Anda di halaman 1dari 21

HALAMAN JUDUL

MAKALAH
UJI HIPOTESIS
Disusun untuk memenuhi
Tugas Mata Kuliah : Statistik
Dosen Pengampu : Ashari, SE, M.Si, Akt.

Disusun oleh:

KELOMPOK 4

1. Nikmatul Hasanah (2013-12-068)


2. Miftakhul Umam (2013-12-082)
3. Ahmad Afifuddin (2013-12-096)
4. Milkhatun Nisa (2013-12-099)
5. Chintya (2013-12-106)
6. Ilham Rachmatika M. R (2013-12-115)

UNIVERSITAS MURIA KUDUS


FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
TAHUN 2014
i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dengan segenap kemampuan dan
kesanggupan dapat menyelesaikan makalah ini. Berbagai hambatan dan tantangan yang ditemui
dalam penyelesaian makalah ini, namun dengan kesabaran, semangat, dan kerja keras penulis
akhirnya kendala-kendala tersebut dapat diatasi oleh penulis.
Makalah yang berjudul Uji Hipotesis ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Statistik. Disamping itu, penulis juga mengharapkan agar makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua dalam meningkatkan pengetahuan kita terhadap Uji Hipotesis.
Penulis juga ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Statistik yaitu
Bapak Ashari, SE, M.Si, Akt yang telah sabar membimbing penulis dalam memperoleh materi
serta penulis juga harapkan agar kiranya bapak dosen dapat memberikan masukan-masukan bagi
kurangnya kelengkapan dalam makalah yang penulis buat ini.
Penulis juga berharap bahwa apa yang sudah penulis tulis dapat bermanfaat bagi teman-
teman membaca dalam memperoleh pengetahuan tentang Uji Hipotesis dan jika ada masukan,
sekiranya tak segan untuk menambahkan supaya penulis dapat memperbaiki kesalahan dan
kekurangan dalam makalah ini.
Sebagai manusia biasa yang tak pernah luput dari kesalahan, penulis menyadari bahwa
dalam penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan yang harus diperbaiki. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari berbagai pihak
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, penulis mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang
turut membantu dalam penyelesaian makalah ini, dengan harapan semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada kita semua. Amin.....

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................................... i


KATA PENGANTAR .................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................................. iii
BAB I .............................................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ......................................................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH ..................................................................................................... 1
C. TUJUAN .............................................................................................................................. 1
BAB II............................................................................................................................................. 2
PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 2
A. DEFINISI HIPOTESIS ........................................................................................................ 2
B. FUNGSI HIPOTESIS .......................................................................................................... 3
C. MANFAAT HIPOTESIS ..................................................................................................... 3
D. LANGKAH LANGKAH PENGUJIAN HIPOTESIS ...................................................... 4
E. UJI SATU ARAH ATAU DUA ARAH .............................................................................. 6
F. Nilai P dalam Uji Hipotesis ................................................................................................. 7
G. UJI HIPOTESIS DUA MEAN ............................................................................................ 9
H. UJI PROPORSI SATU VARIABEL ................................................................................. 11
I. UJI HIPOTESIS PERBEDAAN PROPORSI DUA POPULASI ...................................... 12
J. KESALAHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN ............................................................ 13
K. UJI HIPOTESIS SAMPEL KECIL ................................................................................... 14
L. UJI RATA-RATA POPULASI.......................................................................................... 15
M. MEMBANDINGKAN DUA MEAN DENGAN UJI T ................................................. 15
BAB III ......................................................................................................................................... 17
PENUTUP..................................................................................................................................... 17
KESIMPULAN ......................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 18

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Uji hipotesa adalah prosedur yang memungkinkan untuk menentukan apakah menerima atau
menolak hipotesa. Apabila kita menolak sebuah hipotesa, padahal seharusnya kita menerima
hipotesa tersebut,maka dikatakan telah terjadi kesalahan jenis I, dan jika menerima sebuah
hipotesa padahal seharusnya ditolak, dikatakan bahwa telah terjadi kesalahan jenis II . Dengan
mempelajari uji hipotesis mahasiswa diharapkan bisa melakukan atau mengambil keputusan
yang tepat. Karena pada dasarnya uji hipotesis merupakan suatu proposisi atau anggapan yang
mungkin benar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan
ini didasari dengan hasil uji terlebih dahulu mengunakan data hasil observasi. Ada pun manfaat
dari uji hipotesis yaitu untuk membantu pengambil keputusan dalam mengambil keputusan
sehingga menghasilkan ketelitian dan ketepatan dalam keputusanya.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan Uji Hipotesis ?

