Anda di halaman 1dari 29

HALAMAN PENGESAHAN

PRAKTIKUM PROSES KIMIA


PEMBUATAN GIPSUM

Laporan praktikum proses dengan materi Pembuatan Gipsum ini telah


disetujui dan disahkan pada :
Hari :
Tanggal :

Mengetahui,

Pembimbing, Praktikan,

Ir. Rudi Firyanto, MT Agnestha Nirmala Jazzyka


NIDN. 06-2712-6803 NIM. 14.4210.1580

Deka Dwi Shofiyan


NIM. 14.4210.1581

Lena Ardiana
NIM. 14.4210.1587

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan
Gipsum adalah salah satu bahan material yang didapat dalam endapan
besar diseluruh dunia yang berupa Hidrat Kalsium Sulfat, dengan rumus
CaSO4.2H2O, jika dipanaskan akan terbentuk reaksi sebagai berikut :
CaSO4.2H2O CaSO4 H2O + 1 H2O H25oC = +69KJ
Jika pemanasan dilakukan pada suhu yang lebih tinggi, gypsum akan
kehilangan semua airnya akan menjadi Kalsium Sulfat Anhidrit.
Sifat-sifat gipsantara lain :
1. Warna
Secara alamiah putih, tapi impuritas akan menyebabkan warnanya menjadi
abu-abu, coklat/merah.
2. Indek bias = 1,5226
3. Berat molekulnya = 172,7 gram/mol
4. Kelarutan
Dalam air dingin 0oC = 0,223 gram/100 gr air
Dalam air panas 50oC = 0,257 gram/100 gr air
5. Larut dalam asam, garam NH4, NaCl
Manfaat gips
1. Banyak digunakan dalam industri semen sebagai bahan campuran semen
yang berfungsi memperlambat pengerasan bahan pada waktu semen
digunakan.
2. Digunakan sebagai soil netralizer (land plester)
3. Digunakan untuk membuat cetakan atau plester dinding
CaSO4 dapat dijumpai pada batuan, CaSO4 juga ditemukan pada proses
pembuatan asam phospat dengan menggunakan proses basah, sebagai produk
samping.
Reaksi: Ca10F2(PO4)6 + 10 H2SO4 + 20H2O 10CaSO4.2H2O + 2HF + 6H3PO4

2
Secara analitik, pembuatan CaSO4 dapat dilakukan dengan mereaksikan
air yang banyak mengandung ion sulfat dengan air yang banyak mengandung ion
kasium. Misal :
Mereaksikan air laut + Kalsium Klorida
Mereaksikan air kapur + Asam Sulfat. CaO + H2SO4 CaSO4 + H2O
Dapat juga dengan memuaikan bahan galian yang banyak mengandung gips.

1.2 Tujuan Percobaan


Tujuan dari praktikum proses pembuatan gips ini adalah :
a. Agar mampu menjelaskan beberapa cara pembuatan gips.
b. Agar mampu menentukan variabel variabel yang berkaitan dengan
proses pembuatan gips.
c. Agar mampu menetapkan kondisi optimum dari hasil percobaan
pembuatan gips.
d. Agar mampu memilih metode yang dipakai untuk menghitung harga
konstanta kecepatan reaksi.
e. Agar mampu menghitung besarnya harga konstanta kecepatan reaksi
pembentukan gips berdasarkan data hasil percobaan.
f. Agar mampu menggambarkan data percobaan yang diperoleh dalam
bentuk grafis.
g. Agar mampu menjelaskan adanya gejala yang ditimbulkan dari hasil
percobaan dengan cara membandingkan hasil percobaan yang diperoleh
dengan percobaan lain.
h. Agar mampu menjelaskan cara menganalisa masing masing parameter
bahan baku maupun hasil.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Penggunaan Kalsium Sulfat (gips) yang terbesar adalah industri semen.


