Anda di halaman 1dari 9

KOBALT (Co)

Kobalt, ditemukan oleh Brandt pada tahun 1735. kobalt adalah suatu unsur kimia yang
memiliki lambang Co dan nomor atom 27. Kobalt merupakan logam yang jarang ditemukan,
diperkirakan hanya 20 PPm dalam kerak bumi. kobalt ditemukan dalam cadangan yang
mengumpul sehingga produksi tahunannya mencapai jutaan pon. kobalt terdapat dialam
sebagai senyawa sulfida, sifat mempunyai kesamaan dengan Besi. Kobal terdapat dalam
mineral kobaltit, smaltit dan eritrit. Sering terdapat bersamaan dengan nikel, perak, timbal,
tembaga dan bijih besi, yang mana umum didapatkan sebagai hasil samping produksi. Kobal
juga terdapat dalam meteorit.
Bijih mineral kobal yang penting ditemukan di Zaire, Moroko, dan Kanada. Survei
badan geologis Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa di dasar bagian tengah ke utara
Lautan Pasifik kemungkinan kaya kobal dengan kedalaman yang relatif dangkal, lebih dekat
ke arah Kepulauan Hawai dan perbatasan Amerika Serikat lainnya.
Co(Warna: sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan Penggolongan: Metalik
Ketersediaan: unsur kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas
perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat. contoh besar Dan kecil unsur kimia. Kobal juga
merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat
magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Cobalt-
60
60 ( Co) adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi
energi tinggi). unsur kimia/kobalt mewarnai gelas/kaca serta memiliki suatu keindahan warna
kebiruan.
Banyak bijih berisi unsur kobalt, tetapi tidak memiliki arti penting untuk ekonomi.
meliputi sulfid dan arsenid, linnaite, CO3S4, kobaltit, Cokass, dan smaltite, Cokas2. Digunakan
untuk industri, secara normal diproduksi sebagai by product dari produstion tembaga, nikel
Bijih yang dibakar Secara normal membentuk suatu campuran oksida metal. Perawatan dengan
cuka sulphurik dapat meninggalkan tembaga metalik sebagai residu dan disolves. Besi
diperoleh oleh hujan, timbulnya dengan lima kapur perekat ( CaO) sedang unsur kimia/kobalt
diproduksi ketika hidroksida hujan hujan akantimbul hipoklorit sodium.Trihidroksid CO(OH)3
dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi dengan karbon akan membentuk
unsur.
A. Karateristik
Simbol: Co
Radius Atom: 1.25
Volume Atom: 6.7 cm3/mol
Massa Atom: 58.9332
Titik Didih: 3143 K
Radius Kovalensi: 1.16
Struktur Kristal: Heksagonal
Massa Jenis: 8.9 g/cm3
Konduktivitas Listrik: 17.9 x 106 ohm-1cm-1
Elektronegativitas: 1.88
Konfigurasi Elektron: [Ar]3d7 4s2
Formasi Entalpi: 16.19 kJ/mol
Konduktivitas Panas: 100 Wm-1K-1
Potensial Ionisasi: 7.86 V
Titik Lebur: 1768 K
Bilangan Oksidasi: 2,3
Kapasitas Panas: 0.421 Jg-1K-1
Entalpi Penguapan: 373.3 kJ/mol

