kondisi ini, juga dapat diperparah dengan kurang diperhatikannya suplemen

yang dibutuhkan oleh mata, yakni jenis Lutein dan Zeaxanthin. Sementara,

kedua zat tersebut cukup penting dibutuhkan oleh mata sebagai pelindung

dari cahaya yang dapat merusak dan juga berfungsi sebagai antioksidan pada

mata. Sebenarnya mata memiliki kedua zat tersebut secara alami. Tetapi,

semakin tingginya ritme serta gaya hidup moderen, antioksidan alami ini

diketahui tidak cukup untuk melindungi mata dari faktor yang dapat

merusak kesehatannya. Apalagi bagi mereka yang sering bekerja lama

dengan komputer, serta menatap gadget terlalu lama membuat pelindung

alami mata tersebut tidak mampu lagi melindungi mata. Sehingga pada

akhirnya akan memperbesar resiko terjadinya CVS akibat paparan cahaya

yang konstan dari gadget.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Vision Council, yaitu sebuah

asosiasi perdagangan nirlaba menyebutkan bahwa rata-rata seseorang


menghabiskan waktunya sebanyak sembilan jam perhari untuk

gadgetnya. Orang dewasa berusia 18 sampai 34 tahun merasakan

ketegangan mata pada tingkat yang lebih tinggi (45%) daripada rekan-rekan

mereka yang lebih tua (Everyday Health, 2014). Douglas Lazzaro, MD,

Profesor dan Ketua di Departemen Ophthalmology di SUNY Downstate

Hospital di Brooklyn, New York menyatakan bahwa terlalu lama

memandangi layar gadget menyebabkan ketegangan pada mata dan masalah

penglihatan lain serta dapat menyebabkan sakit kepala. Kita juga cenderung

lebih sedikit berkedip ketika kita sedang melihat layar komputer, tablet, atau

televisi. Dan ketika kita kurang berkedip, mata kita akan

mongering. Ditambahakan juga oleh Jacqueline Busingye, MD, asisten

profesor ophthalmology di Icahn School of Medicine di Mount Sinai

Hospital di New York City bahwa kekeringan ini dapat menyebabkan mata

terasa seperti terbakar dan terasa gatal. Menurut US Centers for Disease

Control dan Prevention, Kita akan memiliki generasi orang-orang yang akan

memiliki semua jenis masalah mata. Zaman sekarang, anak-

anak menghabiskan waktu hampir 8 jam di layar elektronik setiap harinya.

Jumlah jam tersebut mungkin akan meningkat ketika usia mereka

bertambah. Fenomena potensi gangguan mata pada anak sebagai pengaruh

negative dari penggunaan gadget yang tidak terkontrol akan terus meningkat

seiring dengan kekurangfahaman orang tua terhadap bahaya gadget dibalik

manfaat gadget. Oleh karena itu sangat penting bagi para orang tua untuk

dapat mengendalikan penggunaan gadget oleh putera-puterinya, namun


tidak kalah penting orang tua juga harus mengetahui manfaat sekaligus

bahaya dari penggunaan gadget bagi kesehatan, terutama untuk kesehatan

mata pada anak-anak. Dalam penelitian ini akan diamati sejauhmana orang

tua mengetahui/faham bahaya gadget untuk kesehatan mata pada anak.

B. Rumusan Masalah

Anak adalah investasi yang harus mendapat perhatian khusus,

sementara anak adalah masyarakat yang memiliki resiko tinggi terhadap

terjadinya penyakit, termasuk salah satunya adalah penyakit/kerusakan mata

sebagai pengaruh dari penggunaan gadget. Dalam hal ini orang yang paling

penting dan menjadi ujung tombak terhadap status kesehatan anak adalah

orang tua, oleh karena itu orang tua lah yang harus ambil bagian terhadap

masalah ini. Namun demikian faktor pengetahuan orang tua menjadi

penting dalam menuntaskan masalah yang berkaitan dengan resiko

penggunaan gadget pada anak saat ini. Dengan demikain rumusan masalah

dalam penelitian ini Bagaimana Pengetahuan Orang Tua Terhadap Bahaya

Penggunaan Gadget Pada Kesehatan Mata Anak ?.

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan

orang tua terhadap bahaya penggunaan gadget pada kesehatan mata anak.
D. Manfaat Penelitian
1. Dengan teridentifikasinya pengetahuan orang tua tehadap bahaya

penggunaan gadget bagi kesehatan anak, maka intervensi perilaku

kesehatan dapat dimulai dari orang tua.


2. Apabila diketahui pengetahuan orang tua cukup baik terhadap bahaya

penggunaan gadget, maka sikap orang tua perlu diintervensi agar

melakukan inisiasi positif terhadap anak dalam penggunan gadget.