Pada waktu akan digiling menjadi semen, terak dicampur dengan gips sebanyak
kira-kira 3% dari berat terak, dengan maksud untuk memperlambat waktu
pengerasan semen, sewaktu dipakai untuk membuat bangunan, bendungan dan
lain-lain. Dalam rangka memperbanyak dan memperluas industri semen,
kebutuhan akan gips juga meningkat.
Cara pembuatan gips sintetik yang sekarang sedang dikembangkan adalah
dari bahan dasar yang sangat murah atau tidak berharga sama sekali, yaitu air laut
yang mengandung ion sulfat tinggi. Sebagai contoh: air laut, air kawah ijen,
mother liquor dariproses penggaraman, dan sebagainya. Secara laboratorium
pembuatan gips dapat dilakukan dengan mereaksikan air kapur dengan asam
sulfat. Reaksi pembuatannya dapat ditinjau dari 2 segi yaitu :
1. Segi kinetika reaksi
2. Segi thermodinamika reaksi
Banyak variabel-variabel yang berpengaruh terhadap hasil CaSO4 dari
reaksi kapur dan asam sulfat, atau air laut dan kalsium klorida. Variable variabel
tersebut diantaranya adalah :
a. Pengaruh dari kadar zat zat pereaksi
Makin pekat kadar zat zat pereaksi, makin banyak hasil gips yang
diperoleh. Oleh sebab itu kadar yang tinggi dari zat pereaksi, jumlah air yang
ada makin berkurang sehingga gips yang larut juga berkurang.
Reaksinya :
Ca2+ + SO42- CaSO4
Reaksi ini berjalan dengan cepat dan hampir sempurna sebab daya larut
CaSO4 sangat kecil jika dibanding Ca(OH)2. Sebab itu hasil yang yang dapat
diambil terutama ditentukan oleh daya larut CaSO4. Sebagai contoh pada
suhu 300C, daya larutnya adalah 0.209 gram CaSO4/ 100 gram air.

4
b. Pengaruh penambahan elektrolit kuat
Penambahan elektrolit kuat, sebagai contoh NaCl, akan mempengaruhi daya
larut Kalsium Sulfat.
SCaSO4 = (a Ca2+) (a SO42- )
= (f Ca2+) (Ca2+) . (f SO42-) (SO42-)
= (f Ca2+) (f SO42-) (SO42-)
(Ca2+) (SO42-) = S CaSO4
f Ca2+ . f SO42-
keterangan :
S CaSO4 = hasil kali kelarutan CaSO4
( ) = konsentrasi ion, gram ion / liter
a = aktivitas
f = koefisien aktivitas
Jumlah CaSO4 yang larut, ditunjukkan oleh banyaknya ion SO42- dalam
larutan, sebab ion Ca2+ berlebihan jumlahnya. Karena temperatur dibuat
konstan untuk setiap percobaan, maka S CaSO4 harganya tetap, sehingga Ion
Ca2+ dan SO42- tergantung pada harga dari f Ca2+ dan f SO42-. Elektrolit
mempengaruhi harga koefisien aktivitas, mungkin memperbesar atau
memperkecil nilai f. Pada umumnya elektrolit memperkecil harga koefisien f
atau dengan kata lain memperbesar daya larutnya.
c. Pengaruh perbandingan zat zat pereaksi
Hasil gips yang dapat diambil dipengaruhi oleh perbandingan Ca2+: SO42-.
Hasil terbaik diperoleh pada perbandingan Ca2+ : SO42- 2 : 1.
d. Pengaruh waktu reaksi
Waktu reaksi dihitung mulai dari saat penambahan larutan Ca(OH)2 sampai
waktu reaksi dihentikan. Apabila waktu reaksi diperpanjang, hasil gips
bertambah banyak karena kesempatan untuk bereaksi dan pembentukan
kristal adalah cukup. Apabila ditinjau kenaikan hasil gips per satuan waktu,
maka makin lama makin berkurang, sebab keseimbangan sudah semakin

5
dekat. Reaksi pembentukan CaSO4 menurut persamaan diatas tadi merupakan
reaksi orde 2.
Kecepatan reaksinya dapat dinyatakan sebagai berikut :
-d (SO42-)/dt = k (SO42-) (Ca2+)
Apabila SO42- yang diambil sebagai CaSO4 banyaknya Y1 bagian, sedangkan
(Ca2+)0 = 2 (SO42-)0 , maka :
(SO42-) = (SO42-)0 (1- y1)
(Ca2+) = (SO42-)0 (2 - y1)
Jika harga harga ini dimasukkan pada persamaan 1, kemudian disusun dan
akhirnya diintegralkan maka akan diperoleh persamaan :
Log (2-Y1)/(1-Y1) = k (SO42-)0 / 2,303 ( t + C)
Keterangan :
k = konstanta kecepatan reaksi (gr/mol menit)
C = konstanta
t = waktu reaksi (menit)
Konstanta konsatanta dalam persamaan diatas dicari dengan cara Least
Square, yaitu dengan membuat grafik hubungan : log (2-Y1)/(1-Y1) Vs t
Maka didapat :
Intercept = C
Slope = k(SO42-)0 / 2.303
Sehingga dapat dihitung harga k.
e. Pengaruh temperatur reaksi
Pengaruh temperatur ini dapat diamati apabila pemanasan dilakukan didalam
heater thermostat, dapat digunakan pemanas air biasa sebagai pengatur suhu.
Air dipanaskan dengan pemanas listrik dan temperatur diatur dengan jalan
menghidupkan dan mematikan aliran listrik. Dua buah thermometer dipakai
untuk melihat besarnya temperatur. Satu thermometer dipasang didalam
beaker glass tempat reaksi, satunya lagi ditempatkan di pemanas air.
Pengaruh temperatur ini menunjukkan bahwa bila temperatur reaksi
dinaikkan, hasil gips juga akan bertambah karena kecepatan reaksi makin

