Anda di halaman 1dari 176

Panduan Penyusunan Kurikulum

Pendidikan Vokasi
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN
KEMAHASISWAAN, DIREKTORAT PEMBELAJARAN
2016

Pendidikan Tinggi Vokasi | i


PANDUAN
PENYUSUNAN KURIKULUM PENDIDIKAN VOKASI

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN
DIREKTORAT PEMBELAJARAN
2016

Pendidikan Tinggi Vokasi | ii


Catatan Penggunaan

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan


Pendidikan Tinggi mempersilahkan penggunaan buku pedoman ini dengan seluas-luasnya
dalam konteks peningkatan kualitas pendidikan tinggi sesuai dengan asas dan kaidah
akademik.

Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Vokasi


Hak Cipta: 2016 pada Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Dilindungi Undang-Undang
Diterbitkan oleh: Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Edisi pertama
Cetakan ke-1: 2016

MILIK NEGARA
TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan Buku Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Vokasi
yang dipersiapkan pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum Pendidikan Vokasi di
Perguruan Tinggi. Buku pedoman ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah
koordinasi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset
Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan dipergunakan dalam tahap perancangan, pelaksanaan,
penilaian hingga evaluasi pelaksanaan kurikulum di perguruan tinggi. Buku Panduan ini
merupakan pedoman dinamis yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimuktahirkan
sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan jaman. Masukan dari berbagai kalangan
diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku pedoman ini.

Pendidikan Tinggi Vokasi | i


Sambutan Direktur Jenderal Pembelajaran Dan
Kemahasiswaan
Pendidikan tinggi vokasi memiliki peran strategis dan berada di garda terdepan
untuk penanganan usia angkatan kerja dan mendidik mereka menjadi tenaga-tenaga
terampil, profesional dan memiliki daya kompetitif tinggi yang akan meningkatkan daya
saing bangsa. Pendidikan tinggi vokasi harus mampu menghasilkan tenaga kerja terampil
dan terlatih yang dibutuhkan oleh dunia industri atau dunia kerja. Pendidikan tinggi vokasi
juga mendorong agar para lulusannya menjadi wirausahawaan mandiri dan tangguh yang
membawanya kedalam kehidupan sejahtera. Pendidikan tinggi vokasi sebagai bagian
integral sistem pendidikan nasional menjadi salah satu motor penggerak atau leading sector
dalam membangun Indonesia yang sejahtera dan maju.
Kurikulum pendidikan tinggi vokasi senantiasa ditingkatkan mutunya secara
berkelanjutan karena bersifat dinamis, adaptif, akomodatif dan kontekstual dengan
perkembangan jaman dan kebutuhan. Kurikulum dan pembelajaran pendidikan tinggi
vokasi mempersiapkan sumber daya manusia agar mampu menghadapi perubahan budaya
kerja, siap kerja, siap mandiri, siap berkompetisi secara nasional dan regional dalam kawasan
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta tantangan dunia. Kurikulum pendidikan tinggi
vokasi harus dirancang secara baik untuk mampu diwujudkan dalam realita pembelajaran
mahasiswa yang mangkus (efektif) sehingga mahasiswa dapat belajar secara otpimal dan
mengembangkan potensi dirinya untuk menjadi pribadi berpengetahuan, berketerampilan
dan berkarakter mulia.
Perguruan tinggi vokasi dalam mengembangkan, merancang dan menerapkan
kurikulum memperhatikan kebijakan dan regulasi yang berlaku di Indonesia agar senantiasa
relevan dengan konteks Nasional Indonesia yang berwawasan global. Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2012 Pasal 35 ayat 2 tentang kurikulum menyebutkan bahwa Kurikulum
Pendidikan Tinggi dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi dengan mengacu pada
Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk setiap Program Studi yang mencakup
pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan keterampilan. Permenristekdikti
Nomor 44 Tahun 2015 mengatur tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI),
dalam Pasal 1 termaktub bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaran program studi. Perguruan tinggi sebagai penghasil
sumber daya manusia terdidik perlu mengukur lulusannya, apakah lulusan yang dihasilkan
memiliki kemampuan setara dengan Capaian Pembelajaran pada jenjang kualifikasi KKNI.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Penyusun yang telah bekerja dengan baik
dan para pihak terkait sehingga buku panduan ini terwujud. Diharapkan buku panduan ini
bermanfaat bagi perguruan tinggi sebagai acuan penyusunan kurikulum khususnya bidang
vokasi, serta perguruan tinggi lainnya.
Jakarta, November 2016
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Intan Ahmad

Pendidikan Tinggi Vokasi | ii


Kata Pengantar Direktur Pembelajaran
Kurikulum pendidikan tinggi merupakan cetak biru dari keseluruhan proses
pembelajaran pada sistem pendidikan tinggi. Perubahan atau rekonstruksi kurikulum
pendidikan tinggi mengikuti perkembangan jaman dan kebutuhan merupakan keniscayaan.
Menyadari hal ini, maka Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan
Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) memprogramkan secara khusus kegiatan yang mampu
mendukung dan mendorong pengembangan kurikulum di perguruan tinggi. Akan tetapi
karena penyusunan kurikulum merupakan hak otonom dari perguruan tinggi, maka
keterlibatan kami hanya sampai sejauh menyusun panduan rujukan dalam pengembangan
kurikulum. Untuk usaha inilah maka disusun Panduan Penyusunan Kurikulum
Pendidikan Vokasi.
Tujuan pembuatan Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi diantaranya adalah:
(1) Meningkatkan kemampuan perguruan tinggi dalam menyusun kurikulum pendidikan
vokasi, (2) Membantu perguruan tinggi dalam upaya peningkatan mutu kurikulum
pendidikan vokasi, (3) Mendorong perguruan tinggi untuk mengembangkan kurikulum
pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan masyarakat, (4)
Mendorong perguruan tinggi untuk saling berbagi pengalaman untuk merancang kurikulum
pendidikan vokasiyang lebih baik, (5) Memperkaya sumber daya pengembangan kurikulum
bukan saja bidang vokasi, namun diharapkan untuk bidang profesi dan akademik.
Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Vokasi berisi bab yang dimulai dengan
dasar pemikiran pengembangan kurikulum pendidikan vokasi agar dapat memberikan
gambaran strategis tentang urgensi kurikulum tersebut. Kemudian, dirangkai dengan
tahapan pengembangan kurikulum dengan mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan
Tinggi (SN DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Untuk lebih
memperkaya khasanah pembelajaran dan meningkatkan makna bagi semua pihak, panduan
dilengkapi dengan beberapa contoh kurikulum unggul (best practices) dari politeknik negeri
dan swasta.
Kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tim penyusun yang telah
bekerja dengan sungguh-sungguh hingga buku ini dapat diselesaikan. Ucapan terimakasih
disampaikan pula kepada para pihak yang telah membantu mewujudkannya. Kami
menyadari bahwa hasil penyusunannya masih terdapat kekurangan. Masukan dari semua
pihak merupakan hal berharga guna perbaikannya lebih lanjut. Semoga Buku Panduan
Kurikulum Pendidikan Vokasi memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan dan
masyarakat luas.

Jakarta, Agustus 2016


Direktur Pembelajaran

Paristiyanti Nurwardani

Pendidikan Tinggi Vokasi | iii


Tim Penyusun
Paristiyanti Nurwardani (Ditjen Belmawa)
Sirin Wahyu Nugroho (Ditjen Belmawa)
SP Mursid (POLBAN)
Syamsul Arifin (ITS)
Suwarsih Madya (UNY)
Rusminto Tjatur Widodo (PENS)
Yudha Samodra (ATMI)
Taufiqurrahman (UNRI)
Misbah Fikrianto (POLIMEDIA)
Erwin Setyo Nugroho (POLTEK CALTEX)
Ludfi Djajanto (POLINEMA)
Hendra Suryanto (Ditjen Belmawa)
Eni Susanti (Ditjen Belmawa)
Yektiningtyastuti (Ditjen Belmawa)

Pendidikan Tinggi Vokasi | iv


Daftar Isi
Catatan Penggunaan .......................................................................................................................................... i
Sambutan Direktur Jenderal Pembelajaran Dan Kemahasiswaan .......................................... ii
Kata Pengantar Direktur Pembelajaran ............................................................................................... iii
Tim Penyusun...................................................................................................................................................... iv
Daftar Isi.................................................................................................................................................................. v
Daftar Gambar..................................................................................................................................................... vi
Daftar Tabel.........................................................................................................................................................vii
BAB I Pendahuluan ....................................................................................................................................... 1
A. Dasar Pemikiran Pengembangan Kurikulum Pendidikan Vokasi ......................................... 1
1. Dasar Hukum Pendidikan Tinggi Vokasi ............................................................................ 1
2. Pendidikan tinggi vokasi ........................................................................................................... 1
3. Pergeseran/Perkembangan Paradigma .............................................................................. 3
4. Rancangan Pendidikan Tinggi Vokasi .................................................................................. 4
5. Pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi ......................................................................... 6
B. Pengertian yang digunakan dalam panduan ................................................................................. 9
C. Kaitan kurikulum dengan SN Dikti 2015 ..................................................................................... 12
BAB II Tahapan Pengembangan Kurikulum .................................................................................. 14
A. Tahap Perancangan Kurikulum ....................................................................................................... 14
1. Menentukan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran (CP) ..................................14
2. Memilih Bahan Kajian dan Menentukan Bobotnya ......................................................18
3. Menyusun Mata Kuliah dan Menentukan sks nya.........................................................19
B. Tahap Perancangan Pembelajaran................................................................................................. 21
1. Perancangan pembelajaran ...................................................................................................22
2. Proses pembelajaran ................................................................................................................33
3. Ragam pembelajaran pada pendidikan tinggi vokasi ..................................................35
4. Penilaian dan Evaluasi pembelajaran ................................................................................40
C. Tahap evaluasi program pembelajaran........................................................................................ 52
D. Perancangan ulang Kurikulum Vokasi.......................................................................................... 59
E. Dokumen Kurikulum ........................................................................................................................... 61
BAB III Contoh Kurikulum Unggul .................................................................................................... 63
A. Kurikulum Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ............................................... 63
B. Prodi Permesinan (ATMI) ................................................................................................................. 77
C. Kurikulum Unggulan Politeknik CALTEX .................................................................................. 110
D. Kurikulum Teknik Energi Politeknik Bandung ....................................................................... 123
Daftar Pustaka ................................................................................................................................................ 164
Lampiran............................................................................................................................................................ 166
Daftar Istilah .................................................................................................................................................... 166

Pendidikan Tinggi Vokasi | v


Daftar Gambar
Gambar I.1. Proporsi SDM vs Tingkat Pendidikan ................................................................................... 2
Gambar II-1. Perumusan CPMK dan Sub-CPMK dari CPL .................................................................. 23
Gambar II-2. Skematik Pengertian Pembelajaran Mahasiswa ........................................................ 34
Gambar II-3. Mekanisme Penilaian ............................................................................................................. 49
Gambar II-4. Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran Vokasi ........................................................ 57
Gambar II-5. Tahapan Evaluasi Pembelajaran Vokasi ......................................................................... 57
Gambar II-6. Tahap Evaluasi Pembalajaran Vokasi .............................................................................. 58
Gambar II-7. Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran Vokasi ........................................................ 59
Gambar II-8. Kerangka Kerja Perancangan Ulang Kurikulum Vokasi .......................................... 60

Pendidikan Tinggi Vokasi | vi


Daftar Tabel
Tabel 1. Sebaran Politeknik Indonesia ...................................................................................................... 9
Tabel 2. Karakteristik Proses Pembelajaran ........................................................................................... 33
Tabel 3. Perbedaan antara Penilaian dan Evaluasi ................................................................................. 40
Tabel 4. Prinsip Penilaian ......................................................................................................................... 41
Tabel 5. Teknik dan Instrumen Penilaian................................................................................................ 42
Tabel 6. Contoh Rubrik Holistik ............................................................................................................... 43
Tabel 7. Contoh Rubrik Deskriptif untuk Penilaian Presentasi Makalah .............................................. 44
Tabel 8. Contoh Skala Persepsi................................................................................................................. 45
Tabel 9. Contoh Penilaian Portofolio ....................................................................................................... 47
Tabel 10. Kategori Penilaian..................................................................................................................... 50
Tabel 11. Predikat Kelulusan.................................................................................................................... 50
Tabel 12. Evaluasi Formatif dan Evaluasi Sumatif.................................................................................. 52

Pendidikan Tinggi Vokasi | vii


BAB I Pendahuluan
A. Dasar Pemikiran Pengembangan Kurikulum Pendidikan Vokasi

1. Dasar Hukum Pendidikan Tinggi Vokasi


Perguruan tinggi vokasi memiliki peran sangat strategis dalam menyiapkan
generasi muda untuk memiliki pengetahuan, keterampilan dan karakter yang
unggul sehingga menjadi tenaga kerja yang siap terjun di dunia industri atau usaha
bahkan wiraswastawan. Perguruan tinggi vokasi dalam menyelenggarakan
pendidikannya berlandaskan kepada regulasi pendidikan Indonesia. Demikian
pula, dalammendisain dan mengimplementasikan kurikulumnya perlu
memperhatikan ketentuan yang berlaku di Indonesiaagar senantiasa relevan
dengan konteks Nasional Indonesia, namun berwawasan global. Dasar hukum
Pendidikan Tinggi Vokasi sebagai berikut:
a. Undang-Undang Dasar 1945 Bab XIII Pasal 31 tentang Pendidikan dan
Kebudayaan
b. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam
Bab VI pada pasal 15, pasal 19, pasal 20 dan pasal 21
c. Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dalam Bab I
pasal 5 dan Bab II pasal 16
d. Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan
Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi
e. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
f. Peraturan Presiden RI No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia
g. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 44 Tahun 2015
tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
h. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 13 Tahun 2015
tentang Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
2015 2019
i. Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 15 Tahun 2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi

2. Pendidikan tinggi vokasi


Pada masa awalnya pendidikan tinggi vokasi dimaksudkan untuk
menjembatani (interface) Insinyur dan Operator. Pendidikan tinggi vokasi belum
secara spesifik menjawab tantangan bangsa yang berkembang saat ini.
Pendidikan tinggi vokasi mengambil peran dalam menghasilkan lulusan
kompeten dengan kualifikasi yang cocok dengan tantangan yang dihadapi bangsa
Indonesia. Pendidikan tinggi vokasi mampu secara tepat mengidentifikasi kebutuhan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 1


di lingkungannya dan menyiapkan proses pembelajaran yang menjamin lulusannya
dapat menjawab tantangan tersebut.
Selanjutnya, lulusan pendidikan tinggi vokasi harus meredefinisi peran dalam
konstelasi pendidikan tinggi di Indonesia yang saat ini mencakup Universitas,
Institut, Sekolah Tinggi, Pendidikan tinggi vokasi, Akademi, dan tambahan baru yakni
Akademi Komunitas.
Lulusan pendidikan tinggi vokasi di universitas/akademi maupun politeknik
seharusnya didorong bukan hanya dapat bekerja, karena peran ini sekarang telah
diambil alih oleh Akademi Komunitas. Orientasi profil lulusan pendidikan tinggi
vokasi perlu dibenahi kembali dan disempurnakan dengan menyertakan postur
sebagai job creator yang sadar dan faham akan keunggulan daerahnya.
Berikut dapat dilihat ilustrasi korelasi antara capaian pembelajaran dari
Pendidikan tinggi vokasi (perguruan tinggi) dengan level kemampuan berproduksi.

Gambar I.1. Proporsi SDM vs Tingkat Pendidikan

Berdasarkan gambar di atas, secara umum semakin tinggi jenjang pendidikan


tenaga kerja berpeluang menghasilkan produk berteknologi tinggi yang added value
nya besar dan memberikan sumbangan pada kemampuan kompetitif bangsa.
Pendidikan tinggi vokasi dalam hal ini sangat dituntut untuk dapat mengubah
proporsi SDM berpendidikan tinggi yang berkualitas menjadi mayoritas.
Lulusan pendidikan tinggi vokasi selain dituntut dapat bekerja dengan
kompeten namun harus juga dapat berperan sebagai agen pejuang kedaulatan yang
memiliki kemampuan entrepreneurial. Pada jenjang pendidikan tinggi vokasi
lulusannya juga harus menjadi trend setter dalam menjawab berbagai aspek
tantangan bangsa.
Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang
menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai

Pendidikan Tinggi Vokasi | 2


program sarjana terapan, dan dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai
program magister terapan atau program doktor terapan.

3. Pergeseran/Perkembangan Paradigma

Perluasan Mandat

Doktor Doktor
(S3) Terapan 9
(S3)

Magister Magister
(S2) Terapan
8
(S2)

Sarjana
Diploma 4 6
(S1)
(D4)

Diploma 3 (D3) 5

Diploma 2 (D2) 4

Diploma 1 (D1) 3

LEVEL
Sekolah Menegah Atas/ Kejuruan/ Madrasah Alyah KKNI

Gambar I.2. Diagram Jenis dan Strata Pendidikan Tinggi dalam Jenjang KKNI

Perguruan tinggi penyelenggara pendidikan tinggi vokasi sebagaiamana diatur


dalam permenristekdikti 44 tahun 2015, Pasal 59 dapat berbentuk universitas,
institute, sekolah tinggi, politeknik, dan akademi. Mandat dan tanggung jawab hak
untuk menyelenggarakan program pendidikan sampai pada jenjang S2 terapan dan
S3 terapan bisa dilakukan oleh universitas, institute, sekolah tinggi, politeknik.
Dengan hak dan kewajiban baru ini, pendidikan tinggi vokasi harus berkembang dari
institusi yang berperan pada penyiapan lulusan pada level 5 & 6 Kerangka Kuaifikasi
Nasional Indonesia (KKNI), menjadi institusi yang dapat menyelenggarakan program
pendidikan sampai level 9 KKNI. Hal ini bukan hanya akan mengubah perangkat
operasionalnya, namun secara mendasar juga akan mengubah Visi dan Misi dari
pendidikan tinggi vokasi secara keseluruhan.
Perluasan mandat tersebut berimplikasi pada beberapa aspek, diantaranya:
penyesuaian program pendidikan (program studi), sistem kurikulum, pola dan
metode pembelajaran, riset yang diselenggarakan, peran dalam masyarakat, sumber

Pendidikan Tinggi Vokasi | 3


daya manusia, sarana dan prasarana. Beberapa aspek dimaksud harus dipersiapkan
dengan baik dan menyeluruh oleh penyelenggara pendidikan tinggi vokasi.

4. Rancangan Pendidikan Tinggi Vokasi


Gambar ilustrasi berikut akan memberikan kerangka pemahaman dalam
mengembangkan model pendidikan tinggi vokasi.

Gambar I.3 Rancangan Pendidikan Tinggi Vokasi

Ciri khas pendidikan tinggi vokasi memberikan kemampuan aplikatif dan


kemampuan inovatif. Pada titik puncaknya, baik pendidikan tinggi vokasi, profesi
dan pendidikan akademik memiliki derajad yang sama namun memiliki domain dan
peran yang berbeda untuk saling berkomplementer. Jenjang pendidikan vokasi pada
program pendidikan Diploma1 (D1), Diploma 2 (D2), Diploma 3 (D3) dan Diploma 4
(D4) merupakan program terminasi sebagai satu program utuh, setiap jenjang
diploma akan menghasilkan keahlian atau kompetensi sesuai dengan level pada
KKNI. Sedangkan jenjang pendidikan vokasi S2 terapan dan S3 terapan merupakan
jenjang pendidikan setelah lulus Diploma4 atau sarjana (S1) terapan
Jalur dan jenjang pendidikan D1 dan D2 merupakan pendidikan untuk Akademi
Komunitas. Perguruan tinggi Akademi Komunitas menyelenggarakan pendidikan
vokasi setingkat Diploma 1 dan Diploma 2 dalam satu atau beberapa cabang ilmu
pengetahuan dan/atau teknologi tertentu yang berbasis keunggulan lokal atau untuk
memenuhi kebutuhan khusus. Mahasiswa yang selesai menempuh program
pendidikan ini akan mendapat Ahli Pratama dan Ahli Muda.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 4


Saat ini sedang dikembangakan wacana sistem pendidikan tinggi vokasi pada
universitas/institut/sekolah tinggi/politeknik/akademi mengikuti pola sistem
kooperatif 3-2-1. Diagram dibawah ini memperlihatkan contoh mekanisme sistem
dimaksud.

INDUSTRY AND POLYTECHNIC COLLABORATION


3-2 -1 Cooperative System

DIPLOMA -3
OUTPUT

Semester VI
PRODI 1 PRODI 2 PRODI 3

Semester V PRAKTIK INDUSTRI


Semester IV

KULIAH KHUSUS KULIAH KHUSUS


Semester III PRODI 1 PRODI 2
KULIAH DASAR
PRODI 3

Semester II
KULIAH DASAR PRODI
Semester I

INPUT SMA/SMK/MA

12

Sumber : Menko PMK

Gambar I.4. Diagram Sistem Pendidikan Tinggi Vokasi

Pendidikan vokasi memiliki ciri atau kekhasan dan mengutamakan dalam


menerapkan aspek-aspek praktis yang didukung oleh teori yang tepat. Hal ini untuk
membedakan terhadap pendidikan akademis yang lebih mengutamakan capaian
teoritis didukung aspek praktis. Ketepatan komposisi antara praktek dan teori
pendukung menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan proses pendidikan pada
pendidikan tinggi vokasi. Komposisi praktek lebih dominan dari pada teori menjadi
ciri khas pendidikan vokasi. Kuriklum dan pembelajaran menggunakan dual system
3-2-1 untuk jenjang pendidikan D3 masih relevan dan sesuai dalam penerapannya.
Mahasiswa, diawal belajar/kuliah diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan
di kampus selama tiga (3) semester dilanjutkan dengan dua (2) semester magang di
industri, dan diakhiri dalam satu (1) semester untuk menyelesaiakan pendidikan di
kampus atau di industri. Dalam penyelenggaraan ini pola pendidikan 3-2-1 institusi
pendidikan tinggi penyelenggara program vokasi bekerjasama dengan industri yang
relevan. Selama magang di industri, mahasiswa yang memiliki kompetensi dapat
memperoleh surat keterangan atau sertifikasi kompetensi. Pendidikan tinggi vokasi
secara khusus akan dikemukakan pada buku kurikulum pendidikan vokasi ini.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 5


5. Pengembangan Pendidikan Tinggi Vokasi

Gambar I.5. Hubungan Lulusan Perguruan Tinggi dan Jenjang KKNI

Dalam pengemebangan kurikulum pendidikan vokasi mata kuliah wajib umum


yakni Pancasila, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan dan Agama, harus diajarkan
kepada mahasiswa dengan memberikan muatan yang mampu menanamkan
karakter unggul untuk mendukung daya saing bangsa. Kemampuan penerapan etika
industri diajarkan sebagai bagian pendidikan secara umum (general education)
untuk memberikan dasar dan pemahaman tentang kedisiplinan, kualitas kerja
profesional, berkomunikasi dan berinteraksi dalam lingkungan kerja juga
pemahaman etika profesi dan tahapan kerja serta keselamatan kerja di industri.
Selain itu materi wawasan kebangsaan menjadi bagian kurikulum yang diajarkan
agar mahasiswa memiliki jiwa nasionalisme dalam membangun kemakmuran dan
kejayaan negara.

Merujuk Rencana Pengembangan Jangka Panjang Pendidikan Tinggi Indonesia


(RPJP-PT), 2011, kondisinya adalah sebagai berikut:
a. Indonesia kekurangan tenaga ahli bidang sains dan teknik,
b. Peningkatan nilai tambah terhadap sumber daya alam memerlukan penguasaan
sains (ilmu pengetahuan alam) dan teknik untuk menghasilkan inovasi produk
dan inovasi proses,
c. Perpanjangan rantai pasok suatu industri membutuhkan penguasaan sains (ilmu
pengetahuan alam),

Pendidikan Tinggi Vokasi | 6


d. Sains & teknik sangat diperlukan sebagai driver dan enabler pengembangan
industri
e. Untuk menghasilkan PDB yang tinggi diperlukan pengembangan jasa
berteknologi tinggi, yang memiliki nilai tambah sangat tinggi,
f. Indonesia masih tertinggal dalam knowledge economy, yang sangat besar
kontribusinya terhadap PDB di masa-masa mendatang,
g. Sektor manufaktur, baik teknologi tinggi maupun bukan, masih memberikan
nilai tambah yang tinggi sehingga diperlukan untuk peningkatan PDB
h. Sektor dengan nilai tambah tinggi masih didominasi sektor-sektor yang terkait
erat dengan sains dan teknik

Indikator sebagaimana dipaparkan di atas berlaku juga secara spesifik pada


institusi pendidikan tinggi vokasi dan politeknik. Pengembangan pendidikan tinggi
vokasi di masa mendatang dapat dilakukan secara akurat dan sistematis apabila
secara tepat dapat memotret kondisi penyelenggaraan pendidikan vokasi saat ini.
Sebagai gambaran saat ini jumlah program studi pendidikan diploma mencapai
kurang lebih 5355 yang tersebar baik di universitas, institut, sekolah tinggi,
politeknik dan akademi. Grafik berikut memperlihatkan proporsi jumlah program
studi vokasi yang ada saat ini.

Jumlah Program Studi Secara Nasional


per Mei 2015

Jenjang
Jumlah

Gambar I.6. Diagram Proporsi Sebaran Program Studi Vokasi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 7


Dari keseluruhan jumlah prodi vokasi dapat diambil contoh sebaran prodi di
politeknik mengikuti institusi penyelenggara nya, grafik pie berikut memperlihatkan
proporsi tersebut.

Gambar I.7. Diagram Proporsi Politeknik

Diagram Pie memperlihatkan proporsi politeknik swasta masih jauh lebih


banyak dari politeknik negeri dan politeknik kedinasan. Jumlah total politeknik saat
ini (tahun 2015) adalah 262 (Sumber : Forlap DIKTI dan PDPT, 12 Juli 2015). Jumlah
institusi di atas akan semakin berlipat jumlahnya jika menyertakan seluruh jenis
perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi. Khusus institusi
politeknik, jumlah tersebut di atas sesungguhnya telah melewai target jumlah
politeknik sebesar 180 tahun 2009 sebagaimana hasil studi yang dilakukan oleh ADB.
Dengan jumlah tersebut, sangat besar peluangnya bagi politeknik untuk dapat
berperan meningkatkan kualitas SDM yang mampu mengelola kekayaan sumber
daya Indonesia. Jumlah politeknik swasta yang lebih banyak dari politeknik negeri
dapat dimaknai positif bahwa keterlibatan masyarakat dalam menyelenggarakan
pendidikan politeknik sangat tinggi. Tentunya hal ini menjadi tanggung jawab semua
pihak untuk memajukan dan mengembangkan politeknik Indonesia.
Secara geografis, sebaran politeknik saat ini cenderung berada di pulau jawa.
Tabel berikut memperlihatkan diagram proporsi sebaran politeknik di Indonesia.
Daerah timur Indonesia cenderung masih rendah jumlah institusi politekniknya.
Tentu fakta ini menjadi tantangan semua pihak untuk memberikan perhatian lebih
baik pada area tersebut.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 8


Tabel 1. Sebaran Politeknik Indonesia

Dengan potensi yang dimiliki, berkaitan dengan jumlah dan sebaran geografis
dari institusi pendidikan politeknik, maka penting untuk secara tepat menentukan
arah secara menyeluruh pengembangan politeknik khususnya dan pendidikan tinggi
vokasi umumnya. Pengembangan tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:
Pendidikan Vokasi Politeknik selaras dengan program pengembangan ekonomi
nasional
Pendidikan Vokasi Politeknik menghasilkan lulusan yang mampu merespon
dinamika kebutuhan pasar kerja
Pendidikan Vokasi Politeknik mampu menghasilkan karya nyata yang
bernilai/berkontribusi ekonomis

B. Pengertian yang digunakan dalam panduan


a) Pendidikan vokasi (UUPT No.12 tahun 2012 penjelasan pasal 16 ayat 1) adalah
pendidikan yang menyiapkan Mahasiswa menjadi profesional dengan
keterampilan/kemampuan kerja tinggi. Kurikulum pendidikan vokasi disiapkan
bersama dengan Masyarakat profesi dan organisasi profesi yang bertanggung
jawab atas mutu layanan profesinya agar memenuhi syarat kompetensi
profesinya. Dengan demikian pendidikan vokasi telah mencakup pendidikan
profesinya.

b) Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian


pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan
sebagai pedoman penyelenggaraan program studi pendidikan profesional
dalam sejumlahbidang pengetahuan khusus dan berbasis vokasi (penerapan
teknologi tepat guna). Kurikulum pada pendidikan tinggi vokasi memiliki ciri
khas sebagai berikut:
1. Penyusunan kurikulum melibatkan Asosiasi, Industri, dan Stakeholder yang
terkait

Pendidikan Tinggi Vokasi | 9


2. Pada isi kurikulum terdiri dari mata kuliah yang menekankan pada
kompetensi terapan
3. Pengembangan kurikulum dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasar
lapangan pekerjaan dan perkembangan industri
4. Proses penerapan kurikulum pada pembelajaran vokasi dilakukan secara
sistem paket

c) Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan tinggi setelah pendidikan


menengah yang mencakup dan menunjang pada penguasaan keahlian terapan
tertentu, meliputi program pendidikan diploma 1, diploma 2, diploma 3 dan
diploma 4 yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1 (program
sarjana terapan), program magister terapan, program doktor terapan, dan
program profesi, serta program spesialis lulusan pendidikan tinggi vokasi akan
mendapatkan gelar vokasi, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi
berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia.

d) Kurikulum Pendidikan Tinggi dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi


dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk setiap Program
Studi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia, dan
keterampilan (UUPT No. 12/2012Pasal 35 ayat 1).

e) Kurikulum Pendidikan Tinggi untuk vokasi program sarjana dan program


diploma wajib memuat mata kuliah (UUPT No. 12/2012Pasal 35 ayat 1):
1. Agama;
2. Pancasila;
3. Kewarganegaraan; dan
4. Bahasa Indonesia.

f) Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber


belajar pada suatu lingkungan belajar pendidikan tinggi yang menunjang pada
penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan diploma 1,
diploma 2, diploma 3 dan diploma 4 yang setara dengan program pendidikan
akademik strata 1. Lulusan pendidikan tinggi vokasi akan mendapatkan gelar
vokasi.

g) Program studi adalah kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang


memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis
pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan/atau pendidikan tinggi vokasi
agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai
dengan sasaran kurikulum.

h) Mata kuliah atau modul adalah bungkus dari bahan kajian/ materi ajar yang
dibangun berdasarkan beberapa pertimbangan saat kurikulum disusun. Mata
kuliah dapat dibentuk berdasarkan pertimbangan kemandirian materi sebagai
cabang/ ranting/ bahan kajian bidang keilmuan tertentu atau unit keahlian
tertentu (parsial), atau pertimbangan pembelajaran terintergrasi dari
sekelompok bahan kajian atau sejumlah keahlian (sistem blok) dalam rangka
pemenuhan capaian pembelajaran lulusan yang dirumuskan dalam kurikulum.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 10


i) Mata kuliah pada pendidikian vokasi meliputi mata kuliah: (Permenristekdikti
44 pasal 17)
1. Teori
2. Praktikum
3. Workshop
4. Kerja praktek lapangan (On the Job Training)
5. Proyek akhir

j) Rencana pembelajaran semester (RPS) suatu mata kuliah adalah rencana


proses pembelajaran yang disusun untuk kegiatan pembelajaran selama satu
semester guna memenuhi capaian pembelajaran yang dibebankan pada mata
kuliah/ modul. Rencana pembelajaran semester atau istilah lain, ditetapkan dan
dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok
keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/ atau teknologi dalam program
studi.

k) Standar penilaian pembelajaran merupakan kriteria minimal tentang


penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa dalam rangka pemenuhan capaian
pembelajaran lulusan. Penilaian pembelajaran pada pendidikan tinggi vokasi
dilakukan dengan banyak model, diantaranya penilaian langsung, penilaian
tertulis, penilaian berbasis hasil, dan lainnya.

l) Kertas kerja adalah hasil kajian penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang menghasilkan prototype, prosedur baku, desain atau karya seni.

m) Laporan akhir dapat berasal dari permasalahan pada saat On The Job Training/
Kerja Praktek Lapangan dengan format yang telah ditetapkan dan lebih
diperdalam. Selain itu, laporan dapat juga ditulis sebagai pelengkap Tugas Akhir
yang berbentuk Karya Nyata.
Laporan menyajikan uraian lengkap jalannya pelaksanaan proyek, status
pelaksanaan proyek di lapangan pada saat laporan dibuat, ketercapaian
indikator yang telah ditetapkan, hambatan/ masalah yang dihadapi dalam
pelaksanaan proyek dan status penggunaan dana yang dilampiri dengan kuitansi
asli, juga evaluasi dampak proyek terhadap peningkatan kapasitas masyarakat
dalam bidang vokasi dan peningkatan kualitas di vokasi.

n) Laporan tertulis adalah uraian lengkap dari proses persiapan sampai dengan
proses akhir yang dituangkan secara tertulis

o) Sistem paketmerupakan sistem pembelajaran yang digunakan pada pendidikan


vokasi yang sudah dirancang sedemikian hingga, mulai dari semester awal
hingga semester akhir secara berurutan sehingga mahasiswa tidak perlu lagi
memilih matakuliah secara bebas. Mahasiswa harus menyelesaikan seluruh
matakuliah (lulus) dalam satu semester sebelum naik ke semester berikutnya.

p) Sistem blok adalah sebuah restrukturisasi jadwal harian untuk membuat unit
waktu masing-masing kelas, hingga menghasilkan bobot jumlah pertemuan
maupun capaian pembelajaran yang sama/ setara dengan kurikulum yang telah
dirancang.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 11


q) Satuan kredit semester (sks)adalah takaran waktu kegiatan belajar yang di
bebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran
melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas
keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu
program studi.

C. Kaitan kurikulum dengan SN Dikti 2015

SN Dikti 2015 yang telah ditetapkan oleh pemerintah mengatur seluruh aspek
dalam penyelenggaraan perguruan tinggi dimana salah satu aspek terpentingnya adalah
dalam pengembangn kurikulum. Seluruh jenis institusi pedidikan tinggi tidak terkecuali
Politeknik secara khusus dan semua penyelenggara pendidikan vokasi secara umum
harus mengikuti standar yang telah ditetapkan tersebut. Standar Nasional Pendidikan
Tinggi (SN-Dikti) meliputi standar kompetensi lulusan; standar isi pembelajaran; standar
proses pembelajaran; standar penilaian pembelajaran; standar dosen dan tenaga
kependidikan; standar sarana dan prasarana pembelajaran; standar pengelolaan
pembelajaran; dan standar pembiayaan pembelajaran.
Merujuk pada Pasal 5 Ayat 2 dan Bagaian Tiga tentang Standar Isi Pembelajaran,
kurikulum pendidikan vokasi harus mampu menciptakan suasana belajar bagi
mahasiswa untuk menguasai pengetahuan, ketrampilan dan sikap tertentu sesuai dengan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran
Lulusan (CPL).

Pendidikan Tinggi Vokasi | 12


Gambar I-8. Kurikulum dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi

Capaian pembelajaran lulusan pendidikan vokasi dirumuskan berdasarkan SN-


Dikti dan diskriptor KKNI sesuai dengan jenjang program studi nya. CPL terdiri dari
ranah sikap dan ketrampilan umum yang mengacu pada SN-Dikti, sedangkan ranah
ketrampilan khusus dan pengetahuan mengacu pada diskriptor KKNI sesuai dengan
jenjangnya sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 5 Ayat 3.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 13


BAB II Tahapan Pengembangan Kurikulum
A. Tahap Perancangan Kurikulum
Tahapan penyusunan kurikulum pada pendidikan akademik, vokasi, maupun
profesi secara prinsip tidak berbeda. Kekhasan kurikulum dari ketiga jenis
pendidikan tinggi tersebut terletak pada substansi atau isi dari setiap
tahapannya.
Tahap penyusunan KPT mencakup :
1. Menentukan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran (CP)
2. Memilih dan merangkai Bahan Kajian
3. Menyusun Mata Kuliah, Struktur Kurikulum, dan menentukan SKS
4. Menyusun Rencana Pembelajaran
Secara umum diagram alir penyusunan KPT adalah sebagai berikut :

Tahap inventarisasi informasi dan


Telaah Keprofesian dan Kebutuhan Masyarakat formulasi kevokasian, melibatkan
Keahlian dan dunia Profesional Asosiasi profesi, stake holder, PT,
maupun Prodisejenis

PROFIL LULUSAN Bagian kritis dimana peran lulusan
Capaian Pembelajaran ditentukan dan sesuai kekhasan
(CP) vokasi, level kualifikasi KKNI, dan
SNDIKTI

Pemilihan & Bobot Cocok dan mendukung kekhasan
Bahan Kajian vokasi maupun Kedalaman dan
Cakupan penguasaan materi

Membentuk Matakuliah Merangkai Struktur Merujuk pada SN DIKTI untuk sks dan
dan sks Kurikulum rangkaian/urutan penguasaan kajian

Rencana Pembelajaran Memilih strategi yang tepat dan
Semester (RPS) mendeskripsikan indikator kelulusan

Diagam alir di atas merupakan langkah minimum penyusunan kurikulum,


setiap pengembang kurikulum dapat menambahkan langkah lain sesuai dengan
tujuan masing-masing sejauh masih dalam koridor. Sangat disarankan selama
proses penyusunan melibatkan seluruh staf di program studi beserta perwakilian
stake holder untuk menjamin konvergensi konstruksi dari kurikulum program
studi dengan ciri dan kekhasan vokasi yang dominan.

