Anda di halaman 1dari 13

KANDUNGAN KIMIA DAN NILAI GIZI

Selain mengandung vitamin C yang tinggi, kelopak bunga rosela juga mengandung
vitamin A dan 18 jenis asam amino yang diperlukan tubuh. Salah satunya adalh
arginin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Disamping itu rosela
juga mengandung protein, kalsium, dan unsur-unsur lain yang berguna bagi tubuh.

Kandungan senyawa kimia dalam kelopak bunga rosela.


-----------------------------------------------------------------------
Nama senyawa Jumlah
-----------------------------------------------------------------------
Campuran asam sitrat dan malat 13%
Anthocyanin gossipetin (hydroxyflavone) 2%
Vitamin C 0,004-0,005%
protein
Berat segar 6,7%
Berat kering 7,9%
----------------------------------------------------------------------

Kandungan asam lemak dalam biji rosela


Asam miristin 2,1%
Asam palmitin 35,2%
Asam palmitolik 2%
Asam stearat 3,4%
Asam oleat 34%
Asam linoleat 14,4%

Kandungan sterol dalam minyak biji rosela


b- sitosterol 61,3%
kampasterol 15,5%
kolesterol 5,1%
ergosterol 3,2%
----------------------------------------------------------
Kandungan senyawa kimia dalam kelopak bunga rosela:

Campuran asam sitrat dan asam malat 13%


Anthocianin (Hydroxyflavone) dan Hibiscin 2%
Asam ascorbat (Vitamin C) 0,004-0,005%
Protein
Berat segar 6,7%
Berat kering 7,9%
Flavonol glucoside Hibiscritin -
Flavonoid gossypetine -
Hibiscetine dan sabdaretine -
Delphinidine 3-monoglucoside -
Cyanidin 3-monoglucoside -
Delphinidine -

Kandungan gizi rosela

100 g buah segar 100 g daun segar 100 g kelopak segar 100 g biji
Kalori 49 kal 43 kal 44 kal -
Air 84,5 % 85,6 % 86,2 % 7,6 %
Protein 1,9 g 3,3 g 1,6 g 24,0 %
Lemak 0,1 g 0,3 g 0,1 g 22,3 g
Karbohidrat 12,3 g 9,2 g 11,1 g -
Serat 2,3 g 1,6 g 2,5 g 15,3 %
Abu 1,2 g 1,6 g 1,0 g 7,0 %
Kalsium 1,72 mg 213 mg 160 mg 0,3 %
Fosfor 57 mg 93 mg 60 mg 0,6 %
Besi 2,9 mg 4,8 mg 3,8 mg -
Betakaroten 300 ig 4135 ig 285 ig -
Vitamin C 14 mg 54 mg 14 mg -
Tiamin - 0,17 mg 0,04 mg -
Riboflavin - 0,45 mg 0,6 mg -
Niasin - 1,2 mg 0,5 mg -
Sulfida - - - 0,4 %
Nitrogen - - - 23,8 %

Kandungan Asam lemak dan Sterol dalam biji rosela


Jenis Asam lemak
Jumlah
Jenis Sterol
Jumlah
Asam miristin 2,1 %
b-sitosterol 61,3 %
Asam palmitin 35,2 %
Kampasterol 16,5 %
Asam palmitoleik 2 %
Kolesterol 5,1 %
Asam stearat 3,4 %
Ergosterol 3,2 %
Asam oleat 34 %
Asam linoleat 14,4 %

Kelopak bunga rosela juga mempunayi banyak kandungan asam amino yaitu arginin,
cystine, histidine, isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine, threonine,
tryptophan, tyrosine, valine, aspartic acid, glutamic acid, alanine, glycine, proline, dan
serine.

Rosela tumbuh baik pada ketinggian 0-1200 dpl dengan sinar matahari penuh. Dulu
tumbuhan ini hanya dimanfaatkan batangnya untuk serat tali. Kini rosela kembali muncul
dan dikenal di kalangan ahli herbal sebagai bunga yang kaya akan vitamin C.