2. Bagaimana cara pengujian dalam uji hipotesis?

C. TUJUAN

1. Agar dapat memahami pengertian uji hipotesis.

2. Agar dapat memahami bagaimana cara pengujian hipotesis.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI HIPOTESIS

Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proporsi atau anggapan yang mungkin benar, dan
sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahan persoalan ataupun untuk
dasar penelitian lebih lanjut ( Supranto, 1988 ). Istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu
dari kata huIpo dan thesis. Hupo artinya sementara, atau kurang kebenarannya atau masih lemah
kebenarannya. Sedangkan thesis artinya pernyataan atau teori. Karena hipotesis adalah
pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya, sehingga
istilah hipotesis ialah pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Untuk menguji
kebenaran sebuah hipotesis digunakan pengujian yang disebut pengujian hipotesis dan
pengetesan hipotesis (testing hypotesis) (Usman, 2008). Beberapa pengertian hipotesis lainnya:
Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah tingkat kebenarannya sehingga masih
harus diuji menggunakan teknik tertentu.
Hipotesis dirumuskan berdasarkan teori,dugaan,pengalaman pribadi/orang lain, kesan
umum, kesimpulan yang masih sangat sementara.
Hipotesis adalah jawaban teoritik atau deduktif dan bersifat sementara.
Hipotesis adalah pernyataan keadaan populasi yang akan diuji kebenarannya
menggunakan data/informasi yang dikumpulkan melalui sampel.
Jika pernyataan dibuat untuk menjelaskan nilai parameter populasi, maka disebut
hipotesis statistik.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengujian hipotesis:


Perumusan hipotesis harus didukung oleh landasan teoritis yang tepat sehingga kebenaran
hipotesis dapat dipertanggung jawabkan. Contoh korelasi antara pendapatan dan
pengeluaran harus ditentukan berdasarkan teori/substansi.
Dianjurkan peneliti berusaha memilih hipotesis sepihak karena menunjukkan kedalaman
pengetahuan peneliti terhadap permasalahan yang akan diselesaikan.
Hipotesis dua pihak hanyalah dipakai jika peneliti kurang yakin tentang nilai parameter
yang diharapkan.

2
Benar atau salahnya hipotesis tidak akan pernah diketahui dengan pasti kecuali bila kita
memeriksa seluruh populasi. Oleh karena itu kita mengambil sampel random dari populasi
tersebut dan menggunakan informasi yang dikandung sampel itu untuk memutuskan apakah
hipotesis tersebut kemungkinan besar benar atau salah. Bukti data dari sampel yang tidak
konsisten dengan hipotesis membawa kita pada penolakan hipotesis tersebut, demikian juga
sebaliknya. Perlu ditegaskan bahwa penerimaan suatu hipotesis statistik adalah merupakan akibat
dari ketidakcukupan bukti untuk menolaknya, dan tidak berimplikasi bahwa hipotesis itu benar.
Secara umum, pengujian hipotesis dibedakan 2, pengujian hipotesis komparatif dan asosiasi.
Pengujian hipotesis komparasi berkaitan dengan pengujian perbedaan (difference) mean antara
dua kelompok atau lebih. Pengujian hipotesis asosiasi berkaitan dengan menguji antara dua
variabel.

B. FUNGSI HIPOTESIS

1. Menguji teori, artinya berfungsi untuk menguji kesahihan teori. Pernyataan teori
dalam bentuk yang teruji disebut hipotesis. Teori adalah satu satu prinsip yang
dirumuskan untuk menerangkan sekelompok gejala/peristiwa yang saling berkaitan.
Teori menunjukkan adanya hubungan antara fakta yang satu dengan fakta yang lain.
2. Menyarankan teori baru, apabila hasil pengujian hipotesis dapat membentuk
proposisi, asumsi atau penjelasan tentang suatu peristiwa.
3. Mendeskripsikan fenomena sosial, artinya hipotesis memberikan informasi kepada
peneliti tentang apa yang nyata-nyata terjadi secara empirik.

