Anda di halaman 1dari 5

Lalang Palambang (11)

I. EKUITAS PEMEGANG SAHAM

Bentuk Perseroan
Perseroan merupakan bentuk organisasi bisnis yang paling dominan. Keunggulan
utamanya yaitu kemudahannya dalam menarik dan mengakumulasi sejumlah modal yang besar.
Bagi yang akan mendirikan perusahaan harus menyerahkan anggaran dasar perusahaan, izin
diterbitkan, dan perusahaan diakui menjadi entitas hukum yang tunduk pada hukum negara bagian.
Modal Saham atau Sistem Saham
Ekuitas pemegang saham dalam satu perusahaan umumnya terdiri dari sejumlah besar unit
atau lembar saham. Setiap kepentingan pemilik perusahaan diwakili oleh jumlah lembar saham
yang dimiliki. Hak istimewa melindungi seorang pemegang saham dari kehilangan kepentingan
kepemilikan di luar kemauannya. Keunggulan utama dari sistem saham adalah kemudahannya
dalam pemindahan kepentingan dalam perusahaan dari seorang ke pihak lainnya.
Berbagai Kepentingan Kepemilikan
Saham biasa adalah hak residu perseroan yang menanggung resiko besar bila terjadi
kerugian dan menerima manfaat bila terjadi keuntungan dan saham ini tidak dijamin akan
menerima deviden atau pembagian aktiva bila perusahaan di likuidasi. Saham preferen yaitu saham
khusus antara perusahaan dan pemegang saham, beberapa hak mungkin dikorbankan oleh
pemegang saham sebagai pengganti hak atau keistimwaan khusus lainnya.
Modal Perseroan
Tiga kategori berikut ini biasanya muncul sebagai bagian dari ekuitas pemegang saham:
modal saham, tambahan modal disetor, laba ditahan. Modal saham dan tambahan modal disetor
merupakan modal kontribusi saham, yaitu total jumlah yang disetorkan ke modal saham. Laba
yang ditahan merupakan modal yang dikembangkan jika bisnis berjalan dengan menguntungkan.
Saham dengan Nilai Pari
Nilai pari yang rendah membantu perusahaan menghindari kontijen yang berkaitan dengan
saham yang dijual dibawah nilai pari. Kelompok saham: 1. Saham preferen atau saham biasa, 2.
Modal disetor yang melebihi nilai pari atau tambahan modal disetor
Saham Tanpa Nilai Pari
Alasan menerbitkan saham tanpa nilai pari yaitu menghindari kewajiban kontinjen yang
mungkin terjadi bila saham tanpa nilai pari diterbitkan pada disagio. Masih ada kerancauan antara
nilai pari dan nilai wajar. Kelamahannya yaitu beberapa negara bagian mengenakan pajak yang
Lalang Palambang (11)

tinggi atas penerbitan ini, dan totalnya akan dimasukkan sebagai modal dasar, yang akan
mengurangi fleksibilitas dalam membayar deviden.
Saham yang Diterbitkan dalam Transaksi Nonkas
Aturan umum: saham yang diterbitkan untuk jasa atau properti selain kas harus dicatat,
baik pada nilai pasar wajar saham yang diterbitkan maupun pada nilai wajar pertimbangan nonkas
yang diterima, tergantung mana yang dapat ditentukan secara lebih jelas.
Reakuisisi Saham
Pembelian kembali saham-sahamnya perusahaan. Alasannya:
1. Untuk memenuhi distribusi pajak yang efisien dari kelebihan kas pada pemegang saham.
2. Untuk meningkatkan laba per saham dan pengembalian atas ekuitas (ROE).
3. Untuk memenuhi kompensasi saham karyawan atau kebutuhan merger yang potensial.
4. Untuk menghindari upaya pengambilalihan atau mengurangi jumlah pemegang saham
5. Membentuk pasar bagi saham.
Saham treasuri adalah saham milik perusahaan yang telah dibeli kembali setelah
diterbitkan dan dibayar penuh. Saham treasuri bukan merupakan aktiva, pada dasarnya sama
dengan modal saham yang belum diterbitkan.
Penarikan Saham Treasuri
Keputusan ini menghasilkan pembatalan saham treasuri dan pengurangan jumlah saham
yang diterbitkan. Penarikan saham treasuri mempunyai status sebagai saham yang belum
diotorisasi dan belum diterbitkan. Pengaruh akuntansinya sama dengan penjualan saham treasuri
kecuali bahwa debet dilakukan ke akun modal disetor yang dapat diaplikasikan ke penarikan
saham, bukan kas.
Saham Preferen
Saham preferen adalah saham dengan kelas khusus yang memiliki beberapa preferensi atau
kelebihan atau fitur yang tidak dimiliki saham biasa. Karakteristiknya: preferensi atas deviden,
preferensi atas aktiva pada saat likuidasi, dapat dikonversi menjadi saham biasa, dapat ditebus
dengan opsi perseroan, dan tidak mempunyai hak suara. Saham preferen biasanya diterbitkan
dengan suatu nilai pari, dan preferensi deviden dinyatakan sebagai suatu presentase dari nilai pari.
Kebijakan Dividen
Sangat sedikit perusahaan yang membayar dividen dalam jumlah yang sama dengan laba
ditahan yang tersedia secara legal. Alasan utamanya adalah sebagai berikut:
Lalang Palambang (11)

