Anda di halaman 1dari 1

Mengenal salah satu nagari yang di lewati garis Khatulistiwa di Sumatra Barat

Salah satu daerah yang di lewati garis khatulistiwa di sumatra adalah daerah
Bonjol,tepatnya di Equator yang terletak di nagari Ganggo Mudiak,Bonjol,Kabupaten
Pasaman.Daerah yang tak hanya eksotis namun memiliki sejarah yang penting saat perang
Padri dimana menjadi tempat bergerilya Imam Bonjol dan pasukannya saat mengintai dari
bukik tak jadi yang sekarang terkenal dengan sebutan benteng tuanku imam bonjol,selain
itu seorang Achmad mochtar juga lahir di sini yang sekarang menjadi salah satu nama
rumah sakit umum yang berada di Bukittingi.

Sebagai daerah yang dilewati garis khatulistiwa,daerah ini memiliki iklim sejuk
dengan pemandangan yang bagus,terdapat deretan pegunungan bukit barisan yang kokoh
dengan sungai dangkal berbatu,terdapat juga beberapa air terjun seperti air terjun
Sarasah dan sumber air panas yang banyak,bahkan ada beberapa peneliti yang meneliti
tentang sumber energi dari panas bumi,menurut salah satu narasumber dari LPHN,untuk
mencapai daerah tersebut kita harus berjalan sedikit memasuki jalan setapak dan hutan
yang tidak begitu lebat,aliran sungai yang kadang-kadang airnya terasa hangat.

Beberapa sumber perekonomian masyarakat disini seperti bertani,berladang


berkebun dan menambang batu sungai,untuk pasar terdapat pasar tradisional yang hanya
beroperasi di hari-hari tertentu yakni di hari senin dan hari rabu,jika tiba hari pasar biasanya
ibu-ibu membawa tas belanja dari rumah.

Selain itu juga ada kesenian seperti Ronggeng dan Randai dimana para pemuda
melakukan pertunjukan dan latihan setiap malam senin dan jumat,di lakukan untuk mengisi
waktu sembari latihan,selain itu ada juga kesenian tikam tuo dan ikan larangan.Saat di
adakan lapeh ikan larangan maka masyarakat terjun ke sungai membawa alat tangkap
seperti jaring,lukah dan lain-lain,biasanya hasil keuntungan dari acara ikan larangan di
gunakan untuk pembangunan bersama.

Di equator juga terdapat sebuah Museum tuanku Imam bonjol yang memperlihatkan
benda-benda peninggalan seperti senjata, pakayan dan barang-barang bernilai sejarah
lainnya.Museun ini juga sering di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.