C. MANFAAT HIPOTESIS

Penetapan hipotesis dalam sebuah penelitian memberikan manfaat sebagai berikut:


a. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.
b. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta, yang kadangkala
hilang begitu saja dari perhatian peneliti.
c. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa
koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh.
d. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.

3
Oleh karena itu kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:
Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada.
Imajinasi dan pemikiran kreatif dari peneliti.
Kerangka analisa yang digunakan oleh peneliti.
Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti.

Hipotesis ini memberikan arah pada penelitian yang harus dilakukan oleh peneliti. Fungsi
hipotesis menurut Ary Donald adalah:
a) Memberi penjelasan tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan
dalam suatu bidang.
b) Mengemukakan pernyataan tentang hubungan dua konsep yang secara langsung dapat
diuji dalam penelitian.
c) Memberi kerangka pada penyusunan kesimpulan penelitian.

D. LANGKAH LANGKAH PENGUJIAN HIPOTESIS

Hipotesis lambangnya H atau Ho


Hipotesis tandingan lambangnya A atau H1
Pasangan H melawan A , menentukan kriteria pengujian yang terdiri dari daerah
penerimaan dan daerah penolakan hipotesis
Daerah penolakan hipotesis disebut juga daeah kritis

Prosedur Pengujian Hipotesis


Langkah-langkah pengujian hipotesis statistik adalah sebagai berikut :
1. Menentukan Formulasi Hipotesis
Formulasi atau perumusan hiptesis statistik dapat dibedakan atas dua jenis,
yaitu sebagai berikut :
a. Hipotesis nol atau hipotesis nihil
Hipotesis nol, disimbolkan Ho adalah hipotesis yang dirumuskan sebagai suatu pernyataan
yang akan diuji.

4
b. Hipotesis alternatif atau hipotesis tandingan
Hipotesis alternatif disimbolkan H1 atau Ha adalah hipotesis yang dirumuskan sebagai lawan
atau tandingan dari hipotesis nol. Secara umum, formulasi hipotesis dapat dituliskan :
Ho : q = q0
H1 : q > q0
Pengujian ini disebut pengujian sisi kanan
Ho : q = q0
H1 : q < q0
Pengujian ini disebut pengujian sisi kiri
Ho : q = q0
H1 : q q0
Pengujian ini disebut pengujian dua sisi

2. Menentukan Taraf Nyata (Significant Level)


Taraf nyata adalah besarnya batas toleransi dalam menerima kesalahan hasil hipotesis
terhadap nilai parameter populasinya. Taraf nyata dilambangkan dengan a (alpha). Semakin
tinggi taraf nyata yang digunakan, semakin tinggi pula penolakan hipotesis nol atau hipotesis
yang diuji, padahal hipotesis nol benar. Besarnya nilai a bergantung pada keberanian pembuat
keputusan yang dalam hal ini berapa besarnya kesalahan yang akan ditolerir. Besarnya kesalahan
tersebut disebut sebagai daerah kritis pengujian (critical region oftest) atau daerah penolakan
(region of rejection).

3. Menentukan Kriteria Pengujian


Kriteria pengujian adalah bentuk pembuatan keputusan dalam menerima atau menolak
hipotesis nol (Ho) dengan cara membandingkan nilai a table distribusinya (nilai kritis) dengan
nilai uji statistiknya, sesuai dengan bentuk pengujiannya.
a. Penerimaan Ho terjadi jika nilai uji statistiknya lebih kecil atau lebih besar daripada nilai
positif atau negatif dari a tabel. Atau nilai uji statistik berada di luar nilai kritis.
b. Penolakan Ho terjadi jika nilai uji statistiknya lebih besar atau lebih kecil daripada nilai
positif atau negatif dari a tabel. Atau nilai uji statistik berada di dalam nilai kritis.

5
4. Menentukan Nilai Uji Statistik
Uji statistik merupakan rumus-rumus yang berhubungan dengan distribusi tertentu dalam
pengujian hipotesis. Uji statistik merupakan perhitungan untuk menduga parameter data sampel
yang diambil secara random dari sebuah populasi.