1. Menentukan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran (CP)


a) Menentukan Profil Lulusan
Tidak ada kurikulum tanpa profil lulusan. Pernyataan profil lulusan merupakan
buktiakuntabilitas akademik program studi. Ciri dan kekhasan lulusan pendidikan
tinggi vokasi harus nampak pada profil lulusan.
Pendidikan Tinggi Vokasi | 14
Profil lulusan menjadi pembeda program studi satu terhadap program studi
lainnya.
Pernyataan profil lulusan merupakan kata benda.

Sebab utama adanya PROFIL Apasajakah peran lulusan program


program studi LULUSAN studi atau fungsinya di masyarakat
setelah lulus ?

Spesifikasi utama CP = CAPAIAN Apasajakah yang dapat/mampu
program studi PEMBELAJARAN dilakukan sesuai profil? Harus sesuai
KKNI, SNPT, dan memiliki kekhasan
vokasi

Langkah menyusun Profil Lulusan :


a. Lakukan studi pelacakan (tracer study) kepada pengguna potensial (dunia
kerja, industri, profesi dan bidang lain yang memerlukan penerapan
keahlian) yang sesuai dengan bidang studi, ajukan pertanyaan berikut :
berperan sebagai apa sajakah lulusan program studi setelah selesai
pendidikan? . Jawaban dari pertanyaan ini menunjukkan sinyal kebutuhan
pasar atau market signal sekaligus memberikan indikasi kekhasan vokasi.
b. Identifikasi peran lulusan berdasarkan tujuan diselenggarakannya
program studi sesuai dengan Visi dan Misi institusi. Lulusan juga harus
dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi sumberdaya yang
ada di Indonesia secara nyata.
c. Lakukan kesepakatan dengan program studi yang sama yang
diselenggarakan oleh perguruan tinggi lain sehingga ada penciri
kevokasian generik dari program studi.
d. Pernyataan profil tidak boleh keluar dari bidang kevokasian/keahlian
program studinya. Contoh: Program Studi Teknik Mesin tidak boleh
memiliki profil lulusan sebagai Medical Representativewalaupun
seandainya data hasil tracer studi ada sebagian yang menyatakannya.
e. Profil merupakan peran dan fungsi lulusan, bukan jabatan ataupun jenis
pekerjaan, namun dengan mengidentifikasi jenis pekerjaan dan jabatan
dapat membantu menentukan profil lulusan.
Dalam beberapa kasus khusus, pernyataan profil lulusan dapat dinyatakan lebih
deskriptif seperti contoh pada profil lulusan program studi Analis Kesehatan D3
berikut :
Nomor Profil Lulusan Program Studi Analis Kesehatan D3
1. Teknisi flebotomi
2. Teknisi laboratorium medik
3. Verifikator proses pemeriksaan laboratorium medik
4. Pelaksana promosi pelayanan laboratorium medik
5. Asisten peneliti

Pendidikan Tinggi Vokasi | 15


Disarankan untuk menyertakan deskripsi dari setiap pernyataan profil lulusan.
Deskripsi ini akan sangat membantu dalam melaksanakan tahap pengembangan
kurikulum berikutnya. Misalnya dalam menentukan CP ( Capaian Pembelajaran)

Profil Lulusan Program Studi Analis Kesehatan D3


Nomor Profil Lulusan Deskripsi Profil
1. Teknisi flebotomi Ahli Madya Teknologi Laboratorium Medik
dalam pengambilan spesimen darah,
penanganan cairan dan jaringan tubuh
manusia untuk menegakkan diagnosa klinis
2. Teknisi laboratorium Ahli Madya Teknologi Laboratorium Medik
medik dalam pemeriksaan darah dan cairan tubuh
serta bertanggung jawab terhadap kualitas
hasil pemeriksaan di laboratorium medik
3. Verifikator proses Pembukti (Verifikator) kesesuaian proses
pemeriksaan dengan standar dalam pemeriksaan di
laboratorium medik laboratorium medik
4. Pelaksana promosi pelaku penyampaian informasi pelayanan
pelayanan laboratorium laboratorium medik melalui komunikasi
medik secara efektif baik interpersonal maupun
profesional terhadap pasien, teman sejawat,
klinisi dan masyarakat
5. Asisten peneliti Pembantu (Asisten) proses penelitian dasar
dan terapan di bidang laboratorium medik

b) Merumuskan Capaian Pembelajaran

Sebab utama PROFIL Apasajakah peran lulusan


adanya program LULUSAN program studi? atau apa
studi fungsinya di masyarakat setelah
lulus?

Spesifikasi utama CP = CAPAIAN Apasajakah yang dapat/mampu
program studi PEMBELAJARAN dilakukan sesuai profil? Harus
sesuai KKNI dan SNDIKTI

Rujukan untuk menyusun CP adalah KKNI dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Format CP terdiri dari empat unsur. Menurut KKNI mencakup : Sikap/perilaku,
Kemampuan bekerja atau berkarya, Pengetahuan yang mendukung kemampuan, dan
Tanggung jawab/Hak/Wewenang. Menurut SN DIKTI mencakup : Sikap, Keterampilan
Umum, Keterampilan Khusus, dan Pengetahuan.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 16


Alur Menyusun Deskripsi CP

Ada beragam cara untuk menyusun CP, berikut adalah alur yang dapat dijadikan model.

Tambahkan sesuai dengan


Unsur Sikap pada SN

DIKTI
keunggulan/kekhasan
Prodi
Tambahkan sesuai dengan
Keterampilan Umum SN
PROFIL LULUSAN
DIKTI keunggulan/kekhasan
Prodi
(Beserta
Gunakan indikator jenjang
Deskripsinya) Keterampilan Khusus

dari KKNI
sebagai rujukan Deskripsi
CP
Gunakan indikator jenjang
Pengetahuan merujuk
KKNI sebagai rujukan Deskripsi
CP

a. Deskrisi CP unsur Sikap dan Keterampilan Umum diambil dari dari SN DIKTI bagian
lampiran sesuai dengan jenjang program studi. Deskripsi yang tertera pada
lampiran tersebut merupakan standar minimal dan dapat dikembangkan maupun
ditambah deskripsi capaian lain atau baru sesuai dengan keunggulan dan kekhasan
program studi (termasuk unsur tanggung dan hak).
b. Unsur Ketrampilan Khusus dan Pengetahuan dapat merujuk pada Deskriptor KKNI
unsur Kemampuan dan Pengetahuan sesuai dengan jenjangnya. Misal : Jenjang D4
dan D3 sesuai dengan jenjang 6 dan 5 pada KKNI.
c. Gunakan profil dengan deskripsinya untuk menurunkan CP. Ajukan pertanyaan
agar dapat berperan seperti pernyatan dalam profil tersebut, kemampuan dan
pengetahuan apa yang harus dicapai dan dikuasai? jawabannya bisa hanya satu
atau lebih.

Menurunkan CP dan Uraiannya

Profil lulusan Program Studi Analis Kesehatan D3 yang telah dilengkapi dengan
uraiannya di atas,
selanjutnya dibuat CP dan uraiannya dengan mengurutkan dari deskripsi profil,
deskripsi KKNI, dan hasil CP spesifik program studi.

CP dan uraiannya pada Program Studi D3 Analis Kesehatan


PROFIL + DESKRIPSI DESKRIPSI GENERIK URAIAN CP PRODI D3
KKNI LEVEL 5
Teknisi Flebotomi Mampu menyelesaikan Mampu melakukan
Ahli Madya Teknologi pekerjaan berlingkup luas, pengambilan spesimen
Laboratorium Medik memilih metode yang darah, penanganan cairan
dalam pengambilan sesuai dari beragam dan jaringan tubuh sesuai
spesimen darah, pilihan yang sudah prosedur standar, aman
penanganan cairan dan maupun belum baku dan nyaman untuk

Pendidikan Tinggi Vokasi | 17


jaringan tubuh manusia dengan menganalisis data, mendapatkan spesimen
untuk menegakkan serta mampu menunjukkan yang refresentatif untuk
diagnosa klinis kinerja dengan mutu dan pemeriksaan laboratorium.
kuantitas yang terukur.
Menguasai konsep Menguasai anatomi tubuh
teoritis bidang manusia, sistem sirkulasi
pengetahuan tertentu dan hemostasis, teknik
secara umum, serta mampu pengambilan darah vena
memformulasikan dan kapiler, flebotomi
penyelesaian masalah khusus dan keadaan sulit,
prosedural komplikasi, penanganan
pasien akibat tindakan
flebotomi, sistem
dokumentasi dan
penanganan spesimen,
quality assurance, serta
komunikasi dan patient
safety.
--- rujukan dari SNDIKTI Tidak ditampilkan
Teknisi Laboratorium Tidak ditampilkan Tidak ditampilkan
Medik
Ahli Madya Teknologi Tidak ditampilkan Tidak ditampilkan
Laboratorium Medik
dalam pemeriksaan Tidak ditampilkan Tidak ditampilkan
darah dan cairan tubuh
serta bertanggung
jawab terhadap
kualitas hasil
pemeriksaan di
laboratorium medik
.Profil lainnya..! dan seterusnya.. dan seterusnya..

Format penulisan CP seperti pada table di atas akan memudahkan dalam menurunkan
Bahan Kajian pada proses pengembangan kurikulum selanjutnya.

2. Memilih Bahan Kajian dan Menentukan Bobotnya


Pemilihan & Bobot Mempertimbangkan Kedalaman dan
Bahan Kajian Cakupan penguasaan materi

Memilih bahan kajian dapat ditelursuri dengan mengajukan pertanyaan : untuk dapat
menguasai semua unsur dalam Capaian Pembelajaran, bahan kajian apa saja (keluasan)
yang perlu dipelajari dan seberapa dalam (kedalaman) tingkat penguasaannya ?

Pendidikan Tinggi Vokasi | 18


Bahan kajian dapat diambil (bersumber) dari bidang keahlian penyusun program
studi. Tabel berikut umumnya dipergunakan untuk membantu membuat peta
(mapping) bahan kajian terhadap CP.

BASIS ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN SENI


DESKRIPSI CP PROGRAM STUDI
Utama Pendukung Penciri Lainnya
Sikap BK1
Keterampilan BK2
Umum
Keterampilan BK3 BK4
Khusus
Pengetahuan BK5 BK6

Tabel diatas adalah ilustrasi, masing masing program studi akan memiliki pola yang
spesifik sesuai dengan profil masing-masing.

Tanda blok memperlihatkan interseksi atau titik temu yang menggambarkan bahan
kajian (BK) yang harus diberikan untuk mencapai unsur CP tertentu dengan
mengambil bahan merujuk pada basis IPTEKS penyusun program studi.

Sebagai contoh, BK 3 adalah bahan kajian yang harus dipilih dari IPTEKS Utama untuk
mendukung tercapainya unsur Keterampilan Khusus deskripsi CP program studi di
tertentu.

Jumlah area yang diblok menunjukkan keluasan bahan kajian yang mendukung
penguasaan CP tertentu.

Setiap blok juga mengandung informasi, berapa dalam topik tersebut dipelajari
sehingga unsur CP yang didukungnya dapat tercapai.

Mengasosiasikan kedalaman bahan kajian dengan taksonomi Bloom dapat


mempermudah memperkirakan kedalaman relatif penguasaan bahan kajian untuk
unsur CP tertentu. Misalkan, BK2 dipelajari sedalam mahasiswa dapat
mengaplikasikan pengetahuannya untuk menyelesaiakan problem tertentu.
Penguasaa bahan kajian sampai tahap mengaplikasikan akan setara dengan
application pada aspek Kognitif taksonomi Bloom. Jika dibuat bobot relatif (sebagai
alat bantu) know = 1, understand = 2, dan application = 3, dan seterusnya, maka BK2
berbobot 3.

Bahan kajian selanjutnya harus disampaikan oleh seorang dosen kepada mahasiswa
melalui matakuliah tertentu.

3. Menyusun Mata Kuliah dan Menentukan sks nya

Mata kuliah adalah wadah dari satu atau lebih bahan kajian. Atau dengan kata lain,
mata kuliah adalah konsekuensi adanya bahan kajian yang harus dipelajari oleh
mahasiswa dan harus disampaikan oleh seorang dosen.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 19


Mata kuliah selanjutnya menjadi unsur penting yang menjadi satuan terkecil transaksi
belajar (satuan kredit, atau modul) mahasiswa yang dilayani oleh institusi pendidikan
tinggi vokasi untuk diukur ketercapaiannya.


Membentuk Matakuliah Merangkai Struktur Merujuk pada SN DIKTI untuk sks dan
dan sks Kurikulum rangkaian/urutan penguasaan kajian

Pola penentuan matakuliah dilakukan dengan memberi nama kelompok bahan kajian yang
setara, sejenis, atau mengikuti kaidah tertentu sesuai dengan kesepakatan program studi.

Nama matakuliah menyesuaikan dengan penamaan yang lazim dalam program studi sejenis
baik yang ada di Indonesia ataupun di Negara lain untuk menjamin kompatibilitas.

Berikut adalah contoh pengelompokan bahan kajian untuk menyusun matakuliah.

BASIS ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, DAN SENI PROGRAM


DESKRIPSI CP STUDI
Utama Pendukung Penciri Lainnya
Sikap BK1 MK1
Keterampilan MK2 BK2
Umum
Keterampilan BK3 MK3 BK4 MK4
Khusus
Pengetahuan BK5 BK6

Catatan :
Setiap satu bahan kajian (BK) hanya dapat masuk dalam satu mata kuliah (MK)
Satu mata kuliah (MK) dapat berisi satu bahan atau lebih bahan kajian (BK)
Setiap BK diberi bobot seuai dengan kedalaman materi yang disampaikan untuk
mencapai CP yang didukungnya.
Bobot bahan kajian dapat menggunakan tingkat kedalaman pembelajaran pada
taksonomi Bloom atau parameter ukur lain yang disepakati.

MATA KULIAH BAHAN KAJIAN BOBOT BK BOBOT MK


(MK) (BK) (Bb) (Bm)
MK1 BK1 Bb1 Bm1 = Bb1
BK3 Bb3 Bm2 = Bb3 +
MK2
BK5 Bb5 Bb5
BK2 Bb2 Bm3 = Bb2 +
MK3
BK4 Bb4 Bb4
MK4 BK6 Bb6 Bm4 = Bb6

Tabel di atas memperlihatkan hubungan antara mata kuliah (MK) dengan bahan kajian
(BK) sekaligus memperlihatkan bobot dari mata kuliah tersebut.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 20


Besarnya sks setiap mata kuliah dihitung dengan membagi bobot mata kuliah dibagi
dengan jumlah bobot dari seluruh matakuliah kemudian dikalikan dengan total sks
yang wajib ditempuh dalam satu siklus studi pada program studi.

sks MK = (jumlah bobot setiap MK atau Bm)/(jumlah total bobot seluruh BK) x total
sks seluruh mata kuliah program studi.

Bobot berguna untuk mengukur seberapa dalam bahan kajian pada mata kuliah
tersebut dikuasai oleh pembelajar (mahasiswa).

Bobot juga menjadi komponen utama dalam menentukan sks setiap mata kuliah.
Berikut diperlihatkan menghitung sks dengan menggunakan bobot pada mata kuliah.

Contoh: Jika untuk menyelesaikan seluruh mata kuliah pada tabel berikut adalah 16
sks, maka tabel sks dapat diisi dengan formula bobot MK dibagi total bobot dikalikan
total sks yang harus ditempuh.

Mata Kuliah Bobot MK Sks


(Bm)
(26/118) x 15 = 3,30 =
MK1 Flebotomi 26
3
(20/118) x 15 = 2,54 =
MK2 Komunikasi 20
3
MK3 Anatomi Fisiologi 15 (15/118) x 15 = 1,9 = 2
(35/118) x 15 = 4,45 =
MK4 Patofisiologi 35
4
MK5 Manajemen Lab. (22/118) x 15 = 2,79 =
22
3
Total 118 15

Cara menurunkan mata kuliah dengan sks seperti alur di atas hanyalah satu cara,
banyak cara lain yang dapat dipilih oleh pengembang kurikulum. Dipersilahkan untuk
mengeksplorasi cara lain yang dianggap lebih mudah dan akuntabel.

B. Tahap Perancangan Pembelajaran


Tahapan perancangan pembelajaran dilakukan secara sistematis, logis dan
terukur agar dapat menjamin tercapainya capaian pembelajaran lulusan (CPL) (Dick,
Carey, & Carey, 2014; Suparman, 2012). Adapun tahapan perancangan pembelajaran
tersebut dilakukan dalam tahapan sebagai berikut:
Mengidentifikasi CPL yang dibebankan pada matakuliah;
Merumuskan capaian pembelajaran mata kuliah (CP-MK) yang bersifat
spesifik terhadap mata kuliah berdasarkan CPL yang dibebankan pada MK
tersebut;

Pendidikan Tinggi Vokasi | 21


Merumuskan sub-CP-MK yang merupakan kemampuan akhir yang
direncanakan pada tiap tahap pembelajaran, dan dirumuskan berdasarkan
CP-MK;
Analisis pembelajaran (analisis kemampuan tiap tahapan belajar);
Menentukan indikator dan kreteria pencapaian kemampuan akhir tiap
tahapan belajar;
Mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran berdasarkan indikator
pencapaian kemampuan akhir tiap tahapan belajar;
Memilih dan mengembangkan model/metoda/strategi pembelajaran;
Mengembangkan materi pembelajaran;
Mengembangkan dan melakukan dan evaluasi pembelajaran.

1. Perancangan pembelajaran

a) Merumuskan Capaian Pembelajaran pada Mata Kuliah


Perancangan pembelajaran dipandang sebagai perancangan sebuah sistem
pembelajaran yang terdiri dari beberapa elemen, diantaranya: mahasiswa, dosen,
metoda pembelajaran, fasilitas belajar, materi pembelajaran, dan lain-lain yang
saling berhubungan dan terorganisir untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu. Perancangan rencana pembelajaran harus mengacu pada capaian
pembelajaran yang telah dibebankan pada matakuliah dan bahan kajian yang
dipilih.
Tahapan perancangan pembelajaran dilakukan secara sistematis, logis dan
terukur agar dapat menjamin tercapainya capaian pembelajaran lulusan (CPL).
CPL pada umum nya belum bersifat spesifik terhadap matakuliah, oleh karena itu
CPL yang dibebankan pada mata kuliah perlu dijabarkan dalam capaian
pembelajaran matakuliah (CPMK) (courses learning outcomes) dan Sub Capaian
Pembelajaran Mata kuliah (sub-CPMK) sebagai kemampuan akhir tiap tahapan
belajar (leasson learning outcomes) (Bin, 2015). Secara skematik penjabaran CPL
menjadi CPMK dan Sub-CPMK dapat dilihat pada diagram berikut:

Pendidikan Tinggi Vokasi | 22


Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yg dibebankan pada MK

Beberapa item CPL yang terdiri dari ranah sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus,
dan pengetahuan yang dibebankan pada suatu mata kuliah.

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)

CPMK (Courses Learning Outcomes) adalah capaian pembelajaran yang bersifat spesifik
terhadap mata kuliah mencakup aspek sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus dan
pengetahuan yg dirumuskan berdasarkan beberapa CPL yang dibebankan pada matakuliah.

Sub Capaian Pembeljaran Mata Kuliah (Sub-CPMK)

Sub-CPMK (Lesson learning outcomes) adalah merupakan penjabaran dari setiap CP-MK,
bersifat dapat diukur dan/atau diamati dan merupakan kemampuan akhir yang
direncanakan pada tiap tahap pembelajaran.

Gambar II-1. Perumusan CPMK dan Sub-CPMK dari CPL

Proses perumusan capaian pembelajaran yang dimulai dari capaian


pembelajaran lulusan, capaian pembelajaran mata kuliah dan sub capaian
pembelajaran mata kuliah bersifat menjabarkan (in line), makin spesifik, dapat
diukur dan diamati sampai pada tahapan kemampuan akhir mahasiswa pada
setiap mata kuliah atau kelompok mata kuliah, sedangkan dalam proses
pembelajaran pada setiap mata kuliah atau kelompok mata kuliah pencapaian
kemampuan akhir tiap tahapan belajar harus berkonstribusi pada pencapaian
capaian pembelajaran lulusan (CPL), dan juga harus berkonstribusi pada
pencapaian misi program studi/jurusan/departemen, fakultas (jika ada) dan visi-
misi perguruan tinggi.

b) Menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS)


Salah satu hasil dari perancangan pembelajaran berupa dokumen rencana
pembelajaran semester (RPS). RPS merupakan salah satu dari perangkat
pembelajaran, perangkat pembalajaran yang lain diantaranya adalah instrument
penilaian, monitoring proses pembelajaran, rencana tugas, bahan ajar, dan lain-
lain. Sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi pasal 12, RPS paling
sedikit memuat:
a) nama program studi, nama dan kode mata kuliah, semester, sks, nama dosen
pengampu;
b) capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;

Pendidikan Tinggi Vokasi | 23


c) kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk
memenuhi capaian pembelajaran lulusan;
d) bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;
e) metode pembelajaran;
f) waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap
pembelajaran;
g) pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang
harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
h) kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan
i) daftar referensi yang digunakan.

Satiap unsur RPS dalam ketentuan diatas, mengandung pengertian sebagai


berikut:
a) Nama program studi
Seharusnya sesuai dengan yang tercantum dalam ijin
pembukaan/pendirian/operasional program studi yang dikeluarkan oleh
Kementerian.
b) Nama dan kode, semester, sks mata kuliah/modul
Harus sesuai dengan rancangan kurikulum yang dijalankan.
c) Nama dosen pengampu
Dapat diisi lebih dari satu orang bila pembelajaran dilakukan oleh suatu tim
pengampu (Team teaching), atau kelas parallel.
d) Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah
CPL yang tertulis dalam RPS merupakan sejumlah capaian pembelajaran
lulusan yang dibebankan pada mata kuliah ini, yang bisa terdiri dari unsur
sikap, ketrampilan umum, ketrampilan khusus, dan pengetahuan. Rumusan
capaian pembelajaran lulusan yang telah dirumuskan dalam dokumen
kurikulum dapat dibebankan kepada beberapa mata kuliah, sehingga CPLyang
dibebankan kepada suatu mata kuliah merupakan bagian dari usaha untuk
memberi kemampuan yang mengarah pada pemenuhan CPL.
e) Kemampuan akhir yang direncanakan di setiap tahapan pembelajaran
Merupakan kemampuan tiap tahap pembelajaran yang diharapkan mampu
berkontribusi pada pemenuhan CPLyang dibebankan, atau merupakan jabaran
dari CP yang dirancang untuk pemenuhan sebagian dari CP lulusan.
f) Materi Pembelajaran
Adalah materi pembelajaran yang terkait dengan kemampuan akhir yang
hendak dicapai. Deskripsi materi pembelajaran dapat disajikan secara lebih
lengkap dalam sebuah buku ajar atau modul atau buku teks yang dapat

Pendidikan Tinggi Vokasi | 24


diletakkan dalam suatu laman sehingga mahasiswa peserta mata kuliah ini
dapat mengakses dengan mudah. Materi pembelajaran ini merupakan uraian
dari bahan kajian bidang keilmuan (IPTEKS) yang dipelajari dan dikembangkan
oleh dosen atau kelompok dosen program studi. Materi pembelajaran dalam
suatu mata kuliah dapat berisi bahan kajian dengan berbagai
cabang/ranting/bagian dari bidang keilmuan atau bidang keahlian, tergantung
konsep bentuk mata kuliah atau modul yang dirancang dalam kurikulum. Bila
mata kuliah disusun berdasarkan satu bidang keilmuan maka materi
pembelajaran lebih difokuskan (secara parsial) pada pendalaman bidang
keilmuan tersebut, tetapi apabila mata kuliah tersebut disusun secara
terintergrasi (dalam bentuk modul atau blok) maka materi pembelajaran dapat
berisi kajian yang diambil dari beberapa cabang/ranting/bagian bidang
keilmuan/keahlian dengan tujuan mahasiswa dapat mempelajari secara
terintergrasi keterkaitan beberapa bidang keilmuan atau bidang keahlian.
Kedalaman dan keluasan materi pembelajaran mengacu pada CPL yang
dirumuskan dalam kurikulum.
g) Metode pembelajaran
Penetapan metode pembelajaran didasarkan pada keniscayaan bahwa
kemampuan yang diharapkan telah ditetapkan dalam suatu tahap pembelajaran
akan tercapai dengan metode/model pembelajaran yang dipilih. Metode /
model pembelajaran bisa berupa: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus,
pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis
proyek, pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain yang
dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.
Setiap mata kuliah dapat menggunakan satu atau gabungan dari beberapa
metode pembelajaran.
h) Waktu
Waktu merupakan takaran waktu sesuai dengan beban belajar mahasiswa dan
menunjukan kapan suatu kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Waktu dalam
satu semester yakni mulai minggu ke 1 sampai ke 16 (bisa 1/2/3/4 mingguan)
dan waktu yang disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap
kegiatan pembelajaran. Penetapan lama waktu di setiap tahap pembelajaran
didasarkan pada perkiraan bahwa dalam jangka waktu yang disediakan rata-
rata mahasiswa dapat mencapai kemampuan yang telah ditetapkan melalui
pengalaman belajar yang dirancang pada tahap pembelajaran tersebut.
i) Pengalaman belajar mahasiswa
Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang
harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester, adalah bentuk kegiatan
belajar mahasiswa yang dipilih agar mahasiswa mampu mencapai kemampuan
yang diharapkan di setiap tahapan pembelajaran. Proses ini termasuk di
dalamnya kegiatan asesmen proses dan hasil belajar mahasiswa.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 25


j) Kriteria, indikator, dan bobot penilaian
Penilaian mencakup prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan
transparan yang dilakukan secara terintegrasi. Kriteria menunjuk pada standar
keberhasilan mahasiswa dalam sebuah tahapan pembelajaran, sedangkan
indikator merupakan unsur-unsur yang menunjukkan kualitas kinerja
mahasiswa. Bobot penilaian merupakan ukuran dalam prosen (%) yang
menunjukkan prosentase keberhasilan satu tahap penilaianterhadap nilai
keberhasilan keseluruhan dalam mata kuliah. RPS dapat disusun dalam bentuk
tabel seperti contoh pada 8.
k) Daftar referensi
Berisi buku atau bentuk lain nya yang dapat digunakan sebagai sumber belajar
dalam pembelajaran mata kuliah.
Sedangkan format RPS dalam bentuk tabulasi, pada dasarnya dapat dikembangkan
sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perguruan tinggi masing-masing.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 26


c) Contoh RPS
Berikut adalah contoh RPS mata kuliah Pembangkit Listrik Tenaga Alternatif (PLT Alt) dengan bobot 3 sks. Contoh tersebut lengkap
untuk kegiatan belajar 2 minggu. Pada prinsip nya masing-masing perguruan tinggi dapat mengembangkan RPS nya dalam bentuk
tabulasi yang berbeda, namun yang perlu diperhatikan adalah RPS tersebut harus mengandung minimal item-item sesuai dengan
Standar Nasional Pendidikan Tinggi pasal 12 yang dijelaskan pada bagian b) di atas.

RPS (Rencana Pembelajaran Semester)


Nama Mata Kuliah : Pembangkit Listrik Tenaga Alternatif (PLT Alt)
Kode MK : JTKE7763
Semester :5
Bobot : 3 sks
Jurusan : Teknik Konversi Energi
Prodi : D-III Konversi
Dosen Pengampu : S Paryanto

Capaian Pembelajaran Lulusan yang dibebankan :

1. Dapat menggunakan matematika terapan maupun pengetahuan yang sesuai dan prinsip rekayasa dalam membuat rancangan
sederhana sistem pembangkit listrik menggunakan sumber energi alternative atau terbarukan.
2. Bertanggung jawab dan dapat melaksanakan kode etik profesi sebagai konsekwensi dari kemampuan menghasilkan rancangan
dan pembuatan PLT Alternatif;
3. Mampu menggunakan perangkat dan peralatan maupun komponen power elektronik, peralatan konversi energi primer, sistem
prime mover, control dan manajemen daya dan juga peralatan pendukung untuk membuat dan mengoperasikan PLT Alternatif.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 27


4. Menguasai prinsip dan teknik perancangan rekayasa meliputi sumber-sumber energi terbarukan dan alternative, sifat dan
karakteristik energi altenatif, parameter dan variabel keenergian, optimalisasi dan efesiensi sistem, pemilihan komponen
sistem konversi energi, manajemen energi, dan dilengkapi dengan pemahaman aspek sosio ekonomi maupun lingkungan;
5. Menguasai prinsip survey ,pengujian, dokumentasi dan perhitungan, juga dapat melakukan simulasi menggunakan perangkat
lunak ataupun tool bantu uji yang umum maupun yang terbaru dan menyajikannya dalam laporan atau dokumentasi yang
konvergen (terbaca, padat informasi dan data, sekaligus bermakna);

Hasil Belajar Mata Kuliah Yang Diharapkan :

Mahasiswa memiliki kemampuan mengidentifikasi potensi energi terbarukan/ alternatif yang berpeluang untuk dikonversikan ke
energi listrik dengan meninjau kemampuan produksi dan pengaruh terhadap lingkungan. Dalam melakukan perencanaan dan
perancangan sistem konversi energi primer ke energi listrik, mahasiswa mampu memilih teknik/cara yang paling efesien dengan
membuat perbandingan terhadap sistem setera yang telah ada. Mahasiswa juga dapat memilih komponen konversi yang paling
sesuai/tepat berdasarkan perhitungan matematik yang didukung oleh rumus konversi energi yang telah terbukti. Mahasiswa juga
mampu menjelaskan konsep teoritis dari PLT alternative secara umum maupun secara spesifik untuk setiap jenis sumber energi yang
dipelajari. Penjelasan tersebut dapat disampaikan secara lisan dan juga tertulis dalam dokumen yang sistematis sesuai dengan kaidah
penulisan ilmiah.

Tabel RPS

Kemampu Bahan Kriteria Penilaian dan


Mi Referen
an Akhir Kajian Pengalaman Indikator Kelulusan
ng Bentuk Bobo si
Yang (Materi Waktu Belajar
gu Pembelajaran Kriteria t
Diharapka Pembelaja Mahasiswa Indikator
ke Penilaian
n ran)
1 2 3 4 6 7 8 9 10
Memahami Potensi Tatap muka dalam 3 x 50 Menginternalisasi Keaktifan Kuantitatif 5% 1,2,3
1 sifat dan energi kelas: menit pengetahuan dalam kelas :
karakteristi alternatif tentang sifat dan khususnya

Pendidikan Tinggi Vokasi | 28


k sumber dan Ceramah; karakterisitik dalam Jumlah
energi terbarukan berdiskusi sumber energi menyampai- bahasan
alternatif/t kelompok alternatif/ kan dan
erbarukan terbarukan
3 x 60 pendapat jawaban
dan dapat berdasarkan
mengidenti Penugasan menit pemahaman tentang tentang
fikasi terstruktur: pengetahuan awal manfaat, manfaat,
potensi diskusi dan dengan informasi potensi, sifat potensi,
sumber memberikan actual. dan sifat dan
serta ilustrasi / contoh karakteristik karakteristi
mengetahu kasus, merangkum
3 x 60 energi k energi
i cara poin penting dalam Menyempaikan
peta informasi, menit alternatif. alternatif
mengoploit pendapat dan
asi-nya presentasi hasil yang dapat
memberikan
(C2,P3,A3) diskusi; disebutkan
jawaban relevan
; Peran dan secara
dalam diskusi.
Conceptua keterlibatan tepat.
l Mandiri : Memposisikan
secara aktif dalam dalam
Variasi dan
Mencari informasi diskusi kelompok diskusi
keluasan
dari referensi yang serta menghargai mencakup
dari
berkaitan dengan ragam pendapat presentasi
referensi
bahan kajian untuk lain dn dan
yang
merekonstruksi meletakkannya menjawab
dipergunak
pengetahuan dalam dalam kebenaran pertanyaan.
an
mencapai hasil ilmiah.
belajar(Tugas 1)
Kualitatif :

Pendidikan Tinggi Vokasi | 29


Mendapatkan cara Relevansi Kejelasan
efektif dalam dan dalam
mencari referensi kebaruan menyampa
ikan
berkaitan dengan dari
pendapat,
potensi energi referensi/ba bertanya,
alternatif baik local han yang dan
atau nasional dan diperoleh/di menjawab.
merangkum ergunakan Interaksi
menjadi bahan sebagai kooperatif
diskusi yang rujukan dalam
diskusi.
konvergen. diskusi
Dan
kebaruan
maupun
Instrumen : relevansi
referensi
Rubrik yang
deskriptif. dipergunak
an.
2 Memahami Karaktersit Tatap muka dalam 3 x 50 Menginternalisasi Keaktifan Kuantitatif
karakteristi ik dan kelas: menit pengetahuan dalam kelas :
k dan metoda Ceramah; tentang khususnya Jumlah
method konversi berdiskusi karakterisitik dan bahasan
dalam
konversi energi kelompok method konversi dan
energi terbarukan energi alternatif/ menyampai-
3 x 60 kan jawaban
alternatif/t terbarukan melalui
erbarukan Penugasan menit model ataupun pendapat tentang
dan dapat terstruktur: contoh yang telah tentang method
membuat ada maupun trend

Pendidikan Tinggi Vokasi | 30


sketsa diskusi kelompok masa depan sesuai method teknik dan
diagram contoh kasus pada informasi actual. teknik dan karakteristi
blok sistem konversi karakteristik k energi
komponen energi alternatif
Menyempaikan energi alternatif
rancangan yang telah ada saat
sistem ini, membahas pendapat dan alternatif beserta
3 x 60 beserta keuntunga
konveri kelemahan dan memberikan
umum keunggulannya menit keuntungan n dan
jawaban relevan
(C2,P3,A3) maupun untung dan dan kerugianny
dalam diskusi.
; ruginya; kerugiannya. a yang
Conceptua Memposisikan
secara aktif dalam dapat
l
Mandiri : diskusi kelompok disebutkan
serta menghargai Peran dan secara
Memperoleh keterlibatan tepat.
ragam pendapat
referensi untuk dalam
lain dn
mendapat kan diskusi
meletakkannya
informasi terbaru mencakup Variasi dan
dalam kebenaran
maupun yang telah presentasi keluasan
ilmiah.
proven dari dasar dan dari
sistem energi menjawab referensi
alternatif/terbaruk pertanyaan. yang
an (Tugas 1) Mendapatkan cara
efektif dalam dipergunak
mencari referensi an
berkaitan dengan Relevansi
method, teknik dan dan Kualitatif :
karakteristik kebaruan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 31


konversi energi dari Kejelasan
alternatif baik local referensi/ba dalam
atau nasional dan han yang menyampa
ikan
merangkum diperoleh/di
pendapat,
menjadi bahan ergunakan bertanya,
diskusi yang sebagai dan
konvergen. rujukan menjawab.
diskusi Interaksi
kooperatif
dalam
diskusi.
Instrumen : Dan
kebaruan
Rubrik maupun
deskriptif. relevansi
referensi
yang
dipergunak
an.
Potensi Hanya contoh. Hanya contoh. Hanya
dan contoh.
ragam/jeni
s konversi
energi
3,4 surya

dst

Pendidikan Tinggi Vokasi | 32


2. Proses pembelajaran
Pembelajaran adalah proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Ilustrasi skematik pembelajaran
ditunjukan pada gambar II-2. Prinsip pembelajaran berpusat pada mahasiswa
dengan karakteristik proses pembelajaran: interaktif, holistik, integratif,
saintifik, kontekstual, tematik, efektif, dan berpusat pada mahasiswa.

