Anda di halaman 1dari 4

ilmu tajwid(hukum bacaan)

Wakaf:
Dari sudut bahasa berarti berhenti/menahan.
Menurut istilah tajwid, memutuskan suara di akhir kata untuk bernafas sejenak dengan niat
meneruskan kembali bacaan

jenis wakaf :

lazim
jaiz
muraqabah
mamnuu'
sakta lathifah

Qalqalah:
Qalqalah menurut bahasa, berarti getaran.
Menurut istilah tajwid, getaran suara terjadi ketika mengucapkan huruf yang sukun sehingga
menimbulkan semacam aspirasi suara yang kuat, baik sukun asli ataupun tidak.

Huruf qalqalah ada 5, yaitu yang tergabung dalam yaitu: huruf , , ,


dan

Syarat qalqalah: Hurufnya harus sukun, baik sukun asli atau yang terjadi karena berhenti pada
huruf qalqalah.

Iqlab, yaitu:
Menurut bahasa, berarti merubah sesuatu dari bentuknya.
Menurut istilah tajwid, meletakkan huruf tertentu pada posisi huruf lain dengan memperhatikan
ghunnah dan penuturan huruf yang disembunyikan (huruf mim).
Dinamakan iqlab karena terjadinya perubahan pengucapan nun sukun atau tanwin menjadi mim
yang tersembunyi dengan disertai dengung.
Huruf iqlab hanya 1, yaitu huruf ba.

Idgham, yaitu:
Menurut bahasa, berarti memasukkan sesuatu ke dalam sesuatu.
Menurut istilah tajwid, memasukkan huruf yang sukun ke dalam huruf yang berharakat, sehingga
menjadi satu huruf yang bertasydid.
Idgham terbagi 2, yaitu: Idgham Bighunnah (disertai dengung) dan Idgham Bila Ghunnah (tanpa
dengung).
Catatan: Idgham tidak terjadi kecuali dari 2 kata.

Idgham Bighunnah, yaitu:

Idgham bighunnah mempunyai 4 huruf, yaitu yang tergabung dalam kalimat: yaitu:

, , dan
Apabila salah satu hurufnya bertemu dengan nun sukun atau tanwin (dengan syarat di dalam 2
kata), maka harus dibaca idgham bighunnah, kecuali pada 2 tempat,

yaitu: dan yang harus dibaca Izhar


Muthlaq, berbeda dengan kaidah aslinya. Hal ini sesuai dengan bacaan yang diriwayatkan oleh
Imam Hafsh

Idgham Bila Ghunnah, yaitu:

Idgham bila ghunnah mempunyai 2 huruf, yaitu: dan


Apabila salah satu hurufnya bertemu dengan nun sukun atau tanwin (dengan syarat di dalam 2
kata), maka bacaannya harus idgham bila ghunah kecuali nun yang terdapat dalam

ayat , karena disini harus di baca saktah (diam sebentar tanpa bernafas) yang
menghalangi adanya bacaan idgham.

Izhar, yaitu:
Menurut bahasa, berarti memperjelas dan menerangkan.
Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung.

Izhar Muthlaq, yaitu:


Menurut bahasa, berarti memperjelas dan menerangkan.
Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung.
Dinamakan muthlaq karena tidak ada kaitannya dengan kerongkongan atau bibir.

Izhar muthlaq terjadi apabila nun sukun bertemu dengan atau dalam satu kata.
Izhar semacam ini dalam Al-Quran hanya terdapat pada 4 tempat, yaitu:

dan ,

Aturan bacaan kedua-duanya adalah izhar muthlaq, walaupun berada dalam 2 kata. Hal ini sesuai
dengan bacaan yang diriwayatkan oleh Iman Hafsh.
Izhar Halqi, yaitu:
Menurut bahasa, berarti memperjelas dan menerangkan.
Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung.
Dinamakan halqi karena makhraj huruf-hurufnya dari halq (kerongkongan). Hurufnya ada 6,

yaitu: dan , , , , .

