Anda di halaman 1dari 20

Proposal Kerja Praktek

PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


DIAJUKAN KEPADA

PT ADARO INDONESIA

OLEH :

DEMMI ARNANDO
115 080 104

DI LENGKAPI DENGAN :

1. Permohonan Kerja Praktek


2. Proposal Kerja Praktek
3. Daftar Riwayat Hidup
4. Transkrip Nilai

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta
Telp. (0274) 486733, 486188 Fax (0274) 486400
Proposal Kerja Praktek

PERMOHONAN KERJA PRAKTEK


DIAJUKAN KEPADA
PT ADARO INDONESIA

STUDY EVALUASI POTENSI BATU BARA BERDASARKAN DATA LOG

Oleh:

DEMMI ARNANDO
115 080 104

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
VETERAN
YOGYAKARTA
2010

Jln. SWK 104 (Lingkar Utara), Condong Catur,Yogyakarta 55283


Telp. (0274) 486733, 486188 Fax (0274) 486400
Proposal Kerja Praktek

LEMBAR PENGESAHAN
KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk memperoleh kesempatan Kerja Praktek di PT. ADARO


INDONESIA, Sebagai salah satu mata kuliah wajib dan syarat kelulusan di Program
Studi Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan
Nasional Veteran Yogyakarta tahun akademik 2010/2011.

Diajukan Oleh:

Nama : Demmi Arnando


NIM : 115 080 104
Program Studi : Teknik Geofisika,
Fakultas Teknologi Mineral,
Universitas Pembangunan Nasional
Veteran Yogyakarta

Yogyakarta, 31 desember 2010

Dosen Pembimbing Mahasiswa

Dr.Ir. H. Suharsono, M.Si Demmi Arnando


NIP.030.207.113 NIM . 115 080 104

Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Geofisika

Dr. Ir. H. Suharsono, M.Si


NIP.030 207 113
Proposal Kerja Praktek
PROPOSAL KERJA PRAKTEK

STUDI EVALUASI POTENSI BATU BARA BERDASARKAN DATA LOG

DI AJUKAN KEPADA
PT. ADARO INDONESIA

I. PENDAHULUAN
Sesuai dengan kurikulum yang ada di Jurusan Teknik Geeofisika Fakultas
Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta TA. 2008/2009 setiap mahasiswa
dalam mencapai gelar kesarjanaan program pendidikan Strata 1 (S1) sebelum
melakukan Tugas Akhir harus melaksanakan kerja praktek yang topiknya sesuai
dengan teori yang didapat dalam bangku kuliah serta aplikasinya di lapangan kerja.
Pelaksanaan Kerja praktek ini akan sangat memberikan manfaat besar bagi
mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dibidang geofisika khususnya yang telah
diperoleh dibangku kuliah untuk diaplikasikan demi perkembangan dan kemajuan
dunia geoservice, industri perminyakan, dan indurtri pertambangan.

II. LATAR BELAKANG


Interaksi antara mahasiswa dan perusahaan dapat bermanfaat bagi kedua belah
pihak. mahasiswa dapat mengetahui strategi dan metode yang diterapkan dalam
lingkungan perusahaan khususnya di PT. ADARO INDONESIA, sedangkan pihak
perusahaan dapat pula mengetahui pemikiran, konsep yang telah dipelajari oleh
mahasiswa untuk kelancaran kegiatan perusahaan dimasa akan datang.
Dalam suatu eksplorasi batubara, seorang geofisikawan dituntut untuk dapat
menentukan seam batubara yang potensial untuk ditambang. Permasalahan yang
muncul adalah mengenai pola sebaran seam batubara di bawah permukaan, sehingga
dapat menentukan seam yang prospek untuk ditambang.
Hal di atas merupakan suatu ilmu terapan yang berkaitan dengan berbagai
disiplin ilmu sehingga akan lebih baik lagi jika diterapkan langsung pada perusahaan
yang bergerak di bidang penambangan batubara. Untuk itu penyusun melaksanakan
kerja praktek dan pengambilan data pada PT. ADARO INDONESIA, di Kalimantan
Selatan. Penelitian dilakukan pada salah satu daerah penambangan PT. ADARO
Proposal Kerja Praktek
INDONESIA, Penelitian difokuskan pada analisis data permukaan baik data log
maupun data penampang geologi.

III. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud
Maksud dari pelaksanaan kerja praktek ini adalah sebagai syarat wajib bagi
mahasiswa sebelum melakukan Tugas Akhir pada prodi Teknik Geofisika, Fakultas
Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Tujuan
Mengetahui dan belajar proses tahapan- tahapan akuisisi data, pengolahan data serta
interpretasi pada lapangan sebenarnya, dengan Study kasus mengevaluasi potensi batu bara
yang terdapat di bawah permukaan Berdasarkan Data Log.

IV. TOPIK KERJA PRAKTEK


Topik kerja praktek diharapkan sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni yaitu :
1. Evalusi potensi batu bara yang terdapat di bawah permukaan Berdasarkan Data
Log.
2. Atau dapat menyesuaikan dengan alternatif topik yang diajukan PT. ADARO
INDONESIA, dengan mempertimbangkan efektifitas, efisiensi, dan ketersediaan
data-data yang ada pada PT. ADARO INDONESIA.

V. LOKASI KERJA PRAKTEK


Lokasi kerja praktek rencananya akan dilaksanakan pada salah satu
perusahaan pertambangan yaitu PT. ADARO INDONESIA.

VI. DASAR TEORI


Proposal Kerja Praktek
Konsep Dasar Well Logging
Well logging juga merupakan salah satu metode geofisika eksplorasi yang
biasa disebut geophysical well logging, atau penampang geofisika lubang bor.
Pelaksanaannya dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut Probe ( Gambar
VI.1) ke dalam sumur bor untuk memperoleh kurva hubungan antara kedalaman dan
sifat fisik batuan. Dalam hubungannya dengan eksplorasi batubara, istilah di atas
disingkat menjadi Coal Logging yang diterjemahkan sebagai Logging Batubara
(Broome dalam Winda, 1996).

Gambar III.1. Konsep dasar well logging.

Kegunaan well logging dalam hubungannya dengan eksplorasi geofisika


menurut Harsono 1993, antara lain :
1. Identifikasi litologi ketebalan serta kedalaman lapisan,
2. Mempercepat hasil bawah permukaan dan memperkecil resiko
pengeboran,
3. Menentukan densitas, porositas serta temperatur bawah permukaan,
4. Menentukan kandungan shale, serta menentukan lapisan permeabel dan
impermeabel,
5. Korelasi antar lapisan.
Proposal Kerja Praktek
Log Gamma Ray
Penentuan log gamma ray berdasarkan pada keterdapatan konsentrasi
senyawa radioaktif, antara lain : Uranium (U), Thorium (Th) dan Potasium (K).
Sumber dari gamma ray adalah potasium atau lebih khusus lagi berasosiasi dengan
isotop K4O. Potasium umumnya terdapat pada shale/clay sehingga pengukuran
gamma ray biasanya digunakan untuk mengevaluasi kandungan shale/clay (BPB
manual dalam Reeves, 1986).
Caranya gamma alami dipancarkan oleh sumber radioaktif, karena ada
perbedaan kandungan mineral lempung dari tiap batuan maka pancaran sinar balik
yang terekam akan berbeda, dari perbedaan ini akhirnya litologinya dapat ditentukan.
Dalam penentuan lapisan batuan pembawa batubara, garis shale adalah respon
tetapan harga 100% pada log, sehingga selalu dapat ditentukan. Pembacaan lebih
kecil dari besaran garis shale berarti bertambahnya keberadaan batupasir,
batugamping dan batubara, sedangkan pembacaan diatas garis shale menunjukkan
lapisan marin (marine bands) atau konsentrasi uranium (Reeves, 1986) (Gambar
VI.2).

