Anda di halaman 1dari 4

Perbandingan Pengaruh

Nasi Putih Dengan Nasi Merah


Terhadap Kadar Glukosa Darah

Christian Yonathan1, Adrian Suhendra2


1. Fakultas Kedokteran , Universitas Kristen Maranatha, Bandung
2. Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran,Universitas Kristen Maranatha, Bandung
Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha
Jl. Prof. Drg, Suria Sumantri MPH no 65 Bandung 40164 Indonesia

ABSTRAK
Latar Belakang Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang menjadi perhatian dunia
karena merupakan silent killer bagi pengidapnya. Nasi putih banyak dikonsumsi oleh masyarakat
terutama di Indonesia. Kandungan glukosa yang ada dalam nasi putih lebih tinggi dibandingkan
dengan nasi merah sehingga dapat menimbulkan kenaikan glukosa darah dan menjadi faktor risiko
penyakit yang berhubungan dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Nasi merah dapat
digunakan sebagai kebutuhan pangan karbohidrat alternatif yang lebih sedikit meningkatkan
kadar glukosa darah.
Tujuan Penelitian Untuk mengetahui apakah kadar glukosa darah pada orang yang
mengonsumsi nasi merah lebih rendah dibandingkan dengan yang mengonsumsi nasi putih.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental quasi. Subjek penelitian
sebanyak 30 orang dewasa muda. Masing-masing diukur kadar glukosa darah puasa dan kadar
glukosa darah 2 jam post prandial. Pada penelitian digunakan darah kapiler. Analisis data
menggunakan uji t berpasangan dengan = 0,05.
Hasil Rerata kadar glukosa darah 2 jam post prandial pada orang setelah mengonsumsi
nasi merah adalah 101,77 mg/dL berbeda sangat signifikan dengan setelah mengonsumsi nasi
putih sebesar 115,13 mg/dL dengan p < 0,01.
Simpulan Kadar glukosa darah pada orang yang mengonsumsi nasi merah lebih rendah
dibandingkan dengan yang mengonsumsi nasi putih.

Kata kunci : nasi putih, nasi merah, kadar glukosa darah

ABSTRACT
Backgrounds Diabetes mellitus (DM) is a worldwide-known disease that has come into
the spotlight as it is a silent killer to patients. In nowadays white rice is highly consumed by the
community especially in Indonesia. The amount of glucose contained in white rice higer than
bworn rice that can causes an increase in the blood glucose rate and becomes a factor related to
high blood glucose rate disease. Brown rice would be an alternative which only increase slightly
blood glucose rate.
Objective To investigate whether the blood glucose rate of those who consume brownrice
is lower compared to those who consume white rice.
Methods A quasi experimental design was carried out with a total of 30 young adult
participants. The blood glucose rate of each participant was measured during fasting and 2 hours
postprandial using a capillary blood. Statistical Analysis using Paired t test with = 5%.
Results The average result of the blood glucose rate 2 hours postprandial for participants
that consumed brown rice is 101.77 mg/dL. This showed a significant difference compared to the
blood glucose rate 2 hours postprandial of the participants that consumed white rice with their
result being 115.13 mg/dL with p<0.01.
Conclusion The blood glucose rate during consumption of brown rice is lower when
compared with consumption of white rice.
Keywords: white rice,brown rice, blood glucose rate

