Anda di halaman 1dari 3

AHMAD ANGGORO, Pengusaha Muda Yang Sukses Di Usia 22 Tahun

Apakah anda pernah mendengar seorang buruh di pabrik kayu atau tukang penjaga
warnet menjadi pengusaha muda yang sukses? Ya terkadang kita hanya memandang sebelah
mata orang-orang seperti itu. Tapi apa anda percaya jika orang yang di sebut di atas memiliki
usaha clothingan yang sukses, itulah yang terjadi pada Ahmad Anggoro seorang pemuda 22
tahun, yang menjadi pengusaha muda yang sukses. Ahmad Anggoro pria asal Kediri
kelahiran 9 september 1991 ini telah memiliki usaha clothing dengan omset 100 juta /bulan.
Tidaklah mudah bagi Ahmad Anggoro mendapatkan itu semua. Dia memulai bisnisnya dari
nol. Pemuda asal Kediri ini bukanlah orang kaya, Bapaknya hanyalah petani tebu dan ibunya
pedagang di pasar. Anak sulung dari 3 bersaudara ini tidak pernah membayangkan akan
memiliki bisnis yang sukses seperti ini karena dia tidak memiliki keterampilan yang hebat.
Ahmad hanyalah lulusan SMK swasta di Kediri. Setelah lulus SMK dia nekat merantau ke
Jakarta dengan bermodalkan keterampilan menggambar. Dengan ijazah SMK dan ongkos
yang terbatas ia berharap menjadi orang sukses tapi menjadi orang sukses di Jakarta tidaklah
mudah, itulah yang di rasakan Ahmad saat pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta. Dia
bingung pekerjaan apa yang harus dia cari karena dia hanya lulusan SMK. Sesampainya di
Jakarta ia mencari kontrakan kecil di daerah Jakarta Timur.
Singkat cerita Ahmad pun mendapatkan pekerjaan sebagai buruh di pabrik kayu
dengan penghasilan pas-pasan tapi Ahmad tetap mensyukurinya. Setelah 2 bulan bekerja di
pabrik kayu Ahmad pun keluar dan beralih pekerjaan sebagai penjaga warnet yang gajinya
hanya 700rb /bulan. Ahmad pun mulai berpikir apakah dengan gaji 700rb/bulan dia cukup
untuk membayar kontrakan dan biaya hidup sehari-hari sementara kebutuhan hidup di Jakarta
sangatlah mahal. Akhirnya dia mencoba untuk terjun ke dunia bisnis. Ahmad pun memilih
bisnis di bidang clothing karena ia melihat makin banyaknya remaja yang suka membeli
pakaian dengan harga mahal. Ahmad pun melihat bahwa ini peluang bisnis yang menjanjikan
dan ia mulai mempelajari cara membuat kaos. Bermodalkan keterampilan menggambar dan
uang 2 juta rupiah yang ia tabung dari hasil kerjanya selama 1 tahun ia pun membeli kaos
lusinan dan mendisain gambar untuk kaos buatannya, setelah itu Ahmad mencari tukang
sablon dan membuat label sendiri karena memiliki label sendiri sangatlah menguntungkan
ketimbang menjual label orang lain. Seteah kaosnya jadi Ahmad mulai memasarkan kaos
buatannya kepada teman-temannya lelalui Jejaring sosial dan melalui brosur tetapi bisnis
Ahmad tidak berjalan mulus, di tahun pertamanya tepatnya 2010 ia rugi besar uangnya di curi
oleh temannya sendiri dan produknya kurang laku di pasaran karena kalah dengan produk-
produk tertkenal yang telah ada. Ahmad hampir putus asa dan menyerah dengan usaha
bisnisya tersebut. Tapi Ahmad tidaklah patah semangat ia mencoba dan terus mencoba
membuat kaos dengan inovasi dan model yang moderen, ia juga terus mengasah keterampilan
mendisain kaos.
Pada di tahun 2011 produknyapun mulai di kenal orang karena kualitas dan modelnya
yang beragam. Ahmad pun mulai meraup keuntungan yang lumayan besar. Ia membandrol
kaos buatannya seharga 100rb dengan modal 1 kaos 30rb atau 40rb dengan begitu Ahmad
dapat mengambil keuntungan sekitar 60 s/d 70rb per kaos dan per bulannya ia dapat menjual
50 s/d 70 potong kaos. Semakin lama usahanya pun semakin berkembang sampai-sampai
Ahmad bisa memililiki store sendiri dan mampu membeli alat sablon Printing untuk
meningkatkan kualitas produknya. Ahmad pun mulai membuat produk lain, sekarang ia tidak
hanya memproduksi kaos tetapi ia juga memproduksi tas, topi, celana, sweter, jaket, dompet
dll. Ahmad sangat bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memngubah jalan hidupnya
menjadi orang sukses. Tidak lupa juga ia berterimakasih kepada ke dua orang tuanya yang
senantiasa mendoakannya agar menjadi orang yang sukses. Di usianya yang ke 22 tahun
Ahmad Anggoro sudah memiliki 50 orang pekerja, rumah pribadi, mobil pribadi serta
memberangkatkan ke dua orangtuanya untuk pergi haji. Sekarang di tahun 2013 produk yang
ia beri nama ENTER cloth dapat bersaing dengan Branded terkenal seperti CROOZ
APPAREL, VOID, SUICIDE ANTHEM, MOORAGE, BLOODS dll. Itulah sepenggal kisah
Ahmad Anggoro dari orang biasa menjadi orang yang luar biasa, maka dari itu jika ingin
menjadi pembisnis/pengusaha yang sukses buang jauh-jauh kata putus asa karena di balik
badai yang menghadang pasti ada sinar yang dapat mengubah keputusasanya menjadi
semangat yang berkobar. Mungkin kisah sukses Ahmad Anggoro dapat menjadi cerminan
hidup bagi kita semua.