Defleksi dibawah garis biasanya menunjukkan batubara atau batugamping,


sedangkan defleksi antara batuserpih dan batupasir biasanya menunjukkan adanya
gradasi antara batupasir dan shale, seperti: mudstone, siltstone atau bahkan
batugamping argilaceus dan pada beberapa kasus batubara normal (Reeves, 1986).
Log gamma ray diskala dalam satuan API (GAPI). Satu GAPI = 1/200 dari
tanggapan yang didapat dari kalibarasi standar suatu formasi tiruan yang berisi
uranium, thorium dan potasium dengan kuantitas yang diketahui dengan tepat dan
diawasi oleh American Petroleum Institute (API) di Houston, Texas.
Proposal Kerja Praktek

Gamabar VI.2 Respon litologi yang umum dijumpai pada lapisan pembawa batuabara
dengan metode log gamma ray (Reeves, 1986)
Proposal Kerja Praktek

Log Density
Log density adalah alat yang memanfaatkan sumber sinar radioaktif untuk
mengukur densitas batuan. Cara ini memberikan data berat jenis sepanjang lubang
dan porositas batuan. Batubara dan batuan penutup lainnya sangat berbeda berat jenis
maupun porositasnya, maka log yang dihasilkan dengan jelas menunjukkan
perbedaan ini.
Prinsip kerja log density (Harsono, 1993) yaitu suatu sumber radioaktif dari
alat pengukur di pancarkan sinar gamma dengan intensitas energi tertentu menembus
formasi/batuan. Batuan terbentuk dari butiran mineral, mineral tersusun dari atom-
atom yang terdiri dari proton dan elektron. Partikel sinar gamma membentur elektron-
elektron dalam batuan. Akibat benturan ini sinar gamma akan mengalami
pengurangan energi (loose energy). Energi yang kembali sesudah mengalami
benturan akan diterima oleh detektor yang berjarak tertentu dengan sumbernya.
Makin lemahnya energi yang kembali menunjukkan makin banyaknya elektron-
elektron dalam batuan, yang berarti makin banyak/padat butiran/mineral penyusun
batuan persatuan volume. Besar kecilnya energi yang diterima oleh detektor
tergantung dari :
- Besarnya densitas matriks batuan.
- Besarnya porositas batuan.
- Besarnya densitas kandungan yang ada dalam pori-pori batuan.
Volume batuan yang diselidiki oleh alat density log tergantung pada jarak
antara sumber radioaktif dan detektor. Untuk batuan yang tidak memerlukan resolusi
tinggi, lebih baik menggunakan jarak antara sumber dan detektor agak jauh yaitu long
spacing density tool (BPB manual dalam Reeves, 1986)
Respon kerapatan diatas lapisan batubara agak unik disebabkan kerapatan
batubara yang rendah. Pada defleksi gamma ray, batubara dan batupasir adalah
serupa, tapi menunjukkan perubahan kerapatan yang kuat pada log density (Gambar
III.3), sehingga dapat dibedakan (Reeves, 1986).
Log density terdiri dari 2 macam yaitu long spacing density (LSD) dan short
spacing density (SSD) atau bed resolution density (BRD). Long spacing density
Proposal Kerja Praktek
digunakan untuk evaluasi lapisan batubara karena menunjukan densitas yang
mendekati sebenarnya berkat pengaruh yang kecil dari dinding lubang bor.
Sedangkan short spacing density mempunyai resolusi vertikal yang tinggi, maka
cocok untuk pengukuran ketebalan lapisan batubara
Pada penelitian yang dilakukan, satuan dari log density adalah counts per
second (CPS). Untuk memudahkan perhitungan maka dilakukan kalibrasi satuan dari
CPS ke gram/cc (Gambar VI.3). Dari grafik dibawah, nilai satuan CPS berbanding
terbalik dengan nilai satuan gram/cc. Apabila pada data yang diperoleh menunjukkan
nilai yang tinggi dalam satuan CPS, maka akan menunjukkan nilai yang rendah dalam
satuan gram/cc.
Proposal Kerja Praktek

Gambar VI.3. Respon litologi yang umum dijumpai pada lapisan pembawa batubara
dengan metode log density (Reeves, 1986).
Proposal Kerja Praktek

Gambar VI. 4. Hubungan antara satuan CPS dan gram/cc (Warren, 2002).