5. Membuat Kesimpulan
Pembuatan kesimpulan merupakan penetapan keputusan dalam hal penerimaan atau
penolakan hipotesis nol (Ho), sesuai dengan kriteria pengujiannya. Pembuatan kesimpulan
dilakukan setelah membandingkan nilai uji staistik dengan nilai a tabel atau nilai kritis.
a. Penerimaan Ho terjadi jika nilai uji statistik berada diluar nilai kritisnya
b. Penolakan Ho terjadi jika nilai uji statitik berada di dalam nilai kritisnya

E. UJI SATU ARAH ATAU DUA ARAH

1. Uji Two Tail (dua sisi/dua arah)


Two tail (dua sisi) merupakan hipotesis alternative yang hanya menyatakan perbedaan tanpa
melihat apakah hal yang satu lebih tinggi/rendah dari yang lain.
Ho : x =
Ha : x
Pada uji ini menggunakan uji dua arah sehingga untuk mencari nilai Z di tabel kurve normal,
nilai -nya harus dibagi dua arah yaitu ujung kiri dan kanan dari suatu kurva normal, sehingga
nilai alpha = . Sebagai contoh bila ditetapkan nilai = 0,05 maka nilai alpha = (0,05)
=0,025, pada = 0.025 nilai Z-nya adalah 1,96.

2. Uji One Tail (satu sisi/satu arah)


One Tail (satu sisi) apabila hipoteis alternatifnya menyatakan adanya perbedaan dan adanya
pertanyaan yang mengatakan hal yang satu lebih tinggi/rendah dari hal yang lain.
Ho : x =
Ha : x >
Maka uji nya adalah satu arah, nilai alphanya tetap 5 % (tidak usah dibagi dua) sehingga nilai Z=
1,65.

6
Dari kedua nilai tersebut (nilai perhitungan uji statistic dan nilai dari table) maka kita dapat
memutuskan apakah Ho ditolak atau Ho gagal ditolak denagn ketentuan sbb:
Bila nilai perhitungan uji statistik lebih besar dibandingkan nilai yang berasal dari tabel
(nilai perhitungan > nilai tabel), maka keputusannya: Ho ditolak . Ho ditolak, artinya: ada
perbedaan kejadian (mean/proporsi) yang signifikan antara kelompok data satu dengan
kelompok data yang lain.
Bila nilai perhitungan uji statistik lebih kecil dibandingkan nilai yang berasal dari tabel
(nilai perhitungan < nilai tabel), maka keputusannya: Ho gagal ditolak . Ho gagal ditolak,
artinya: tidak ada perbedaan kejadian (mean/proporsi) antara kelompok data satu dengan
kelompok data yang lain. Perbedaan yang ada hanya akibat dari faktor kebetulan (by
chance).

F. Nilai P dalam Uji Hipotesis

Nilai P merupakan nilai yang menunjukkan besarnya peluang salah menolak Ho dari data
penelitian. Nilai P dapat diartikan pula sebagai nilai besarnya peluang hasil penelitian (misalnya
adanya perbedaan mean atau proporsi) terjadi karena faktor kebetulan (by chance). Harapan kita
nilai P adalah sekecil mungkin, sebab bila nilai P-nya kecil maka kita yakin bahwa adanya
perbedaan pada hasil penelitian menunjukkan pula adanya perbedaan di populasi. Dengan kata
lain kalau nilai P-nya kecil maka perbedaan yang ada pada penelitian terjadi bukan karena faktor
kebetulan (by chance). Nilai P adalah probabilitas sampel observasi mempunyai perbedaan yang
besar dari nilai observasi di mana hipotesis null benar. Nilai P yang sangat kecil menunjukkan
bahwa kecil kemungkinan Ho benar, sebaliknya jika P-value besar maka kecil kemungkinan
bahwa Ho salah.
Untuk mendapatkan nilai P kita mengurangi luas area kurva dengan luas area z dari z
hitung. Pada contoh rata-rata pendapatan uji hipotesis tentang return on investment dengan dua
arah diatas, diperoleh luas area Z hitung = 0,3621. Dengan 0,5 0,3621 = 0,1375. Dikali dua
untuk uji dua arah = 0,275. Karena nilai P sebesar 0,275 lebih besar dari pada 0,05 maka kita
tidak menolak Ho.
Dalam aplikasi software yang lain mungkin bukan nilai P sebagai indikator penerimaan atau
penolakan hipotesis,tetapi menggunakan nilai Signifikansi. Contoh yang ada adalah pada aplikasi
software SPSS, keputusan penerimaan atau penolakan hipotesis bisa dengan melihat nilai

