Anda di halaman 1dari 9

Sejarah Sistem Informasi

Kesehatan
OKTOBER 26, 2016 OLEH FAIRUZELSAID0 KOMENTAR

Pendahuluan
Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu bagian penting yang tidak dapat
dipisahkan dari Sistem Kesehatan di suatu negara. Kemajuan atau kemunduran Sistem
Informasi Kesehatan selalu berkorelasi dan mengikuti perkembangan Sistem Kesehatan,
kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK ) bahkan mempengaruhi Sistem
Pemerintahan yang berlaku di suatu negara. Suatu sistem yang terkonsep dan terstruktur
dengan baik akan menghasilkan output yang baik juga. Sistem informasi kesehatan
merupakan salah satu bentuk pokok Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dipergunakan
sebagai dasar dan acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman dan arahan
penyelenggaraan pembangunan kesehatan serta pembangunan berwawasan kesehatan.

Dengan sistem Informasi kesehatan yang baik maka akan membuat masyarakat tidak buta
dengan semua permasalahan kesehatan. Dan mau membawa keluarga nya berobat dengan
mudah bukan lagi dengan birokrasi yang rumit yang membuat masyarakat enggan membawa
anggota keluarganya berobat di pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah.
Dengan maraknya perkembangan media dan teknologi seharusnya membuat masyarakat dan
khususnya pada mahasiswa kesehatan masyarakat melek akan kemajuan berinovasi terhadap
sistem informasi kesehatan Indonesia. Berlandaskan dengan fakta yang terjadi di masyarakat
pada saat ini seharus nya bisa dijadiakan bahan evaluasi dan pertimbangan untuk dapat
membentuk sistem informasi kesehatan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh
masyarakat, dengan banyaknya referensi yang ada pada saat Ini sehingga bisa dijadikan
rumusa yang tepat dan membuat sistem informasi kesehatan yang tepat guna

Definisi Sistem Informasi Kesehatan


Berikut ini berbagai definisi sistem informasi kesehatan dari berbagai sumber:
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah suatu sistem pengelolaan data dan informasi
kesehatan di semua tingkat pemerintahan secara sistematika dan terintegrasi untuk
mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat.
Sistem Informasi Kesehatan merupakan gabungan perangkat dan prosedur yang
digunakan untuk mengelola siklus informasi (mulai dari pengumpulan data sampai
pemberian umpan balik informasi) untuk mendukung pelaksanaan tindakan tepat
dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kinerja sistem kesehatan. Informasi
kesehatan selalu diperlukan dalam pembuatan program kesehatan mulai dari analisis
situasi, penentuan prioritas, pembuatan alternatif solusi, pengembangan program,
pelaksanaan dan pemantauan hingga proses evaluasi.
Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah integrasi antara perangkat, prosedur dan
kebijakan yang digunakan untuk mengelola siklus informasi secara sistematis untuk
mendukung pelaksanaan manajemen kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam
kerangka pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dasar Hukum Sistem Informasi Kesehatan

Dasar hukum pengembangan sistem informasi kesehatan di Indonesia adalah :

1. UUD 1945, Pasal 28 ; Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh
informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak
untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan
informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. Peraturan Pemerintah RI Nomor 46 Tahun 2014 tentang Sistem Informasi Kesehatan;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor : 1144/MENKES/PER/VII/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan mengamanatkan pusat data dan
informasi (PUSDATIN) sebagai pelaksana tugas kementrian kesehatan di bidang data
dan informasi kesehatan;
5. Kepmenkes RI Nomor 511 tahun 2002 tentang Kebijakan Strategi Pengembangan
Sistim Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS)
6. Kepmenkes RI Nomor : 932/Menkes/SK/VIII/2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Pengembangan Sistem Laporan Informasi Kesehatan Kabupaten / Kota;
7. Kepmenkes RI Nomor : 004/Menkes/SK/I/2003 tentang Kebijakan dan Strategi
Desentralisasi Bidang Kesehatan;
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 128 tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar Pusat
Kesehatan Masyarakat; 9.Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 837 Tahun 2007
tentang Pengembangan Jaringan Komputer ( SIKNAS ) Online Sistem Informasi
Kesehatan Nasional