Tabel 2. Karakteristik Proses Pembelajaran


No Karakteristik Pengertian nya
1 Interaktif capaian pembelajaran lulusan diraih dengan
mengutamakan proses interaksi dua arah antara
mahasiswa dan dosen.
2 Holistic proses pembelajaran mendorong terbentuknya pola
pikir yang komprehensif dan luas dengan
menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal
maupun nasional.
3 Integrative capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses
pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi
capaian pembelajaran lulusan secara keseluruhan
dalam satu kesatuan program melalui pendekatan
antardisiplin dan multidisiplin.
4 Saintifik capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses
pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah
sehingga tercipta lingkungan akademik yang
berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah ilmu
pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama
dan kebangsaan.
5 Kontekstual capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses
pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan
kemampuan menyelesaikan masalah dalam ranah
keahliannya.
6 Tematik capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses
pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik
keilmuan program studi dan dikaitkan dengan
permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin.
7 Efektif capaian pembelajaran lulusan diraih secara berhasil
guna dengan mementingkan internalisasi materi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 33


secara baik dan benar dalam kurun waktu yang
optimum.
8 Kolaboratif capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses
pembelajaran bersama yang melibatkan interaksi
antar individu pembelajar untuk menghasilkan
kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
9 Berpusat pada capaian pembelajaran lulusan diraih melalui proses
mahasiswa pembelajaran yang mengutamakan pengembangan
kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan
mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam
mencari dan menemukan pengetahuan.

Gambar II-2. Skematik Pengertian Pembelajaran Mahasiswa

Proses pembelajaran mahasiswa wajib menggunakan metode


pembelajaran yang efektif, oleh sebab itu pemilihan metode pembelajaran
disesuaikan dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dan
karakteristik masing-masing mata kuliah. Beberapa metode pembelajaran yang
dapat dipilih adalah: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran
kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek,
pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain. Proses
pembelajaran pada tiap mata kuliah dapat menggunakan satu atau lebih metode
pembelajaran yang sesuai secara efektif dapat memfasilitasi pemenuhan
capaian pembelajaran lulusan, sedangkan bentuk pembelajaran dapat berupa:
kuliah, responsi dan tutorial, seminar, dan praktikum, praktik studio, praktik
bengkel, atau praktik lapangan. Pada program pendidikan diploma empat,

Pendidikan Tinggi Vokasi | 34


program magister terapan, dan program doktor terapan, wajib ditambah
bentuk pembelajaran berupa penelitian, perancangan, atau pengembangan.
Ketentuan dalam pelaksanaan pembelajaran, diantaranya:
1) Beban belajar mahasiswa dinyatakan dalam besaran sks.
2) Semester merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama
paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester dan
ujian akhir semester.
3) Satu tahun akademik terdiri atas 2 (dua) semester dan perguruan tinggi
dapat menyelenggarakan semester antara.
4) Semester antara sebagaimana dimaksud diselenggarakan:
selama paling sedikit 8 (delapan) minggu;
beban belajar mahasiswa paling banyak 9 (sembilan) sks;
sesuai beban belajar mahasiswa untuk memenuhi capaian pembelajaran
yang telah ditetapkan.
5) Apabila semester antara diselenggarakan dalam bentuk perkuliahan, tatap
muka paling sedikit 16 (enam belas) kali termasuk ujian tengah semester
antara dan ujian akhir semester antara.
Dimulai dari sini
3. Ragam pembelajaran pada pendidikan tinggi vokasi
Paradigma pembelajaran telah bergeser dari pembelajaran berpusat pada dosen ke
pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pergeseran tersebut menyentuh semua
aspek pembelajaran, yang mencakup beberapa segi berikut: pengetahuan, peserta
didik, tujuan pendidik, hubungan, konteks, asumsi tentang pembelajaran, cara
mendapatkan pengetahuan, epistemologi, dan iklim. Dalam paradigma lama,
pengetahuan ditransfer dari dosen ke peserta didik, yang diperlakukan sebagai
tabung kosong yang perlu diisi pengetahuan tersebut. Pendidik mengisi tabung
tersebut dengan menuangkan pengetahuan yang dimilikinya. Jadi, peserta didik
sangat tergantung pada pendidiknya. Kemudian, dari hasil transfer pengetahuan
tersebut, pendidik manggolongkan dan memilah peserta didik.

Dalam pembelajaran pendidik membangun hubungan formal atau nirpribadi


dengan peserta didik dan juga mendorong peserta didik untuk membangun
hubungan nirpribadi di antara mereka dalam konteks yang kompetitif dan
individualistik. Pembelajaran sendiri diasumsikan dapat dilakukan oleh setiap ahli.
Artinya, siapapun bisa mengajar asal memiliki keahlian meski tanpa pendidikan dan
pelatihan kedosenan. Kemudian, pengetahuan diperoleh melalui penerapan logika-
ilmiah dengan postur reduksionis dari segi epistomologi , terbatas pada hal-hal yang
dapat ditangkap oleh indra kita sehingga terukur , dan pengetahuan tersebut
dipelajari lewat hafalan. Iklim pembelajaran dibangun dengan menekankan
ketaatan dan keseragaman budaya. Semua ini bergeser menjadi paradigma di mana
peserta didik menjadi tumpuan perhatian. Pengetahuan tidak lagi ditransfer ke otak

Pendidikan Tinggi Vokasi | 35


peserta didik, melainkan diyakini bahwa pengetahuan dikonstruksi bersama-sama
oleh pendidik dan peserta didik, yang dianggap sebagai konstruktor aktif, penemu,
dan pentransformasi pengetahuan.

Strategi belajar dianggap lebih penting daripada strategi mengajar dan peserta didik
dilatih menggunakan strategi belajar agar dapat mandiri dalam meningkatkan
keberhasilan belajarnya. Pendidik mengembangkan kompetensi dan bakat peserta
didik yang berbeda-beda. Ini semua dilakukan dalam hubungan transaksional
pribadi antara pendidik dan peserta didik. Hubungan tersebut memungkinkan
terjadinya negosiasi antara pendidik/dosen dan peserta didik/pembelajar dalam
hal-hal penting yang menyangkut pembelajarannya. Selaras dengan semua ini
konteksyang tumbuh subur adalah konteks pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif dan pembelajaran tim kooperatif dan kolaboratif baik di antara peserta
didik maunpun di antara para pendidik dan administrator. Dengan kepedulian pada
kemandirian peserta didik dalam mengembangkan kemampuan dan bakatnya yang
berbeda-beda, pembelajaran dipandang sebagai pekerjaan yang kompleks dan oleh
sebab itu untuk menjadi pendidik, seseorang memerlukan pendidikan dan pelatihan
kependidikan/kedosenan yang memadai. Pengetahuan diperoleh melalui naratif
dengan epistemologi kostruktivis, yaitu peserta didik secara aktif mengonstruksi
atau membangun pengetahuan dengan mengaitkan berbagai femomena yang
diamati dan dialami dalam konteks keberagaman, penghargaan pribadi,
kemajemukan budaya dan kebersamaan (Johnson & Smith, 1991).

Paradigma lama dilandasi asumsi John Locke bahwa pikiran peserta didik yang
belum terlatih sama dengan kertas kosong yang menunggu dosen untuk
menulisinya. Belajar termasuk memanfaatkan teknologi yang tersedia, baik
berfungsi sebagai sumber informasi pembelajaran maupun sebagai alat untuk
memberdayakan mahasiswa dalam mencapai keterampilan utuh (intelektual,
emosional, dan psikomotor) yang dibutuhkan.SCL diperlukan dengan alasan
sebagai berikut:
Karena konsekuensi penerapan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang mengikuti
standar nasional pendidikan tinggi dan KKNI.
Untuk mengantisipasi dan mengakomodasi perubahan dalam bidang sosial,
politik, ekonomi, teknologi dan lingkungan, yang menyebabkan informasi dalam
buku teks lebih cepat kadaluarsa.
Di masa mendatang, dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang terdidik dan
berkemampuan tinggi, yang mampu bekerja sama dalam tim, memiliki
kemampuan memecahkan masalah secara efektif, mampu memproses dan
memanfaatkan informasi, serta mampu memanfaatkan teknologi secara efektif
dalam pasar global, dalam rangka meningkatkan produktivitas. Oleh sebab itu,
proses pembelajaran harus difokuskan pada pemberdayaan dan peningkatan
kemampuan mahasiswa dalam berbagai aspek ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni. Mahasiswa sebagai subyek pembelajaran, yang perlu diarahkan untuk
belajar secara aktif membangun pengetahuan dan keterampilannya dengan cara
bekerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 36


Hal-hal yang mendukung :
rumusan SCL jelas, mengikuti matrik dimensi pengetahuan dan dimensi proses
pembelajaran sehinga mudah dimengerti dan asses hasilnya;
pembelajaran responsif terhadap cara belajar, minat, dan motivasi mahasiswa;
penumbuhan sifat sosial dan berkehidupan masyarakat;
pembelajaran bersifat kontekstual
pembelajaran yang menyenangkan
pemberian umpan balik yang bermakna dan tepat waktu bagi mahasiswa.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan agar pembelajaran menjadi aktif, kreatif,
dinamis, dialogis dan efektif pada model pembelajaran SCL adalah:
Memahami tujuan dan fungsi belajar di mana seorang dosen perlu memahami
konsep-konsep mendasar dan cara belajar sesuai dengan pengalaman
mahasiswa serta memusatkan pembelajaran pada mahasiswa.
Mengenal mahasiswa sebagai individu beserta perbedaan kemampuannya,
untuk menentukan berbagai metode dan strategi untuk mendorong kreativitas.
Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang serta memanfaatkan
organisasi kelas agar mahasiswa dapat saling membantu dalam melakukan
tugas belajar tertentu.
Mengembangkan kreativitas dan kemampuan berfikir kritis dan pemecahan
masalah
Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar serta memberikan muatan
nilai, etika, estetika, dan logika.
Memberikan umpan balik yang baik untuk mendorong kegiatan belajar.
Menyediakan pengalaman belajar yang beragam.

Perbedaan-perbedaan antara pembelajaran berpusat pada dosen (TCL) dan


pembelajaran berpusat pada pembelajar (SCL) dapat dilihat pada tabel di bawah.
TCL (Teacher Centered Learning) SCL (Student Centered Learning)

A Pengetahuan ditransfer dari dosen Mahasiswa secara aktif


ke mahasiswa mengembangkan pengetahuan dan
keterampilan yang dipelajarinya

B Mahasiswa menerima pengetahuan Mahasiswa secara aktif terlibat di


secara pasif dalam mengelola pengetahuan

C Lebih menekankan pada Tidak hanya menekankan pada


penguasaan materi penguasaan materi tetapi juga
dalam mengembangkan karakter
mahasiswa (life-long learning)

D Biasanya memanfaatkan media Memanfaatkan banyak media


tunggal (multimedia)

Pendidikan Tinggi Vokasi | 37


E Fungsi dosen atau dosen sebagai Fungsi dosen sebagai fasilitator dan
pemberi informasi utama dan evaluasi dilakukan bersama dengan
evaluator mahasiswa.

F Proses pembelajaran dan penilaian Proses pembelajaran dan penilaian


dilakukan secara terpisah dilakukan saling berkesinambungan
dan terintegrasi

G Menekankan pada jawaban yang Penekanan pada proses


benar saja pengembangan pengetahuan.
Kesalahan dinilai dapat menjadi
salah satu sumber belajar.

H Sesuai untuk mengembangkan ilmu Sesuai untuk pengembangan ilmu


dalam satu disiplin saja dengan cara pendekatan
interdisipliner

I Iklim belajar lebih individualis dan Iklim yang dikembangkan lebih


kompetitif bersifat kolaboratif, suportif dan
kooperatif

J Hanya mahasiswa yang dianggap Mahasiswa dan dosen belajar


melakukan proses pembelajaran bersama di dalam mengembangkan
pengetahuan, konsep dan
keterampilan.

K Perkuliahan merupakan bagain Mahasiswa dapat belajar tidak


terbesar dalam proses hanya dari perkuliahan saja tetapi
pembelajaran dapat menggunakan berbagai cara
dan kegiatan

L Penekanan pada tuntasnya materi Penekanan pada pencapaian


pembelajaran kompetensi peserta didik dan bukan
tuntasnya materi.

M Penekanan pada bagaimana cara Penekanan pada bagaimana cara


dosen melakukan pembelajaran mahasiswa dapat belajar dengan
menggunakan berbagai bahan
pelajaran, metode interdisipliner,
penekanan pada problem based
learning dan skill competency.

Terdapat beragam metode pembelajaran untuk SCL, di antaranya adalah:

i. Small Group Discussion

Pendidikan Tinggi Vokasi | 38


ii. Role-Play & Simulation
iii. Case Study
iv. Discovery Learning (DL)
v. Self-Directed Learning (SDL)
vi. Cooperative Learning (CL)
vii. Collaborative Learning (CbL)
viii. Contextual Instruction (CI)
ix. Project Based Learning (PjBL)
x. Problem Based Learning and Inquiry (PBL)

Karakteristik Pendidikan Tinggi Vokasi

Keterangan Pendidikan Vokasi

Profil lulusan Profil berorientasi pada profesi dan


dunia kerja

Capaian Pembelajaran

Sikap Profesional

Terstandar

Pengetahuan Praktis

Keterampilan Khusus Lebih ditekankan pada kebutuhan


dunia kerja

Keterampilan Umum Tanggungjawab terhadap lingkup


kerja dan mengikuti 39tandard an
prosedur yang baku

Struktur Kurikulum Serial (didasarkan pada bahan kajian


prasyarat dan urutan pencapaian
kemampuan)

Metode Pembelajaran

1. Small Group Discussion 1. Relevan


2. Role-Play & Simulation 2. Sangat Relevan
3. Case Study 3. Sangat Relevan
4. Discovery Learning (DL) 4. Relevan
5. Self-Directed Learning 5. Relevan
6. Cooperative Learning (CL) 6. Sangat Relevan
7. Collaborative Learning 7. Sangat Relevan
8. Contextual Instruction (CI) 8. Sangat Relevan
9. Project Based Learning 9. Sangat Relevan
10. Problem Based Learning and Inquiry 10. Sangat Relevan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 39


Media Pembelajaran Memerlukan alat peraga yang dapat
mensimulasikan kondisi riil kerja

SDM (Dosen & Tenaga Kependidikan) Memiliki keahlian dan keterampilan


yang sesuai dengan kebutuhan dunia
usaha dan industriserta profesi

Penelitian Terapan dan Inovasi

Sarana-prasarana Dibutuhkan lab/bengkel/studio yang


menunjang pencapaian kompetensi
kerja

Contoh ragam pembelajaran lebih mendalam diuraikan dan dikaji dalam Buku
Pedoman Teknologi Pembelajaran Pendidikan Vokasi.

4. Penilaian dan Evaluasi pembelajaran


Proses pembelajaran dan hasil belajar mahasiswa perlu dilakukan penilaian
dan evaluasi dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan. Penilaian dan
evaluasi dalam pembelajaran harus memiliki prinsip edukatif, otentik, objektif,
akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi.
Penilaian atau asesmen adalah proses mengindentifikasi, mengumpulkan, dan
mempersiapkan data dan informasi yang bertujuan untuk mengevaluasi capaian
hasil belajar mahasiswa dan pencapaian tujuan program pendidikan.
Evaluasi pembelajaran adalah proses menginterpretasi atau menafsirkan data
beserta bukti-bukti nya dari hasil proses penilaian. Evaluasi pembelajaran
digunakan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa telah mencapai capaian
pembelajaran nya. Hasil evaluasi digunakan untuk memutuskan tidak lanjut dari
capaian pembelajaran mahasiswa.
Beberapa perbedaan penting antara penilaian dan evaluasi dapat
digambarkan pada table sebagai berikut:
Tabel 3. Perbedaan antara Penilaian dan Evaluasi
Dimensi Penilaian Evaluasi
Waktu Dalam proses Akhir proses
Fokus pengukuran Berorientasi pada proses Berorientasi pada hasil
Standar pengukuran Absolut (individu) Membandingkan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 40


Temuan & kegunaan diagnostik memustukan
Modifiability kreteria,
Fleksibel tetap
langkah-langkah
Hubungan antara penilai
Reflektif menentukan
dan yg dinilai

a) Pengertian Penilaian Pembelajaran


Penilaian atau asesmen adalah proses mengindentifikasi, mengumpulkan,
dan mempersiapkan data dan informasi yang bertujuan untuk mengevaluasi
capaian hasil belajar mahasiswa dan pencapaian tujuan program pendidikan
(Arends, 2008; ABET Board of Directors, 20015). Bentuk penilaian secara
formal dapat berupa tugas, tes tulis, tes lisan, kuis, ujian tengah semester,
ujian kahir semester, laporan kegiatan praktek, dan bentuk tes lainnya yang
dapat menghasilkan informasi yang menggambarkan pencapaian kinerja
belajar mahasiswa.
Penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa mencakup prinsip penilaian;
teknik dan instrumen penilaian; mekanisme dan prosedur penilaian;
pelaksanaan penilaian; pelaporan penilaian; dan kelulusan mahasiswa.
1) Prinsip Penilaian

Tabel 4. Prinsip Penilaian


Prinsip
No Pengertian
Penilaian
1 Edukatif merupakan penilaian yang memotivasi
mahasiswa agar mampu:
a. memperbaiki perencanaan dan cara
belajar; dan
b. meraih capaian pembelajaran lulusan.
2 Otentik merupakan penilaian yang berorientasi pada
proses belajar yang berkesinambungan dan
hasil belajar yang mencerminkan
kemampuan mahasiswa pada saat proses
pembelajaran berlangsung.
3 Objektif merupakan penilaian yang didasarkan pada
stndar yang disepakati antara dosen dan
mahasiswa serta bebas dari pengaruh
subjektivitas penilai dan yang dinilai.
4 Akuntabel merupakan penilaian yang dilaksanakan
sesuai dengan prosedur dan kriteria yang
jelas, disepakati pada awal kuliah, dan
dipahami oleh mahasiswa.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 41


Prinsip
No Pengertian
Penilaian
5 Transparan merupakan penilaian yang prosedur dan
hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua
pemangku kepentingan.

2) Teknik dan Instrumen Penilaian


a) Teknik Penilaian

Tabel 5. Teknik dan Instrumen Penilaian


Penilaian Teknik Instrumen
Sikap Observasi 1. Rubrik untuk
Ketrampilan penilaian proses
Umum observasi, dan / atau
Ketrampilan partisipasi, unjuk 2. Portofolio atau
karya desain untuk
Khusus kerja, tes tertulis, tes
penilaian hasil
Penguasaan lisan, dan angket
Pengetahuan
Hasil akhir penilaian merupakan integrasi antara berbagai teknik
dan instrumen penilaian yang digunakan.

Penilaian capaian pembelajaran dilakukan pada ranah sikap,


pengetahuan dan keterampilan secara rinci dijelaskan sebagai berikut:
Penilaian ranah sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri,
penilaian antar mahasiswa (mahasiswa menilai kinerja rekannya
dalam satu bidang atau kelompok), dan penilaian aspek pribadi yang
menekankan pada aspek beriman, berakhlak mulia, percaya diri,
disiplin dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial, alam sekitar, serta dunia dan
peradabannya.
Penilaian ranah pengetahuan melalui berbagai bentuk tes tulis dan
tes lisan yang secara teknis dapat dilaksanakan secara langsung
maupun tidak langsung. Secara langsung maksudnya dalah dosen
dan mahasiswa bertemu secara tatap muka saat penilaian, misalnya
saat seminar, ujian skripsi, tesis dan disertasi. Sedangkan secara
tidak langsung, misalnya menggunakan lembar-lembar soal ujian
tulis.
Penilaian ranah keterampilan melalui penilaian kinerja yang dapat
diselenggarakan melalui praktikum, praktek, simulasi, praktek
lapangan, dll. yang memungkinkan mahasiswa untuk dapat
meningkatkan kemampuan ketrampilannya.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 42


b) Instrumen Penilaian
b.1. Rubrik
Rubrik merupakan panduan penilaian yang menggambarkan kriteria
yang diinginkan dalam menilai atau memberi tingkatan dari hasil
kinerja belajar mahasiswa. Rubrik terdiri dari dimensi yang dinilai dan
kreteria kemampuan hasil belajar mahasiswa ataupun indikator
capaian belajar mahasiswa. Pada buku panduan ini dijelaskan tentang
rubrik deskriptif, rubrik holistik dan rubrik sekala presepsi.
Tujuan penilaian menggunakan rubrik adalah memperjelas dimensi
dan tingkatan penilaian dari capaian pembelajaran mahasiswa. Selain
itu rubrik diharapkan dapat menjadi pendorong atau motivator bagi
mahasiswa untuk mencapai capaian pembelajarannya.
Rubrik dapat bersifat menyeluruh atau berlaku umum dan dapat juga
bersifat khusus atau hanya berlaku untuk suatu topik tertentu. Rubrik
yang bersifat menyeluruh dapat disajikan dalam bentuk holistic rubric.
Ada 3 macam rubrik yang disajikan sebagai contoh pada buku ini,
yakni:
(1). Rubrik holistik adalah pedoman untuk menilai berdasarkan kesan
keseluruhan atau kombinasi semua kriteria.
(2). Rubrik deskriptif memiliki tingkatan kriteria penilaian yang
dideskripsikan dan diberikan skala penilaian atau skor penilaian.
(3). Rubrik skala persepsi memiliki tingkatan kreteria penilian yang
tidak dideskripsikan namun tetap diberikan skala penilaian atau
skor penilaian.
Tabel 6. Contoh Rubrik Holistik

GRADE SKOR INDIKATOR KINERJA

Sangat Rancangan yang disajikan tidak teratur dan


<20
kurang tidak menyelesaikan permasalahan
Rancangan yang disajikan teratur namun
Kurang 2140
kurang menyelesaikan permasalahan
Rancangan yang disajikan tersistematis,
Cukup 41 60 menyelesaikan masalah, namun kurang dapat
diimplementasikan
Rancangan yang disajikan sistematis,
Baik 61- 80 menyelesaikan masalah, dapat
diimplementasikan, kurang inovatif

Pendidikan Tinggi Vokasi | 43


Rancangan yang disajikan sistematis,
Sangat
>81 menyelesaikan masalah, dapat
Baik
diimplementasikan dan inovatif

Tabel 7. Contoh Rubrik Deskriptif untuk Penilaian Presentasi


Makalah
SKALA

Sangat Sangat
DEMENSI Baik Cukup Kurang
Baik Kurang

Skor 81 (61-80) (41-60) (21-40) <20

terorganisa terorganisa Presentasi Cukup Tidak ada


si dengan si dengan mempunyai fokus, organisasi
menyajikan baik dan fokus dan namun yang jelas.
fakta yang menyajikan menyajikan bukti Fakta tidak
didukung fakta yang beberapa kurang digunakan
Organisasi oleh contoh meyakinkan bukti yang mencukupi untuk
yang telah untuk mendukung untuk mendukung
dianalisis mendukung kesimpulan- digunakan pernyataan.
sesuai kesimpulan- kesimpulan. dalam
konsep kesimpulan. menarik
kesimpulan
Isi mampu Isi akurat Isi secara Isinya Isinya tidak
menggugah dan umum kurang akurat atau
pendengar lengkap. akurat, tetapi akurat, terlalu
untuk Para tidak karena umum.
mengamban pendengar lengkap. Para tidak ada Pendengar
gkan menambah pendengar data faktual, tidak belajar
pikiran. wawasan bisa tidak apapun atau
baru mempelajari menambah kadang
Isi tentang beberapa pemahaman menyesatkan
topik fakta yang pendengar .
tersebut. tersirat,
tetapi
mereka tidak
menambah
wawasan
baru tentang
topik
tersebut.
Berbicara Pembicara Secara umum Berpatokan Pembicara
Gaya dengan tenang dan pembicara pada cemas dan
semangat, menggunak tenang, tetapi catatan, tidak
Presentasi
menularkan an intonasi dengan nada tidak ada nyaman, dan
semangat yang tepat, yang datar ide yang membaca

Pendidikan Tinggi Vokasi | 44


SKALA

Sangat Sangat
DEMENSI Baik Cukup Kurang
Baik Kurang

Skor 81 (61-80) (41-60) (21-40) <20

dan berbicara dan cukup dikembangk berbagai


antusiasme tanpa sering an di luar catatan
pada bergantung bergantung catatan, daripada
pendengar pada pada catatan. suara berbicara.
catatan, dan Kadang- monoton Pendengar
berinteraksi kadang sering
secara kontak mata diabaikan.
intensif dengan Tidak terjadi
dengan pendengar kontak mata
pendengar. diabaikan. karena
Pembicara pembicara
selalu lebih banyak
kontak melihat ke
mata papan tulis
dengan atau layar.
pendengar.

Tabel 8. Contoh Skala Persepsi


Sangat Sangat Nilai
DEMENSI Baik Cukup Kurang
Baik Kurang tiap
dimensi
Skor 81 61-80 41-60 21-40 <20
Kemampuan
Komunikasi
Penguasaan Materi
Kemampuan
menghadapi
Pertanyaan
Penggunaan alat
peraga presentasi
Ketepatan
menyelesaikan
masalah
NILAI TOTAL

Pendidikan Tinggi Vokasi | 45


Beberapa manfaat penilaian menggunakan rubrik adalah sebagai
berikut:
Rubrik dapat menjadi pedoman penilaian yang objektif dan
konsisten dengan kriteria yang jelas;
Rubrik dapat memberikan informasi bobot penilaian pada tiap
tingkatan kemampuan mahasiswa;
Rubrik dapat memotivasi mahasiswa untuk belajar lebih aktif;
Mahasiswa dapat menggunakan rubrik untuk mengukur capaian
kemampuannya sendiri atau kelompok belajarnya;
Mahasiswa mendapatkan umpan balik yang cepat dan akurat;
Rubrik dapat digunakan sebagai intrumen untuk refleksi yang efektif
tentang proses pembelajaran yang telah berlangsung;
Sebagai pedoman dalam proses belajar maupun penilaian hasil
belajar mahasiswa.

b.2. Penilaian portofolio


Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang
didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan
perkembangan capaian belajar mahasiswa dalam satu periode tertentu.
Informasi tersebut dapat berupa karya mahasiswa dari proses
pembelajaran yang dianggap terbaik atau karya mahasiswa yang
menunjukkan perkembangan kemampuannya untuk mencapai capaian
pembelajaran.

Macam penilaian portofolio adalah sebagai berikut:

Portofolio perkembangan, berisi koleksi artefak karya mahasiswa


yang menunjukkan kemajuan pencapaian kemampuannya sesuai
dengan tahapan belajar yang telah dijalani.
Portofolio pamer/showcase berisi artefak karya mahasiswa yang
menunjukkan hasil kinerja belajar terbaiknya.
Portofolio koprehensif, berisi artefak seluruh hasil karya mahasiswa
selama proses pembelajaran.

Contoh penilaian portofolio kemampuan mahasiswa memilih dan


meringkas artikel jurnal ilmiah. Capaian pembelajaran yang diukur:
Kemampuan memilih artikel jurnal berreputasi dan mutakhir sesuai
dengan tema dampak polusi industri;
Kemampuan meringkas artikel jurnal dengan tepat dan benar.
Instrumen penilaian portofolio nya seperti pada table-7.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 46


Tabel 9. Contoh Penilaian Portofolio
Aspek Penilaian Artikel-1 Artikel-2 Artikel-3
No Skor Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah
(6-10) (1-5) (6-10) (1-5) (6-10) (1-5)
1 Artikel berasal dari
journal terindek
dalam kurun
waktu 3 tahun
tarakhir.
2 Artikel berkaitan
dengan tema
dampak polusi
industri
3 Jumlah artikel
sekurang-
kurangnya
membahas
dampak polusi
industri pada
manusia dan
lingkungan
4 Ketepatan
meringkas isi
bagian-bagian
penting dari
abstrak artikel
5 Ketepatan
meringkas konsep
pemikiran penting
dalam artikel
6 Ketepatan
meringkas
metodologi yang
digunakan dalam
artikel
7 Ketepatan
meringkas hasil
penelitian dalam
artikel
8 Ketepatan
meringkas
pembahasan hasil

Pendidikan Tinggi Vokasi | 47


Aspek Penilaian Artikel-1 Artikel-2 Artikel-3
No Skor Tinggi Rendah Tinggi Rendah Tinggi Rendah
(6-10) (1-5) (6-10) (1-5) (6-10) (1-5)
penelitian dalam
artikel
9 Ketepatan
meringkas
simpulan hasil
penelitian dalam
artikel
10 Ketepatan
memberikan
komentar pada
artikel journal
yang dipilih
Jumlah skor tiap
ringkasan artikel
Rata-rata skor yang
diperoleh

Pendidikan Tinggi Vokasi | 48


3) Mekanisme dan Prosedur Penilaian
c.1. Mekanisme
Mekanisme penilaian terkait dengan tahapan penilaian, teknik
penilaian, instrumen penilaian, kriteria penilaian, indikator penilaian
dan bobot penilaian dilakukan dengan alur sebagai berikut:

Menyusun

Menyampaikan

Menyepakati

Melaksanakan

Memberi umpan
balik

Mendokumentasikan

Gambar II-3. Mekanisme Penilaian

c.2. Prosedur
Prosedur penilaian sebagaimana mencakup tahap:
1. Perencanaan (dapat dilakukan melalui penilaian bertahap
dan/atau penilaian ulang),
2. kegiatan pemberian tugas atau soal,
3. observasi kinerja,
4. pengembalian hasil observasi, dan
5. pemberian nilai akhir.

4) Pelaksanaan Penilaian
Pelaksanan penilaian dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran dan
dapat dilakukan oleh:
1. dosen pengampu atau tim dosen pengampu;
2. dosen pengampu atau tim dosen pengampu dengan mengikutsertakan
mahasiswa; dan/atau
3. dosen pengampu atau tim dosen pengampu dengan mengikutsertakan
pemangku kepentingan yang relevan.
Sedangkan pelaksanaan penilaian untuk program spesialis dua, program
doktor, dan program doktor terapan wajib menyertakan tim penilai
eksternal dari perguruan tinggi yang berbeda.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 49


5) Pelaporan Penilaian
Berikut adalah mekanisme pelaporan penilaian:

1. Pelaporan penilaian berupa kualifikasi keberhasilan mahasiswa dalam


menempuh suatu mata kuliah yang dinyatakan dalam kisaran seperti
pada table berikut.

Tabel 10. Kategori Penilaian


Huruf Angka Katagori
A 4 Sangat baik
B 3 Baik
C 2 Cukup
D 1 Kurang
E 0 Sangat kurang

2. Penilaian dapat menggunakan huruf antara dan angka antara untuk


nilai pada kisaran 0 (nol) sampai 4 (empat).
3. Hasil penilaian capaian pembelajaran lulusan di tiap semester
dinyatakan dengan indeks prestasi semester (IPS):
=1( X )
IPS =
=1( 1 )

4. Hasil penilaian capaian pembelajaran lulusan pada akhir program studi


dinyatakan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK):
=1( X )
IPK =
=1( )

Mahasiswa berprestasi akademik tinggi adalah mahasiswa yang


mempunyai indeks prestasi semester (IPS) lebih besar dari 3,50 (tiga
koma lima nol) dan memenuhi etika akademik .

6) Kelulusan Mahasiswa

Standar kelulusan mahasiswa program diploma, sarjana, profesi, spesialis,


magister dan doctor, dapat dibaca pada table-9.
Tabel 11. Predikat Kelulusan
Program IPK Predikat Lulusan

Diploma dan Sarjana


Mahasiswa program diploma dan program sarjana dinyatakan lulus apabila
telah menempuh seluruh beban belajar yang ditetapkan dan memiliki capaian

Pendidikan Tinggi Vokasi | 50


pembelajaran lulusan yang ditargetkan oleh program studi dengan indeks
prestasi kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 2,00 (dua koma nol)
2,76-3,00 Memuaskan
3,01-3,50 Sangat Memuaskan
>3,50 Pujian
Profesi, spesialis, magister, magister terapan, doktor, doktor terapan
Mahasiswa program profesi, program spesialis, program magister, program
magister terapan, program doktor, dan program doktor terapan dinyatakan
lulus apabila telah menempuh seluruh beban belajar yang ditetapkan dan
memiliki capaian pembelajaran lulusan yang ditargetkan oleh program studi
dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 3,00 (tiga
koma nol).
3,00-3,50 Memuaskan
3,51-3,75 Sangat Memuaskan
>3,75 Pujian
Mahasiswa yang dinyatakan lulus berhak memperoleh ijazah, gelar atau sebutan,
dan surat keterangan pendamping ijazah sesuai dengan peraturan perundangan.

b) Pengertian Evaluasi Pembelajaran


Evaluasi pembelajaran adalah proses menginterpretasi atau menafsirkan data
beserta bukti-bukti nya dari hasil proses penilaian. Evaluasi pembelajaran
digunakan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa telah mencapai capaian
pembelajaran nya. Hasil evaluasi digunakan untuk memutuskan tidak lanjut dari
capaian pembelajaran mahasiswa. Hasil evaluasi juga dapat digunakan untuk
tindakan perbaikan proses pembelajaran ataupun program rancangan
pembelajaran (Arends, 2008; ABET Board of Directors, 20015).
Para ahli evaluasi pada umumnya membedakan evaluasi menjadi dua, yakni
evaluasi formatif dan evaluasi sumatif berdasarkan penggunaan nya (Arends,
2008). Evaluasi formatif digunakan untuk perbaikan (improvement), misalnya
perbaikan metoda belajar, perbaikan kelompok belajar, perbaikan meteri
pembelajaran, perbaikan cara penilaian, dll. Sedangkan evaluasi sumatif
digunakan untuk pengambilan keputusan (judgment), misalnya menetapkan nilai
keseluruhan dari hasil belajar mahasiswa, mengetahui dan menetapkan kinerja
hasil capaian pembelajaran mahasiswa, memutuskan apakah mahasiswa lulus
ataukah tidak lulus dari sebuah matakuliah yang diikutinya, dll.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 51


Tabel 12. Evaluasi Formatif dan Evaluasi Sumatif
Tipe Waktu Data, informasi dan Penggunaan nya
Evaluasi Pelaksanaan bukti-bukti yang
dikumpulkan
Formatif Sebelum dan Terkait kemapuan untuk melakukan
selama proses sebelum dan sesudah tindakan
pembelajaran belajar, proses perbaikan
pembelajaran terhadap proses
berdasarkan pembelajaran
rancangan
pembelajaran
Sumatif Setelah proses terkait kinerja hasil untuk
pembelajaran belajar mahasiswa, pengambilan
dan.atau kinerja dosen keputusan
penilaian akhir,
hasil pencapaian
belajar
mahasiswa dan
pencapaian
kinerja dosen
dalam proses
pembelajaran

C. Tahap evaluasi program pembelajaran


Proses pembelajaran yang dilakukan di Perguruan Tinggi menggunakan
pendekatan andragogi. Andragogi berasal dari bahasa Yunani aner artinya orang dewasa,
dan agogus artinya memimpin. Andragogi secara harfiah dapat diartikan sebagai seni dan
pengetahuan mengajar orang dewasa. Pada andragogi, hubungan itu bersifat timbal-balik
dan bersifat hubungan yang membantu, berbeda pada paedagogi, hubungan itu lebih
didominasi oleh guru dan hubungan itu bersifat mengarahkan. Pembelajaran andragogi
adalah pembelajaran orang dewasa, pada pembelajaran androgogi berorientasi
pekerjaan, tugas dan masalah kerja.
Evaluasi sebagai suatu bagian integral dalam proses andragogis, yang selanjutnya
diakhiri dengan suatu tinjauan terhadap beberapa metoda evaluasi. Dimana belajar
dipandang sebagai sebuah siklus, yang bisa diulang dengan kecepatan yang lebih
meningkat. Setiap siklus selesai, yang kita harapkan adalah makin bertambah luas dan
mendalam pengalaman para siswa. Sehubungan dengan hal ini, evaluasi bukanlah
merupakan tahap akhir dari proses belajar, tetapi merupakan satu fase; yang dievaluasi,
meliputi pengukuran terhadap perubahan harapan peserta sebelum proses
pembelajaran berlangsung, selama dan sesudah proses pembelajaran itu selesai.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 52


Pada proses pembelajaran vokasi yang menekankan pada output keahlian
mahasiswa, terdapat beberapa peran yang dilakukan oleh mahasiswa atau dikenal istilah
learning by doing/learning by experiencing, yaitu:
a. Adanya Suatu Aktivitas Pembelajaran
Para mahasiswa terlibat secara fisik, interaktual, maupun emosional dalam upaya
memperoleh pengetahuan atau keterampilan dalam hal yang diperlukan. Sebagai
contoh mahasiswa pendidikan vokasi terlibat dalam aktivitas melakukan penerapan
keahlian, membuat suatu produk, dan menghasilkan karya yang berdaya saing.
Aktivitas pada saat Praktek di Laboratorium dan Industri yang dapat dilihat sebagai
proses pembelajaran vokasi.
b. Adanya Proses Diskusi
Para Mahasiswa tidak hanya belajar secara individual, tapi juga bisa belajar
berkelompok sehingga akan lebih memperkaya dan menambah aspek kedalaman
pemahaman aspek yang sedang dipelajari. Diskusi sebagai membangun budaya kerja
tim, menerapkan suatu keahlian dalm kelompok, dan lainnya.
c. Adanya Proses Perenungan
Secara individual, para Mahasiswa didorong untuk menginteralisasikan konsep,
pengetahuan, dan keterampilan yang baru saja diperoleh dalam kegiatan mereka
sehari-hari. Konteks ini mahasiswa melakukan proses kontemplasi nilai-lain yang
sesuai dengan kehidupannya.
d. Adanya Proses Rancangan Tindak Lanjut/Penerapan
Proses ini berguna untuk melatih dan menyempurnakan proses belajar berbagai
keahlian yang baru saja didapatkan para mahasiswa. Diharapkan mahasiswa
membuat blue print rancangan penerapannya baik di indutri maupun dengan
kemampuan wirausaha.
Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 44
Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi Pasal 39 ayat 3 yang berbunyi:
Perguruan Tinggi dalam mengelola pembelajaran salah satunya wajib melakukan
pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan program studi dalam melaksanakan
kegiatan pembelajaran. Kegiatan evaluasi pembelajaran menjadi tolok ukur
keberhasilan, peningkatan mutu pembelajaran, melihat ketercapaian proses
pembelajaran, dan pengembangan kurikulum program studi.
Pada evaluasi program pembelajaran vokasi dapat dilakukan pada saat proses
pembelajaran baik perkuliahan maupun praktek dan pada saat sebelum berakhir
perkuliahan di satu semester. Kegiatan evaluasi dapat dilakukan dengan menyebarkan
angket, form observasi praktek, dan form dokumentasi produk. Proses evaluasi program
pembelajaran dilakukan secara individual dengan cara tertutup.
Dalam melaksanakan evaluasi program pembelajaran vokasi terdapat prinsip-
prinsip yang diterapkan, yaitu:

Pendidikan Tinggi Vokasi | 53


1. Plan and Actual Curriculum, Kurikulum sebagai dokumen (curriculum plan) yang
juga dipahami sebagai kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan secara nyata
(actual curriculum)
2. Student Centered Learning, Pembelajaran yang dilaksanakan pada pendidikan
vokasi menggunakan pola student centered learning.
3. Sistem Approach, Pertanyaan diberikan untuk melihat pelaksanaan
pembelajaran dari input, proses, dan output.
4. Komperehensif, evaluasi melihat keseluruhan ketercapaian pembelajaran
5. Team Work, Proses pembelajaran pada praktek membutuhkan kerja tim yang
baik, hal ini untuk melihat kemampuan softskill mahasiswa pendidikan vokasi.

