Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN HASIL OBSERVASI LAPANGAN

DI PT BANGUN SARANA BAJA GRESIK


(KESEHATAN KERJA)

Disajikan Oleh :
ANDRI FURIANTO
QOTRUNADA A C
RAGIL RILO PAMBUDI
M. ARIFIN

PELATIHAN AHLI K3 UMUM YANG DISELENGGARAKAN OLEH


PT. PRISMACO BEKERJASAMA DENGAN DISNAKER KOTA MOJOKERTO
18 - 31 OKTOBER 2016

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................................................. ii
KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ iii
BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................................................ 1
I.1 Latar Belakang ........................................................................................................................ 1
I.2 Maksud dan Tujuan ................................................................................................................... 2
I.3 Ruang Lingkup ............................................................................................................................ 2
I.4 Pengertian-pengertian .............................................................................................................. 2
I.5 Metode Pengumpulan Data .................................................................................................... 2
BAB II. PROFIL PERUSAHAAN .................................................................................................. 3
BAB III. ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH .................................................................... 4
BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................... 8
IV.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 8
IV.2 Saran ................................................................................................................... 8

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT berkat karunia, rahmat dan hidayah-Nya atas
terselesaikannya makalah Hasil Observasi Lapangan di PT BANGUN SARANA BAJA GRESIK .
Makalah Hasil Observasi Lapangan ini kami buat sebagai persyaratan pemenuhan tercapainya
Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja Umum. Makalah ini dijadikan sebagai tolak ukur
pemahaman peserta pelatihan tentang penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan.
Penghargaan yang setinggi-tingginya dan rasa terimakasih yang tak terhingga kepada :
1. Kementerian Tenaga Kerjaan Transmigrasi dan Kependudukan RI
2. Disnakertrans Propinsi Jawa Timur
3. Disnakertrans Kota Mojokerto sebagai lembaga penyelenggara pembinaan Sertifikasi Ahli K3
Umum.
4. Narasumber / Instrukstur
5. Semua pihak yang telah berkenan memberikan informasi sehingga laporan ini dapat
terselesaikan
Kami menyadari penulisan Laporan Hasil Observasi Lapangan masih jauh dari sempurna,
oleh sebab itu kami akan menerima semua masukan dan saran dari pembaca.
Pada akhirnya dengan segala kerendahan hati kami berharap semoga Laporan Hasil Praktek
Kerja Lapangan ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan.

Penulis,
Kelompok I

iii
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG


Pelindungan atas keselamatan dan kesehatan merupakan hak bagi tenaga kerja dalam
melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi dan produktifitas
nasional. Dengan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja tersebut diharapkan akan lebih
menjamin kondisi lingkungan kerja yang aman dan tenaga kerja selalu dalam keadaan sehat, selamat
dan sejahtera sehingga pada akhirnya dapat mencapai suatu tingkat produktifitas kerja yang tinggi.
Untuk mencapai kondisi tersebut maka diperlukan upaya kesehatan kerja.
Upata kesehatan kerja perlu dilaksanakan karena di tempat kerja terdapat faktor-faktor resiko
bahaya yang dapat mengakibatkan timbulnya kecelakaan dan penyakit akibbat kerja. Sebagaimana
diatur pada pasal 3 ayat (1) undang-undang No. 1 Tahun 1970, bahwa pengurus perusahaan wajib
untuk melaksanakan syarat-syarat keselamatan kerja, dimana terdapat lebih dari 50% merupakan
syarat-syarat kesehatan kerja. Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan
kerja tersebut.
Kondisi di masyarakat pelaku di tempat kerja baik pekerja maupun pengusaha masih banyak
yang belum menyadari dan memahami adanya sumber-sumber bahaya di tempat kerja dan peratutan
perundangan bidang kesehatan kerja, sehingga masih banyak nperusahaan yang belum menerapkan
upaya kesehatan kerja sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Untuk meningkatkan penerapan peraturan perundangan di baidang kesehatan kerja sebagai
bagian dari keselamatan dan kesehatan kerja (K3), diperlukan pembinaan dan pengawasan yang lebih
intensif bagi ahli K3. Untuk memperluas jangkauan pengawasan oleh pegawai pengawas yang
jumlahnya terbatas diperlukan peningkatan jumlah ahli K3 melalui pembinaan calon ahli keselamatan
dan kesehatan kerja.