6
besar. Tetapi pertambahan ini sebagian diimbangi oleh bertambanhya gips
yang larut.
f. Pengaruh kecepatan pengadukan
Kecepatan pengadukan dinyatakan dengan rpm. Pengadukan bertujuan untuk
memperbesar jumlah tumbukan antara meolekul molekul atau ion ion
yang mengambil bagian dalam reaksi. Pengadukan yang makin cepat
menyebabkan hasil gips juga bertambah karena kecepatan reaksi juga
bertambah.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi :


1. Konsentrasi reaktan
Pada umumnya reaksi akan berlangsung semakin cepat apabila konsentrasi
reaktannya semakin besar, kecuali reaksi orde nol.
2. Temperatur
Reaksi dapat berlangsung semakin cepat apabila harga konstanta kecepatan
reaksi dan temperatur dinyatakan dalam persamaan :
k= Ae-E/RT
Dimana :
k = konstanta kecepatan reaksi
A = faktor frekuensi
E = energi aktifasi
R = konstanta gas ideal (1,9872 Cel/gr mol OK)
Dari persamaan Archenius tersebut dapat diketahui apabila temperatur
dinaikkan maka harga konstanta kecepatan reaksi semakin besar dan reaksi
akan berlangsung semakin cepat.
3. Pengadukan
Pengdukan yang baik akan memperbesar harga A dari persamaan Archenius
dalam hal ini akan mempercepat reaksikarena memperbesar harga konstanta
kecepatan reaksi.

7
2.1. Bentuk-Bentuk Gypsum
Gypsum memiliki beberapa bentuk yaitu:
Selenite: berbentuk pipih, terkadang memiliki kristal kembar. Gypsum
jenis ini memiliki serabut dan lembut. Jenis ini bisa menjadi butiran kecil.
Alabaster: berwarna putih dan berjaring halus. Jenis ini banyak digunakan
untuk ornamen rumah.
Desert Rose: berbentuk seperti bungan dan berpasir. Biasa ditemukan di
daerah yang gersang.

2.2. Kegunaan Gypsum


Gypsum adalah bahan yang banyak digunakan sebagai bahan baku ataupun bahan
pembantu dalam berbagai jenis industri. Adapun kegunaan gypsum dalam dunia
industri adalah sebagai berikut :
Sebagai bahan pembantu pembuatan semen, yaitu sebagai bahan untuk
memperlambat pengerasan pada semen.
Pada bidang kedokteran dan farmasi, digunakan sebagai bahan plester.
Pada industri cat, sebagai bahan pengisi dan campuran cat putih.
Pada industri keramik, digunakan sebagai bahan pengisi.
Pada industri elektronika, digunakan sebagai bahan pembuatan komponen-
komponen elektronika.

2.3. Pemilihan Gypsum


Saat ini gypsum semakin digemari untuk diaplikasikan pada berbagai
bangunan. Selain ringan penggunaan gipsum juga praktis, karena dapat di pasang
dan dibongkar dengan cepat. Kekuatan utama gypsum terletak pada kertas
pembungkusnya, berwarna gading cenderung kecoklatan, dengan bahan sepintas
mirip dengan kertas zak pembungkus semen. Saat ini produsen gipsum
memproduksi beberapa jenis gipsum untuk beberapa aplikasi. Ketebalan gipsum
bervariasi, rata-rata di pasaran adalah 9mm, 12mm dan 15 mm untuk type gypsum
standar (plasterboard). Akan tetapi dalam pemilihan gipsum terdapat beberapa hal
yang harus dipertimbangkan, yaitu :

8
a. Ketahanan Terhadap Air
Karena kekuatan papan gypsum yang terletak pada kertas pembungkusnya,
maka untuk gipsum standar (plasterboard) yang ada dipasaran rata-rata
tidak tahan terhadap basah dan lembab, kertas akan mengelupas dan inti
gypsum akan terurai. Bila memang memerlukan gypsum apabila sebagai
partisi maka beberapa merk terkenal mengeluarkan gipsum dengan pelapis
yang lebih tahan terhadap lembab (terhadap lembab bukan basah, karena
bahan gypsum memang tidak akan bertahan terhadap basah) tentu dengan
harga yang lebih mahal untuk ketebalan yang sama.