Pembelajaran vokasi membutuhkan satu kesatuan proses baik dari perencaan,


pelaksanaan, dan penilaian. Oleh karena itu, evaluasi program pembelajaran akan
melihat keseluruhan proses tersebut. Pada saat awal perkuliahan harus terjadi
kesepakatan antara mahasiswa dan dosen sehingga semua proses dapat diikuti dengan
baik. Pada proses pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat juga dilakukan oleh mitra
perusahaan/industri yang telah menyerap lulusan. Perusahaan/industri memberikan
masukan terkait kualitas lulusan dan sekaligus penguatan kompetensi yang sesuai
kebutuhan industri.
Model-model evaluasi pembelajaran vokasi dirancang secara spesifik sesuai dengan
karakteristik pendidikan vokasi. Evaluasi pembelajaran vokasi dimulai dari tahapan
input, proses, dan output. Pada tahapan input mencakup: identifikasi kebutuhan dan
perencanaan pembelajaran. Tahapan Proses dilakukan mulai dari pelaksanaan
pembelajaran dan pengembangan proses pembelajaran baik secara proses pembelajaran
dikelas maupun di industri. Pada tahapan output melihat sejauhmana kesesuaian
penguasaan kompetensi dengan kebutuhan industri.
Model Evaluasi tersebut dapat dilihat dari proses sebagai berikut:
Form Angket Pembelajaran
Form Observasi
Form Dokumentasi
Pengembangan Model Evaluasi Belajar harus disesuaikan dengan kebutuhan
Industri yang ada. Evaluasi Program Pembelajaran dilakukan secara menyeluruh untuk
melihat ketercapaian tujuan yang ada. Berikut ini contoh Form Observasi Pembelajaran,
sebagai berikut:

Pendidikan Tinggi Vokasi | 54


Contoh Lembar Observasi Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Dosen :
Mata Kuliah :
Pokok Bahasan :
Kelas :
Pertemuan :

Skor
No Aspek yang Diamati
1 2 3 4
I. Kegiatan Pembuka
1. Persiapan sarana pembelajaran

2. Menyampaikan tujuan pembelajaran

3. Appersepsi

4. Memotivasi minat belajar mahasiswa

II Kegiatan Inti
1. Menguasai materi kuliah yang diampu

2. Kesesuaian materi dengan indicator

3. Kejelasan dalam menyampaikan konsep

4. Mengarahkan mahasiswa membentuk kelompok belajar

5. Berperan sebagai fasilitator

6. Mengajukan pertanyaan pada mahasiswa di kelas

7. Memberi kesempatan mahasiswa bertanya dan menjawab


pertanyaan

8. Memberi kesempatan mahasiswa untuk dan berdiskusi

9. Kesesuaian penggunaan media/animasi dengan materi


yang disampaikan

10. Memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan


media/animas

III Kegiatan Penutup


1. Memberikan evaluasi terhadap proses pembelajaran
2. Memberikan kesempatan kepada Mahasiswa untuk
memberikan umpan balik

Pendidikan Tinggi Vokasi | 55


3. Memberi proses tindaklanjut terhadap perbaikan yang ada

Skor Jawaban :
Skor 1: Dilakukan kurang baik
Skor 2: Dilakukan cukup baik
Skor 3: Dilakukan baik
Skor 4: Dilakukan sangat baik

Pembelajaran dilaksanakan selama 18 minggu persemester, dijalankan dengan


sistem paket. Setiap mata kuliah dimonitor pelaksanaannya melalui kehadiran dosen
mengajar dan mahasiswa serta pencapaian materi yang diajarkan sesuai dengan silabus
matakuliah. Setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah praktek dan praktikum dinilai
berdasarkan kompetensi yang dicapai melalui:
Kuliah: ujian tengah semester, ujian akhir semester dan tugas-tugas kuliah.
Praktek: tes tutorial, pre-test, post-test praktek dan laporan praktek.
Magang: pre-test magang, penilaian selama magang (external evaluator), laporan
magang dan presentasi hasil magang.
Tugas Akhir: penilaian proposal, proses tugas akhir, membuat laporan tugas
akhir dan presentasi tugas akhir.
Setiap akhir semester dilakukan evaluasi pelaksanaan perkuliahan oleh pengelola
dengan melibatkan evaluasi dari mahasiswa melalui kuestioner. Kinerja dosen dievaluasi
berdasarkan kuesioner ini.
Pelaksanaan proses pembelajaran vokasi dilakukan secara terintegrasi dan
menggunakan pendekatan sistem. Proses pembelajaran yang dilakukan dari mulai input,
proses, dan output.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 56


Gambar II-4. Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran Vokasi

Pendekatan Sistem dalam Proses Pembelajaran dimulai dari tahapan input, proses,
dan output. Tahapan input calon mahasiswa melalukan registrasi dan menjadi
mahasiswa. Secara administratif dan aktual mahasiswa sudah menjalankan hak dan
kewajibannya.

Gambar II-5. Tahapan Evaluasi Pembelajaran Vokasi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 57


Proses pengembangan evaluasi pembelajaran vokasi dilakukan secara bertahap.
Proses tersebut dilakukan melalui kebijakan mutu, penerapan standar nasional
pendidikan tinggi, evaluasi program pembelajaran, pelaksanaan evaluasi, dan feedback
atau perubahan.

Gambar II-6. Tahap Evaluasi Pembalajaran Vokasi

Tahap evaluasi pembelajaran vokasi dilakukan untuk melihat ketercapaian dan


pelaksanaan program pembelajaran. Program Pembelajaran terkait dengan beberapa
hal, diantaranya:
Kebijakan Mutu Perguruan Tinggi
1. Penerapan Standar Nasional Pendidikan Tinggi
2. Evaluasi Program Pembelajaran, melihat dari berbagai aspek, yaitu proses
pembelajaran, sarana pra sarana, sumber daya manusia, biaya, dan lainnya
3. Evaluasi yang dilakukan secara internal dan eksternal. Secara internal dilakukan
oleh komponen dalam perguruan tinggi dan eksternal dilakukan dengan
komponen luar perguruan tinggi, termasuk ciri khas pendidikan vokasi, yaitu
melibatkan industri dan asosiasi
4. Proses umpan balik, perbaikan, dan peningkatan kualitas

Pendidikan Tinggi Vokasi | 58


Gambar II-7. Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran Vokasi

Pendekatan sistem dalam pembelajaran vokasi dilakukan mulai dari input, proses,
output, dan outcome. Keseluruhan proses dilakukan dengan beberapa kegiatan yang
merupakan implementasi pada pendidikan vokasi, yaitu Tahap Input, yaitu Tes masuk,
registrasi, dan ditetapkan menjadi/gagal sebagai mahasiswa. Pada tahap proses
dilakukan pelaksanaan pembelajaran vokasi dengan beberapa kegiatan, yaitu: Proses
PBM, Kurikulum, Sarana Pra Sarana, dosen, mahasiswa, pelaksanaan magang, dan
lainnya. Pada tahapan ouput merupakan kelulusan mahasiswa pada jenjang tertentu.
Tahapan outcome akan terjadinya dampak menjadi orang yang sukses, pemimpin masa
depan, dan agen perubahan.
Pada Pendidikan Vokasi memiliki khas, yaitu: kegiatan orientasi Politeknik, kuliah
umum dari asosiasi dan industri serta pendekatan pembelajaran. Mahasiswa
melaksanakan pembelajaran berbasis praktek dan menggunakan pendekatan kerja tim.

D. Perancangan ulang Kurikulum Vokasi


Perancangan ulang sebagai bagian dari pengembangan kurikulum pendidikan
vokasi merupakan keniscayaan. Hal ini terkait dengan misi utama pendidikan vokasi
untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam dunia usaha dan dunia industri (DUDI)
yang senantiasa berubah sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat dan
perkembangan Ipteks. Perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan DUDI
memerlukan seperangkat kompetensi baru yang dapat merupakan pengembangan
kompetensi lama dan atau kompetensi yang benar-benar baru sebagai tuntutan teknologi
yang baru. Karena pendidikan vokasi pada hakikatnya difokuskan untuk memenuhi
kebutuhan lapangan kerja, perancangan ulang kurikulum mesti berbasis kompetensi
dengan standar tertentu sebagai patokan pencapaian pelaksanaannya. Artinya, acuan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 59


pengembangan kurikulum yang utama adalah hasil analisis kebutuhan tenaga kerja yang
ada dan proyeksinya ke depan dalam konteks perkembangan dunia usaha dan industri
yang diharapkan memanfaatkan sumber daya alam tersedia di lingkungan. Di samping
itu, analisis kebutuhan kompetensi tenaga kerja juga dapat dikaitkan dengan
perkembangan Ipteks dan kecenderungan perkembangan selanjutnya yang makin cepat.
Industri tertentu bisa juga mengalami penurunan karena perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Industri fotografi dan elektronik, misalnya, berubah cepat
karena perkembangan teknologi terkait sangat cepat sehingga kompetensi tertentu cepat
usang. Maka analisis kebutuhan perlu dilakukan dari waktu ke waktu dan diupayakan
untuk ditemukan kompetensi generik yang tidak mudah usang karena perkembangan
zaman.
Di samping itu, asupan untuk perancangan ulang kurikulum vokasi juga diperoleh
dari hasil penilaian pembelajaran sebagai pelaksanaan kurikulum yang ada berdasarkan
ketercapaian dan bahkan melampaui standar kompetensi lulusan, dengan menyoroti
standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Hasil semua ini akan menjadi asupan
bagi pengembangan kurikulum, yang salah satu bentuknya adalah perancangan ulang
atau modifikasi. Jika semua ini dilakukan secara berkesinambungan, maka asupan
tersebut akan sangat memadai.
Dari uraian di atas, perancangan ulang kurikulum dapat mengikuti kerangka kerja
seperti diilustrasikan pada Gambar II-8.

Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja

T
U
N
Penjabaran SKL, SI, SPr, SPen T
T
U U
T N
A T
N U
Pelaksanaan Kurikulum T
K A
E N
B
I
J D
Penilaian Pembelajaran A U
K D
A I
N

Evaluasi Program

Perlu Perlu
Rancang modifikasi
Ulang

Gambar II-8. Kerangka Kerja Perancangan Ulang Kurikulum Vokasi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 60


Penerapan kerangka kerja dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Analisis kebutuhan tenaga kerja yang ada dan proyeksi pengembangannya
dengan acuan tuntutan dunia DUDI masa sekarang dan 10 tahun mendatang.
Dalam hal ini, tuntutan kebijakan kurikulum tetap dipertimbangkan. Kemudian
hasil analisis ini digunakan untuk menyoroti dokumen kurikulum yang ada
untuk menilai apakah kebutuhan yang berkembang masih terakomodasi dalam
dokumen kurikulum yang ada.
2. Menganalisis standar kurikulum yang ada (Standar SKL, Standar Isi, Standar
Proses, Standar Penilaian) dari sisi kebutuhan kompetensi tenaga kerja dalam
dunia nyata dan proyeksi perkembangannya.
3. Menganalisis pelaksanaan kurikulum untuk melihat apakah kurikulum yang ada
telah mendukung sekedar pencapaian standar atau bahkan melampauinya dan
sambil mengembangkan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan
perkembangan zaman.
4. Melakukan analisis tentang cara dan hasil penilaian pembelajaran untuk melihat
apakah telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dan masih sesuai
dengan tuntutan penilaian pembelajaran yang mendukung pengembangan
kompetensi yang dituntut oleh DUDI dan proyeksi pengembangannya.
5. Melakukan evaluasi program untuk melihat apakah program telah berjalan
dengan baik sekedar menuju tercapainya SKLatau sampai melampauinya sesuai
dengan tuntutan perkembangan zaman dengan mempertimbangkan hasil
langkah 1-4. Hasil evaluasi dapat merupakan keputusan untuk merancang ulang
kurikulum yang ada atau memodifikasinya.
6. Perancangan ulang dan modifikasi dipertajam dengan menganalisis ulang
seluruh tahapan dengan fokus pada tuntutan DUDI sebagai patokan

E. Dokumen Kurikulum
Dokumen kurikulum yang telah dikembangkan setidak nya terdiri dari:
1. Identitas Program Studi - Menuliskan identitas Program Studi meliputi : Nama
PT, Fakultas, Prodi, Akreditas, Jenjang Pendidikan, Gelar Lulusan, Visi dan Misi.
2. Rumusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yasng dinyatakan dalam Capaian
Pembelajaran Lulusan (CPL) CPL terdiri dari aspek: Sikap, Ketrampilan umum,
ketrampilan khusus dan Pengetahuan yang dirumuskan berdasarkan SN-Dikti
dan Diskriptor KKNI sesuai dengan jenjang nya.
3. Penentuan Bahan Kajian - Menggambarkan Body of Knowledgesuatu Program
Studi, yang kemudian digunakan untuk menetapkan bahan kajian.
4. Pembentukan Mata Kuliah dan Penentuan Bobot sks - Menjelaskan mekanisme
pembentukan mata kuliah dan perhitungan bobot sks nya.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 61


5. Distribusi mata kuliah tiap semester - Menggambarkan peta penempatan mata
kuliah secara logis dan sistematis sesuai dengan Capaian Pembelajaran Lulusan
Program Studi. Distribusi mata kuliah disusun dalam rangkaian semester selama
masa studi lulusan Program Studi.
6. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dituliskan lengkap untuk semua mata
kuliah pada Program Studi.
7. Mekanisme pelaksanaan kurikulum dan penjaminan mutu pembelajaran
menjelaskan mekanisma bagaimana Program Studi menjalankan kurikulum dan
pembelajaran sesui dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) masing-
masing Perguruan Tinggi.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 62


BAB III Contoh Kurikulum Unggul
A. Kurikulum Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
Contoh Kurikulum Kelistrikan Prodi Diploma 3 (D III) Teknik Elektronika
Departemen Teknik Elektro Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
SEMESTER 1
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Prakt Teori Prakt
Bhs. Inggris utk
1 VE031201 2 2
Percakapan
2 VE031202 Matematika 1 2 2
3 VE031203 Agama 2 2
4 VE031104 Rangkaian Listrik 1 2 3
5 VE031105 Piranti Elektronika 2 2
6 VE031106 Elektromagnet 2 2
7 VE031107 Algoritma & Pemrograman 2 2
Pengukuran Listrrik &
8 VE031108 2 2
Instrumentasi
9 VE031209 Gambar Teknik 1 3
Prak. Algoritma &
10 VE031110 1 3
Pemrograman
Workshop Komputer &
11 VE031111 2 4
Jaringan
12 VE031112 Praktik 1.1 : 1 3
- Prak. Rangkaian Listrik 1
- Prak. Pengukuran Listrik
& Instrumentasi
13 VE031113 Praktik 2.1 1 3
- Prak. Piranti Elektronika
- Prak. Elektromagnet
16 6 17 16
JUMLAH 22 33

SEMESTER 2
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Prakt Teori Prakt
1 VE032201 Bhs. Inggris Teknik 2 2
2 VE032202 Matematika 2 2 2
3 VE032103 Rangkaian Listrik 2 2 3
4 VE032104 Rangkaian Elektronika 1 2 3
5 VE032105 Elektronika Digital 1 2 3
6 VE032106 Elektronika Optik 2 2
7 VE032207 Dasar Sistem Tenaga Listrik 2 2
8 VE032108 Konsep Teknologi 2 2
Workshop Pemrograman
9 VE032109 2 4
Lanjutan
Page | 63
Prak. Rangkaian
10 VE032110 1 3
Elektronika 1
11 VE032111 Prak. Elektronika Digital 1 1 3
12 VE032112 Praktik 1.2 : 1 3
- Prak. Rangkaian Listrik 2
- Prak. Dasar Sistem Tenaga
Listrik
- Prak. Elektronika Optik
16 5 19 13
JUMLAH 21 32

SEMESTER 3
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Prakt Teori Prakt
Bhs. Inggris utk. Ketrampilan
1 VE033201 2 2
Berkomunikasi 1
2 VE033202 Matematika 3 2 2
3 VE033103 Rangkaian Elektronika 2 2 3
4 VE033104 Elektronika Digital 2 2 3
5 VE033105 Pengaturan Otomatis 1 2 3
6 VE033106 Rangkaian Linear Aktif 2 3
7 VE033107 Sistem Mikroprosesor 2 2
8 VE033108 Kewirausahaan 2 2
9 VE033109 Bengkel Elektronika 1 2 4
10 VE033110 Prak. Sistem Mikroprosesor 1 3
11 VE033111 Praktik 1.3: 1 3
- Prak. Rangkaian Elektronika
2
- Prak. Elektronika Digital 2
12 VE033112 Praktik 2.3: 1 3
- Prak. Rangkaian Linear Aktif
- Prak. Pengaturan Otomatis 1

16 5 20 13
JUMLAH 21 33

SEMESTER 4
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Prakt Teori Prakt
Bhs. Inggris utk.
1 VE034201 Ketrampilan 2 2
Berkomunikasi 2
2 VE034102 Mikrokontroler 2 2
3 VE034103 Elektronika Industri 1 2 3
4 VE034104 Pengaturan Otomatis 2 2 3
5 VE034105 Instrumentasi Elektronika 2 2
6 VE034106 Metode Numerik 2 2

Pendidikan Tinggi Vokasi | 64


Workshop Sistem Antar
7 VE034107 2 4
Muka
8 VE034108 Bengkel Elektronika 2 2 4
9 VE034109 Perawatan & Perbaikan 1 3
Prak. Elektronika
10 VE034110 1 3
Industri 1
11 VE034111 Praktik 1.4: 1 3
- Prak. Instrumentasi
Elektronika
- Prak. Mikrokontroller
12 VE034112 Praktik 2.4: 1 3
- Prak. Metode Numerik
- Prak. Pengaturan
Otomatis 2
12 8 14 20
JUMLAH 20 34

SEMESTER 5
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Prakt Teori Prakt
1 VE035201 Bhs. Inggris unt. Karir 2 2
2 VE035202 Bahasa Indonesia 2 2
3 VE035203 Statistik & Probabilitas 2 2
4 VE035104 Elektronika Medika 2 2
5 VE035105 Elektronika Industri 2 2 2
6 VE035106 Pengolahan Sinyal 2 2
7 VE035107 Robotika 2 2
Workshop Sistem
8 VE035108 2 4
Manufaktur Terpadu
Proposal Proyek
9 VE035109 1 3
Akhir
10 VE035110 Praktik 1.5: 1 3
- Prak. Elektronika
Medika
- Prak. Pengolahan
Sinyal
11 VE035111 Praktik 2.5 : 1 3
- Prak. Elektronika
Industri 2
- Prak. Robotika
14 5 14 13
JUMLAH 19 27

Pendidikan Tinggi Vokasi | 65


SEMESTER 6
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Prakt Teori Prakt
Bhs. Inggris utk.
1 VE036201 2 2
Profesional
Manajemen
2 VE036202 Industri/Kontrol 2 2
Kualitas
3 VE036203 Kewarganegaraan 2 2
Etika dan
4 VE036204 2 2
Profesionalisme
Standard Internasional
5 VE036205 2 2
dan Keselamatan Kerja
6 VE036106 Kerja Praktik 1 10
7 VE036107 Proyek Akhir 4 12

10 5 10 22
JUMLAH 15 32

Kredit Jam
Teori Prakt Teori Prakt
Gasal 46 16 51 42
Genap 38 18 43 55
Jumlah 84 34 94 97
JUMLAH 118 191
Prosentase Teori Praktek
jam teori -
49.21% 50.79%
praktek

Contoh Kurikulum Prodi Diploma 4 (Sarjana Terapan) Teknik Elektronika


Departemen Teknik Elektro Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Pens)
SEMESTER 1
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VE041201 Matematika 1 2 2
2 VE041102 Elektronika Digital 1 2 3
3 VE041103 Rangkaian Listrik 1 2 3
Pengukuran Listrik &
4 VE041104 2 2
Instrumentasi
5 VE041105 Piranti Elektronika 2 2
6 VE041106 Elektro Magnet 2 2
7 VE041107 Algoritma & Pemrograman 2 2
8 VE041108 Workshop Elektromekanik 1 3
9 VE041109 Gambar Teknik 1 3
10 VE041110 Prak. Elektronika Digital 1 1 3
Prak.Algoritma &
11 VE041111 1 3
Pemograman

Pendidikan Tinggi Vokasi | 66


12 VE041112 Praktik 1.1 1 3
- Prak. Rangkaian Listrik 1
- Prak. Peng. Listrik &
Instrumentasi
13 VE041113 Praktik 1.2 1 3
- Prak. Piranti Elektronika
- Prak. Elektro Magnet
14 6 16 18
JUMLAH 20 34

SEMESTER 2
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VE042201 Agama 2 2
2 VE042202 Matematika 2 2 2
3 VE042103 Rangkaian Elektronika 1 2 3
4 VE042104 Rangkaian Listrik 2 2 3
5 VE042105 Elektronika Digital 2 2 3
6 VE042106 Dasar Sistem Tenaga Listrik 2 2
7 VE042107 Elektronika Optik 2 2
8 VE042108 Pemrograman Lanjutan 2 2
9 VE042109 Prak. Rangkaian Elektronika 1 1 3
10 VE042110 Prak. Rangkaian Listrik 2 1 3
11 VE042111 Prak. Elektronika Digital 2 1 3
12 VE042112 Prak. Pemrograman Lanjutan 1 3
13 VE042113 Praktik 2.1: 1 3
- Prak. Dasar Sistem Tenaga Listrik
- Prak Elektronika Optik
16 5 19 15
JUMLAH 21 34

SEMESTER 3
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VE043201 Matematika 3 2 2
2 VE043202 Konsep Teknologi 2 2
3 VE043103 Rangkaian Elektronika 2 2 3
4 VE043104 Elektronika Industri 1 2 2
5 VE043105 Sistem Mikroprosesor 2 3
6 VE043106 Rangkaian Linier Aktif 2 2
7 VE043107 Pengaturan Otomatis 1 2 2
Workshop Perawatan &
8 VE043108 1 3
Perbaikan
Workshop Elektronika
9 VE043109 1 3
Analog 1
Workshop Komputer &
10 VE043110 1 3
Jaringan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 67


Prak. Rangkaian Elektronika
11 VE043111
2 1 3
12 VE043112 Prak. Elektronika Industri 1 1 3
13 VE043113 Prak. Sistem Mikroprosesor 1 3
14 VE043114 Praktik 3.1: 1 3
- Prak. Rangk. Linier
Aktif
- Prak. Pengaturan Otomatis 1
14 7 16 21
JUMLAH 21 37

SEMESTER 4
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VE044201 Matematika 4 2 2
2 VE044102 Sensor dan Aktuator 2 2
3 VE044103 Instrumentasi Elektronika 2 2
4 VE044104 Elektronika Industri 2 2 2
5 VE044105 Robotika 2 2
6 VE044106 Mikrokontroler 2 2
7 VE044107 Pengaturan Otomatis 2 2 3
Workshop Instrumentasi
8 VE044108 1 3
Digital
Workshop Elektronika
9 VE044109 1 3
Analog 2
Workshop Teknik
10 VE044110 1 3
Antarmuka
11 VE044111 Praktik 4.1: 1 3
- Prak. Sensor dan
Aktuator
- Prak. Instrumentasi
Elektronika
12 VE044112 Praktik 4.2: 1 3
- Prak. Elektronika
Industri 2
- Prak. Robotika
13 VE044113 Praktik 4.3: 1 3
- Prak. Mikrokontroler
- Prak. Pengaturan
Otomatis 2
14 6 15 18
JUMLAH 20 33

Pendidikan Tinggi Vokasi | 68


SEMESTER 5
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VE045201 Bahasa Inggris 1 2 2
Statistik dan
2 VE045202 2 2
Probabilitas
VLSI & Perancangan
3 VE045103 2 2
Logika
4 VE045104 Pengolahan Sinyal 2 2
5 VE045105 Sistem Embeded 2 2
6 VE045106 Metode Numerik 2 2
7 VE045107 Kontrol Cerdas 1 2 2
8 VE045108 Elektronika Medika 1 2 2
Workshop
9 VE045109 1 3
Mikrokontroler Lanjut
Prak. VLSI & 1 3
10 VE045110
Perancangan Logika
Prak. Pengolahan
11 VE045111
Sinyal 1 3
12 VE045112 Praktik 5.1: 1 3
- Prak. Sistem
Embeded
- Prak. Metode
Numerik
13 VE045113 Praktik 5.2 : 1 3
- Prak. Kontrol Cerdas
1
- Prak. Elektronika
Medika 1
14 7 14 17
JUMLAH 21 31

SEMESTER 6
No
Kredit Jam
No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
Bahasa Inggris 2
1 VE046201 2 2
2 VE046202 Bahasa Indonesia 2 2
Proposal Proyek
3 VE046103 1 3
Akhir
4 VE046104 Kerja Praktik 3 18

0 8 0 25
JUMLAH 8 25

Pendidikan Tinggi Vokasi | 69


SEMESTER 7
Kredit Jam
No No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VE046201 Bahasa Inggris 3 2 2
2 VE046202 Pancasila & Kewarganegaraan 2 2
3 VE046103 Jaringan Sensor 2 2
4 VE046104 Elektronika Medika 2 2 2
5 VE046105 Kontrol Cerdas 2 2 2
6 VE046106 Pengolahan Citra 2 2
7 VE046107 Sistem Manufaktur Terpadu 1 3
8 VE046108 Proyek Akhir Tahap 1 2 6
9 VE046109 Praktik 7.1: 1 3
- Prak. Jaringan Sensor
- Prak. Elektronika Medika 2
10 VE046110 Praktik 7.2: 1 3
- Prak. Kontrol Cerdas 2
- Prak. Pengolahan Citra

10 7 10 17
JUMLAH 17 27

SEMESTER 8
No
Kredit Jam
No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VE048201 Bahasa Inggris 4 2 2
2 VE048202 Etika dan Profesionalisme 2 2
3 VE048203 Standar Internasional & K3 2 2
4 VE048204 Manaj. Industri & Kontrol Kualitas 2 2
5 VE048205 Kewirausahaan 2 2
6 VE048106 Proyek Akhir Tahap 2 6 18

6 10 6 22
JUMLAH 16 28

Kredit Jam
Teori Praktik Teori Praktik
Semester Gasal 52 27 56 73
Semester
Genap 36 29 40 80
88 56 96 153
Jumlah 144 249
% Jam Teori Teori (%) Praktek (%)
Praktik 38.55 61.45
% SKS Teori Teori Praktek
Praktik 61.11 38.89

Pendidikan Tinggi Vokasi | 70


Contoh Kurikulum Prodi Diploma 3 (D III) Teknik Elektro Industri
Pemetaan Kurikulum per-Tahun

Pendidikan Tinggi Vokasi | 71


Kurikulum Program Studi D-Iii Teknik Elektro Industri Departemen
Teknik Elektro Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

SEMESTER 1
Jam Jam SKS SKS
No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VL031201 Bahasa Inggris 1 2 2
2 VL031202 Matematika 1 2 2
3 VL031203 Agama 2 2
4 VL031104 Elektromagnetik 3 2
5 VL031105 Rangkaian Listrik 1 3 2
Pengukuran Listrik & Instrumentasi
6 VL031106 3 2
1
7 VL031107 Komponen Listrik dan Piranti 3 2
8 VL031108 Gambar Teknik Kelistrikan 4 2
Workshop Pemrograman Komputer
9 VL031109 4 2
1
Workshop Instalasi Listrik
10 VL031110 4 2
Penerangan
11 VL031111 Bengkel Elektromekanik 3 1
12 VL031112 Praktek 1.1 3 1
Praktek Pengukuran Listrik &
Instrumentasi 1
Rangkaian Listrik 1
18 18 14 8
JUMLAH
36 22

SEMESTER 2
Jam Jam SKS SKS
No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VL032201 Bahasa Inggris 2 2 2
2 VL032202 Matematika 2 2 2
3 VL032103 Elektronika Digital 3 2
Pengukuran Listrik & Instrumentasi
4 VL032104 3 2
2
5 VL032105 Rangkaian Elektronika 3 2
6 VL032106 Rangkaian Listrik 2 3 2
7 VL032107 Mesin Listrik 1 3 2
8 VL032108 Pembangkit Tenaga Listrik 1 3 2
Workshop Pemrograman Komputer
9 VL032109 4 2
2
10 VL032110 Workshop Instalasi Listrik Industri 4 2
11 VL032111 Praktek 1.2 3 1
Komponen Listrik dan Piranti
Pengukuran Listrik & Instrumentasi
2
12 VL032112 Praktek 2.2 3 1

Pendidikan Tinggi Vokasi | 72


Rangkaian Elektronika
Elektromagnetik
22 14 16 6
36 22

SEMESTER 3
Jam Jam SKS SKS
No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VL033201 Bahasa Inggris 3 2 2
2 VL033202 Matematika 3 2 2
3 VL033103 Teknik Kontrol Industri 3 2
4 VL033104 Elektronika Daya 1 3 2
5 VL033105 Pengaman Sistem Tenaga Listrik 3 2
6 VL033106 Mesin Listrik 2 3 2
Transmisi dan Distribusi Tenaga
7 VL033107 3 2
Listrik
8 VL033108 Pengaturan Otomatis 3 2
9 VL033109 Bengkel Listrik 3 1
Workshop Sistem Mikrokontroller
10 VL033110 4 2
1
11 VL033111 Praktek 1.3: 3 1
Transmisi dan Distribusi Tenaga
Listrik
Pembangkit Tenaga Listrik 1
12 VL033112 Praktek 2.3: 3 1
Mesin Listrik 1
Elektronika Digital
VL033113 Praktek 3.3: 3 1
Pengaturan Otomatis
Rangkaian Listrik 2
22 16 16 6
JUMLAH
38 22

SEMESTER 4
Jam Jam SKS SKS
No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VL034201 Bahasa Inggris 4 2 2
2 VL034202 Statistik dan Probabilitas 2 2
3 VL034103 Pengenalan Kualitas Daya Listrik 3 2
4 VL034104 Pembangkit Tenaga Listrik 2 2 2
5 VL034105 Elektronika Daya 2 3 2
Penggunaan dan Pengemudian
6 VL034106 3 2
Motor Listrik
7 VL034107 Simulasi Sistem Tenaga Listrik 4 2
8 VL034108 Workshop Teknik Antar Muka 4 2
Workshop Sistem Mikrokontroller
9 VL034109 4 2
2

Pendidikan Tinggi Vokasi | 73


Workshop Programmable Logic
10 VL034110 4 2
Controller
11 VL034111 Praktek 1.4 3 1
Pengaman Sistem Tenaga Listrik
Elektronika Daya 1
12 VL034112 Praktek 2.4 3 1
Mesin Listrik 2
Teknik Kontrol Industri
15 22 12 10
JUMLAH
37 22

SEMESTER 5
Jam Jam SKS SKS
No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VL035201 Bahasa Indonesia 2 2
2 VL035202 Etika dan Profesi 2 2
3 VL035103 Standar Int dan Kes Kerja 2 2
4 VL035104 Praktek 1.5 3 1
Penggunaan dan Pengemudian
Motor Listrik
Pembangkit Tenaga Listrik 2
5 VL035105 Praktek 2.5 3 1
Elektronika Daya 2
Pengenalan Kualitas Daya Listrik
6 VL035106 Kerja Praktek 18 3
7 VL035107 Proposal Proyek Akhir 3 1
6 27 6 6
JUMLAH
33 12

SEMESTER 6
Jam Jam SKS SKS
No. Kode Mata Kuliah
Teori Praktek Teori Praktek
1 VL036201 Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2
Workshop Kewirausahaan dan
2 VL036102 4 2
Manajemen Proyek
3 VL036103 Workshop Sistem Integrasi 4 2
Workshop Pemeliharaan Sistem
4 VL036104 4 2
Tenaga Listrik
5 VL036105 Proyek Akhir 12 4
2 24 2 10
JUMLAH
26 12

Pendidikan Tinggi Vokasi | 74


Jumlah Jam Teori 83
Jumlah Jam Praktek 121
Jumlah Jam Teori + Praktek 204

Jumlah sks Teori 66


Jumlah sks Praktek 46
Jumlah sks Total 112

Jumlah sks Total 112


Jumlah Jam Total 204
Prosentase Jam Praktek (%) 59.31
Prosentase Jam Teori (%) 40.69

Jumlah Jam praktek 1,936


Jumlah Jam teori 1,328

Tracer study alumni untuk Prodi Elektro Industri terhadap masa tunggu kerja
setelah lulus
Rata-rata waktu tunggu lulusan lima tahun terakhir untuk memperoleh pekerjaan
yang pertama = 1.46 bulan.
Sampling dilakukan terhadap 99 orang alumni tahun 2009/2010 sampai 2015/2016
Untuk Masa Tunggu Kerja 0 bulan sebanyak 76 orang (76,76%), 0-3 bulan sebanyak
23 orang (23,23%), dan lebih dari 3 bulan sebanyak 0 orang (0%)
Sehingga dari data-data tersebut didapat rata-rata waktu tunggu lulusan lima tahun
terakhir untuk memperoleh pekerjaan yang pertama sebanyak 1,46 bulan.
Data Diperoleh dari Job Arrangement System (Sistem Penempatan Kerja), metode
survey, dengan cara melakukan wawancara dan mengirimkan kuesioner kinerja
alumni melalui telepon, melalui surat pos, e-mail, website program studi, Jejaringan
Sosial, Chatting, Telephone dan kuisioner yang dibawa oleh mahasiswa pada saat kerja
praktek ke perusahaan mulai dari tahun 2009/2010 sampai 2015/2016
Persentase lulusan lima tahun terakhir yang bekerja pada bidang yang sesuai dengan
keahliannya = 100%.