7
Sig(Significant). Jika nilai Sig lebih kecil dari alpha maka kita bisa menyimpulkan untuk
menolak H0, sebaliknya jika nilai Sig lebih besar dari alpha maka kesimpulan yang dibuat adalah
kita menerima H0.
Apabila dalam uji hipotesis tidak diketahui, maka kita menggunakan deviasi standar
sampel sebagai penggantinya, sehingga Z hitung adalah

x
Z=

Dimana:
adalah rata-rata populasi;

x adalah rata-rata sampel;


s adalah deviasi standar sampel;
n adalah jumlah sampel.

Pada tahap ini nilai Z yang diperoleh dari perhitungan dikonversi kedalam tabel kurve normal
untuk mencari nilai p.

.10 - .05 .025 .01 .005


1 Nilai p . .
.
24 1.318 - 1.711 2.064 2.492 2.797
Dst
t=1,59

Tabel T terdiri kolom dan baris, baris menunjukkan nilai DF dan kolom menunjukkan
nilai alpha (yang nantinya digunakan untuk mencari nilai p). angka dalam table menunjukkan
nilai t table yang antinya digunakan untuk knversi dengan nilai t hitung. Pada baian kolom
semakin kekanan nilai alpha-nya (nilai p) akan semakin kecil yaitu dari 0.10 s/d 0.005.
bagaimana cara mencari nilai p pada df = 24, coba ikuti ilustrasi berikut :
Bila nilai t= 1,711 maka kita lihat diatas dan tepat pada nilai alpha 0.05, artinya nilai p = 0.05,

8
artinya nilai p = 0.05. Bila nilai t = 2,492, maka dengan cara yang sma akan diperoleh nili p =
0,01. Bla nilai t = 2,30, terlihat terleta antara dua nilai yaitu antara 2,064 (p=0,025) dan 2,492
(p=0,01), berarti nilai pnya >0,01 dan < 0,025 0,01<p<0,025
Pada soal diatas diperoleh nilai t=1,59 dan df=24, terletak pada posisi antara nilai 1,318
dan 1,711 kemudian kalau kita tarik keatas berarti terletak antara nilai alpha 0,10 dan 0,05,
berarti nilai p-nya lebih kecil dari 0,10(p<0,10) dan lebih besar dari 0,05(p>0,05), atau dapat
ditulis: 0,05 <p<0,10n. Karena tabel t merupakan jenis tabel untuk one tail, maka nilai p yang
didapat dari tabel harus dikalikan dua. Hasilnya adalah = 2 x 0,05<p< 0,10 = 0,10<p<0,20
Jadi nilai p > 0,10
Dengan melihat hasil p dan membandingkannya dengan maka ternyata p besar dari ,
sehingga.hipotesis nol (Ho) gagal ditolak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa data
sampel tidak menyokong untuk menyatakan kadar kolesterol dari orang dewasa berbeda dengan
kadar kolestrol penderita hipertensi. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa tidak ada
perbedaan yang bermakna kadar kolesterol orang dewasa dengan kadar kolesterol penderita
hipertensi (p>0,10).

G. UJI HIPOTESIS DUA MEAN

Perumusan hipotesanya sebagai berikut


Ho : U1 U2 = 0 atau U1 = U2 (tak ada perbedaan berarti sama)
1) Ha : U1 U2 > 0 (ada perbedaan U1 > U2)
2) Ha : U1 U2 < 0 (ada perbedaan U1 < U2)
3) Ha : U1 U2 0 (U1 berbeda dengan U2)

a) n > 30 (sampel besar)


b) n < 30 (sampel kecil)

Contoh soal:
Seorang pemilik toko yang menjual dua macam lampu, merk A dan B. Berpendapat
bahwa tidak ada perbedaan di dalam rata-rata lamanya menyala dari kedua merk tersebut dengan
alternatif ada perbedaan (tak sama). Untuk maksud pengujian dinyalakan 100 buah lampu dan 50
buah bola lampu merk A dan B. Merk A mampu menyala rata-rata 952 jam sedangkan merk B