b. Akustik
Bahan gipsum standar (plasterboard) relatif lunak sehingga bahan gipsum
relatif bisa menyerap suara dengan baik daripada dinding bata. GIpsum
cocok digunakan untuk ruang-ruang yang memerlukan peredaman suara.
Pemakaian gipsum sebagai pelapis dinding dapat membantu meredam
gema yang ditimbulkan akibat pantulan balik suara, karena sifat
peredaman gipsum yang baik inilah maka beberapa produsen
mengeluarkan panel peredam suara yang lebih baik dengan berbahan dasar
gipsum.

c. Harga
Harga gipsum dipasaran relatif bervariasi.Saat ini banyak produsen gipsum
yang menawarkan produknya mulai dari yang berkualitas dengan harga
yang tinggi, hingga gipsum kelas low-end yang ditawarkan dengan harga
murah tentu dengan kualitas seadanya. Harga gypsum ditentukan oleh
ketebalan dan jenis pelapis untuk aplikasi khusus. Sebagai gambaran harga
gypsum standar (plasterboard) saat ini berkisar antara 35 ribu 65 ribu
perlembar (1200 x 2400 x 9mm).

9
d. Ketahanan Terhadap Api
Gipsum standar (plasterboard) mempuyai lapisan kertas sebagai penguat,
dan seperti kita ketahui bahwa kertas adalah penghantar api. Namun
beberapa produsen menciptakan gypsum yang lebih tahan terhadap api
dengan lapisan kertas khusus (tentu dengan harga yang lebih mahal).

e. Ketahanan Terhadap Benturan dan Goresan


Aplikasi gipsum sebagai dinding partisi saat ini sudah menjadi suatu hal
yang umum, namun dari berbagai kasus yang terjadi, pemasangan gipsum
di ruang yang biasa dilalui banyak orang cenderung mudah rusak dan gupil
terutama di bagian sudut dinding (misal sebagai pelapis kolom). Selain itu
bila dinding tergores dengan sesuatu yang tajam maka dipastikan kertas
akan mudah terkelupas oleh tangan usil, namun perbaikan untuk hal ini
cukup mudah.

2.4. Kelebihan Dan Kekurangan


Kelebihan :
Hasilnya yang rata dan tampak seperti tidak ada sambungan.
Jika ada kerusakan cukup bagian tertentu saja yang diperbaiki,
tidak perlu semuanya. Karena gypsum menggunakan sistem
dempul. Jadi kita dapat mudah menangani kerusakan.
Mudah diaplikasikan
Ekonomis
Kekurangan :
Tidak tahan terhadap air ataupun kelembaban
Mudah bernoda
Akan hancur jika terkena air

10
BAB III
PERCOBAAN

3.1 Tata Cara Percobaan


Secara garis besar tata cara percobaan yang dilakukan adalah :
a. Menyusun peralatan sesuai dengan gambar dan mengecek apakah
peralatan dalam kondisi yang baik.
b. Mempersiapkan peralatan untuk analisa hasil.
c. Menghitung dan mempersiapkan zat zat kimia yang diperlukan didalam
reaksi
d. Melakukan percobaan pembuatan gips.
e. Menganalisa hasil gips.

3.2 Tata Kerja


3.2.1 Bahan yang digunakan
a. Ca(OH)2
b. H2SO4 0,0221 N 1000 ml
c. EDTA 0,15 N 250 ml
d. CaCl2 0,1 N 100 ml
e. Indicator EBT dan MO
f. Na Borax 0,05 N 500 ml
g. Aquadest
3.2.2 Alat yang digunakan
a. Buret g. Pipet ukur
b. Pemanas Listrik h. Labu takar
+ Magnetic Stirer i. Gelas ukur
c. Klem, Statif j. Pengaduk
d. Thermometer k. Corong gelas
e. Timbangan l. Beaker glass
f. Erlenmeyer

11
3.2.3 Gambar Alat

Keterangan :
1. Kompor listrik
2. Beaker glass
3. statif
4. magnetic stirrer
5. klem
6. statif
7. Water batch
8. Thermometer

12
3.2.4 Cara Kerja
1. Membuat sampel air kapur
Menimbang sejumlah 1 kg batu gamping.
Melarutkan batu gamping ke dalam 5 liter air dan diamkan selama
24 jam
Mengambil 1,5 liter cairan bagian atas dari campuran

