Anda di halaman 1dari 5

RESUME AKUNTANSI TINGKAT HARGA UMUM

Kelompok :7

Anggota Kelompok :

1. Dona Oktariani (12)


2. Dwi Anita Ningrum (13)
3. Ella Ersyi Rosyida (15)
4. Moh. Rahmansyah Akbar (20)

Pernyataan Kembali Tingkat Harga Umum dari Laporan Keuangan Kos Historis

AKuntanasi kos historis mengasumsikan bahwa unit moneter itu stabil bahwa perubahan pada unit
moneter itu tidak material. Daya beli umum, yang mengacu pada kemampuan unit moneter untuk
membeli barang atau jasa, berhubungan secara terbalik dengan harga barang dan jasa yang akan
dipertukarkan. Ketika harga barang atau jasa meningkat (inflasi) maka akan menurunkan daya beli
umum uang. Ketika harga atau barang jasa menurun (deflasi) maka akan meningkatkan daya beli uang.

Untuk periode IQ, persamaan neraca yang dinyatakan dalam dolar pada waktu 0 adalah:

M0 + 0 = 0

Keterangan:

M0 = item-item moneter neto

0 = Item-item nonmoneter neto

0 = ekuitas residual

Penyesuaian Item-Item Spesifik Akibat Perubahan Tingkat Harga Umum

1. Perlakuan Item-Item Moneter


Perhitungan gain atau loss tingkat harga umum
Jumlah item moneter adalah tetap ,menurut jumlah dolar, secara kontrak atau sebaliknya, tanpa
memperhatikan perubahan tingkat harga umum atau spesifik.
Secara lebih spesifik, selama periode naiknya harga-harga:
- Lose daya beli dari asset moneter, diakui sebagai loss tingkat harga umum
- Gain daya beli dari kewajiban moneter, yang diakui sebagai gain tingkat harga umum

Selama periode penurunan harga-harga:

- Gain daya beli dari asset moneter, yang diakui sebagai loss tingkat harga umum
- Lose daya beli dari kewajiban moneter, yang diakui sebagai gain tingkat harga umum

Gain atau Loss tingkat harga umum dihitung dengan:

1. Menghitung posisi asset moneter neto pada awal periode.


2. Menyatakan kembali posisi asset moneter neto pada awal periode menurut daya beli dolar
pada akhir periode.
3. Menyatakan kembali seluruh penerimaan moneter pada tahun tersebut dengan dasar suatu
akhir tahun tertentu dan tambahkan hasil pernyataan kembali posisi neto pada awal periode
4. Menyatakan kembali seluruh pembayaran moneter pada tahun tersebut dengan dasar suatu
akhir tahun tertentu dan kurangkan dengan hasil dari total peningkatan pernyataan kembali
neto item-moneter yang diperoleh dari langkah 3.
5. Kurangi asset moneter neto aktual pada akhir periode yang diperoleh dari langkah 4.

Perlakuan gain atau loss tingkat harga umum:

1. Accounting Research Study No. 6, APB Statement No.3 dan FASB dan the CICA Exposure
Drafts mengenai posisi akuntansi tingkat harga umum, yaitu gain atau loss tingkat harga
umum seharusnya termasuk dalam income kini.
2. Hanya loss tingkat harga umum yang seharusnya masuk dalam income kini; sedangkan gain
tingkat harga umum seharusnya diperlakukan sebagai item modal.
3. Baik gain maupun loss tingkat harga umum seharusnya diperlakukan sebagai item modal.
4. Baik gain maupun loss tingkat harga umum seharusnya termasuk dalam income kini, kecuali
gain atau loss yang terkait dengan utang jangka panjang tidak akan tampak sampai utang
jangka panjang tersebut terealisasi.
5. Semua gains dan losses tingkat harga seharusnya termasuk dalam income kini, kecuali gains
dan losses yang timbul dari masuknya item-item moneter dalam ekuitas pemegang saham

2. Perlakuan Item-Item Nonmoneter dan Ekuitas Pemegang Saham


Item-item nonmoneter dinyatakan kembali menurut daya beli umum kini dengan
menggandakan kos item yang dilaporkan pada laporan keuangan berbasis kos historis dengan
faktor konvensi berikut:
Indeks Tahun kini
Indeks ketika Item Nonmoneter Diperoleh
Pernyataan kembali ekuitas pemegang saham, kecuali laba ditahan, serupa dengan pernyataan
kembali item-item nonmoneter. Modal yang diinvestasikan mula-mula dikalikan dengan faktor
konversi berikut:
Indeks Tahun Kini
Indeks ketika Modal Diinvestasikan
Laba ditahan dapat dinyatakan kembali dengan:
1. Mula-mula laporan keuangan kos historis dinyatakan kembali menurut unit daya beli umum
kini, laba ditahan dapat ditentukan secara sederhana sebagai residual setelah semua item-
item lain dalam neraca dinyatakan kembali.
2. Pada periode berikutnya, laba ditahan akhir periode dalam unit-unit daya beli umum dapat
ditentukan dengan:
a. Income neto dalam unit-unit daya beli umum kini dialporkan dalam laporan tingkat
harga umum.
b. Penyesuaian dihasilkan dari gains atau losses tingkat harga umum dari item-item ekuitas
pemegang saham moneter.

3. Perbedaan Moneter-Nonmoneter
Item-item nonmoneter harus ditranslasikan menjadi niali dolar dengan daya beli yang sama
pada akhir periode berjalan. Sebaliknya item-item moneter telah dinyatakan dalam dolar pada
akhir periode berjalan dan gain atau lose daya beli sebagai hasil perubahan dalam tingkat harga
umum.
Perbedaan item moneter dengan nonmoneter tampak jelas. Item moneter mengenal gain atau
lose daya beli; sedangkan item-item nonmoneter tidak ada.

