Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang paling sering diderita

oleh perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker serviks menempati

peringkat kedua dari segi jumlah penderita kanker pada perempuan namun

sebagai penyebab kematian masih menempati peringkat pertama.1,2 Berdasarkan

data dalam penelitian statistik oleh IARC yaitu GLOBOCAN pada tahun 2012

diperkirakan satu wanita Indonesia meninggal setiap jamnya karena kanker

serviks dan ada sekitar 58 kasus baru kanker serviks di setiap harinya. Pada tahun

2025 diperkirakan kasus baru kanker serviks di Indonesia akan meningkat sebesar

74%, sementara secara keseluruhan prevalensinya akan meningkat sebesar 49%.2

Jumlah kasus kanker serviks di RS Kanker Dharmais pada tahun 2010

hingga 2013 mengalami peningkatan, pada tahun 2010 ada 296 kasus dengan 36

kematian, tahun 2011 ada 300 kasus dengan 35 kematian, tahun 2012 ada 343

kasus dengan 42 kematian, dan tahun 2013 ada 356 kasus dengan 65 kematian.

Kalimantan Selatan sendiri merupakan peringkat 10 dari 33 provinsi dengan

angka penderita kanker serviks terbanyak yakni 2087 penderita pada tahun

2013.3,4

Meningkatnya jumlah kasus baru kanker serviks di Indonesia pada setiap

tahunnya ini dapat menjadi ancaman besar bagi dunia kesehatan, karena mayoritas

penderitanya baru terdeteksi dan datang pada stadim lanjut. Padahal kanker

1
serviks dapat dicegah dan terdeteksi lebih awal jika wanita usia subur mempunyai

pengetahuan yang baik dan kesadaran melakukan deteksi dini.

Saat ini sudah diketahui bahwa kanker serviks disebabkan infeksi virus

human papilloma (HPV) yang onkogenik. Jenis HPV yang onkogenik adalah tipe

16, 18, 45, 31, 33, 52, 58, 35, 59, 56, 51, 39, 68, 73, dan 82.4 Di antara tipetipe

tersebut, HPV tipe 16 dan 18 merupakan penyebab utama (70%) dari kanker

serviks.5 Virus ini menginfeksi serviks melalui kontak seksual. Infeksi HPV

umumnya tidak menimbulkan gejala apapun pada penderitanya, bahkan ketika

infeksi tersebut sudah menyebabkan lesi prakanker, yaitu perubahan sel pada

lapisan epitel serviks yang berpotensi untuk berlanjut menjadi kanker serviks. 6

Kanker serviks merupakan penyakit yang sangat dapat dihindari karena

perkembangannya yang dinilai relatif lambat, dengan lesi-lesi pre-kanker yang

secara bertahap berkembang melalui beberapa stadium yang dapat dikenali

(multistep) melalui program-program skrining sitologi sebelum akhirnya menjadi

kanker invasif.6 Penyakit ini memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi jika dapat

didiagnosa sebelum berkembang menjadi kanker invasif, melalui operasi,

radioterapi serta kemoterapi. Namun demikian, kanker serviks invasif tetap

memiliki angka kematian yang signifikan bahkan tertinggi pada penyakit kanker

wanita.5,6 Berikut akan dibahas tinjauan pustaka mengenai lesi pra kanker,

diharapkan tulisan ini dapat berguna bagi pembaca terutama tenaga medis dalam

praktik keseharian terutama untuk skrining atau deteksi dini kanker serviks.

2
3