PENDAHULUAN dibudidayakan sekitar 8000-9000


Diabetes Melitus (DM) tahun yang lalu oleh bangsa Cina
adalah penyakit kronis yang sebagai bahan makanan pokok.
disebabkan oleh ketidakmampuan Sampai saat ini beras terutama beras
tubuh untuk memproduksi hormon putih, masih menjadi bahan utama
insulin atau karena penggunaan kebutuhan pokok di banyak negara
yang tidak efektif dari produksi berkembang termasuk di Indonesia.
insulin. Hal ini ditandai dengan Orang Indonesia adalah pemakan
tingginya kadar glukosa dalam nasi. Tingginya tingkat konsumsi
darah. Diabetes Melitus terdiri dari nasi putih dapat menyebabkan
dua tipe yaitu tipe pertama yang orang beresiko terkena DM2(3).
disebabkan keturunan dan tipe Beras merah adalah salah
kedua disebabkan gaya hidup. satu jenis beras yang tidak digiling
Secara umum, hampir 80 % dan termasuk padi-padian alamiah
prevalensi DM adalah diabetes yang mengandung antosianin yang
melitus tipe 2 (DM2). Hal ini merupakan sumber warna merah(4).
kemungkinan disebabkan oleh gaya Kadar glicemic index (IG) yang
hidup yang tidak sehat. Diabetes rendah dan kandungan
melitus telah menjadi masalah nutrisi,serat,vitamin dan mineral
kesehatan dunia. Jumlah penderita yang tinggi pada beras merah dapat
penyakit ini terus meningkat drastis mencegah peningkatan glukosa
termasuk di Indonesia. Diperkirakan darah secara berlebihan.
bahwa pada tahun 2030 prevalensi Berdasarkan latar belakang
DM di Indonesia mencapai 21,3 juta diatas, maka penulis tertarik untuk
orang. Hasil riset kesehatan dasar meneliti perbandingan nasi merah
(Riskesdas) tahun 2007 diperoleh dan nasi putih terhadap kenaikan
bahwa proporsi penyebab kematian glukosa darah pada orang normal.
akibat DM pada kelompok usia 45-
54 tahun di daerah perkotaan
menduduki peringkat ke-2 yaitu TUJUAN PENELITIAN
14,7%, dan di daerah pedesaan Ingin mengetahui apakah
menduduki peringkat ke-6 yaitu kadar glukosa darah orang yang
5,8% (Depkes, 2012)(1). Salah satu mengonsumsi nasi merah lebih
upaya pencegahan yang bisa rendah dibandingkan dengan orang
dilakukan adalah pengaturan pola yang mengonsumsi nasi putih
makan yang baik. Berbagai
penelitian telah menunjukkan, ALAT, BAHAN, DAN CARA
mengganti jenis makanan yang Penelitian ini bersifat
dikonsumsi efektif untuk experimental quasi. Analisis data
mengontrol kadar glukosa darah, memakai uji t berpasangan
salah satunya adalah dengan dengan =5%. Alat dan bahan yang
mengganti nasi putih dengan nasi digunakan berupa nasi putih dan
merah(2). nasi merah, darah kapiler jari tangan
Beras (Oryza sativa L.) berasal III atau IV, glukometer On Call Plus,
dari tanaman padi yang telah strip On Call Plus untuk
menampung darah kapiler, lanset mengandung karbohidrat yang
dengan lancing device, kapas alkohol terdiri dari monosakarida,
70%, timbangan. Subjek penelitian disakarida, dan polisakarida.
dicek kadar glukosa darah puasa, Karbohidrat akan dikonversikan
kemudian diminta untuk memakan menjadi glukosa di dalam hati dan
nasi putih, setelah 2 jam, dicek berguna untuk pembentukan energi
kembali kadar glukosa darahnya. dalam tubuh. Glukosa tersebut akan
Selang 1 minggu yang merupakan diserap oleh usus halus kemudian
wash out period, pasien kembali dibawa oleh aliran darah dan
dicek kadar glukosa darah didistribusikan ke seluruh tubuh.
puasanya, kemudian diminta untuk Glukosa yang disimpan dalam
memakan nasi merah, setelah 2 jam, tubuh dapat berupa glikogen yang
dicek kembali kadar glukosa disimpan dalam otot dan hati.
darahnya. Glukosa juga disimpan pada plasma
darah dalam bentuk glukosa darah
HASIL DAN PEMBAHASAN (blood glucose)(5)(6).
Tabel 1 Perbandingan Rerata Kadar Beras putih adalah beras
Glukosa Darah 2 jam berwarna putih agak transparan
Post Prandial Setelah karena hanya memiliki sedikit
Mengonsumsi Nasi Putih aleuron. Pada tahap pemrosesan
dan Nasi Merah beras putih, bagian terluar yaitu
