Anda di halaman 1dari 9

Delfani Gemely

70200110026
Kesmas A

1. Jelaskan upaya penanggulangan wabah penyakit!


a. Diare
Jawab:
1. Pencegahan primer
- Memperbaiki kualitas air
- Meningkatkan kualitas gizi dan imunitas
2. Pencegahan sekunder
- Pemberian oralit
- Mengkonsumsi banyak air agar tidak terjadi dehidrasi akibat kekurangan cairan
3. Pencegahan tertier
- Penanganan dan pengobatan yang cepat dan tepat
- Memantau kualitas air
b. Malaria
Jawab:
a. Pencegahan primer
- Meningkatkan imunitas
- Mempertahankan kebiasaan memakai kelambu
- Mengurangi penyebab/peranan penyebab dengan usaha penyemprotan
insektisida.
- Mengatasi dan memodifikasi lingkungan seperti menimbun genangan air di
sekitar rumah (menghilangkan tempat perindukan nyamuk)
- Mengurangi penyebab dengan menebarkan ikan kepala timah, mujair pada kolam-
kolam.
- Minum obat anti malaria dengan maksud untuk pencegahan pada BUMIL dan
orang yang baru masuk ke daerah endemis malaria.
b. Pencegahan sekunder
Pencegahan tingkat sekunder ini ditujukan untuk mengobati para penderita dan
mengurangi akibat yang lebih serius dari penyakit yaitu melalui diagnosis dini dan
pemberian pengobatan secara cepat dan tepat. Penemuan/penderita secara dini dan
aktif, dengan tujuan mencegah terjadinya wabah.
c. Pencegahan Tertier
Delfani Gemely
70200110026
Kesmas A

- Sasaran terhadap penderita jangan sampai bertambah berat penyakitnya atau


cacat dan meliputi rehabilitasi yakni upaya pengembalian fungsi fisik, psikologis
dan sosial seoptimal mungkin.
- Bentuk pencegahan tersier dalam upaya penanggulangan malaria adalah
merujuk penderita ke tempat pelayanan kesehatan untuk mencegah proses
penyakit lebih lanjut agar mendapat pengobatan dan perawatan yang lebih
intensif. Hal ini ditujukan untuk mencegah kematian dan kecacatan dari
penderita.
2. Jelaskan 4 strategi pencegahan penyakit:
a. Demam berdarah
Sasaran individu dan organisasi masyarakat
- Memberikan pendidikan kepada individu dan masyarakat tentang penyebab,
diagnose, akibat dan pengobatan dari demam berdarah

Pelaksanaan yang terencana dan terorganisir

- Perbaikan sanitasi

Perbaikan yang bersifat perumahan dan standar hidup

- Pengendalian biologis antara lain dengan menggunakan ikan pemakan

jentik (ikan adu/ikan cupang), dan bakteri (Bt.H-14).

- Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion), berguna

untuk mengurangi kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu.

- Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air

seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.

- Melalui usaha setempat menguras bak mandi/penampungan air sekurang-

kurangnya sekali seminggu.

- Mengganti/menguras vas bunga dan tempat minum burung seminggu sekali.


Delfani Gemely
70200110026
Kesmas A

- Menutup dengan rapat tempat penampungan air.

- Mengubur kaleng-kaleng bekas, aki bekas dan ban bekas di sekitar rumah.

Usaha pencegahan yang bersifat darurat

- Rawat darurat

b. Cacar
Jawab :
Sasaran individu dan organisasi masyarakat
- Memberikan pendidikan kepada individu dan masyarakat tentang penyebab,
diagnose, akibat dan pengobatan dari demam berdarah
- Pelayanan kesehatan yang tersedia

Pelaksanaan yang terencana dan terorganisir

- Pemberian vaksinasi
- Perbaikan status gizi
3. Jelaskan cara penularan penyakit:
a. TB paru
Langsung: berciuman menyebabkan air liur berpindah dan membawa pathogen ke
penjamu.
Tidak langsung : airborne -> bakteri bisa berpindah ketika droplet atau pertikel debu
membawa pathogen ke penjamu dan menginfeksinya, ketika bersin, batuk ataupun
berbicara, memercikkan pathogen mikroskopik yang terbawa dalam droplet ke udara dan
dihirup oleh seseorang yang rentan yang berada di dekatnya. Waterborne-> bakteri
pathogen bisa terbawa air minum. Vehicleborne -> berhubungan dengan formite.
b. Typoid
Tidak langsung: waterborne-> mengkontaminasi makanan dan minuman akibat faeses dan
urine pada air dari orang yang terinfeksi. Vechicleborne-> bakteri salmonella thypi
terbawa oleh makanan atau minuman.
4. Jelaskan pola penyakit:
a. Flu burung
Delfani Gemely
70200110026
Kesmas A

