Anda di halaman 1dari 6

Nama Kelompok :

1. Ardhia Septi Ragita Cahyaning (1401415104)


2. Prathidina Pertiwi ( 1401415114)
3. Arina Ulfaa Dwipa Hapsari ( 1401451115)
4. Sinta Damayanti (1401515123 )

KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN TUJUAN

KELAS 4 KD 3.10 DAN 4.10

3.10. Menjelaskan hubungan antar garis ( sejajar, berpotongan, berhimpit) menggunakan


model konkrit.

4.10. Mengidentifikasi hubungan antar garis ( sejajar, berpotongan, berhimpit)


menggunakan model konkrit

Kompetensi dasar 3.10 dan 4.10 termasuk dalam tahap pengurutaan, karena siswa sudah
mulai mengamati hubungan antar garis sehingga membentuk bangun ruang

KOMPETENSI DASAR

3.10. Menjelaskan hubungan antar garis ( sejajar, berpotongan, berhimpit) menggunakan


model konkrit.

Fase Informasi : Indikator pada fase ini adalah

3.10.1 Mengidentifikasi garis sejajar, berpotongan dan berhimpit pada bangun ruang

Kegiatan pembelajaran pada fase ini adalah :

Guru menanyakan kepada siswa garis apa saja yang membentuk bangun
Guru mengenalkan garis sejajar, berpotongan dan berhimpit pada bangun ruang dengan
menggunakan alat peraga.
CONTOH BENDA BANGUN KERANGKA BANGUN KARAKTERISTIK
RUANG RUANG

KUBUS 1. Jumlah bidang sisi ada 6 dan


berbentuk bujur sangkar,
yaitu ABCD, EFGH, ABFE,
BCGF, CDHG dan ADHE.
2. Mempunyai 8 titik sudut
yaitu A, B, C, D, E, F, G dan
H.
3. Mempunyai 12 rusuk yang
sama panjang ( AB = CD =
EF = GH = AE = BF = CG =
DH = AD = BC = EH = FG)
4. Semua sudutnya siku-siku
5. Mempunyai 4 diagonal
ruang dan 12 diagonal
bidang (4 diagonal ruang =
Garis AG, BH, CE dan DF)
(12 diagonal bidang = Garis
AC, BD, EG, FH, AH, DE,
BG, CF, AF, BE, CH dan
DG)

BALOK 1. Jumlah bidang sisi ada 6


dan berbentuk persegi
panjang, yaitu ABCD,
EFGH, ABFE, BCGF,
CDHG dan ADHE.
2. Mempunyai 8 titik sudut
yaitu A, B, C, D, E, F, G
dan H.
3. Mempunyai 12 rusuk yang
panjangnya berbeda (AB =
EF = GH = CD dan AD =
DH = EH = AE = BC = CG
= FG = BF)
4. Semua sudutnya siku-siku
5. Mempunyai 4 diagonal
ruang dan 12 diagonal
bidang
6. (4 diagonal ruang = Garis
AG, BH, CE dan DF)
7. (12 diagonal bidang = Garis
AC, BD, EG, FH, AH, DE, BG,
CF, AF, BE, CH dan DG)

PRISMA 1. Memiliki 6 titik sudut


2. Memiliki 9 rusuk
3. Memiliki 5 bidang sis

TABUNG Mempunyai 2 rusuk


Alas dan atapnya berupa
lingkaran
Mempunyai 3 bidang sisi ( 2
bidang sisi lingkaran atas dan
bawah, 1 bidang selimut)
KERUCUT Mempunyai 2 bidang sisi (
1 bidang sisi lingkaran atas dan
bawah, 1 bidang selimut)
Mempunyai 2 rusuk dan 1
titik sudut.

BOLA Hanya mempunyai t bidang


sisi
Tidak mempunyai sudut dan
tidak mempunyai rusuk
LIMAS SEGIEMPAT Alasnya berbentuk
segiempat.
Mempunyai 5 bidang sisi (
alas berbentuk segiempat
dan 3 sisi tegak berbentuk
segitiga)
Mempunyai 8 rusuk dan 5
titik sudut.

Fase Orientasi Terarah : Indikator pada fase ini adalah :


3.10.2 Menemukan hubungan garis sejajar, berpotongan dan berhimpit pada bangun ruang.

Kegiatan Pembelajarannya adalah :


1. Guru menyiapkan alat peraga berupa kerangka bangun ruang
2. Siswa diminta mengamati kerangka bangun ruang
3. Guru menjelaskan hubungan antar garis sejajar, berpotongan, dan berhimpit
menggunakan kerangka tersebut.
4. Siswa mulai tahu istilah garsi sejajar, berpotongan dan berhimpit.
NB : DIBERI GAMBAR DAN CONTOH
Fase Penjelasan
4.10.3. Menunjukkan hubungan garis sejajar, berpotongan dan berhimpit pada bangun
ruang

Kegiatan Pembelajarannya:

1. Siswa mengkomunikasikan hubungan garis sejajar, berpotongan, dan berhimpit


dalam gambar bangun ruang yang telah dibuat di buku berpetak dengan menandai
masing-masing garis dengan spidol berwarna.
NB : DIBERI GAMBAR DAN CONTOH
Fase Orientasi Bebas
Kompetensi Dasar :

4.10. Mengidentifikasi hubungan antar garis ( sejajar, berpotongan, berhimpit)


menggunakan model konkrit

4.10.1. Indikator pada fase ini adalah Mengelompokkan garis ( sejajar, berpotongan, berhimpit)
dengan menggunakan kerangka bangun ruang.
Kegiatan Pembelajarannya :
1. Siswa mengelompokkan garis sejajar pada bangun ruang
2. Siswa mengelompokkan garis berpotongan pada bangun ruang
3. Siswa mengelompokkan garis berhimpit pada bangun ruang

NB : DIBERI GAMBAR DAN CONTOH


Fase Integrasi : Menyimpulkan bahwa bangun ruang terbentuk dari hubungan antar garis
sejajar, berpotongan dan berhimpit.
Kegiatan Pembelajarannya :
Pembelajaran dapat dilakukan dengan guru bersama siswa menyimpulkan bahwa bangun ruang
terbentuk dari hubungan antar garis sejajar, berpotongan dan berhimpit.

1. Kubus
Bangun ruang kubus tersusun atas 6 pasang rusuk sejajar/ garis sejajar
Bangun ruang kubus berpotongan

NB : DIBERI GAMBAR DAN CONTOH