Anda di halaman 1dari 15

Pengoperasian Minex Program

Sebelum menghitung analisa secara total, terlebih dahulu masukkan data berikut
pada program sheet Summary kemudian isi pada bagian yang ada background
putih seperti dibawah ini :

SUMMARY PROJECT

Current Rate US $ to Rp 10.000

Shift / day 2 Shift


Haurly/shift 11 Hours
Not working/shift 0.5 Hours
Working days/month 25 days

Setelah kita lakukan pengisian data diatas, selanjutnya pada sheet yang sama
lakukan pemilihan jenis pekerjaan OB atau Coal dengan menggunakan scroll bar
yang ada

7,000,000 M3/year
2

Production target OB

Atau

Production target Coal 7,000,000 ton/year

Guna untuk mendapatkan material yang lebih spesifik jenisnya, maka lakukan
pemilihan melalui combo box

141

Material Sand & Clay

Jika ingin mengetahui tentang spesifikasi dari material tersebut, maka bisa lihat
pada sheet Material
Setelah kita lakukan langkah-langkah tersebut diatas, selanjutnya kita masukkan
data kondisi dari jalan yang dilalui oleh truck dengan cara kita isi table dibawah
ini pada sheet Road

Keterangan :

Segment Name merupakan titik-titik jarak yang kita tentukan sebagai


acuan pengukuran

Distance adalah jarak per segment yang ditentukan dengan jarak

Grade adalah kelandaian dari jalan yang dilalui per segment, dapat
dilakukan dengan memasukkan angka desimal untuk mengasumsikan
Sudut jalan dan akan dikonverasikan dalam datuan derajat.
Jika cursor didekatkan pada sel dibawah grade, maka akan tertulis
Grade avaibility
The grade resistance is the retarding force of gravity; angle formed with the
horizontal
Catatan :
Apabila jalan menanjak (+) sedangkan jika jalan turun tambahkan (-)
didepan angka sudut yang dibentuk oleh jalan

Rolling resistance merukan hambatan yang dibentuk oleh kondisi jalan,


maka masukkan angka pada kolom warna putih sesuai dengan klasifikasi
jalan yang ada. Jika cursor didekatkan pada sel dibawah rolling, maka
akan tertulis

Road Condition (Rolling Resistance) :


1 = Well-maintained road , surface is flat and firm, properly wetted and does not sink under weight of vehicle
2 = Same road conditions as above, but surface sinks slightly under weight of vehicle
3 = Poorly maintained, not wetted sinks under weight of vehicle
4 = Badly maintained road base not compacted or stabilized forms ruts easily
5 = Loose sand or gravel road
6 = Not maintained at all, soft, muddy, deeply rutted

Factor adalah kondisi alat dari netral speed kemudian jalan atau pada
kondisi sudah berjalan kemudian berubah kecepatan.
Jika cursor didekatkan pada sel dibawah Factor, maka

Hauling condition :
1 = Standing Stat
2 = Running into eatch section

Untuk melihat grafik jalan yang dilalui oleh truck dapat dilihat pada sheet Chart
Kondisi Operasi Excavator
Factor-factor yang berpengaruh dalam operasi / produksi dari excavator seperti
pada sheet Project dengan mengasumsikan beberapa factor sebagai berikut :

Conversion Factor merupakan faktor total setelah dikombinasikan


dengan beberapa faktor yang lainnya.

Optimum Cutting Depth merupakan rata-rata yang dilakukan, karena hal


ini tidak bisa kita lakukan dengan menentukan angka tertentu karena
kombinasi dengan gerakan swing dan sudut loadingnya.

Swing Angle adalah Sudut yang diperlukan excavator untuk melakukan


digging sampai dengan loading ketruck..
Guna untuk mengklasifikasikan Sudut yang dibentuk dikategorikan dalam
4 keadaan, seperti table dibawah ini :
Untuk melakukan pilihan tersebut cukup menekan pada combo box

Conversion factor for swing and cutting depth


Optimum Cutting depth (%)
Swing Angle
No Less Over
(deg) Less than 40%
than 75% 75%
1 Less than 45 0.80 0.95 1.10
2 To 90 0.85 1.00 1.15
3 To 135 0.95 1.10 1.25
4 Over 135 1.05 1.20 1.40

Machine Availability merupakan performance rata-rata yang ditunjukkan


oleh alat tersebut dan bisa juga diasumsikan dari kesediaan distributor
untuk menjamin alatnya bila dipakai.

