Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT INDONESIA POWER

UNIT PEMBANGKITAN SEMARANG

PEMELIHARAAN AIR CONTROL VALVE PADA PLTGU BLOK 1


TAMBAK LOROK

Disusun oleh :

Agus hanif
NIS : 15.16850
KOMPETENSI KEAHLIAN
TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI
SMK NEGERI 1 SEMARANG
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PT. INDONESIA POWER


UNIT PEMBANGKITAN SEMARANG

PEMELIHARAAN AIR CONTROL VALVE PADA

PLTGU BLOK 1 TAMBAK LOROK

Disusun oleh :

Nama : Agus Hanif


NIS : 15.16874
Program Keahlian : Teknik Elektronika Industri
PT/Sek : SMK NEGERI 1 SEMARANG
Waktu : 19 Juni 2017 s.d 15 September 2017
Telah diperiksa pada tanggal :

..

Mengetahui,

GENERAL MANAGER PEMBIMBING LAPANGAN

ROEDI RACHMANTO WACHID SOFWAN


ABSTRAKSI
KATA PENGANTAR

Segala Puji dan syukur bagi Allah SWT atas Karunia-Nya yang telah diberikan, sehingga penulis
dapat menyelesaikan Praktik Kerja Industri beserta laporan Prakerin di PT. Indonesia Power Unit
Pembangkitan Semarang dengan judul .

Prakerin ( Praktik Kerja Industri ) merupakan salah satu tahap yang harus dilaksanakan oleh
setiap siswa selain kegiatan pembelajaran dalam rangka pengembangan pengetahuan siswa
selama melaksankan kegiatan pembelajaran di SMK Negeri 1 Semarang.

Pelaksanaan Prakerin ( Praktik Kerja Industri ) ini berjalan dengan baik berkat berkat bantuan
yang telah diberikan oleh banyak pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada :

1. PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Semarang yang telah memberikan izin dan
kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kerja praktek.

2. Drs. Diyana, M.Tselaku kepala SMK NEGERI 1 SEMARANG.

3. selaku Ketua Program keahlian Teknik Elektronika Industri SMK NEGERI 1


SEMARANG

4. selaku Ketua Program keahlian Teknik Elektronika Industri SMK NEGERI 1


SEMARANG

5. Seluruh Guru Program Keahlian Teknik Elektronika Industri SMK NEGERI 1


SEMARANG

6. Bapak Wachid Sofwan selaku pembimbing lapangan yang telah membimbing penulis
dengan baik serta memberi arahan dan masukan yang bermanfaat bagi penulis.

7. Karyawan PLTGU Blok 1 PT. Indonesia Power UP Semarang khususnya kepada Bapak
Aditya Dwi P, Bapak Dadan Budiansyah, dan Mas Rico Sandos P (Teknisi Pemeliharaan
Kontrol Instrumen PLTGU Blok 1) yang senantiasa mendampingi dan memberi banyak
pelajaran tentang sistem pembangkitan di PT. Indonesia Power UP Semarang khususnya
di PLTGU Blok 1 Pemeliharaan control dan Instrumen.
8. Bapak Gamma, Bapak Kristyanto dan Bapak Nur Khamim selaku Asisten Teknisi
Pemeliharaan Kontrol Instrumen PLTGU Blok 1 yang telah berbagi pengalaman serta
informasi yang bermanfaat bagi penulis.

9. Rekan-rekan prajabatan PT. Indonesia Power Instrumen Kontrol Mas Andri dan Mas
Indra yang telah berbagi ilmu pengalaman serta informasi yang bermanfaat bagi penulis.

10. Kedua orang tua dan seluruh keluarga yang senantiasa memberikan doa dan dukungan
dengan tulus dan ikhlas.

11. Untuk teman-teman Program Keahlian Teknik Elektronika Industri SMK NEGERI 1
SEMARANG.

12. Agus Hanif dan Putra Sadewa selaku teman satu tim dalam kegiatan Praktek kerja
Lapangan di PT. Indonesia Power UP Tambak Lorok Semarang.

13. Rekan-rekan dari ITS, UGM , SMK Kimia Industri, SMK N 2 Kendal selaku rekan dalam
melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan di PT. Indonesia Power UP Tamabak
Lorok Semarang.

14. Semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bimbingan hingga penulisan Laporan
Kerja Praktek ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari bahwa laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan untuk perbaikan laporan PKL ini di masa yang akan datang. Semoga laporan ini
bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang, September 2017

Penulis
DAFTAR ISI
LAPORAN KERJA PRAKTEK ...........................................................................
LEMBAR PENGESAHAN ..................................................................................
ABSTRAKSI .........................................................................................................
KATA PENGANTAR ..........................................................................................
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................
DAFTAR TABEL .................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................

1.1 Latar Belakang ...............................................................................................


1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................................
1.3 Tujuan Penulisan Laporan .............................................................................
1.4 Waktu dan Lokasi Kerja Praktek ...................................................................
1.5 Tujuan Kerja Praktek .....................................................................................
1.6 Metode Pengambilan Data .............................................................................
1.7 Sistematika Penulisan Laporan ......................................................................
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN .................................................
2.1 Sejarah PT. Indonesia Power .........................................................................
2.2 Visi, Misi, Motto, Tujuan dan Paradigma PT Indonesia Power ....................
2.2.1 Visi ......................................................................................................
2.2.2 Misi .....................................................................................................
2.2.3 Motto ...................................................................................................
2.2.4 Tujuan .................................................................................................
2.2.5 Paradigma ...........................................................................................
2.3 Makna dan Bentuk Logo PT Indonesia Power ..............................................
2.4 Budaya, Filosofi, dan Nilai Perusahaan .........................................................
2.4.1 Budaya Perusahaan ...............................................................................
2.4.2 Filosofi Perusahaan ...............................................................................
2.4.3 Nilai Perusahaan ...................................................................................
2.5 Bisnis Utama PT Indonesia Power .................................................................
2.6 PT. Indonesia Power UP Semarang ...............................................................
2.6.1 Profil PT Indonesia Power UP Semarang .............................................
2.7 Kapasitas Daya PT. Indonesia Power UP Semarang ......................................
2.7.2 Lokasi PT Indonesia Power UP Semarang ...........................................
2.8 Lingkungan PT Indonesia Power UP Semarang ........................................
2.9 Struktur Organisasi PT Indonesia Power UP Semarang ............................
BAB III PLTGU TAMBAK LOROK UP SEMARANG...............................................
3.1.................................................................................................
3.2............................................................................................
3.4
BAB IV PLTGU TAMBAK LOROK UP SEMARANG...
BAB VI PENUTUP..