9
987 jam, masing masing dengan simpangan baku 85 jam dan 92 jam. = 5% ujilah pendapat
tersebut.
Penyelesaian :
Diketahui :
nA = 100 ; nB = 50 ; XA = 952 ; XB = 987 ; SA = 85 ; SB = 92 ; a = 5% ;
a. Formula Hipotesis
Ho : m = 7000 Ha : m < 7000
b. Taraf nyata dan nilai Z tabel
a = 5% Z/2 = 1,96
c. Kriteria pengujiannya
Ho : U = Uo, kalau Zo > Z/2 atau Zo < - Z/2, Ho ditolak
Ha : U Uo, kalau - Z/2 < Zo < Z/2, Ha diterima
d. Uji Statistik

x1 x 2
Z=
2 2
s1 s
2
n1 n2

Di mana:

x1 adalah rata-rata sampel pertama;

x 2 adalah rata-rata sampel kedua;

s12 adalah varians sampel pertama;

s 22 adalah varians sampel kedua;


n1 adalah jumlah sampel pertama;
n2 adalah jumlah sampel kedua.

Zo = -2,26 < -1,96 maka tolak Ho.


e. Kesimpulan :
Rata-rata lamanya menyala dari dua lampu yang berbeda tersebut tidak sama.

10
H. UJI PROPORSI SATU VARIABEL

Proporsi adalah suatu pecahan, rasio atau persentase yang menunjukkan suatu bagian
populasi atau sampel yang mempunyai sifat luas. Sebagai contoh adalah suatu survei tentang
tingkat pendidikan konsumen dengan mengambil sampel 70 orang, 30 orang dinyatakan
berpendidikan SMU. Jadi sampel proporsi yang berpendidikan SMU adalah 30/70 = 42,86 %.
Jadi seumpama P merupakan proporsi untuk sampel, proporsi sampel (P)adalah :
Jumlah karakteris tik terten tu dalam sampel
P=
jumlah sampel
Dalam menguji proporsi sampel populasi ada beberapa asumsi yang perlu dipenuhi yaitu:
1. Data sampel yang diperoleh dengan perhitungan
2. Hasil dari percobaan diklasifikasikan dalam 2 kategori yang mutually exclusif yaitu
sukses atau gagal;
3. Probabilitas untuk sukses pada tiap perlakuan adalah sama;
4. Tiap-tiap perlakuan adalah independen.
Selain asumsi di atas, uji hipotesis tentang proporsi bisa dilakukan jika n. dan n. (1-) kedua-
duanya paling sedikit berjumlah 5. Rumus untuk uji hipotesis proporsi satu variabel adalah
sebagai berikut:

P
Z
p
dimana:
p : proporsi sampel;
: proporsi populasi;
n : jumlah sampel;

1
p : adalah proporsi populasi yang dicari dengan rumus: p = ;
n
p
sehingga rumus di atas menjadi Z
1
n

11
I. UJI HIPOTESIS PERBEDAAN PROPORSI DUA POPULASI

Tujuan adalah untuk mengetahui/menguji perbedaan proporsi populasi dengan proporsi data
sampel penelitian.
Hipotesis:
Ho: p=P Ho: p = P
Ha: pP Ho: p > P atau Ho: p < P
two tail one tail
Rumus :
p-P
Z = ------------------
V (P . Q) / n
Ket : p = proporsi data sampel penelitian
P = proporsi data populasi
Q=1-P
Contoh soal :
Dari laporan Dinas Kesehatan Kabupaten X tahun yang lalu menyebutkan bahwa 40 %
persalinan dilakukan oleh Dukun. Kepala Dinas ingin membuktikan apakah sekarang persalinan
masih tetap seperti laporan tahun lalu atau sudah berubah. Untuk pengujian ini diambil sampel
random sebanyak 250 persalinan dan dilakukan wawancara pada ibu baru setahun terakhir
melakukan persalinan, dan ternyata terdapat 41 % yang mengaku bersalin melalui dukun. Ujilah
apakah ada perbedaan proporsi persalinan antara laporan dinas dengan sampel penelitian, dengan
alpha 5%.
Jawab :
Diketahui: n=250 P=0,40 Q=1-0,40=0,60 p=0,41
Hipotesis:
Ho: P=0,40
tidak ada perbedaan proporsi persalinan antara data dinas dengan data sampel
Ha: P 0,40
ada perbedaan proporsi persalinan antara data dinas dengan data sampel