Manfaat Rosela

Seluruh bagian tanaman rosela dapat dimanfaatkan. Mulai dari kelopak bnga, bunga dan
daun dapat dimakan. Kelopak bunga dapat dimanfaatkan sebagai bahan salad, saus sup,
minuman, sari buah, koktail, asinan, selai, puding, sirup, jelly dan berbagai produk
olahan lainnya.

Rosela juga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Daun atau kelopak bunga yang
direbus diakui berkhasiat sebagai diuretik (peluruh kencing) dan merangsang keluarnya
empedu dari hati (chloretic), juga dapat menurunkan tekanan darah (hypotensive),
mengurangi kekentalan (viskositas) darah, dan meningkatkan peristaltik usus
(melancarkan saluran pencernaan).
Khasiat lain tanaman rosela yaitu antikejang (antispasmodik), mengobati cacingan
(anthelmintik), dan antibakteri. Ekstrak air dan zat warna dalam tanaman ini juga
mempunyai efek lethal (mematikan) terhadap Mycobacterium tuberculosis penyebab
TBC. Selain itu, rebusan kelopak rosela dapat mengurangi batuk.

Daun rosela dapat mengobati kaki pecah-pecah dan luka bakar ringan. Daunnya juga
dapat mempercepat pematangan bisul sekaligus melembutkan kulit (emolient). Bij rosela
berkhasiat sebagai tonikum dan diuretik (melancarkan kencing).

Rosela digunakan segaia diuretik koleretik, penurun viskositas darah, pengurang tekanan
darah dan perangsang peristaltik usus, diduga berasal dari kandungan goosypetin,
anthocyanin, dan glucoside hibiscin yang ada didalamnya. Ekstraksi kelopak rosela juga
dapat menurunkan absorpsi alkohol.

Hasil penelitian khasiat rosela pada manusia.


Pemberian ekstrak kelopak rosela ayng mengandung 9,6 mg anthocyanin setiap haris
elama 4 minggu, mampu menurunkan tekanan darah (hypotensif) yang tidak berbeda
nyata dengan pemberian captopril 50 mg/hari. Rosela terstandar tersebut dibuat dari 10
gram kelopak kering dan 0,52 liter air (Herrera-Arellano, 2004)
Terdapat penurunan tekanan darah sistolik sebesar 11,2 % dan tekanan diastolik sebesar
10,7% setelah diberi terapi teh rosela selama 12 hari pada 31 penderita hipertensi sedang,
dibandingkan dengan kelompok kontrol (Haji Faraji, 1999)
Terdapat penurunan kreatinin, asam urat, sitrat, tartrat,kalsium, natrium, dan fosfat dalam
urin pada 36 pria yang mengkonsumsi jus rosela sebanyak 16-24 g/dl/hari (Kirdpon,
1994).

Penggunaan rosela sebagai bahan makanan


Rosela selain dimanfaatkan sebagai teh herbal, dapat juga digunakan untuk pewarna dan
perasa dalam membuat berbagai macam minuman.

Sebagian besar dari kita pastinya sering menikmati makanan instan dan serba lengkap
kandungan zat kimiawinya. Lihat saja, lauk siap saji, makanan yang tinggal-seduh-3-
selama-menit-siap-makan, sampai masakan ibu-ibu dirumah juga nggak luput dari
sasaran produk kimia-buatan-berbahaya berlabel lezat dan cepat. Nah karsinogenik
semua tuh! Walaupun banyak ibu RT (rumah tangga, red) mungkin sudah banyak
meninggalkan makanan kimia tadi, tetep saja didunia ini nggak ada hitam & putih. Nah!
gak ada salahnya kan? sedikit cerita bab tanaman herbal berjudul teh bunga Rosela?

Rosela (Hisbiscus sabdariffa L.) ternyata memiliki manfaat besar untuk pencegahan
segala macam penyakit. Bunga rosela berguna untuk mencegah kanker, leukimia dan
radang, mengendalikan tekanan darah (anti hipertensi), melancarkan peredaran darah,
anti kejang otot, melindungi hati dan melancarkan buang air besar.