5.1Kesimpulan.

5.2 Saran...

DAFTAR PUSTAKA..
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Logo PT. Indonesia Power
Gambar 2.2 PT. Indonesia Power UP Semarang
Gambar 2.3 Area PT. Indonesia Power UP Semarang
Gambar 2.4 Lokasi PT Indonesia Power UP Semarang
Gambar 2.4 Struktur Organisasi PT. Indonesia Power UP Semarang
Gambar 2.5 Struktur Jabatan Bagian Pemeliharaan PT. Indonesia Power UP
Semarang
Gambar 3.1
Gambar3.2
Gambar 3.3
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Daya Terpasang PT. Indonesia Power UP Semarang


Tabel 4.1`
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Listrik merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan lagi dalam
kehidupan manusia. Saat ini kebutuhan energi listrik semakin meningkat seiring dengan
pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi informasi. Sehingga sangat diperlukan
penyediaan energi listrik yang handal, stabil, bermutu tinggi, serta efisien yang dapat dijadikan
tumpuan dalam menjamin kesuksesan pelayanan kebutuhan listrik secara cepat dan tepat.
Dalam usaha penyediaan energi listrik yang handal dan efisien, PT. Indonesia Power Unit
Pembangkitan Semarang merupakan salah satu perusahaan yang mengoperasikan mesin
Pembangkit Listrik tenaga Gas dan Uap dengan bahan bakar utama Gas Alam yang terbagi
dalam 2 blok PLTGU.
Proses produksi listrik yang dilakukan di PT. Indonesia Power UP Semarang ini
sangatlah kompleks dan tidak mudah. Untuk selalu menjaga kinerjanya agar bekerja secara
maksimum perlu adanya pemeliharaan rutin yang dilakukan setiap waktu tertentu dengan cara
menghentikan proses pembangkitannya untuk diperiksa setiap bagian unit dalam pembangkit
tersebut.
Kerja praktek yang telah dilaksanakan di PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan
Semarang memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman bagi penulis dalam berbagai
disiplin ilmu dan pengetahuan tentang dunia kerja. Dari sekian banyak pengetahuan yang penulis
dapatkan selama kerja praktek, maka didalam laporan ini penulis membahas mengenai .
System proteksi dan komponen lain berfungsi dengan tepat selama kondisi operasi tidak normal
dan darurat. Sistem proteksi diatur untuk mendeteksi dan memberikan alarm setiap terjadi
kegagalan. Jika kondisinya cukup serius untuk melumpuhkan proteksi seluruhnya, turbin akan di
tripkan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana sistem kerja Air Control Valve
2. Faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja dari ACV sering terjadi kerusakan?

1.3 Tujuan Penulisan Laporan


1. Menjelaskan sistem kerja Air Control Valve

1.4 Waktu dan Lokasi Kerja Praktek


Waktu pelaksanaan praktek kerja industri (Prakein) di PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan
Semarang dimulai tanggal 19 Juni 2017 sampai dengan 15 September 2017, yang
beralokasikan di Jl. Ronggowarsito, Komplek Pelabuhan Tanjung Emas Semarang 50217.
1.5 Tujuan Kerja Praktek
Secara khusus tujuan dari kerja praktek ini adalah :
1. Bagi Siswa :
a. Untuk membah wawasan yang lebih dalam dari dunia kerja yang akan dihadapi
oleh siswa suatu saat nanti.
b. Untuk memperoleh kesempatan memperdalam ilmu maupun memahami profesi
tentang teknik untuk menangani masalah yang ada.
c. Untuk melatih siswa dalam menerapkan ilmu yang telah didapatkan di sekolah
sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

2. Bagi Institusi Pendidikan :


a. Sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan mutu siswa yang akan datang.
b. Membina hubungan baik antara sekolah dengan industri.
c. Untuk menyiapkan lulusan yang baik dan siap kerja.

3. Bagi Industri atau Perusahaan :


a. Membina hubungan baik dengan pihak institusi pendidikan dan siswa
b. Untuk merealisasikan partisipasi dunia usaha terhadap dunia pendidikan.

1. Tujuan yang ingin dicapai setelah melaksanakan kerja praktek adalah :


a. Mempelajari dan memahami proses yang terjadi pada Pembangkit Listrik Tenaga
Gas dan Uap
b. Memperoleh pengalaman dari suatu industri dalam peraturan, kewajiban serta
perilaku saat bekerja.
c. Mengetahui prinsip-prinsip dan cara kerja instrumen pada bagian pemeliharaan
instrumen dan kontrol.
d. Membandingkan pengetahuan yang sudah didapat di kampus dan kenyataan di
lapangan.
e. Dapat mengetahui permasalahan kontrol dan instrumen dalam proses
pembangkitan dan penyelesaian yang dapat digunakan di instansi tersebut.
f. Melakukan penelitian dan mengetahui sistem proteksi dalam Gas Turbin
Generator.

1.6 Metode Pengambilan Data


Selama kerja praktek ini, metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah
sebagai berikut :
1. Observasi
Data diperoleh dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan dengan bimbingan
teknisi dan pembimbing lapangan yang ada.
2. Wawancara
Penulis melakukan wawancara langsung dengan pembimbing lapangan agar
mendapatkan data dan informasi yang diperlukan.
3. Studi Literatur
Penulis mendapatkan data melalui beberapa buku referensi dan jurnaljurnal sebagai
bahan dasar teori dan analisa.

