Anda di halaman 1dari 2

Laporan Feasibility Study

PT. Defesna Utama


2011

BAB XII
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil kajian geologi dan eksplorasi, geoteknik, hidrologi dan


hidrogeologi, rencana penambangan, rencana pengolahan nikel, pengangkutan dan
penimbunan, organisasi dan tenaga kerja, pemasaran, kelayakan investasi dapat
disimpulkan sebagai berikut :

1 PT. DEFESNA UTAMA memiliki daerah potensi tambang bahan galian nikel di
Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Propinsi
Maluku Utara. Berdasarkan surat keputusan Bupati Halmahera Selatan Nomor: 58
Tahun 2011 tentang Revisi Atas Keputusan Bupati Halmahera Selatan Nomor 87.A
Tahun 2009 Tentang Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi
Kepada PT. Defesna Utama seluas 6.199 Ha .
2 Dengan adanya tambahan cadangan baru hasil pengkajian/review/analisis data
explorasi terdahulu dan data eksplorasi tambahan oleh PT. DEFESNA UTAMA, dari
yang semula 10 juta ton pada waktu penyusunan studi kelayakan sebelumnya dan
sekarang menjadi 15 juta ton maka PT. DEFESNA UTAMA berniat untuk meninjau
kembali (review) rencana produksi yang akan dilakukan di wilayah ini. Dengan
adanya tambahan cadangan tersebut, rencana produksi nikel di wilayah ini juga akan
meningkat menjadi pada awal produksi sampai dengan produksi maksimum 15 juta
ton ROM. Berdasarkan kondisi lapisan nikel, material overburden, interburden,
sistem penambangan yang akan diterapkan adalah tambang terbuka dengan metode
back fill. Peralatan yang digunakan adalah kombinasi hydraulic excavator dump
truck yang dibantu dengan bulldozer, pemberaian material overburden dan
interburden dibantu dengan penghancur.

Bab XII . Kesimpulan XII-1


Laporan Feasibility Study
PT. Defesna Utama
2011
3 Metode penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka Open Pit
Mining dengan cara selective mining supaya endapan kadar nikel yang tinggi bisa
tertambang semuanya.

4 Sistem pengolahan yang dilakukan oleh PT. DEFESNA UTAMA adalah


crushing, screening dan washing. Kapasitas alat yang digunakan untuk
pengolahan/pencucian nikel ini sebesar 100 ton/jam. Nikel yang dihasilkan dari
pengolahan/pencucian nikel dengan kadar 40 - 55%.

5 Untuk melaksanakan proyek peningkatan produksi tambang nikel di wilayah ini


dengan tingkat produksi tersebut di atas, seluruh kegiatan operasi penambangan
mulai dari pekerjaan penggalian dan pengangkutan baik untuk overburden maupun
nikel dilakukan oleh kontraktor. Sedangkan pengolahan/pencucian akan dilakukan
sendiri oleh PT. DEFESNA UTAMA.

6 Untuk merealisasikan rencana peningkatan produksi proyek penambangan nikel


ini, dengan tingkat produksi dan strategi yang telah ditetapkan, investasi yang
dibutuhkan sebesar Rp. 105.767.829.695,-. Dengan asumsi harga nikel $ 40/ton,
biaya sendiri 30%, pinjaman 70% dengan bunga 12% per tahun. Hasil analisis
kelayakan atas proyek ini menunjukkan kriteria kelayakan sebagai berikut :

- IRR = 70 % < i* (i*=14,1 %)


- NPV = 1.009.730.608.237
- PBP = 2 tahun 6 bulan

7 Berdasarkan hasil analisis kelayakan tersebut, rencana penambangan nikel PT.


DEFESNA UTAMA layak untuk dilaksanakan.

Bab XII . Kesimpulan XII-2