Kandungan gizi yang dimiliki satu kelopak bunga rosella sangat lengkap. Vitamin C,
vitamin A, dan asam amino. Ternyata dari sekian asam amino yang diperlukan tubuh, 18
diantaranya terkandung olehnya, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses
peremajaan sel tubuh. Selain itu, rosela juga mengandung protein dan kalsium. Kalau
mau ditulis lebih banyak, Rosela mengandung: Serat, Fosfor, Zat besi, MaLic Acid,
Fruktosa, Sukrosa, Karotin, Tiamin, Niasin, riboflavin dan antosianin yang paling
berperan sebagai antikanker dengan melindungi sel-sel tubuh dari pengaruh radikal
bebas.

Kandungan antioksidan-nya mencapai 1,7 mmmol/prolox antioksidan *jujur saya nggak


tau itu berapa kilo ya*. Menurut hasil penelitian Ir Didah Nurfarida MSi, periset Ilmu
dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor. Jumlah itu lebih banyak dari kumis
kucing yang teruji klinis meluruhkan batu ginjal.

Jadi sudah semakin jelas khan darimana khasiat bunga rosela tadi berasal?
Cara penyajiannya mudah, cukup seduh didalam air hangat (untuk kelopak bunga rosela
yang sudah dikeringkan). Karena itulah mungkin disebut teh bunga rosela. Karena
mudahnya pula, rosela menjadi minuman rutin dirumah. Termasuk saya sendiri donk.
Eits, tapi hati-hati bagi yang punya darah rendah. Biasanya setelah minum kepala
langsung nggeliyeng. Karena memang rosela berkhasiat menurunkan tekanan darah.
Jadinya sang istri ngga minum lagi dech. Kalo anda juga memiliki tekanan darah rendah
saya rasa nggak usah takut mencobanya. *its not kind of drugs hehehe*

Dari test dan penelitian dari beberapa Universitas dari dalam dan luar negeri
menunjukkan bahwa Teh Kelopak bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa) sudah benar-
benar teruji secara klinis khasiatnya

Ir.Didah Nurfarida Msi,periset Ilmu dan Teknologi Pangan,Institut Pertanian Bogor


menemukan kandungan Antioksidan pada teh kelopak merah Jumlahnya 1,7
mmmol/prolox,lebih tinggi dibandingkan kumis kucing yang antioksidannya teruji klinis
meluruhkan batu ginjal.

Jumlah antioksidan itu diperoleh dengan menggerus 3 kuntum rosella menjadi 1,5g
bubuk dan diberi air 200ml.Hasilnya dimasukkan ke spektrofotometer.Alat tsb
menganalisis seluruh kandungan kimia berdasarkan panjang gelombang yang dibiaskan
larutan.

Dengan adanya antioksidan,sel-sel radikal bebas yang merusak inti sel dapat
dihilangkan.Itu sebabnya Rosella memiliki efek anti kanker.Yang paling berperan adalah
antosianin.Antisionin adalah pigmen tumbuhan yang berperan menjaga dari kerusakan sel
akibat penyerapan sinar ultra violet berlebih.

Penelitian yang dilakukan oleh John McIntosh periset dari Institute of Food Nutrition
and Human Health,Massey University mengekstrak Rosella dengan mengeringkan
kelopak bunga pada suhu 50C selama 36 jam.3gr hasil pengeringan diencerkan dalam
300 ml air.Larutan itu dimasukkan ke tabung spectrofotometer dan hasilnya Rosella
mengandung 51% antosianin sedangkan antioksidannya 24%.
Dari hasil penelitian John McIntosh tersebut kemudian dikembangkan dan digunakan
oleh Yun-Ching Chang dari Institute of Biochemistry and Biotecnology,Chung Shan
Medical University,Taiwan untuk menguji efektifitas antosianin Rosella untuk
penghambatan sel kanker darah (leukemia).

Ternyata pigmen alami dari Hibiscus Sabdariffa tidak hanya menghambat pertumbuhan
sel kanker HL-60,tetapi juga mematikannya.