Sumber : http://www.kompasiana.com/marcorouf/artikel-pengusaha-muda-yang-
sukses_552a70716ea834446c552d01

ANALISIS :
Berdasarkan artikel diatas Ahmad Anggoro memiliki jiwa kepemimpinan yang
ditujukan bagi dirinya sendiri serta karyawannya. Jiwa kepemimpinan Ahmad Anggoro untuk
dirinya sendiri dibuktikan bahwa sebagai seorang wirausahawan Ahmad Anggoro mampu
memahami dirinya sendiri baik kekurangan maupun kelebihan yang dimiliki. Ahmad
Anggoro menyadari kemampuannya dalam menggambar yang kemudian digunakan untuk
membuka bisnis clothing. Selain itu Ahmad Anggoro juga mampu membenahi dirinya saat
mengalami kerugian sehinggga usahanya sukses karena ia mampu memahami dirinya sendiri
atau dapat dikatakan memimpin diri sendiri. Sedangkan jiwa kepemimpinan Ahmad Anggoro
yang ditujukan bagi karyawannya dapat dilihat dari banyaknya jumlah karyawan yang
dimilikinya setelah usahanya sempat merugi, selain itu juga dapat dilihat dari lebih
berkembangnya usaha yang dibangunnya. Hal tersebut berarti membuktikan bahwa Ahmad
Anggoro dapat memimpin dengan baik.
Selain jiwa kepemimpinan yang ditujukan tersebut, Ahmad Anggoro juga juga
memiliki beberapa ketrampilan kepemimpinan. Ketrampilan kepemimpinan yang dimiliki
Ahmad anggoro antara lain yaitu :
Memiliki intuisi untuk mendiagnosa, melakukan perubahan serta mengambil resiko.
Ahmad Anggoro memiliki intuisi yang cukup tajam tentang trend yang saat ini
disukai oleh anak muda.
Tampakan yang berupa feeling atau perasaannya untuk memprediksi kondisi
usahanya dimasa depan.
Pemahaman diri yang merupakan kemampuan untuk mengenali kekuatan atau
kemampuan yang dimilikinya. Dalam hal ini Ahmad Anggoro menyadari
kemampuannya dalam menggambar.