Ikhfa, yaitu:
Menurut bahasa, berarti menyembunyikan.
Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf antara izhar dan idgham, tanpa tasydid dan disertai
dengan dengung.
Disebut juga ikhfa haqiqi (nyata) karena kenyataannya persentase nun sukun dan tanwin yang
disembunyikan lebih banyak dari huruf lainnya, yaitu semua huruf kecuali yang ada di atas,
berjumlah 15 huruf.

Izhar Syafawi, yaitu:


Menurut bahasa, berarti memperjelas dan menerangkan.
Menurut istilah tajwid, melafalkan huruf-huruf izhar dari makhrajnya tanpa disertai dengung.
Dinamalan syafawi karena mim sukun makhrajnya dari pertemuan dua bibir, sedangkan
penghubungannya kepada izhar karena ketetapan pengucapannya sama dengan pengucapan huruf
izhar.
Izhar syafawi mempunyai 26 huruf, yaitu semua huruf hijaiyah selain huruf mim dan ba.
Catatan: Jika terdapat huruf wau atau fa setelah mim sukun, huruf mim wajib dibaca izhar
syafawi sehingga terhindar dari keraguan membacanya dengan ikhfa. Sebaliknya huruf mim wajib
dibaca ikhfa ketika bertemu dengan huruf ba. Alasannya karena makhraj huruf mim dengan huruf
wau adalah sama dan antara huruf mim dan fa sangat berdekatan.

Ikhfa Syafawi, yaitu:


Menurut bahasa, berarti menyembunyikan.
Menurut istilah tajwid, disertai dengan dengung.
Dinamalan syafawi karena mim dan ba makhrajnya dari pertemuan dua bibir.
Ikhfa syafawi hanya mempunyai 1 huruf, yaitu huruf ba.

Ikhfa Syafawi, yaitu:


Menurut bahasa, berarti menyembunyikan.
Menurut istilah tajwid, disertai dengan dengung.
Dinamalan syafawi karena mim dan ba makhrajnya dari pertemuan dua bibir.
Ikhfa syafawi hanya mempunyai 1 huruf, yaitu huruf ba.

Lam Ta'rif.
Yang dimaksudkan dengan Alif Lam Ta'rif adalah Alif Lam yang masuk pada kata benda,
merupakan tambahan dari bentuk dasarnya, baik baik kata benda tersebut berdiri sendiri tanpa

alif dan lam, seperti kata ataupun tidak bisa berdiri sendiri seperti kata [

].
Penambahan alif dan lam pada adalah wajib karena kedua huruf ini tidak bisa
dipisahkan dari kata benda tersebut.
Bentuk seperti ini hukum bacaannya wajib idgham, jika terdapat setelahnya lam,

seperti dan wajib izhar jika terdapat setelahnya ya, seperti atau

hamzah seperti .

Lam Qamariyah.
Lam Qamariyah mempunyai 14 huruf, yaitu yang tergabung dalam kalimat:

.
Hukum lam qamariyah adalah izhar, sebab jarak antara makhrajnya dan makhraj huruf-huruf
qamariyah tersebut, berjauhan.

Lam Syamsiyah.
Lam Syamsiyah mempunyai 14 huruf, yaitu yang terdapat pada awal kata dari

kalimat: .
Hukum lam Syamsiyah adalah idgham, sebab makhraj kedua lam-nya sama, sedangkan jarak
antara makhraj lam syamsiyah dengan makhraj huruf-huruf syamsiyah lainnya, berdekatan

Mad
Mad, menurut bahasa, berarti tambahan.
Menurut istilah tajwid, memanjangkan suara sewaktu membaca huruf mad atau huruf layin jika
bertemu dengan hamzah atau sukun.
Huruf mad ada 3, yaitu: alif, wau dan ya.
Syarat mad: Huruf sebelum wau berbaris dhammah, sebelum ya berbaris kasrah dan sebelum alif
berbaris fathah.
Jika huruf yang sebelum ya atau wau sukun itu berbaris fathah, tidak disebut huruf mad, akan
tetapi disebut huruf layin.