12
0,41 - 0,40
Z = ------------------------------------------
V (0,40 x 0,60) / 250
z = 0,33

Dari nilai Z=0,33 diperoleh peluang 0,1293 (tabel kurve normal, lampiran III) berarti nilai p-
nya = 0,5 - 0,1293 = 0,3707
Nilai p = 0,3707 , namun perlu diketahui bahwa nilai peluang pada tabel kurve normal
merupakan nilai one tail. Sedangkan arah uji pada uji ini adalah two tail (lihat hipotesis Ha-nya),
maka Nilai P untuk uji ini adalah : 2 x 0,3707 = 0,7414. Jadi nilai p = 0,7414 . Dengan melihat
hasil nilai p dan membandingkannya dengan sebesar 0,05 maka terlihat bahwa nilai p lebih
besar dari , sehingga kita memutuskan Ho gagal ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa pada 5% secara statistik proporsi persalinan antara laporan dinas dengan data penelitian
tidak berbeda (p=0.7414)

J. KESALAHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Dalam pengujian hipotesis kita selalu dihadapkan antara sutau kesalahan pengambilan
keputusan,
a. Kesalahan tipe 1()
Merupakan kesalahan menolak Ho padahal sesungguhnya Ho benar. Artinya:Menyimpulkan
adanya perbedaan padahal sesungguhnya tidak ada perbedaan.peluang kesalahan tipe satu (I)
adalah atau sering disebut tingkat signifikasi (significance Level). Sebaliknya peluang untuk
tidak memuat kesalahan tipe I adalah sebesar 1- yang disebut dengan tingkat kepercayaan
(confidence level).
b. kesalahan Tipe II()
Merupakan kesalahan tidak menolak Ho padahal sesungguhnya Ho salah.
Artinya:Menyimpulkan tidak ada perbedaan padahal sesungguhnya ada perbedaan peluang untuk
memuat kesalahan tipe II ini adalah sebesar . Peluang untuk tidak memuat kesalahn tipe II
adalah sebesar 1- , dan dikenal dengan tingkat kekuatan uji (power of the best).

13
Tabel
Kesalahan pengambilan keputusan

Keputusan Ho Benar Ho salah


Tidak menolak Ho BenaR (1- ) Kesalahan tipe II ()
Menolak Ho Kesalahn tipe I () Benar (1- )

Power of test (kekuatan Uji).


Merupakan peluang untuk menolak hipotesis Nol (Ho) Ketika Ho memang salah.atau
dengan kata lain,kemampuan untuk mendeteksi adanya perbedaan bermakna antara kelompok-
kelompok yang diteliti ketika perbedaan- perbedaan itu memang ada.Power=1-. Dalam
pengujian hipotesis dikehendaki nilai dan kecil atau(1- ) besar.Namun hal ini sulit dicapai
karena bila makin nilai akan semakin besar.Berhubung harus dubuat keputusan menolak Ho
maka harus diputuskan untuk memilih salah satu saja yang harus diperhatikan.pada umumnya
untuk amannya dipilih nilai .

K. UJI HIPOTESIS SAMPEL KECIL

Dalam menggunakan uji Z ada syarat yang harus kita penuhi; yaitu deviasi standar populasi
dikatakan atau mempunyai sampel yang besar (730) dalam kondisi umum. Pengetahuan tentang
deviasi standar populasi adalah uji students t atau distibusi t. dalam mengunakan uji t kita tetap
menggunakan asumsi bahan populasi konstruksi secara normal.

Karakteristik uji t
Uji t dibangun oleh William S. Goossett dari Irlandia yang dipublikasikan pada tahun 1982.
Distribusi ini berasal dari kekhawatirannya terhadap penggunaan s sebagai penduga akan
menimbulkan ketidakcocokan ketika dihitung dengan sampel yang sangat kecil. Sebagaimana
distribusi Z yang didasarkan ada asumsi bahwa populasi terdistribusi secara normal, distribusi t
juga didasarkan pada asumsi bahwa populasi terdistribusi secara normal, dimana distribusi t
mempunyai karakteristik sebagai berikut:

14
1. Merupakan distribusi kontinyu dan berbentuk lonceng simetris
2. Tidak ada satu distribusi t tetapi merupakan keluarga distribusi t, dan semua distribusi t
mempunyai rata-rata null, akan tetapi deviasi standar akan berbeda sesuai dengan ukuran
sampel.
3. Distribusi t lebih menyebar dan lebih mendatar daripada distribusi normal standar.
Semakin besar ukuran sampel, distribusi t akan semakin mendekati distribusi normal.