B. Sumber Kobalt
Mineral Cobalt terpenting antara lain Smaltite (CoAs2), Cobalttite (CoAsS) dan
Lemacite (Co3S4). Sumber utama Cobalt disebut Speisses yang merupakan sisa dalam
peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, dan Pb.
Cobalt juga terdapat dalam meteorit.Bijih mineral kobal yang penting ditemukan di
Zaire, Moroko, dan Kanada. Survei badan geologis Amerika Serikat telah mengumumkan
bahwa di dasar bagian tengah ke utara Lautan Pasifik kemungkinan kaya kobal dengan
kedalaman yang relatif dangkal, lebih dekat ke arah Kepulauan Hawai dan perbatasan
Amerika Serikat lainnya.Unsur Cobalt di alam selalu didapatkan bergabung dengan nikel
dan biasanya juga dengan arsenik.
C. Sifat Fisika dan Kimia
Kobalt bersifat rapuh, logam keras, menyerupai penampakan besi dan nikel. Kobal
memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi. Kobal cenderung terdapat
sebagai campuran dua allotrop pada kisaran suhu yang sangat lebar. Transformasi antara
dua bentuk ini bersifat lembam dan ditemukan dengan variasi tinggi sebagaimana
dilaporkan pada sifat fisik kobal.
1. Warna: sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan
2. Kobal bersifat logam keras, menyerupai penampakan besi dan nikel.
3. Kobal memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi.
4. Penggolongan: Metalik.
5. Kobalt juga merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung
metal serta kaya sifat magnetis.
Sifat Kimia
Bereaksi lambat dengan asam encer menghasilkan ion dengan biloks +2.
Pelarutan dalam asam nitrat disertai dengan pembentukan nitrogen oksida, reaksi yang
terjadi adalah :
Co + 2H+ Co2+ + H2
3Co + 2HNO3 + 6H+ 3Co2+ + 2NO+ 4H2O
Kurang reaktif
Dapat membentuk senyawa kompleks
Senyawanya umumnya berwarna
Dalam larutan air, terdapat sebagai ion Co2+ yang berwarna merah
Senyawasenyawa Co(II) yang tak terhidrat atau tak terdisosiasi berwara biru.
Ion Co3+ tidak stabil, tetapi komplekskompleksnya stabil baik dalam bentuk larutan
maupun padatan.
Kompleks-kompleks Co(II) dapat dioksidasi menjadi komplekskompleks Co(III)
Bereaksi dengan hidogen sulfida membentuk endapan hitam
Tahan korosi

D. Pembuatan Kobalt
Unsur kimia/kobalt diproduksi ketika hidroksida hujan hujan akantimbul hipoklorit
sodium ( NaOCl) 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2O OH)3(s) + NaCl(aq).
Trihidroksid Co(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi
dengan karbon untuk membentuk unsur kimia/kobalt metal. Pada tingkat valensi mol
dibentuk oleh tiga logam, (NiCO4)4) di bentuk oleh penggabungan Ni dan CO. Pd susunan
dan pycolisis berikutnya sangat penting pada proses moud untuk pemurnian logam.
Terlebih dahulu proses asli menjadi mutlak sekitar 1970an. suatu proses pengubahan
dipakai di Canada. (Ni(CO)4) mungkin lebih mengenal karbonil tetapi stabilitasnya sangat
rendah daripada karbonil-karbonil dalam golongan logam trasisi. bentuk molekul
(Ni(CO)4) adalah tetrahedral, mudah menguap, sangat beracun, mudah dioksidasi dan
dapat dengan mudah teerbakar. turunan phospin (Ni(PF3)4), dan dicampurkan menjadi
(Ni(CO)2 (PF3)2), juga dikenali. reduksi(Ni(CN)4)2- oleh kalium dalam amoniak dalam
bentuk cair menghasilkan K4(Ni(Cn)4). sifat reduksi dengan hidrazin sulfat dalam media
air akan menghasilkan (K4(Ni2(CN)6).
Ketersediaan unsur kimia kobalt tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup
kertas perak, potongan, tangkai, dan kawat. Unsur kimia Kobalt juga merupakan suatu
unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang
serupa setrika. Unsur kimia Kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Kobalt-60 ( 60Co)
adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi energi
tinggi). unsur kimia/Kobalt mewarnai gelas/kaca serta memiliki suatu keindahan warna
kebiruan.
E. Kompleks Cobalt
Co3+
Semua senyawa kompleks kobalt (III) mengadopsi geometri oktahedron.
Sebagai contoh yaitu ion heksaaminkobaltat(III) [Co(NH3)6]3+ dan ion
heksasianokobaltat(III) [Co(CN)6]3+ . ion heksanitrokobaltat(III) [Co(NO2)6]3+, yang
berwarna kuning dan biasaanya disintesis sebagai garam natriumnya, menunjukkan
sifat tak lazim. Seperti lazimnya garam-garam alkali, Na3[Co(NH3)6] larut dalam air,
tetapi garam kaliumnya saangat sukar larut dalam air, begitu juga garam-garam
rubidium maupun sesiumnya. Hal ini dikaitkan dengan ukuran ion relatifnya. Ion
kalium mempunyai ukuran relatif jauh lebih dekat dengan ukuran anion kompleksnya
sehingga kristalnya memiliki energi kisi yang lebih tinggi dan kelarutan lebih rendah.
Sifat ini merupakan salah satu reaksi petunjuk kualitatif adanya ion kalium :

3K+(aq) + [Co(NO2)6]3+(aq) K3[Co(NO2)6](s) (kuning)