2. Membuat EDTA 0,15 N 250 ml


Menimbang EDTA 14 gram dan melarutkannnya menggunakan
aquadest dalam beaker glass. Lalu memasukannya dalam labu takar
250 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga
homogen.
3. Pembuatan CaCl2 0,1 N sebanyak 100 ml
Menimbang CaCl2 1,11 gram dan melarutkannya menggunakan
dengan aquadest dalam beaker glass. Masukkan ke dalam labu takar
100 ml dan tambah aquadest hingga tanda batas. Gojog hingga
homogen.
3. Pembuatan Na Borax 0,05 N 500 ml
Menimbang Na Borax 9,5 gram dan melarutkannnya menggunakan
aquadest dalam beaker glass. Lalu memasukannya dalam labu takar
500 ml dan tambahkan aquadest sampai tanda batas. Gojog hingga
homogen.
4. Pengenceran H2SO4 0,0221 N 1000 ml
Mengambil 20,4 ml larutan H2SO4 memasukkannya kedalam labu
takar 1000 ml yang telah diisikan dengan aquadest, tambahkan
aquadest hingga tanda batas. Gojog hingga homogen.
5. Standarisasi larutan CaCl2 dengan EDTA
Mengambil 10 ml CaCl2 0,1 N dimasukkan ke dalam Erlenmeyer,
ditambah 2,5 ml larutan buffer dan tambahkan 3 tetes indicator EBT
sehingga warna menjadi merah anggur. Kemudian dititrasi dengan

13
EDTA sampai TAT (merah anggur menjadi biru jernih). Titrasi
dilakukan 3 kali, catat kebutuhan EDTA yang diperlukan.
6. Analisa kadar Ca2+ awal
Mengambil 10 ml Ca(OH)2 dimasukkan ke dalam Erlenmeyer,
tambahkan 2,5 ml larutan buffer dan 3 tetes indicator EBT sehingga
warna menjadi merah anggur. Kemudian dititrasi dengan EDTA
sampai TAT (merah anggur menjadi biru jernih). Titrasi dilakukan 3
kali, catat kebutuhan EDTA yang diperlukan.
7. Standarisasi Na Borax dengan H2SO4
Mengambil 10 ml Na Borax dimasukkan ke dalam Erlenmeyer,
tambahkan 3 tetes indicator MO kemudian dititrasi dengan H2SO4
sampai TAT (kuning menjadi merah muda). Titrasi dilakukan 3 kali,
catat kebutuhan H2SO4 yang diperlukan.
8. Menghitung perbandingan mol Ca2+ : SO 24 = 2 : 1
9. Pembuatan gips
Mengambil 250 ml larutan H2SO4 masukkan dalam beaker glass
dan panaskan hingga 80oC.
Isi buret dengan larutan Ca(OH)2
Setelah suhu mencapai 80oC buret dibuka, tetesan pertama
sebagai to dan magnetic stirrer dijalankan.
Pada range waktu 10 menit, diambil sampel 10 ml untuk dianalisa
kadar Ca2+ nya. Lakukan pengambilan sampel dengan selisih
waktu pengambilan 10 menit selama 60 menit.
Cara analisa
Setelah 60 menit, pemanasan dihentikan larutan dalam beaker
glass disaring dengan kertas saring yang sudah ditimbang.
Endapan dicuci dengan aquadest 1 kali, kemudian dioven pada
suhu 100oC selama 15 menit.
Setelah dioven masukkan dalam desicator selama 5 menit
kemudian ditimbang.

14
BAB IV
HASIL PERCOBAAN

1. Standarisasi larutan CaCl2 0,1N dengan EDTA 0,15N


Titrasi Volume CaCl2 Volume EDTA
1 10 ml 6,8 ml
2 10 ml 7,1 ml
3 10 ml 8,7 ml
Rata rata 10 ml 7,53 ml

Normalitas EDTA sesungguhnya


VCaCl2 . NCaCl2 = VEDTA . NEDTA
10 ml . 0,1N = 7,53 ml . NEDTA
NEDTA = 0,13 N

2. Standarisasi larutan Na Borax 0,05N dengan H2SO4 0,0221N

Titrasi Volume Na Borax Volume H2SO4


1 10 ml 0,2 ml
2 10 ml 0,1 ml
3 10 ml 0,1 ml
Rata rata 10 ml 0,13 ml

Normalitas H2SO4 sesungguhnya


VNa Borax . NNa Borax = VH2SO4 . NH2SO4
10 ml . 0,05N = 0,13 ml . NH2SO4
NH2SO4 = 3,85 N

15
3. Analisa kadar Ca 2 awal dengan EDTA
Titrasi Volume Ca(OH)2 Volume EDTA
1 10 ml 4,4 ml
2 10 ml 3,1 ml
3 10 ml 2,7 ml
Rata rata 10 ml 3,4 ml

Normalitas Ca(OH)2 sesungguhnya


VCa(OH)2 . NCa(OH)2 = VEDTA . NEDTA
10 ml . NCa(OH)2 = 3,4 ml . 0,13N
NCa(OH)2 = 0,0442 N

