Anda di halaman 1dari 8

(sisi belakang)

Apa itu hemodialisa?

Hemodialisa adalah prosedur pembersihan darah melalui suatu mesin ginjal buatan bagi penderita
gagal ginjal yang sudah berat untuk membuang cairan dan zat-zat beracun.

Kapan saya harus melakukanya?

Bila ginjal anda tidak mampu melaksanakan fungsinya (Gagal Ginjal).

1. Gagal Ginjal Akut:fungsi ginjal terganggu sementara waktu hemodialisa sampai fungsi
ginjal membaik.
2. Gagal ginjal Kronis: Fungsi ginjal rusak permanen hemodialisa seumur hidup.

GINJAL

Organ vital yang membersihkan kelebihan cairan dan zat-zat racun, menghasilkan hormon dan
berperan dalam pembentukan sel darah merah.

Gagal Ginjal Penumpukan Cairan dan zat beracun didalam tubuh harus dibuang.

Bagaimana Hemodialisa Bekerja?

darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan diedarkan dalam sebuah mesin di luar tubuh,

darah dialirkan dan dipompa ke dalam mesin dialisis.

proses pencucian darah dilakukan oleh tabung di luar mesin yang bernama dialiser. Di dalam
dialiser, terjadi proses pencucian, mirip dengan yang berlangsung di dalam ginjal.

Setelah proses penyaringan dalam dialiser selesai, maka akan didapatkan darah yang bersih.
Darah itu kemudian akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.

(diorama kerja mesin hemodialisa dengan mbahasa yang dipahami orang awam)

Bearapa lama proses hemodialisa Berlangsung?

Tergantung derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari,penyakit yang menyertai , (4-5 jam per
tindakan HD)

Apa komplikasi yang dapat muncul selama proses Hemodialisa?

o Mual dan Muntah,


o gatal-gatal,demam,
o Mengigil,
o Hipertensi.
o Nyeri dada

Apa yang harus saya lakukan selama proses Hemodialisa?

Melakukan Hemodialisa Rutin sesuai Jadwal.


Kontrol teratur kedokter yang menangani.
Diet dan cairan yang tepat.
Kontrol Penyakit penyerta.
Atasi Anemia.

DIET PADA PASIEN HEMODIALISIS


Gagal ginjal merupakan ketidakmampuan ginjal memenuhi fungsinya secara optimal yang
dinilai dengan beberapa parameter tertentu. Proses hemodialisis menggantikan fungsi dari
ginjal tersebut. Kualitas hidup penderita gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisis
sewaktu-waktu dapat menurun. Adalah hal penting bagi penderita maupun keluarga agar
dapat menjaganya, salah satunya yaitu dengan mengatur pola diet yang tetap dan tetap
memiliki rasa yang enak.
MANFAAT DAN TUJUAN DIET
Mencegah kekurangan nutrisi, mempertahankan dan memperbaiki status nutrisi
penderita
Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
Mencegah akumulasi zat-zat beracun hasil dari metabolisme tubuh terutama ureum.
Membantu mengontrol tekanan darah atau kadar gula darah (dengan riwayat Diabetes) dan
berat badan secara normal.
CARA AGAR DIET BERLANGSUNG EFEKTIF
Kenali kondisi penyakit dan terapi yang dijalani. Pola diet belum tentu sama pada setiap
pasien hemodialisis.
Sesuaikan aturan diet bagi penderita gagal ginjal dengan sisa fungsi ginjal dan ukuran
tubuh (tinggi maupun berat badan).
Bisa saja pasien kehilangan selera makan. Sangat penting dijaga selera makannya. Sajikan
makanan kesukaan pasien tetapi masih dalam batas diet yang ditetapkan.

BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA DIET PASIEN


HEMODIALISIS
DIET RENDAH KALIUM (POTASSIUM) DAN NATRIUM (SODIUM)

Natrium banyak terkandung dalam garam dapur (natrium klorida), sedangkan kalium banyak
pada buah dan sayur. Bagi penderita gagal ginjal, hindari makanan yang mengandung
natrium tinggi. Nilai normal natrium adalah 135 - 145 mmol/L dan kalium 3.5-5.5 mmol/L.

Kalium adalah mineral yang ada dalam makanan. Kalium memiliki peran penting dalam
aktivitas otot polos (terutama otot jantung) dan sel saraf.
Ginjal normal akan membuang kelebihan kalium, namun pada pasien, kemampuan tersebut
menurun, sehingga dapat terjadi akumulasi/ penimbunan kalium dalam darah. Biasanya
konsentrasi kalium yang tinggi adalah lebih berbahaya daripada konsentrasi kalium yang
rendah.
Konsentrasi kalium darah yang lebih dari 5.5 mEq/L akan mempengaruhi sistem konduksi
listrik jantung.
Kadar kalium yang sangat tinggi akan membuat otot melemah, mengganggu irama jantung
dan dapat menyebabkan kematian. Pilih buah/sayur yang rendah kalium.
MAKANAN YANG TINGGI KALIUM
Buah :, pisang, alpukat, kurma, duku, pepaya, apricot, kismis, prune, Sayuran: petersell,
daun papaya muda, bayam, bawang putih, kapri, seledri batang, kembang kol, bit ,daun prei.

