Anda di halaman 1dari 2

Trauma From Occlusion

Dapat menjadi faktor dalam menentukan dimensi dan bentuk kerusakan tulang
Dapat menyebabkan penebalan margin servikal tulang alveolar atau perubahan
morfologi tulang (co: angular defects, buttressing bone) dan akan berhimpit dengan
perubahan inflamatorinya

Rencana Perawatan & Tatalaksana

Terapi Oklusal

Tujuan: u/ membangun hubungan fungsional rongga mulut yang stabil, termasuk


jaringan periodonsium. HAL 702
Contoh terapi oklusal:
o Interocclusal appliance therapy
o Occlusal adjustment
o Prosedur restorative
o Pergerakan gigi dengan orthodontic
o Orthognatic surgery
Pedoman umum dalam melakukan terapi oklusal:
1. Harus ada alasan biologis sebelum tindakan dilakukan
2. Intervensi oklusal harus dianggap sebagai tambahan terapi periodontal
3. Perubahan irreversible oklusal yg signifikan harus dianggap pada konteks rencana
perawatan restorasi untuk pasien

Sebelumnya pasien harus diberikan informed concern terlebih dahulu supaya pasiennya
mengerti tujuan dari terapi oklusal ini. Terapi oklusal termasuk dalam manajemen periodontal,
tujuannya u/ meningkatkan stabilitas & kenyamanan rongga mulut pasien, bukan untuk
menyembuhkan penyakit periodontalnya.

1. Occlusal Adjustment (Coronoplasty)


Definisi: pembentukan kembali secara selektif pada permukaan oklusal dengan tujuan
untuk mencapai stabilitas oklusi nontraumatik. Oklusi yang diharilkan harus memenuhi
persyaratan untuk stabilitas oklusal dan akan disebut sebagai terapi oklusi.
Prosedur OA telah digunakan secara meluas untuk mengobati banyak permasalahan,
termasuk trauma oklusal, gejala TMD, bruxism, dan sakit kepala. Namun, OA merupakan
intervensi yang invasive dan irreversible.
Jadi untuk menyesuaikan kondisi klinis sekarang, dimana berdasarkan evidence-based
practice, dokter harus menggiatkan pencarian bukti-bukti scientific dalam mendukung
terapi ini.
Spesifiknya apakah bukti yg ada mendukung hubungan kausal antara faktor oklusal
dan kondisi yang diterapi?
Contohnya:
Pada kasus TMD, bukti2 yg ada menyimpulkan bahwa OA sebagai perawatan
modality irreversible seharusnya jarang dianggap sebagai pengukuran primer
Tidak ada bukti bahwa OA berguna untuk manajemen bruxism

Peran OA pada manajemen penyakit periodontal lebih kompleks dikarenakan periodontitis dan
TFO dapat menyebabkan mobilitas gigi.

http://email-dentin.blogspot.co.id/2011/04/trauma-from-occlusion-tfo.html