Dari hasil hubungan antara satuan density log cps dan gram/cc pada gambar
VI.4 di atas, maka didapatkan persamaan sebagai berikut :

y 1094( x) 3197.8 (1)

Log Caliper
Pengukuran caliper dilakukan untuk mengetahui kondisi lubang bor setelah
pemboran selesai dikerjakan. Pada lapisan batuan yang keras diameter lubang bor
akan tetap sebesar diameter mata bor, sedangkan pada lapisan batuan yang fracture
(hancur/lembek) akan terjadi pembesaran lubang bor. Pada beberapa lubang bor dari
hasil pengukuran caliper terlihat adanya pembesaran lubang pada lapisan batubara,
hal ini menunjukan bahwa lapisan batubara tersebut bersifat fracture atau brittle .
Beberapa bagian lapisan batubara terlihat tidak mengalami pembesaran lubang
dimana hal ini menunjukan bahwa lapisan batubara tersebut bersifat keras atau hard
(Tabel VI.1).
Untuk lebar bukaan lubang bor diukur secara mekanis oleh lengan caliper.
Caliper log akan menunjukkan bagian lubang yang runtuh hingga penafsiran untuk
log-log lainnya dapat lebih teliti dilakukan (BPB manual dalam Reeves 1986).

Tabel VI.1.
Proposal Kerja Praktek
Faktor-faktor yang mempengauhi log caliper (Warren, 2002).

Diameter Kemungkinan
Sebab
Lubang Bor Lithologi
Formasi kompak Batupasir masif
Serpih Calcareous,
Stabil
Formasi non-permeabel Batuan beku,
Batuan metamorf
Evaporites
Formasi lunak, mudah hancur Pasir tidak kompak,
Lebih besar
Formasi lemah, runtuhan Kerikil,
Serpih rapuh
Penebalan pada formasi, Serpih yang menebal
sepanjang lubang bor
Lebih kecil
Lumpur pemboran pada formasi Batupasir poros dan
poros dan parmeabel permeabel

Penentuan Shale
Kandungan serpih (shale) pada suatu lapisan batuan khususnya lapisan
batubara dapat diketahui dengan menggunakan log gamma ray, sebab kurva gamma
ray tidak dipengaruhi oleh jenis kandungan maupun kekompakan batuan. Sehingga
besar kecilnya intensitas radioaktif yang diterima oleh detektor mencerminkan besar
kecilnya kandungan shale / clay yang ada dalam suatu lapisan batuan. Dengan asumsi
bahwa selama lapisan batuan tidak mengandung mineral lain yang bersifat radioaktif
selain shale / clay. Harga Vsh pada lapisan batubara dapat dihitung dengan persamaan
sebagai berikut :
GRlog GRmin
I GR (2)
GRmax GRmin

Hubungan Linear:
Vsh I GR (3)
Tertiary clastic (Larionov, 1969)
V sh 0.083(2 3.7*I GR 1) (4)
Older rock (Larionov, 1969)
V sh 0.33(2 2 IGR 1) (5)

Dimana :
Proposal Kerja Praktek
Vsh : Volume shale/clay
IGR : Indeks shale gamma ray
GR : respon log gamma ray pada lapisan yang ingin dihitung
GRmin : respon log pada zona yang bebas shale (GR Min)
GRmax : respon log di zona shale (GR Max)