Dapat menular melalui binatang (unggas) yang positif flu burung. Penularan avian influenza

dapat terjadi melalui kontak langsung antara ayam sakit dengan ayam yang peka. Ayam yang

terinfeksi mengeluarkan virus dari saluran pemapasan, konjungtiva dan feses. Penularan juga

dapat terjadi secara tidak langsung, misalnya melalui udara yang tercemar oleh material/debu

yang mengandung virus influenza (aerosol): makanan, minuman, alat/perlengkapan peternakan,

kandang, kurungan ayam, pakaian, kendaraan, peti telur, egg trays, burung, mamalia, dan

insekta yang mengandung/tercemar virus intluenza. Sehubungan dengan cara penularan

tersebut maka virus influenza dapat disebarkan dengan mudah ke berbagai daerah oleh orang

atat alat/perlengkapan dan kendaraan yang dipakai untuk memasarkan produk ternak unggas.

b. HIV/AIDS

Penyebarannya melalui budaya dan gaya hidup. Baik itu melalui free seks dan penggunaan
narkoba.

5. Jelaskan 2 tahap riwayat alamiah penyakit


a. Hipertensi
Prepatogenesis
Tahap ini individu dalam keadaan sehat tetapi pada dasarnya peka terhadap kemungkinan
terganggu oleh serangan agen penyakit hipertensi karena kebiasaan merokok, hipertensi,
disiplidemia, diabetes mellitus, obesitas, usia lanjut dan riwayat keluarga.. Pada tahap ini
belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh tubuh penjamu masih stabil. Namun begitu
penjamu memiliki gaya hidup tidak sehat maka keadaan dapat berubah. Hipertensi akan
melanjutkan perjalanannya memasuki fase berikutnya.
Pathogenesis
- Inkubasi. Penjamu sudah mengalami hipertensi tapi belum menunjukkan gejala-
gejala.
- Tahap dini. Muncul gejala penyakit yang kelihatannya ringan namun sudah ada
masalah kesehatan karena sudah ada gangguan. Seperti pendarahan dari hidung,
pusing, wajah kemerahan dan kelelahan.
Delfani Gemely
70200110026
Kesmas A

- Tahap lanjut. Sudah terjadi kelainan patologis dan gejalanya barupa sakit
kepala, kelelahan, mual, muntah, sesak napas, gelisah, pandangan menjadi kabur
yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan
koma karena terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati
hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.
- Pascapatogenesis. Kemungkinan yang bisa terjadi setelah tahap lanjut yaitu
sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, carier, penyakit tetap berlangsung
kronik dan kematian.
b. Stroke
Prepatogenesis
Tahap ini individu dalam keadaan sehat tetapi pada dasarnya peka terhadap kemungkinan
terganggu oleh serangan agen penyakit hipertensi karena kebiasaan merokok, hipertensi,
disiplidemia, diabetes mellitus, obesitas, dan hipertensi. Pada tahap ini belum ada tanda-
tanda sakit sampai sejauh tubuh penjamu masih stabil. Namun begitu penjamu memiliki
gaya hidup tidak sehat maka keadaan dapat berubah. Hipertensi akan melanjutkan
perjalanannya memasuki fase berikutnya.
Pathogenesis
- Inkubasi. Penjamu sudah mengalami hipertensi tapi belum menunjukkan gejala-
gejala.
- Tahap dini. Muncul gejala penyakit yang kelihatannya ringan namun sudah ada
masalah kesehatan karena sudah ada gangguan. Seperti hipertensi dan obesitas.
- Tahap lanjut. Sudah terjadi kelainan patologis dan gejalanya barupa sakit
kepala, sukar berbicara, dan organ tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik
sehingga memerlukan penanganan segera.
- Pascapatogenesis. Kemungkinan yang bisa terjadi setelah tahap lanjut yaitu
sembuh sempurna, sembuh dengan cacat, carier, penyakit tetap berlangsung
kronik dan kematian.

6. Jelaskan konsep dan proses terjadi penyakit berdasarkan segitiga epidemiologi dari penyakit:
a. ISPA
Delfani Gemely
70200110026
Kesmas A

Ketidakseimbangan terjadi karena pergeseran kualitas lingkungan yang mengakibatkan


Agen memberatkan keseimbangan atau Agen menjadi sangat peka terhadap Host.
Pencemaran udara/pergeseran kualitas lingkungan menyebabkan saluran udara paru-
paru menyempit (upaya menghambat banyaknya racun yang masuk), tetapi akibatnya ialah
bahwa paru-paru kekurangan oksigen dan menjadi lemah, dan kelainan paru-paru yang
telah ada menjadi lebih parah karenanya. Jadi Host memiliki peran yang sangat penting
yaitu keadaan dimana Host menghindari tempat-tempat yang memiliki kualitas udara yang
tidak baik agar tidak memicu Agen memiliki kemampuan besar untuk memvaksinasi.
Agen : Bakteri
Host : Imunitas
Environment : Fisik (udara)
b. TB Paru

