Anda di halaman 1dari 5

Lalang Palambang (11)

KOMBINASI BISNIS
1. Definisi Kombinasi Bisnis
Menurut PSAK 22, kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak
pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih suatu bisnis. Transaksi yang kadangkala
disebut sebagai penggabungan sesungguhnya (true merger) atau penggabungan setara (merger of
equals) juga merupakan kombinasi bisnis.
Dengan demikian, kombinasi bisnis bisa dilakukan dengan membeli aset neto perusahaan,
mengambil alih hutang, membeli sebagian aset neto perusahaan lain dan bersama-sama membentuk
satu atau lebih bisnis lainnya, atau membeli saham perusahaan di atas 50%. Penggabungan usaha
dilakukan untuk memperoleh efisiensi operasi melalui integrasi secara horizontal atau vertikal atau
mendiversifikasikan risiko usaha melalui konglomerasi.
a. Integrasi horizontal penggabungan perusahaan-perusahaan dalam line-business atau
pasar yang sama.
b. Integrasi vertikal penggabungan dua atau lebih perusahaan dengan operasi yang berbeda
secara berturut-turut, tahapan produksi dan/atau distribusi, misalnya penggabungan usaha
antara perusahaan kain dengan perusahaan pakaian jadi.
c. Konglomerasi penggabungan perusahaan-perusahaan dengan produk dan/atau jasa yang
tidak saling berhubungan, misalnya penggabungan usaha antara perusahaan minyak dengan
perusahaan komputer.
2. Alasan Kombinasi Bisnis
Secara umum, tujuan dari kombinasi bisnis adalah meningkatkan profitabilitas dan efisiensi.
Secara khusus, kombinasi bisnis dilakukan untuk :
a. Penghematan biaya d. Menghindari pengambilalihan oleh
b. Mengurangi risiko perusahaan lainnya
c. Mengurangi penundaan e. Memperoleh aset tidak berwujud
beroperasinya perusahaan f. Alasan-alasan lain
3. Bentuk Penggabungan Usaha
a. Akuisisi
Akuisisi terjadi ketika suatu perusahaan memperoleh aset produktif dari suatu entitas
usaha lain dan mengintegrasikan aset-aset tersebut ke dalam operasi miliknya.
b. Merger
Merger terjadi ketika suatu perusahaan mengambil alih semua operasi dari entitas usaha
lain dan entitas yang diambil alih tersebut dibubarkan.

1
Lalang Palambang (11)

c. Konsolidasi
Konsolidasi terjadi ketika sebuah perusahaan baru dibentuk untuk mengambil alih aset-
aset dan operasi dari dua atau lebih entitas usaha yang terpisah, dan akhirnya entitas yang terpisah
tersebut dibubarkan.
4. Metode pencatatan
Metode pencatatan untuk kombinasi bisnis yang dipakai adalah metode pembelian atau
metode akuisisi. Penerapan metode akuisisi ini mensyaratkan :
a. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi (entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak
yang diakuisisi).
b. Penentuan tanggal akuisisi (tanggal pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak
yang diakuisisi). Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas
yang diambil alih, dan kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi (dalam kombinasi
bisnis dengan pembelian saham di atas 50%).
c. Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembelian dengan diskon.
5. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi (entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak
yang diakuisisi)
Untuk kombinasi bisnis yang dilakukan dengan cara membeli aset neto (total aset dkurangi
dengan total hutang) perusahaan, pihak pengakuisisi adalah pihak yang memberikan imbalan berupa
kas atau aset lain, atau memberikan imbalan dalam bentuk efek hutang atau efek ekuitas.
Pengidentifikasian pihak pengakuisisi akan dibahas lebih lanjut di dalam pembahasan konsolidasi.
6. Penentuan imbalan yang diberikan
Imbalan yang diberikan kepada perusahaan yang diakuisisi adalah jumlah dari nilai wajar aset
yang ditransfer, hutang yang timbul dan efek ekuitas yang diterbitkan oleh pengakusisi. Imbalan juga
termasuk contingent consideration sepanjang imbalan tersebut besar kemungkinan akan terjadi
dan jumlahnya dapat diukur.
7. Biaya yang terkait dengan perolehan/akuisisi
Biaya yang terkait dengan perolehan akuisisi meliputi biaya makelar, (finders fee), advis,
hukum, akuntansi, penilaian, biaya profesional atau konsultansi lainnya, biaya administrasi umum
termasuk biaya pemeliharaan departemen akuisisi internal, dan biaya pendaftaran serta penerbitan
efek hutang dan efek ekuitas.
Semua biaya tersebut, kecuali biaya pendaftaran dan penerbitan efek hutang dan efek ekuitas,
dibebankan pada periode berjalan. Sesuai dengan PSAK 55, biaya pendaftaran serta penerbitan efek
hutang akan menambah diskon atas utang atau mengurangi premium (didebetkan ke discount atau