Batubara
Lapisan batuan sedimen yang berisi batubara atau peat beds terbentuk pada
masa paleozoic atas sampai saat ini. Batubara adalah hasil dari akumulasi tumbuh
tumbuhan yang terendapkan pada lingkungan pangendapan yang spesial yaitu di
daerah rawa atau lahan gambut (Thomas, 2002).
Menurut Thomas 2002 proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut
hingga batubara disebut dengan istilah pembatubaraan (coalification). Secara ringkas
ada 2 tahap proses yang terjadi, yaitu:
1. Tahap synsedimentary atau diagenetik atau biokimia, dimulai pada saat
material tanaman terdeposisi hingga membentuk lignit. Faktor utama yang
berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air, tingkat oksidasi dan
gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi)
dan kompaksi material organik serta membentuk gambut.
2. Tahap post-sedimentary atau malihan atau geokimia, meliputi proses
perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.
Proses pembatubaraan sangat berpengaruh sekali pada nilai batubara, kualitas
batubara, dan struktur dari lapisan batubara. Kenyataanya ilmu tentang batubara telah
dipelajari selama berpuluh puluh tahun dan tidak ada satupun model yang dapat
memprediksi pembentukan dan tipe dari batubara tersebut. Banyak model yang telah
dibuat untuk mengidentifikasi lingkungan pengendapan batubara tetapi tidak ada
model yang memuaskan untuk menjelaskan siklus alam dari lapisa batubara,
kontinuitas lapisan batubara, dan fisik serta karakteristik kimia batubara (Thomas,
2002).

VII. METODOLOGI PENELITIAN


Proposal Kerja Praktek
Dari penelitian ini terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh untuk
mendapatkan hasil yang maksimal, langkah langkah tersebut dapat ditunjukkan
pada diagram alir berikut ini

MULAI

PEMBATASAN MASALAH
(PROBLEMS RESTRICTION)

PENYUSUNAN HIPOTESIS
(HYPOTHESIS)

PENGUMPULAN INFORMASI
(INFORMATION GATHERING)

PENGUMPULAN DATA
(DATA COLLECTION)

PENGOLAHAN DATA
(DATA PROCESSING)

ANALISIS DATA
(DATA ANALYSIS)

PENGUJIAN HIPOTESA
(HYPOTESIS TEST)

PENULISAN LAPORAN
(REPORT WRITING)

KESIMPULAN
(COCLUSION)

Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan dalam kerja praktek ini adalah :
Proposal Kerja Praktek
a. Data-data Literatur.
b. Jurnal, Makalah dan Laporan (Penelitian) terdahulu.
c. Data logging
d. Data geologi
e. Data uji laboratorium

VIII. WAKTU PELAKSANAAN

Waktu pelaksanaan kerja praktek ini dapat disesuaikan oleh pihak perusahaan PT.
ADARO INDONESIA, dan ditargetkan berlansung selama 5 minggu dengan
rencana kegiatan yang diusulkan yaitu:

JENIS KEGIATAN MINGGU KE


1 2 3 4 5
Studi Literatur

Pengumpulan Data

Prosesing, Analisis Data dan


Diskusi
Pembuatan Laporan

Presentasi dan Evaluasi

IX. PERALATAN DAN FASILITAS


Dibutuhkan beberapa peralatan dan fasilitas pendukung dalam kegiatan kerja praktek
ini, yaitu sebagai berikut:
Peralatan:
1. Literatur yang terkait
2. Data logging, data Core, data Log sumur
3. Seperangkat komputer (PC)
4. Peralatan lain yang menunjang penelitian

Fasilitas:
1. Akses ke perpustakaan
2. Akses ke internet

X. PEMBIMBING
Proposal Kerja Praktek
Untuk pembimbing di lapangan diharapkan dapat disediakan oleh perusahaan,
sedangkan untuk pembimbing di kampus oleh salah satu staf pengajar di Jurusan
Teknik Geofisika Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

XI. LAPORAN
Semua hasil pengolahan data selama kerja praktek akan disusun dalam bentuk
laporan tertulis yang akan dilaporkan kepada perusahaan yang bersangkutan dan
kemudian diberikan pengesahan sebagai bukti telah menempuh mata kuliah wajib
kerja praktek sebanyak 2 sks.

