Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas limpahan rahmat dan karunia-
Nya,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tugas kelompok mata kuliah
Termodinamika yang berjudul Persamaan Keadaan Gas Ideal. Tujuan pembuatan makalah
ini adalah untuk memenuhi tugas Mata kuliah Termodinamika dan sebagai asahan
pengetahuan mahasiswa. Makalah ini disusun dari berbagai referensi yang terkait dengan
Termodinamika seperti situs internet dan buku.
Ucapan terimakasih kepada dosen pengampu dan juga kepada teman-teman yang
terkait dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih
banyak kekurangan baik dari segi isi ataupun struktur penyusunan makalahnya. Oleh karena
itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk pembuatan
makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Medan,September 2016
Tim Penyusun

i
Daftar Isi

Kata Pengantar .................................................................................................................... i


Daftar Isi ............................................................................................................................. ii
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.2 Tujuan Penulisan ........................................................................................... 1
1.3 Rumusan Masalah.......................................................................................... 1
Bab II Pembahasan
2.1 Teori Kinetik Gas .............................................................................................. 2
2.2 Karakteristik Umum Gas................................................................................... 3
2.3 Sifat Gas Ideal ................................................................................................... 3
2.4 Perubahan Gas Ideal .......................................................................................... 4
2.5 Persamaan Gas Ideal ......................................................................................... 4

Bab III Penutup


3.1 Kesimpulan .................................................................................................... 8
Daftar Pustaka ..................................................................................................................... 9

ii
i
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teori kinetik adalah teori yang menjelaskan perilaku sistem sistem fisis dengan
menganggap bahwa sistem-sistem fisis tersebut terdiri atas sejumlah besar molekul yang
bergerak sangat cepat. .
Gas, sebagai salah satu sifat dan bentuk alam, memiliki karakteristik yang
khas. Berbeda dengan bentuk zat lainnya, karakteristik gas sangat erat kaitannya dengan
tekanan, temperatur dan volume. Beberapa teori dan hukum yang sangat mempengaruhi
dalam pemahaman sifat gas yang diantaranya adalah teori kinetik gas dan hukum
termodinamika. Teori kinetik zat membicarakan sifat zat dipandang dari sudut
momentum. Peninjauan teori ini bukan pada kelakuan sebuah partikel, tetapi diutamakan
pada sifat zat secara keseluruhan sebagai hasil rata-rata kelakuan partikel-partikel.
Teori kinetik zat membicarakan sifat zat dipandang dari sudut momentum.
Peninjauan teori ini bukan pada kelakuan sebuah partikel, tetapi diutamakan pada sifat
zat secara keseluruhan sebagai hasil rata-rata kelakuan partikel-partikel zat tersebut.
Berdasarkan latar belakang diatas, untuk memahami lebih lanjut tentang sifat -
sifat gas dan hukum yang mendasarinya, maka penulis menulis makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah


Beberapa yang menjadi topik sentral permasalahan dalam makalah ini yang akan dibahas
adalah:

1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan gas ideal ?


1.2.2 bagaimana sifat gas ideal?
1.2.3 Bagaimana perubahan gas ideal?
1.2.4 Bagaimana persamaan gas ideal?
1.3 Tujuan
Tujuan pembahasan makalah ini adalah:

1.3.1 Mengetahui apakah gas ideal itu


1.3.2 Mengetahui sifat gas ideal
1.3.3 Mengetahui perubahan gas ideal
1.3.4 Mengetahui persamaan gas ideal

1
BAB 1
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Teori Kinetik Gas


Teori kinetik adalah teori yang menjelaskan perilaku system-sistem fisis
denganmenganggap bahwa sejumlah besar molekul yang bergerak sangat cepat.
Teori kinetik gas tidak mengutamakan kelakuan sebuah partikel , tetapi meninjau sifat zat
secara keseluruhan berbagai hasil rata-rata kelakuan partikel tersebut.
Teori Kinetik gas menjelaskan sifat-sifat makroscopik gas, seperti tekanan, suhu, atau
volume, dengan memperhatikan komposisi molekular mereka dan gerakannya. Intinya, teori
ini menyatakan bahwa tekanan tidaklah disebabkan oleh gerakan vibrasi di antara molekul-
molekul, seperti yang diduga Isaac Newton, melainkan disebabkan oleh tumbukan
antarmolekul yang bergerak pada kecepatan yang berbeda-beda.
Teori Kinetik dikenal pula sebagai Teori Kinetik-Molekular atau Teori
Tumbukan atau Teori Kinetik pada Gas. Dengan demikian, teroi kinetika gas membahas
sifat-sifat gas yang berhubungan dengan gerakan translasi dari atom dan molekul dalam
bentuk gas, serta menguji bagaimana sifat-sifat gas tersebut dapat dibahas berdasarkan pada
gerakan translasi yang bebas dan kontinyu dari komponen-komponennya. Untuk dapat
membahas sifat-sifat gas dengan lebih sempurna, maka dalam teori kinetika gas digunakan
pendekatan gas ideal.

Pengertian gas ideal merupakan kumpulan dari partikel-partikel suatu zat yang jaraknya
cukup jauh dibandingkan dengan ukuran partikelnya. Partikel-partikel itu selalu bergerak
secara acak ke segala arah. Pada saat partikel-partikel gas ideal itu bertumbukan antar partikel
atau dengan dinding akan terjadi tumbukan lenting sempurna sehingga tidak terjadi
kehilangan energi.Persamaan keadaan gas ideal adalah hukum gas ideal

PV=nRT
Hukum ideal gas adalah lanjutan dari hukum gas yang ditemukan secara percobaan. Fluida
nyata pada densitas rendah dan temperatur tinggi hampir mengikuti hukum gas ideal.
Namun, pada temperatur rendah atau densitas tinggi, fluida nyata mengalami
penyimpangan jauh dari sifat gas ideal, terutama,karena terkondensasi menjadi liquid atau
terdeposisi menjadi padat

2
2.2 Karakteristik Umum Gas
1.Gas dapat mengembang untuk mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.
2.Gas sangat mudah dimampatkan dengan memberikan tekanan.
3.Gas dapat berdifusi dengan cepat membentuk campuran homogen.
4.Gas memberikan tekanan ke segala arah.
5.Jika gas dipanaskan maka tekanan akan meningkat, akibatnya volume juga meningkat.
6.Gas terdiri atas partikel-partikel dalam jumlah yang besar sekali, yang senantias bergerak
dengan arah sembarang dan tersebar merata dalam ruang yang kecil.

7.Jarak antara partikel gas jauh lebih besar daripada ukuran partikel, sehingga ukuran partikel
gas dapat diabaikan.

8.Tumbukan antara partikel-partikel gas dan antara partikel dengan dinding tempatnya adalah
elastis sempurna

2.3 Sifat Gas Ideal


Suatu gas dikatakan ideal jika memenuhi kriteria sebagai berikut:

1.Suatu gas terdiri atas partikel-partikel yang disebut molekul. Setiap molekul identik (sama)
sehingga tidak dapat dibedakan dengan molekul lainnya.

2.Molekul-molekul gas ideal bergerak secara acak ke segala arah.

3.Molekul-molekul gas ideal tersebar merata di seluruh bagian.

4.Jarak antara molekul gas jauh lebih besar daripada ukuran molekulnya.

5.Tidak ada gaya interaksi antarmolekul; kecuali jika antarmolekul saling bertumbukan atau
terjadi tumbukan antara molekul dengan dinding.

6.Semua tumbukan yang terjadi baik antarmolekul maupun antara molekul dengan dinding
merupakan tumbukan lenting sempurna dan terjadi pada waktu yang sangat singkat (molekul
dapat dipandang seperti bola keras yang licin).

