Anda di halaman 1dari 4

BAB V PRAKIRAAN DAMPAK PENTING

5.1 Umum

Rencana pembangungan Stasiun Penampungan Minyak diperkirakan akan menimbulkan dampak, baik
itu negative atau positif terhadap lingkungan. Bobot dan tingkat kepentingan dampak dari setiap
komponen kegiatan terhadap lingkungan akan dibahas pada uraian berikut.

5.2 Tahap Konstruksi

Komponen kegiatan pada tahap konstruksi yaitu mobilisasi alat dan bahan, pematangan lahan,
pekerjaan sipil, dan pengerahan atau pengurangan tenaga kerja. Mobilisasi alat dan bahan membuat
volume lalu lintas meningkat yg menyebabkan turunnya kualitas udara dengan dampak menurunnya
kesehatan masyarakat, kebisingan meningkat, serta kenyamanan terganggu.

Kegiatan pengerahan tenaga kerja membuat penambahan limbah domestic terutama limbah cair
sehingga kualitas air menurun. Kegiatan pembangungan dermaga membuat gangguan pelayanan local di
dermaga dan terganggunya komunitas terumbu karang.

5.2.1 Mobilisasi Alat dan Bahan

5.2.1.1 Penurunan Kualitas Udara

Peningkatan volume lalu lintas membuat kualitas udara menurun akibat zat pencemar dari truk yang
biasanya berbahan bakat diesel. Pengemisian debus elain dari emisi gas buang juga dari resuspensi debu
badan jalan. Yang mana debu ini adalah parameter dominan yang akan teremisi pada kegiatan ini.

5.2.1.2 Peningkatan Intensitas Kebisingan

Dengan meningkatnya volume kendaraan maka tingkat kebisingan pun akan bertambah pada ruas jalan
senesar 90 pada jarak 15 meter, dengan asumsi dua truk melintas bersama. Dari hasil pengukuran
didapat bahwa peningkatan kebisingan yang terjadi melebihi baku mutu kebisingan permukiman,
sehingga dampak ini bersifat negative penting.

5.2.2 Pekerjaan Sipil

5.2.2.1 Gangguan Alur Pelayaran Keselamatan Pelayaran

Untuk memenuhi pasokan BBM ke Terminal Penampungan Minyak dengan menggunakan kapal laut
akan dibangun dermaga untuk bongkar muat BBM. Saat kontruksi terjadi maka diperkirakan aka nada
gangguan terhadap lintasan pelayaran dengan dampak yang dapat terjadi yaitu timbulnya kecelakaan
pelayaran dan gangguan alur palayaran. Berdasarkan uraian tersebut maka dampak terhadap gangguan
alur pelayaran dikategorikan sebagai dampak negative penting.

Gangguan terhadap terumbu karang juga terjadi akibat pembangunan dermaga ini. Karena terumbu
karang merupakan ekosistem penunjang kehidupan di laut maka kerusakan yang terjadi pada komunitas
karang berdampak negative pada biota laut. Maka dampak terhadap terumbu karang dapat
dikategorikan sebagai dampak negative penting.

5.2.3 Pengerahan Tenaga Kerja


5.2.3.1 Peluang Kerja dan Usaha

Pembangunan Terminal Penampungan Minyak di Kabupaten Rekling ini diperkirakan membutuhkan 25-
75 orang pekerja yang pada puncak pembangunan mungkin butuh sekitar 100 orang. Angka tsb
menyerap 25-30% angkatan desa namun bisa menjadi daya Tarik bagi desa lain untuk ikut andil sehingga
angkanya turun menjadi 5-10%. Melihat dampak tsb maka dampak peluang kerja ini dapat dikategorikan
positif penting.

Seiring dengan pembangunan tsb maka akan muncul peluang usaha untuk mendirikan warung sekitar 3-
5 warung yang mungkin akan diambil masyrakat luar desa karena daya modal masyarakat desa yg
terbatas. Terbukanya peluang usaha ini membawa manfaat bagi penduduk secara keseluruhan, maka
dampak peluang usaha ini masuk kategori positif penting.

5.2.3.2 Limbah Domestik - Penurunan Kualitas Air

Limbah dari aktivitas manusia (pekerja) adalah limbah domestic. Diperkirakan butuh asupan air yang
cukup tinggi mengingat intensitas pekerjaan sehingga perlu adanya system sanitasi yang baik. Jumlah
pekerja yang dapat mencapai 200 orang serta lama pembangunan sekitar 1 tahun maka dampak bersifat
kumulatif, maka dampak penurunan kualitas air ini bersifat dampak negative penting.

5.3 Tahap Operasi

Komponen kegiatan pada tahap operasi ini meliputi kegiatan pengoperasian dermaga, kegiatan bongkar
muat BBM, serta penyaluran BBM dan pengerahan tenaga kerja.