2
Lalang Palambang (11)

premium efek hutang), sedangkan biaya pendaftaran serta penerbitan efek ekuitas akan mengurangi
(didebetkan) ke agio saham (additional paid-in capital).
8. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi (entitas yang memperoleh pengendalian atas pihak
yang diakuisisi)
Untuk kombinasi bisnis yang dilakukan dengan cara membeli aset neto perusahaan, pihak
pengakusisi adalah pihak yang memberikan imbalan berupa kas, atau aset lain atau memberikan
imbalan dalam bentuk efek hutang atau efek ekuitas. Pengidentifikasian pihak pengakuisisi akan
dibahas lebih lanjut dalam pembahasan konsolidasi.
9. Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih,
dan kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi
Penerapan prinsip dan ketentuan pengakuan oleh pihak pengakuisisi, dapat menyebabkan
pengakuan atas suatu aset dan liabilitas yang sebelumnya tidak diakui oleh pihak yang diakuisisi
dalam laporan keuangannya. Contohnya: merk, paten, hubungan pelanggan mungkin tidak tercatat
dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Akan tetapi ketika perusahaan tersebut diakuisisi, maka
aset tersebut akan dilaporkan dalam laporan keuangan.
Pengukuran aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambilalih menggunakan nilai wajar yang
mengacu pada SAK yang mengatur maisng-masing aset dan liabilitas tersebut. Sedangkan
pengukuran kepentingan nonpengendali didasarkan pada nilai wajar atau berdasarkan proporsi aset
neto teridentifikasi.
10. Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari pembeilan dengan diskon
Dalam suatu kombinasi bisnis, ada kalanya imbalan yang diberikan lebih besar daripada nilai
wajar aset neto (aset dikurangi liabilitas) yang diperoleh. Selisih tersebut diberikan karena
pengakuisisi menilai bahwa perusahaan yang diakuisisi mempunyai berbagai kelebihan (aset) yang
tidak bisa diidentifikasi. Aset demikian disebut goodwill.
Sebaliknya bila imbalan yang diberikan lebih kecil daripada nilai wajar aset neto (aset
dikurangi liabilitas) yang diperoleh, maka akan terdapat goodwill negatif. Goodwill negatif akan
dicatat oleh pengakuisisi sebagai keuntungan pada tahun berjalan.

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI


1. Pelaksanaan Penggabungan Usaha Melalui Akuisisi Saham
Konsep akuntansi penggabungan usaha, yang diuraikan pasa FASB No. 141, meliputi
penggabungan di mana satu atau lebih perusahaan menjadi perusahaan anak dari suatu perusahaan
induk. Suatu perusahaan akan menjadi perusahaan anak apabila perusahaan lain mengakuisisi
kepemilikan pengendalian atas saham berhak suaranya yang beredar. Biasanya, kepemilikan