Ketidakseimbangan terjadi karena Agen memberatkan timbangan. Agen merupakan factor


utama terjadinya penyakit yang jika Agen memasuki tubuh Host akan menimbulkan TB paru.
Mycobacterium Tuberculosis merupakan factor mutlak terjadinya TB paru.
Agen : Mycobacterium Tubercolosis
Host :Imunitas, gaya hidup, dan pekerjaan
Environment : Fisik (udara)
7. Jelaskan langkah-langkah dalam menghadapi wabah penyakit:
a. Malaria
1. Menegakkan diagnose pasti terhadap malaria
2. Menentukan penyebab malaria
Delfani Gemely
70200110026
Kesmas A

3. Mempelajari sifat epidemi dengan menganalisis data tentang orang, tempat, dan
waktu
4. Mengumpulkan data tambahan yang dapat memberikan keterangan
5. Menegakkan hipotesa tentang proses terjadinya malaria
6. Mengkaji hipotesis dengan sesuatu kejadian epidemic dengan mengerahkan analisa
tentang sebab terjadinya
7. Analisa hasil kegiatan
8. Intervensi
9. Menentukan sumber epidemi
b. Diare
1. Menegakkan diagnose pasti terhadap diare
2. Menentukan penyebab diare
3. Mempelajari sifat epidemi dengan menganalisis data tentang orang, tempat, dan
waktu
4. Mengumpulkan data tambahan yang dapat memberikan keterangan
5. Menegakkan hipotesa tentang proses terjadinya diare
6. Mengkaji hipotesis dengan sesuatu kejadian epidemic dengan mengerahkan analisa
tentang sebab terjadinya
7. Analisa hasil kegiatan
8. Intervensi
9. Menentukan sumber epidemi
8. Jumlah kasus diare di puskesmas A pada bulan januari 2008 sebanyak 200 orang, bulan
februari mengalami penurunan sekitar 50 orang. Total jumlah kasus diare dari bulan januari
sampai desember 2009 sebanyak 1000 orang. Pada tahun 2010 meningkat menjadi 1250 orang.
Hitunglah:
a. Priode prevalensi rate
Diketahui:
Januari 2008 = 200 orang
Februari 2008 = 150 orang
Januari-desember 2009 = 1000 0rang
2010 = 1250 0rang
Delfani Gemely
70200110026
Kesmas A

Ditanyakan : Prevalensi rate ?


+
Prevalensi = X K

1000+1500
= X 10.000
10.000

= 2500 jiwa per 10.000 penduduk

b.Point Prevalensi Rate

+
Point prevalensi rate = X K

Bulan Januari = 200 orang


Bulan Februari = 250 orang
Bulan Maret mengalami penurunan 50 orang = 200 orang

Jadi Point Prevalensi Rate-nya :


200+250
= X 10.000
10.000

= 450 jiwa per 10.000 penduduk


9. -Jelaskan apa yang dimaksud dengan studi deskriptif dalam epidemiologi!
Jawab : studi deskriptif adalah studi yang mempelajari distribusi dan frekuensi suatu masalah
kesehatan (penyakit) tanpa mencari tahu atau menentukan factor-faktor yang mempengaruhi
masalah kesehatan tersebut.
-berikan satu contoh penyakit berdasarkan aspek umur, ekonomi/pendapatan dan jelaskan
mengapa!

Jawab :

- Anak berumur 1-5 tahun lebih banyak terkena infeksi saluran pernapasan bagian
atas (ISPA). Ini disebabkan perlindungan kekebalan yang diperoleh dari ibu yang
melahirkannya hanya sampai 6 bulan pertama setelah dilahirkan, sedangkan
setelah itu kekebalan memnghilang dan ISPA mulai menunjukkan peningkatan.
- Keadaan social ekonomi merupakan factor yang mempengaruhi frekuensi
distribusi penyakit tertentu, misalnya malnutrisi yang banyak terdapat pada
Delfani Gemely
70200110026
Kesmas A

penduduk golongan social ekonomi rendah. Hal ini disebabkan oleh kurangnya
konsumsi, buruknya absorpsi, atau kehilangan banyak nutrisi atau gizi. Malnutrisi
yang berlangsung lama dapat mengakibatkan kelaparan, penyakit, dan infeksi.
10. - dalam mempelajari epidemiologi mengapa harus memperhatikan karakteristik orang, waktu,
dan tempat!

Jawab : membantu mengarahkan diagnosis, mengarahkan ke focus pemeriksaan, penilaian, dan


meramalkan penyakit, mengarahkan program pencegahan dan menilai program
-jelaskan kegunaan epidemiologi deskriptif

Jawab :

a. Menghasilkan informasi mengenai penyebab timbulnya penyakit


b. Menghasilkan informasi mengenai riwayat alamiah penyakit
c. Klasifikasi penyakit
d. Pencegahan penyakit
e. penelitian dan pengembangan program pemberantasan penyakit
f. survailans epidemiologi