Nasi Rerata Rentan SD Uji sekam dan kulit ari yaitu aleuron
GD g t dibuang sehingga beras putih hanya
2jPP (mg/d memiliki sedikit aleuron. Karena
(mg/d L) p kulit ari dari beras putih telah hilang
L) selama proses penggilingan akan
Puti 115,13 102- 7,4 < menyebabkan kandungan gizi pada
h 131 1 0,0 beras putih banyak yang hilang(7).
1 Sementara itu Beras merah adalah
Mera 101,77 90-120 8,1 salah satu jenis beras yang tidak
h 2 digiling dan termasuk padi-padian
alamiah. Pada tahap pemrosesan
Tabel 1 : Rerata kadar glukosa darah beras merah, hanya bagian terluar
2 jam post prandial orang yang yaitu sekam yang dibuang sehingga
mengonsumsi nasi merah lebih beras merah masih mengandung
rendah dibandingkan dengan rerata kulit ari yaitu aleuron. Beras merah
kadar glukosa darah orang yang mampu menurunkan risiko untuk
mengonsumsi nasi putih, yaitu terkena DM2. Hal ini disebabkan
sebesar 101,77 mg/dL (SD=8,12) karena kandungan magnesium
dibandingkan dengan 115,13 mg/dL dalam aleuron beras merah mampu
(SD=7,41) dengan p<0,01 maka meningkatkan metabolisme glukosa
ditemukan perbedaan yang sangat dalam darah dengan meningkatkan
signifikan. sekresi dari hormon insulin.
Magnesium mampu bertindak
DISKUSI sebagai kofaktor untuk
Glukosa dihasilkan dari meningkatkan enzim yang
makanan / minuman yang
membantu proses sekresi insulin DAFTAR PUSTAKA
(2). Selain itu kandungan serat yang 1. Depkes RI. (2012). Retrieved
tinggi pada beras merah juga January 8, 2013, from
mampu memperlambat absorbsi http://www.depkes.go.id/inde
x.php/berita/press-release/414-
gula ke dalam darah dan
tahun-2030-prevalensi-diabetes-
meningkatkan sensitivitas dari melitus-di-indonesia-mencapai-
hormon insulin(2). Serat juga di 213-juta-orang.html
dalam usus akan menghambat 2. National Center for Biotechnology
aktivitas dari enzim alfa amilase Information (NCBI). (2011,
yang berfungsi untuk mencerna pati January 20). Retrieved January
sehingga kadar gula yang diabsorbsi 8, 2013, from
jumlahnya lebih sedikit. Kandungan http://www.ncbi.nlm.nih.gov
/pmc /articles /PMC3024208/.
Gamma Amino Butiric Acid (GABA)
3. BMJ Journal. (2012, March 15).
yang lebih tinggi di dalam beras
Retrieved January 8, 2013, from
merah dibandingkan dengan beras http://www.bmj.com/content/
putih mampu menstimulasi sel beta 344/bmj.e1454.Today I Found
pankreas untuk menghasilkan Out. (2011). Retrieved Jan 15,
insulin berlebih(8). Penelitian juga 2013, from
menunjukkan bahwa kadar indeks http://www.todayifoundout.co
glikemik dari beras merah lebih m/index.php/2011/07/why-
rendah dari beras putih. Hal inilah carbonated-beverages-are-
called-soft-drinks/.
yang menyebabkan beras merah
4. Aryana, I. G. (2012).
tidak meningkatkan kadar glukosa
KANDUNGAN DAN HASIL
darah setinggi beras putih(2). ANTOSIANIN GALUR PADI
BERAS MERAH.
SIMPULAN 5. Bender, D. A., & Mayes, P. A.
Kadar glukosa darah pada (2009). Karbohidrat yang
orang yang mengonsumsi nasi Penting Secara Fisiologis. In R.
merah lebih rendah dibandingkan K. Murray, D. K. Granner, & V.
dengan yang mengonsumsi nasi W. Rodwell, Biokimia Harper
putih. (Vol. 27, p. 119). Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
6. Hutagalung, D. (2004).
SARAN
Karbohidrat.
Penelitian lebih lanjut 7. The World's Healthiest Food.
dilakukan pada orang orang yang
(2013). Retrieved 2013, from
mengidap penyakit diabetes melitus
dengan pengawasan yang ketat. www.whfoods.com:
Penelitian lebih lanjut dilakukan http://www.whfoods.com/genp
dengan merek nasi putih yang age.php?tname=foodspice&dbi
berbeda. Penelitian lebih lanjut d=128
digunakan darah vena sebagai 8. Ito, Y., Mizukuchi, A., & Kise,
bahan penelitian. Mensosialisasikan M. (2010). Postprandial Blood
penggunaan dan mafaat nasi merah Glucose and Insulin Responses
kepada masyarakat sebagai to Pre-germinated Brown Rice
makanan sehari-hari. in Healthy Subjects.