4. Percobaan
T (menit) V H2SO4 (ml) V Ca(OH)2 (ml)
0 0
10 13,5
20 30,5
30 250 ml 32
40 43
50 31
60 56,5

16
5. Analisa kadar Ca(OH)2 (Ca2+ ) percobaan dengan EDTA yang bereaksi pada
suhu (T) = 80C dan waktu (t) = 0 menit sampai (t) = 60 menit

T (menit) V Ca(OH)2 (ml) V EDTA (ml)


0 10 0
10 10 2,5
20 10 2,5
30 10 2,7
40 10 1,3
50 10 1
60 10 5,7

6. Mencari kebutuhan volume Ca2+ dari Ca(OH)2


Diketahui :
Volume total = 250 ml
Suhu = 80C
N. Ca(OH)2 = 0,0442 N
N. H2SO4 = 3,85 N
Perbandingan mol Ca 2 : SO 24 = 2 : 1
Misal Volume Ca(OH)2 = a ml
Volume H2SO4 = (250 a) ml
V Ca(OH)2 x N Ca(OH)2 x 1 = V H2SO4 x N H2SO4 x 2
a x 0,0442 x 1 = (250 a) x 3,85 x 2
0,0442 a = 1925 7,7 a
7,7442 a = 1925 ml
1925
a = = 248,6 ml
7,7442

Volume Ca(OH)2 = 248,6 ml


Volume H2SO4 = (250 248,6) = 1,4 ml

17
Pembuktian :
Perbandingan volume Ca 2 : SO 24 = 2 : 1

VCa(OH ) 2
Ca 2 = N Ca(OH)2 .
Vtotal
248,6
= 0,0442 .
250
= 4,4 x 10-2
VH 2 SO4
SO 24 = N H2SO4 .
Vtotal
1,4
= 3,85 .
250
= 2,2 x 10-2
Perbandingan mol Ca 2 : SO 24 = 4,4 x 10-2 : 2,2 x 10-2
= 2 : 1

Menghitung kadar Ca 2 yang bereaksi :


V Ca(OH)2
Ca 2 mula mula = N Ca(OH)2 x
V total
248,6
= 0,0442 x
250
= 4,4 x 10-2 N
Berat Ca 2 mula mula =
N VolumeCa(OH ) 2 yangdireaksikan
BM .Ca(OH ) 2
valensi 1000
248,6
= 4,4 x 10-2/2 x 74 x
1000
= 4,047 x 10-1 gram

18
1. t = 0 menit
Ca 2 yang bereaksi = 0
Konversi = 0
2. t = 10 menit
0,0442N
Ca 2 sisa = x 2,5 ml = 1,105 x10-2 N
10ml
0,01105 248,6
Berat Ca 2 sisa = x 74 x = 1,016x10-1 gram
2 1000

Ca 2 yang bereaksi = 4,4 x 10-2 1,105 x10-2 = 3,29x10-2 N


Berat Ca 2 yang bereaksi = 4,047x10-1 gram 1,016x10-1 gram = 0,303 gram
0,303
Konversi = x 100 %= 74,8%
0,4047

3. t = 20 menit
0,0442N
Ca 2 sisa = x 2,5 ml = 1,105 x10-2 N
10ml
0,01105 248,6
Berat Ca 2 sisa = x 74 x = 1,016x10-1 gram
2 1000

Ca 2 yang bereaksi = 4,4x10-2 1,105x10-2 = 3,29x10-2 N


Berat Ca 2 yang bereaksi = 4,047x10-1 1,016x10-1 = 0,303 gram
0,303
Konversi = x 100% = 74,8 %
0,4047

4. t = 30 menit
0,0442N
Ca 2 sisa = x 2,7 ml = 1,193 x 10-2 N
10ml
0,01193 248,6
Berat Ca 2 sisa = x 74 x = 1,097x10-1 gram
2 1000

Ca 2 yang bereaksi = 4,4x10-2 1,193x10-2 = 3,207x10-2 N


Berat Ca 2 yang bereaksi = 4,047x10-1 1,097x10-1 = 0,295 gram
0,295
Konversi = x 100% = 72,89%
0,4047

5. t = 40 menit
0,0442N
Ca 2 sisa = x 1,3 ml = 5,75 x 10-3 N
10ml

19
0,00575 248,6
Berat Ca 2 sisa = x 74 x = 5,289x10-2 gram
2 1000

Ca 2 yang bereaksi = 4,4x10-2 5,75 x 10-3 = 3,383x10-2 N


Berat Ca 2 yang bereaksi = 4,047x10-1 5,289x10-2 = 0,352 gram
0,352
Konversi = x 100% = 86,97 %
0,4047