Instansi/industri yang memesan lulusan untuk bekerja, sebelum mereka lulus


Jumlah Lulusan Jumlah Lulusan
Nama Lembaga
Tahun yang Diwisuda yang Dipesan
(Instansi/Industri)
pada dan Diterima
2011/2012 49 PT. Pembangkit Jawa Bali(PLN) 3 Orang

2012/2013 46 PT. Pembangkit Jawa Bali (PLN) 5 Orang


2013/2014 43 1.PT. Pembangkit Jawa Bali 9 Orang
(PLN) 1 Orang
2. PT. Great Asia Link (GRAIN)
2014/2015 43 1. PT. Pembangkit Jawa Bali 4 Orang
Services 1 Orang
2. PT. Great Asia Link (GRAIN) 3 Orang

Pendidikan Tinggi Vokasi | 75


3. PT. Graha Sumber Prima 3 Orang
Elektronik
4. PT. PLN

Partisipasi alumni untuk mendukung kemajuan program studi


1. Sumbangan dana dan buku,
alumni memfasilitasi perolehan dana untuk bantuan biaya proyek akhir
mahasiswa yang kurang mampu.
Sumbangan berupa buku di perpustakaan di PENS.
2. Sumbangan perangkat pendukung di Laboratorium,
Sumbangan berupa 1 buah Generator 1 set pada angkatan tahun 2015.
Sumbangan berupa 3 buah Avometer digital tahun 2014.
Sumbangan berupa 1 buah Motor induksi 1 fasa dan 3 fasa pada angkatan
tahun 2013.
Sumbangan berupa 1 buah Solar panel 2x30WP pada angkatan tahun 2012.
Sumbangan berupa 1 buah Lampu LED PJU pada angkatan tahun 2010.
3. Masukan untuk perbaikan proses pembelajaran,
Masukan dari alumni telah ditindak lanjuti dengan melakukan review
kurikulum untuk kemudian disesuaikan dengan kebutuhan industri yang
sejalan VISI MISI
Alumni memberikan saran kepada Tenaga Pengajar (Dosen) untuk melihat
kemajuan teknologi dibandingkan dengan peralatan laboratorium.
Hasil studi tersebut digunakan untuk perbaikan metode pembelajaran di
laboratorium agar sesuai dengan kebutuhan di industri, trend teknologi dan
peremajaan peralatan laboratorium.
Alumni memiliki peran dalam memberikan wawasan dan pengetahuan
teknologi terkini melalui kegiatan kuliah dosen tamu.
Alumni memberikan saran agar mengoptimalkan teknologi IT dengan
dimasukkannya bahan ajar multimedia dan penggunaan fasilitas e-learning.
4. Informasi pekerjaan,
Calon alumni mendapatkan informasi pekerjaan dalam event temu alumni
bahkan beberapa calon alumni di rekrut langsung oleh kakak kelas yang sudah
sukses dalam usahanya di bidang Teknik Elektro Industri.
Melalui jaringan alumni, lulusan yang belum mendapatkan pekerjaan di
promosikan untuk dapat diterima bekerja sesuai kemampuannya di
perusahaan, dimana alumni telah menduduki jabatan Level Supervisor.
Prodi memperoleh update informasi mengenai lowongan pekerjaan bagi
alumni dengan keahlian yang spesifik.
5. Pengembangan jejaring,
Penguatan Ikatan Keluarga Alumni PENS (IKA-PENS) yang memudahkan dan
memfasilitasi adanya akses komunikasi antar alumni dengan mahasiswa yang
masih aktif. Dengan penguatan jejaring ini, komunitas anggota jejaring dapat
saling memanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Penguatan website IKA-PENS yang dapat diakses oleh alumni, mahasiswa
aktif dan dosen sehingga arus informasi dapat sampai kesasaran yang dituju.
Pengembangan jejaring antar alumni melalui milist alumni

Pendidikan Tinggi Vokasi | 76


B. Prodi Permesinan (ATMI)
1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1.1 Visi Program Studi
Program Studi Teknik Mesin Industri / TMI (Teknologi Manufaktur) menjadi
inspirasi pendidikan vokasi bidang proses manufaktur Mould & Dies serta
Presision Part di Indonesia hingga tahun 2020.

1.2 Misi Program Studi


Program Studi Teknik Mesin Industri memiliki misi:
1. Pengelolaan program studi yang efektif dan efisien dalam menciptakan
komunitas yang unggul dalam kenyamanan kerja dan keluwesan yang
dijiwai semangat keadilan dan pelayanan dalam rangka menghasilkan
lulusan sarjana terapan bidang teknologi manufaktur
2. Pencapaian kualitas lulusan yang jujur, sportif, kompeten, kreatif, inovatif,
proaktif, produktif, berjiwa wirausaha dalam bidang rekayasa teknologi
manufaktur
3. Melaksanakan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat dengan
mengembangkan produk serta layanan bidang teknologi manufaktur untuk
menciptakan dunia industri di tingkat regional, nasional maupun
internasional yang adil, hormat akan martabat manusia.

1.3 Tujuan Program Studi


Program Studi Teknik Mesin Industri memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Menghasilkan lulusan ahli madya yang cerdas secara intelektual dan
spiritual dalam bidang Teknologi Manufaktur.
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan kewirausahaan, untuk
menciptakan lapangan kerja dalam bidang industri manufaktur.
3. Menghasilkan lulusan yang berperan aktif dalam lingkungan keilmuannya
yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
4. Menghasilkan karya ilmiah, karya inovatif yang tepat guna dalam bidang
rekayasa teknologi manufaktur.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 77


5. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi
manufaktur dalam rangka memajukan pembangunan masyarakat
Indonesia.

B. Tujuan
Untuk menghasilkan manusia bersumber daya / tenaga kerja terampil
dengan kualifikasi Diploma-3 pada bidang Teknik Mesin Industri, diperlukan
program pendidikan 6 (enam) semester penuh atau 3( tiga ) tahun, jumlah bobot
yang dibebankan 120, dengan sistem gugur tingkat.
Program pendidikan ini menerapkan metode Production Based Learning dan
Problem based learning, ataupeserta didik dihadapkan pada situasi tempat kerja
yang nyata sehingga sekaligus mendapat ketrampilan teknik juga non teknik yang
sangat penting untuk keberhasilan di lingkungan lapangan kerja.
Setelah menyelesaikan program tersebut dan dinyatakan lulus, sesuai dengan
Peraturan Pemerintah No. 61 tahun 1992 maka seseorang berhak menyandang
gelar Ahli Madya ( Amd).

C. Dasar Hukum
a. Kurikulum dikembangkan dari kurikulum nasional dan disesuaikan
berdasarkan Undang-Undang Pendidikan Tinggi No 12 tahun 2012 (tentang
pendidikan tinggi akademik, vokasi dan profesi) dan Kepmen 232/U/2000
(tentang pedoman penyusunan kurikulum pendidikan tinggi dan penilaian
hasil belajar mahasiswa) serta Kepmen 045/U/2002 (tentang kurikulum inti
pendidikan tinggi).
b. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
c. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
d. Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
e. Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional
Indonesia
f. Pedoman Penyusunan Kurikulum Kursus dan Pelatihan Tahun 2014

Pendidikan Tinggi Vokasi | 78


D. Ruang Lingkup
Kebutuhan untuk melengkapi KKNI sudah sangat mendesak mengingat
tantangan dan persaingan global pasar tenaga kerja nasional maupun
internasional yang semakin terbuka.
Untuk itu diperlukan kurikulum yang seragam dan terkini, yang disusun
dengan berlandaskan pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagaimana
dinyatakan pada PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
dalam hal penyusunan suatu SKL dan Permendiknas Nomor 47 tahun 2010
tentang SKL Kursus dan pelatihan. Sebagai bentuk perwujudan dari SKL tersebut
maka disusunlah Kurikulum Bidang Teknologi Manufaktur yang didalamnya
terdapat Rencana Program Pembelajaran (RPP).

2. KURIKULUM BERBASIS KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA


A. Profil Lulusan
Jurusan Teknik Mesin Industri menyiapkan lulusannya benar-benar kompeten
dalam bidangnya. Dengan berbekal ketrampilan dan untuk pengetahuannya
diharapkan seseorang lulusannya mampu (capable ) untuk:
Bekerja sebagai mekanik pada perusahaan yang bergerak di bidang Industri
Mesin dan Mekanik Umum, juga di bidang perancangan/pembuatan perkakas
presisi dan perusahaan pemakai perkakas presisi, pembuat produk, pembuat
mesin.
Bekerja sebagai pelatih/trainer di perusahaan dalam bidang gambar dan
perancangan serta teknik permesinan
Berperan secara efektif dalam lingkungan keilmuannya yang berkembang
fleksibel dan cepat (function effectively in an agile environment of tooling
technology).
Dapat bertindak secara bertanggungjawab dan dengan etika yang benar
(perform in a responsible and ethical manner)
Studi lanjut pada jalur profesional maupun akademik baik di dalam negeri
ataupun di luar negeri (be possible to transfer into appropriate degree program
both profesional stream or academic stream in country or overseas).
Memiliki wawasan kewirausahaan, dimana dengan keterampilan dan
pengetahuan serta sikap yang dibekalkan, suatu saat diharapkan mampu
melakukan usaha sendiri (having business knowledge in addition to their skills,

Pendidikan Tinggi Vokasi | 79


knowledge and performance, they are hopefully able once to be entrepreneur in
their field of competence).
Kurikulum Diploma III Program Studi Teknologi Manufaktur disusun dan
disiapkan agar para lulusan memiliki peran dalam masyarakat dan dunia kerja.
Profil lulusan Program Studi Teknologi Manufaktur
1) Perekayasa Alat Penekan, Penepat dan Pencetak (Tools Maker)
2) Pengatur Pengembangan kualitas Produk Manufaktur (QC)
3) Perencana dan Pengendali Produksi (PPIC)
4) Perekayasa Perlengkapan presisi mesin produksi.
5) Fabrikasi dibidang automotif, mesin dan logam. (Manufakturing)
6) Perawatan Mesin Produksi dan alat produksi
7) Wirausaha
8) Sales Perlengkapan Industri.

B. Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Program Studi merupakan hasil akhir yang nantinya akan
dicapai pada setiap mata kuliah. Capaian Pembelajaran dirumuskan dari kemampuan
yang harus dimiliki pada setiap profil lulusan. Capaian Pembelajaran Program Studi
D3 Teknologi Manufaktur disusun dengan mengacu pada Permendikbud No 49
Tahun 2014 dengan menyesuaikan jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI) berdasarkan Perpres No. 8 Tahun 2012. Berdasarkan KKNI maka Program
Studi D3 Teknologi Manufaktur berada pada Level 5. Capaian pembelajaran meliputi
4 aspek yaitu Sikap dan tata nilai, Keterampilan Umum, Keterampilan Khusus dan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 80


Penguasaan Pengetahuan. Capain Pembelajaran Program Studi D3 Teknologi
Manufaktur (TMI Teknik Mesin Industri) adalah sebagai berikut:

Sikap dan Tata Nilai


1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan
agama,moral, dan etika
3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila
4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki
nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan,
serta pendapat atau temuan orisinal orang lain
6. Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan
7. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara
8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik
9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya
secara mandiri
10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.

Keterampilan Umum
1. Mampu menerapkan pemikian logis, kritis, inovatif, bermutu, dan terukur dalam
melakukan pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya serta sesuai dengan
standar kompetensi kerja bidang yang bersangkutan
2. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur
3. Mampu mengkaji kasus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidang
keahliannya dalam rangka menghasilkan prototype, prosedur baku, desain atau
karya seni, menyusun hasil kajiannya dalam bentuk kertas kerja, spesifikasi
desain, atau esai seni, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 81


4. Mampu menyusun hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk kertas kerja,
spesifikasi desain, atau esai seni, dan mengunggahnya dalam laman perguruan
tinggi
5. Mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan prosedur baku,
spesifikasi desain, persyaratan keselamatan dan keamanan kerja dalam
melakukan supervisi dan evaluasi pada pekerjaannya
6. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja sama dan hasil kerja
sama didalam maupun di luar lembaganya
7. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan
supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada
pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya
8. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada
dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara
mandiri
9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan
kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi

Keterampilan Khusus
1. Mampu menerapkan matematika, sains, dan prinsip rekayasa ke dalam prosedur,
proses, sistem, atau metodologi rekayasa terapan untuk menyelesaikan masalah
rekayasa umum (broadly-defined)
2. Mampu mengidentifikasi, merumuskan dan mengambil keputusan dalam
menyelesaikan masalah rekayasa bidang manufaktur dengan metode dan
prosedur yang sudah ditetapkan.
3. Mampu menerapkan prinsip-prinsip sistem penjaminan mutu dalam menangani
masalah rekayasa bidang manufaktur, dengan memperhatikan faktor kualitas,
harga dan waktu serah (quality, cost and delivery).
4. Mampu merancang dan membuat komponen mekanik mesin-mesin sederhana, Jig
and Fixture, dan merencanakan proses pembuatannya menurut fungsi dan
peruntukannya.
5. Mampu memilih sumberdaya dan memanfaatkan perangkat perancangan
sofware desain dan menerapkan prinsip dasar gambar teknik kedalam gambar
kerja berbasis teknologi informasi sesuai standar industri

Pendidikan Tinggi Vokasi | 82


6. Mampu memilih material, alat potong dan alat ukur yang sesuai untuk berbagai
kebutuhan dalam pembuatan komponen mekanik.
7. Mampu menggunakan teknologi dan peralatan modern dalam melaksanakan
pekerjaan.
8. Mampu membuat program dan mengoperasikan mesin CNC dalam proses
manufaktur
Penguasaan Pengetahuan
1. Menguasai konsep teoretis sains alam, aplikasi matematika rekayasa; prinsip-
prinsip rekayasa (engineering principles), sains rekayasa dan perancangan
rekayasa yang diperlukan untuk analisis dan perancangan sistem, proses,
produk atau komponen
2. Menguasai prinsip dan teknik perancangan sistem, proses, produk, atau
komponen menggunakan teknologi pada tataran praktikal (practical area)
3. Menguasai konsep teoritis teknologi rekayasa yang diperlukan pada satu bidang
perancangan mekanik dan Mould & Dies
4. Menguasai pengetahuan tentang codes dan standard yang berlaku untuk
penyelesaian masalah rekayasa
5. Menguasai prinsip dan issue terkini dalam ekonomi, sosial, ekologi secara umum
6. Menguasai pengetahuan tentang teknik berkomunikasi
7. Menguasai pengetahuan tentang perkembangan teknologi terbaru dan terkini;
8. Menguasai pengetahuan prosedural dan operasional kerja bengkel/studio dan
kegiatan laboratorium, serta pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
9. Mampu mengetahui jenis material logam dan non logam, kode material, karakter,
pengujian, enggunaan, dan perlakuan masing-masing material.

C. Bahan Kajian

Kurikulum Diploma III Program Studi Teknologi Manufaktur disusun berdasarkan


bahan kajian. Bahan kajian adalah suatu bangunan ilmu, teknologi atau seni, obyek
yang dipelajari, yang menunjukkan ciri cabang ilmu tertentu, atau dengan kata lain
menunjukkan bidang kajian atau inti keilmuan suatu program studi.
Bahan Kajian Kurikulum Program Studi Teknologi Manufaktur adalah:
1. Manufacturing
2. Product Design
Pendidikan Tinggi Vokasi | 83
3. Material Science
4. Engineering Economics
5. Engineering Science
6. Quality Control
7. System Engineering
8. Humanity & Social Science
9. Natural Science
10. MATH

Pendidikan Tinggi Vokasi | 84


1. Matriks Hubungan Capaian Pembelajaran dengan Bahan Kajian
Hubungan Capaian Pembelajaran dengan Bahan Kajian Program Studi Teknologi Manufaktur adalah sebagai berikut :

Bahan Kajian
Capaian Pembelajaran Humanity
No. Product Manufac- Material Engineering Engineering Quality Systems Natural
Ketrampilan Khusus / Kerja & Social MATH
Design turing Science Economics Science Control Engineering Science
Science
Mampu menerapkan matematika, sains, dan
prinsip rekayasa ke dalam prosedur, proses,
1. sistem, atau metodologi rekayasa terapan v v v v v
untuk menyelesaikan masalah rekayasa
umum (broadly-defined)
Mampu mengidentifikasi, merumuskan dan
mengambil keputusan dalam menyelesaikan
2. masalah rekayasa bidang manufaktur dengan v v v v v v
metode dan prosedur yang sudah ditetapkan.
Mampu menerapkan prinsip-prinsip sistem
penjaminan mutu dalam menangani masalah
3. rekayasa bidang manufaktur, dengan v v v
memperhatikan faktor kualitas, harga dan
waktu serah (quality, cost and delivery).
Mampu merancang dan membuat komponen,
Jig and Fixture, mekanik mesin-mesin
sederhana, dan merencanakan proses v v v v v v
pembuatannya menurut fungsi dan
peruntukannya.
Mampu memilih sumberdaya dan
memanfaatkan perangkat perancangan
sofware desain dan menerapkan prinsip dasar
4. gambar teknik kedalam gambar kerja v v v v v v
berbasis teknologi informasi sesuai standar
industri
Mampu memilih material, alat potong dan alat
5. ukur yang sesuai untuk berbagai kebutuhan v v
dalam pembuatan komponen mekanik
Mampu menggunakan teknologi modern
6. dalam melaksanakan pekerjaan v v v
Mampu membuat program dan
7. mengoperasikan mesin CNC dalam proses v v v
manufaktur

Page | 85
Bahan Kajian
Capaian Pembelajaran
No. Humanity
Penguasaan Pengetahuan Product Manufac- Material Engineering Engineering Quality Systems
& Social
Natural
MATH
Design turing Science Economics Science Control Engineering Science
Science
Menguasai konsep teoretis sains alam, aplikasi
matematika rekayasa; prinsip- prinsip
rekayasa (engineering principles), sains
1. rekayasa dan perancangan rekayasa yang v v v
diperlukan untuk analisis dan perancangan
sistem, proses, produk atau komponen
Menguasai prinsip dan teknik perancangan
sistem, proses, produk, atau komponen
2. menggunakan teknologi pada tataran v v v
praktikal (practical area)
Menguasai konsep teoritis teknologi rekayasa
3. yang diperlukan pada satu bidang v v v v
perancangan mekanik dan Mould & Dies
Menguasai pengetahuan tentang codes dan
4. standard yang berlaku untuk penyelesaian v v v v v
masalah rekayasa
Menguasai prinsip dan issue terkini dalam
5. ekonomi, sosial, ekologi secara umum v
Menguasai pengetahuan tentang teknik
6. berkomunikasi v
Menguasai pengetahuan tentang
7. perkembangan teknologi terbaru dan terkini; v v v v
Menguasai pengetahuan prosedural dan
operasional kerja bengkel/studio dan kegiatan
8. laboratorium, serta pelaksanaan keselamatan v v
dan kesehatan kerja (K3)
Mampu mengetahui jenis material logam dan
non logam, kode material ,karakter, pengujian,
9. kenggunaan, dan perlakuan masing-masing v
material.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 86


Bahan Kajian
Capaian Pembelajaran Humanity
No. Product Manufac- Material Engineering Engineering Quality Systems Natural
Sikap dan Tata Nilai & Social MATH
Design turing Science Economics Science Control Engineering Science
Science
Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
1. mampu menunjukkan sikap religius; v
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam
2. menjalankan tugas berdasarkan v v v v v
agama,moral, dan etika;
Berkontribusi dalam peningkatan mutu
kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
3. bernegara, dan kemajuan peradaban v v v v
berdasarkan Pancasila;
Berperan sebagai warga negara yang
bangga dan cinta tanah air, memiliki
4. nasionalisme serta rasa tanggungjawab v
pada negara dan bangsa;
Menghargai keanekaragaman budaya,
pandangan, agama, dan kepercayaan, serta
5. v
pendapat atau temuan orisinal orang lain;
Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial
6. serta kepedulian terhadap masyarakat dan v v v v
lingkungan;
Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan
7. bermasyarakat dan bernegara; v
Menginternalisasi nilai, norma, dan etika
8. akademik; v v v
Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas
9. pekerjaan di bidang keahliannya secara v v v
mandiri;

10. Menginternalisasi semangat kemandirian, v v v


kejuangan, dan kewirausahaan.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 87


Bahan Kajian
Capaian Pembelajaran
No. Humanity
Keterampilan Umum Product Manufac- Material Engineering Engineering Quality Systems
& Social
Natural
MATH
Design turing Science Economics Science Control Engineering Science
Science
Mampu menerapkan pemikian logis, kritis,
inovatif, bermutu, dan terukur dalam melakukan
1. pekerjaan yang spesifik di bidang keahliannya v v v v v
serta sesuai dengan standar kompetensi kerja
bidang yang bersangkutan;
Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu
2 dan terukur; v v v
Mampu mengkaji kasus penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan
dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan
bidang keahliannya dalam rangka menghasilkan
3. prototype, prosedur baku, desain atau karya seni, v v
menyusun hasil kajiannya dalam bentuk kertas
kerja, spesifikasi desain, atau esai seni, dan
mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;
Mampu menyusun hasil kajian tersebut di atas
dalam bentuk kertas kerja, spesifikasi desain,
4. atau esai seni, dan mengunggahnya dalam laman v v v v
perguruan tinggi;
Mampu mengambil keputusan secara tepat
berdasarkan prosedur baku, spesifikasi desain,
5. persyaratan keselamatan dan keamanan kerja v v v v
dalam melakukan supervisi dan evaluasi pada
pekerjaannya;
Mampu memelihara dan mengembangkan
6. jaringan kerja sama dan hasil kerja sama didalam v
maupun di luar lembaganya;
Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil
kerja kelompok dan melakukan supervisi dan
7. evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang v v v
ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah
tanggungjawabnya;
Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap
kelompok kerja yang berada dibawah tanggung
8. jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran v v v
secara mandiri;
Mampu mendokumentasikan, menyimpan,
mengamankan, dan menemukan kembali data
9. untuk menjamin kesahihan dan mencegah v v v
plagiasi;

Pendidikan Tinggi Vokasi | 88


2. Matrik CP, Bahan Kajian, Bahan Pembelajaran
Dalam mencapai hasil pembelajaran agar sesuai dengan Capaian pembelajaran
yang ditetapkan, Politeknik mengembangkan bahan kajian yang mendukung
pencapaian kemampuan siswa dan menjabarkannya dalam bahan pembelajaran,
sehingga siswa mampu menerima pengetahuan dan kemampuan kerja dengan
baik

Capaian Pembelajaran Bahan


No Bahan Kajian
Kemampuan Khusus/Kerja Pembelajaran
Mampu menerapkan matematika, Engineering Teknik Perancangan
sains, dan prinsip rekayasa ke Economics Mekanikan &
dalam prosedur, proses, sistem, Engineering Science Dinamika
atau metodologi rekayasa terapan Systems Engineering Elemen Mesin
1 untuk menyelesaikan masalah Natural Science Ilmu Kekuatan
rekayasa umum (broadly-defined) MATH matrial
Matematika & Fisika
Praktek Bengkel /
Industri
Mampu mengidentifikasi, Manufacturing Teknik Manufaktur
merumuskan dan mengambil Material Science Pratik Bengkel
keputusan dalam menyelesaikan Quality Control Ilmu bahan
2 masalah rekayasa bidang Engineering Manajemen Bengkel
manufaktur dengan metode dan Economics Quality Control (QC)
prosedur yang sudah ditetapkan. Humanity & Social Praktek Bengkel /
Science Industri
Mampu menerapkan prinsip- Manufacturing Teknik Manufaktur
prinsip sistem penjaminan mutu Material Science Praktik Produksi
dalam menangani masalah Quality Control Ilmu Bahan
3 rekayasa bidang manufaktur, PPIC
dengan memperhatikan faktor QC
kualitas, harga dan waktu serah
(quality, cost and delivery).
Mampu merancang dan membuat Product Design Mould & Dies Desain
komponen, Jig and Fixture, Manufacturing Praktik Produksi
mekanik mesin-mesin sederhana, Material Science Ilmu Bahan
4 dan merencanakan proses Engineering Pengembangan
pembuatannya menurut fungsi Economics Produk
dan peruntukannya. Engineering Science Praktek Bengkel /
Industri
Mampu memilih sumberdaya dan Product Design CAD
5
memanfaatkan perangkat Material Science CAM

Pendidikan Tinggi Vokasi | 89


perancangan sofware desain dan Engineering CAE
menerapkan prinsip dasar Economics Teknik CNC
gambar teknik kedalam gambar Engineering Science
kerja berbasis teknologi Quality Control
informasi sesuai standar industri
Mampu memilih material, alat Material Science Praktek Bengkel /
potong dan alat ukur yang sesuai Engineering Science Industri
6 untuk berbagai kebutuhan dalam Quality Control Toolling
pembuatan komponen mekanik HTM
Meansuring tools
Mampu menggunakan teknologi Product Design CAM
modern dalam melaksanakan Manufacturing Teknik
7 pekerjaan. Systems Engineering Pemrograman
Pneomatic Hydrolic
&PLC
Mampu membuat program dan Product Design CAD/CAM
mengoperasikan mesin CNC Manufacturing Teknik CNC
8
dalam proses manufaktur Quality Control Praktek Bengkel /
Industri

Capaian Pembelajaran Bahan


No Bahan Kajian
Penguasaan Pengetahuan Pembelajaran
Menguasai konsep teoretis sains Systems Engineering Teknik Perancangan
alam, aplikasi matematika Natural Science Elemen Mesin
rekayasa; prinsip- prinsip MATH Ilmu Bahan
rekayasa (engineering principles), Fisika
1
sains rekayasa dan perancangan Matenatika Teknik
rekayasa yang diperlukan untuk
analisis dan perancangan sistem,
proses, produk atau komponen
Menguasai prinsip dan teknik Product Design Gambar Teknik
perancangan sistem, proses, Systems Engineering Teknik Manufaktur
2 produk, atau komponen Engineering Science Teknik Kendali / PH
menggunakan teknologi pada Teknik Listrik
tataran praktikal (practical area) &Elektronika
Menguasai konsep teoritis Product Design CAD & CAE
teknologi rekayasa yang Systems Engineering Metal Press Working
3 diperlukan pada satu bidang Engineering Science & Plastic Processing
perancangan mekanik dan Mould Manufacturing 1
& Dies
Menguasai pengetahuan tentang Product Design Teknik CNC
4
codes dan standard yang berlaku Material Science Ilmu Logam

Pendidikan Tinggi Vokasi | 90


untuk penyelesaian masalah Systems Engineering Elemen Mesin
rekayasa Engineering Science Ilmu Kekuatan bahan
Manufacturing
Menguasai prinsip dan issue Engineering Teknik Perancangan
5 terkini dalam ekonomi, sosial, Economics Manajemen Bengkel
ekologi secara umum
Humanity & Social Teknik
Menguasai pengetahuan tentang Science Berkomunikasi
6
teknik berkomunikasi Bahasa Inggris
Etika Dasar
Menguasai pengetahuan tentang Product Design Teknik CNC
perkembangan teknologi terbaru Systems Engineering PLC
7
dan terkini; Engineering Science Otomasi / Teknik
Manufacturing Kendali
Menguasai pengetahuan Systems Engineering PPIC
prosedural dan operasional kerja Quality Control Mantanace
bengkel/studio dan kegiatan ISO Manajemen
8
laboratorium, serta pelaksanaan
keselamatan dan kesehatan kerja
(K3)
Mampu mengetahui jenis material Material Science Ilmu Bahan
logam dan non logam, kode Polimer/Bahan
9 material ,karakter, pengujian, Plastik
enggunaan, dan perlakuan
masing-masing material.

Capaian Pembelajaran Bahan


No Bahan Kajian
Keterampilan Umum Pembelajaran
Mampu menerapkan pemikian Manufacturing Teknik Perancangan
logis, kritis, inovatif, bermutu, dan Material Science Mekanikan &
terukur dalam melakukan Quality Control Dinamika
pekerjaan yang spesifik di bidang Product Design Elemen Mesin
1
keahliannya serta sesuai dengan Systems Engineering Ilmu Kekuatan
standar kompetensi kerja bidang matrial
yang bersangkutan; Matematika & Fisika
Praktik Permesinan
Mampu menunjukkan kinerja Manufacturing Praktik Permesinan/
mandiri, bermutu dan terukur; Quality Control Bengkel
Product Design Pratek Industri
2
Manajemen Bengkel
Quality Control (QC)
Teknik Manufaktur

Pendidikan Tinggi Vokasi | 91


Teknik Perancangan
Mampu mengkaji kasus Product Design Praktek Bengkel /
penerapan ilmu pengetahuan dan Manufacturing Industri
teknologi yang memperhatikan Quality Control Teknik Manufaktur
dan menerapkan nilai humaniora Systems Engineering Praktik Produksi
sesuai dengan bidang keahliannya Ilmu Bahan
dalam rangka menghasilkan PPIC / QC
3
prototype, prosedur baku, desain Manajemen Bengkel
atau karya seni, menyusun hasil
kajiannya dalam bentuk kertas
kerja, spesifikasi desain, atau esai
seni, dan mengunggahnya dalam
laman perguruan tinggi;
Mampu menyusun hasil kajian Product Design Mould & Dies Desain
tersebut di atas dalam bentuk Manufacturing Praktik Produksi
kertas kerja, spesifikasi desain, Quality Control Pengembangan
atau esai seni, dan Systems Engineering Produk
4
mengunggahnya dalam laman Kewirausahaan
perguruan tinggi;

Mampu mengambil keputusan Product Design Praktek Bengkel /


secara tepat berdasarkan Manufacturing Industri
prosedur baku, spesifikasi desain, Quality Control CAD; CAM; CAE
5 persyaratan keselamatan dan Systems Engineering Teknik CNC
keamanan kerja dalam melakukan Etika
supervisi dan evaluasi pada
pekerjaannya;
Mampu memelihara dan Humanity & Social Manajemen Bengkel
mengembangkan jaringan kerja Science Kewirausahaan
6 sama dan hasil kerja sama Teknik
didalam maupun di luar Berkomunikasi
lembaganya; Etika
Mampu bertanggungjawab atas Product Design Praktek Bengkel /
pencapaian hasil kerja kelompok Manufacturing Industri
dan melakukan supervisi dan Quality Control CAM
7 evaluasi terhadap penyelesaian Teknik
pekerjaan yang ditugaskan Pemrograman
kepada pekerja yang berada di Pneomatic Hydrolic
bawah tanggungjawabnya; PLC / Otomasi
Mampu melakukan proses Product Design Praktek Bengkel /
8
evaluasi diri terhadap kelompok Manufacturing Industri

Pendidikan Tinggi Vokasi | 92


kerja yang berada dibawah Humanity & Social Manajemen Bengkel
tanggung jawabnya, dan mampu Science Kewirausahaan
mengelola pembelajaran secara Teknik Perancangan
mandiri;
Mampu mendokumentasikan, Product Design Praktek Bengkel /
menyimpan, mengamankan, dan Quality Control Industri
menemukan kembali data untuk Systems Engineering Manajemen Bengkel
9
menjamin kesahihan dan QC & PPIC
mencegah plagiasi; Teknik Perancangan
Mantanace

Capaian Pembelajaran
No Bahan Kajian Bahan Pembelajaran
Keterampilan Umum
Bertakwa kepada Tuhan Humanity & Social Etika
1 Yang Maha Esa dan mampu Science Kewarganegaraan/Pancasila
menunjukkan sikap religius;
Menjunjung tinggi nilai Humanity & Social Etika
kemanusiaan dalam Science Kewarganegaraan/Pancasila
menjalankan tugas Product Design Praktek Bengkel / Industri
berdasarkan agama,moral, Manufacturing Teknik Perancangan
2
dan etika; Systems Manajemen Bengkel, PPIC
Engineering
Engineering
Economics
Berkontribusi dalam Humanity & Social Etika
peningkatan mutu kehidupan Science Kewarganegaraan/Pancasila
bermasyarakat, berbangsa, Product Design Teknik Perancangan
3
bernegara, dan kemajuan Manufacturing Praktek Bengkel / Industri
peradaban berdasarkan Systems
Pancasila; Engineering
Berperan sebagai warga Humanity & Social Kewarganegaraan/Pancasila
negara yang bangga dan cinta Science Bahasa
tanah air, memiliki
4
nasionalisme serta rasa
tanggungjawab pada negara
dan bangsa;
Menghargai keanekaragaman Humanity & Social Kewarganegaraan/Pancasila
budaya, pandangan, agama, Science Etika
5 dan kepercayaan, serta Systems Teknik perancangan
pendapat atau temuan Engineering
orisinal orang lain;

Pendidikan Tinggi Vokasi | 93


Bekerja sama dan memiliki Humanity & Social Etika
kepekaan sosial serta Science Kewarganegaraan/Pancasila
kepedulian terhadap Product Design Mamajemen
6
masyarakat dan lingkungan; Manufacturing Praktek Bengkel / Industri
Systems
Engineering
Taat hukum dan disiplin Humanity & Social Kewarganegaraan/Pancasila
dalam kehidupan Science
7
bermasyarakat dan
bernegara;
Menginternalisasi nilai, Systems Etika
norma, dan etika akademik; Engineering Praktek Bengkel / Industri
8 Quality Control Teknik Perancangan
Humanity & Social
Science
Menunjukkan sikap Humanity & Social Praktek Bengkel / Industri
bertanggungjawab atas Science Teknik Manufaktur
pekerjaan di bidang Product Design Etika
9
keahliannya secara mandiri; Manufacturing Teknik Perancangan
Systems
Engineering
Menginternalisasi semangat Humanity & Social Kewirausahaan
kemandirian, kejuangan, dan Science Manajemen Bengkel
kewirausahaan. Product Design Prktek bengkel
10
Manufacturing Teknik perancangan
Systems
Engineering

3. Matrix Pencapaian Kualifikasi


Ukuran Kedalaman
Menggunaka

Menerapkan

Naturalisasi
Merangkaik

Pembelajaran
Ketepatan

(Harrow)
Meniru

Ranah Keahlian
ann
n

1. Manufacturing (Technological Skills)


1.1 Mesin dan Mekanik Dasar ( Basic Mechanic )

1.2 Mesin dan Mekanik Terapan (Applied


Mechanic)
1.3 Mesin dan Mekanik Lanjut ( Advanced
Mechanic)

Pendidikan Tinggi Vokasi | 94


1.4 Pembuatan ( Manufacturing )

1. Engineering Science

2. Product Design

3. Quality Control

4. Material Science

5. Engineering Economics

6. System Engineering

Ukuran Kedalaman

Menerapk
Mengetah
Mengenal

Memutus
Memaha

Evaluasi
Pembelajaran

Sintesa
Bloom)

kan
mi
an
Ranah Keahlian

ui
7. Natural Science
7.1 Matematika
7.2 Fisika
7.3 Mekanika
8. Humanity & Social Science

8.1 Kemampuan Komunikasi (Communication


Skills)
8.2 Kemampuan komputer (Computer Skills)

8.3 Kemampuan berbudaya (Cultural Skills)

8.4 Kemampuan Bekerjasama (Team-work Skills)

8.5 Kemampuan Melatih ( Training Skills )


8.6 Kemampuan Berwirausaha (Entrepreneurship)

4. Matriks Hubungan Mata Kuliah dengan Bahan Kajian

Mata kuliah yang membentuk kurikulum disusun saling berhubungan dengan


bahan kajian yang membangun 4 (empat) domain capaian pembelajaran, yaitu (1)
sikap, (2) keterampilan umum, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan khusus.
Hubungan mata kuliah dengan bahan kajian adalah sebagaia berikut:

Pendidikan Tinggi Vokasi | 95


No. Nama Mata Kuliah Bahan Kajian Inti
1. Etika Dasar Humanity & Social Sciences
2. Bahasa Inggris 1 Humanity & Social Sciences
3. Gambar Teknik 1 Product Design
4. Pengetahuan Komputer Engineering Science
5. Matematika 1 MATH
6. Fisika Dasar Natural Science
7. Ilmu Bahan 1 Material Science
8. Mekanika Teknik Engineering Science
9. Teknik Pengukuran Quality Control
Manufacturing
10. Teknik Listrik Dan Elektronika Dasar System Engineering
11. Teknik Manufaktur 1 Manufacturing
12. Kerja Bubut Dasar Manufacturing
13. Kerja Frais Dasar Manufacturing
14. Kerja Gerinda Alat 1 Manufacturing
15. Kerja Bangku Manufacturing
16. Gambar Teknik Dasar Product Design
17. Listrik Dan Elektronika Dasar System Engineering
18. Etika Sosial Humanity & Social Sciences
19. Bahasa Inggris 2 Humanity & Social Sciences
20. Pendidikan Kewarganegaraan Humanity & Social Sciences
21. Ilmu Bahan 2 Material Science
22. Matematika 2 MATH
23. Gambar Teknik 2 Product Design
24. Teknik Pemrograman Engineering Sceince
25. Elemen Mesin 1 Engineering Sceince
26. Mekanika Teknik 2 Engineering Sceince
27. Teknik Cnc Engineering Systems
28. Teknik Manufaktur 2 Manufacturing
29. Listrik Dan Elektronika Lanjutan System Engineering
30. Kerja Bubut Terapan Manufacturing
31. Kerja Frais Terapan Manufacturing
32. Pengelasan Manufacturing
33. Perlakuan Panas Manufacturing
34. Kerja Gerinda Alat 2 Manufacturing
35. Kerja Bangku 2 Manufacturing
36. Gerinda Manufacturing
37. Quality Control 1 Quality Control
38. Milling Cnc Manufacturing
39. Kerja CAD 1 Manufacturing
40. Pendidikan Pancasila Humanity & Social Sciences
41. Bahasa Inggris 3 Humanity & Social Sciences
42. Elemen Mesin 2 Engineering Sceince
43. Pneumatik-Hidrolik System Engineering
44. Teknik Manufaktur 3 Manufacturing
45. Teknik Perancangan Product Design

Pendidikan Tinggi Vokasi | 96


No. Nama Mata Kuliah Bahan Kajian Inti
46. Teknik Kendali 1 System Engineering
47. Metal Press Working & Plastic Manufacturing
Processing 1
48. Manajemen Industri Social Science
49. Kewirausahaan Social Science
50. Perawatan & Reparasi System Engineering
51. Teknik Berkomunikasi Dan Social Science
Presentasi
52. Kerja Mesin Milling Dan Bubut Cnc 2 Manufacturing
53. Kerja Gerinda Manufacturing
54. Kerja Erosi Dan Wire Cut Manufacturing
55. Kerja Perawatan Dan Reparasi Manufacturing
56. Kerja Cad 2 Product Design
57. Production Planning Quality Control
58. Perakitan Mold & Die Manufacturing
Product Design
59. Quality Control 2 Quality Control
60. Pembelajaran Humanity & Social Science
61. Listrik Dan Elektronika Lanjut Engineering Science
62. Tugas Akhir Manufacturing
Product Design
Engineering Sceince
System Engineering

5. Matrik Matakuliah dan beban Belajar mahasiswa

Jumlah SKS = 20 20 20 20 20 20
Bahan Kajian Blok Tahun I Tahun II Tahun III
Inti
Parsial / Semester 1 2 3 4 5 6
Engineering Teknik Pemrograman 1
Sceince Elemen Mesin 2 2
Pengetahuan Komputer 2
Teknik Pengukuran 2
Teknik CNC 2
Mekanika Teknik 2 2
Tugas Akhir
System Listrik Dan Elektronika 2 1
Engineering Pneumatik-Hidrolik 2
Teknik Kendali (PLC) 1 2
Perawatan & Reparasi 1
Tugas Akhir 1
Product Design Gambar Teknik 2 1 2
CAD & CAM 2

Pendidikan Tinggi Vokasi | 97


Jumlah SKS = 20 20 20 20 20 20
Bahan Kajian Blok Tahun I Tahun II Tahun III
Inti
Parsial / Semester 1 2 3 4 5 6
Perakitan Mold & Die 2
Teknik Perancangan 2
Tugas Akhir 1
Quality Control Teknik Pengukuran 2
Quality Control 2 1
Production Planning 2
MATH Matematika 2 1
Material Ilmu Bahan
2 1
Science
Natural Science Fisika Dasar 2
Humanity & Manajemen Industri 2
Social Science
Kewirausahaan 1
Teknik Berkomunikasi
1
Dan Presentasi
Etika 1 1
Pancasila &
1 1
Kewarganegaraan
Bahasa Inggris 2 2 2
TA (tata tulis ilmiah/bhs
1
Indonesi)
Pembelajaran (supervisi) 1
Manufacturing Teknik Manufaktur 2 2 2
Kerja Bubut Dasar 4 2
Kerja Frais Dasar 4 2
Kerja Gerinda Alat 3 2
Kerja Bangku 5 2
Pengelasan 2
Perlakuan Panas 2
Kerja CNC (milling &
2 6
Turning)
Metal Press Working &
Plastic Processing 2

Kerja Erosi Dan Wire Cut 2


Kerja Perawatan Dan
2
Reparasi
Perakitan Mold & Die 2
Tugas Akhir 2

Pendidikan Tinggi Vokasi | 98


6. Jenjang Matakuliah

Page | 99
7. Level Pencapaian Ketrampilan Khusus dan Penguasaan Pengetahuan

8. Penilaian Belajar Mahasiswa

Terhadap kemajuan belajar mahasiswa dilakukan penilaian secara berkala


yang berbentuk ujian, pelaksanaan tugas, dan pengamatan oleh dosen /
pengajar.
Ujian diselenggarakan melalui ujian akhir semester dan ujian akhir program
studi.
Penilaian hasil belajar dinyatakan dengan hurup A, B, C, D dan E yang masing
masing bernilai 4, 3, 2, 1 dan 0.
Syarat kelulusan program pendidikan ditetapkan sebagai berikut :
a) Nilai Praktek tingkat 1,2, dan 3 sekurang-kurangnya 5,51 ( lima, lima
satu) atau C.
b) Indeks Prestasi Kumulatif ( IPK ) minimum 2,00 ( dua, nol nol ).
c) Jumlah nilai D Keseluruhan sebanyak-banyaknya 7 ( tujuh ), tidak
memiliki nilai E.
Tanda Lulus ( Ijazah ), Tanda Tamat

Pendidikan Tinggi Vokasi | 100


a) Tanda Lulus ( Ijazah ) diberikan kepada mahasiswa yang telah
memenuhi persyaratan kelulusan dan kepadanya diberikan gelar
profesional Ahli Madya ( A.Md ) jurusan Teknik Mesin Industri.
b) Tanda Tamat diberikan kepada peserta didik yang tidak memenuhi
persyaratan kelulusan

D. Daftar Modul

NO JUDUL MODUL dan BUKU TK. PRODI


1 Modul Bending of Profiles and Sheet Metals 1 TMI
2 BUKU BUDI PEKERTI 1 TMI
3 Buku Pedoman Akademik 1 TMI
4 Modul English For Engineer volume 1 1 TMI
5 Modul Gambar Tehnik - Suplemen 1 TMI
6 Modul Gambar Tehnik - VSM 1 TMI
7 Modul Heat Treatment of Metal 1 TMI
8 Modul Ilmu Logam / Metallurgy, (Sinter + Plastik) 1 TMI
9 Modul Imagery (Revisi) 1 TMI
10 Modul Mekanika Teknik 1 1 TMI
11 Modul Mekanika Teknik 2 1 TMI
12 Modul Membaca Gambar Teknik 1 (LTZ 1) 1 TMI
13 Modul Membaca Gambar Teknik 2 (LTZ 2) 1 TMI
14 Modul Membaca Gambar Teknik 3 (LTZ 3) 1 TMI
15 Modul Panduan Praktek Tool Grinding 1 1 TMI
16 Modul Pengukuran dan Pemeriksaan dengan Alat 1 TMI
17 Modul Strength of Materials 1 TMI
18 Tabel Elemen Mesin 1 TMI
19 Modul Tehnik Listrik (Hans Romer) 1 TMI
20 Modul Teknik Manufaktur Bench Work (Semester 1) 1 TMI
21 Modul Teknik Manufaktur Milling - Semester 1 1 TMI
22 Modul Teknik Pengukuran (Metrologi Industri) 1 TMI
23 Modul Toleransi 1 TMI

Pendidikan Tinggi Vokasi | 101


NO JUDUL MODUL dan BUKU TK. PRODI
24 Modul Elektronika dan Teknik Digital 2 -
25 Modul Hydraulics - VTC (Vocational Training Course) 2 TMI
26 Modul Maho, Training Literature CNC 432 2 TMI
27 Modul ARC Welding / Las Busur Listrik 2 TMI
28 Modul Bantalan Gelinding / Rolling Bearing 2 TMI
29 Modul English For Engineer volume 2 2 TMI
Modul Formula Handbooks, Metal Trades and Technical
30 2 TMI
Draughtsman
31 Modul Gas Welding (Tan Lay Hing) 2 TMI
32 Modul Kekuatan dan Tegangan Ijin 2 TMI
33 Modul Mekanika Teknik 2 : Dinamika 2 TMI
34 Modul Panduan Praktek Gerinda 2 2 TMI
Modul Petunjuk Untuk Merawat & Mengganti Bantalan
35 2 TMI
Gelinding
36 Modul Poros Penyangga dan Poros Transmisi 2 TMI
37 Modul Transmisi Sabuk / Belt Drive 2 TMI
38 Modul Erosi 3 TMI
39 Modul Hermle TNC 407 / 415 3 TMI
40 Modul Panduan Praktek Gerinda 3 3 TMI
41 Modul Pneumatik 3 TMI
42 Tutorial CNC (Hi-Cell CA 23 CNC, 128 CNC, 325 CNC, dll) 3 TMI
43 Modul Manajemen Industri 1 3 TMI
44 Modul Manajemen Industri 2 3 TMI
45 Outline Kuliah Manajemen Bisnis 3 TMI
46 Modul Punching Tool 1 3 TMI
47 Modul Punching Tool 2 (Deep Drawing) 3 TMI
48 Modul Roda Gigi 1 3 TMI
49 Modul Roda Gigi 2 3 TMI
50 Tata Laksana Industri 3 TMI
51 Modul Praktik BW Level 1 s/d 3 1 TMI

52 Modul Praktik Turning Level 1 s/d 3 1 TMI

Pendidikan Tinggi Vokasi | 102


NO JUDUL MODUL dan BUKU TK. PRODI
53 Modul Praktik Milling Level 1 s/d 3 1 TMI

54 Modul Praktek Tool Granding level 1 s/d 3 1 TMI

55 Modul Praktek Gambar Teknik Dasar 1 TMI

56 Modul Praktik listrik Dasar 1 TMI

Pendidikan Tinggi Vokasi | 103


A. Rencana Pembelajaran

Rencana Pembelajaran Semester (RPS)


Politeknik ATMI Surakarta

Matakuliah / Kode : Praktik Kerja Bangku / BW


Program Studi : TMI; TPM; TMK
Semester / SKS : 1 dan 2 (sistim Blok 240 jam) / 5 ( Lima )
Dosen : Andi Rinanto. ST & Rahmat Tri H. ST
Capaian Pembelajaran yang :Mahasiswa mampu menggunakan peralatan kerja bangku, dan mampu
dibebankan dalam matakuliah ini melakukan gerakan secara horizontal menggunakan kikir dengan ketelitian
0,02 ( // 0,02 ; 0.02)

KEMAMPUAN METODE KRITERIA PENILAIA


Hari WAK PENGALAMAN BELAJAR
AKHIR YANG BAHAN KAJIAN PEMBELAJ DAN N BOBOT
KE TU MAHASISWA
DIHARAPKAN ARAN INDIKATOR NILAI
1 Mengenal teknis Standart Oprasional Demonstra 4 jam Mengunakan Mampu
pelaksanaan BW section Benchwork si; perlengkapan sesuai mengunakan
Ceramah; prosedur alat BW dgn
Diskusi benar
1 Mengenal Perlengkapan Ceramah 4 jam Mengisi Lembar inventaris Mampu
peralatan kerja Mengikir Demonstra Peralatan BW mengidentifik
bangku si asi alat secara
tepat
2 Memahami proses Mengenal dan Ceramah; 2 jam Mengunakan Kaliper; Mampu
pengikiran menggunakan alat Diskusi; Mikrometer; Square line; mengunakan
ukur dan alat Demonstra Hair line; Rugo test; Dial alat ukur dan
pembanding, alat si alat penera
indicator; Surface plate;
penera dengan tepat
Cylinder block; Filler
gauge; Bevel protractor

Page | 104
Membaca tabel Ceramah; 2 jam Mengunakan Tabel Mampu
toleransi, drill for Diskusi; toleransi; Tabel drill for membaca
thread, dan gambar Demonstra thread; Gambar kerja tabel dengan
kerja si tepat
Praktek pengikiran Ceramah; 4 jam Membuka tutup tanggem Mampu
Diskusi; Pencekaman benda kerja; mengunakan
Demonstra Posisi berdiri; tool BW (
si Pemegangan kikir; kikir) dengan
Gerakan pengikiran; benar
Tekanan pengikiran; Jenis
pengikiran (lurus, cross
cut,chamfer, radius,
profil); Perawatan kikir
3 s/d Latihan BW 1 Membuatan Blok Praktik dan 20 Mahasiswa membuat Mampu
5 Toleransi umum kasar diskusi jam perencanaan kerja menyelesaika
Kekasaran N8 Mahasiswa n Latihan 1
Kerataan >0,1 mempraktekkan secara dengan Nilai >
Ketegak lurusan >0,1 pribadi 5,51
6 s/d Kompetensi 1 Pembuatan Blok Praktik dan 15 Mahasiswa membuat Mampu 5%
7 Pengikiran rata Toleransi umum diskusi jam perencanaan kerja menyelesaika
dan siku dengan kasar; Kekasaran N8; Mahasiswa n
ketelitian 0.1 mm mempraktekkan secara LKompetensi
Kerataan >0,1
pribadi 1 dengan Nilai
Ketegak lurusan >0,1 > 5,51
Elektrik scriber
8 s/d Kompetensi 2 Pembuatan Blok Praktik dan 15 Mahasiswa membuat Mampu 5%
9 menggergaji lurus Toleransi umum diskusi jam perencanaan kerja menyelesaika
middle; Kekasaran N8; Mahasiswa n Kompetensi
mempraktekkan 2 dengan Nilai
Kerataan > 0,1
menggergaji secara > 5,51
Ketegak lurusan>0,1
pribadi.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 105


Marking;
Penggergajian
Kompetensi 3 Pembuatan Blok Praktik dan 15 Mahasiswa membuat Mampu 5%
10 mengikir chamfer Toleransi umum diskusi jam perencanaan kerja menyelesaika
s/d middle dan khusus Mahasiswa n Kompetensi
11 mempraktekkan mengikir 3 dengan Nilai
0,1; Kekasaran N8
chamfer secara pribadi. > 5,51
Kerataan 0,1;
Ketegak lurusan 0,1
Marking
Penggergajian
12 Latihan 2 Pembuatan garis Demonstra 15 Mahasiswa membuat Mampu 5%
s/d proses marking (marking ) si; Praktik jam perencanaan kerja menyelesaika
13 dan penandaan Proses stamping dan Mahasiswa n Latihan 2
diskusi mempraktekkan marking dengan Nilai >
& stamping secara pribadi 5,51
14 Kompetensi 4 Pembuatan Blok Praktik dan 15 Mahasiswa membuat Mampu 7.5 %
s/d membuat alur Crosscut filling diskusi jam perencanaan kerja menyelesaika
16 cross cut, Toleransi umum Mahasiswa n Kompetensi
toleransi khusus mempraktekkan 4 dengan Nilai
middle & khusus 0,1;
0,1, membuat ulir, pengikiran alur dan > 5,51
kehalusan N7, Kekasaran N7
pengikiran silang secara
mengikir radius Kerataan 0,1;
pribadi
Ketegak lurusan 0,1
Marking; Pengeboran;
Pengetapan; Radius
luar; Stamping
16 Kompetensi 5 Pembuatan Blok Praktik dan 15 Mahasiswa Mampu 7.5 %
s/d membuat alur Crosscut filling diskusi jam mempraktekkan menyelesaika
17 cross cut, pengikiran dengan alur n Kompetensi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 106


toleransi khusus Toleransi umum menyilang 60 dan 5 dengan Nilai
0,05, membuat middle &khusus 0,05; membuat lobang presisi > 5,51
lubang ISO, Kekasaran N7 ISO toleransi serta
kehalusan N7, Kerataan 0,1 mengikir radius secara
mengikir radius Ketegak lurusan 0,1 pribadi
Marking; Pengeboran
Reaming; Radius
dalam; Stamping
18 Kompetensi 6 Pembuatan Blok Praktik dan 20 Mahasiswa Mampu 10 %
s/d membuat ukuran Crosscut filling diskusi; jam mempraktekkan menyelesaika
20 toleransi 0,05 Toleransi umum mentoring pengikiran presisi 0.05 n Kompetensi
dengan middle; Toleransi mm dan dengan kehalusan 6 dengan Nilai
kesejajaran 0,05 khusus 0,05 permukaan N6 secara > 5,51
dan membuat Kekasaran N6 pribadi
profil Kerataan 0,05
Ketegak lurusan 0,05;
Marking
Pengeboran
21 Kompetensi 7 Pembuatan Blok Praktik dan 20 Mahasiswa Mampu 10 %
s/d membuat ukuran Toleransi umum fine diskusi; jam mempraktekkan menyelesaika
23 toleransi 0,05 Toleransi khusus 0,05 mentoring pengikiran presisi 0.05 n Kompetensi
dengan Kekasaran N6 mm dan dengan kehalusan 7 dengan Nilai
kesejajaran 0,05 Kerataan 0,05 permukaan N6 , membuat > 5,51
dan membuat Ketegak lurusan 0,05; lobang dgn bor, serta
profil Marking chiseling secara pribadi
Drilling; Chisseling
Pembuatan profil
24 Kompetensi 8 Pembuatan Blok Praktik dan 20 Mahasiswa Mampu 12.5 %
s/d membuat ukuran Toleransi umum fine diskusi; jam mempraktekkan menyelesaika
26 toleransi 0,05 Toleransi khusus 0,05 mentoring pengikiran presisi 0.03 n Kompetensi
dengan Kekasaran N6 mm dan dengan kehalusan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 107


kesejajaran 0,03 Kerataan 0,03 permukaan N6 secara 8 dengan Nilai
dan membuat Ketegak lurusan 0,05 pribadi > 5,51
profil Marking
Chisseling
Pembuatan profil
27 Kompetensi 9 Pembuatan Blok Praktik dan 20 Mahasiswa Mampu 12,5 %
s/d membuat ukuran Toleransi umum fine diskusi; jam mempraktekkan menyelesaika
28 toleransi 0,03 Toleransi khusus 0,05 mentoring pengikiran presisi 0.05 n Kompetensi
dengan Kekasaran N6 mm bidang datar dan 9 dengan Nilai
kesejajaran 0,03 Kerataan 0,03 ketegaklurusan 0.003 mm > 5,51
dan membuat Ketegak lurusan 0,03 dan dengan kehalusan
profil Marking permukaan N6 serta
Pembuatan profil pembuatan lobang presisi
Pembuatan lubang ISO ISO toleransi secara
pribadi
29 Kompetensi 10 Pembuatan Blok Praktik dan 20 Mahasiswa Mampu 15 %
s/d membuat ukuran Toleransi umum fine diskusi; jam mempraktekkan menyelesaika
30 toleransi 0,03 Toleransi khusus 0,05 mentoring pengikiran presisi 0.02 n Kompetensi
dengan Kekasaran N6 mm ketegaklurusan 0.02 10 dengan
kesejajaran 0,02 Kerataan 0,02 mm dan dengan kehalusan Nilai > 5,51
dan membuat Ketegak lurusan 0,03 permukaan N6 secara
profil Marking pribadi
Pembuatan profil
Pembuatan lubang ulir
31 Praktek Produksi Praktek Produksi Praktek 30 Mahasiswa praktek Mampu 10 %
s/d dengan dengan pekerjaan Produksi jam produksi dengan problem menyelesaika
36 mengerjakan banchwork produk rial dalam n produk
barang dengan pengerjaan BW dengan nilai >
toleransi ukuran 6
khusus 0,05
dengan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 108


kesejajaran 0,02
dalam estimasi
waktu tertentu

Rencana Pembelajaran Semester (RPS)


Politeknik ATMI Surakarta

Matakuliah / Kode : Teknik Perancangan : TP


Program Studi : TMI
Semester / SKS :5 :3
Dosen : Yudha Samodra HM, ST, M.Eng
Capaian Pembelajaran yang : Mahasiswa mampu
dibebankan dalam matakuliah ini

METODE PENIL
MG KEMAMPUAN AKHIR WAK PENGALAMAN KRITERIA DAN AIAN
BAHAN KAJIAN PEMBELAJA
KE YANG DIHARAPKAN TU BELAJAR MAHASISWA INDIKATOR BOBOT
RAN NILAI
1-2
3-4
5-6
7
8-10
11
12
13
14
15-16

Pendidikan Tinggi Vokasi | 109


C. Kurikulum Unggulan Politeknik CALTEX

IDENTITAS PROGRAM STUDI


Institusi : Politeknik Caltex
Jurusan : Teknik Elektro
Program Studi : D3 Teknik Elektronika
Level KKNI :5

PROFIL LULUSAN
NO PROFIL UMUM Deskripsi Generik Deskripsi Spesifik
(Teknik Elektronika)
1 Senior Teknisi Personal yang Mengoperasikan tools/perangkat
(otomasi industri,instrumentasi mengoperasikan, merawat dan /peralatan elektronik serta merawat dan
industri,field specialist,dll) memperbaiki perangkat memperbaiki tools /perangkat/ peralatan
operasional di dunia industri yang digunakan.
2 Junior Supervisor Personal yang mengawasi Mengawasi proses pengerjaan produk
proses pengerjaan produk sistem elektronika
3 Desainer Personal yang merancang Merancang sistem berbasis elektronika
(Rancangan sistem elektronika) sistem elektronika

Pendidikan Tinggi Vokasi | 110


CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
No Komponen CP Deskripsi Generik KKNI
Jenjang 5 (D3- Teknik Elektronika)
1 Sikap* a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;
(diterbitkan oleh b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,moral,
KKNI) dan etika;
c. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan
kemajuan peradaban berdasarkanPancasila;
d. Berperansebagaiwarga negara yang bangga dan cinta tanah air, memilikinasionalismeserta
rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat
atau temuan orisinal orang lain
f. Bekerjasama dan memiliki kepekaan social serta kepedulian terhadap masyarakat dan
lingkungan;
g. Taat hokum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;
h. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
i. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri;
j. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.
2 Kemampuan a. mampu menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dan menganalisis data dengan beragam
Umum* metode yang sesuai,baik yang belum maupun yang sudah baku
b. mampu menunjukkan kinerja bermutu dan terukur

Pendidikan Tinggi Vokasi | 111


(Diterbitkan oleh c. mampu memecahkan masalah pekerjaan dengan sifat dan konteks yang sesuai dengan bidang
KKNI) keahlian terapannya didasarkanpadapemikiran logis, inovatif,
danbertanggungjawabatashasilnyasecara mandiri
d. mampu menyusun laporan hasil danproses kerja secara akurat dan
sahihsertamengomunikasikannya secara efektif kepadapihak lain yang membutuhkan
e. mampubekerja sama, berkomunikasi, dan berinovatifdalampekerjaannya
f. mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompokdanmelakukan supervisi dan
evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepadapekerja yang berada di
bawahtanggungjawabnya
g. mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah
tanggung jawabnya, dan mengelola pengembangan kompetensi kerja secara mandiri
h. mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data
untukmenjaminkesahihan dan mencegah plagiasi pekerjaan yang berada dibawah
tanggungjawabnya, dan mengelola pengembangan kompetensi kerja secara mandiri
3 Kemampuan a. Mampu menerapkan dan menerjemahkan konsep matematis dan fisika untuk
Khusus mengoperasikan, merawat dan trouble-shooting instrumentasi dan peralatan elektronika
industri
b. Mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah rekayasa elektronika berdasarkan
pengetahuan kode, database, metode penyelesaian pekerjaan masalah melibatkan
pertimbangan K3
c. Mampu merancang dan merealisasikan rancangan sistem berbasis elektronika

Pendidikan Tinggi Vokasi | 112


d. Mampu menguji dan mengukur obyek instrumentasi atau produk
e. Memiliki pengetahuan pemrograman, simulasi dan penggunaan teknologi IT untuk rekayasa,
penyelesaian pekerjaan masalah dalam rekayasa berbasis elektronika
4 Penguasaan f. Menguasai pengetahuan cara kerja praktis dan penggunaan instrumentasi elektronika
Pengetahuan g. Menguasai teknik pengujian dan pengukuran obyek uji dan ukur elektronika
h. Memahami metode penyelesaian pekerjaan permasalahan dalam rekayasa sistem berbasis
elektronika
i. Menguasai kode-kode dan standar komponen, alat ukur , gambar teknik dan instalasi
j. Mampu memahami secara praktis cara kerja teknologi piranti elektronika mutakhir
k. Mampu berkomunikasi dengan pihak lain serta memperhatikan etika komunikasi
l. Memahami dan melaksanakan SOP perbengkelan, aktivitas laboratorium dan K3

Pendidikan Tinggi Vokasi | 113


BAHAN KAJIAN
LO1.1 LO1.2 LO1.3 LO1.4 LO1.5 LO1.6 LO1.7 LO1.8 LO1.9 LO1.10 LO2.1 LO2.2 LO2.3 LO2.4 LO2.5 LO2.6 LO2.7 LO2.8 LO3.1 LO3.2 LO3.3 LO3.4 LO3.5 LO4.1 LO4.2 LO4.3 LO4.4 LO4.5 LO4.6 LO4.7

SIKAP KEMAMPUAN UMUM KEMAMPUAN KHUSUS PENGETAHUAN KHUSUS


a. b. c. d. e. f. g. Taat h. i. j. a. b. c. d. e. f. g. h. a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. f. g.
Bertakwa Menjunju Berkontri Berperan Menghar Bekerjasa hokum Menginte Menunju Menginte mampu mampu mampu mampu mampu mampu mampu mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Menguas Menguas Memaha Menguas Mampu Mampu Memaha
kepada ng tinggi busi sebagai gai ma dan dan rnalisasi kkan rnalisasi menyeles menunjuk memecah menyusu bekerja bertangg melakuka mendoku menerap mengiden merealisa menguji melakuka ai ai teknik mi ai kode- memaha berkomu mi dan
Tuhan nilai dalam warga keanekar memiliki disiplin nilai, sikap semangat aikan kan kan n laporan sama, ung n proses mentasik kan dan tifikasi sikan dan n pengetah pengujian metode kode dan mi secara nikasi melaksan
Yang kemanusi peningka negara agaman kepekaan dalam norma, bertangg kemandiri pekerjaan kinerja masalah hasil dan berkomu jawab evaluasi an, menerje masalah rancanga menguku pemrogra uan cara dan penyelesa standar praktis dengan akan SOP
Maha Esa aan tan mutu yang budaya, social kehidupa dan etika ungjawab an, berlingku bermutu pekerjaan proses nikasi, atas diri menyimp mahkan pekerjaan n sistem r obyek man, kerja pengukur ian kompone cara kerja pihak lain perbengk
dan dalam kehidupa bangga pandanga serta n akademik atas kejuanga p luas dan dengan kerja dan pencapai terhadap an, konsep dan berbasis instrume simulasi praktis an obyek pekerjaan n, alat teknologi serta elan,

D3 Teknik mampu
menunjuk
kan sikap
menjalan
kan tugas
berdasark
n
bermasya
rakat,
dan cinta
tanah air,
memiliki
n, agama,
dan
kepercay
kepedulia
n
terhadap
bermasya
rakat dan
bernegar
; pekerjaan
di bidang
keahliann
n, dan
kewiraus
ahaan.
dan
menganal
isis data
terukur sifat dan
konteks
yang
secara
akurat
dan sahih
berinovat
if dalam
pekerjaan
an hasil
kerja
kelompok
kelompok
kerja
yang
mengam
ankan,
dan
matemati rekayasa
s dan
fisika
elektronik
a
elektronik
a
ntasi atau
produk
dan
pengguna
an
dan
pengguna
an
uji dan
ukur
elektronik
dalam
rekayasa
sistem
ukur ,
gambar
teknik
piranti
elektronik
a
memperh
atikan
etika
aktivitas
laboratori
um dan
religius; an berbangs nasionalis aan, serta masyarak a; ya secara dengan sesuai serta nya dan berada menemu untuk berdasark teknologi instrume a berbasis dan mutakhir komunika K3

Elektronika agama,m
oral, dan
etika;
a,
bernegar
a, dan
me serta
rasa
tanggungj
pendapat
atau
temuan
at dan
lingkunga
n;
mandiri; beragam
metode
yang
dengan
bidang
keahlian
mengom
unikasika
nnya
melakuka
n
supervisi
dibawah
tanggung
jawabnya
kan
kembali
data
mengope an
rasikan, pengetah
merawat uan kode,
IT untuk
rekayasa,
penyelesa
ntasi
elektronik
a
elektronik
a
instalasi si

kemajuan awab orisinal sesuai,bai terapann secara dan , dan untuk dan trouble- database, ian
peradaba pada orang lain k yang ya efektif evaluasi mengelol menjami shooting metode pekerjaan
instrumentasi
n negara belum didasarka kepada terhadap a n penyelesa masalah
dan peralatan
berdasark dan maupun npadape pihak lain penyelesa pengemb kesahiha elektronika ian dalam
anPancasi bangsa; yang mikiran yang ian angan n dan industri pekerjaan rekayasa
la; sudah logis, membutu pekerjaan kompete mencega masalah berbasis

X
Y
Y
Systems of Units and Notation
Standar Angka/Huruf dan Warna Y Y x

Standar Simbol Listrik dan Elektronika. Y Y x

Standar Simbol dan Warna Y Y x

Komponen Elektronika Y Y Y x

Dasar Rangkaian Listrik dan Elektronika Y Y Y Y x

Rangkaian Listrik Dasar. Y Y Y Y x

Rangkaian Listrik Lanjut Y Y Y x

X
Y
Voltage and Current Concepts Y

X
Y
Conductors and Insulators

X
Y
Y
Resistivity, Resistance and Color Codes

X
Y
OhmsLaw Y

X
Y
Y Y
Capacitance, Capacitors and Markings

X
Y
Y Y
Inductance, inductors and markings

X
Y
Power and Energy Y

X
Y

x
Prak. Rangkaian Listrik
Y
Sinusoidal Concepts
Rangkaian Listrik

X
Y
Y Y Y
Capacitance and Capacitors

X
Y
Inductance and Inductors Y Y Y

X
Y
Y
Energy Consumption and Storage

X
Y
Y
Capacitive and Inductive Reactance

X
Y
AC impedance/admittance Y

X
Y
Y
Phase Relationships

X
Y
Y
Simplified RC and RL Transients
Complex Numbers and Phasors Y

X
Y
Y
AC Power, Power Factor and Power Triangle

X
Y
Y
Series,ParallelandSeriesParallelCircuits

X
Y
Ideal and Practical Source Models Y

X
Y
Y
KirchhoffsLaws

X
Y
Y
Voltage and Current Divider Rules

X
Y
Mesh Current Analysis Y

X
Y
Y
Node Voltage Analysis

X
Y
Y
Thevenin and Norton Theorems

X
Y
Superposition Y

X
Y
Y
Numbering Systems and Codes

X
Y
Boolean Algebra and Logic Operations Y

X
Y
Y Y
Logic Gates and Standard Symbols

X
Y
Y Y
Combinational Logic

Elektronika

X
LatchesandFlipFlops Y Y Y

X
Y

Clocked Circuits and Sequential Logic Y Y

Prak. Elektronika Digital

X
Y

Y Y
Counters and Registers

Digital

X
Y

Memory

X
Y

Arithmetic Operations and Circuits

X
Y

Analog+B34DigitalInterfaces(ADandDA Y Y

Circuits)

X
Y

Y Y
Encoders, Decoders and Multiplexers

X
Y

Y Y
IC Families

Pendidikan Tinggi Vokasi | 114


LO1.1 LO1.2 LO1.3 LO1.4 LO1.5 LO1.6 LO1.7 LO1.8 LO1.9 LO1.10 LO2.1 LO2.2 LO2.3 LO2.4 LO2.5 LO2.6 LO2.7 LO2.8 LO3.1 LO3.2 LO3.3 LO3.4 LO3.5 LO4.1 LO4.2 LO4.3 LO4.4 LO4.5 LO4.6 LO4.7

SIKAP KEMAMPUAN UMUM KEMAMPUAN KHUSUS PENGETAHUAN KHUSUS


a. b. c. d. e. f. g. Taat h. i. j. a. b. c. d. e. f. g. h. a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. f. g.
Bertakwa Menjunju Berkontri Berperan Menghar Bekerjasa hokum Menginte Menunju Menginte mampu mampu mampu mampu mampu mampu mampu mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Menguas Menguas Memaha Menguas Mampu Mampu Memaha
kepada ng tinggi busi sebagai gai ma dan dan rnalisasi kkan rnalisasi menyeles menunjuk memecah menyusu bekerja bertangg melakuka mendoku menerap mengiden merealisa menguji melakuka ai ai teknik mi ai kode- memaha berkomu mi dan
Tuhan nilai dalam warga keanekar memiliki disiplin nilai, sikap semangat aikan kan kan n laporan sama, ung n proses mentasik kan dan tifikasi sikan dan n pengetah pengujian metode kode dan mi secara nikasi melaksan
Yang kemanusi peningka negara agaman kepekaan dalam norma, bertangg kemandiri pekerjaan kinerja masalah hasil dan berkomu jawab evaluasi an, menerje masalah rancanga menguku pemrogra uan cara dan penyelesa standar praktis dengan akan SOP
Maha Esa aan tan mutu yang budaya, social kehidupa dan etika ungjawab an, berlingku bermutu pekerjaan proses nikasi, atas diri menyimp mahkan pekerjaan n sistem r obyek man, kerja pengukur ian kompone cara kerja pihak lain perbengk
dan dalam kehidupa bangga pandanga serta n akademik atas kejuanga p luas dan dengan kerja dan pencapai terhadap an, konsep dan berbasis instrume simulasi praktis an obyek pekerjaan n, alat teknologi serta elan,

D3 Teknik mampu
menunjuk
kan sikap
menjalan
kan tugas
berdasark
n
bermasya
rakat,
dan cinta
tanah air,
memiliki
n, agama,
dan
kepercay
kepedulia
n
terhadap
bermasya
rakat dan
bernegar
; pekerjaan
di bidang
keahliann
n, dan
kewiraus
ahaan.
dan
menganal
isis data
terukur sifat dan
konteks
yang
secara
akurat
dan sahih
berinovat
if dalam
pekerjaan
an hasil
kerja
kelompok
kelompok
kerja
yang
mengam
ankan,
dan
matemati rekayasa
s dan
fisika
elektronik
a
elektronik
a
ntasi atau
produk
dan
pengguna
an
dan
pengguna
an
uji dan
ukur
elektronik
dalam
rekayasa
sistem
ukur ,
gambar
teknik
piranti
elektronik
a
memperh
atikan
etika
aktivitas
laboratori
um dan
religius; an berbangs nasionalis aan, serta masyarak a; ya secara dengan sesuai serta nya dan berada menemu untuk berdasark teknologi instrume a berbasis dan mutakhir komunika K3