Cara melakukan pilihan tersebut cukup menekan pada combo box

Factor Machine Availability


Factor Availability
N0 Availability Percent
min max Average
1 Excellent Over 90% 0.88 0.92 0.90
2 Good 85 to 90% 0.85 0.90 0.88
3 Average 80 to 85% 0.80 0.85 0.83
Bucket Excavating Factor merupakan perubahan volume kapasitas
bucket excavator yang dikarenakan jenis material dan kwalitas dari
blasting atau ripping.
Untuk melakukan pilihan tersebut cukup menekan pada combo box

Bucket Excavating Efficiency


Coefficient
No Category Excavating Condition
min max average
Excavating of materials
which require small
digging power and can
1 Easy Excavating 1.00 1.10 1.05
be heaped in the bucket.
Loam with a proper
moisture content etc.
Excavating of materials
which require
penetration or scooping
Average power and can be
2 0.90 1.10 1.00
Excavating roughly heaped in the
bucket when compared
to the above conditions.
Fanely blasted rock etc.
Excavating of poorly
Relatively blasted rock. Those
3 Difficult materials which need 0.80 0.90 0.85
Excavating more time to fill the
bucket
Excavating of bulky,
irregular shaped or
rugged rocks with
Difficult spaces between them in
4 0.70 0.80 0.75
Excavating aggregate, boulders,
sandy soil, etc.; witch
make it difficult to fill the
bucket

Operating Condition adalah factor yang berhubungan skill dari operator,


sehingga untuk mengkategorikan klas operator dapat dilihat dari table
dibawah ini.
Untuk melakukan pilihan tersebut cukup menekan pada combo box

Factor Operating
No Operating Condition Operating Coefficient
1 Good Conditions 0.90
2 Average Conditions 0.83
3 Poor Conditions 0.75
Kondisi Operasi Dump Truck
Dump truck yang beroperasi atau jumlah dalam fleet untuk mencapai target
produksi, dipengaruhi oleh faktor-foktor yang dalam operasi truck.
Untuk hal tersebut maka perlu diperhatikan faktor-faktor tersebut adalah :

Dumping Time adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan unloading


material. Lama waktu yang diperlukan adalah sangat dipengaruhi oleh
kondisi (basah / kering, dsb) dari material . Faktor tersebut dapat dilihat
pada table berikut.

Dumping Time
No Time (minute) Remark
1 0.50 0.70 0.60 Favorable
2 1.00 1.30 1.15 Average
3 1.50 2.00 1.75 Unfavorable

Untuk melakukan pilihan tersebut cukup menekan pada combo box

Sport and Delay Time merupakan yang diperlukan untuk menunggu


serta memposisikan dump truck pada posisi excavator loading
Spot & Delay Time
No Time (minute) Remark
1 1.00 2.00 1.50 Favorable
2 2.00 2.50 2.25 Average
3 2.50 3.50 3.00 Unfavorable

Untuk melakukan pilihan tersebut cukup menekan pada combo box

Efficiency Dump Truck adalah

Efficiency Dump Truck


No Time (minute) Remark
1 0.83 Good
2 0.80 Average
3 0.75 Rather Poor
4 0.70 Poor
Pemilihan Truck dan Excavator
Dalam usaha mengefisienkan dalam pemilihan alat baik excavator maupun
dump truck pasti tidak lepas dari target produksi pertahun.
Pemilihan akan mencapai optimal bila target produksi dapat dicapai atau adanya
penyimpangan melebihi dari target 5% - 10%.
Pencapaian target produksi yang dihasilkan dari target yang direncanakan dapat
dilihat pada sheet Summary .

Different of production 101.64%

Pemilihan truck yang digunakan dengan melakukan pilihan pada combo box
yang ada, seperti dibawah ini:

13

Truck model Euclid EH1700

Sedangkan untuk pemilihan excavator yang digunakan dengan melakukan


pilihan pada combo box yang ada, seperti dibawah ini:

17

Loader Model Hitachi EX2500BE

Guna untuk mengetahui jumlah passes dari excavator dengan dump truck yang
dipilih, dapat dilihat pada :

Loader Passes 5 passes

Sedangkan bila mengetahui dalam bentuk grafik dapat dilihat pada sheet Pass
Chart , seperti pada Gambar dibawah ini:
1 1 Actual Loading Pass
1 2
1 3
1 4
1 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5
0 5

Actual

Total Passed = 5 Projectsummary

Dengan berdasarkan pemilihan excavator dan dump truck tersebut, maka untuk
mencapai target yang direncanakan direkomendasikan jumlah alat yang
diperlukan sebagai berikut :

Recommend investment Truck 6


Recommend investment Loader 1
Biaya Produksi
Biaya produksi dari material yang dipindahkan merupakan evaluasi berikutnya
setelah dilakukan pemilihan alat dan jumlah yang diperlukannya.
Guna mengetahui hal tersebut perlu dilakukan estimasi biaya pemilikan dan
operasi dari setiap alat perjam.

