Anda di halaman 1dari 2

RS.

ISLAM LUMAJANG KERACUNAN MASSAL


No No. Halam
Dokumen Revisi an
Ditetapkan oleh, Direktur RS. Islam Lumajang

Tangg
al
STANDA d r. R. Elyunar Dwi Nugroho, MMRS .
R
PROSEDUR
Keracunan massal adalah suatu kejadian yang dialami
oleh 10 orang atau lebih di suatu tempat, dimana
PENGERTIAN
dalam kejadian tersebut ada korban jiwa yang
mengalami cedera bahkan sampai meninggal dunia
TUJUAN Menyelamatkan korban dari keadaan yang gawat dan
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
3. Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996
tentang Tenaga
Kesehatan.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor.
340/Menkes/PER/III/2010 Tentang Klasifikasi
KEBIJAKAN Rumah Sakit.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010
Tentang Izin Dan Penyelenggaraan Praktik
Perawat.
6. Peraturan Menteri kesehatan Republik
Indonesia Nomor
1464/MENKES/PER/X/2010 Tentang Izin
Dan
Penyelenggaraan Praktik Bidan.
7. Peraturan Menteri kesehatan Republik
Indonesia Nomor jumlah 10
1. Korban keracunan datang dengan
orang.
2. Perawat menyongsong korban keracunan dan
dilakukan triage oleh dokter jaga.
3. Perawat penanggung jawab dinas menghubungi
Manager Rawat
Inap .
PROSEDUR
4. Manager Rawat Inap Jaga menghubungi Wadir
Pelayanan.
5. Wadir Pelayanan mengkoordinasikan SDM
(tenaga medis /
paramedis) ; Logitik (Farmasi Laboratorium
Radiologi Kasir
Rekam Medis) ; Transportasi.
RS. ISLAM LUMAJANG KERACUNAN MASSAL
No No. Halam
Dokumen Revisi an

Ditetapkan oleh, Direktur RS. Islam Lumajang

Tangg
al
STANDA 21 Mei
R 2013 d r. R. Elyunar Dwi Nugroho, MMRS
PROSEDUR
B. Pasien berlabel kuning ditangani oleh dokter
spesialis penyakit dalam dan dokter
spesialis anastesi sampai tingkat
kegawatannya teratasi.
C. Pasien berlabel merah ditangani oleh dokter
spesialis penyakit dalam dan dokter
spesialis anastesi sampai masalah.
D. Pasien berlabel hitam diidentifikasi oleh
perawat gawat
darurat di kamar jenazah sampai batas
PROSEDUR maximum ruangan (jika melebihi daya
tampung ruangan, jenazah dirujuk ke RSUD
setempat).
ABCD teratasi dan dinilai kembali untuk
mendapatkan tindakan /
pertolongan selanjutnya (rujuk
atau rawat)
1. Perawat penanggung jawab dinas dan
perawat terlatih
mengidentifikasi luka dan ditulis pada
lembar pemeriksaan.
2. Untuk pasien yang keadaannya mengancam jiwa,
1. Instalasi Gawat Darurat.
2. Bagian Farmasi.
3. Bagian Keuangan - Kasir.
UNIT TERKAIT 4. Bagian Laboratorium.
5. Bagian Rekam Medik.
6. Bagian Radiologi.
7. Bagian Humas - Transportasi.