6. t = 50 menit
0,0442N
Ca 2 sisa = x 1, ml = 4,42 x 10-3 N
10ml
0,00442 248,6
Berat Ca 2 sisa = x 74 x = 4,065x10-2 gram
2 1000

Ca 2 yang bereaksi = 4,4x10-2 4,42x10-3 = 3,956x10-2 N


Berat Ca 2 yang bereaksi = 4,047x10-1 4,065x10-2 = 0,364 gram
0,364
Konversi = x 100% = 89,95 %
0,4047

7. t = 60 menit
0,0442N
Ca 2 sisa = x 5,7 ml = 2,52 x 10-2 N
10ml
0,0252 248,6
Berat Ca 2 sisa = x 74 x = 2,318x10-1 gram
2 1000

Ca 2 yang bereaksi = 4,4x10-2 2,52x10-2 = 1,88x10-2 N


Berat Ca 2 yang bereaksi = 4,047x10-1 1,88x10-2 = 0,386 gram
0,386
Konversi = x 100% = 95,35 %
0,4047

Perhitungan Harga k
Ca 2 mula mula = 4,4x10-2 N
Ca 2 yangbereaksi
XA = = konversi
Ca 2 mula mula
1 M XA
Perhitungan k = 2
ln
C (M 1)t M (1 X A )
A0

Ca 2 2
M= = =2
SO42 1

20
Tabel Perhitungan Harga k pada Perbandingan 2 : 1 dengan T = 80C
MXa
2+ ln
t (menit) Ca bereaksi Xa konversi M-Xa M(1-Xa) M(1Xa) K
0 0 0 2 2 0 0
10 3,29x10-2 0,7477 1,2523 0,5046 0,9089 2,0657
20 3,29x10-2 0,7477 1,2523 0,5046 0,9089 1,0328
30 3,207x10-2 0,7289 1,2711 0,5422 0,8520 0,6455
40 3,383x10-2 0,7689 1,2311 0,4622 0,9796 0,5566
50 3,956x10-2 0,8991 1,1009 0,2018 1,6966 0,7712
60 1,88x10-2 0,4273 1,5727 1,1454 0,3170 0,1201
Rata-Rata 0,7417

Hasil percoban untuk data dari Ca(OH)2 dengan volume total 250 ml
t(menit) (X) Konversi (Y) X2 X.Y
0 0 0 0
10 0,74870 100 7,48703
20 0,74870 400 14,9741
30 0,72894 900 21,8681
40 0,86978 1600 34,7912
50 0,89943 2500 44,9716
60 0,95354 3600 57,2124
=210 4,94909 9100 181,304

n(XY) X.Y
a=
n(X2 )(X)2
7(181,304)(210)(4,94909)
=
7(9100)(210)2
= 0,01173

(X2 )(Y)(X)(XY)
b=
n(X2 )(X)2

(9100)(4,94909)(210)(181,304)
=
7(9100)(210)2

= 0,35525

21
Jadi Y= ax+b
Y= 0,01173 x + 0,35525
Maka
x=0 Y= 0,01173 (0) + 0,35525 = 0,35525
x=10 Y= 0,01173 (10) + 0,35525 = 0,47255
x=20 Y= 0,01173 (20) + 0,35525 = 0,58985
x=30 Y= 0,01173 (30) + 0,35525 = 0,70715
x=40 Y= 0,01173 (40) + 0,35525 = 0,82445
x=50 Y= 0,01173 (50) + 0,35525 = 0,94175
x=60 Y= 0,01173 (60) + 0,35525 = 1,05905

Prosentase kesalahan
Y perhitunganY percobaan
%kesalahan = x 100%
Y perhitungan

t Y percobaan Y perhitungan %kesalahan


0 0 0,35525 100
10 0,74870 0,47255 -58,4383
20 0,74870 0,58985 -26,9306
30 0,72894 0,70715 -3,08138
40 0,86978 0,82445 -5,49821
50 0,89943 0,94175 4,49376
60 0,95354 1,05905 9,96270
Rata-rata 2,93%

Menghitung harga K untuk tiap 10 menit


(2Y1) k(SO4)
Log = +C
(1Y1) 2,303

Dimana :
k= konstanta kecepatan reaksi
C= konstanta

22
t= waktu reaksi
(SO4) = konsentrasi ion (SO42-)
(2Y1)
Y= log
(1Y1)

Y1 log(2-y1)/(1-y1) r(x) X2 X.Y


0 0,30103 0 0 0
0,74870 0,38743 10 100 3,87431
0,74870 0,38743 20 400 7,74862
0,72894 0,38429 30 900 11,5287
0,86978 0,40826 40 1600 16,3302
0,89943 0,41382 50 2500 20,6909
0,95354 0,42451 60 3600 25,4705
4,94909 2,70677 210 9100 85,6433

