Anda di halaman 1dari 2

PENANGGULANGAN KEPASIRAN PADA SUMUR PRODUKSI

DI LAPANGAN SANGATTA

Oleh :

Febiasto Bimantoro1, Geraldo Soemaschris Soewarno2, Felix Ivan Pradipta3

1,2,3
Jurusan Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi Mineral,
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta,
Jalan SWK 104, Condongcatur, Depok, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta 55283, Indonesia
Telp/Fax (0274) 486733 ; e-mail : Febiastobimantoro@gmail.com

ABSTRACT

Pertamina EP Asset 5 Sangatta Field terletak di Kalimantan Timur + 300 km dari Balikpapan.
Total sumur produksi di Sangatta sebanyak 92 sumur, yang meliputi: 15 sumur gas, 7 sumur
sembur alam (natural flow) dan 70 sumur dengan sembur buatan (artificial lift method). Sembur
buatan di Sangatta Field meliputi Sucker Rod Pump dan Gas Lift. Problem produksi pada sumur
minyak di Sangatta Field meliputi: low influx, kepasiran dan gassy.

Keywords : Low Influx, sand problem, sandtrap and gain.


produksi dan 103 sumur tidak berproduksi.
Sumur produksi meliputi 70 sumur pompa
(Sucker Rod Pump), 7 sumur sembur alam
PENDAHULUAN dan 15 sumur gas. Sedangkan 103 sumur
tidak berproduksi yang dikarenakan 27
sumur kering, 15 sumur abandon dan 61
Lapangan Sangatta merupakan bagian dari sumur masih prospek (dalam kajian). Daya
PT. PERTAMINA EP Region KTI yang dorong reservoirnya adalah Solution Gas
terdiri dari 2 Lapangan yaitu Sangatta dan Drive dengan ciri penurunan produksi
Samberah, Lapangan Sangatta mempunyai sumur sembur alam (bor baru) yang relatif
2 struktur yaitu Struktur Sangkima yang cepat sehingga perlu menyiapkan metode
sekarang sudah tidak aktif dan Struktur artificial lift yang tepat.
Sangatta yang aktif dan saat ini mempunyai
total 195 sumur. Sebanyak 92 sumur
Beberapa masalah produksi yang dialami di
Sangatta adalah low influx, terproduksinya
pasir dan gassy.

Artificial lift Sucker Rod Pump (SRP) tidak


didesain untuk dapat menanggulangi
kepasiran dengan baik, sehingga dibutuhkan
peralatan tambahan yang dipasang pada
subsurface pump.

Beberapa sumur yang mengalami kepasiran,


diantaranya adalah ST-26, ST-43 dan ST-
134.