100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
538 tayangan2 halaman

Kriteria Pemantauan Terapi Obat

Dokumen ini membahas tentang Pemantauan Terapi Obat dan Pencatatan di Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi. Ringkasannya adalah: (1) Pemantauan Terapi Obat dilakukan untuk mengoptimalkan efek terapi dan meminimalkan efek yang tidak diinginkan, (2) Hasil pemantauan dicatat di Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi, (3) Prosedur pemantauan meliputi seleksi pasien, pengumpulan data, identifikasi masalah

Diunggah oleh

Wilken Palit
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
538 tayangan2 halaman

Kriteria Pemantauan Terapi Obat

Dokumen ini membahas tentang Pemantauan Terapi Obat dan Pencatatan di Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi. Ringkasannya adalah: (1) Pemantauan Terapi Obat dilakukan untuk mengoptimalkan efek terapi dan meminimalkan efek yang tidak diinginkan, (2) Hasil pemantauan dicatat di Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi, (3) Prosedur pemantauan meliputi seleksi pasien, pengumpulan data, identifikasi masalah

Diunggah oleh

Wilken Palit
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMANTAUAN TERAPI OBAT (PTO) DAN

PENCATATAN DI CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN


TERINTEGRASI (CPPT)
NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :
HK. 02.04/II.3/ /2015 A 1/2
RSUP DITETAPKAN OLEH :
PROF. Dr. R.D KANDOU DIREKTUR UTAMA,
MANADO
TANGGAL TERBIT :
STANDAR PROSEDUR 26/07/2015
OPERASIONAL
(SPO) dr. Maxi R. Rondonuwu, DHSM, MARS
Nip. 19640520 199103 1 003

PENGERTIAN : 1. Pemantauan terapi obat (PTO) adalah suatu proses yang mencakup
kegiatan untuk memastikan terapi obat yang aman, efektif dan rasional
bagi pasien. Kegiatan tersebut mencakup: pengkajian pilihan obat,
dosis, cara pemberian obat, respons terapi, reaksi obat yang tidak
dikehendaki (ROTD),)dan rekomendasi perubahan atau alternatif
terapi.
2. Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) adalah catatan
tentang perkembangan pasien yang di tulis secara terintegrasi oleh
tenaga kesehatan pemberi asuhan yang terdiri dari Dokter, Perawat,
Farmasi dan Ahli Gizi

TUJUAN : 1. Tersedianya prosedur pemantauan terapi obat untuk mengoptimalkan


efek terapi dan meminimalkan efek yang tidak dikehendaki
2. Tersedianya prosedur pendokumentasian hasil kegiatan PTO di rekam medis
pasien

KEBIJAKAN : Keputusan Direktur Utama Nomor HK.02.04/II.3/877.2/2014, tentang


Manajemen Penggunaan Obat Pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Prof
[Link] Manado

PROSEDUR : 1. Farmasis melakukan seleksi pasien yang akan dilakukan PTO, dengan
kriteria sebagai berikut :
a. Pasien yang menerima polifarmasi
b. Pasien dengan gangguan fungsi organ terutama ginjal
c. Pasien dengan perawatan intensif.
3. Farmasis melakukan pengumpulan data dasar pasien yang dapat
diperoleh dari :
a. rekam medik,
b. profil pengobatan pasien/penggunaan obat,
c. wawancara dengan pasien, anggota keluarga, dan tenaga
kesehatan lain.
4. Farmasis melakukan analisa data yang telah terkumpul untuk
mengidentifikasi adanya masalah terkait obat/ Drug Related Problem
(DRP) yang dapat dikategorikan sebagai berikut :
a. Ada indikasi tetapi tidak diterapi
b. Pemberian obat tanpa indikasi
c. Pemilihan obat yang tidak tepat (bukan merupakan pilihan pertama,
obat yang tidak cost effective, kontraindikasi)
d. Dosis terlalu tinggi
e. Dosis terlalu rendah
PEMANTAUAN TERAPI OBAT (PTO) DAN
PENCATATAN DI CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
TERINTEGRASI (CPPT)

NO. DOKUMEN : NO. REVISI : HALAMAN :


RSUP HK. 02.04/II.3/ /2015 A 2/2
PROF. Dr. R.D KANDOU
MANADO

f. Reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD)


g. Interaksi obat
5. Jika ditemukan masalah terkait obat, maka farmasis membuat
rekomendasi kepada tenaga kesehatan terkait.
6. Hasil evaluasi DRP pada kegiatan PTO didokumentasikan ke dalam
rekam medis pasien dengan metode S-O-A-P (Subjektif Objektif
Assessment Plan);
a. Data subjektif adalah semua keluhan yang dirasakan pasien
b. Data objektif adalah hasil pemeriksaan yang dapat diukur
c. Assessment adalah masalah terkait obat
d. Plan adalah rekomendasi yang diberikan berdasarkan assessment
yang dilakukan
7. DRP terkait ROTD harus dicatat ke dalam status pasien dan membuat
laporan sebagai insiden keselamatan pasien (IKP) ke Komite PMKP
dalam waktu 2x24 jam.

UNIT TERKAIT : 1. Kelompok Staf Medik terkait


2. Instalasi rawat Inap
3. Komite PMKP
4. KFT

Anda mungkin juga menyukai