1. Persetujuan dengan kreditor tertentu untuk menahan semua atau sebagian laba dalam
bentuk aktiva guna membentuk proteksi tambahan terhadap kemungkinan kerugian.
2. Beberapa hokum perseroan Negara bagian mensyaratkan bahwa laba yang ekuivalen
dengan biaya saham treasuri yang dibeli dilarang untuk diumumkan sebagai dividen.
3. Untuk membiayai pertumbuhan dan ekspansi.
4. Keinginan untuk memperlancar pembayaran dividen dari tahun ke tahun dengan
mengakumulasi laba dalam tahun-tahun yang menghasilkan laba dan menggunakan
akumulasi laba itu sebagai dasar untuk membayar dividen dalam tahun-tahun yang buruk.
5. Pelindung terhadap kemungkinan kerugian atau kesalahan dalam kalkulasi laba.
Perbedaan Pemecahan Saham dan Dividen Saham
Dari sudut pandang legalitas, pemecahan saham berbeda dengan dividen saham, karena
pemecahan saham menghasilkan kenaikan jumlah saham yang beredar dan penurunan nilai pari
atau nilai ditetapkan per saham. Sementara dividen saham, meskipun menghasilkan kenaikan
jumlah saham yang beredar, namun tidak mengurangi nilai pari; jadi dividen itu menambah total
nilai pari saham yang beredar. Ketika tambahan saham diterbitkan dengan tujuan mengurangi
harga pasar per unit, maka pembagian itu lebih merupakan pemecahan saham daripada dividen
saham.
Pengungkapan Pembatasan atas Laba Ditahan
Dalam banyak perusahaan terdapat pembatasan atas laba ditahan atau dividen, tetapi tidak
ada ayat jurnal formal yang dibuat. Pembatasan seperti itu paling baik diungkapkan dengan
catatan. Pengungkapan harus menjelaskan sumber pembatasan, ketentuan yang berkaitan, dan
jumlah laba ditahan yang terkena pembatasan, atau jumlah laba yang tidak terkena pembatasan.

II. SEKURITAS DILUTIF

Sekuritas dilutif merupakan sekuritas yang dapat diubah menjadi saham biasa dan
perubahan tersebut berakibat pada pengurangan (dilution) laba per lembar saham. Contoh sekuritas
dilutif adalah convertible bonds, convertible preferred stock, stock warrants.
Akuntansi Untuk Obligasi Konversi
1. Convertible bonds adalah obligasi yang dapat dikonversi sekuritas lain selama periode
waktu tertentu setelah dikeluarkan.
2. Pemegang obligasi dapat menukar obligasi dengan saham.
Lalang Palambang (11)