7.Hukum-hukum Newton tentang gerak berlaku pada molekul gas ideal.

3
2.4 Perubahan keadaan gas ideal
Pada gas ideal terdapat empat macam perubahan keadaan istimewa yaitu
1. Proses isotermik
Suatu sistem dapat mengalami proses termodinamika dimana terjadi perubahan-
perubahan di dalam sistem tersebut.
proses ini dinamakan proses isotermik karena berlangsung dalam suhu konstan, tidak
terjadi perubahan energi dalam (U = 0) dan berdasarkan hukum I termodinamika kalor yang
diberikan sama dengan usaha yang dilakukan sistem (Q = W).
2. Proses isokorik
Jika gas melakukan proses termodinamika dalam volume yang konstan, gas dikatakan
melakukan proses isokhorik. Karena gas berada dalam volume konstan (V = 0), gas tidak
melakukan usaha (W = 0) dan kalor yang diberikan sama dengan perubahan energi dalamnya.
Kalor di sini dapat dinyatakan sebagai kalor gas pada volume konstan QV.
QV = U
3. Proses Isobarik
Jika gas melakukan proses termodinamika dengan menjaga tekanan tetap konstan, gas
dikatakan melakukan proses isobarik. Karena gas berada dalam tekanan konstan, gas
melakukan usaha (W = pV). Kalor di sini dapat dinyatakan sebagai kalor gas pada tekanan
konstan Qp. Sebelumnya telah dituliskan bahwa perubahan energi dalam sama dengan kalor
yang diserap gas pada volume konstan
QV =U
Dari sini usaha gas dapat dinyatakan sebagai
W = Qp QV
Jadi, usaha yang dilakukan oleh gas (W) dapat dinyatakan sebagai selisih energi (kalor) yang
diserap gas pada tekanan konstan (Qp) dengan energi (kalor) yang diserap gas pada volume
konstan (QV).

2.5 Persamaan Gas Ideal


Hukum-hukum gas ideal diantaranya Hukum boyle, Hukum Charles, Hukum Gay lussac. Teori kinetik
gas memberikan jembatan antara tinjauan gas secara mikroskopik dan makrokospik. Hukum-hukum
gas seperti hukum Boyle, Charles, dan Gay Lussac, menunjukkan hubungan antara besaran-besaran
makrokospik dari berbagai macam proses serta perumusannya. Kata kinetik berasal dari adanya
anggapan bahwa molekul-molekul gas selalu bergerak.
4
1.Hukum Boyle

Hukum Boyle dikemukakan oleh fisikawan Inggris yang bernama Robert Boyle. Hasil
percobaan Boyle menyatakan bahwa apabila suhu gas yang berada dalam bejana tertutup
dipertahankan konstan, maka tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya. Untuk gas
yang berada dalam dua keadaan keseimbangan yang berbeda pada suhu konstan, diperoleh
persamaan sebagai berikut.

p1V1 = p2V2

Keterangan:

P1:Tekanan gas pada keadaan 1(N/m2)

P2:Tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)

V1:Volume gas pada keadaan 1 (N/m2)

V2:Volume gas pada keadaan 2 (N/m2)

Grafik hubungan volume dan tekanan gas pada suhu konstan (isotermal).
2.Hukum Charles

Hukum Charles dikemukakan oleh fisikawan Prancis bernama Jacques Charles. Charles
menyatakan bahwa jika tekanan gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan
konstan, maka volume gas sebanding dengan suhu mutlaknya. Untuk gas yang berada dalam
dua keadaan seimbang yang berbeda pada tekanan konstan, diperoleh persamaan sebagai
berikut.