XII. PENUTUP
Kesempatan yang diberikan pada mahasiswa dalam melakukan kerja praktek
di PT. ADARO INDONESIA akan menambah wawasan dalam perkembangan
metode logging dalam dunia industri pertambangan. Dan dalam kesempatan ini
mahasiswa yang bersangkutan akan memanfaatkan seoptimal mungkin kesempatan
yang telah diberikan serta hasil dari kerja praktek (penelitian) ini dibuat dalam bentuk
laporan dan akan dipresentasikan di Jurusan Teknik Geofisika Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
Semoga akan selalu terjalin hubungan kerjasama yang baik dan
menguntungkan antara lembaga Perguruan Tinggi dalam hal ini Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta dengan pihak perusahaan dalam hal
ini PT. ADARO INDONESIA.

DAFTAR PUSTAKA

Bambang Kuncoro Prasongko, 2000, Geometri Lapisan Batubara, Prosiding Seminar


PIT IAGI XII, UPN Veteran Yogyakarta
Prijono, dkk, Pertambangan Batubara.
Proposal Kerja Praktek
Adi Harsono,1997, Pengantar Evaluasi dan Aplikasi Log.
Anonim, 1995, Teknologi Pertambangan di Indonesia, Departemen Pertambangan dan
Energi, Jakarta, 2.55 2.80
Sukandarrumidi, 1995, Batubara dan Gambut, Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.
Warren, J., 2002. Well Logging, google.com.
Wrego, 2009, Karakteristik Lapisan Pembawa Lapisan Batubara Formasi Tanjung
Berdasarkan Well Logging Serta Hubungan Kualitas Batubara Terhadap
Pembacaan Well Logging di Kecamatan Ampah, Kabupaten Barito Selatan
Kalimantan Tengah, Skripsi S-1, Jurusan Teknik Geofisika, Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

CURICULUM VITAE
Nama : Demmi Arnando
Tempat, tanggal lahir : Lampung, 1 Maret 1989
Agama : Islam
Proposal Kerja Praktek
Kewarganegaraan : Indonesia
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Status : Belum Menikah
Telp./Hp : 085742348049
E-mail : blondo_nando@yahoo.com
Pekerjaan : Mahasiswa

Pendidikan Formal
2008-sekarang : Jurusan Teknik Geofisika Fakultas Teknologi Mineral
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
2003-2006 : SMAN 1 Kroya, Cilacap, Jawa Tengah
2000-2003 : SMPN 1 Kota Agung, Tanggamus, Lampung
1994-2000 : SDN 1 Sridadi, Tanggamus, Lampung

Pengalaman Organisasi
2009-2010 : Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Geofisika Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Pengalaman
26 April 2009 : Ekskursi Praktikum Petrologi Daerah Kulon Progo Provinsi
Daerah Istimewa Yogyakarta
05-06 Desember 2009 : Ekskursi Praktikum Geolistrik Indentifikasi Penyebaran Pasir
Besi Daerah Pantai Samas Bantul Yogyakarta
19-20 Desember 2009 : Ekskursi Praktikum Geomorfologi Daerah Gunung Bantul,
Gunung Sudimoro (Mangunan), Seloharjo dan Parangtritis Daerah
Istimewa Yogyakarta
11-25 April 2010 : Ekskursi Praktikum Lapangan Metode Geomagnetik Mencari
Penyebaran Pasir Besi Daerah Pantai Pandan Sari Bantul
Yogyakarta
13-22 Juni 2010 : Kuliah Lapangan I Geologi Bayat Jawa Tengah
Proposal Kerja Praktek
20 November 2010 : Ekskursi Praktikum Lapangan Metode Seismik Refraksi
Pemetaan Lapisan Dangkal Candi Prambanan, Yogyakarta
4 Desember 2010 : Ekskursi Praktikum Lapangan Elektromagnetik (Metode VLF
dan CMD) Indentifikasi Pencemaran Air Tanah TPA Piyungan ,
Wonosari, Yogyakarta.

Demikian Daftar Riwayat hidup di atas adalah benar dan dapat dipertanggung
jawabkan kebenaran

Yogyakarta, 31 desember 2010

Demmi Arnando

Anda mungkin juga menyukai