Kandungan kalium dalam buah dan sayur ternyata dapat dikurangi. Berikut ini caranya:
- Kupas sayur atau buah, potong tipis, cuci dengan air mengalir.
- Letakkan dalam mangkok, tambahkan air hangat sampai sayur atau buah terendam.
Rendam minimum 2 jam sebelum dimasak
- Buah dan sayuran dapat dilakukan dua kali perebusan, lalu air rebusan dibuang dan tiriskan.
Biasakan rebus dalam air banyak, sehingga kalium terbuang.
FOSFOR DAN KALSIUM

Tubuh memerlukan keseimbangan fosfor dan kalsium, terutama untuk membangun massa
tulang. Jika ginjal sudah tidak berfungsi dengan baik maka kadar fosfor naik sehingga
kalsium menjadi turun. Agar aliran darah tetap stabil, pasokan kalsium diambil dari tulang
sehingga massa kalsium dalam tulang menjadi berkurang. Hal ini yang menyebabkan tulang
mudah retak atau patah. Jumlah fosfor yang dibutuhkan sehari 800-1.200 mg, sedangkan
kalsium 1.000 mg. Agar dapat menyeimbangkan jumlah keduanya, sebaiknya perhatikan
kandungannya dalam bahan makanan. Dalam darah, nilai normal phosphor: 2,5 - 4,5 mg/dl,
sedangkan kalsium 8,4 - 10,2 mg/dl
Phosphor adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk tulang. Jika ginjal tidak berfungsi
baik, kelebihan phosphor tidak bisa dibuang. Kadar phosphor yang tinggi dapat menurunkan
kadar kalsium di tulang, melepaskannya ke darah, sehingga kadar kalsium dalam darah
meningkat. Ini akan menyebabkan tulang rapuh, gatal2, tulang nyeri dan mata merah.

TIPS UNTUK DIET PHOSPHOR:


1. Batasi makanan yang banyak mengandung phospor
2. Mengkonsumsi obat pengikat phosphor/phosphate binder, Seperti kalsium karbonat
(CaCO3) dan Aluminium hidroksida.
Obat ini dikonsumsi di pertengahan makan agar efektif!!!

MAKANAN TINGGI PHOSPHOR:


Produk susu : Susu, Keju, Yoghurt, Es krim.
Produk sereal : Oatmeal, Coklat, Waffle, Roti gandum.

Sayuran: Kacang2an, Biji bunga matahari, Kedelai,

Daging, Ikan dan telur: Hati, Seafood (udang, kepiting), Kuning Telur, Sarden, Ikan Bilis.

CAIRAN
Pada pasien hemodialisis mudah terjadi penumpukan cairan yang berlebih karena fungsi
ekskresi ginjal yang terganggu. Asupan cairan dalam 24 jam setara dengan urin yang
dikeluarkan 24 jam ditambah 500 cc (berasal dari pengeluaran cairan dari keringat dan BAB).
Ingat juga bahwa makanan berkuah tetap dihitung sebagai cairan.
Tips untuk hemat air: sebaiknya mengkonsumsi obat dengan makanan.
Tips mengurangi rasa haus:
1. Kurangi konsumsi garam 2. Mengisap/mengkulum es batu. 3.Mengunyah
permen karet.

Bahan-bahan yang dianjurkan untuk ditingkatkan konsumsinya


1. Protein
Protein dibutuhkan untuk membangun jaringan tubuh, seperti tulang, otot, kulit, dan rambut.
Protein juga membantu tubuh melawan infeksi, menjaga kadar albumin darah tetap stabil,
mempertahankan keseimbangan nitrogen, dan mengganti asam amino yang hilang saat
dialisis. Kebutuhan protein bisa diperoleh dari hewani, seperti daging, ikan, ayam, telur ,keju,
dan susu. Selain itu, dari protein nabati, seperti tahu dan tempe. Untuk hasil yang optimal,
kedua jenis protein tersebut harus dikonsumsi secara berimbang tiap hari.
Asupan protein per hari yang dianjurkan adalah 1-1,5 g/kg berat badan (BB) ideal.
2. Kalori
Kebutuhan kalori (energi) per hari sekitar 35 kkal/kg BB. Beberapa makanan yang
mengandung kalori tinggi, seperti mentega, nasi, lontong, mie, bihun, dan makanan yang
digoreng.
3. Lemak
Kebutuhan lemak per hari adalah 10-25% dari total kebutuhan energi. Lemak yang
dianjurkan untuk dikonsumsi adalah lemak tak jenuh, seperti minyak nabati, minyak jagung,
dan minyak zaitun.
4. Karbohidrat
Kebutuhan karbohidrat yang dianjurkan adalah 60-75% dari total kebutuhan energi. Beberapa
makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, mie, bihun, jagung, kentang, dan roti.
Diet yang diberikan pada pasien dengan
penurunan fungsi ginjal tahap akhir dengan
terapi pengganti, jika hasil tes kliren kreatinin
< 15 ml/ menit.
Tujuan Diet :
1. Mencukupi kebutuhan zat gizi sesuai kebutuhan
perorangan agar status gizi optimal.
2. Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
3. Menjaga agar penumpukan produk sisa
metabolisme protein tidak berlebihan.
4. Pasien mampu melakukan aktifitas normal sehari-
hari.
Syarat Diet :
1. Energi 30-35 kkal/kg BBI/hari
2. Protein 1,1-1,2 gr/kgBBI/hari, 50 % protein hewani
dan 50 % protein nabati.
3. Kalsium 1000 mg/hari
4. Batasi garam terutama bila ada penimbunan air
dalam jaringan tubuh (edema) dan tekanan darah
tinggi.
5. Kalium dibatasi terutama bila urin kurang dari 400
ml atau kadar kalium darah lebih dari 5,5 m Eq/L
6. Jumlah asupan cairan = jumlah urin 24 jam +
(500 ml 750 ml).
Nama : TB : Cm
Umur : BB : Kg
IMT (Indeks Masa Tubuh ) :