Khasiat untuk hipertensi dibuktikan oleh Abd Al-Aziz Sharaf dari Sudan Reseach
Unit,Institute of African and Asian Studies,kelopak Rosella bersifat hipotensif-
Antihipertensi dan anti kejang pernapasan.

(dikutib dari Planta Medical Journal tahun 1962).

Dan 37 tahun kemudian sifat anti hipertensi tersebut diuji secara klinis oleh M.Haji Faraji
dan A.H. Haji Tarkhani dari Shaseed Beheshti University of Medical Sciences and
Health Services,Teheran Iran.Sebanyak 54 pasien bertekanan darah tinggi di Tehran`s
Shariati Hospital dihitung tekanan sistoliknya 15 hari sebelum dan sesudah pengujian

Pasien diberi konsumsi secangkir teh seduhan 3 kuntum bunga Rosella.Setelah 12


hari,nilai sistolik pasien rata-rata turun 11,2%,tekanan diastolic turun 10,7%.Namun saat
konsumsi Rosella dihentikan 3 hari,tekanan sistolik meningkat menjadi 7,9% dan
diastoliknya menjadi 5,6%.Hal itu membuktikan bahwa Rosella memang berkhasiat
menurunkan tekanan darah tinggi.

Khasiat anti kolesterol diteliti oleh periset Vilasinee Hirunpanicha,dari Departement of


Pharmachology,Faculty of Pharmacy Mahidol University,Thailand,yang menguji tikus
berkolesterol tinggi.Selama 6 minggu tikus yang dibagi menjadi 3 kelompok itu masing-
masing diberi 1000mg dan 500mg Rosella per kilogram bobot tubuh dan air mineral.

Hasilnya,serum kolesterol menurun 22% untuk ekstrak Rosella 500mg/kg dan 26%untuk
1000mg/kg bobot.Penurunan juga terjadi pada serum trigliserida sebanyak 33% dan 28%
serta serum low density lipoprotein (LDL)level sebanyak 22% dan 32%.
Rosella untuk Kulitmu

Dua kali sehari Renata yang berambut ikal itu mengkonsumsi seduhan rosela. Ia
menambahkan sedikit madu. Itu berguna mencegah penyakit maag yang bakal datang
lantaran minuman rosela berpH rendah. Rutin mengkonsumsi ramuan itu, perubahan
terjadi 2 bulan kemudian. Kusam dan flek hitam di wajah karyawan perusahaan swasta
itu menghilang. Yang menggembirakan pada saat bersamaan bobot tubuhnya berkurang 6
kg. "Walau bobot turun,

tidak ada lipatan kulit," kata dr Irzan Nurman Djaenalmutaqin, CHt, dokter yang
menyarankan Renata mengkonsumsi rosela. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia itu mengatakan senyawa aktif dalam rosela membantu memperbaiki struktur
kulit. Antioksidan
rosela mirip vitamin E yang membantu peremajaan kulit," kata dokter spesialis Radiologi
itu.

Antioksidan

Konsumsi rutin bunga kerabat kembang sepatu itu menjaga kulit lentur dan kenyal.
Hibiscus sabdarifa itu memang kaya antioksidan. Ir Didah Nurfarida MSi, periset Ilmu
dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, menemukan senyawa gossipetin,
antosianin, dan glukosida hibiscin dalam rosela. Ketiganya berkhasiat sebagai
antioksidan yang kuat. Antioksidan rosela meredam aksi radikal bebas yang menyerang
molekul tubuh. Jika guanin dalam DNA terserang radikal bebas, kesalahan replikasi DNA
mudah terjadi. Kerusakan DNA memicu oksidasi low density liporotein, kolesterol dan
lipid penyebab penyakit degeneratif seperti jantung koroner, kanker, dan diabetes.
Kerusakan itu juga termasuk kerusakan kulit yang menyebabkan penuaan dini seperti
kerutan, flek hitam, kelebihan minyak, dan warna kusam. Dampak terakhir itulah yang
dialami Renata.