1.7 Sistematika Penulisan Laporan


Dalam penulisan Laporan Kerja Praktek ini, penulis membagi dalam lima bab yang saling
berhubungan satu sama lain. Adapun sistematika penulisan Laporan Kerja Praktek adalah
sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang penulisan, rumusan masalah, tujuan penulisan,
waktu dan lokasi kerja praktek, tujuan kerja praktek, metode pengambilan data, dan
sistematika penyusunan laporan.
BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini membahas tentang sejarah PT Indonesia Power, visi, misi, motto, tujuan dan
paradigma PT Indonesia Power, makna dan bentuk logo PT Indonesia Power, budaya
perusahaan, filosofi perusahaan, nilai perusahaan, bisnis utama PT Indonesia Power, profil,
kapasitas daya, lingkungan, dan struktur organisasi di PT Indonesia Power UP Semarang.
BAB III PLTGU BLOK 1 TAMBAK LOROK UP SEMARANG
BAB IV PLTGU BLOK 1TAMBAK LOROK UP SEMARANG
BAB V PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran penulis terhadap materi yang ada dilaporan ini.
BAB II
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah PT. Indonesia Power


Pada awal 1990-an, Pemerintah Indonesia mempertimbangkan perlunya
deregulasi pada sektor ketenagalistrikan. Langkah ke arah deregulasi tersebut diawali
dengan berdirinya Paiton Swasta 1 yang dipertegas dengan dikeluarkannya Keputusan
Presiden No. 37 tahun 1992 tentang pemanfaatan sumber dana swasta melalui
pembangkit- pembangkit listrik swasta. Kemudian pada tahun 1993, Menteri
Pertambangan dan Energi (MPE) menerbitkan kerangka dasar kebijakan yang merupakan
pedoman jangka panjang restrukturisasi sektor ketenagalistrikan.
Sebagai penerapan tahap awal, pada tahun 1994 PLN dirubah statusnya dari
Perum menjadi Persero. Tanggal 3 Oktober 1995, PT. PLN (Persero) membentuk dua
anak perusahaan untuk memisahkan misi sosial dan misi komersial salah satu dari anak
perusahaan itu adalah PT. PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I (PLN PJB I)
yang ditujukan untuk menjalankan usaha komersial pada bidang pembangkitan tenaga
listrik dan usaha-usaha lain yang terkait.
Pada tanggal 3 Oktober 2000, bertepatan dengan ulang tahunnya yang kelima,
Manajemen perusahaan secara resmi mengumumkan perubahan nama PLN PJB I
menjadi PT. INDONESIA POWER. Perubahan nama ini merupakan upaya untuk
menyikapi persaingan yang semakin ketat dalam bisnis ketenagalistrikan dan sebagai
persiapan untuk privatisasi perusahaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Walaupun sebagai perusahaan komersial di bidang pembangkitan baru didirikan pada
pertengahan 1990-an, Indonesia Power mewarisi berbagai sejumlah asset berupa
pembangkit dan fasilitas- fasilitas pendukungnya dengan menggunakan beragam energy
primer seperti air, batubara, panas bumi, dan sebagainya.
Namun demikian, pembangkit paling tua di Indonesia seperti PLTA Plengan,
PLTA Ubrug, PLTA Ketenger dan sejumlah PLTA lainnya yang dibangun pada tahun
1920-an sampai sekarang masih beroprasi. Dari sini dapat dipandang bahwa secara
kesejahteraan pada dasarnya usia PT. INDONESIA POWER sama dengan keberadaan
listrik di Indonesia.
Saat ini, PT Indonesia Power mengelola 6 Unit Pembangkitan (UP) sebagai fungsi
pembangkitan tenaga listrik, 10 Unit Jasa Pembangkitan (UJP) mengoperasikan dan
memelihara pembangkit Program Percepatan Diversifikasi Energi (PPDE) 10.000 MW, 2
Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) sebagai fungsi pembangkitan dan jasa
pembangkitan tenaga listrik serta 1 Unit Jasa Pemeliharaan (UJH) sebagai penyedia jasa
engineering dan technical services dalam berbagai aspek pembangunan pembangkit
listrik dan juga pengoperasian serta pemeliharaannya.
1.2 Visi, Misi, Motto, Tujuan dan Paradigma PT Indonesia Power

1.2.1 Visi
Visi PT. Indonesia Power adalah Menjadi Perusahaan Energi Terpecaya yang
Tumbuh Berkelanjutan.
1.2.2 Misi
Misi PT. Indonesia Power adalah Menyelenggarakan bisnis pembangkitan tenaga
listrik dan jasa terkait yang bersahabat dengan lingkungan.
1.2.3 Motto
Motto PT Indonesia Power adalah Trust Us for Power excellence
1.2.4 Tujuan

1. Tujuan PT Indonesia Power adalah:


2. Menciptakan mekanisme peningkatan efisiensi yang terus menerus dalam
penggunaan sumber daya perusahaan.
3. Meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan dengan
bertumpu pada usaha penyediaan tenaga listrik dan sarana penunjang yang
berorientasi pada permintaan pasar yang berwawasan lingkungan.
4. Menciptakan kemampuan dan peluang untuk memperoleh pendanaan dari berbagai
sumber yang saling menguntungkan.
5. Mengoperasikan pembangkit tenaga listrik secara kompetitif serta mencapai standar
kelas dunia dalam hal keamanan, keandalan, efisiensi, maupun kelestarian
lingkungan.
6. Mengembangkan budaya perusahaan yang sehat di atas saling menghargai antar
karyawan dan mitra mendorong terus terkokohan integritas pribadi dan
profesionalisme.

2.2.5 Paradigma
Paradigma adalah suatu kerangka berpikir yang melandasi cara seseorang menilai
sesuatu. Paradigma dari PT. Indonesia Power adalah Bekerja dan berusaha untuk
meningkatkan nilai perusahaan bagi kepentingan stakeholder (pihak terkait).
1.3 Makna dan Bentuk Logo PT Indonesia Power Berikut Logo PT. Indonesia Power:

Gambar 2.1 Logo PT. Indonesia Power

Secara keseluruhan nama Indonesia Power merupakan nama yang kuat untuk
melambangkan lingkup usaha perusahaan sebagai power utility company di Indonesia.
Walaupun bukan merupakan satu-satunya power utility company di Indonesia, namun karena
perusahaan memiliki kapasitas terbesar di Indonesia bahkan di kawasannya, maka nama
Indonesia Power dapat dijadikan brand name.
Makna bentuk dan warna logo PT. Indonesia Power (perusahaan) merupakan cerminan
identitas dan lingkup usaha yang dimilikinya.
Maknanya adalah sebagai berikut :
1. Bentuk
a. Karena nama yang kuat, INDONESIA dan POWER ditampilkan dengan
menggunakan dasar jenis huruf (font) yang tegas dan kuat :
FUTURA BOOK/ REGULER dan FUTURA BOLD
Aplikasi bentuk kilatan petir pada huruf O melambangkan Tenaga Listrik
yang merupakan lingkup usaha utama perusahaan. Titik bulatan merah (red dot)
diujung kilatan petir merupakan simbol perusahaan yang telah digunakan sejak
masih bernama PT. PLN PJB I. Titik ini merupakan simbol yang digunakan di
sebagian besar materi komunikasi perusahaan. Dengan simbol yang kecil ini,
diharapkan identitas perusahaan dapat langsung terwakili.
2. Warna
a. Merah
Diaplikasikan pada kata INDONESIA, menunjukkan identitas yang kuat dan
kokoh sebagai pemilik sumber daya untuk memproduksi tenaga listrik, guna
dimanfaatkan di Indonesia dan juga di luar negeri.
b. Biru
Diaplikasikan pada kata POWER. Pada dasarnya warna biru menggambarkan
sifat pintar dan bijaksana, dengan aplikasi pada kata POWER, maka warna ini
menunjukkan produk tenaga listrik yang dihasilkan perusahaan memiliki ciri-ciri
berteknologi tinggi, efisien, aman, dan ramah lingkungan