Keterangan:

V1:Volume gas pada keadaan 1 (N/m2) 5


V2:Volume gas pada keadaan 2 (N/m2)

T1:Suhu pada gas 1 (K)

T2:Suhu pada gas 2 (K)

Grafik hubungan volume dan suhu gas pada tekanan konstan (isobarik)

3.Hukum Gay Lussac

Hukum Gay Lussac dikemukakan oleh kimiawan Perancis bernama Joseph Gay Iussac. Gay
Lussac menyatakan bahwa jika volume gas yang berada dalam bejana tertutup dipertahankan
konstan, maka tekanan gas sebanding dengan suhu mutlaknya. Untuk gas yang berada dalam
dua keadaan seimbang yang berbeda pada volume konstan, diperoleh persamaan sebagai
berikut.

Keterangan:

P1:Tekanan gas pada keadaan 1(N/m2)

P2:Tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2)

T1:Suhu pada gas 1 (K)

T2:Suhu pada gas 2 (K)

6
Grafik hubungan tekanan dan suhu gas pada volume konstan (isokhorik)

4.Hukum Boyle-Gay Lussac

Apabila hukum Boyle, hukum Charles, dan hukum Gay Lussac digabungkan, maka diperoleh
persamaan sebagai berikut.

Persamaan di atas disebut hukum Boyle-Gay Lussac. Kita telah mempelajari hukum-hukum
tentang gas, yaitu hukum Boyle, Charles, dan Gay Lussac. Namun, dalam setiap penyelesaian
soal biasanya menggunakan hukum Boyle-Gay Lussac. Hal ini disebabkan hukum ini
merupakan gabungan setiap kondisi yang berlaku pada hukum-hukum gas ideal.

7
BAB II

PENUTUP

1.Kesimpulan

1.Gas ideal merupakan kumpulan dari partikel-partikel suatu zat yang jaraknya cukup jauh
dibandingkan dengan ukuran partikelnya. Partikel-partikel itu selalu bergerak secara acak ke
segala arah.

2. Suatu gas dikatakan ideal jika memenuhi kriteria sebagai berikut:.Suatu gas terdiri atas
partikel-partikel yang disebut molekul. Setiap molekul identik (sama) sehingga tidak dapat
dibedakan dengan molekul lainnya.Molekul-molekul gas ideal bergerak secara acak ke segala
arah..Molekul-molekul gas ideal tersebar merata di seluruh bagian.Jarak antara molekul gas
jauh lebih besar daripada ukuran molekulnya.Tidak ada gaya interaksi antarmolekul; kecuali
jika antarmolekul saling bertumbukan atau terjadi tumbukan antara molekul dengan
dinding..Semua tumbukan yang terjadi baik antarmolekul maupun antara molekul dengan
dinding merupakan tumbukan lenting sempurna dan terjadi pada waktu yang sangat singkat
(molekul dapat dipandang seperti bola keras yang licin).Hukum-hukum Newton tentang
gerak berlaku pada molekul gas ideal.

3.Pada gas ideal terdapat empat macam perubahan keadaan istimewa yaitu
Proses isotermik yaitu berlangsung dalam suhu konstan, tidak terjadi perubahan energi dalam
(U = 0), Proses isokorik berlangsung dalam volume konstan (V = 0), gas tidak melakukan
usaha (W = 0) dan . Proses Isobarik berlangsung dalam tekanan konstan, gas melakukan
usaha (W = pV).
4. Persamaan gas ideal dapat ditinjau dari Hukum-hukum gas ideal diantaranya Hukum boyle,
Hukum Charles, Hukum Gay lussac dan Hukum boyle-Gay lussac

8
DAFTAR PUSTAKA
Bahl, Arun dkk. 1999. Essentials Of Physical Chemistry. Chandigarh : S.Chand
Keenan,W,K;Klienfelter,D.C;dan Wood,j.H,1989, Kimia Untuk Universitas
(terjemahan:A.Hadyana.P,jilid 1) Jakarta: Penerbit Erlangga , hal. 150-244
Siswanto ,2007, kempetensi Fisika, Yogyakarta:Citra Aji parama.
Sukardjo, 2002, Kimia Fisika, Jakarta: Rineka Cipta.