3. Biasanya dipilih oleh investor yang ingin memperoleh pendapatan bunga plus pilihan untuk
ditukar dengan saham apabila nilai saham mengalami kenaikan secara signifikan.
4. Tujuan perusahaan mengeluarkan obligasi konversi: (a) memperoleh dana tanpa
memberikan hak kepemilikan, dan (b) memperoleh dana murah.
Convertible Liabilitas
Obligasi dapat diubah menjadi saham perusahaan tersebut. Obligasi ini disebut Obligasi
Konversi. Obligasi konvertibel menggabungkan manfaat dari sebuah obligasi dengan hak
istemewa untuk menukarnya dengan saham pada opsi pemegang saham.
Obligasi Konversi
Dua Alasan utama perusahaan mengeluarkan obligasi konversi:
1. Meraih dana dari pengeluaran modal tanpa kehilangan pengendalian yang berarti
pemilik sebelumnya
2. Memperoleh pendanaan dengan bunga yang lebih murah .
Akuntansi untuk Obligasi Konversi :
1. Obligasi konversi merupakan instrumen campuran
2. Perusahaan menggunakan metode with-and-without untuk menilai instrumen
campuran.
Saham Preferen Konversi
Saham Preferen Konversi adanya opsi pemilik saham preferen untuk mengkonversi
menjadi saham baisa. Bila saham preferen dikonversi atau dilunasi, tidak dicatat adanya laba rugi
konversi atau pelunasan. Saham Preferen Konversi dilaporkan sebagai bagian dari ekuitas.
Waran
Waran adalah sertifikat yang memberikan hak kepada pemilik untuk membeli saham
dengan harga tertentu dalah waktu tertentu. Biasanya dalam tiga situasi berikut ini:
1. Untuk membuat sekuritas lebih menarik.
2. Pemilik saham sebelumnya memiliki preemptive right (hak didahulukan) untuk
membeli saham.
3. Untuk kompensasi manajemen dan karyawan.
Waran Dikeluarkan Bersamaan Dengan Sekuritas Lain
Waran yang dikeluarkan bersama sekuritas lain biasanya opsi jangka panjang untuk
membeli saham biasa dengan harga yang telah ditentukan.
Lalang Palambang (11)

Biasanya umur waran 5 tahun, kadang-kadang 10 tahun.


Perusahaan menggunakan metode with-and-without untuk mengalokasikan
penerimaan dari dua komponen.
Perhitungan Laba per Saham
Perusahaan biasanya melaporkan jumlah per saham yang berpengaruh terhadap item-item
lainnya, seperti keuntungan atau kerugian atas pos-pos luar biasa. Data laba per saham seringkali
dilaporkan dalam penerbitan keuangan dan telah digunakan secara luas oleh pemegang saham dan
investor potensial dalam mengevaluasi profitabilitas perusahaan. Laba per saham menunjukkan
laba yang dihasilkan oleh setiap lembar saham biasa. Karena pentingnya informasi tentang laba
per saham, sebagian besar perusahaan diwajibkan melaporkan dalam laporan laba-rugi.
Laba per SahamStruktur Modal Sederhana
Struktur modal perusahaan bersifat sederhana jika hanya terdiri dari saham biasa atau tidak
mencakup saham biasa potensial yang pada saat konversi atau penggunaan dapat mendilusi laba
per saham biasa. Struktur modal bersifat kompleks jika mencakup sekuritas yang dapat
mempunyai pengaruh dilutif terhadap laba per saham biasa. Perhitungan laba per saham untuk
struktur modal sederhana melibatkan dua pos (selain laba bersih), yaitu:
1. Dividen Saham Preferen
Jika suatu perusahaan memiliki baik saham biasa maupun saham preferen yang
beredar, maka dividen saham preferen tahun berjalan dikurangi dari laba bersih untuk
memperoleh laba yang tersedia untuk pemegang saham biasa. Dalam melaporkan
informasi tentang laba per saham, perusahaan harus menghitung laba yang tersedia bagi
pemegang saham biasa. Untuk melakukannya, dividen saham preferen harus dikurangi dari
setiap komponen laba antara (laba dari operasi berlanjut dan laba sebelum pos-pos luar
biasa) dan akhirnya dari laba bersih.
2. Jumlah Rata-Rata Tertimbang Saham yang Beredar
Dalam semua perhitungan laba per saham, jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar selama periode bersangkutan merupakan dasar untuk melaporkan jumlah per
saham. Saham yang diterbitkan atau dibeli selama periode itu akan mempengaruhi jumlah
saham yang beredar dan harus ditimbang menurut bagian dari periode peredarannya. Dasar
pemikiran untuk pendekatan ini adalah mencari jumlah ekuivalen dari keseluruhan saham
yang beredar selama tahun berjalan.