4. Indeks-Indeks Tingkat Harga


Indeks tingkat harga membandingkan perubahan harga umum atau khusus pada satu periode
dengan periode lain. Suatu indeks tingkat harga umum dapat didefinisi sebagai suatu serial
pengukuran hubungan antara rata-rata harga sekelompok barang dan jasa pada suatu rangkaian
tanggal rata-rata harga sekelompok barang dan jasa serupa pada tanggal tertentu yang
dinyatakan presentase. Karena akuntansu tingkat harga umum mencerminkan perubahan pada
daya beli dolar, maka indeks tingkat harga umum harus diterapkan untuk menyatakan kembali
laporan kos historis menurut daya beli konstan dari dolar.

Rumus Indeks
Penghitungan indeks tingkat harga umum berbeda, sesuai dengan rumus yang digunakan untuk
mementukan bobot harga. Berikut adalah symbol yang digunakan untuk menunjukkan empat
rumus dasar:
P = harga komoditas atau jasa
q = kuantitas komoditas atas jasa
p0 0 = harga dan kuantitas komoditas pada periode dasar
p = harga dan kuantitas komoditas pada periode berjalan
p = harga dan kuantitas komoditas pada beberapa rata-rata periode
A. Rumus Laspeyers mengasumsikan bahwa indeks harga merupakan jumlah terbobot dari
harga periode berjalan dibagi dengan jumlah terbobot dari periode harga dasar.Indeks
Laspeyers:
p 0
=
p0 0

B. Rumus Paasche mengasumsikan bahwa indeks harga merupakan jumlah terbobot dari
harga0harga periode berjalan dibagi dengan jumlah terbobot dari harga-harga pada
periode dasar. Indeks Paasche:
p 0
=
p0

C. Rumus terbobot tetap mengasumsikan bahwa indeks harga merupakan jumlah terbobot
dari harga-harga periode berjalan dibagi jumlah terbobot dari harga periode dasar.
Indeks Terbobot Tetap:
p
=
p0

D. Rumus Fisher mengasumsikan bahwa indeks harga merupakan rata-rata geometris dari
rumus Laspeyers dan Paasche. Indeks Fisher:
p p
= +
p0 p0

Pemilihan Indeks Tingkat harga Umum

Akuntansi tingkat harga umum menggunakan suatu faktor konversi yang didasarkan pada perubahan
indeks tingkat harga umum untuk mengubah dolar pada suatu tanggal menjadi jumlah dolar yang
mempunyai daya beli sama pada tanggal yang lain. Daya beli umum diukur dengan suatu indeks tingkat
harga umum yang mencerminkan perubahan pada nilai uang dan akibatnya adalah anggapan paling
relevan bagi akuntansi tingkat harga umum. Dua harga yang paling sering digunakan pada tingkat harga
umum adalah indeks harga konsumen (IHK) dan Deflator harga implicit PNB (DHI).

Alasan yang Mendukung Akuntansi Tngkat Harga Umum

1. Laporan keungan yang tidak disesuaikan dengan perubahan tingkat harga umum, akan terdiri
dari berbagai jenis asset dan klaim, yang disajikan dalam dolar dengan daya beli yang berbeda.
Akuntansi tingkat harga umum dirancang untuk menyajikan tingkat perubahan harga asset-aset
ini dan perubahan daya beli klaim.
2. Akuntansi kos historis konvensional tidak mengukur income secara memadai akibat
penandingan nilai dolaar dari size yang berbeda pada laporan laba rugi.
3. Akuntansi ini mudah diterapkan
4. Akuntansi tingkat harga umum memberikan informasi yang relevan untuk digunakan bagi
manajemen dan untuk evaluasi

Alasan yang Menolak Akuntansi Tingkat Harga Umum:

1. Sebagian besar studi-studi empiris menunjukkan bahwa relevansi informasi tingkat harga umum
itu lemah atau tidak berterima.
2. Perubahan tingkat harga umum hanya menjelaskan perubahan pada tingkat harga umum dan
tidak menjelaskan perubahan pada tingkat harga spesifik.
3. Dampak inflasi akan berbeda bagi setiap perusahaan.
4. Kos untuk menerapkan akuntansi tingkat harga umum melibihi keuntungannya.

Masalah teknis yang menghadang akuntansi tingkat harga umum:

1. Terkait dengan pemilihan indeks tingkat harga umum yang memadai


2. Akuntansi tingkat harga umum membutuhkan asset-aset dan kewajiban yang diidentifikasi dan
diklasifikasikan sebagai item-item moneter dan nonmoneter
3. Akuntansi tingkat harga umum menerapkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku dalam
akuntansi konvensional, hanya unit pengukurannya diubah.

Konklusi

Akuntansi konvensional didasarkan pada akuntansi kos historis untuk penilaian asset dan kewajiban,
maka sesuai dengan konsep pemeliharaan uang. Akuntansi nilai kini, yang asset dan kewajibannya
dialporkan pada laporan keuangan pada nilai kini, maka akuntanasi ini seuai dengan konsep
pemeliharaan kapasitas produk fisik. Akuntansi tingkat harga umum berdasarkan pada pernyataan
kembali asset dan kewajiban historis pada tingkat harga umu, maka akuntansi ini sesuai dengan konsep
pemeliharaan uang daya beli umum.

Anda mungkin juga menyukai