Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN KASUS PELAYANAN KESEHEHATAN

Pada tanggal 29 Juni 2017 pukul 23.00 orang tua pasien bernama Oji Fauzi (alias Fauzi Al Bara) bersama
istri yang beralamat di Desa Pegadungan RT 03/07membawa putrinya bernama Naswa Azzura Zein
berusia 3 tahun ke UGD Puskemas Anyer karena diare dan muntah-muntah sejak satu hari setelah
berenang di kolam renang. Pasien di periksa oleh Zr Sri Hastuti ditemukan kondisi pasien dengan mata
yang cekung dan kulit perut yang keriput lama kembali bila ditarik sehingga disimpulkan pasien
menderita GEA dengan dehidrasi berat.

Zr menganjurkan pasien untuk dirawat inap, keluarga menanyakan apakah ada dokter kalau dirawat di
PKM, zr menjelaskan tidak ada, keluarga mengeluhkan kenapa di Puskesmas perawatan tidak ada
dokter, buat apa buka perawatan kalau tidak ada dokter, zr menjelaskan kondisi sebenarnya tentang
puskesmas, akhirnya zr menyarankan pasien harus ke rumah sakit dan tidak bisa merawat di PKM
karena tidak ada dokter yang mem visite. Akan tetap sesuai SOP yang biasa diakukan pasien akan diinfus
dulu hanya tidak dirawat di PKM. Mungkin karena cara penyampaiannya yang kurang berkenan
(perawat yang jaga sudah berlebihan jam kerjanya harusya libur tapi dilanjut dan faktor gaya dan
bahasa) membuat Ayah pasien bertambah marah-marah dan minta pulang, akhirya keluara pasien
pulang dengan diberi oralit, domperidon dan kotrim sirup. Pasien langsung dibawa pulang.

Bapak pasien sesampainya dirumah mengadukan masalah tesebut kepada Ibu Bupati seperti yang
beredar di medsos bahwa petugas PKM tidak mau memberikan tindakan dengan alasan tidak ada
dokter. Ibu Bupati menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan (Bu Kadis). Bu Kadis
segera menyampaikan permohonan maaf dengan menghubungi Ayah Pasien. Dan menginstruksikan
kepala Bidang Yankes agar segera dilakukan pemeriksaan oleh dokter ke rumah pasien dikhawatirkan
terjadi komplikasi dan kalau perlu dilakukan rujukan. Kepala Bidang yankes menginstruksikan Kepala
Seksi agar melakukan hal tersebut. Kepala seksi mendatangi langsung ke puskesmas untuk melihat
kronologi kejadian dan menelusuri alamat pasien. Alamat pasien agak lama baru bisa ditemukan
kepastiannya karena bukan penduduk asli desa tesebut. Bersama tim puskesmas diantar dengan
ambulan ke lokasi. Dilakukan pemeriksaan pada pukul 10.30 WIB ditemukan pasien sudah tidak muntah
lagi, tidak diare, suhu 36,8 , kelopak mata tidak cekung dan turgor kulit baik, pasien bisa mengkonsumsi
makanan yang diberikan. Pasien dinyatakan tidak perlu dirujuk dan obat ditambah dengan zink. Dan
obat lacto B yang dimiliki pasien juga dilanjutkan.

Puku 13.00 Bapak Wakil Bupati pun mengujungi puskesmas dan lokasi keluaga pasien.

Permasalahan :

1.Tidak ada dokter jaga di puskesmas karena jumlah dokter yangf kurang
2. Perawat yang jaga di UGD kurang sehingga harus lembur berlebihan dan kewalahan bila kebanyakan
pasien

3. Masih lemahnya koordinasi baik antar OPD maupun internal dari OPD Dinas Kesehatan. Bu Kadis
berdasarkan surat yang datang dari OPD lain tanggal 22 juni Sore hari tentang hari raya dan persiapan
festipal Anyer telah mendisposisi agar ada dokter di UGD Anyer dan Cinangka. Oleh seksi yandas surat
tersebut telah diserahkan ke PKM Anyer dan Cinangka melalui stafnya agar ditindaklanjuti. Akan tetapi
karena datangnya surat sore hari menjelang cuti bersama mungkin surat tersebut tidak sampai kepada
Kepala Puskesmas.

4. Surat Bupati tentang cuti bersama yang tidak menyebutkan larangan spesifik tentang cuti bagi dokter
dan petugas kesehatan lainnya.

Usulan solusi:

1. Pemerintah daerah menyediakan tenaga dokter minimal 5 orang tiap PKM perawatan agar bisa jaga
24 jam

2. Pemerintah daerah harus menyediakan perawat khusus UGD minimal 10 orang diluar perawat
pengelola program agar bisa melayani secara optimal

3. Pemerintah daerah harus berani mengganggarkan insentif yang lebiyh besar untuk dokter kontrak,
karena honor kontrak yang ditawarkan tidak menarik dokter sehingga jumlah peminat untuk kerja
kontrak di PKM tidak mencukupi

4. Meningkatkan kinerja manajerial bagi pejabat dan staf dilingkungan Dinkes maupun di seluruh PKM

5. Peningkatan kemampuan Customer Service untuk petugas di garda depan agar mampu memberikan
Service Excellent.

6. Menegur pejabat maupun staf yang lalai dalam melaksanakan tugas.

7. Pemeintah Kabupaten Serang harus mampu berkomunikasi dengan pemerintah provinsi untuk
mengatasi kelemahannnya masalah SDM kesehatan sehingga bisa dilakukan solusi seperti di Provinsi
Jawa Timur dimana kekurangan SDM mampu ditanggulangi Dinas Provinsi.