1.4 Budaya, Filosofi, dan Nilai Perusahaan

1.4.1 Budaya Perusahaan


Salah satu aspek dari pengembangan sumber daya manusia perusahaan adalah
pembentukan budaya perusahaan.
Unsur-unsur budaya perusahaan :
1. Perilaku akan ditunjukkan seseorang akibat adanya suatu keyakinan akan nilai-nilai atau
filosofi.
2. Nilai adalah bagian daripada budaya perusahaan yang dirumuskan untuk membantu
upaya mewujudkan budaya perusahaan tersebut. Di PT Indonesia Power, nilai ini disebut
dengan Filosofi Perusahaan.
3. Paradigma adalah suatu kerangka berfikir yang melandasi cara seseorang menilai sesuatu.
Budaya perusahaan diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku yang didasarkan pada
lima filosofi dasar dan lebih lanjut filosofi dasar ini diwujudkan dalam dua belas dimensi
perilaku.

1.4.2 Filosofi Perusahaan


1. Mengutamakan pasar dan pelanggan.
Berorientasi kepada pasar serta memberikan layanan yang terbaik dan nilai tambah
kepada pelanggan.
2. Menciptakan keunggulan untuk memenangkan persaingan. Menciptakan keunggulan
melalui sumber daya manusia, teknologi finansial dan proses bisnis yang handal.
3. Melapori pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terdepan dalam memanfaatkan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal.
4. Menjunjung tinggi etika bisnis
5. Menerapkan etika bisnis sesuai standar etika bisnis internasional .
6. Memberi penghargaan atas prestasi untuk mencapai kinerja perusahaan yang maksimal
Filosofi perusahaan dibuat karena :
1) Memberikan acuan bagi seluruh anggota organisasi tentang bagaimana cara
merealisasikan budaya perusahaan.
2) Merumuskan apa yang dianggap penting tentang bagaimana keberhasilan dalam
berbisnis.
3) Memberikan motivasi, memacu prestasi dan produktivitas perusahaan. Memberi
gambaran lebih jelas mengenai identitas dan citra perusahaan.

1.4.3 Nilai Perusahaan


Empat nilai perusahaan yang kemudian disingkat menjadi IP-AKSI adalah sebagai
berikut :
1. Integritas
Sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberikan yang terbaik kepada perusahaan.
2. Profesional
Menguasai pengetahuan, ketrampilan dan kode etik sesuai bidang pekerjanya.
3. Proaktif
Insan IP senantiasa peduli dan cepat tanggap melakukan peningkatan kinerja untuk
mendapatkan kepercayaan stakeholder.
4. Sinergi
Insan IP senantiasa membangun hubungan kerja sama yang produktif atas dasar saling
percaya untuk menghasilkan karya unggul.

1.5 Bisnis Utama PT Indonesia Power

5. Binsis utama PT Indonesia Power yaitu Unit Pembangkitan (UP), Unit Jasa
Pembangkitan (UJP), Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP), Unit Jasa
Pemeliharaan (UJH), dengan kapasitas terpasang total sebesar 14.944 MW. Ini
merupakan kapasitas terbesar yang dimiliki perusahaan di Indonesia.

2.6 PT. Indonesia Power UP Semarang


2.6.1 Profil PT Indonesia Power UP Semarang

Gambar 2.2 PT. Indonesia Power UP Semarang


Unit Pembangkitan Semarang dibangun pada bulan September 1973 dan selesai
tahun 1978 oleh PLN Proyek Induk Pembangkit Thermis (PIKITTERM) yang
menghasilkan PLTU Unit 1 dan 2 siap untuk dioperasikan. Sesuai dengan Keputusan
Kepala Wilayah XIII No. 003/PW/XIII/81, pada tanggal 1 Juli 1981 diresmikan PLTU
Sektor Semarang
Unit 1 dan 2 berkapasitas 100 MW.
Dengan terbitnya Surat Keputusan Direksi No. 016/DIR/83 tanggal 12 Februari
1983 Sektor Semarang dalam organisasi PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa Barat,
PLN Sektor Semarang mengelola 3 Unit PLTU dan 4 Unit PLTG. Pada bulan November
1993, Unit Pembangkitan Semarang ditambah dengan 2 blok Unit PLTGU (combined
cycle) terdiri dari 6 x 100 MW PLTG dan 2 x 100 MW PLTU. Karena penambahan besar
daya terpasang terebut keberadaan PLTG Pandan Lemper Unit 1 sampai 4 dihentikan
operasinya sejak awal tahun 1994. Sejak tanggal 1 November 1994, berubah namanya
menjadi PT PLN PJB I yang berkedudukan di Jl. Ronggowarsito,
Semarang.
Unit Pembangkit Semarang mengelola unit - unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU), Gas (PLTG), dan Gas Uap (PLTGU) dengan kapasitas terpasang sebesar
1.408,93 MW yang tersebar di 3 lokasi yaitu PLTU dan PLTGU Tambak Lorok
(Semarang), PLTG Lomanis (Cilacap), dan PLTG Sunyaragi (Cirebon). Pusat Listrik
Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) merupakan pembangkit jenis combined cycle.
Pembangkit jenis ini memanfaatkan gas panas dan pembuangan dari pembangkit tenaga
gas untuk memanasi air dalam pipa-pipa HRSG menjadi uap untuk menggerakkan turbin
uap. Penggunaan teknologi combined cycle menjadikan operasi pembangkit lebih efisien
sebab cara ini memanfaatkan gas panas pembuangan pembangkit listrik primer menjadi
tenaga listrik tahap sekunder. Selain itu, pembangkit tenaga gas merupakan pembangkit
yang akrab dengan lingkungan karena tingkat pembakarannya yang hampir sempurna
menghasilkan emisi karbon dioksida dan limbah lain yang sangat rendah. Jadi selain
efisien, jenis pembangkit ini merupakan bukti kepedulian terhadap lingkungan.
Sedangkan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan jenis pembangkit yang
menggunakan bahan bakar minyak. Unit pembangkitan Semarang memegang peranan
yang penting dalam menjaga keandalan dan mutu sistem kelistrikan Jawa Bali terutama
Jawa Tengah.
2.7 Kapasitas Daya PT. Indonesia Power UP Semarang
Daya yang terpasang di Unit Pembangkitan Semarang ini adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1 Daya Terpasang PT. Indonesia Power UP Semarang

