Anda di halaman 1dari 2

KERANGKA ACUAN

PROGRAM TB PARU PUSKESMAS BAYAN

A. LATAR BELAKANG
Penyakit Tuberculosis adalah penyakit infeksi menular yang masih Tetap
merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia .WHO
dalam Annual Report On Global TB control Tahun 2003 menyatakan terdapat 22
negara diketegorikan sebagai high Burden countries terhadap TB .Indonesia termasuk
Urutan ke 3 setelah India dan cina dalam menyumbang Tb di dunia .Menurut WHO
Estimasi incidence rate untuk pemeriksaan dahak didapatkan hasil basil tahan asam
(BTA Positif) adalah 115 per 100.000( WHO,2003)
Bersarkan survey kesehatan rumah tangga ( SKRT) 2001 estimasi prevalensi
angka kesakitan di Indonesia sebesar 8 per 1000 penduduk berdasarkan gejala tanpa
pemeriksaan laboratorium Hasil survey Prevalensi Tuberculoses tahun 2004
menunjukan bahwa angka prevalensi tuberculosis BTA Positif 110 per 100.000
Penduduk ( Dep.Ker RI ,2007)
Resiko penularan ( annual Risk Tuberculosis infection=ARTI) di Indonesia
Dianggap Cukup tinggi bervariasi 1-2 % dari yang terinfeksi .dari yang terinfeksi
hanya 10 % yang menjadi Penderita TBC BTA Positif
Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang Terinfeksi Tuberculosis
adalah Kurang Teraturnya Minum obat paket TBC ,rendahnya Personal Higiene daya
tahan tubuh rendah ,diantaranya karena Gizi yang kurang diasamping faktor lingkunga
dan pelayana Kesehatan yang belum memadai ( Sulianti,2007)
Dari Hal Tersebut di atas perlu dilakukan Kontak tracing dengan penderita TB paru
Untuk mendukung pengobatan penderita ,karena alas an utama gagalnya pengobatan
dalah psien tidak minum obat pada saat yang ditentukan terus menerus

B. TUJUAN
Umum :
Untuk memberikan tata laksana yang sesuai dari pengelolaan suspek tb,
pengobatan tb strategi dots dan memantau perkembangan dan perjalanan penyakit
penderita tb.
Khusus :
Penemuan dan pengobatan TB sesuai prosedur
C. SASARAN
1. Penderita suspek tb, Penderita TB paru dengan BTA positif

D. KEGIATAN
1.Penjaringan suspek tb,Pengelolaan ,pemeriksaan suspek, pengobatan Tb
dalam kegiatan harian program TB di poli TB puskesmas.
2. Konseling penderita di puskesmas
3. Penyuluhan pada keluarga tb, penderita tb yang telah mendapatkan oat
4.Memberikan Motivasi pada penderita dan keluarganya tentang penyakitnya
5. Memberikan pengertian agar rutin ambil obat sesai jadwal
6. Follow up Pemeriksaan dahak ulang Memantau keteraturan Minum obat
7. kunjungan keluarga kontak ,Penyuluhan.

E. WAKTU DAN TEMPAT


Waktu : saat penderita dan keluarganya datang ke puskesmas, saat
kunjungan rumah
Tempat : Poli Tb puskesmas
Rumah penderita TB paru BTA Positif

F. METODE
Secara langsung : Penderita suspek tb, Penderita BTA positif
Tidak langsung : keluarga dan PMO penderita Bta Positif

G. BIAYA
BOK, Jamkesmas , apbd Bila Memungkinkan ( Mengajukan Usulan )
H. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini di buat ,sekiranya menjadi pedoman pelaksanaan
kegiatan program TB di UPT puskesmas Bayan .Akan tetapi Kerangka Acuan ini Tidak
ada artinya tanpa langkah yang Nyata dengan Dukungan semua pihak .

Bayan,1 juni 2016


Koordinator Program P2P

Siti Nursahbaniah
NIP :19681106 198803 2006