Biaya pemilikan :

Biaya pemilikan pada dasarnya excavator maupun dump truck adalah sama,
namun sedikit beda hanya pada tyre yang digunakan.

Kondisi operasi dari alat dikategorikan dalam 3 kondisi, hal ini dapat
dilakukan dengan memilih pada combo box

Harga alat dapat diisi melalui sheet Table pada kolom machine Price

PRICE
MACHINE MODEL Machine
Price ($)
CXZ71 Isuzu 60,000

Value Added Tax (VAT) dalam satuan % dan dapat dilakukan pengaturan
melalui scroll bar

Tire Price digunakan untuk menghitung dump truck saja dan harga
tersebut dapat dimasukkan pada kolom warna putih. Harga tire tersebut
merupakan harga satuan
Estimate Residual Value adalah estimasi harga jual kembali bila sidah
dipakai dalam jangka waktu tertentu. Hal ini bisa dilakukan
memperkirakan dalam satuan (%) dengan menggunakan scroll bar

Interest Cost merupakan rata-rata bunga bank yang berlaku pada tiap
tahun, sebagai asumsi nilai investasi dengan bunga berlaku pada bank,
hal ini dapat dilakukan dengan mengatur scroll bar

Asuransi dari nilai yang di investasikan pada alat tersebut dengan


perhitungan setiap tahun yang berlaku, hal ini dapat dilakukan dengan
mengatur scroll bar

Biaya Operasi :
Sebelum kita melakukan menghitung biaya dari operasi alat perjam, terlebih dulu
kita isikan daftar harga dari consumable goods yang digunakan pada sheet
Congoods seperti dibawah ini :

Merupakan harga yang timbul bila digunakan operasi dalam setiap jam
1 Fuel Consumption
2 Engine Oil
3 Hydraulic Oil
4 Travel Reduction Gear
5 Swing Reduction Gear
6 Pump Transmission
7 Converter/ Trans-mission
8 Steering / Bevel Gear
9 Final Drive
10 Front, Rear Differential
11 Track roller and Idler
12 Grease
13 Attachment oil
14 Filter & Miscellaneous Item
15 Total for Fuel, Lubricants, Grease, and Filter
16 Repair &Maintenance Factor
17 Repair &Maintenance Cost
18 Tyre life
19 Tyre cost

Biaya lain yang muncul, namun bisa dilakukan pengaturan adalah sebagai
berikut :

1. Tyre labour Cost , dilakukan pengaturan dengan menggunakan scroll bar

2. Special Cost digunakan pada attachment tertentu, dan dapat diisikan


pada sel yang kosong warna putih

3. Operator wage merupakan total upah operator beserta pembantu operator


(jika menggunakannya) , dan dapat diisikan pada sel yang kosong warna
putih
Dengan telah diketahuinya biaya pemilikan & operasi (OOC) dari alat, maka
dengan jumlah alat yang digunakan dapat diketahui biaya dalam satu fleet atau
total alat yang beroperasi seperti pada sheet Summary
Dengan menggunakan asumsi dasar tersebut, maka dapat diketahui, biaya
produksi persatuanya ($/m3 ; $/ton) .

Supporting Equipment
Supporting Equipment merupakan alat-alat yang diperlukan sebagai pendukung
dari kerja alat utama seperti pada pekerjaan:

1. Compacting
2. Grading
3. Loading at stock pile
4. Speading
5. Lube truck
6. Fuel Truck
7. Truck crane
8. Water truck
9. Operational Vehicle
10. Service Vehicle

Hal ini dapat kita lakukan dengan mengisi pada sheet Proj-Supp. Pada sheet ini
setiap jenis pekerjaan telah disediakan pilihan dari jenis alat dengan memilih
pada combo box. Sedangkan jumlah alat yang digunakan dapat diisi melalui
kolom QTY dan harga dari setiap alatnya dapat diisikan melalui kolom Unit Price.

Guna mendapatkan biaya pemilikan & Operasi yang benar, maka lakukan
pengisian pada setiap sheet OOC seperti penghitungan biaya produksi diatas.

Jika dilakukan penghitungan pada supporting equipment dengan baik, maka


akan kita peroleh biaya total supporting equipment perjam.

Anda mungkin juga menyukai