Anda di halaman 1dari 3

Pencarian akar-akar fungsi dari persamaan non-linear dapat dilakukan melalui berbagai

metode. Secara garis besar metode yang digunakan dapat dibedakan menjadi metode tertutup
dan metode terbuka. Pada metode tertutup perlu dilakukan pencarian akar pada range
tertentu, di mana dalam range tersebut dipastikan terdapat satu akar dan hasilnya selalu
konvergen. Sementara itu, pada metode terbuka diperlukan tebakan awal, variabel
digunakan untuk menghitung +1, dan hasilnya dapat konvergen maupun divergen. Metode
tertutup terdiri dari Metode Tabel, Metode Biseksi, dan Metode Regula Falsi, sedangkan
metode terbuka terdiri dari Metode Iterasi sederhana, Metode Newton-Raphson, dan Metode
Secant.
1. Metode Newton-Raphson
Metode ini merupakan metode pendekatan yang menggunakan satu titik awal
dan mendekatinya dengan memperhatikan kemiringan (gradien) pada titik tersebut.
Titik pendekatan ke n+1 dalam metode ini dituliskan sebagai berikut:

( )
+1 = +
( )

Sesuai dengan persamaan di atas, maka diperlukan hal-hal berikut dalam bekerja
menggunakan metode ini (Bismo 1999):
menentukan satu harga awal (boleh berupa tebakan) agar fungsi tidak menjadi tak
hingga
( ) merupakan turunan dari ( ) dan harus kontinu di daerah domain jawab
turunan fungsi [( ) ] tidak boleh sama dengan nol untuk (pada iterasi ke-
n)
iterasi akan berhenti jika (i) | 1 | , atau (ii) |( )|

Algoritma
1) Tentukan Harga fungsi ( )
2) Tentukan Harga Awal ( )
3) Tentukan Interval = [a ; b] dengan jumlah pembagi h
4) Tentukan toleransi kesalahan ( ) dan iterasi maksimum ()
5) Hitung nilai fungsi ( ) dan turunannya ( )
6) Hitung nilai +1 menggunakan rumus :
( )
+1 = +
( )

7) Hitung kesalahan dan bandingkan dengan toleransi kesalahan yang diizinkan


8) Jika | 1 | > , maka ulangi langkah ke-2
9) Jika | 1 | < ,maka iterasi selesai dan +1 sebagai akar persamaan
10) Akar persamaan adalah ( ) terakhir yang diperoleh
2. Metode Biseksi
Ide awal metode ini adalah metode tabel, dimana area dibagi menjadi N bagian.
Hanya saja metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini
dipilih bagian mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar
dibuang. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga diperoleh akar persamaan. Berikut
adalah hal-hal yang diperlukan dalam penggunaan metode ini:
menentukan batas bawah (a) dan batas atas (b) dan menghitung nilai tengah
melalui persamaan:
+
=
2

dari nilai x tersebut kemudian dilakukan pengecekan keberadaan akar. Secara


matematik, suatu range mengandung akar persamaan bila () dan ()
berlawanan tanda atau dituliskan :

(). () < 0

setelah diketahui di bagian mana terdapat akar, maka batas bawah dan batas atas
di perbaharui sesuai dengan range dari bagian yang mempunyai akar.

Algoritma

1) Definisikan fungsi () yang akan dicari akarnya


2) Tentukan nilai dan
3) Tentukan toleransi kesalahan ( ) dan iterasi maksimum ()
4) Hitung () dan ()
5) Jika (). () < 0 maka proses diberhentikan karena tidak terdapat akar, bila
tidak maka dilanjutkan
+
6) Hitung = 2
7) Hitung ()
8) Jika (). () < 0 maka = dan () = (), bila tidak = dan () =
()
9) Jika | | atau iterasi > iterasi maksimum, maka proses dihentikan dan
didapat akar = , bila tidak ulangi langkah 6 dan seterusnya

3. Metode Secant
Metode ini merupakan modifikasi dari Metode Newton-Raphson. Pada metode
Newton-Raphson () dihitung secara analitis, padahal tidak semua fungsi dapat
dengan mudah dicari turunannya secara analitis, terutama fungsi yang bentuknya
kompleks. Dalam pencarian fungsinya, metode ini menggunakan pendekatan numerik.
Oleh karenanya, dalam metode ini tidak perlu menebak harga awal (Bismo, 1999).
Metode Newton-Raphson:
( )
+1 = +
( )
Metode Secant:
( ) (1 )
() = +
x 1

sehingga
( )( 1 )
+1 = +
( ) (1 )
Algoritma
1) Definisikan fungsi ()
2) Definisikan torelansi error () dan iterasi maksimum (N)
3) Masukkan dua nilai pendekatan awal yang di antaranya terdapat akar yaitu dan
+1
4) Hitung ( ) dan (+1 )
5) Untuk iterasi I = 1 s/d N , hitung:

( )( 1 )
+1 = +
( ) (1 )

6) Akar persamaan adalah nilai x yang terakhir

DAFTAR PUSTAKA
Bismo, Setijo, Modul Kuliah Metode Numerik, TGP-FTUI, 1999. Dari
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/setijo.bismo/material/modul8.pdf dan
http://staff.ui.ac.id/system/files/users/setijo.bismo/material/modul7.pdf [Akses 1 Oktober
2016]
http://eprints.binadarma.ac.id/926/1/ANALISIS%20ALGORITMA%20MATERI%207.pdf
Ramadijanti, Nana, Persamaan Non Linier (ppt). Dari
http://nana.lecturer.pens.ac.id/index_files/materi/Teori_Metnum/MetNum3-
PersNonLInier_baru.ppt [Akses 1 Oktober 2016]