Daya
Merk Bahan
Nama Pembangkit Terpasang Mulai Operasi Usia
Mesin Bakar
(MW)
PLTU 1 Tambak Lorok 50.00 GE 25 September 1978 35 MFO
PLTU 2 Tambak Lorok 50.00 GE 17 Oktober 1978 35 MFO
PLTU 3 Tambak Lorok 200.00 Mitsubishi 21 Juli 1983 30 MFO
GT 1.1 Tambak Lorok 109.65 GE 31 Agustus 1993 20 HSD/MFO
GT 1.2 Tambak Lorok 109.65 GE 03 Oktober 1993 20 HSD/MFO
GT 1.3 Tambak Lorok 109.65 GE 21 Oktober 1993 20 HSD/MFO
ST 1.0 Tambak Lorok 188.00 GE 27 November 1997 16 HSD/MFO
GT 2.1 Tambak Lorok 109.65 GE 24 Juli 1996 17 HSD
GT 2.2 Tambak Lorok 109.65 GE 30 Agustus 1996 17 HSD
GT 2.3 Tambak Lorok 109.65 GE 04 September 1996 17 HSD
ST 2.0 Tambak Lorok 188.00 GE 16 Mei 1997 16 HSD
GT 2 Sunyaragi 20.03 Alsthom 21 Januari 1976 38 Gas/HSD
GT 1 Cilacap 29.00 Westinghouse 26 Agustus 1996 17 HSD
GT 2 Cilacap 26.00 Westinghouse 15 Oktober 1996 17 HSD
Total 1408.93

2.7.2 Lokasi PT Indonesia Power UP Semarang

PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Semarang berada di tepi Laut Jawa, di
Jalan Ronggowarsito, Komplek Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, dan
menempati area seluas 400.000 m2. Terletak sekitar 5 km dari pusat Kota Semarang
Pemilihan lokasi tersebut untuk mengantisipasi tersedianya air laut secara
berkesinambungan. Selain itu juga kebutuhan bahan bakar yang didatangkan
menggunakan kapal tanker lewat laut yang dapat berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas.
Gambar 2.3 Area PT. Indonesia Power UP Semarang

Gambar 2.4 Lokasi PT Indonesia Power UP Semarang


2.8 Lingkungan PT Indonesia Power UP Semarang
Seiring dengan misi Perusahaan untuk bersahabat dengan lingkungan, Indonesia
Power mewujudkan dalam bentuk bersahabat dengan lingkungan masyarakat melalui
Program InPower-CARE (Community Assistance, Community Relation, Community
Empowerment) dan bersahabat dengan lingkungan menuju Green Company.
Program InPower-CARE adalah kegiatan pelibatan dan pengembangan komunitas
yang dilakukan perusahaan sebagai wujud tanggung jawab social dan tata kelola
perusahaan yang baik yang bertujuan untuk memperbesar akses masyarakat agar
mencapai kondisi social, ekonomi, dan budaya yang lebih baik dari sebelumnya. Program
InPower-CARE dengan berdasarkan pada hasil pemetaan di lingkungan sekitar wilayah
operasi unit yang diselaraskan dengan rencana pengembangan dan untuk menjaga
keberlangsungan operasi Perusahaan.
Beberapa Program InPower-CARE yang dilaksanakan di UP Semarang :
a. Pengembangan Produksi dan Manajemen UKM Bandeng Presto
Berada di Kelurahan Tanjung Emas Semarang (Tambak Lorok dan Tambak Mulyo)
dengan menggunakan mesin LTHPC (Low Temperature High Pressue Cooker) yang
lebih efisien dan higienis, pendampingan pembuatan PIRT serta pendampingan
pengelolaan UKM.

b. Desa Mandiri Energi Biogas


Program ini dilakukan di desa-desa yang mayoritas masyarakatnya memelihara sapi
dengan memanfaatkan kotoran sapi untuk bahan bakar kegiatan masak. PT Indonesia
Power UP Semarang membantu sapi perah, yang akan dimanfaatkan untuk
pengembangan ekonomi (pemanfaatan susu perah dan pembuatan kompos dari limbah
biogas) dan pembuatan digester biogas untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas.

c. Bank Sampah
Masyarakat sekitar Bank Sampah akan diperlakukan sebagai nasabah. Mereka akan
menabung sampah, setelah terkumpul dan dikelola oleh bank, mereka di akhir bulan akan
mendapatkan nilai uang yang bisa mereka ambil.
Cara kerja yang akan dilakukan pada Bank Sampah ini ada 2 yaitu
1. Sistem aktif : Nasabah mengantar sampahnya ke kantor Bank Sampah
2. Sistem Pasif : Petugas berkeliling mengambil sampah disetiap rumah

d. Kumm Paving
Dalam Program ini masyarakat yang memiliki usaha atau mau berusaha dalam rangka
memenuhi tuntutan kebutuhan keluarga dikelompokkan dalam sebuah Kelompok Usaha
Mandiri Masyarakat (KUMM).
e. Budidaya Rumput Laut
UP Semarang bekerjasama dengan Universitas Diponegoro, melatih warga masyarakat di
area pembangkit, yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan pengelola tambak ikan
untuk dapat membudidayakan rumput laut.

f. Kegiatan Lingkungan
Untuk mengurangi emisi gas buang, UP Semarang menanam Mangrove dan Cemara
Udang yang dikenal sangat besar kemampuannya menyerap karbon. Selain itu, UP
Semarang membuat penangkaran burung kepodang yang merupakan fauna identitas
Provinsi Jawa Tengah.