Elektronika agama,m
oral, dan
etika;
a,
bernegar
a, dan
me serta
rasa
tanggungj
pendapat
atau
temuan
at dan
lingkunga
n;
mandiri; beragam
metode
yang
dengan
bidang
keahlian
mengom
unikasika
nnya
melakuka
n
supervisi
dibawah
tanggung
jawabnya
kan
kembali
data
mengope an
rasikan, pengetah
merawat uan kode,
IT untuk
rekayasa,
penyelesa
ntasi
elektronik
a
elektronik
a
instalasi si

kemajuan awab orisinal sesuai,bai terapann secara dan , dan untuk dan trouble- database, ian
peradaba pada orang lain k yang ya efektif evaluasi mengelol menjami shooting metode pekerjaan
instrumentasi
n negara belum didasarka kepada terhadap a n penyelesa masalah
dan peralatan
berdasark dan maupun npadape pihak lain penyelesa pengemb kesahiha elektronika ian dalam
anPancasi bangsa; yang mikiran yang ian angan n dan industri pekerjaan rekayasa
la; sudah logis, membutu pekerjaan kompete mencega masalah berbasis
Rangkaian Listrik

X
Y
Semiconductor Theory

X
Y
Y Y
The Semiconductor Diode

X
Y
The Bipolar Junction Transistor Y Y

X
Y
The Field Effect Transistor Y Y

X
Y
Signal Condition Y Y

Rangkaian Elektronika Dasar (Analog dan Digital) Y Y Y Y x

Rangkaian Elektronika Analog dan Digital Y Y x

X
Y
Voltage Rectification and Regulation Concepts Y Y Y

X
Y
DiscreteDeviceAmplifierConcepts,Designand
Operation
Komponen
Prak. Komponen dan Rangkaian Elektronika Rangkaian

X
Y
Differential Amplifiers

X
Y
Ideal Operational Amplifiers
Elektronika

X
Y
Actual Operational Amplifiers Y Y

X
Y
Y Y
Basic Operational Amplifier Circuits

X
Y
Advanced Operational Amplifier Circuits Y Y

X
Y
Y Y
Power Supply and Regulator Circuits
Sistem Catu Daya dan UPS >> PS
Sistem Catu Daya dan UPS>>
Catu Daya dan UPS>>

X
Y
Y Y

Special Purpose Amplifiers (Instrumentation Ampl)


Operasional Sistem catu daya dan UPS>>

X
Y
Timers and Relaxation Oscillators Y Y

X
Y
Data representation

X
Y
Computer Arithmetic Functions

X
Y
CISC/RISC architectures

X
Y
Basic Machine Architectures

X
Y
CPU execution cycle

X
Y
Stack based architectures
Prak. Mikroprosesor Mikroprosesor

X
Y
Device Architecture, Memory and I/O
Y
Programming Basics
Y
Loops, Branching, Jumps and Subroutines
Timing, Control, Polling and Sensing Y

Basic Math Programming Y

x
Y
Serial and Parallel Ports and I/O

x
Y
Interrupts

x
Assembly Language Y

X
Measurement Parameters Y
Y Y x
Teknik Pengukuran Listrik
Y Y x x

Alat - alat Ukur Besaran Listrik (Analog dan Digital)


Teknik Kalibrasi Y x x

X
Errors Y

X
Y
Roundoff Strategies

X
Statistical Measures of Data Y Y Y

Basic Passive DC Instruments Y Y Y

X
Y Y Y
Alternating Current (AC) Instruments

X
Multimeters Y Y Y

X
Y

Y Y Y Y

Usage of Basic Electrical/Electronic Test Equipment


Prak. Instrument Pengukuran Listrik Instrument

X
Use of Basic Analog and Digital Meters Y Y Y

Pengukuran Listrik

X
Use of Digital Oscilloscope Y Y Y

Use of Spectrum Analyzer

x
Use of Digital Circuit Analyzer Y Y

X
Grounding Measurement Y Y

Statistik Pengukuran>>
Dasar statistik pengukuran. Y x

Analisis Grafik dan Statistik Data Pengukuran Y Y Y x

Analisis Ketidakpastian dan Statistik Data


Pengukuran Tingkat Lanjut

X
Important Specifications of All Instruments

X
Y Y
Oscilloscopes

X
Oscilloscope Specifications and Measurements Y Y

Pendidikan Tinggi Vokasi | 115

X
Frequency Response Measurements
Spectrum Measurements
Miscellaneous Electrical/Electronic Instruments
LO1.1 LO1.2 LO1.3 LO1.4 LO1.5 LO1.6 LO1.7 LO1.8 LO1.9 LO1.10 LO2.1 LO2.2 LO2.3 LO2.4 LO2.5 LO2.6 LO2.7 LO2.8 LO3.1 LO3.2 LO3.3 LO3.4 LO3.5 LO4.1 LO4.2 LO4.3 LO4.4 LO4.5 LO4.6 LO4.7

SIKAP KEMAMPUAN UMUM KEMAMPUAN KHUSUS PENGETAHUAN KHUSUS


a. b. c. d. e. f. g. Taat h. i. j. a. b. c. d. e. f. g. h. a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. f. g.
Bertakwa Menjunju Berkontri Berperan Menghar Bekerjasa hokum Menginte Menunju Menginte mampu mampu mampu mampu mampu mampu mampu mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Menguas Menguas Memaha Menguas Mampu Mampu Memaha
kepada ng tinggi busi sebagai gai ma dan dan rnalisasi kkan rnalisasi menyeles menunjuk memecah menyusu bekerja bertangg melakuka mendoku menerap mengiden merealisa menguji melakuka ai ai teknik mi ai kode- memaha berkomu mi dan
Tuhan nilai dalam warga keanekar memiliki disiplin nilai, sikap semangat aikan kan kan n laporan sama, ung n proses mentasik kan dan tifikasi sikan dan n pengetah pengujian metode kode dan mi secara nikasi melaksan
Yang kemanusi peningka negara agaman kepekaan dalam norma, bertangg kemandiri pekerjaan kinerja masalah hasil dan berkomu jawab evaluasi an, menerje masalah rancanga menguku pemrogra uan cara dan penyelesa standar praktis dengan akan SOP
Maha Esa aan tan mutu yang budaya, social kehidupa dan etika ungjawab an, berlingku bermutu pekerjaan proses nikasi, atas diri menyimp mahkan pekerjaan n sistem r obyek man, kerja pengukur ian kompone cara kerja pihak lain perbengk
dan dalam kehidupa bangga pandanga serta n akademik atas kejuanga p luas dan dengan kerja dan pencapai terhadap an, konsep dan berbasis instrume simulasi praktis an obyek pekerjaan n, alat teknologi serta elan,

D3 Teknik mampu
menunjuk
kan sikap
menjalan
kan tugas
berdasark
n
bermasya
rakat,
dan cinta
tanah air,
memiliki
n, agama,
dan
kepercay
kepedulia
n
terhadap
bermasya
rakat dan
bernegar
; pekerjaan
di bidang
keahliann
n, dan
kewiraus
ahaan.
dan
menganal
isis data
terukur sifat dan
konteks
yang
secara
akurat
dan sahih
berinovat
if dalam
pekerjaan
an hasil
kerja
kelompok
kelompok
kerja
yang
mengam
ankan,
dan
matemati rekayasa
s dan
fisika
elektronik
a
elektronik
a
ntasi atau
produk
dan
pengguna
an
dan
pengguna
an
uji dan
ukur
elektronik
dalam
rekayasa
sistem
ukur ,
gambar
teknik
piranti
elektronik
a
memperh
atikan
etika
aktivitas
laboratori
um dan
religius; an berbangs nasionalis aan, serta masyarak a; ya secara dengan sesuai serta nya dan berada menemu untuk berdasark teknologi instrume a berbasis dan mutakhir komunika K3

Elektronika agama,m
oral, dan
etika;
a,
bernegar
a, dan
me serta
rasa
tanggungj
pendapat
atau
temuan
at dan
lingkunga
n;
mandiri; beragam
metode
yang
dengan
bidang
keahlian
mengom
unikasika
nnya
melakuka
n
supervisi
dibawah
tanggung
jawabnya
kan
kembali
data
mengope an
rasikan, pengetah
merawat uan kode,
IT untuk
rekayasa,
penyelesa
ntasi
elektronik
a
elektronik
a
instalasi si

kemajuan awab orisinal sesuai,bai terapann secara dan , dan untuk dan trouble- database, ian
peradaba pada orang lain k yang ya efektif evaluasi mengelol menjami shooting metode pekerjaan
instrumentasi
n negara belum didasarka kepada terhadap a n penyelesa masalah
dan peralatan
berdasark dan maupun npadape pihak lain penyelesa pengemb kesahiha elektronika ian dalam
anPancasi bangsa; yang mikiran yang ian angan n dan industri pekerjaan rekayasa
la; sudah logis, membutu pekerjaan kompete mencega masalah berbasis
Miscellaneous Measurement Devices and Systems Rangkaian Listrik

X
Schematic Entry and Simulation x x x

Electronics Drawing Application Software x _ x x x

Gambar Teknik Elektronika


Hardware dan software aplikasi perancangan
x
Gambar Teknik Elektronika x
x
x
x

gambar
Software Aplikasi Gambar Teknik.>>
Teknik Prakitan Komponen x x x

Workshop Elektronika

X
Circuit Prototyping x x

X
Schematic Capture/Layout x x x

X
Basic Soldering x x

Sistem dan Teknik Komputer Y

Dasar Teknik Antarmuka Komputer Y Y Y x


Y
Sistem Operasi DOS dan Windows
Teknik Diagnostik Komputer Y Y

Cara Membuat diagram alur program Y x

Tipe dan karakteristik pemrograman perangkat Y Komputer dan X

input dan output.


Y
Prak. Komputer dan pemrograman Y
pemrograman x
Jaringan Komputer
Y x

Perangkat Keras Komputer dan Jaringan Komputer.


Teknik Pemrograman Multi-Tasking dan Y Y Y x

Networking.

X
Y Y Y
Use of Electronic Data Acquisition Devices
Teknik interkoneksi dan pengawatan. Y Y Y x x

Teknik Interkoneksi Perangkat dan Peralatan Y Y x

Elektronik.
Teknik Instrumentasi dan Kontrol Berbasis Y Y Y Y x x

Komputer>>
Analisis Kesalahan Sistem Instrumentasi dan Y x x

Kontrol Berbasis Komputer


Sistem dan Teknik Pemrograman PLC, Robot dan Y Y Y Y x x
Kontrol berbasis
peralatan-peralatan berbasis komputer lainnya.
Teknik pengoperasian dan pemantauan kondisi
kerja PLC, Robot dan peralatan-peralatan berbasis
Prak. Kontrol berbasis Komputer s Y x
Komputer x

komputer lainnya.
Teknik diagnosis dan identifikasi Y Y Y x x x x

kesalahan/gangguan pada PLC, Robot dan


peralatan-peralatan berbasis komputer lainnya
dalam kondisi operasi.
Teknik perbaikan kesalahan program pada PLC, Y Y x

Robot dan peralatan-peralatan berbasis komputer


lainnya.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 116


LO1.1 LO1.2 LO1.3 LO1.4 LO1.5 LO1.6 LO1.7 LO1.8 LO1.9 LO1.10 LO2.1 LO2.2 LO2.3 LO2.4 LO2.5 LO2.6 LO2.7 LO2.8 LO3.1 LO3.2 LO3.3 LO3.4 LO3.5 LO4.1 LO4.2 LO4.3 LO4.4 LO4.5 LO4.6 LO4.7

SIKAP KEMAMPUAN UMUM KEMAMPUAN KHUSUS PENGETAHUAN KHUSUS


a. b. c. d. e. f. g. Taat h. i. j. a. b. c. d. e. f. g. h. a. b. c. d. e. a. b. c. d. e. f. g.
Bertakwa Menjunju Berkontri Berperan Menghar Bekerjasa hokum Menginte Menunju Menginte mampu mampu mampu mampu mampu mampu mampu mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Mampu Menguas Menguas Memaha Menguas Mampu Mampu Memaha
kepada ng tinggi busi sebagai gai ma dan dan rnalisasi kkan rnalisasi menyeles menunjuk memecah menyusu bekerja bertangg melakuka mendoku menerap mengiden merealisa menguji melakuka ai ai teknik mi ai kode- memaha berkomu mi dan
Tuhan nilai dalam warga keanekar memiliki disiplin nilai, sikap semangat aikan kan kan n laporan sama, ung n proses mentasik kan dan tifikasi sikan dan n pengetah pengujian metode kode dan mi secara nikasi melaksan
Yang kemanusi peningka negara agaman kepekaan dalam norma, bertangg kemandiri pekerjaan kinerja masalah hasil dan berkomu jawab evaluasi an, menerje masalah rancanga menguku pemrogra uan cara dan penyelesa standar praktis dengan akan SOP
Maha Esa aan tan mutu yang budaya, social kehidupa dan etika ungjawab an, berlingku bermutu pekerjaan proses nikasi, atas diri menyimp mahkan pekerjaan n sistem r obyek man, kerja pengukur ian kompone cara kerja pihak lain perbengk
dan dalam kehidupa bangga pandanga serta n akademik atas kejuanga p luas dan dengan kerja dan pencapai terhadap an, konsep dan berbasis instrume simulasi praktis an obyek pekerjaan n, alat teknologi serta elan,

D3 Teknik mampu
menunjuk
kan sikap
menjalan
kan tugas
berdasark
n
bermasya
rakat,
dan cinta
tanah air,
memiliki
n, agama,
dan
kepercay
kepedulia
n
terhadap
bermasya
rakat dan
bernegar
; pekerjaan
di bidang
keahliann
n, dan
kewiraus
ahaan.
dan
menganal
isis data
terukur sifat dan
konteks
yang
secara
akurat
dan sahih
berinovat
if dalam
pekerjaan
an hasil
kerja
kelompok
kelompok
kerja
yang
mengam
ankan,
dan
matemati rekayasa
s dan
fisika
elektronik
a
elektronik
a
ntasi atau
produk
dan
pengguna
an
dan
pengguna
an
uji dan
ukur
elektronik
dalam
rekayasa
sistem
ukur ,
gambar
teknik
piranti
elektronik
a
memperh
atikan
etika
aktivitas
laboratori
um dan
religius; an berbangs nasionalis aan, serta masyarak a; ya secara dengan sesuai serta nya dan berada menemu untuk berdasark teknologi instrume a berbasis dan mutakhir komunika K3

Elektronika agama,m
oral, dan
etika;
a,
bernegar
a, dan
me serta
rasa
tanggungj
pendapat
atau
temuan
at dan
lingkunga
n;
mandiri; beragam
metode
yang
dengan
bidang
keahlian
mengom
unikasika
nnya
melakuka
n
supervisi
dibawah
tanggung
jawabnya
kan
kembali
data
mengope an
rasikan, pengetah
merawat uan kode,
IT untuk
rekayasa,
penyelesa
ntasi
elektronik
a
elektronik
a
instalasi si

kemajuan awab orisinal sesuai,bai terapann secara dan , dan untuk dan trouble- database, ian
peradaba pada orang lain k yang ya efektif evaluasi mengelol menjami shooting metode pekerjaan
instrumentasi
n negara belum didasarka kepada terhadap a n penyelesa masalah
dan peralatan
berdasark dan maupun npadape pihak lain penyelesa pengemb kesahiha elektronika ian dalam
anPancasi bangsa; yang mikiran yang ian angan n dan industri pekerjaan rekayasa
la; sudah logis, membutu pekerjaan kompete mencega masalah berbasis
Emotional Quotion (EQ) x x x X Rangkaian Listrik X

Motivation Learning x

Program Penalaran Mahasiswa X

Quantum Learning X

Pertemuan yang efektif x X X

Enabling Skill
kiat presentasi x X X

etika bisnis (Good Corporate Governance) x x

Mengelola dan Menyikapi Perubahan x x x X

Menjadi Manusia yang Efektif x X X X


x X
Tantangan Masa Depan
Mengoptimalkan Potensi Pribadi x x X

Pancasila x x x
Pancasila
x x x

Kewarganegaraan x
Kewarganegaraan
x x x x

Agama x x x
Agama x x x x

Kewirausahaan x
Kewirausahaan x x

Kapita Selekta x
Kapita
Teknik Penyusunan Laporan X x

kiat presentasi
Teknik pengolahan data untuk laporan
x X
x
Metode Pelaporan Ilmiah
x
X

Writing English x x
x x
Speaking (basic, inter)
x x
Listening (basic, inter)
Reporting (basic, inter) x
x
English x
x
Communication
x x
Reading

Pendidikan Tinggi Vokasi | 117


POHON KURIKULUM

Pancasila dan Manajemen


Bahasa Inggris 5 Workshop
6 (Final TOEIC)
Kewarganegaraa Kapita Selekta Industri dan Proyek Akhir
SCADA
n Kontrol Kualitas

Tugas
5 SoftSkill Kerja Praktek Pendahuluan
Tugas Akhir

Prak. Instrumenta Prak. Workshop


Kontrol Workshop
Kontrol si dan Instrumentas Perawatan Workshop Sistem
4 Bahasa Inggris 4 Kewirausahaan berbasis
berbasis Kontrol i dan Kontrol Perbaikan
PLC dan
Robotika Tenaga
Komputer HMI 2
Komputer Proses 2 Proses 2 Listrik

Instrumenta Prak.
Prak. Prak. Prak. Workshop
si dan Instrumentas Elektronika Elektronika Mikrokontrole
3 Bahasa Inggris 3
Kontrol i dan Kontrol Analog 2
Elektronika
Digital 2 r
Elektronika Mikrokontrole PLC dan
Analog 2 Digital 2 r HMI 1
Proses 1 Proses 1

Komputer Prak. Prak. Prak. Prak.


Matematika Rangkaian Elektronika Elektronika
2 Bahasa Inggris 2
Terapan 2
dan Komputer
Listrik 2
Rangkaian
Analog 1
Elektronika
Digital 1
Elektronika
Pemrograma dan Listrik Analog 1 Digital 1

Prak.
Instrumen
Gambar Workshop Instrumen
Learning and K3 dan Lindung Matematika Rangkaian dan
1 Bahasa Inggris 1 Agama
Communication Skill Lingkungan Terapan 1
Teknik Elektronik
Listrik 1 Pengukuran
dan
Elektronika a Pengukuran
Listrik
Listrik 1

Komunikasi IPTEK
B. Inggris Sikap dan skill pendukung pendukun Komputasi Pendukung skill utama Skill Keteknikan bidang elektronika industri Pengembangan skill
(TOEIC) g

Pendidikan Tinggi Vokasi | 118


SAJIAN MATA KULIAH PER SEMESTER

SEM 1 SEM 2 SEM 3


Total Total No Kode MK Mata Kuliah Total
No Kode MK Mata Kuliah Jam No Kode MK Mata Kuliah Jam Jam
SKS SKS SKS
Teori Prakt Teori Prakt Teori Prakt
1 VU304 Bahasa Inggris 1 2 2 1 VU305 Bahasa Inggris 2 2 2 1 VU306 Bahasa Inggris 3 2 2
2 VU301 Agama 2 2 2 VU302 Matematika Terapan 2 2 2 2 VE322 Elektronika Digital 2 2 2
3 VU311 Learning and Communication Skill 2 3 3 VE312 Rangkaian Listrik 2 3 4 3 VE327 Instrumentasi dan Kontrol Proses 1 2 3
4 VU300 Matematika Terapan 1 2 2 4 VE321 Elektronika Digital 1 3 4 4 VE329 Prak. Instrumentasi dan Kontrol Proses 1 2 4
5 VE311 Rangkaian Listrik 1 3 4 5 VE301 Komputer dan Pemrograman 2 3 5 VE363 Workshop PLC dan HMI 1 3 6
6 VE318 Instrumen dan Pengukuran Listrik 3 4 6 VE314 Elektronika Analog 1 2 3 6 VE324 Prak. Elektronika Digital 2 2 4
7 VE319 Prak. Instrumen dan Pengukuran Listrik 1 3 6 7 VE316 Prak. Elektronika Analog 1 2 4 7 VE325 Mikrokontroler 3 4
8 VE361 Gambar Teknik Elektronika 2 4 8 VE323 Prak. Elektronika Digital 1 2 4 8 VE326 Prak. Mikrokontroler 2 4
9 VE362 Workshop Elektronika 2 4 9 VE302 Prak. Komputer dan Pemrograman 2 4 9 VE315 Elektronika Analog 2 2 3
10 VU355 K3 dan Lindung Lingkungan 2 2 10 VE313 Prak. Rangkaian Listrik 2 4 10 VE317 Prak. Elektronika Analog 2 2 4
23 19 14 22 18 16 22 14 22
33 34 36

SEM 4 SEM 5 SEM 6


Tota
Total No Mata Kuliah Mata Kuliah Total
Kode MK l No Kode MK
Mata Kuliah
Jam SKS Jam SKS Jam
SKS
No Kode MK Teori Prakt Teori Prakt Teori Prakt
1 VU307 Bahasa Inggris 4 2 2 1 VU319 Kerja Praktek 6 24 1 VU308 Bahasa Inggris 5 2 2
2 VE328 Instrumentasi dan Kontrol Proses 2 2 3 2 VU314 Tugas Pendahuluan Tugas Akhir 2 4 2 VU302 Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2
3 VE364 Workshop PLC dan HMI 2 3 6 3 VU310 SoftSkill 2 4 3 VU320 Proyek Akhir 4 12
4 VU312 Kewirausahaan 2 2 10 4 28 4 VE366 Workshop SCADA 2 4
5 VE330 Prak. Instrumentasi dan Kontrol Proses 2 2 4 32 5 VU311 Kapita Selekta 2 2
6 VE365 Workshop Robotika 2 4 6 VU310 Manajemen Industri dan Kontrol Kualitas 2 2
7 VE320 Perawatan Perbaikan 1 3 14 8 16
8 VE303 Kontrol berbasis Komputer 2 3 Total SKS 111 24
9 VE304 Prak. Kontrol berbasis Komputer 2 4 Total Jam Teori 89
10 VE367 Workshop Sistem Tenaga Listrik 2 4 Total Jam Praktikum 105
20 10 25 Perbandingan (Teori / [praktikum) 46% 54%
35

Pendidikan Tinggi Vokasi | 119


MATRIKS ASESMEN TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN PRODI LAMPIRAN 1

Politeknik : Politeknik Caltex Riau Profil : Mampu mengoperasikan tools/perangkat


Jurusan : - Lulusan /peralatan elektronik serta merawat dan memperbaiki
Nama program studi : Teknik Elektronika tools /perangkat/peralatan yang digunakan, Mengawasi
Jenjang pendidikan : DIII proses pengerjaan produk sistem elektronika, serta
Level KKNI : V Merancang sistem berbasis elektronika.

Posisi di Masyarakat : Senior Teknisi(bidang otomasi industri, field spesialist,


(Job Position) isntrumentasi), junior supervisor dan desainer sistem
elektronika.

METODA LANGSUNG METODE TIDAK LANGSUNG METODE TAMBAHAN, ANTARA LAIN :


Sertifikat Observasi Ujian Lisan Demontrasi Penilaian Review Tes Tertulis Pernyataan Laporan Catatan Bukti kerja
(Asosiasi Langsung Keterampilan Terhadap Hasil Terhadap Terhadap Tertulis Dari Tertulis Dari Harian berupa
CAPAIAN PEMBELAJARAN PRODI Nasional Pekerjaan Pekerjaan Pengetahuan Pelamar Supervisor Aktifitas Laporan atau
/Internasiona Yang Telah Teoritis Yang Pekerjaan Dokumen
l) , wajib Dilakukan Relevan (Log Book) yang
divalidasi Dikerjakan
dan ditelusur Oleh Pelamar
SIKAP C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11

a. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu


menunjukkan sikap religius
b. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam
menjalankan tugas berdasarkan agama,moral, dan etika
c. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan
peradaban berdasarkanPancasila
d. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta
tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa
tanggungjawab pada negara dan bangsa
e. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan,
agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan
orisinal orang lain
f. Bekerjasama dan memiliki kepekaan social serta
kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan
g. Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara
h. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik
i. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di
bidang keahliannya secara mandiri
j. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan,
dan kewirausahaan

Pendidikan Tinggi Vokasi | 120


MATRIKS ASESMEN TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN PRODI LAMPIRAN 1

Politeknik : Politeknik Caltex Riau Profil : Mampu mengoperasikan tools/perangkat


Jurusan : - Lulusan /peralatan elektronik serta merawat dan memperbaiki
Nama program studi : Teknik Elektronika tools /perangkat/peralatan yang digunakan, Mengawasi
Jenjang pendidikan : DIII proses pengerjaan produk sistem elektronika, serta
Level KKNI : V Merancang sistem berbasis elektronika.

Posisi di Masyarakat : Senior Teknisi(bidang otomasi industri, field spesialist,


(Job Position) isntrumentasi), junior supervisor dan desainer sistem
elektronika.

METODA LANGSUNG METODE TIDAK LANGSUNG METODE TAMBAHAN, ANTARA LAIN :


Sertifikat Observasi Ujian Lisan Demontrasi Penilaian Review Tes Tertulis Pernyataan Laporan Catatan Bukti kerja
(Asosiasi Langsung Keterampilan Terhadap Hasil Terhadap Terhadap Tertulis Dari Tertulis Dari Harian berupa
Nasional Pekerjaan Pekerjaan Pengetahuan Pelamar Supervisor Aktifitas Laporan atau
CAPAIAN PEMBELAJARAN PRODI /Internasiona Yang Telah Teoritis Yang Pekerjaan Dokumen
l) , wajib Dilakukan Relevan (Log Book) yang
divalidasi Dikerjakan
dan ditelusur Oleh Pelamar

KETERAMPILAN KHUSUS C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11

a. Mampu menerapkan dan menerjemahkan konsep


matematis dan fisika untuk mengoperasikan, merawat
b. Mampu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah
rekayasa elektronika berdasarkan pengetahuan kode,
c. Mampu merancang dan merealisasikan rancangan
sistem berbasis elektronika
d. Mampu menguji dan mengukur obyek instrumentasi
atau produk
e. Memiliki pengetahuan pemrograman, simulasi dan
penggunaan teknologi IT untuk rekayasa, penyelesaian

PENGUASAAN PENGETAHUAN C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11

a. Menguasai pengetahuan cara kerja praktis dan


penggunaan instrumentasi elektronika
b. Menguasai teknik pengujian dan pengukuran obyek uji
dan ukur elektronika
c. Memahami metode penyelesaian pekrjaan
permasalahan dalam rekayasa sistem berbasis
d. Menguasai kode-kode dan standar komponen, alat
ukur , gambar teknik dan instalasi
e. Mampu memahami secara praktis cara kerja teknologi
piranti elektronika mutakhir
f. Mampu berkomunikasi dengan pihak lain serta
memperhatikan etika komunikasi
g. Memahami dan melaksanakan SOP perbengkelan,
aktivitas laboratorium dan K3

Pendidikan Tinggi Vokasi | 121


MATRIKS ASESMEN TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN PRODI LAMPIRAN 1

Politeknik : Politeknik Caltex Riau Profil : Mampu mengoperasikan tools/perangkat


Jurusan : - Lulusan /peralatan elektronik serta merawat dan memperbaiki
Nama program studi : Teknik Elektronika tools /perangkat/peralatan yang digunakan, Mengawasi
Jenjang pendidikan : DIII proses pengerjaan produk sistem elektronika, serta
Level KKNI : V Merancang sistem berbasis elektronika.

Posisi di Masyarakat : Senior Teknisi(bidang otomasi industri, field spesialist,


(Job Position) isntrumentasi), junior supervisor dan desainer sistem
elektronika.

METODA LANGSUNG METODE TIDAK LANGSUNG METODE TAMBAHAN, ANTARA LAIN :


Sertifikat Observasi Ujian Lisan Demontrasi Penilaian Review Tes Tertulis Pernyataan Laporan Catatan Bukti kerja
(Asosiasi Langsung Keterampilan Terhadap Hasil Terhadap Terhadap Tertulis Dari Tertulis Dari Harian berupa
Nasional Pekerjaan Pekerjaan Pengetahuan Pelamar Supervisor Aktifitas Laporan atau
CAPAIAN PEMBELAJARAN PRODI /Internasiona Yang Telah Teoritis Yang Pekerjaan Dokumen
l) , wajib Dilakukan Relevan (Log Book) yang
divalidasi Dikerjakan
dan ditelusur Oleh Pelamar

PENGETAHUAN C1 C2 C3 C4 C5 C6 C7 C8 C9 C10 C11


a. Menguasai pengetahuan cara kerja praktis dan
penggunaan instrumentasi elektronika
b. Menguasai teknik pengujian dan pengukuran obyek uji
dan ukur elektronika
c. Memahami metode penyelesaian pekrjaan
permasalahan dalam rekayasa sistem berbasis
d. Menguasai kode-kode dan standar komponen, alat
ukur , gambar teknik dan instalasi
e. Mampu memahami secara praktis cara kerja teknologi
piranti elektronika mutakhir
f. Mampu berkomunikasi dengan pihak lain serta
memperhatikan etika komunikasi
g. Memahami dan melaksanakan SOP perbengkelan,
aktivitas laboratorium dan K3

Pendidikan Tinggi Vokasi | 122


D. Kurikulum Teknik Energi Politeknik Bandung
Jurusan : Teknik Konversi Energi

Program Studi : D4 TPTL (Teknik Pembangkit Tenaga Listrik)

VISI, MISI DAN TUJUAN KODE JURUSAN


PROGRAM STUDI

JURUSAN: TEKNIK KONVERSI ENERGI


PROGRAM STUDI: TEKNOLOGI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK (TPTL)

VISI:
Menjadi program studi yang unggul dalam pengembangan dan penerapan
ilmu pengetahuan terapan di bidang teknologi pembangkit tenaga listrik.

MISI:

Menyelenggarakan pendidikan Sarjana Sains Terapan pada bidang teknologi


1
pembangkit tenaga listrik secara efektif dan efisien.

Menyelenggarakan penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat


2
bidang teknologi pembangkit tenaga listrik.
3 Mengembangkan program pendidikan teknologi pembangkit tenaga listrik.
Mengembangkan pendidikan dan teknologi di bidang energi baru dan
4
terbarukan
TUJUAN:
Menghasilkan sarjana sains terapan yang kompeten di bidang pembangkit
1 tenaga listrik yang mempunyai jiwa sosial dan kewirausahaan serta
berwawasan lingkungan.
Menghasilkan lulusan yang mampu berperan dalam memecahkan
2 permasalahan di bidang perencanaan serta terampil dan ahli dalam
pembangunan, pengujian, operasi dan perawatan pembangkit tenaga listrik.
Menyelenggarakan dan mengembangkan manajemen, sistem dan teknologi
3
pembelajaran untuk mengelola sumberdaya agar efektif dan efisien
Membangun program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang
mendorong terciptanya kreatifitas dan inovasi dalam bidang teknologi
4
pembangkit tenaga listrik dalam menyokong pertumbuhan kebutuhan energi
yang berkesinambungan.
Membangun kemitraan dan kerjasama dengan sektor industri serta operator
dan penyedia/pembangkit ketenagalistrikan dalam mengembangkan
5
pengelolaan ketenagalistrikan yang efisien, ekonomis, bersih, merata, handal,
dan berkesinambungan.

Page | 123
Mengembangkan alat bantu dalam perencanaan dan pengelolaan
ketenagalistrikan dan menerapkan perangkat lunak alat bantu dalam
6
mengembangkan dan mengintegrasikan disain sistem dan komponen
pembangkit tenaga listrik yang proven.

