Anda di halaman 1dari 7

Identifikasi Hidroquinon pada Krim Pemutih Wajah yang Dijual di Minimarket

Wilayah Minomartani, Yogyakarta

Hydroquinone Identification in Whitening Creams Sold at Minimarkets in


Minomartini, Yogyakarta
Dian Wuri Astuti, Hieronimus Rayi Prasetya, Dina Irsalina

Program Studi D3 Analis Kesehatan STIKES Guna Bangsa Yogyakarta


Jl. Ring road Utara Condong catur Depok Sleman Yogyakarta,
Telp. (+62274) 4477701, Fax. (+62274) 4477702
e-mail korespondensi: dian_wa@gunabangsa.ac.id,

Abstrak

Krim pemutih adalah kosmetik yang terdiri dari bahan kimia dan bahan lain yang dapat
memucatkan noda hitam (coklat) pada kulit. Hidroquinon adalah bahan tambahan dalam krim
pemutih. Hidroquinon adalah bahan aktif yang dapat mengontrol produksi pigmen yang tidak
rata, lebih berfungsi untuk mengurangi atau menghambat pembentukan melanin. Penggunaan
hidroquinon dalam kosmetik tidak boleh lebih dari 2%. Penggunaan berlebihan dari hidroquinon
dapat menyebabkan ookronosis, seperti kulit kasar berbintik berwarna biru . Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hidroquinon di krim pemutih yang dijual di
Minimarket desa Minomartani Yogyakarta. Bila hidroquinon ditemukan, pengujian lebih lanjut
dilakukan untuk menentukan berapa banyak hidroquinon dalam krim pemutih. Penelitian ini
mendeskripsikan ada tidaknya hydroquinone dalam krim pemutih dan mencari tahu persentase
kandungan hydroquinone dalam krim pemutih. Metode yang digunakan adalah Kromatografi
Lapis Tipis (KLT) dan titrasi serimetri. Dalam studi hasil tes kualitatif diperoleh 64% dari sampel
positif mengandung hidroquinon, sedangkan uji kuantitatif sampel diperoleh 89 % sampel,
kadarnya tidak sesuai kualifikasi Permenkes No.445 / MENKES / PER / V / 1998. Dapat
disimpulkan ada 9 dari 14 merek krim pemutih yang mengandung hidroquinon, dan 8 dari merek
krim pemutih tersebut mengandung hidroquinon lebih dari normal (>2%)
Kata kunci: krim pemutih wajah, hidroquinon, Kromatografi Lapis Tipis, titrasi Serimetri

Abstract

Whitening cream is a cosmetic which is contains chemicals and other materials that can etiolate
black (brown) stain on the skin. Hydroquinone is a supplemental ingredient in whitening cream.
Hydroquinone is the active ingredient that can control the production of uneven pigment, rather
serves to reduce or inhibit the formation of melanin. The use of hydroquinone in cosmetics should
not be more than 2%.The excessive use of hydroquinone can cause oochronosis,a rough, speckled
bluish skin. The purpose of this study is to determine whether or not there are any hydroquinone
in whitening cream sold at Minimarket in Minomartani, Yogyakarta. If found, further testing is
done to determine the level of hydroquinone in it. This research describes the presence or absence
of hydroquinone in the whitening creams and find out how much the percentage is. The method
used is Thin Layer Chromatography (TLC) and serimetri titration. The qualitative study test results
that 64% of the samples positively contain hydroquinone, whereas from the quantitative assay it
is obtained that 89% of the samples are not suitably qualified according to Permenkes
No.445/MENKES/PER/V/1998. There are 9 out of 14 whitening cream brands that contain
hydroquinone and 8 of them contain levels of hydroquinone more than normal (> 2 %).
Keywords: face whitening cream, hydroquinone, Thin Layer Chromatography, serimetri titration.

Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences 13


Pendahuluan menghilangkan atau mengurangi
hiperpegmentasi pada kulit. Tetapi
Kosmetik sudah dikenal orang sejak zaman penggunaan yang terus-menerus justru
dahulu kala. Di Mesir 3500 tahun sebelum akan menimbulkan pigmentasi dengan efek
Masehi telah digunakan berbagai bahan permanen (Citra, 2007).
alami baik yang berasal dari tumbuhan,
Sediaan kosmetika berbentuk krim yang
hewan maupun bahan alam lain, misalnya
mengandung hidroquinon banyak
tanah liat, lumpur, arang, penggunaan susu,
digunakan untuk menghilangkan bercak-
akar, daun, kulit pohon, rempah, minyak
bercak hitam pada wajah. Saat ini
bumi, madu dan lainnya sudah menjadi hal
hidroquinon masih digunakan sebagian
yang biasa dalam kehidupan masyarakat
produsen pemutih karena hidrokinon
saat itu. Di Indonesia, sejarah tentang
mampu mengelupas kulit bagian luar dan
kosmetologi telah dimulai jauh sebelum
menghambat pembentukan melanin yang
zaman penjajahan Belanda, namun tidak
membuat kulit tampak hitam, penggunaan
ada catatan yang jelas mengenai hal
hidroquinon dalam kosmetik tidak boleh
tersebut yang dapat dijadikan pegangan.
lebih dari 2%, hidroquinon tidak boleh
Pengetahuan tentang kosmetika tradisional
digunakan dalam jangka waktu yang lama,
memang sebagian besar diperoleh secara
dan jika pemakaian lebih dari 2% harus di
turun-temurun dari orang tua ke generasi
bawah kontrol dokter (FDA, 2006).
penerusnya, tidak hanya terjadi di kalangan
Penggunaan hidroquinon yang berlebihan
pusat pemerintahan saat itu yakni keraton,
dapat menyebabkan ookronosis, yaitu kulit
tetapi juga di kalangan rakyat biasa yang
berbintil seperti pasir dan berwarna coklat
berkaca pada kecantikan para putri.
kebiruan, penderita ookronosis akan
Masyarakat penjajah kemudian mulai
merasa kulit seperti terbakar dan gatal.
membawa dan memperkenalkan kosmetika
Barat ke Indonesia (Wasitaatmadja,1997). Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) Republik Indonesia tahun 2006 dan
Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang
2007 telah melakukan pengujian
dimaksudkan untuk digunakan pada bagian
laboratorium terhadap kosmetik yang
luar tubuh manusia (epidermis, rambut,
beredar dan ditemukan 23 (dua puluh tiga)
kuku, bibir dan organ genital bagian luar)
merek kosmetik yang mengandung bahan
atau gigi dan membran mukosa mulut
yang dilarang digunakan dalam kosmetik
terutama untuk membersihkan,
yaitu : Merkuri (Hg), hidroquinon > 2% dan
mewangikan, mengubah penampilan dan
zat warna Rhodamin B. Bahan-bahan
atau memperbaiki bau badan atau
tersebut dilarang penggunaannya
melindungi atau memelihara tubuh (BPOM
sabagaimana tercantum dalam peraturan
RI, 2011). Komposisi utama dari kosmetik
Menteri Kesehatan Republik Indonesia
adalah bahan dasar yang berkhasiat, bahan
No.445/MENKES/PER/V/1998 Tentang
aktif ditambah bahan tambahan lain seperti
Bahan, Zat Warna, Substrat, Zat Pengawet
: bahan pewarna, dan bahan pewangi. Pada
dan Tabir Surya pada kosmetik dan
pencampuran tersebut harus memenuhi
keputusan kepala Badan Pengawasan Obat
kaidah pembuatan kosmetik ditinjau dari
dan Makanan (BPOM) No.HK.00.05.4.1745
berbagai segi teknologi pembuatan
Tentang Kosmetik (Sunarko dan Riana,
kosmetik termasuk farmakologi, farmasi,
2007).
kimia teknik dan lainnya (Wasitaatmadja,
1997). Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan
(BB POM) di pasar Bringharjo Yogyakarta
Krim pemutih adalah salah satu jenis
telah menemukan banyak produk ilegal
kosmetik yang merupakan campuran bahan
yaitu mencapai ratusaan produk kosmetika.
kimia dan atau bahan lainnya dengan
Adapun produk-produk kosmetik yang telah
khasiat bisa memucatkan noda hitam
ditemukan di pasar tersebut adalah produk
(coklat) pada kulit. Tujuan penggunaannya
kosmetik impor yang berasal dari luar
dalam jangka waktu lama agar dapat
negeri yaitu berasal dari Cina dan Taiwan.

Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences 14


Produk-produk kosmetik dari Cina dan Larutan Uji
Taiwan tersebut tidak terdaftar secara
resmi dari BPOM, dan produk kosmetika Sampel krim pemutih ditimbang sebanyak
tersebut juga mengandung zat kimia yang 1,25 gr dan dimasukkan ke dalam gelas
berbahaya yaitu seperti merkuri dan beker, ditambahkan 3 tetes HCl 4N,
hidroquinon > 2%. Adapun kosmetik impor ditambahkan 5 ml etanol kemudian
yang berasal dari Cina dan Taiwan di atas dipanaskan sambil diaduk. Larutan tersebut
kebanyakan berupa produk krim pemutih, kemudian disaring dan dimasukkan ke
sabun mandi, dan lipstik. Banyaknya dalam labu ukur 25ml, dan di dalam kertas
kuantitas atas jenis produk kecantikan saring ditambahkan natrium sulfat untuk
tersebut dikarenakan jenis produk kosmetik mengangkat lemak, ditambah dengan
tersebut paling disukai oleh masyarakat. Hal etanol sampai garis tanda dan
tersebut dikarenakan jenis produk kosmetik dihomogenkan (Larutan A)
tersebut dijual dengan harga murah.
Larutan Baku
Dengan melihat kenyataan tersebut, maka
perlu dilakukan penelitian mengenai Hidroquinon ditimbang sebanyak 25 mg,
identifikasi hidroquinon pada krim pemutih dimasukkan ke dalam labu ukur 25ml,
wajah yang dijual di Minimarket Kelurahan ditambahkan etanol sampai garis tanda dan
Minomartani Yogyakarta. Minimarket dihomogenkan (Larutan B)
Kelurahan Minomartani Yogyakarta dipilih
karena di tempat tersebut dijual krim dari Analisis Kualitatif dengan metode
Cina yang dicurigai mengandung Kromatografi Lapis Tipis
hidroquinon > 2%, karena krim tersebut Diambil toluene sebanyak 8 ml dan asam
masih ada yang belum terdaftar di Balai asetat glasial sebanyak 2 ml kedalam
POM. Untuk mengetahui ada tidaknya chamber dan dijenuhkan terlebih dahulu
hidroquinon pada krim pemutih wajah menggunakan kertas saring. Kemudian
dilakukan dengan menggunakan metode ditotolkan larutan A dan B pada plat KLT
Kromatografi Lapis Tipis (KLT), kelebihan dengan volume penotolan masing-masing
dari metode ini antara lain, merupakan sebanyak 25 l dengan menggunakan
metode pemisahan yang cepat, mudah dan tabung mikro hematokrit dengan jarak 1,5
dapat memisahkan campuran yang cm dari bagian bawah dan 1 cm dari sisi
kompleks. Jika terdapat hidroquinon akan kanan dan kiri. Setelah itu plat kaca tipis
dilanjutkan pengujiannya dengan dimasukkan kedalam chamber yang berisi
menggunakan metode Titrasi Serimetri, fase gerak yaitu toluen: asam asetat glasial
kelebihan dari metode ini antara lain, dengan perbandingan (8:2) yang sudah
sangat stabil pada penyimpanan yang lama, dijenuhkan. Kemudian dibiarkan fase gerak
tidak perlu terlindung dari cahaya dan pada (pelarut) naik dan dihitung harga Rf
pendidihan yang terlalu lama tidak
mengalami perubahan konsentrasi. Pembakuan Serium (IV) sulfat 0,1 N
Arsentrioksida yang sebelumnya
Metode Penelitian dikeringkan pada suhu 100oC selama 1 jam
ditimbang seksama kurang lebih 200 mg,
Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yang dan dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer.
bertujuan mendiskripsikan dan Dinding labu erlenmeyer dicuci dengan 25
menggambarkan ada atau tidaknya ml NaOH (2 gram dalam 25 ml air),
hidroquinon pada krim pemutih wajah. digoyang-goyangkan hingga arsentrioksida
Metode yang digunakan untuk uji larut. Setelah larut semua ditambah 100 ml
laboratorium yaitu secara kualitatif dengan air, dan 10 ml asam sulfat, ditambahkan 2
KLT dan Kuantitatif dengan titrasi serimetri. tetes orto fenantrolin dan larutan osmium
Adapun prosedur penelitian diuraikan tetraoksida dan dititrasi perlahan-lahan
sebagai berikut: dengan larutan baku serium (IV) sulfat

Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences 15


sehingga warna merah jambu menjadi biru krim pemutih pagi atau siang, pemilihan
pucat. lokasi dipilih karena berdasarkan survey.
Minimarket Kelurahan Minomartani
Analisis kuantitatif dengan titrasi serimetri menjual krim yang diduga mengandung
hidroquinon. Sampel krim pemutih yang
Krim pemutih ditimbang seksama sebanyak didapat selanjutnya dilakukan uji
20 mg, ditambahkan 60 ml air mendidih, dan laboratorium.
dipanaskan di atas penangas air sambil
diaduk. Kemudian larutan didinginkan, Metode penelitian yang digunakan yaitu
disaring dengan kapas dan sisa penyaring pertama dilakukan secara kualitatif dengan
dicuci 3x masing-masing dengan 10 ml air metode Kromatografi Lapis Tipis. Pada
mendidih, didinginkan dan disaring. penelitian ini sampel krim pemutih
Kemudian filtrat dan cairan pencuci ditimbang terlebih dahulu dan dimasukkan
dikumpulkan, ditambahkan 10 ml HSO 0.1 kedalam gelas beker ukuran kecil kemudian
N dan 3 tetes indikator difenilamin. Setelah ditambahkan HCl dan etanol. Selanjutnya
itu dititrasi dengan serium (IV) sulfat 0,1 N dipanaskan sambil diaduk. Proses
sampai warna violet dan dihitung kadar pemanasan bertujuan untuk melarutkan
hidroquinon dalam krim. krim pemutih dengan larutan yang sudah
ditambahkan, sampel selanjutnya
dimasukkan ke dalam labu ukur 25 ml dan
Hasil dan Pembahasan disaring menggunakan kertas saring dengan
ditambahkan sedikit natrium sulfat untuk
Penelitian mengenai identifikasi mengangkat lemak. Sampel yang diperoleh
Hidroquinon pada Krim Pemutih Wajah ditotolkan pada fase diam yaitu silika gel
yang Dijual di Minimarket Wilayah dengan menggunakan fase gerak yang
Minomartani Yogyakarta ini telah dilakukan terdiri dari 8 ml toluene dan 2 ml asam
dengan menggunakan dua metode yaitu asetat glasial Eluen tersebut kemudian
metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan dimasukkan kedalam chamber kemudian
metode titrasi serimetri. Metode KLT dijenuhkan menggunakan kertas saring.
digunakan untuk mengetahui ada tidaknya Selama proses penjenuhan, sampel dan
hidroquinon pada krim pemutih, sedangkan standar Hidroquinon ditotolkan pada silika
metode titrasi serimetri digunakan untuk gel kemudian dilakukan elusi sampai fase
mengetahui berapa kadar hidroquinon pada geraknya mencapai jarak rambat.
krim pemutih.
Hasil yang telah diperoleh dibaca
Hidroquinon termasuk golongan obat keras mengunakan lampu UV dan flouresensinya
yang hanya digunakan berdasarkan resep dibandingkan dengan standar warna
dokter (BPOM RI, 2011). Hidroquinon hidroquinon kemudian dilakukan
berfungsi untuk mengurangi dan perhitungan faktor retensi atau Rf. Hasil
menghambat pembentukan melanin kulit. positif hidroquinon ditandai dengan
Melanin merupakan pigmen kulit yang terbentuknya warna gelap atau terdapat
memberikan warna gelap kecoklatan. bercak hitam pada silika gel saat dibaca
Bahaya dari hidroquinon itu sendiri dapat dibawah sinar UV. Pembacaan dibawah
menyebabkan dermatitis dan menimbulkan sinar UV dan dibandingkan dengan standar
reaksi hiperpigmentasi. Gejala awal dapat hidroquinon, sampel-sampel tersebut
menyebabkan iritasi ringan, panas, merah berfluoresensi sehingga dapat diketahui
dan gatal-gatal pada kulit. Pada penelitian bahwa sampel tersebut mengandung
ini digunakan sampel krim pemutih dari hidroquinon, seperti ditunjukkan pada Tabel
Cina dengan merk yang berbeda-beda, 1.
sampel krim dibeli di Minimarket kelurahan
Minomartani Yogyakarta sejumlah 14
sampel krim pemutih wajah dengan jenis

Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences 16


Tabel 1. Hasil Analisa Hidroquinon pada Krim Tabel 2. Hasil Analisa Kadar hidroquinon metode
Pemutih Wajah Metode Kromatografi Titrasi Serimetri
Lapis Tipis (KLT)
Sampel Krim Kadar
NO Harga Rf Hasil Rata-
Pemutih N Sam hidro-
Standar rata <2% >2%
1. 0,35 Positif o -pel quino
hidroquinon (%)
n (%)
2. A 0,7375 Positif
3. B 0,7125 Positif A(1) 3,22 Tidak
1
3,28 memenuh
4. C 0 Negatif A(2) 3,34 i syarat
5. D 0,4875 Positif
6. E 0,6125 Positif B(1) 1,87 Meme
7. F 0,775 Positif 2 1,73 nuhi
8. G 0 Negatif B(2) 1,60 syarat
9. H 0,3625 Positif
10. I 0,7375 Positif D(1) 4,53 Tidak
11. J 0 Negatif 3 4,41 memenuh
D(2) 4,30 i syarat
12. K 0,35 Positif
13. L 0,375 Negatif
E(1) 5,19 Tidak
14. M 0 Negatif
4 5,08 memenuh
15. N 0 Negatif E(2) 4,97 i syarat

F(1) 4,92 Tidak


5
4,25 memenuh
Dari hasil uji laboratorium F(2) 3,93 i syarat
identifikasi hidroquinon pada krim pemutih
wajah, didapat hasil 64,29 % krim pemutih H(1) 6,20 Tidak
positif mengandung hidroquinon. 6 5,97 memenuh
H(2) 5,74 i syarat
Hasil positif tersebut selanjutnya akan
I(1) 14,28 Tidak
dilakukan pengujiannya menggunakan 7 13,99 memenuh
metode titrasi serimetri. Titrasi serimetri I(2) 13,70 i syarat
merupakan jenis titrasi redoks yaitu titrasi
yang menggunakan larutan baku serium K(1) 6,36 Tidak
8 6,39 memenuh
sulfat. Sampel krim pemutih masing-masing K(2) 6,41 i syarat
ditambahkan indikator difenilamin sebelum
dititrasi menggunakan serium sulfat. L(1) 10,70 Tidak
Penambahan indikator difenilamin 9 11,05 memenuh
L(2) 11,40 i syarat
bertujuan untuk menghasilkan warna pada
saat akhir titrasi. Akhir titrasi ditandai
dengan perubahan warna dari merah muda Dari hasil uji laboratorium secara kuantitatif
menjadi violet. dengan metode titrasi serimetri diperoleh
hasil dari 9 sampel yang diteliti, terdapat 1
sampel yang kadarnya masih memenuhi
syarat, sedangkan 8 sampel yang lain kadar
hidroquinonnya tidak memenuhi syarat
atau tidak sesuai dengan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia
No.445/MENKES/PER/V/1998 yang
mengatakan bahwa kadar hidroquinon
dalam kosmetik diperbolehkan dengan
kadar maksimal 2%. Prosentase sampel krim
pemutih yang kandungan hidroquinon
masih memenuhi syarat adalah 11%,
Gambar 1. Diagram batang hasil Analisa kadar
sedangkan sampel krim pemutih yang
hidroquinon pada krim pemutih

Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences 17


mengandung hidroquinon tidak memenuhi seperti penelitian yang telah dilakukan oleh
syarat adalah 89 %, seperti ditunjukkan Ningsih (2009) dengan jenis sampel krim
pada Tabel 2. pemutih selebritis night cream dan didapat
hasil sampel positif mengandung
Hasil uji hidroquinon pada krim pemutih hidroquinon, selanjutnya penelitian yang
tersebut didapat 88,89 % kadar sudah dilakukan oleh Aryani, dkk (2010)
hidroquinonnya melebihi batas normal. dengan jenis sampel pencerah kulit N, DL
Kadar hidroquinon yang memenuhi syarat dan NNN dan didapat hasil krim DL dan krim