2.9 Struktur Organisasi PT Indonesia Power UP Semarang


Pada unit-unit pembangkitan sistem organisasi yang dibentuk mempunyai sifat
desentralisasi kewenangan. Kebijakan ini diambil untuk menyederhanakan organisasi
sehingga perusahaan dapat bergerak secara kreatif. Kantor pusat melakukan tugas-tugas
yang bersifat strategis untuk perkembangan perusahaan di masa yang akan datang,
sedangkan unit-unit pembangkitan melakukan prioritas efisiensi baik pada masalah teknis
maupun finansial.
Sebagai salah satu dari unit pembangkit yang berada dibawah manajemen PT.
Indonesia Power, PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Semarang menerapkan
sistem keorganisasian yang bersifat desentralisasi kewenangan. PT. Indonesia Power
Unit Pembangkitan (UP) Semarang yang bersifat managerial bukan sistem staff, dimana
perusahaan dipimpin oleh seorang General Manager. Struktur organisasi PT. Indonesia
Power UP Semarang dapat dilihat pada gambar berikut ini :
Gambar 2.4 Struktur Organisasi PT. Indonesia Power UP Semarang
Gambar 2.5 Struktur Jabatan Bagian Pemeliharaan PT. Indonesia Power UP Semarang
BAB III
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS DAN UAP PT INDONESIA POWER UP
SEMARANG

1.1 Proses ProduksiListrik PLTGU

Gambar 3.1 Proses Produksi PLTGU

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) adalah gabungan antara PLTG dengan
PLTU, dimana panas dari gas buang dari PLTG digunakan untuk menghasilkan uap yang
digunakan sebagai fluida kerja di PLTU. Dan bagian yang digunakan untuk menghasilkan uap
tersebut adalah HRSG (Heat Recovery Steam Generator). PLTGU merupakan suatu instalasi
peralatan yang berfungsi untuk mengubah energi panas (hasil pembakaran bahan bakar dan
udara) menjadi energi listrik yang bermanfaat. Pada dasarnya, sistem PLTGU ini merupakan
penggabungan antara PLTG dan PLTU. PLTU memanfaatkan energi panas dan uap dari gas
buang hasil pembakaran di PLTG untuk memanaskan air di HRSG (Heat Recovery Steam
Genarator), sehingga menjadi uap jenuh kering. Uap jenuh kering inilah yang akan digunakan
untuk memutar baling-baling. Gas yang dihasilkan dalam ruang bakar pada Pusat Listrik Tenaga
Gas (PLTG) akan menggerakkan turbin dan kemudian generator, yang akan mengubahnya
menjadi energi listrik. Sama halnya dengan PLTU, bahan bakar PLTG bisa berwujud cair (BBM)
maupun gas (gas alam). Penggunaan bahan bakar menentukan tingkat efisiensi pembakaran dan
prosesnya.
Pusat Listrik Combined Cycle Tambak Lorok bisa memakai bahan bakar High Speed Diesel
(HSD) oil ataupun gas alam. Tambak Lorok Blok I phase I merupakan Pusat Listrik Tenaga Gas
(Simple Cycle) selesai dibangun dan beroperasi sejak tahun 1993 sampai sekarang. Sedangkan
Tambak Lorok Blok II phase I dan Blok I phase II yang merupakan Pusat Listrik Sistem
Kombinasi (Combined Cycle Power Plant) mulai beroperasi tahun 1997.
Pusat Listrik Sistem Kombinasi Tambak Lorok Blok II phase I dan Blok I phase II masing-
masing berkapasitas 500 MW dan tiap-tiap blok terdiri dari :
1. Tiga Unit Gas Turbin Generator dengan kapasitas 3 x 100 MW
2. Tiga Unit Heat Recovery Steam Generator (HRSG)
3. Satu Unit Steam Turbin Gas (STG) kapasitas 1x 200 MW
Turbin gas tersebut buatan General Electric (GE) dengan kode MS-9001 E GE. Untuk
temperatur udara luar 270 C, 38 % humidity dan bahan bakar gas alam akan mampu
membangkitkan 110 MW. Meskipun direncanakan untuk bahan bakar gas tetapi untuk saat ini
yang dipakai pada PLTGU Tambak Lorok adalah bahan bakar HSD. Turbin gas ini langsung
memutar generator dengan putaran 3000 rpm, berpendingin hidrogen, dan tegangan keluar 11,5
KV.

Gambar 3.2 Gas Turbin Generator PLTGU Blok 2 Tambak Lorok


Beban tiap-tiap unit generator bisa dilihat sendiri-sendiri atau bersama-sama di komputer.
Masing-masing exhaust turbin gas dipasang sebuah hidrolik damper untuk mengalirkan gas
bekas ke HRSG atau mem-by pass ke stack.
Setiap turbin gas mempunyai HRSG dan setiap HRSG mempunyai sistem uap tekanan
rendah sekitar 6 Bar abs, dan sistem uap tekanan tinggi sekitar 70-87 Bar abs. Ketiga HRSG (1
Blok) ini mendapatkan suplai air pengisi dari Condensate pump. Uap dari tiap-tiap HRSG
dialirkan ke header tekanan rendah untuk sistem uap tekanan rendah dan header tekanan tinggi
untuk sistem uap tekanan tinggi. Dari sini uap dialirkan ke turbin uap.
Satu block combined cycle dapat dioperasikan sebagai berikut :
1. 3 Gas Turbin saja yang beroperasi.
2. 1 Gas Turbin, 1 HRSG dan 1 STG yang beroperasi.
3. 2 Gas Turbin, 2 HRSG dan 1 STG yang beroperasi.
4. 3 Gas Turbin, 3 HRSG dan 1 STG yang beroperasi.
Secara umum sistem produksi tenaga listrik dari PLTGU dibagi menjadi dua siklus, yaitu :