Anggota famili Malvaceae itu juga mengandung senyawa aktif berupa fenol terdiri dari
berbagai antioksidan mencapai 23,10 mg/g bobot kering. Aktivitas antioksidan yang
terukur dengan senyawa trolox mencapai 5,308,64 mM trolox/g bobot kering. Jumlah itu
4 kali lebih tinggi dibanding bubuk kumis kucing yang aktivitas antioksidannya 1,364,88
mM trolox/g bobot kering. Jumlah antioksidan itu diperoleh dengan menggerus 3 kuntum
rosela kering menjadi 1,5 g bubuk. Setelah menambahkan 200 ml air, Didah memasukkan
larutan ke spektrofotometer. Alat itu menganalisis seluruh kandungan kimia berdasarkan
panjang gelombang yang dibiaskan larutan. John McIntosh, periset di Selandia baru, juga
mengungkap antioksidan rosela. Periset Institut Nutrisi dan Kesehatan Manusia itu
mengeringkan kelopak bunga pada suhu 50C selama 36 jam. Ia kemudian
mengencerkan 3 bunga basil pengeringan dalam 300 ml air.

Larutan itu dimasukkan ke tabung spektofotometer dan diuji dengan panjang gelombang
520 nm. Hasil penelitian menunjukkan rosela mengandung 51% antosianin. Antosianin
salah satu antioksidan yang berkhasiat menangkal radikal bebas. Sedangkan
antioksidannya dihitung dengan metode ferric reducing ability of plasma(FRAP), total
antioxidant status (TAS), dan oxygen radical absorbance capacity (ORAC). Ketiga cara
itu akurat menunjukkan 24% antioksidan selain antosianin pada rosela.

Kaya serat

Selain menghaluskan kulit wajah, rosela terbukti secara empiris menurunkan bobot tubuh
Renata. Rahasianya adalah bunga merah marun itu kaya serat. "Rosela kaya serat dan
bersifat diuretik; kata dr Irzan. Hasil pengamatan terhadap pasiennya, rosela efektif
menurunkan bobot tubuh 20%. Duduk perkaranya? Rosela kaya serat larut, mencapai
33,9%. Jika dikonsumsi dalam bentuk minuman saji, seliter rosela mengandung 0,66 g
serat larut dan 66% total antioksidan terlarut dengan kapasitas 335 micromoL trolox
equivalents/ 100 mL. Jadi, setiap kali mengkonsumsi minuman rosela 66% adalah serat
larut. Makanya, frekuensi buang air besar pascakonsumsi
rosela biasanya meningkat. Serat larut itu menyerap dan membuang lemak bersama feses.
Dengan begitu lemak di usus penyebab kegemukan dapat digerus.

Rosela juga memiliki efek diuretik alias peluruh urine. "Jika usus dan ginjal bersih,
energi di tubuh menjadi positif. Akibatnyakulit dan wajah pun bersinar cerah;" kata dr
Irzan yang juga lulusan Shanghai University of Traditional Medicine itu. Sekali minum
rosela 2 tujuan pun tergapai, langsing sekaligus kulit bersih. Francisco J. Alarcon-Aguilar
dari Universidad Autonoma Metropolitana Iztapalapa, Meksiko membuktikan khasiat
rosela secara sahib. Setiap hari is memberikan total 120 mg ekstrak rosela kepada para
tikus gemuk berbobot 45 g. Satwa pengerat itu idealnya berbobot 20 g. Lama pemberian
60 hari. Sebanyak 120 mg yang mengandung 33,64 mg total antosianin. Parameter yang
diuji adalah peningkatan bobot tubuh, asupan cairan dan makanan, kolesterol, dan
trigliserida.