Co2-
Dalam larutan air garam-garam kobalt(II) berwarna pink CoCl2.6H2O oleh
karena ion oktahedral [Co(H2O)6]2+. Tetapi ion tetrahedral kobatl(II) berwarna biru,
dan ini dapat terjadi misalnya denganligan Cl-. Jadi penambahan HCl pada (ion Cl-)
pada ion [Co(H2O)6]2+ akan menghasilkan larutan biru ion tetrahedral [CoCl4]2- :
[Co(H2O)6]2+(aq) + 4Cl-(aq) [CoCl4]2-(aq) + 6H2O(l) (pink biru)
Hasil yang sama juga dapat diperoleh dari proses pelarutan kristal pink
CoCl2.6H2O di dalam etanol absolute atau aseton; dalam hal ini, pelarut berfungsi
menarik ligan air. Pada kondisi keseimbangan yaitu tepat terjadinya perubahan warna,
pergeseran keseimbangan waarna sangat sensitif terhadap temperatur, yaitu biru pada
pemanasan tetaspi menjadi pink pada pendinginan (dengan es).
pemanasan [Co(H2O)6]2+(aq) + 4Cl-(aq) [CoCl4]2+(aq) + 6H2O(l) pendinginan
Penambahan ion hidroksida kedalam larutan ion kobalt (II) dalam air
menghasilkan endapan kobalt(II) hidroksida berwarna biru pada awalnya, tetapi
menjadi pink setelah dibiarkan beberapa lama :

[Co(H2O)6]2+(aq) + 2OH-(aq) Co(OH)2(s) + 6H2O(l) (pink biru)