L. UJI RATA-RATA POPULASI

Rumus uji rata-rata populasi adalah :



x 0
t
s/ n
di mana:

x adalah rata-rata sampel;


0 adalah rata-rata populasi;
s adalah deviasi standar sampel;
n adalah jumlah sampel.

M. MEMBANDINGKAN DUA MEAN DENGAN UJI T

Dalam membandingkan dua mean keadaan yang bisa terjadi adalah bahwa kedua
sampel tersebut saling tergantung (dependen) atau saling bebas (independent). Suatu pasangan
sampel disebut independen jika tidak ada sebab yang menghubungkan kedua sampel tersebut
kecuali hanya karena kebetulan. Sebagai contoh adalah jika kita ingin menguji tentang beda
tinggi antara pria dan wanita di suatu sekolah. Suatu pasangan sampel disebut saling tergantung
jika ada suatu alasan yang menghubungkan kedua sampel. Sebagai contoh adalah jika kita ingin
membandingkan rata-rata dari rasio keuangan perusahaan yang menggunakan metode
konvensional dengan rasio laporan keuangan yang menggunakan metode indeks harga. Kedua
rasio laporan keuangan ini adalah saling tergantung karena rasio laporan keuangan berdasarkan
indeks harga dipengaruhi oleh rasio laporan keuangan konvensional dan saling berpasangan.

15
1) Membandingkan dua mean populasi independen

Dalam membandingkan dua mean populasi independen, asumsi-asumsi yang disyaratkan adalah:
Populasi sampel terdistribusi secara normal atau mendekati normal
Dua populasi tersebut independen
Deviasi standar sebagian dari populasi sejajar

Rumus varians populasi:

2
2 (1 1)+ (2 1) (2 )
=
1 + 2 2

Dimana
s12 = varians sampel pertama
s22 = varians sampel kedua

Sedang nilai t hitung dicari dengan rumus :

x1 x 2
t=
1 1
sp 2
n1 n2

2) Uji hipotesis sampel berpasangan

Uji t dengan rumus sebagai berikut:


d
t
sd
n

Dimana

d adalah rata-rata perbedaan pasangan sampel (X1i- X2i)

Sd adalah standar deviasi perbedaan pasangan sampel yang dicari dengan rumus:

Sd =
d d / n
2

n 1
n adalah jumlah pasangan sampel

16
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Uji hipotesa adalah prosedur yang memungkinkan untuk menentukan apakah menerima atau
menolak hipotesa. Apabila kita menolak sebuah hipotesa, padahal seharusnya kita menerima
hipotesa tersebut,maka dikatakan telah terjadi kesalahan jenis I, dan jika menerima sebuah
hipotesa padahal seharusnya ditolak, dikatakan bahwa telah terjadi kesalahan jenis II. Ada pun
manfaat dari uji hipotesis yaitu untuk membantu pengambil keputusan dalam mengambil
keputusan sehingga menghasilkan ketelitian dan ketepatan dalam keputusanya.

Didalam menyusun suatu laporan karya ilmiah terutama penelitian kualitatif di dalamnya
tidak akan terlepas dari yang namanya merumuskan hipotesis, tujuan, dan kegunnaan penelitian.
Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti.
Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis
tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja
menimbulkan/menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen.
Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori. Hipotesis juga berarti sebuah pernyataan
atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlah fakta ada hubungan tertentu Proposisi
inilah yang akan membentuk proses terbentuknya sebuah hipotesis di dalam penelitian.

17
DAFTAR PUSTAKA

http://keslingtk1.blogspot.com/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

http://ziazannititah-pawana.blogspot.com/2012/06/makalah-statistika-uji-hipotesis.html

http://yaammi-azti.blogspot.com/2013/10/v-behaviorurldefaultvmlo.html

http://mtk10ayufarida.blogspot.com/2012/05/uji-hipotesis.html

http://dinulislamjamilah.wordpress.com/2010/03/17/hipotesis/

18

Anda mungkin juga menyukai