Konsumsi rosela terbukti menurunkan bobot tubuh hingga menjadi normal dan
meningkatkan asupan cairan ion ke tubuh. Penurunan lainnya terlihat pada trigliserida
dan kolesterol jahat. Singkat kata bunga kerabat waru yang molek itu mampu berperan
ganda: menghaluskan kulit dan sekaligus melangsingkan tubuh. Keduanya menjadi
dambaan, khususnya bagi kaum hawa.
idak ada pemikiran sebelumnya atau pengalaman tentang herbal. Tapi karena merasa
banyak waktu luang ditambah anak-anak yang sudah besar (dewasa) dan suami yang
sudah pensiun dari pekerjaannya sehingga punya keinginan untuk melakukan sesuatu
yang bermanfaat. Syukur-syukur itu dijadikan suatu usaha dan ternyata terkabul, begitu
kata Ibu Oewani salah satu pecinta herbal didaerah Jakarta Selatan. Semua tak terduga
tanpa ada orang yang membimbing atau mengarahkan untuk bergelut dalam dunia herbal.
Ketika Ibu dua orang anak ini melihat suatu event seminar diLapangan Banteng Jakarta
Pusat, dan timbul pemikiran untuk mencoba, karena merupakan sesuatu yang baik dan
bermanfaat untuk kesehatan. Oitambah lagi punya lahan sendiri sehingga berupaya untuk
memaksimalkan lahan tersebut. Atas saran temanteman, dibukalah gerai dirumahnya.

Masyarakat umumnya mengenal rosela (Hibiscus cannabinus) sebagai tanaman penghasil


serat karung goni. Namun kejayaan karung goni dari serat alam telah pudar. Oari segi
kesehatan, ternyata rosela berguna untuk pencegahan berbagai penyakit. Salah satu jenis
rosela yang relatif jarang diketahui orang adalah rosela merah (Hibiscus sabdariffa L.).
Padahal bila ditelusuri tanaman ini sangat berkhasiat untuk mengatasi bermacam-macam
penyakit, diantaranya mulai dari penyakit yang ringan seperti cacingan sampai dengan
penyakit yang paling ditakuti setiap orang yaitu kanker. Cara penggunaanya pun tidak
begitu merepotkan, cukup dengan mengkonsumsi berbagai aneka produk olahannya,
diantaranya sirup rosela. Sebenarnya kelopak rosela dapat kita nikmati langsung tanpa
diolah. Namun, konsumen enggan menikmati rosela segar karena rasanya yang masam.
Bila diseduh bisa ditambahkan gula sedikit biar rasanya lebih enak

Kandungan kimiawi bunga rosela

Rosela merah dikenal dengan berbagai nama, yaitu Jamaican Sorrel


(India Barat), Bisap (Senegal), Karkade (Afrika Utara), Oseille Rouge (Perancis) dan
Quimbombo Chino (Spanyol). Selain menjadi tanaman hias, bungarosela merah juga
digunakan sebagai bahan makanan dan minuman.

Kelopak bunga rosela adalah bagian tanaman yang bisa diproses menjadi produk pangan.
Kelopak bunga tanaman ini berwarna merah tua, tebal, dan berair (juicy), serta banyak
mengandung vitamin A, vitamin C, dan asam amino. Kelopak bunga rosela merah yang
rasanya sangat masam ini biasanya dibuat menjadi jeli, saus, teh, sirup, selai, puding, dan
manisan. Selain itu, bahan penting yang terkandung dalam kelopak bunga rose I a adalah
grossy peptin, anthocyanin, dan gluside hibiscin. Kelopak bunga rosela merah juga
mengandung asam organik, polisakarida, dan flavonoid yang bermanfaat mencegah
penyakit kanker, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan
melancarkan buang air besar.

Manfaat Rosela

Secara tradisional, tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk mengatasi batuk, lesu,
demam, dan gusi berdarah. Ekstrak kuncup bunga rosela merahjuga dipercaya mampu
bekerja sebagai penahan kekejangan (antispasmodik), anticacing (anthelmintik),
antibakteri, anti septik, sedatif dan tonik. Khasiat lain dari herba ini adalah dapat
mengatasi lemah syahwat, penyejuk (astringent), dan menurunkan kadar penyerapan
alkohol. Selain itu baik juga untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah, asam urat.
Untuk kasus asam urat pengobatannya tidak tunggal artinya tidak cukup hanya dengan
mengkonsumsi rosela, dan memang harus ada herbal lain yang diperlukan. Pengalaman
lain juga menyebutkan dapat digunakan untuk penyakit maag, tapi diminum satu jam
sesudah makan. Untuk anakanak rosela cukup baik sebagai pereda batuk dan disarankan
tidak mengkonsumsinya dengan gula. Secara umum rosella dapat digunakan sebagai obat
herbal tambahan dalam pengobatan berbagai penyakit.