I.2 MAKSUD DAN TUJUAN


I.2.1 Maksud
Mendapatkan gambaran penerapan peraturan perundangan yang berlaku untuk Keselamatan
dan Kesehatan Kerja di PT BANGUN SARANA BAJA GRESIK khususnya Kesehatan lingkungan
Kerja.
I.2.2 Tujuan
Tujuan dilaksanakan Observasi Lapangan ini adalah mengetahui penerapan program K3 di
lingkungan kerja sesuai dengan Undang-undang No: 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja di PT
BANGUN SARANA BAJA GRESIK meliputi:
1. Observasi Lingkungan dan Kesehatan Kerja
2. Observasi Tanggap darurat

1
3. Observasi B3/BK3 (Bahan Berbahaya Beracun)
4. Observasi Kecelakaan kerja
5. Observasi SMK3

I.3 RUANG LINGKUP


Perusahaan Bangun sarana Baja, Bergerak di bidang Steel Fabrication and General
Construction. Ruang lingkup dari Observasi Lapangan yang dilakukan di PT. BSB adalah :
a. Kesehatan dan Lingkungan Kerja
b. Tanggap Darurat
c. Bahan Berbahaya dan Beracun
d. Kecelakaan Kerja
e. Sistem Manajemen K3

I.4 PENGERTIAN - PENGERTIAN


Tempat kerja adalah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap,
dimana tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untuk keperluan suatu usaha dan
dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana terperinci dalam pasal 2; termasuk
tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dan sekelilingnya yang merupakan bagian-
bagian atau yang berhubungan dengan tempat kerja tersebut.
Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan
barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.
Pengurus adalah orang yang mempunyai tugas pemimpin langsung sesuatu tempat kerja atau
bagiannya yang berdiri sendiri.
Pegawai Pengawas adalah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja
yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.
Ahli Keselamatan Kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari Luar Departemen
Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-Undang
No.1 Tahun 1970.
Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah badan pembantu di tempat
kerja yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan
kerjasama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

I.5 METODE PENGUMPULAN DATA


Metode pengumpulan data dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan
Safety Officer PT. Bangun sarana Baja

2
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

PT. Bangun Sarana Baja merupakan salah satu dari sekian perusahaan besi baja yang
bergerak di bidang general fabrikasi dan konstruksi. Dimulai pada tahun 1979 dengan
berdirinya sebuah perusahaan bernama PT. Mulcindo, perusahaan yang memproduksi Cold
Rolled C-Channel dan atap Zincalumeber gelombang. Seiring berkembangnya PT. Mulcindo
yang mempunyai main product seperti kereta api, jalan raya, pos penjaga bentuk cahaya segi
delapan, dan produksi lainnya, sehingga dibangunlah PT. Bangun Sarana Baja (BSB) pada
tahun 1985 dengan luas lahan hanya 16.000 meter persegi. Sekarang telah diperluas menjadi
13 Hektar sehingga kedepannya dapat menjadi perusahaan fabricator berkelas internasional.
PT. BSB memiliki tujuan jangka panjang yang dimasukkan dalam visi perusahaan
yaitu Menjadi fabrikator baja pilihan pertama di Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Dalam merealisasikan visi perusahaan, dengan mengusung Motto kami Kami membangun
dengan antusias yang ditekankan pada setiap karyawan perusahaan. Misi perusahaan yang
mengusung tema membangun dengan antusias akan terlaksana dengan didukung area
fabrikasi yang luas serta peralatan modern dan tenaga ahli yang berpengalaman. Sumber daya
manusia yang dimiliki PT. BSB sangat berkompeten dalam membangun produk-produk
berkelas internasional, dan di dukung oleh manajemen yang profesional seperti tercantum
dalam struktur organisasi pekerjaan PT. BSB Gresik.

