Anda di halaman 1dari 4

A.

Definisi Etologi
Etologi berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti kebiasaan
dan logos yang berarti ilmu atau pengetahuan. Ethos bisa pula berarti etis atau
etika dapat juga berarti karakter. Jadi secara etimologi, etologi berarti ilmu
yang mengkaji tentang kebiasaan atau karakter. Namun etologi lebih dahulu
dikenalkan sebagai ilmu perilaku hewan. Etologi adalah suatu cabang ilmu
zoologi yang mengkaji perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme, serta
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ilmu yang mengkaji perilaku atau
karakter hewan tersebut digunakan di dalam pendekatan ilmu psikologi
perkembangan. Adapun tokoh-tokoh dalam teori etologi adalah sebagai
berikut.
1. Konrad Z. Lorenz ( Austria, 1903-1989)
Sebagai Bapak Ethologi Modern (Father of modern ethology) yang
juga telah meraih Hadiah Nobel pada tahun 1973. Ia adalah seorang
psikologi, zoologi, dan ornitologi berkebangsaan Austria. Lorenz bertemu
dengan Nikolas Tinbergen yang juga seorang ahli tingkah laku hewan
(ethologist). Mereka berdiskusi tentang hubungan antara respon
penyesuaian tempat dengan mekanisme pelepasan yang dapat menjelaskan
timbulnya tingkah laku berdasarkan insting. Pemikiran mereka merupakan
cikal bakal lahirnya etologi.

2. Nikolas Tinbergen (Den Haag, 19071988)


Seorang etolog dan ornitolog Belanda yang berbagi penghargaan
nobel dalam fisiologi atau kedokteran pada tahun 1973 bersama Karl von
Frisch dan Konrad Lorenz atas penemuan mereka di bidang biologi.
Tinbergen terkenal dengan empat pertanyaan yang dipercayainya yang
harus ditanyakan berkenaan dengan berbagai perilaku binatang. Selain itu,
dengan metodenya ia menerapkannya untuk menangani gejala autisme
pada anak.
Kerjasama Lorenz dan Tinbergen, mengemukakan bahwa etologi
selalu memperhatikan empat jenis penjelasan setiap perilaku yaitu sebagai
berikut.
a. Fungsi: Bagaimana perilaku berpengaruh kuat pada kesempatan
hewan untuk kelangsungan hidup dan reproduksi?
b. Penyebab: Apakah stimuli yang mendapatkan tanggapan itu, dan
bagaimana telah diubah oleh pembelajaran terkini?
c. Pengembangan: Bagaimana perilaku berubah dengan umur, dan
apakah pengalaman awal yang perlu untuk perilaku dapat
diperlihatkan?
d. Sejarah evolusioner: Bagaimana perilaku jika dibandingkan dengan
perilaku bersama dalam spesies yang terkait, dan bagaimana mungkin
telah timbul melalui proses filogeni?

Lorenz membuat Tinbergen terkenal sebagai tanggapan naluriah


yang akan terjadi dan dapat dipercaya dalam kehadiran stimuli yang dapat
dikenali (disebut stimuli tanda atau stimuli pembebasan). Pola aksi ini
kemudian dapat dibandingkan melintasi spesies bebek dan angsa, serta
persamaan dan perbedaan antara perilaku yang dibandingkan dengan
persamaan dan perbedaan dalam morfologi.
Para etolog mencatat bahwa stimuli yang membebaskan pola aksi
tertentu umumnya menonjolkan kemunculan atau perilaku lain pada
anggota spesies mereka sendiri, dan mereka dapat menunjukkan
bagaimana bentuk penting komunikasi hewan dapat ditengahi dengan pola
aksi tertentu yang sedikit sederhana.
Tinbergen melakukan percobaan dengan menggunakan sarang
tawon yang ditempatkan di tengah lingkaran bunga pinus, kemudian
lingkaran bunga pinus dipindahkan disamping sarangnya. Ternyata tawon
tersebut kembali ketengah lingkaran, tidak ke sarang. Demikian pula
setelah lingkaran bunga pinus diganti dengan lingkaran baru tanpa sarang,
dan disebelahnya dibentuk segitiga dari bunga pinus dengan sarang di
tengahnya. Hasilnya menunjukkan bahwa tawon kembali ke lingkaran
baru, bukan ke sarang di tengah segitiga bunga pinus. Hasil tersebut
menyatakan bahwa tawon dapat menggunakan suatu bentuk di tanah dan
terus menjaga lingkaran tersebut dengan belajar untuk mangenal sesuatu.
3. John Bowlby(1907-1990)
Seorang psikiater dan psikoanalis, terkenal karena minatnya dalam
perkembangan anak. Bowlby lahir di London. Teori Bowlby (Teori
Kelekatan) dipengaruhi oleh teori evolusi dalam observasinya
pada perilaku hewan. Menurut teori Etologi (Berndt, 1992) tingkah laku
sangat lekat pada anak sehingga diprogram secara evolusioner dan
instinktif. Sebenarnya tingkah laku kelekatan tidak hanya ditujukan pada
anak namun juga pada ibu. Ibu dan anak secara biologis dipersiapkan
untuk saling merespon perilaku. Bowlby (Hetherington dan Parke, 1999)
percaya bahwa perilaku awal sudah diprogam secara biologis.
Reaksi bayi berupa tangisan, senyuman, isapan akan
mendatangkan reaksi ibu dan perlindungan atas kebutuhan bayi. Proses ini
akan meningkatkan hubungan ibu dan anak. Sebaliknya bayi juga
dipersiapkan untuk merespon tanda, suara dan perhatian yang diberikan
ibu. Hasil dari respon biologis yang terprogram ini adalah anak dan ibu
akan mengembangkan hubungan kelekatan yang saling menguntungkan
(mutuality attachment).