adalah 1 sampel dari 14 sampel yang diteliti NNN kadar hidroquinonnya tidak memenuhi
yaitu krim pemutih B dengan kadar syarat yaitu DL 9,74% dan krim NNN 3,48%.
hidroquinon sebanyak 1,73 %, sedangkan Dalam hal ini konsumen harus lebih berhati-
pada krim pemutih yang lain kadar hati dalam memilih produk kosmetik
hidroquinonnya tidak memuihi syarat atau terutama pada krim pemutih wajah.
>2 %, diantaranya krim A dengan kadar
hidroquinon 3,28 %, krim pemutih D dengan Berdasarkan survey yang dilakukan di
kadar 4,41 %, krim pemutih E dengan kadar Minimarket kelurahan Minomartani
5,08 %, krim pemutih F dengan kadar 4,25 Yogyakarta, setelah dibandingkan dengan
%, krim pemutih H dengan kadar 5,97 %, hasil penelitian yang telah dilakukan,
krim pemutih I dengan kadar 13,99 %, krim ternyata krim pemutih yang kadar
pemutih K dengan kadar 6,39 % dan yang hidroquinonnya tidak memenuhi syarat
terakhir krim pemutih L dengan kadar 11,05 harganya lebih murah dibanding krim
%. Rata-rata kadar krim pemutih sebanyak 3 pemutih yang tidak mengandung
% sampai 5 %, tetapi terdapat 2 merk krim hidroquinon atau kadar hidroquinonnya
pemutih yang kadarnya lebih dari 10 % yaitu lebih sedikit, dan krim yang mengandung
krim I dan L dengan kadar 13,99 % dan hidroquinon itu masih banyak diminati oleh
11,05 %. Setelah dilakukan pengecekan, masyarakat karena harganya lebih
ternyata krim tersebut masih belum terjangkau.
terdaftar di Balai POM dan harganya juga
lebih murah dibanding merk krim lainnya,
dan berdasarkan wawancara singkat yang Kesimpulan
dilakukan dengan penjual juga dikatakan
krim tersebut lebih cepat efeknya dalam Berdasarkan penelitian yang telah
memutihkan kulit. dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut bahwa terdapat 64,29% krim
Setelah dilakukan penelitian identifikasi
pemutih yang diperoleh dari Minimarket
hidroquinon pada krim pemutih wajah,
Wilayah Minomartani Yogyakarta,
ternyata masih banyak produsen kosmetik
mengandung hidroquinon dan terdapat
yang menggunakan bahan tambahan
88,89% merk krim pemutih yang kadar
hidroquinon dalam pembuatan produknya,
hidroquinonnya lebih dari batas normal
meskipun ada yang kadarnya masih
atau > 2 % serta 11,11% krim pemutih yang
memenuhi syarat tetapi dalam hal ini
kadarnya masih dalam batas normal atau <
peneliti mengunakan sampel krim pagi dan
2 %.
siang yang tidak terdapat komposisi
hidroquinon dalam kemasan produknya.
Beberapa merk krim pemutih yang kadar
Daftar Pustaka
hidroquinonnya melebihi batas normal
tidak terdaftar nomor registrasi dari Balai
Aryani N.L.D., Kesuma D. dan Khosasi, W.P.
POM dalam kemasannya, tetapi sebagian
2010. Pemeriksaan Hidrokuinon
juga sudah terdaftar nomor registrasi Balai
Dengan Metode Spektrofotometri
POM.
Dalam Sediaan Krim Pencerah Kulit N,
Penelitian yang sudah dilakukan hasilnya DL dan NNN. Disampaikan pada
tidak jauh berbeda dengan penelitian Seminar Teknik Kimia Soehadi
sebelumnya yang sudah pernah dilakukan,

Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences 18


Reksowardojo, ITB, 22-26 Oktober Prabawati A. D, Walifatima, Yudistira .A .
2010, Bandung. 2011.Analisis Zat Hidroquinon pada
Krim Pemutih Wajah yang Beredar di
Citra, M. D. 2007. Hati-hati pakai
Kota Manado. Jurnal penelitian
pemutih,http://cybermed.cbn.net.id/
Program Studi Farmasi FMIPA
cbprt/health news. Di akses pada
UNSTRAT. Manado.
tanggal 18 Desember 2013.
Yogyakarta. Prabawati A. D, Walifatima, Yudistira .A .
2011. Analisis Zat Hidroquinon pada
BPOM RI. 2011. Persyaratan Teknis
Krim Pemutih Wajah yang Beredar di
Kosmetika. Nomor
Kota Manado. Jurnal penelitian
HK.03.1.23.08.11.07517. Jakarta.
Program Studi Farmasi FMIPA
Garcia, L. P. 2007. Determination Of UNSTRAT. Manado.
Optimum Wavelength and Derivative
Sunarko, Th dan Riana M. 2007. Analisis
Order Inspectrophotometry For
Unsur-unsur Toksik dalam Sampel
uantitation Of Hydroquinone In
Krim Pemutih Wajah dengan Metode
Cream. Revista Brasileira De Ciencians
Analisis Aktivasi Neutron. Jurnal
Farmaceuticasbrazilian Journal Of
penelitian Pusat Teknologi Bahan
Pharmaceutical Sciences.
Industri Nuklir (BTBIN). Tangerang.
Ningsih, A.U. 2009. Identifikasi Hidrokuinon
Sastrohamidjojo, H. 2001. Kromatografi.
Dalam Krim Pemutih Selebritis Night
Liberty. Yogyakarta
Cream dengan Metode Kromatografi
Lapis Tipis. Disampaikan pada Sidang Wasitaatmadja S. M. 1997. Penuntun Ilmu
Akhir Diploma III pada Prodi Kimia Kosmetik Medik. UI-Press. Jakarta.
Analisis FMIPA UNSU Medan: tidak
diterbitkan.

Vol. 2 No. 1 (2016) Journal of Agromedicine and Medical Sciences 19