A. Open Cycle
Open cycle merupakan proses produksi listrik pada PLTGU dimana gas buangan dari turbin
gas langsung dibuang ke udara melalui cerobong exhaust. Suhu gas buangan di cerobong
exhaust ini mencapai 565C. Proses seperti ini pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap
(PLTGU) dapat disebut sebagai proses Pembangkitan / Produksi Listrik Turbin Gas (PLTG)
yaitu suatu proses pembangkitan listrik yang dihasilkan oleh putaran turbin gas.
Mula-mulasebagai pemutar awal saat turbin belum menghasilkan tenaga, motor
crankingmulai berputar dengan menggunakan energi listrik yang diambil dari jaringan listrik
150 KV atau 500 KV Jawa Bali. Motor cranking ini berfungsi memutar compressor sebagai
penghisap udara luar, dengan terlebih dahulu melalui air filter. Udara luar ini akan diubah
menjadi udara atomizing untuk sebagian kecil pembakaran dan sebagian besar sebagai pendingin
turbin.
Disisi lain bahan bakar solar atau HSD (High Speed Diesel) dialirkan dari kapal atau
tongkang ke dalam rumah pompa BBM HSD kemudian di pompa lagi dengan pompa bahan
bakar dimasukkan ke dalam ruang bakar atau combustion chamber. Pada saat bahan bakar yang
berasal dari pompa bahan bakar dan udara atomizing yang berasal dari compressor bercampur
dalam combustion chamber, maka bersamaan dengan itu busi (spark plug) mulai memercikkan
api sehingga menyulut pembakaran.
Gas panas yang dihasilkan dari proses pembakaran inilah yang akan digunakan sebagai
penggerak atau pemutar turbin gas. Sehingga listrik dapat dihasilkan setelah terlebih dahulu
diolah pada GTG. Daya yang dihasilkan mencapai 100 MW untuk tiap gas turbine generator.
Pada PLTGU memiliki dua buah blok dengan masing-masing blok terdiri dari 3 buah gas
turbine generator. Karena tegangan yang dihasilkan dari generator masih rendah maka pada
tahap selanjutnya tegangan ini akan disalurkan ke trafo utama untuk dinaikkan menjadi 150 KV.
Jadi pada proses open cycle maka gas buangan dari turbin gas akan langsung dibuang malalui
cerobong exhaust.

B. Closed Cycle / Combined Cycle


Kalaupadaopen cycle gas buangdariturbin gas langsungdibuangmelaluicerobongexhaust,
makapada proses combined cycle / closed cycle, gas buangdaritubin gas
akandimanfaatkanterlebihdahuluuntukmemasak air yang berada di HRSG (Heat Recovery Steam
Generator). Kemudianuap yang dihasilkandariHRSG (Heat Recovery Steam Generator)
tersebutakandigunakanuntukmemutarturbinuap agar
dapatmenghasilkanlistriksetelahdiolahterlebihdahulupada generator.
Prosesnya bermula dari Gas bekas yang ke luar dari turbin gas dimanfaatkan lagi setelah
terlebih dulu diatur oleh selector valve untuk dimasukkan ke dalam boiler atau HRSG (Heat
Recovery Steam Generator) yang memiliki LP & HP drum. Uap yang dihasilkan dipakai untuk
memutar turbin uap agar menghasilkan tenaga listrik pada generator . Uap bekas dari turbin tadi
diembunkan lagi di condensor kemudian air condensatedi pompa olehcondensate pump.

Selanjutnya dimasukkan lagi ke dalam deaerator dan oleh feed waterpump dipompa lagi
ke dalam drum untuk kembali diuapkan. Inilah yang disebut dengan combined cycle atau closed
cycle. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa combined cycle/closed cycle merupakan
rangkaian open cycle ditambah dengan proses pemanfaatan kembali gas buang dari proses open
cycle untuk menghasilkan uap sebagai penggerak turbin uap.
Jadi proses combined cycle / closed cycleinilah yang disebutsebagai proses Pembangkitan /
ProduksiListrikTenaga Gas Uap (PLTGU) .yaitu proses pembangkitanlistrik yang
dihasilkanolehputaranturbin gas danturbinuap. Dayalistrik yang dihasilkanpada proses open
cycletentulebihkecildibandingkandengandayalistrik yang dihasilkanpada proses
produksilistrikcombined cycle / closed cycle.
Padaprakteknya, keduasiklusdiatasdisesuaikandengankebutuhanlistrikmasyarakat.
Misalnyahanyadiinginkanopen cyclekarenapasokandayadariopen
cyclesudahmemenuhikebutuhanlistrikmasyarakat. Sehinggastack holder yang
membatasiantaracerobong gas dan HRSG dibuatclose, dengandemikian gas
buangdialirkankeudaramelaluicerobongexhaust. Dan apabiladenganopen
cyclekebutuhanlistrikmasyarakatbelumtercukupimakadiambillangkahuntukmenerapkancombined
cycle / closed cycle.
Namundemikiandalamsistemmekanikelektrik,
suatumesinakanlebihbaikpadakondisicontinous running,
karenaapabilamesinberhentiakanbanyakmengakibatkankorosi, perubahansetting, murataubaut
yang mulaikendurdansebagainya. Selainitudengancontinous runninglebihmengefektifkandaya,
sehinggadaya yang dihasilkanmenjadilebihbesar.
Jadisecara garis besaruntukproduksilistrik di PembangkitListrikTenagaGas Uap (PLTGU)
pada PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Semarang dapatdibagimenjadi 2 proses yaitu:
1 Proses Pembangkitan atau Produksi Listrik Turbin Gas ( PLTG )
2 Proses Pembangkitan atau Produksi Listrik Turbin Uap ( PLTU )

1.2 Gas Turbin Generator (GTG)


Generator jenis ini berfungsi sebagai alat pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga
putaran yang dihasilkan dari turbin gas. Pada PLTGU, satu buah generator ini menghasilkan
daya 100 MW. PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Semarang memiliki enam buah Gas
Turbine generator dengan kapasitas masing-masing adalah 100 MW. Berikut adalah
komponen-komponen dalam Gas Turbin Generator :
3.2.1 Cranking Motor
CrangkingMotor adalah motor yang digunakkan sebagai penggerak awal saat turbin
belum menghasilkan tenaga penggerak generator ataupun compressor. Motor Crangking
mendapatkan suplai listrik yang berasal dari jaringan tegangan tinggi 150 KV / 500 KV Jawa
- Bali. Setelah sistem pembangkit sudah berjalan dan mencapai kecepatan putar yang
diinginkan untuk mencapai fase berbeban maka Motor Cranking dimatikan.
3.2.2 Kompresor
Secara umum kompresor berfungsi mengalirkan dan menaikkan tekanan udara.
Dengan kata lain, compressor digunakan sebagai penghisap udara luar yang terlebih dahulu
melewati air filter dan tekanannya dinaikkan sampai 8kali tekanan semula. Udara luar
akan diubah menjadi udara atomizing utnuk sebagian kecil digunakan untuk pembakaran
dan sebagian besar digunakan sebagai pendingin turbin gas. Selanjutnya udara bertekanan
akan mengalir ke ruang bakar dan bercampur dengan bahan bakar untuk proses
pembakaran.
3.2.3 Air Filter
Air Filter merupakan filter yang berfungsi untuk menyaring udara bebas agar udara
yang mengalir menuju compressor merupakan udara yang bersih dari debu dan partikel-
partikel lain yang dapat merusak sidu compressor.