B. Sejarah Perkembangan Etologi


Etologi muncul sebagai kontributor penting terhadap teori
perkembangan manusia karena ahli ilmu hewan Eropa, terutama Konrad
Lorenz (1903-1989) yang lebih sering bekerja dengan angsa Eurasia, Lorenz
mempelajari pola perilaku yang pada awalnya dianggap telah terprogram
dalam gen burung. Pengamatannya mengenai seekor anak angsa yang baru
lahir sepertinya dilahirkan dengan insting untuk mengikuti ibunya. Pengamatan
menunjukkan bahwa anak angsa tersebut langsung mengikuti induknya segera
setelah menetas. Apakah perilaku ini diprogram kedalam anak angsa tersebut?
Dari pertanyaan inilah Lorenz melakukan sebuah eksperimen yang
mengagumkan, Lorenz membuktikan bahwa kesenjangan yang diwariskan ini
merupakan penjelasan yang terlalu sederhana bagi perilaku si anak angsa.
Lorenz memisahkan telur-telur yang ditetsakan oleh seekor angsa ke dalam dua
kelompok. Salah satu kelompok ia kembalikan pada si ibu angsa untuk
ditetaskan. Kelompok yang lain ditetaskan di dalam inkubator. Anak angsa
dalam kelompok pertama mengikuti ibunya segera setelah ditetaskan.
Di sisi lain, anak angsa di kelompok kedua yang langsung melihat
Lorenz ketika mereka menetas, mengikutinya kemanapun ia pergi, seolah ia
adalah ibu mereka. Lorenz menandai anak angsa tersebut dan menempatkan
kedua kelompok kedalam sebuah kotak. Ibu angsa dan Ibu Lorenz berdiri
berdampingan saat kotak tersebut diangkat. Tiap kelompokk anak angsa
langsung melihat kearah ibunya. Lorenz menyebut proses ini imprinting
pembelajaran yang cepat dan alami dalam periode kritis yang terbatas yang
menghasilkan kelekatan pada benda bergerak pertama yang terlihat.
Melalui karya Lorenz dan Tinbergen, etologi berkembang secara kuat
di benua Eropa dalam tahun-tahun sebelum PD II. Setelah perang, Tinbergen
pindah ke Universitas Oxford, dan etologi menjadi lebih kuat di Britania Raya,
dengan pengaruh tambahan dari William Thorpe, Robert Hinde dan Patrick
Bateson pada Sub-bagian Perilaku Hewan dari Universitas Cambridge, terletak
di desa Madingley. Pada masa ini, juga, etologi mulai berkembang secara kuat
di Amerika Utara. Lorenz, Tinbergen, dan von Frisch secara bersama-sama
dianugerahi Hadiah Nobel pada 1973 untuk karya mereka dalam etologi
pengembangan.

C. Analisis Proksimat dan Analisis Ultimat


Analisis proksimat adalah suatu metoda analisis kimia untuk
mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan
serat pada suatu zat makanan dari bahan pakan atau pangan. Analisis proksimat
memiliki manfaat sebagai penilaian kualitas pakan atau bahan pangan terutama
pada standar zat makanan yang seharusnya terkandung di dalamnya.
Analisis ultimat adalah analisis laboratorium untuk menentukan
kandungan abu, karbon, hidrogen, oksigen dan belerang dengan metoda
tertentu. Kandungan itu dinyatakan dalam persen pada basis dan sampel
dikeringkan pada suhu 105C dalam keadan bebas kelembaban dan abu
Analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kadar karbon (C), hidrogen (H),
oksigen (O), nitrogen, (N), dan sulfur (S) dalam karbon.