Tujuan Sistim Informasi Kesehatan


Tujuan dari dikembangkannya sistem informasi kesehatan adalah :

Sistem informasi kesehatan (SIK) merupakan subsistem dari Sistem Kesehatan


Nasional (SKN ) yang berperan dalam memberikan informasi untuk pengambilan
keputusan di setiap jenjang adminisratif kesehatan baik di tingkat pusat, provinsi,
kabupaten/kota atau bahkan pada tingkat pelaksana teknis seperti Rumah Sakit
ataupun Puskesmas
Dalam bidang kesehatan telah banyak dikembangkan bentuk-bentuk Sistem Informasi
Kesehatan ( SIK ), dengan tujuan dikembangkannya berbagai bentuk SIK tersebut
adalah agar dapat mentransformasi data yang tersedia melalui sistem pencatatan rutin
maupun non rutin menjadi sebuah informasi.
Upaya pemantapan dan pengembangan sistem informasi kesehatan ditujukan ke arah
terbentuknya suatu sistem informasi kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna, yang
mampu memberikan informasi yang akurat, tepat waktu dan dalam bentuk yang sesuai
dengan kebutuhan untuk:

Pengambilan keputusan di seluruh tingkat administrasi dalam rangka perencanaan,


penggerakan pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan penilaian
Mengatasi masalah-masalah kesehatan melalui isyarat dini dan upaya
penanggulangannya
Meningkatkan peran serta masyarakat dan meningkatkan kemampuan masyarakat
untuk menolong dirinya sendiri
Meningkatkan penggunaan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi
bidang kesehatan

Manfaat Sistem Informasi Kesehatan


Manfaat Sistem Informasi Kesehatan Menurut WHO

World Health Organization( WHO ) menilai bahwa investasi sistem informasi kesehatan
mempunyai beberapa manfaat antara lain :

Membantu pengambil keputusan untuk mendeteksi dan mengendalikan masalah


kesehatan, memantau perkembangan dan meningkatkannya
Pemberdayaan individu dan komunitas dengan cepat dan mudah dipahami, serta
melakukan berbagai perbaikan kualitas pelayanan kesehatan

Manfaat sistem informasi kesehatan dalam fasilitas kesehatan


Adapun manfaat adanya sistem informasi kesehatan dalam suatu fasilitas kesehatan
diantaranya:

Memudahkan setiap pasien untuk melakukan pengobatan dan mendapatkan pelayanan


kesehatan
Memudahkan fasilitas kesehatan untuk mendaftar setiap pasien yang berobat
Semua kegiatan di fasilitas kesehatan terkontrol dengan baik ( ekerja secara
terstruktur).

Peranan SIK dalam Sistem Kesehatan Nasional


Menurut Badan Kesehatan Dunia ( World Health Organization, WHO ), Sistem Informasi
Kesehatan (SIK) merupakan salah satu dari 6 building block atau komponen utama dalam
sistem kesehatan di suatu Negara. Keenam komponen (building block) sistem kesehatan
tersebut adalah :

1. Pelaksanaan pelayanan kesehatan (Service delivery)


2. Produk medis, vaksin, dan teknologi kesehatan (Medical product, vaccine, and
technologies)
3. Tenaga medis (Health worksforce )
4. Sistem pembiayaan kesehatan (Health system financing )
5. Sistem informasi kesehatan (Health information system)
6. Kepemimpinan dan pemerintah (Leadership and governance)

Sedangkan di dalam tatanan Sistem Kesehatan Nasional (SKN), Sistem Informasi Kesehatan
(SIK) merupakan bagian dari sub sistem ke 6 yaitu pada sub sistem manajemen, informasi,
dan regulasi kesehatan. Sub sistem manajemen dan informasi kesehatan merupakan
subsistem yang mengelola fungsi-fungsi kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan,
informasi kesehatan, dan hukum kesehatan yang memadai dan mampu menunjang
penyelenggaraan upaya kesehatan nasional agar berhasil guna, berdaya guna, dan mendukung
penyelenggaraan ke-6 subsistem lain di dalam SKN sebagai satu kesatuan yang terpadu.
Adapun sub sistem dalam Sistem Kesehatan Nasional Indonesia, yaitu:
Upaya kesehatan
Penelitian dan pengembangan kesehatan
Pembiayaan kesehatan
Sumber daya manusia (SDM) kesehatan
Sediaan farmasi, alat kesehatan,dan makanan
Manajemen, informasi, dan regulasi kesehatan
Pemberdayaan masyarakat.