Gambar 3.3 Air Filter pada GTG PLTGU Tambak Lorok


3.2.4 Combustion Chamber
Combustion Chamber adalah suatu ruang yang dipakai sebagai tempat
pembakaran bahan bakar (CNG) atau bisa juga (HSD) dan udara atomizing yang
berasal dari compressor. Biasanya combustion chamber berbentuk basket atau bulatan-
bulatan yang agak kecil. Gas panas yang dihasilkan dari proses pembakaran di
combustion chamber akan digunakan sebagai penggerak turbin gas.
Gambar 3.4 Ruang Pembakaran
3.2.5 Turbin Gas
Gas Turbine adalah turbin yang berputar dengan menggunakan energi gas panas yang
dihasilkan dari combustion chamber. Hasil putaran dari turbin akan memutar rotor yang telah
dikopel dengan generator. Dan gerakan inilah yang akan diubah generator untuk
menghasilkan listrik.
3.2.6 Selektor Valve
Damper merupakan valve atau katup berukuran besar yang mengatur gas buangan dari
turbin gas apakah akan dibuang langsung ke udara melalui cerobong / stack (open cycle) atau
dialirkan ke HRSG sebagai media pemanas (combined cycle)
3.2.7 Stack Open Cycle ( Cerobong asap)
Cerobong asap untuk membuang gas sisa yang dihasilkan combustion chamber.
Gambar 3.5 Cerobong asap (Exhaust Section) PLTGU Tambak Lorok

1.3 Heat Recovery Steam Generator (HRSG)


Gambar 3.6 HRSG PLTGU TambakLorok
PT. Indonesia Power UP Semarang memiliki 2 blokCombined Cycle Power
Plantdengankapasitasmasing-masing 1 x 500 MW. Per bloknyaterdiridari 3 x 109,65 MW
turbin gas dan 1 x 188 MW turbinuap yang merupakanCombined Cycle. HRSG
merupakantempatuntukmemasak / memanaskan air yang uapnyanantidignakanuntukmemutar
steam turbin. Pemanas yangdigunakanpada HRSG berasaldari gas sisapembakaran PLTG.
Untukmasing-masing HRSG akanmembangkitkanuapsebesar 194,29 ton/jam total flow,
pada inlet flow gas 514 (HSD) pada outlet flow gas 100tergantungdari load gas
turbindanambient temperature. HRSG inididesainuntukberoperasipadaturbin gas
denganpembakaran natural gas dandestilate oil.
HRSG didesainmenghasilkanduamacamtekananuap:
a. SistemTekananRendah (Low Pressure) dengantekanankeluarsuperheater 5,71 bar.
b. SistemTekananTinggi (High Pressure) dengantekanankeluarsuperheater 87,28 bar.
Kedua-duanyapada 100% kapasitasmaksimum (100% MCR)
untukmendapatkanpenguapan yang
cepatbaiksistemtekananrendahmaupuntekanantinggimenggunakansistemresirkulasipaksa (forced
circulation) denganmemasang pomp sirkulasi.
HRSG inidibuatsedemikianrupasehingga gas
buangmengalirsecaravertikalmelaluisuperheater, evaporator, dan economizer
dengantekananmaksimum yang diijinkanadalah 50 bar. Casing HRSG, drum, pipa-
pipadancerobongdiisolasi mineral wool
dibagianluarnyadenganketebalansesuaidengantingginyatemperaturisolasitersebut.
Selanjutnyadibungkusrapatdengan plat alumuniumdengantebal 1 mm.
Isolasiinijugaberfungsisebagaiperedamsuara. Padaketinggian 27,2 m di HRSG terdapat
outlet damper. Cerobong HRSGmempunyaiketinggian 45 m daripondasidengan diameter 540
cm dibagianatasdansegiempatdibagianbawah 920 x 705 cm.
3.3.1 Low Pressure dan High Pressure Drum
LP Drum (Low Pressure Drum) mempunyaibeberapafungsi:
a. Penampung air masukdarisistem air condensate.
b. Sebagaitempatpenguapandari condensate.
c. Sebagaipemasokuappemanas di deaerator.
d. Sisipengeluaran saturated uapmenuju LP superheater.
e. Sebagaisauctiondaripompa low pressure sirkulasi.
f. Sebagaipenampunganuapbertekananrendah.
Condensate dan air make up dipompaoleh condensate pump melewati economizer
bertekananrendah, deaeratorselanjutnyamasukke LP drum, sebagian air
menguapdansebagiandisirkulasimenggunakan LP sirkulasi pump. Disisiatas saturated
uapmenujuke LP superheaterselanjutnyake LP turbindansebagianuapuntukpemanasan air
condensate di deaerator.
HP Drum (High Pressure Drum) berfungsisebagai:
a. Penampungdanmenyalurkan air saturated.
b. Sisikeluar air menuju HP evaporator.
c. Pemisah air danuapoleh separator.
d. Menampunguapdanmenyalurkankesuperheater.
3.4 SteamTurbin Generator (STG)

Gambar 3.7 Main Building Steam Turbine Generator (STG) PLTGU TambakLorok
Adapunbagian-bagiandariSteam Turbine Generator (STG) adalahsebagaiberikut
3.4.1 TurbinUap
TurbinUap(Steam Turbine) adalah turbin yang berputar dengan menggunakan
energi uap. Dan putaran turbin uap akan memutar generator yang telah dikopel dengan
rotor dari turbin uap. Uap ini diperoleh dari penguapan air yang berasal dari HRSG ( Heat
Recovery Steam Generator ).
3.4.2 Kondeser
Alat ini digunakan untuk mengembunkan uap bekas dari steam turbin. Dalam
kondensor terjadi perpindahan kalor dari uap ke air pendingin yang mengalir dalam aliran
terpisah. Uap terkondensasi dan temperature air pendingin meningkat.
3.4.3 GeneratorTurbinUap
Steam Turbine Generator merupakan generator berfungsi sebagai alat pembangkit
listrik dengan menggunakan tenaga putaran yang diperoleh dari turbin uap. Tenaga
penggeraknya berasal dari uap kering yang dihasilkan oleh HRSG dengan putaran 3000
RPM, berpendingin hidrogen dan tegangan keluar 11,5 KV. Pada PLTGU, satu buah
generator ini menghasilkan daya kurang lebihnya sekitar 188 MW. PT. Indonesia Power
Unit Pembangkitan Semarang memiliki dua buah steam turbine generator untuk bagian
PLTGU-nya.
Gambar 3.8 Generator TurbinUap PLTGU TambakLorok