Secara perlahan, kobalt(II) hidroksida teroksidasi dengan dioksigen udara
menjadi kobalt(III)oksida hidroksida CoO(OH).
F. Kecenderungan golongan
Kobalt lebih reaktif daripada besi. Tingkat oksidasi yang umum bagi kobalt yaitu
+2 dan +3. Dalam larutan air, ion [Co(H2O)6]2+ dan ion [Co(H2O)6]3+ keduanya dikenal,
tetapi kobalt(III) bersifat oksidator,dan dalam larutan air kecuali dalam lingkungan asam,
terurai dengan cepat karena Co(III) mengoksidasi air dengan membebaskan gas
dioksigen.
G. Senyawa oksida kobalt
Beberapa oksida logam golongan ini yang dikenal yaitu kobalt(II) -CoO,
campuran Co(II) dan Co(III)-Co3O4, satu-satunya oksida loogam divalen, CoO yang
berupa abu-abu atau buah zaitun hijau dapat diperoleh dari pemanasan logamnya dalam
udara atau uap air, atau pemanasan hidroksida, karbonat atau nitrat dalam kondisi tanpa
udara. kobalt ( II) oksida memiliki Titik-Lebur: 1830C, Kepadatan : 6400 kg m-3
Oksida
Cobalt (II) Oksida merupakan senyawa padatan berwarna hijau dibuat melalui
pemanasan Cobalt(II) karbonat atau nitrat pada suhu 11000C. Reaksi ini harus dilakukan
dalam ruang bebas oksigen, reaksinya sebagai berikut :
CoCO3 CoO + CO2
2Co(NO3)2 2CoO + 4NO2 +O2
Cobalt(II) Oksida mempunyai struktur NaCl. Pada pemanasan 4005000C dalam
udara dihasilkan senyawa Co3O4. Beberapa oksida lain yang dikenal antara lain Co2O3,
CoO2 dan oksoCobalttat (II) merah Na10[Co4O9].
Halida
Halida anhidrat CoX2 dapat dibuat dengan dehidrasi dari hidrat halida dan untuk
CoF2 dibuat dengan mereaksikan antara HF dengan CoCl2. Halida klor berwarna biru
terang. Reaksi dari flourida atau senyawaan flourinasi lain pada Cobalt halida pada
temperatur 300 4000C menghasilkan Cobalt(III) flourida yang merupakan senyawa
berwarna coklat gelap yang umumnya digunakan sebagai zat flourinasi. Cobalt(III)
flourida dapat direduksi oleh air. Senyawa yang sederhana misalnya CoF3 yang berupa
padatan coklat mudah bereaksi dengan air menghasilkan oksigen.
Sulfida
Dibentuk dari larutan Co2+ yang direaksikan dengan H2S membentuk endapan CoS
berwarna hitam.
Co2+ + H2S CoS + 2H+
Garam
Bentuk garam Cobalt(II) yang paling sederhana dan merupakan garam hidrat.
Semua garam hidrat Cobalt berwarna merah atau pink dari ion [Co(H2O)6]2+ yang
merupakan ion terkoordinasi oktahedral.
Cobalt(II) hidroksida bersifat amphotir bila dilarutkan dalam hidroksida pekat
membentuk larutan berwarna biru yang mengandung ion [Co(OH)4]2-. Bentuk garam
Cobalt(III) sangat sedikit, garam flourida hidrat berwarna hijau CoF3.5H2O dan hidrat
sulfat berwarna biru Co2(SO4)3.18H2O.
H. Kegunaan kobalt
Kobal terutama digunakan untuk membuat campuran dengan logam lain, dan
juga molekul CO nya berikatan koordinasi dengan atom Fe Pd hemoglobin,
menggantikan molekul Oksigen yng dibawa oleh hemoglobin. kobal juga banyak
digunakan dalam pembuatan paduan logam yang tahan karat. paduan logamnya yang
terkenal antara lain : Kobalt klorida(COCl2), larutannya berwarna merah jambu dan
dapat berubah menjadi warna biru karena dehidrasi. oleh karena itu apabila ada kertas
yang mengandung ion CO2+ digunakan dalam meramal cuaca, bila keadaan lembab
maka kertas berwarna merah jambu dan menandakan hari akan hujan.
Salah satu makanan yang kita konsumsi ber sumber vitamin B12 yang
merupakan suatu campuran yang berisi unsur kobalt, adalah marmit, tetapi unsur yang
dikandung didalamnya tergolong unsur lebih lemah dan lembut. Di Australia dikenal
dengan Vegemit, sedangkan di Amerika, Marmit dicampur dengan pindakas
Digunakan untuk industri, secara normal diproduksi sebagai biproduct dari
produstion tembaga, nikel Bijih yang dibakar Secara normal membentuk suatu
campuran oksida metal. Perawatan dengan cuka sulphurik dapat meninggalkan tembaga
metalik sebagai residu dan dissolves.
Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat Alnico,
alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit,
mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat,
peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan dengan
kecepatan tinggi.
Kobal juga digunakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya. Sebagai alloy,
digunakan dalam turbin jet, dan generator turbin gas. Logam digunakan dalam
elektroplating karena sifat penampakannya, kekerasannya, dan sifat tahan oksidasinya.
Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna
biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan lapis e-mail gigi.
Garam kobal adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard.
Larutan kobal klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. Kobal digunakan secara
hati-hati dalam bentuk klorida, sulfat, asetat, nitrat karena telah ditemukan efektif dalam
memperbaiki penyakit kekurangan mineral tertentu pada binatang.Tanah yang layak
mengandung hanya 0.13 - 0.30 ppm kobal untuk makanan binatang.
Penggunaan untuk unsur kobalt :
Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat Alnico,
alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit,
mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan
berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang
digunakan dengan kecepatan tinggi.
Digunakan sebagai bahan baja tahan-karat dan baja magnit.
Digunakan di dalam campuran logam untuk turbin gas generator dan turbin
pancaran.
Digunakan di dalam menyepuh listrik oleh karena penampilannya, kekerasan,
dan perlawanan ke oksidasi.
Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna
biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan lapis e-mail
gigi. Garam kobal adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru
Thenard.
Cobalt-60, merupakan artifical isotop, dimana sebagai suatu sumber sinar
penting, dan secara ekstensif digunakan sebagai suatu pengusut serta agen
radiotherapeutic. Kobal-60, adalah isotop buatan, sebagai sumber sinar gamma
yang penting dan digunakan secaara luas sebagai zat pencari jejak dan zat
radioterapi.
Digunakan sebagai campuran pigmen cat.
Larutan kobal klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta.
Radioisotop dalam industry.
Kobalt-60: Digunakan untuk sterilisasi gamma, radiografi industri, kepadatan
dan ketinggian mengisi.
I. Bahaya Cobalt
Toksisitas kobalt cukup rendah dibandingkan dengan logam lain dalam tanah.
Hewan diberikan kobalt klorida perorally atau melalui suntikan menunjukkan
konsentrasi yang lebih tinggi dalam hati, dengan konsentrasi agak rendah di
ginjal dan limpa.
Kobalt garam terhirup menyebabkan iritasi pernafasan mungkin menyebabkan
oedema paru (pneumonia kimia) pada hewan.