Anda di halaman 1dari 1

TUMOR JARINGAN LUNAK

Tumor adalah benjolan atau pembengkakan abnormal dalam tubuh, tetapi dalam artian khusus
tumor adalah benjolan yang disebabkan oleh neoplasma. Adapun neoplasma sendiri adalah
sekumpulan sel-sel yang tumbuh terus-menerus secara tidak terbatas, tidak terkoordinasi dengan
jaringan sekitarnya dan tidak berguna bagi tubuh.
Tumor jaringan lunak dapat terjadi di seluruh bagian tubuh mulai dari ujung kepala sampai ujung
kaki. Yang dimaksud sebagai jaringan lunak meliputi jaringan yang menghubungkan, menyokong atau
mengelilingi struktur dan organ tubuh. Jaringan lunak termasuk otot, tendon, ligamentum, fascia, saraf
perifer, jaringan ikat, lemak, dan pembuluh darah. Tumor jaringan lunak ini ada yang jinak dan ada yang
ganas. Tumor ganas atau kanker pada jaringan lunak dikenal sebagai sarkoma jaringan lunak.
Umumnya, tumor jaringan lunak jinak ditemukan 10 kali lebih sering dibandingkan yang ganas.
Secara keseluruhan, insiden sarkoma jaringan lunak berkisar antara 15 hingga 35 kasus per satu juta
populasi. Angka ini meningkat seiring usia dan lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan
perempuan. Tumor jaringan lunak dapat muncul di lokasi manapun, meskipun sekitar 45% terjadi pada
ekstremitas bawah.
Penyebab dari tumor jaringan lunak
sangat beragam, antara lain faktor genetik,
paparan radiasi, paparan zat-zat
karsinogenik, infeksi virus, dan juga sering
dikaitkan dengan adanya trauma. Gejala dan
tanda tumor jaringan lunak tidak spesifik,
tergantung pada lokasi di mana tumor
berada, umumnya gejala awalnya berupa
adanya suatu benjolan dibawah kulit yang
tidak nyeri. Tumor jinak jaringan lunak biasanya tumbuh lambat, tidak cepat membesar, bila diraba
terasa lunak dan bila tumor digerakan relatif masih mudah digerakan dari jaringan di sekitarnya dan tidak
pernah menyebar ke tempat jauh. Sebaliknya, umumnya pertumbuhan tumor jaringan lunak ganas relatif
cepat membesar, berkembang menjadi benjolan yang keras, dan bila digerakkan agak sukar dan dapat
menyebar ke tempat jauh ke paru-paru, hati, maupun tulang. Kalau ukuran kanker sudah begitu besar,
dapat menyebabkan borok dan perdarahan pada kulit diatasnya.
Seseorang didiagnosis menderita tumor jaringan lunak berdasarkan wawancara, pemeriksaan
fisis, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan laboratorium, radiologi,
dan pemeriksaan jaringan. Pemeriksaan jaringan (biopsi) merupakan metode pasti untuk menegakkan
diagnosis, bisa dengan biopsi aspirasi jarum halus atau biopsi insisi, bila ukuran tumornya besar dan
biopi eksisi jika ukuran tumor kecil. Jaringan hasil biopsi diperiksa oleh ahli patologi anatomi untuk
mengetahui apakah tumor jaringan lunak itu jinak atau ganas.
Tumor jinak jaringan lunak cukup umum dan diterapi dengan pembedahan saja. Sebelum tahun
1970an, operasi adalah terapi primer untuk tumor ganas jaringan lunak, dan kebanyakan pasien dengan
tumor high grade memiliki prognosis yang buruk dan mortalitas yang tinggi. Sejak pertengahan 1970-an,
terapi radiasi, kemoterapi, dan teknik bedah yang lebih maju telah membantu meningkatkan
kelangsungan hidup jangka panjang. Setelah terapi selesai, pasien diharuskan melakukan kontrol rutin
untuk penilaian lanjut keberhasilan terapi dan mendeteksi dini kekambuhan.