Anda di halaman 1dari 1

PENGARUH SUHU DAN LAMA PENAHAN SUHU (HOLDING TIME TEMPERATURE) PADA

PROSES HARDENING DENGAN MEDIA PENDINGIN NaCl TERHADAP KEKERASAN DAN


MIKRO STRUKTUR
PISAU DIGESTER PRODUKSI PT. MOHUSINDO
ACH. KUSAIRI S1)., MARUF1), AQLI MURSADIN1), LAILAN NIMAH2)
Staf Pengajar Prodi. Teknik Mesin 1)
Staf Pengajar Prodi Teknik Kimia 2)
Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat
kusairisam@gmail.com1)

ABSTRAK
Indonesia merupakan negara kedua terbesar penghasil minyak kelapa sawit setelah
Malaysia dengan kapasitas 17,3 ton. Kapasitas ini terus menerus akan meningkat dengan
bertambahnya areal penanaman kelapa sawit yang pada tahun 2007 telah mencapai 6,6 juta
hektar. Kalimantan Selatan sendiri memiliki potensi pengembangan lahan perkebunan kelapa
sawit sampai dengan 580 ribu hektar dan yang telah dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa
sawit pada tahun 2012 seluas 296 ribu hektar dan diperkirakan terus meningkat pada tahun-
tahun berikutnya
Salah satu komponen permesinan yang penting dalam proses pengelolaan kelapa sawit
adalah pisau digester. Fungsi pisau digester ini adalah memotong buah kelapa sawit dari
tandannya sebelum biji kelapa sawit dipress.
Pisau digester terbuat dari bahan baja paduan melalui proses penuangan cor, dimana
kwalitas dari pisau digester sangat berpengaruh terhadap volume produksi pengolahan kelapa
sawit, untuk memenuhi kebutuhan Pisau Digester dengan kwalitas baik ini, diperlukan upaya
pengembangan teknologi untuk menghasilkan logam dengan kualitas yang lebih baik, terutama
baja yang merupakan bahan dasar pisau Disgester.Tingginya permintaan konsumen akan pisau
Digester yang berkualitas tinggi mendorong pabrik harus memproduksi pisau Digester yang
sesuai dengan permintaan konsumen, kekerasan baja merupakan kualitas yang mutlak yang
tidak bisa diabaikan dimanan yang mempengaruhi kekerasan suatu ,aterial adalah struktur
mikronya.
Kekerasan dapat didefinisikan sebagai ketahanan terhadap penetrasi atau kemampuan
bahan untuk tahan terhadap penggoresan indentasi dan penetrasi. Nilai kekerasan berkaitan
dengan kekuatan tarik atau luluh logam karena selama penjejakan, logam mengalami deformasi
plastis sehingga terjadi regangan dengan penerasi tertentu
Perlakuan panas adalah proses untuk memperbaiki sifat-sifat dari logam dengan jalan
memanaskan benda kerja sampai temperatur tertentu, lalu dibiarkan beberapa waktu pada
temperatur tersebut, kemudian didinginkan ke temperatur yang lebih rendah dengan kecepatan
yang sesuai. Perlakuan panas yang dilaksanakan pada coran untuk meningkatkan kwalitas
kekerasannya adalah proses hardening yaitu memanaskan logam atau paduan itu sampai suatu
temperatur tertentu, lalu menahan beberapa saat pada temperatur tersebut, kemudian
mendinginkanya dengan laju pendinginan cepat dengan media pendinginan tertentu. Dalam
Penelitian ini menggunakan media pendingin NaCl.
Perlakuan hardening pada pisau digester dengan variasi suhu dan holding time didapat
dinilai kekerasan yang terbaik pada suhu 9500 C dan holding time 60 menit dengan nilai
kekerasan 116 HRB Struktur martensite terbentuk secara sempurna dengan persentasi sebesar
58%, dimana martensite menyebar disemua bagian sedangkan untuk pearlit dan ferrite masing-
masing sebesar 21%, tersebar merata disemua bagian, terjadi pada perlakuan hardening pada
pisau digester dengan suhu 950 dan holding time 60 menit, nilai rata-rata kekerasannya yakni
116 HRB.

Kata Kunci : Pisau digester, hardening ,holding time, martensite, pearlit dan ferrite