5.3.1 Pengoperasian Dermaga

5.3.1.1 Keberadaan Dermaga

Dengan adanya dermaga membuat jalur pelayaran berdampak pada keselamatannya baik bagi kapal
penum[ang maupun kapal barang. Akibat adanya operasi kapal di Terminal Penampungan Minyak ini
membuat lalu lintas perairan semakin padat yang mana meningkatkan resiko kecelakaan. Maka dampak
terhadap gangguan alur pelayaran dikategorikan sebagai dampak negatif penting.

5.3.1.2 Bongkar BBM

Penerimaan BBM merupakan kegiatan pembongkaran dari kapal pengangkut BBM. Rata-rata ceceran
minyak tiap kali kapal bersandar yaitu 100 ml, sehingga jika diakumulasikan pada satu bulan akan
tercecer sekitar 5000 ml BBM. Ceceran ini mengakibatkan terhalangnya penetrasi sinar matahari
sehingga kesetimbangan akan terganggu. Maka dampak penurunan kualitas air dari kegiatan
pembongkaran BBM ini termasuk dampak negative penting.

Gangguan terhadap biota laut juga dapat terjadi karena proses kontaminasi terjadi saat ada ceceran
BBM yang terjadi. Mengacu pada indeks keanekaragaman jenis benthos dan simpson, biota laut di
sekitar dermaga cukup terganggu. Hal tersebut karena minyak merupakan detergent bagi ikan atau
biota lainnya. Maka dampak terhadap biota laut ini termasuk dampak negative penting.

5.3.1.3 Muat BBM (Pembuangan Air Ballast)

Pembuangan air ballast dapat membuat kualitas air menurun. Pada proses pengisian minyak dari depot
BBM ke kapal tanker melalui pipa. Pipa penghubung sebelum dilalui BBM terlebih dahulu dikosongkan
dari air yg mengisinya (air ballast) dan biasanya dibuang ke peairan bebas. Konsentrasi minyak lebih dari
100 mg/l karena itu jika diakumulasi selama operasi hal itu akan berbahaya. Maka kegiatan pembuangan
air ballast dikategorikan sebagai dampak negative penting.

Dampak pembuangan air ballast ke perairan dapat membuat mikroorganisme seperti plankton, bhentos
serta nekton hampir sama dengan dampak yang ditimbulkan dari ceceran minyak di sekitar dermaga.
Sehingga pengaruhnya hampir sama antara keduanya. Maka dampak terhadap biota laut termasuk
dampak negative penting.

5.3.2 Pengoperasian Tangki Timbun

5.3.2.1 Pengisian Tangki dan Penyaluran BBM

Dari ceceran minyak yang terjadi, dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah/air tanah. Ceceran
BBM tsb meresap ke tanah melalui lapisan permeable pada tanah hingga kedalaman rata-rata 13-18 m.
hal tsb membuat kualitas air tanah tidak sehat karena kandungan minyak pada air tanah melebihi batas
aman yang sebesar 1mg/L. Maka dampak pengoperasian tangki BBM berupa kontaminasi kualitas air
tanah bersifat dampak negative penting.

5.3.2.2 Pengurasan Tangki

Limbah padat berupa sludge dari hasil pengurasan tangka dapat membuat dampak yang tidak baik.
Lumpur atau sludge yang dihasilkan rata-rata 1-2 drum untuk periode pengurasan selama 6 tahun. Maka
limbah padat tsb harus dikelola karena termasuk limbah B3 walau jumlahnya cukup kecil, dan
dampaknya termasuk dampak negative penting.

Selain limbah padat, limbah cair juga diproduksi dari hasil pencucian tangka tsb. Yang dampaknya
terhadap kualitas air tanah dapat menurunkan kualitasnya, seperti yang terjadi pada air ballast. Maka
dampak limbah cair hasil pengurasan tangka ini termasuk dampak negative penting.

5.3.3 Pengarahan Tenaga Kerja

Peluang kerja dan usaha dengan beroperasinya tangka penampung minyak tentu meningkat karena
terbukanya peluang penyerapan tenaga kerja. Dimana pekerjaan tsb tentu seumur dari pengoperasian
tangka minyak tsb. Karenanya operasi tangka penampungan minyak dapat memberikan harapan bagi
masyarakat secara umum dengan terbukanya peluang penyerapan tenaga kerja, maka dampak ini
dikategorikan sebagai dampak positif penting.

5.4 Tahap Pasca Operasi

5.4.1 Demobilisasi Tenaga Kerja

Penurunan tenaga kerja pasti akan terjadi pasca pengoperasian tangka sudah tidak dilakukan lagi. Hal ini
tentu berdampak pada turunnya pendapatan tenaga kerja yang selama pengoperasian tangka turut ikut
bekerja. Karena itu hilang atau menurunnya sumber penghasilan utama bagi sebagian masyarakat ini
membawa akibat yang cukup mendalam secara social dan ekonomi. Maka dampak penutupan
pengoperasional terminal penampung minyak di Kabupaten Rekling dikategorikan sebagai dampak
negative penting.