Jenis-jenis Rosela

Jenis rosela sangat banyak. Tetapi rosela yang sering dijumpai orang
adalah rosela merah dan rose I a hitam dan mempunyai khasiat yang sama. Perbedaannya
euma dirasa, dimana warna merah rasanya agak keeut, sementara rosela hitam keeutnya
kurang. Rosela merah juga ada dua jenis, lokal dan impor. Yang lokal bentuk bunganya
eenderung kecil-kecil sedangkan impor bunganya besar-besar. Rosela hitam sebenarnya
bisa tumbuh baik dilndonesia kalau bibitnya impor, jelas Ibu dua orang anakini sambil
menunjukkan rosela hitam yang baru dipanennya. Dan kebetulan bibit rosella yang saya
tanam adalah impor.Biasanya rosela diimpor dari beberapa negara Afrika, diantaranya
Sudan.

Cara Budidaya dan Pemanenan

Rosela merupakan tanaman semusim, tidak terlalu tinggi kurang lebih 120 cm. Dan itu
semua tergantung dari perawatan, semakin baik perawatan ditambah tanah yang subur
pertumbuhannya semakin eepat. Satu pohon tanaman rosela bila tumbuh dihabitat yang
cocok, dengan perawatan baik akan menghasilkan 200 kelopak bunga. Umumnya jadi
dan tingkat kegagalannya agak rendah. Bahkan bisa lebih,-papar Ibu Dewani.
Perbanyakan rosela adalah dari biji tapi diusahakan biji yang sudah tua. Setelah biji
disemaikan, dalam waktu dua minggu sudah tumbuh kira-kira 10 cm. Tiga bulan ke-
mudian rosela akan berbunga, dan bulan keempat sudah bisa dipanen.

Satu periode penanaman, satu kali panen dengan waktu delapan kali pemetikan. Bila
perawatan dan pemupukan baik bahkan sampai sepuluh kali pemetikan. Diusahakan
pemupukan dengan pupuk non organik atau alami seperti pupuk kandang.

Perlu diketahui selama pertumbuhan, tanaman rosela harus dihindarkan dari genangan air
karena tidak tahan terhadap air. Curah hujan yang dibutuhkan untuk lahan tegal 800-1670
mm/5 bulan atau 180 mm/bulan.

Proses pemanenan rosela adalah dengan cara mengambil kuntum bunga. Kuntum bunga
rosela bagian atas tidak 1 harus dieuci karena bersih, sedangkan bagian bawah harus
dicuci dulu untuk menghindari adanya kemungkinan kotoran atau tanah yang lengket
akibat hujan. Kemudian biji dikeluarkan dengan alat khusus hingga tinggal kelopak
bunga tanpa biji. Biasanya perbandingannya seperempat dari total basah. Hal ini karena
kadar airnya yang tinggi. Kelopak bunga lebih bagus dikeringkan dengan sinar matahari.
Tetapi bila musim hujan, maka dikeringkan dengan oven pada suhu 60 C.

Peluang Pasar Rosela

Diusianya yang ke 47, Ibu dua orang ini tetap optimis untuk peluang kedepannya. Karena
sekarang ini saja bisnis rosela mulai menjanjikan, seiring dengan banyaknya permintaan
pasar. Luas kebun tanaman roselanya sekitar 7000 meter persegi. Disamping itu ia juga
bekerjasama dengan dua orang temannya yang hobbi tanaman obat disekitar Jawa Barat.
Ini dilakukan untukmengantisipasi banyaknya permintaan pasar tersebut. Seorang
temannya mempunyai kebun dengan luas dua hektar yang ditanami rosella sebanyak
8000 pohon. Rencananya akan dipanen seminggu lagi. Diperkirakan dari sekitar 8000
pohon ini, akan didapat rosela basah sebanyak 500 sid 700 kwintal.