Persamaan empiris
n(XY) X.Y
a=
n(X2 )(X)2
7(85,6433)(210)(2,70677)
=
7(9100)(210)2
= 1,59 x10-3

(X2 )(Y)(X)(XY)
b=
n(X2 )(X)2

(9100)(2,70677)(210)(85,6433)
=
7(9100)(210)2

= 0,33911

Jadi Y= ax+b
Y= 0,00159 x + 0,33911
Maka
x=0 Y= 0,00159 (0) + 0,33911 = 0,33911
x=10 Y= 0,00159 (10) + 0,33911 = 0,35501

23
x=20 Y= 0,00159 (20) + 0,33911 = 0,37091
x=30 Y= 0,00159 (30) + 0,33911 = 0,38681
x=40 Y= 0,00159 (40) + 0,33911 = 0,40271
x=50 Y= 0,00159 (50) + 0,33911 = 0,41861
x=60 Y= 0,00159 (60) + 0,33911 =0,43451

Prosentase kesalahan
Y perhitunganY percobaan
%kesalahan = x 100%
Y perhitungan

t Y percobaan Y perhitungan % kesalahan


0 0,30103 0,33911 11,229
10 0,38743 0,35501 -9,132
20 0,38743 0,37091 -4,454
30 0,38429 0,38681 0,651
40 0,40826 0,40271 -1,378
50 0,41382 0,41861 1,144
60 0,42451 0,43451 2,301
Rata-rata 0,052%

24
BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah pemanasan kadar Ca2+ sangat kecil. Hal ini ditunjukkan dengan tidak
adanya endapan yang terbentuk. Faktor penyebabnya, yaitu:
1. Kadar sampel
Kadar Ca dalam sampel sangat sedikit ditunjukan dengan nilai
normalitasnya yaitu 0,04N. Hal ini dikarenakan jumlah air yang digunakan
untuk perendaman gamping terlalu banyak yaitu 1 kg gamping dalam 5 liter
air.
2. Kecepatan pengadukan
Pengadukan menyebabkan tumbukan antarpartikel sehingga dapat
mempercepat terjadinya reaksi. Oleh karena itu kecepatan pengadukan
seharusnya diatur agar konstan. Pada prakteknya, kecepatan tidak dapat diatur
dan perputaran magnetic stirrer yang digunakan tidak stabil.

Dari percobaan pembuatan kalsium sulfat (gips), diperoleh :


Perbandingan mol Ca 2 : SO 24 = 4,4x10-2 : 2,2x10-2

Maka, didapat perbandingan mol Ca 2 : SO 24 = 2 : 1

25
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Produk tidak terbentuk karena beberapa faktor yaitu tingginya
konsentrasi asam sulfat dan kecepatan pengadukan yang tidak konstan.

2. Dari grafik konversi vs waktu


Persamaan garis Y= 0,01173 x + 0,35525
Prosentase kesalahan = 2,93%

3. Perhitungan
Persamaan garis Y= 0,00159 x + 0,33911
Prosentase kesalahan = 0,052%
5.2 Saran
Air yang digunakan untuk merendam gamping sebaiknya sedikit,
misalnya 1kg gamping dalam 3 liter air.

26
GRAFIK HUBUNGAN ANTARA KONVERSI Vs WAKTU
(pada suhu 80C)
1.2
y = 0.0117x + 0.3553
R = 1
1

0.8
y perhitungan
Konversi

0.6 y percobaan
Linear (y perhitungan)

0.4

0.2

0
0 20 40 60 80
Waktu

27
GRAFIK HUBUNGAN ANTARA KONSTANTA
KECEPATAN REAKSI Vs WAKTU
(pada suhu 80C)
0.5

0.45 y = 0.0016x + 0.3391


R = 1
0.4
Konstanta Kecepatan Reaksi

0.35
y perhitungan
0.3
y percobaan
0.25
Linear (y perhitungan)
0.2

0.15

0.1

0.05

0
0 20 40 60 80
Waktu

28
DAFTAR PUSTAKA

Kirk, R.E and other D.F : Encyclopedia of Chemical Technology, Vol 4, The
Intercience Encyclopedia inc, New York,1951, page 16 37

Levenspiel, C : Chemical Reaction Engineering, 2 nd edition, 1972, John Wiley


and Son, New York, page 18 32

Shreeve, N.R : Chemical Process Industries, 2 nd edition, 1956, Mc Graw Hill


Book Company inc, Tokyo, page 218 - 219

29