Dalam pengembangan Sistem Informasi Kesehatan, harus dibangun komitmen setiap unit
infrastruktur pelayanan kesehatan agar setiap sistem informasi kesehatan berjalan dengan
baik dan yang lebih terpenting menggunakan teknologi komputer dalam
mengimplementasikan Sistem Informasi Berbasis Komputer (Computer Based Information
System).

Roadmap SIstem Informasi Kesehatan


Visi SIK 2010 2014
Dalam upaya pengembangan dan penguatan SIK yang meliputi berbagai sektor diluar
Kementerian Kesehatan dan juga untuk mendukung visi Kementerian Kesehatan
Masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan, maka perlu ditetapkan visi SIK sebagai
berikut:
Terwujudnya Sistem Informasi Kesehatan terintegrasi pada tahun 2014 yang mampu
mendukung proses pembangunan kesehatan dalam menuju masyarakat sehat yang mandiri
dan berkeadilan.

Misi
Misi Kementerian Kesehatan sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian
Kesehatan tahun 2010-2014, yaitu :

1. meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat,


termasuk swasta dan masyarakat madani;
2. melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan
yang paripurna, merata bermutu dan berkeadilan;
3. menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan; dan
4. menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.

Guna mendukung misi kementerian kesehatan dan untuk mencapai visi SIK, ditetapkan misi
dari SIK dengan mengacu pada isu-isu strategis dan masukan komponen SIK menurut HMN-
WHO, sebagai berikut:

1. memperkuat pengelolaan SIK yang meliputi landasan hukum, kebijakan dan program,
advokasi dan koordinasi.
2. menstandarisasi indikator kesehatan agar dapat menggambarkan derajat kesehatan
masyarakat.
3. memperkuat sumber data dan membangun jejaringnya dengan semua pemangku
kepentingan termasuk swasta dan masyarakat madani.
4. meningkatkan pengelolaan data kesehatan yang meliputi pengumpulan, penyimpanan,
dan analisis data, serta diseminasi informasi.
5. memperkuat sumber daya Sistem Informasi Kesehatan yang meliputi pemanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi, sumber daya manusia, pembiayaan, sarana dan
prasarana.
6. Memperkuat kualitas data kesehatan dengan menerapkan jaminan kualitas dan sistem
pengendaliannya.
7. meningkatkan budaya penggunaan data dan informasi untuk penyelenggaraan upaya
kesehatan yang efektif dan efisien serta untuk mendukung tata kelola kepemerintahan
yang baik dan bagi masyarakat luas.
Peta Strategi Kementerian Kesehatan 2015-2019

Fokus Penguatan Sistem Informasi Kesehatan


Penguatan sistem informasi kesehatan difokuskan kepada 2 hal, yaitu:

1. penataan data transaksi di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai sumber data, dengan
tujuan meningkatkan kualitas dan kecepatan proses kerja terutama di fasilitas
pelayanan kesehatan.
2. optimalisasi aliran data (komunikasi data) dan pengembangan bank data kesehatan,
dengan tujuan meningkatkan ketersediaan dan kualitas data dan informasi kesehatan
dan yang terkait.
Fokus Penguatan Sistem Informasi Kesehatan
Namun demikian, penataan atau penguatan pada aspek dasar penyelenggaraan sistem
informasi kesehatan seperti kebijakan/regulasi, standar, sumber daya, atau lainnya, tidak
dapat ditinggalkan dan bahkan harus lebih dahulu dilakukan. Penataan atau penguatan aspek
dasar tersebut untuk memperkuat landasan langkah-langkah penguatan berikutnya. Artinya,
walaupun tidak disebutkan dalam fokus prioritas penguatan sistem informasi kesehatan,
aspek dasar penyelenggaraan sistem informasi kesehatan ini juga harus menjadi prioritas
pembenahan. Demikian halnya dengan aspek penggunaan data dan informasi, juga harus
menjadi perhatian dalam penguatan sistem informasi kesehatan.