Tetapi sesuai dengan waktu dan kapasitas pengeringan yang ada,rnaka pemanenan
dilakukan secara bertahap. Hal ini untuk menghindari terjadinya penumpukan rosela yang
mengakibatkan pembusukan. Biasanya sekali panen sekitar 100 kg. Setelah rosela ini
dikeringkan baru dilakukan panen yang kedua. Selain itu, seorang lagi temannya mem-
punyai kebun rosela tetapi tidak begitu luas, hanya sekitar 1500 meter persegi. Berdasar-
kan pengalamannya, kerjasama ini sangat efektif untuk menghindari kekurangan stok
rosela.

Macam-macam Produk Rosela

Menurut penjelasan Ibu separuh baya ini, untuk pemakaian segar digunakan dari kelopak
bunganya. Kita dapat merebusnya dengan waktu yang tidak begitu lama (sebentar saja)
untuk menghindari senyawa aktifnya rusak, paling tidak berkurang. Jadi untuk meng-
hindari hal tersebut, dianjurkan diseduh saja dengan air mendidih sebanyak tiga kelopak
bunga rosela dengan 200 ml. Tunggu saja 5 s/d 10 menit dan pasti airnya berubah jadi
merah, diminum dua kali dalam sehari sebelum makan. Disarankan untuk orang yang
penyakit maag diminum satu jam sesudah makan.

Sekarang ini sudah mulai banyak dijumpai produk olahan jadi dari rosella. Produk olahan
rosela yang terdapat digerai Ibu Dewani bermacam-macam, diantaranya: teh celup, sirup,
kelopak rosela kering siap seduh. Harga jualnya pun berbeda-beda. Satu kotak teh celup
dijual Rp 15.000,- satu toples rosela merah dan hitam dengan berat yang sama berbeda
harga, dimana rosela merah dijual Rp 20.000,- sedangkan rosela hitam Rp 30.000,-.
Kenapa demikian? Karena satu toples rose I a merah menghasilkan 18 sid 20 gelas, se-
dangkan rosela hitam menghasilkan 50 gelas dengan ukuran 200 ml. Produk lainnya
adalah rosela kering dalam kemasan 40 gr dengan harga Rp 15.000,- dan kemasan 90 gr
harga Rp 30.000,-.

Pemasarannya

Untuk memasarkan rosela ini selain dijual sendiri digerai, juga dengan sistem agen,
distributor dan ikut pameran. Sebentar lagi ada pameran Iho, diTaman Mini Indonesia
Indah yang diselenggarakan Trubus. Pasti dong saya ikut masa mau ketinggalan, ujarnya
sambil berseloroh. Dan tidak lupa juga dengan memasang iklan disalah satu majalah
pertanian.

Selama ini kendala untuk memasarkan produk rosela yang terlalu


signifikan belum ada, paling-paling capek doang, jelas Ibu separuh baya ini mantap
sambil menikmati sirup rosela yang disuguhkan kepada tim herba. Kenapa saya bilang
capek? Karena pengetahuan orang tentang rose I a belum begitu banyak, jadi harus
dijelaskan dan dipromosikan apa itu rosela dan manfaatnya bagi kesehatan.

Hanya satu pesannya kepada tim herba, jangan takut mengkonsumsi produk olahan jadi
rosela walaupun tidak sa kit, karena orang sehatpun boleh mengkonsumsinya. Karena se-
lain untuk pengobatan, untuk pencegahan juga bagus sekali. L ebih baik mencegah
daripada mengobati. Tidak susah kok mendapatkan teh celup rosela karena sudah banyak
gerai yang menjualnya. Tetapi bila ada orang yang kesulitan mencari produknya, datang
saja kealamat ini jalan Raya Lenteng Agung No.32 Jakarta Selatan, telepon 70777709.
Pasti saya sam but dengan senang hati, katanya sambil tim herba berpamitan untuk
pulang.(Dirman)

Dimuat dalam Majalah Herba Indonesia No. 59, Juni 2007.