3
Lalang Palambang (11)

pengendalian atas perusahaan lain diperoleh secara langsung dengan mengakuisisi mayoritas (lebih
dari 50%) saham berhak suara.
2. Entitas Pelaporan
Apabila investasi dalam saham berhak suara menimbulkan hubungan induk-anak, entitas
yang membeli (perusahaan induk) dan entitas yang diakuisisi (perusahaan anak) tetap berfungsi
sebagai entitas yang terpisah dan mempertahankan catatan akuntansinya berdasarkan hukum yang
terpisah. Laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan anak yang terpisah dikonversi menjadi
laporan keuangan konsolidasi yang merefleksikan posisi keuangan serta hasil operasi entitas
gabungan itu. Entitas pelaporan yang baru ini bertanggungjawab atas pelaporan kepada pemegang
saham dan kreditor perusahaan induk serta pihak lain yang berkepentingan.
3. Hubungan Perusahaan Induk-Anak
Diasumsikan bahwa suatu perusahaan yang memiliki lebih dari 50% saham berhak suara
perusahaan lain dapat mengendalikan perusahaan tersebut melalui kepemilikan sahamnya, da nada
hubungan perusahaan induk-anak di antara kedua perusahaan itu sehingga kedua perusahaan itu
saling berafiliasi.
4. Kebijakan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi menyediakan sejumlah informasi yang tidak terdapat dalam laporan
keuangan terpisah milik perusahaan induk, dan laporan itu biasanya diwajibkan untuk menyajikan
secara wajar posisi keuangan serta hasil operasi bagi kelompok perusahaan yang berafiliasi.
Berdasarkan ketentuan FASB Statement No. 94 (PSAK No. 4), Konsolidasi Perusahaan Anak yang
Dimiliki Mayoritas, perusahaan anak tidak dikonsolidasikan jika:
1. Pengendalian mungkin bersifat sementara, atau
2. Pengendalian tidak berkaitan dengan pemilik mayoritas
5. Perusahaan Induk dan Perusahaan Anak dengan Periode Fiskal yang Berbeda
Apabila periode fiscal perusahaan induk dan perusahaan anak berbeda, laporan konsolidasi
disusun berdasarkan akhir periode fiscal perusahaan induk. Apabila perbedaan periode fiscal tidak
lebih dari 3 bulan, laporan perusahaan anak dengan tahun fiscal yang berbeda tersebut dapat
digunakan untuk tujuan konsolidasi, dengan pengungkapan pengaruh peristiwa yang berselang
yang dapat mempengaruhi secara material posisi keuangan atau hasil operasi. Jika tidak, laporan
perusahaan anak harus disesuaikan sedekat mungkin dengan periode fiscal perusahaan induk.
6. Hak Minoritas/Kepemilikan Nonpengendalian
Semua aktiva dan kewajiban perusahaan anak dimasukkan dalam neraca konsolidasi dan
pengurangan yang terpisah dilakukan untuk bagian hak minoritas atas aktiva bersih perusahaan anak
berdasarkan nilai bukunya.

4
Lalang Palambang (11)

FASB, sebagai bagian dari proyek konsolidasi, membuat keputusan tentatif berikut dalam
diskusinya mengenai penyajian hak minoritas (noncontrolling interest):
Hak minoritas dalam perusahaan anak harus ditampilkan dan diberi judul pada neraca
konsolidasi sebagai komponen ekuitas yang terpisah.
Laba yang menjadi bagian hak minoritas bukan merupakan beban atau kerugian, melainkan
pengurang laba bersih konsolidasi untuk menentukan laba yang menjadi bagian kepemilikan
pengendali (controlling interest).
Kedua komponen laba bersih konsolidasi (laba bersih yang menjadi bagian hak minoritas atau
kepemilikan nonpengendalian dan laba bersih yang menjadi bagian kepemilikan dengan
pengendali) harus diungkapkan pada laporan laba rugi konsolidasi.
7. Neraca Konsolidasi Setelah Akuisisi
Jika neraca konsolidasi dibuat antara waktu pengumuman dan waktu pembayaran dividen
oleh perusahaan anak, pembukuan perusahaan induk akan menunjukkan akun piutang dividen yang
merupakan resiprokal dari akun utang dividen pada pembukuan perusahaan anak. Karena saldo
semacam itu bukan merupakan jumlah piutang atau utang dari/kepada pihak-pihak di luar kelompok
afiliasi, saldo tersebut bersifat resiprokal yang akan dieliminasi dalam membuat laporan konsolidasi.
Perbedaan antara laporan laba rugi konsolidasi dan tidak dikonsolidasi milik perusahaan
induk terletak pada penyajiannya yang terinci dan bukan pada jumlah laba bersihnya.
8. Alokasi Kelebihan Ke Aktiva Bersih Yang Dapat Diidentifikasi Dan Goodwill
Kelebihan biaya investasi atas nilai buku yang diperoleh pada ilustrasi Penn-Skelly
dibebankan ke goodwill. Asumsi yang mendasarinya adalah bahwa nilai buku serta nilai wajar aktiva
dan kewajiban yang dapat diidentifikasi berjumlah sama. Jika ada bukti yang mengindikasikan
bahwa nilai wajar melebihi nilai buku atau nilai buku melebihi nilai wajar, kelebihan tersebut harus
dialokasikan.
9. Akuntansi Push-Down
Akuntansi push down adalah proses pencatatan dampak alokasi harga beli secara langsung
terhadap pembukuan perusahaan anak. Akuntansi push down mempengaruhi pembukuan perusahaan
anak dan laporan keuangan terpisah perusahaan anak.