3
BAB III
ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH

Uraian Potensi
No Unit Kerja Pengendalian Dasar Hukum Gambar
Temuan Bahaya
Kesehatan Dan Lingkungan Kerja
Temuan Negatif
1 Workshop Tidak Penyakit Penggunan Peraturan
BSB ditemukan Akibat Ear Plug dan Menteri Tenaga
ada nya Kerja ( dilakukan Kerja dan
indikator Berkuran pengukuran Transmigrasi
tingkat gnya kebisingan Nomor
kebisingan sistem secara Per.13/MEN/X/
pendeng periodek 2011 Tahun
aran 2011 tentang
nilai ambang
batas faktor
fisika dan faktor
kimia ditempat
kerja
Temuan Positif
1 Workshop Sudah Peraturan mentri
BSB adanya tenaga kerja RI
kotak P3k No:PER.15/ME
N/VIII/2008.
Bab III Pasal 8,9
tentang fasilitas
p3k ditempat
kerja

Tanggap Darurat
Temuan Negatif
1 Workshop Lubang di Penggun Ditutup Undang-undang
jalur a jalur dengan beton, RI Nomor. 1
evakuasi terperoso plat atau Tahun 1970
k diberi tanda tentang
keselamatan
kerja

4
Temuan Positif
1 Workshop Adanya Undang-undang
pembatas No. 1 tahun
antara area 1970 tentang
kerja dengan keselamatan
jalur kerja
evakuasi

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)


Temuan Negatif
1 Workshop Adanya Dapat Dibawahnya Peraturan
Bawah tumpahan oli menimbu di sediakan pemerintah
yang lkan secondary republik
tercecer di pencema containment indonesia
arean kerja ran dan Nomor. 18
lingkung disediakan Tahun 1999
an absorben tentang
pengelolaan
limbah bahan
berbahaya dan
beracun
Temuan Positif
1 Gudang Menggunaka Peraturan
Bawah n palet pemerintah
dalam republik
penyimpana indonesia
n cat dan Nomor. 18
thinner Tahun 1999
tentang
pengelolaan
limbah bahan
berbahaya dan
beracun

5
Kecelakaan Kerja
Temuan negatif
1 Workshop Adanya Pekerja Menghimbau Undang-undang
pekerja naik akan pekerja agar No. 1 tahun
diatas garbu jatuh dan tidak naik 1970 tentang
forklift mengala diatas garpu keselamatan
mi cidera forklift saat kerja.
beroperasi

Temuan positif
1 Workshop Adanya Peraturan
form Pemerintah
accident Republik
report dan Indonesia No.
near miss. 50 tahun 2012
Tentang
Penerapan
Sistem
Manajemen
Keselamatan
dan Kesehatan
Kerja
2 Workshop Adanya sign Peraturan
atau rambu Mentri Tenaga
wajib Kerja dan
mengguna Transmigrasi
apd standart No. 8 tahun
di setiap 2010 Tentang
jarak 5 m Alat Pelindung
Diri

SMK3
Temuan Negatif
1 Ruang Tidak Undang-Undang
meeting adanya republic
struktur Indonesia No.
organisasi 13 tahun 2003
perusahaan Tentang
Ketenagakerjaan
pasal 87

6
Temuan Positif
1 Workshop Sudah Peraturan
dijalankanny Pemerintah
a prosedur Republik
operasi/kerja Indonesia No.
, informasi, 50 tahun 2012
dan Tentang
pelaporan Penerapan
serta Sistem
pendokumen Manajemen
tasian Keselamatan
dan Kesehatan
Kerja

7
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

IV.1 KESIMPULAN
Secara keseluruhan PT. Bangun Sarana Baja telah menerapkan Undang-Undang No. 1 Tahun
1970 tentang Keselamatan Kerja dan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
dimana perusahaan telah memberikan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja pekerja.
IV.2 SARAN
Memperbarui system pengawasan dan social awareness terhadap keselamatan dan kesehatan
kerja karyawan dengan menggunakan alat-alat penunjang baik secara teknologi maupun budaya kerja.