Kebutuhan Gizi Sehari :


Kalori : Kkal Lemak : Gram
Protein : Gram Karbohidrat : Gram

PEMBAGIAN MAKANAN SEHARI

PAGI JAM 06.00 WIB 08.00 WIB


Berat (gr) *URT
Nasi / Pengganti
Hewan / Nabati
Sayuran
Minyak
Gula pasir
Selingan Jam 10.00 WIB

SIANG JAM 12.00 WIB 13.00 WIB


Berat (gr) *URT
Nasi / Pengganti
Hewan / Nabati
Sayuran
Minyak
Gula pasir
Selingan Jam 16.00 WIB

MALAM JAM 18.00 WIB 19.00 WIB


Berat (gr) *URT
Nasi / Pengganti
Hewan / Nabati
Sayuran
Minyak
Gula pasir
Selingan Jam 21.00 WIB

*)ukuran rumah tangga


CONTOH MENU SEHARI

PAGI SIANG MALAM


Nasi Nasi Nasi
Pepes Teri Basah Ayam Panggang Ikan BB, Tauco
Tumis Tauge Telur Mata Sapi Perkedel Tahu
Tahu Tempe Mendoan Tumis Kangkung
Selingan Jam 10.00 WIB Urapan Pepaya
Puding Jeruk Selingan Jam 21.00 WIB
Selingan Jam 16.00 WIB Roti Bakar
Kue Talam Sirup / Madu

Pengaturan makanan
Bahan makanan yang Dianjurkan:
1. Sumber karbohidrat: nasi, roti putih, mie, makaroni, spageti, lontong, bihun, jagung dll.
2. Sumber protein: telur, ayam, daging,ikan susu, cumi, udang, kepiting, lobstrer dan sesuai
dengan anjuran yang telah di berikan.
3. Buah-buahan: nanas, pepaya, jambu biji, sawo, strawberry, apel, anggur, jeruk manis dalam
jumlah sesuai dengan anjuran yang telah di berikan.
4. Sayur-sayuran: ketimun, terong, tauge, kacang panjang, kol, slada, wortel dll dalam jumlah
sesuai anjuran.

Bahan makanan yang Di Batasi.


Bahan makan berkalium bila hiperkalemia (kadar kalium yang tinggi/meningkat) alpokat, pisang,
belimbing, nangka, durian, daun singkong, bayam, daun pepaya, jantung pisang, kelapa, kacang
tanah,ubi, singkong, serta air minum dan kuah sayur yang berlebihan.

CARA MENGURANGI KALIUM DARI BAHAN MAKANAN


- Cuci sayuran atau buah yang telah di kupas atau sudah di potong-potong.
- Rendam bahan makanan dalam air hangat yang anyak selama 2 jam.
- Air di buang dan di cuci kembali dengan air yang mengalir selama beberapa menit.
- Setelah itu masaklah.

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


- Makanlah secara teratur porsi kecil tapi sering.
- Untuk meningkatkan nafsu makan, diupayakan sesuai dengan makanan kesukaan.
- Untuk membatasi jumlah cairan, masak lebih tidak dalam bentuk berkuah, dipanggang,
dibakar,di goreng.
- Bila ada penumpukkan cairan, tekanan darah tinggi, perlu menghindari garam dan makanan
yang banyak mengandung garam, minuman bersoda, minuman kemasan,telur asin, ikan
asin, makanan yang diawetkan dan bumbu-bumbu instan.
- Makanan yang tingi kalori seperti sirup, madu, permen di anjurkan penambah kalori
hendaknya tidak diberikan dekat waktu makan karena dapat mengurangi nafsu makan.
- Untuk meningkatkan cita rasa gunakan bawang, jahe, kunyit dan lain-lain.
INGATTTT
Agar kualitas hidup penderita gagalginjal kronik dengan hemodialis optimal, makanlah mengikuti
anjuran diet dan lakukan hemodialisis dengan teratur.