1. Profil Lulusan

Power Plant Designer

2. Deskripsi Profil

Power Plant Designer: Sarjana Sains Terapan yang mampu merancang sistem/sub-
sistem pembangkit listrik konvensional, melakukan uji fungsi dan kinerja sistem dan
sistem komponen, merencanakan instalasi, operasi dan pemeliharaan serta
commisioning, dan melakukan review desain sistem pembangkit

3. Penyusunan Capaian Pembelajaran Program Studi

DESKRIPSI GENERIK CP KKNI SESUAI


DESKRIPSI CP SESUAI PROFIL
JENJANG PENDIDIKAN (LEVEL
LULUSAN SPESIFIK PS
6 KKNI)
1. SIKAP DAN TATA NILAI
1. bertakwa kepada Tuhan 1. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
1 Yang Maha Esa dan mampu Esa dan mampu menunjukkan sikap
menunjukkan sikap religius; religius;
2. menjunjung tinggi nilai
kemanusiaan dalam 2. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
2 menjalankan tugas dalam menjalankan tugas berdasarkan
berdasarkan agama, moral, agama, moral, dan etika;
dan etika;
3. berkontribusi dalam
peningkatan mutu
3. berkontribusi dalam peningkatan
kehidupan bermasyarakat,
mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan
berbangsa, bernegara, dan kemajuan
3 kemajuan peradaban dan
peradaban dan kemajuan peradaban
kemajuan peradaban dan
dan kemajuan peradaban dan kemajuan
kemajuan peradaban dan
peradaban berdasarkan Pancasila;
kemajuan peradaban
berdasarkan Pancasila;
4. berperan sebagai warga
negara yang bangga dan 4. berperan sebagai warga negara yang
cinta tanah air, memiliki bangga dan cinta tanah air, memiliki
4
nasionalisme serta rasa nasionalisme serta rasa tanggungjawab
tanggungjawab pada negara pada negara dan bangsa;
dan bangsa;

Pendidikan Tinggi Vokasi | 124


5. menghargai
keanekaragaman budaya, 5. menghargai keanekaragaman budaya,
pandangan, agama, dan pandangan, agama, dan kepercayaan,
5
kepercayaan, serta serta pendapat atau temuan orisinal
pendapat atau temuan orang lain;
orisinal orang lain;
6. bekerja sama dan
6. bekerja sama dan memiliki kepekaan
memiliki kepekaan sosial
6 sosial serta kepedulian terhadap
serta kepedulian terhadap
masyarakat lingkungan;
masyarakat lingkungan;
7. taat hukum dan disiplin
7. taat hukum dan disiplin dalam
dalam kehidupan
7 kehidupan bermasyarakat dan
bermasyarakat dan
bernegara;
bernegara;
8. menginternalisasi nilai, 8. menginternalisasi nilai, norma, dan
8
norma, dan etika akademik; etika akademik;
9. menunjukkan sikap
9. menunjukkan sikap
bertanggungjawab atas
9 bertanggungjawab atas pekerjaan di
pekerjaan di bidang energi
bidang energi secara mandiri;
secara mandiri;
10. menginternalisasi
10. menginternalisasi semangat
semangat kemandirian,
10 kemandirian, kejuangan, dan
kejuangan, dan
kewirausahaan.
kewirausahaan.
DESKRIPSI GENERIK CP KKNI SESUAI DESKRIPSI CP SESUAI PROFIL LULUSAN
JENJANG PENDIDIKAN SPESIFIK PS
2. KEMAMPUAN UMUM
mampu menerapkan
pemikian logis, kritis,
inovatif, bermutu, dan mampu menerapkan pemikiran logis,
terukur kritis, inovatif, bermutu, dan terukur
dalam melakukan pekerjaan dalam melakukan pekerjaan di bidang
1
yang spesifik di bidang pembangkit listrik sesuai dengan
keahliannya serta sesuai standar kompetensi kerja bidang
dengan standar kompetensi pembangkit tenaga listrik
kerja bidang yang
bersangkutan;
mampu menunjukkan mampu menunjukkan kinerja mandiri,
2 kinerja mandiri, bermutu bermutu dan terukur di bidang
dan terukur; pembangkit listrik;
mampu mengkaji kasus
penerapan ilmu mampu mengkaji kasus penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi pengetahuan dan teknologi yang
yang memperhatikan dan menerapkan nilai
3
memperhatikan dan humaniora di bidang pembangkit listrik
menerapkan nilai dalam rangka menghasilkan prototype,
humaniora sesuai dengan prosedur baku, desain pembangkit;
bidang

Pendidikan Tinggi Vokasi | 125


keahliannya dalam rangka
menghasilkan prototype,
prosedur baku, desain atau
karya seni;
mampu menyusun hasil Mampu menyusun karya
kajian tersebut di atas tulis/artikel/makalah ilmiah, baik yang
dalam bentuk kertas kerja, terkait dengan kasus maupun
4 spesifikasi desain, atau esai perancangan di bidang Teknologi
seni, dan mengunggahnya Pembangkit Tenaga Listrik sesuai
dalam laman dengan standar publikasi nasional
perguruan tinggi maupun internasional
mampu mengambil
mampu mengambil keputusan secara
keputusan secara tepat
tepat berdasarkan prosedur standar,
berdasarkan prosedur baku,
spesifikasi desain, persyaratan
spesifikasi desain,
5 keselamatan dan keamanan kerja dalam
persyaratan keselamatan
melakukan supervisi dan evaluasi pada
dan keamanan kerja dalam
pelaksanaan pekerjaannya di bidang
melakukan supervisi dan
pembangkit listrik;
evaluasi pada pekerjaannya;
mampu memelihara dan mampu memelihara dan
mengembangkan jaringan mengembangkan jaringan kerjasama
6 kerjasama dan hasil dan hasil
kerjasama didalam maupun kerjasama di dalam maupun di luar
di luar lembaganya; lembaganya;
mampu bertanggungjawab
atas pencapaian hasil kerja
mampu bertanggungjawab atas
kelompok dan
pencapaian hasil kerja kelompok dan
melakukan supervisi dan
melakukan supervisi dan evaluasi
evaluasi terhadap
7 terhadap penyelesaian pekerjaan
penyelesaian pekerjaan
bidang pembangkit listrik yang
yang
ditugaskan kepada pekerja yang berada
ditugaskan kepada pekerja
di bawah tanggungjawabnya;
yang berada di bawah
tanggungjawabnya;
mampu melakukan proses
evaluasi diri terhadap mampu melakukan proses evaluasi diri
kelompok kerja yang berada terhadap kelompok kerja yang berada
8 dibawah tanggungjawabnya, dibawah tanggungjawabnya, dan
dan mampu mengelola mampu mengelola pembelajaran secara
pembelajaran secara mand
mandiri;
mampu
mendokumentasikan, mampu mendokumentasikan,
menyimpan, mengamankan, menyimpan, mengamankan, dan
9 dan menemukan kembali menemukan kembali data untuk
data untuk menjamin menjamin kesahihan dan mencegah
kesahihan dan mencegah plagiasi
plagiasi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 126


DESKRIPSI GENERIK CP KKNI SESUAI DESKRIPSI CP SESUAI PROFIL LULUSAN
JENJANG PENDIDIKAN SPESIFIK PS
3. KEMAMPUAN KHUSUS
Mampu menerapkan matematika, sains,
mampu menerapkan matematika,
dan prinsip-prinsip rekayasa dan
sains, dan prinsip rekayasa ke
teknologi kedalam prosedur, proses,
dalam
sistem, atau metodologi rekayasa
prosedur, proses, sistem, atau
1 terapan untuk menyelesaikan
metodologi rekayasa terapan
permasalahan mekanikal, elektrikal,
untuk
instrumentasi dan kendali, serta proses
menyelesaikan masalah rekayasa
kimia secara terintegrasi pada teknologi
umum (broadly-defined)
pembangkit tenaga listrik.
mampu mengidentifikasi,
memformulasikan, melakukan
penelusuran
referensi/standar/codes/databas Mampu mengidentifikasi,
e, menganalisis, dan memformulasikan dan menyelesaikan
menyelesaikan masalah rekayasa permasalahan mekanikal, elektrikal,
umum menggunakan perangkat instrumentasi dan kendali, serta proses
2
analisa untuk satu bidang kimia pada pembangkit tenaga listrik
spesialisasi dengan dengan memperhatikan faktor ekonomi,
memperhatikan faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja, social
ekonomi, kesehatan dan budaya dan lingkungan.
keselamatan publik, kultural,
sosial, dan lingkungan
(environmental consideration)
mampu merancang dan
mewujudkan komponen, proses,
peralatan, fasilitas atau instalasi,
rancangan sistem rekayasa well
defined, dan bagian-bagian
Mampu merancang dan mewujudkan
rancangan sistem rekayasa
suatu proses teknologi peralatan utama
broadly defined, yang memenuhi
3 dan bantu dari pembangkit tenaga
kebutuhan spesifik dengan
listrik berdasarkan standar yang sesuai
pertimbangan yang tepat
dan berlaku
terhadap masalah keamanan dan
kesehatan publik, kultural, sosial
dan lingkungan dengan mengacu
kepada metode dan standar
industri;
mampu memilih sumberdaya dan Mampu menganalisis/ meneliti
memanfaatkan perangkat permasalahan pekerjaan yang kompleks
perancangan dan analisis di bidang teknologi pembangkit tenaga
4 rekayasa berbasis teknologi listrik berdasarkan pemikiran logis,
informasi dan komputasi yang kritis dan inovatif secara mandiri, baik
mengacu kepada metode dan dalam pelaksanaan maupun tanggung
standar industri; jawab pekerjaannya

Pendidikan Tinggi Vokasi | 127


mampu meningkatkan kinerja
Mampu merencanakan dan
atau mutu suatu proses melalui
melaksanakan pekerjaan instalasi,
pengujian,
commissioning, operasi, dan
5 pengukuran obyek kerja, analisis,
pemeliharaan komponen utama/bantu
dan interpretasi data sesuai
suatu pembangkit tenaga listrik sesuai
prosedur dan
dengan standar yang berlaku.
standar;
mampu memilih sumberdaya dan
Mampu memilih sumber daya dan
memanfaatkan perangkat
memanfaatkan perangkat perancangan
perancangan dan analisis
dan analisis rekayasa berbasis teknologi
6 rekayasa berbasis teknologi
informasi dan komputasi yang mengacu
informasi dan komputasi yang
kepada metode dan standar yang
mengacu kepada metode dan
berlaku.
standar industri;
Mampu menyusun dan
mempublikasikan jurnal ilmiah yang
terkait dengan teknologi pembangkit
7
tenaga listrik sesuai dengan standar
publikasi nasional maupun
internasional
Mampu mengembangkan dan
memelihara jaringan kerjasama
antar sejawat di tingkat lembaga
8
dan komunitas kerja dan lainnya
di bidang Teknologi Pembangkit
Tenaga Listrik
mampu menggunakan teknologi
Mampu menggunakan teknologi
9 modern dalam melaksanakan
modern dalam melaksanakan pekerjaan
pekerjaan
4. PENGUASAAN PENGETAHUAN
menguasai konsep teoretis sains
alam, aplikasi matematika Menguasai konsep sains, matematika
rekayasa; prinsip-prinsip rekayasa; prinsip-prinsip rekayasa
rekayasa (engineering (engineering principles), sains rekayasa
1 principles), sains rekayasa dan dan perancangan rekayasa yang
perancangan rekayasa yang diperlukan untuk analisis dan
diperlukan untuk analisis dan perancangan sistem dan teknologi
perancangan sistem, proses, pembangkit listrik konvensional
produk atau komponen prinsip
menguasai prinsip dan teknik
perancangan sistem, proses,
produk, atau Menguasai teknik perancangan sistem
2
komponen menggunakan teknologi pembangkit tenaga listrik;
teknologi pada tataran praktikal
(practical area)
Menguasai konsep rekayasa teknologi
menguasai konsep teoritis
3 pembangkitan tenaga listrik dan sistem
teknologi rekayasa yang
utilitasnya

Pendidikan Tinggi Vokasi | 128


diperlukan pada satu
bidang spesialisasi

menguasai pengetahuan tentang Menguasai pengetahuan tentang


codes dan standard yang berlaku peraturan perundangan dan standar-
4
untuk standar terkait dengan teknologi
penyelesaian masalah rekayasa pembangkit tenaga listrik;
Menguasai prinsip dan issue terkini di
menguasai prinsip dan issue
bidang teknologi pembangkit listrik
5 terkini dalam ekonomi, sosial,
dalam ekonomi, sosial dan lingkungan
ekologi secara umum
secara umum;
menguasai pengetahuan tentang Menguasai pengetahuan tentang teknik
6
teknik berkomunikasi berkomunikasi yang efektif dan efisien;
Menguasai pengetahuan tentang
menguasai pengetahuan tentang
perkembangan terbaru dan moderen di
7 perkembangan teknologi terbaru
bidang teknologi pembangkit tenaga
dan terkini
listrik;
menguasai pengetahuan
prosedural dan operasional kerja
Memahami standar kerja (SOP),
bengkel/studio dan kegiatan
8 keselamatan dan kesehatan kerja di
laboratorium, serta pelaksanaan
pembangkit tenaga listrik
keselamatan dan kesehatan kerja
(K3)

4. Capaian Pembelajaran Prodi

[ CAPAIAN PEMBELAJARAN PRODI

1. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap
Maha Esa dan mampu menunjukkan

religius;
1. bertakwa kepada Tuhan Yang

2. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas


Power Plant Engineer

berdasarkan agama, moral, dan etika;


3. berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,
sikap religius;

berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban dan kemajuan peradaban


dan kemajuan peradaban dan kemajuan peradaban berdasarkan
Pancasila;
4. berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;
5. menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan
kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;
6. bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap
masyarakat lingkungan;

Pendidikan Tinggi Vokasi | 129


7. taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara;
8. menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;
9. menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang energi
secara mandiri;
10. menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan
kewirausahaan.
mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, inovatif, bermutu, dan terukur
dalam melakukan pekerjaan di bidang pembangkit listrik sesuai dengan
standar kompetensi kerja bidang pembangkit tenaga listrik
mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur di bidang
pembangkit listrik;
mampu mengkaji kasus penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora di bidang pembangkit
listrik dalam rangka menghasilkan prototype, prosedur baku, desain
pembangkit;
Mampu menyusun karya tulis/artikel/makalah ilmiah, baik yang terkait
dengan kasus maupun perancangan di bidang Teknologi Pembangkit
2. KEMAMPUAN UMUM

Tenaga Listrik sesuai dengan standar publikasi nasional maupun


internasional
mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan prosedur
standar,spesifikasi desain, persyaratan keselamatan dan keamanan kerja
dalammelakukan supervisi dan evaluasi pada pelaksanaan pekerjaannya
di bidang pembangkit listrik;
mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerjasama dan
hasilkerjasama di dalam maupun di luar lembaganya;
mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan
melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan
bidang pembangkit listrik yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di
bawah tanggungjawabnya;
mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang
beradadibawah tanggungjawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran
secara mand
mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan
menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah
plagiasi
Mampu menerapkan matematika, sains, dan prinsip-prinsip rekayasa dan
3. KEMAMPUAN KHUSUS

teknologi kedalam prosedur, proses, sistem, atau metodologi rekayasa


terapan untuk menyelesaikan permasalahan mekanikal, elektrikal,
instrumentasi dan kendali, serta proses kimia secara terintegrasi pada
teknologi pembangkit tenaga listrik.
Mampu mengidentifikasi, memformulasikan dan menyelesaikan
permasalahan mekanikal, elektrikal, instrumentasi dan kendali, serta
proses kimia pada pembangkit tenaga listrik dengan memperhatikan
faktor ekonomi, keselamatan dan kesehatan kerja, social budaya dan
lingkungan.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 130


Mampu merancang dan mewujudkan suatu proses teknologi peralatan
utama dan bantu dari pembangkit tenaga listrik berdasarkan standar yang
sesuai dan berlaku
Mampu menganalisis/ meneliti permasalahan pekerjaan yang kompleks di
bidang teknologi pembangkit tenaga listrik berdasarkan pemikiran logis,
kritis dan inovatif secara mandiri, baik dalam pelaksanaan maupun
tanggung jawab pekerjaannya
Mampu merencanakan dan melaksanakan pekerjaan instalasi,
commissioning, operasi, dan pemeliharaan komponen utama/bantu suatu
pembangkit tenaga listrik sesuai dengan standar yang berlaku.
Mampu memilih sumber daya dan memanfaatkan perangkat perancangan
dan analisis rekayasa berbasis teknologi informasi dan komputasi yang
mengacu kepada metode dan standar yang berlaku.
Mampu menyusun dan mempublikasikan jurnal ilmiah yang terkait
dengan teknologi pembangkit tenaga listrik sesuai dengan standar
publikasi nasional maupun internasional
Mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerjasama antar
sejawat di tingkat lembaga dan komunitas kerja dan lainnya di bidang
Teknologi Pembangkit Tenaga Listrik

Mampu menggunakan teknologi modern dalam melaksanakan pekerjaan


Menguasai konsep sains, matematika rekayasa; prinsip-prinsip rekayasa
(engineering principles), sains rekayasa dan perancangan rekayasa yang
diperlukan untuk analisis dan perancangan sistem dan teknologi
pembangkit listrik konvensional
4. PENGUASAAN PENGETAHUAN

Menguasai teknik perancangan sistem teknologi pembangkit tenaga listrik;


Menguasai konsep rekayasa teknologi pembangkitan tenaga listrik dan
sistem utilitasnya
Menguasai pengetahuan tentang peraturan perundangan dan standar-
standar terkait dengan teknologi pembangkit tenaga listrik;
Menguasai prinsip dan issue terkini di bidang teknologi pembangkit listrik
dalam ekonomi, sosial dan lingkungan secara umum;
Menguasai pengetahuan tentang teknik berkomunikasi yang efektif dan
efisien;
Menguasai pengetahuan tentang perkembangan terbaru dan moderen di
bidang teknologi pembangkit tenaga listrik;
Memahami standar kerja (SOP), keselamatan dan kesehatan kerja di
pembangkit tenaga listrik

Pendidikan Tinggi Vokasi | 131


5. Profil, CP, Bahan Kajian dan Kedalaman

KODE
BAHAN KAJIAN JURUSAN

JURUSAN: Teknik Konversi Energi


PROGRAM STUDI: D IV - TPTL

LE BIDANG KEILMUAN PENGUASAAN


VE
PROFIL
L Aspek
LULUSAN DIKTI BAHAN KAJIAN
KK Kognitif
NI
Power Matematik
1. INTI
Plant a, fisika,
KEILMU 1 Sains terapan Aplikasi
Design kimia
AN
Engineer terapan
adalah 2 Konveksi Paksa Analysis
Sarjana
Sains
Terapan 3 Konveksi Alamiah Analysis
yang
mampu:
1. Daya dan Koreksi
4 Analysis
merancang Faktor Daya
sistem Swich mode power
5 Analysis
komponen supply
utama dan
6 Fiskus fluida Analysis
bantu dari
pusat
tenaga
listrik
konvension
al atau 7 Aliran fluida ideal Analysis
merancang
pembangkit
tenaga
listrik kecil
8 Turbulensi Analysis
Konduksi Tunak
9 dan Konduksi Aplication
Tidak Tunak
Prinsip-prinsip
10 Aplication
Konveksi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 132


11 Radiasi Aplication
Alat ukur listrik
12 Aplication
dasar
Analisis Rangkaian
13 Aplication
Listrik
Bentuk bentuk
Gelombang dan
berbagai harga
14 Aplication
besaran pada
sistem arus bolak-
balik
Bilangan Kompleks
15 Aplication
dan polar
Tegangan dan Arus
16 Aplication
Bolak-balik
17 Respon Frekuensi Aplication
Rangkaian Fasa
18 Aplication
Banyak
Karakteristik Diode
19 Aplication
semikonduktor
Karakteristik
20 Bipolar Junction Aplication
Conductor
Karakteristik Field-
21 Aplication
Effect Transistor
Amplifiers dan
22 operational Aplication
amplifiers
Evaluasi Properti
23 dan analisis Aplication
kendali volume
Hukum Kedua
24 Aplication
termodinamika
Analisis Entrophy
25 Aplication
dan Exergy
Persamaan dasar
26 Aplication
fluida ideal
Konsep
Perpindahan Panas
Comprehen
27 (konduksi,
sion
konveksi, dan
radiasi)
hukum-hukum
dasar yang Comprehen
28
digunakan pada sion
rangkaian listrik.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 133


Konsep Comprehen
29
termodinamika sion
Hukum pertama Comprehen
30
termodinamika sion
31 Konsep fluida
Prinsip transmisi Comprehen
32
daya mekanik sion
Rangkaian dengan
2.
dua sumber atau
IPTEK
1 lebih, Analisis Analysis
PENUNJ
rangkaian
ANG
pengganti
Pembagian Arus
dan Penurunan
2 Analysis
Tegangan (DC dan
AC)
2. Rangkaian
mensupervi 3 Penyearah dengan Analysis
si Dioda
pelaksanaa
n O dan M Rangkaian
di pusat Switching dan
tenaga 4 penguat Analysis
listrik Menggunakan
Transistor Bipolar
3. Audit dan
merencana 5 konservasi energi Analysis
kan dan di pembangkit
melaksanak Penguat Inverting
an 6 dan Instrumentasi Analysis
konstruksi, (Zero & Span)
uji kinerja
dan
keandalan,
operasi dan
Pengubah
pemelihara
Tegangan ke Arus
an serta 7 Analysis
(Grounded dan
commission
Floating)
ing sistem
komponen
pembangkit
listrik
4.
mengelola
Pengubah
sistem
8 Tegangan ke Analysis
keenergian
Frekuensi
di
industri/ko

Pendidikan Tinggi Vokasi | 134


mersial
yang padat
energi
Penguban
9 Frekuensi ke Analysis
Tegangan
Disain sistem
kendali level pada
10 Analysis
steam drum, flow
pada BFP
Disain sistem
11 kendali fuel Analysis
handling system
Disain sistem
12 kendali closed Analysis
cooling system
Instrumentasi
13 sistem Analysis
pengendalian
Dinamika Sistem
14 Analysis
Pengendalian
15 DC Chopper Analysis
Pemodelan,
analisis, dan
16 peningkatan Analysis
kinerja Vapour
power systems
Pemodelan,
analisis, dan
peningkatan
kinerja Gas power
17 systems dalam Analysis
mesin pembakaran
internal (Mesin
Bensin Mesin
Disel)
Aplikasi
18 Analysis
psychrometrics
Analisis
sambungan pipa
19 (pengelasan, Analysis
flange, swage,
groove)
20 Pengujian pipa Analysis
Analisis water
21 sistem pada sistem Analysis
PLTU

Pendidikan Tinggi Vokasi | 135


Analisis flue gas
22 sistem pada sistem Analysis
PLTU
Teknologi
23 penyimpanan Analysis
bahan bakar
Teknologi
24 pengolahan bahan Analysis
bakar
Analisis lokasi
25 Analysis
pembangkit
26 Pembagian PLTA Analysis
Fasilitas teknik
27 Analysis
sipil
Water/steam
28 Analysis
system
29 Flue gas system Analysis
Mapping teknologi
30 Analysis
pembangkit uap
Analisis time
line/jaringan dan
31 Analysis
resiko dalam
proyek
Analisis dampak
32 Analysis
lingkungan
Time value of
33 Analysis
money
Searching dan
34 Analysis
Pengurutan
35 Analisis numeric Analysis
Identifikasi elemen
36 yang berbeda Analysis
dalam SCADA
Menentukan
37 Analysis
Sistem SCADA
Analisis rugi arus
38 Eddy, histerisis, Analysis
dan stray
Analisis kinerja
39 Analysis
mesin listrik dc
Analisis dan
40 Analysis
pengujian motor dc
Metode
pengasutan
(starting): DOL,
41 Analysis
Star-Delta,
Autotrafo, Resistor
eksternal

Pendidikan Tinggi Vokasi | 136


Design dan
42 pengujian Analysis
generator sinkron
Analisis
43 pencegahan Analysis
kecelakaan
Analisis bahaya
listrik, mekanik,
44 Analysis
ledakan, radiasi
dan kimia
Pengujian
Resistansi belitan
45 Analysis
generator dan
motor dc
Analisis
46 Pemagnetan Analysis
generator dc
Pengukuran rugi-
rugi besi dan
47 Analysis
mekanik generator
dan motor dc
Karakteristik dan
pengaturan luar
48 generator dc shunt Analysis
dan penguatan
bebas
Karakteristik
motor dc
49 Analysis
penguatan bebas
dan seri
Pengujian
resistansi, tanpa
beban, rugi-rugi,
50 Analysis
dan hubung
singkat motor
induksi rotor lilit
Kurva karakteristik
operasi , dan
51 Analysis
pergerakan motor
Induksi rotor lilit
Pengujian
resistansi belitan,
karakteristik
pemagnetan, rugi-
52 Analysis
rugi, dan
karakteristik
hubung singkat
generator sinkron

Pendidikan Tinggi Vokasi | 137


Analisis prinsip
kerja alat ukur
53 listrik dan konsep Aplication
dasar pengukuran
listrik
Besaran, satuan
dasar, dan simbol-
54 simbol yang sering Aplication
digunakan pada
rangkaian listrik
Konsep
55 Aplication
pengukuran listrik
Aplikasi Volt dav
56 Aplication
Ampere meter DC
Aplikasi Ohm dan
57 watt meter, Aplication
osiloskop
Pengukuruan
Tegangan AC
58 Aplication
(Rerata, Efektif dan
Maksimum)
Pengukuran Daya
59 Aplication
Reaktif
Pengukuran
60 Harmonisa Arus Aplication
dan Tegangan
Pengukuran
tahanan: jembatan
Wheatstone,
61 sensitivity, Aplication
limitations.
Kelvins double
bridge.
Pengukuran
Induktansi and
kapasitansi:
langsung, jembatan
induktansi dan
62 kapasitansi Aplication
Maxwell, Hays
bridge, Andersons
bridge, Desautys
bridge, Schering
bridge.
Rangkaian Digital
63 AND, OR, NOT dan Aplication
NAND
Prinsip manajemen
64 Aplication
energi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 138


Strategi
manajemen energi
65 Aplication
di tingkat demand
dan suplai
Supply chain
66 Aplication
manajemen
Rangkaian Analog
67 ke Digital dan Aplication
Digital ke Analog
Rangkaian Driver
Motor DC
68 Aplication
menggunakan
Transistor Bipolar
Pengukuran
temperature,
Power dan Energi:
Thermocople &
RTD,
Dynamometer
wattmeter. UPF
and LPF
wattmeters,
Pengukuaran daya
69 nyata dan reaktif Aplication
sirkuit tiga fasa,
power quality.
Meter energi tipe
Induksi
konstruksi, teori,
errors,
adjustments dan
kalibrasi. Prinsip
kerja electronic
energy meter.
Ekstensi jangkauan
Instrumen: Shunts
and multipliers.
Konstruksi dan
teori instrument
70 Aplication
tranfo, Persamaan
galat rasio dan
sudut fasa C.T. dan
P.T. (Tidak perlu
turunan)
Pemodelan
71 subsistem Aplication
pembangkit

Pendidikan Tinggi Vokasi | 139


Analisis sistem
72 kendali lup Aplication
tertutup
Analisis kestabilan
73 Aplication
koordinat polar
74 Unit Kendali Aplication
Sistem
75 Pengendalian yang Aplication
Kompleks
Analisis Sistem
pendingin terbuka
76 Aplication
pada pembangkit
listrik
Analisis Sistem
77 pendingin tertutup Aplication
pembangkit listrik
Analisis kebutuhan
78 air baku Aplication
pendinginan
Analisis sistem
pendingin turbin
79 dan generator di Aplication
dalam PLTA dan
PLTT
Analisis komponen
elektronika daya
80 (Dioda Power, Aplication
TRIAC, IGBT, GTO,
Dioda rectifier)
Penyerahan
81 Aplication
Tegangan AC 1 fasa
Penyearah
82 Aplication
Tegangan AC 3 fasa
Penyearah
Tegangan AC 1
83 Aplication
Fasa Terkontrol
dengan Thyristor
Penyearah
Tegangan AC 3
84 Aplication
Fasa Terkontrol
dengan Thristor
Penyearah
Tegangan AC 1
85 Aplication
Fasa dengan Thriac
dan Thristor Ganda
Penyearah
86 Tegangan AC 3 Aplication
Fasa dengan Thriac

Pendidikan Tinggi Vokasi | 140


dan Thyristor
Ganda
Siklus daya tidak
87 Aplication
ideal
Refrigerasi dan
88 Aplication
heat pump systems
Analisis system
89 transportasi bahan Aplication
bakar
Teknologi
pengolahan
90 padatan dan Aplication
partikel terbang
hasil bahan bakar
Karakteristik air
91 Aplication
baku
Proses pengolahan
dan pemurnian air
92 Aplication
secara fisis dan
kimia
Proses pengolahan
93 Aplication
air pendingin
Analisis neraca
94 daya dalam RUPTL Aplication
indonesia
Karakteristik relay
95 dan komponen Aplication
proteksi
Proteksi pada
96 saluran jarak jauh Aplication
dan distribusi
Analisis konversi
97 satuan energi dan Aplication
daya
Analisis konversi
98 energi dan Aplication
peralatannya
Analisis eksplorasi,
eksploitasi,
99 pengolahan, dan Aplication
pemanfaatan
energi
Tegangan Tinggi
100 Aplication
AC & DC
Dasar Medan
Elektromagnetik
101 Aplication
dan medan
sederhana

Pendidikan Tinggi Vokasi | 141


Masalah-masalah
yang diakibatkan
102 Aplication
oleh Tegangan
Tinggi
Implus Tegangan
103 Aplication
tinggi
Daya pada
104 Aplication
Transmisi
Transformator
105 Aplication
daya dan distribusi
hubungan
106 transformator tiga Aplication
fasa
Gedung sentral
107 Aplication
PLTA
Proteksi dan
108 kendali steam Aplication
generator
109 Analisis keandalan Aplication
Analisis kerusakan
110 dan klasifikasi Aplication
perawatan
Analisis perawatan
permesinan, pipe
dan kelistrikan:
fondasi, Alignment
111 Aplication
& balancing,
rotating machine,
boiler, transformer
dan generator
Organisasi
112 Aplication
manajemen proyek
Karakteristik
113 limbah pembangkit Aplication
listrik
Analisis limbah
114 padat, cair, gas, Aplication
bahang, dan suara
Konsep dan teknik
115 Aplication
estimasi biaya
Evaluasi satu/
116 Aplication
lebih proyek
Analisis
117 Aplication
peremajaan
Analisis Benefit
118 Aplication
cost ratio

Pendidikan Tinggi Vokasi | 142


Analisis
119 breakevent dan Aplication
sensitivitas
120 Analisis kasus Aplication
Analisis fungsi dan
121 Aplication
prosedur
Kendali program
122 Aplication
pengulangan
Pemrosesan
123 Aplication
squensial
Aplikasi Bahasa
124 Aplication
pemrograman
Protocol
125 Aplication
komunikasi SCADA
Analisis metode
126 Aplication
proyeksi
Dimensional dan
127 Aplication
toleransi
Pengelasan dan
128 Aplication
simbolnya
Spesifikasi material
129 dan permukaan Aplication
benda
130 Gambar proses Aplication
Simbol elektrik,
131 instrumen dan Aplication
standarisasinya
Instalasi
132 penerangan dan Aplication
panel
Instalasi
133 pembangkit dan Aplication
sub station
piping dan P&ID
134 Aplication
pembangkit
135 Rantai Aplication
136 Sabuk Aplication
137 Poros Aplication
138 Bantalan Aplication
139 Mur dan Baut Aplication
140 Kopling dan Rem Aplication
Konsep mesin
141 Aplication
listrik
Analisis
karakteristik
142 Aplication
kemagnetan dan
impedansi

Pendidikan Tinggi Vokasi | 143


Konsep dan prinsip
kerja motor
143 Aplication
induksi dan
generator sinkron
Analisis Standar
144 Aplication
dan peraturan K3
Identifikasi dan
pengelolaan
145 Aplication
bahaya di tempat
kerja
Pencegahan dan
146 penanggulangan Aplication
kebakaran
Peralatan
147 Aplication
keselamatan diri
Pertolongan
148 pertama pada Aplication
kecelakaan
Memecahkan
149 masalah dengan Aplication
CFD
General context
150 bahasa inggris di Aplication
energi
Basic grammar
151 untuk speaking Aplication
and writing
Reading (topic,
main iddea,
152 Aplication
structure
organization)
Writing (paragraf
153 Aplication
and essay)
Bahasa inggris
154 Aplication
teknik
writing CV and
155 Aplication
Application letter
156 Job Interview Aplication
Code nasional dan
Comprehen
157 internasional
sion
manajemen energi
Konsep dasar Comprehen
158
sistem kendali sion
Konsep sistem
Comprehen
159 pendingin
sion
pembangkit
Konsep elektronika Comprehen
160
daya sion

Pendidikan Tinggi Vokasi | 144


Comprehen
161 Dasar pemipaan
sion
Code dan standart Comprehen
162
pemipaan sion
Analisis material Comprehen
163
dan fabrikasi pipa sion
Analisis
karakteristik
Comprehen
164 bahan bakar
sion
(padat, cair, dan
gas)
Karakteristik baku
mutu air olahan Comprehen
165
berdasarkan sion
peraturan
Konsep proteksi Comprehen
166
pembangkit sion
Konsep energi dan
sumber energi Comprehen
167
terbarukan dan sion
fosil
Konsep tegangan Comprehen
168
tinggi sion
Konsep Comprehen
169
transformator sion
Konsep steam
Comprehen
170 generator boiler
sion
dan hrsg/whrsg
Comprehen
171 Konsep perawatan
sion
Konsep dan Aspek Comprehen
172
manajemen proyek sion
Baku mutu
lingkungan Comprehen
173
berdasarkan sion
aturan
Prinsip ekonomi Comprehen
174
teknik sion
Paradigma
Comprehen
175 pemrograman
sion
prosedural
Comprehen
176 Notasi algoritmik
sion
Comprehen
177 Array dan list
sion
Konsep Sistem Comprehen
178
SCADA sion

Pendidikan Tinggi Vokasi | 145


Simbol mekanik,
Comprehen
179 proses dan
sion
standarisasinya
Filosofi,
Comprehen
180 keberadaan, dan
sion
peranan K3
Comprehen
181 Prinsip CAE
sion
3.
IPTEK Teknologi
1 Analysis
PELENG fotovoltaik
KAP
Teknologi
2 pembangkit Aplication
mikrohydro
Teknologi
3 pembangkit tenaga Aplication
biomassa
Analisis Pasar dan
4 Aplication
Teknologi
Kompetisi dan
Strategi Bersaing
5 Aplication
dalam
Kewirausahaan
Teknologi
Comprehen
6 pembangkit tenaga
sion
nuklir
Teknologi
Comprehen
7 pembangkit tenaga
sion
fusi
Teknologi
Comprehen
8 pembangkit direct
sion
solar heating
Teknologi Arus,
Comprehen
9 gelombang, dan
sion
panas laut
Teknologi sel Comprehen
10
bahan bakar sion
Konsep dasar dan
Comprehen
11 proses
sion
Kewirausahaan
Kreatifitas dan Comprehen
12
Inovasi sion
Comprehen
13 Technopreneur
sion
Strategi Comprehen
14
Kewirausahaan sion

Pendidikan Tinggi Vokasi | 146


Aspek Yuridis dan
Comprehen
15 Etika Bisnis dalam
sion
Kewirausahaan
4. YG
DIUNGG 1 Inverter Analysis
UL-KAN
2 Motor drive Analysis
Pemodelan,
analisis, dan
peningkatan
3 Analysis
kinerja Gas power
systems dalam
Turbin Gas
4 Analisis stress pipa Analysis
Analisis operasi
5 Analysis
paralel
Dasar-Dasar
6 Penyusunan Analysis
Business Plan
Analisis aliran
7 beban kelistrikan Analysis
di jaringan
Proteksi pada
8 Analysis
generator
Proteksi pada
9 Analysis
tranformator daya
Proteksi pada
10 switchgear dan Analysis
switchyard
Analisis uji
nondestructive
11 Analysis
peralatan
Tegangan Tinggi
Analisis material
12 insulasi dan Analysis
vacuum
Analisis uji kinerja
13 Analysis
transformator
Analisis kinerja
14 steam generator Analysis
berdasar standart
Analisis umur
15 ekonomis dan Analysis
teknis
Pengujian Standart
16 Analysis
layak operasi
Analisis kinerja
17 Analysis
biaya dan waktu

Pendidikan Tinggi Vokasi | 147


dari pekerjaan
proyek
Analisis levelized
18 Analysis
biaya pembangkit
Identifikasi dan
interpretasi
19 Analysis
diagram PI dalam
HMI
Pengendalian
parameter proses
20 Analysis
menggunakan DCS
dan SCADA
Sinkronisasi
21 Analysis
generator
Pengujian kurva
22 kapabilitas Analysis
generator sinkron
Pengujian operasi
23 paralel generator Analysis
sinkron
Hukum konservasi
24 aliran fluida dan Analysis
kondisi batas
Analisis turbulensi
25 Analysis
dan pemodelannya
Finite volume
26 method untuk Analysis
masalah difusi
Finite volume
method untuk
27 Analysis
masalah konveksi-
difusi
Solusi algoritma
untuk tekanan-
28 Analysis
kecepatan dalam
aliran steady
Finite volume
29 method untuk Analysis
aliran unsteady
Operasi
pengiriman daya
30 Aplication
aktif atau daya
reaktif
Analisis ekonomi
31 Aplication
pembangkit
Potensi aliran
32 Aplication
sungai

Pendidikan Tinggi Vokasi | 148


Konsep sistem Comprehen
33
kendali robust sion
34 Process integration Synthesis
System
pembakaran dan
35 burner dalam Synthesis
boiler startup-
operasi
Analisis prediktif
36 Synthesis
maintenance
Teknologi
37 Synthesis
Pengolahan limbah
Manajemen
pelaporan untuk
38 Synthesis
pemantauan
kinerja
Analisis efisiensi
5. CIRI energi dan tekno-
1 Analysis
PRODI ekonomi
pembangkit
Operasi optimal
interkoneksi
2 Analysis
pembangkit dalam
jaringan
Disain PSS pada
3 Analysis
generator
Disain sistem
4 kendali governoor Analysis
turbine uap dan air
Analisis desain
5 Analysis
cooling tower
Analisis desain
6 Analysis
condenser
Analisis SOP PLTU
7 pada main dan Analysis
auxiliariesnya
8 Analisis SOP PLTA Analysis
Tangki peredam
9 Analysis
(surge tank)
Disain peralatan &
10 Analysis
fasilitas listrik
Fasilitas dan
11 Analysis
pendukung PLTA
Perancangan HE
12 Evaluation
(1, 2 , 3 zone)
Analisis desain
13 main equipment Evaluation
pembangkit

Pendidikan Tinggi Vokasi | 149


14 Disain pipa pesat Evaluation
Disain boiler dan
15 Evaluation
hrsg
Analisis heat
16 balance Synthesis
pembangkit PLTU
Analisis keandalan
17 dan kinerja Synthesis
pembangkit
Analsis desain BOP
18 Synthesis
pembangkit
Analisis disain
kelistrikan dan
19 Synthesis
instrumentasi
pembangkit
Analisis water
20 balance Synthesis
pembangkit
Analisis
21 perancangan Synthesis
proteksi
Analisis design
22 Insulation dan Synthesis
pendinginan
23 Rencana PLTA Synthesis
24 Disain Turbin air Synthesis
Design
perencanaan
25 Synthesis
proyek EPC
pembangkit
Analisis studi
26 kelayakan Synthesis
pembangkit
KELUASAN ILMU (cognitive
292
process dimension) :

6. Bahan Kajian dan Mata Kuliah

Konsep Perpindahan Panas (konduksi, Comprehensi


Perpan konveksi, dan radiasi) on 2
Konduksi Tunak dan Konduksi Tidak
Tunak Aplication 3
Prinsip-prinsip Konveksi Aplication 3
Konveksi Paksa Analysis 4
Konveksi Alamiah Analysis 4

Pendidikan Tinggi Vokasi | 150


Radiasi Aplication 3
Process integration Synthesis 5
Perancangan HE (1, 2 , 3 zone) Evaluation 6
hukum-hukum dasar yang digunakan pada Comprehensi
RL rangkaian listrik. on 2
Alat ukur listrik dasar Aplication 3
Analisis Rangkaian Listrik Aplication 3
Bentuk bentuk Gelombang dan berbagai
harga besaran pada sistem arus bolak-balik Aplication 3
Bilangan Kompleks dan polar Aplication 3
Tegangan dan Arus Bolak-balik Aplication 3
Daya dan Koreksi Faktor Daya Analysis 4
Respon Frekuensi Aplication 3
Rangkaian Fasa Banyak Aplication 3
Analisis prinsip kerja alat ukur listrik dan
konsep dasar pengukuran listrik Aplication 3

Besaran, satuan dasar, dan simbol-simbol


Pengukuran yang sering digunakan pada rangkaian
Listrik listrik Aplication 3
Konsep pengukuran listrik Aplication 3
Aplikasi Volt dav Ampere meter DC Aplication 3
Aplikasi Ohm dan watt meter, osiloskop Aplication 3
Pengukuruan Tegangan AC (Rerata, Efektif
dan Maksimum) Aplication 3
Pengukuran Daya Reaktif Aplication 3
Pengukuran Harmonisa Arus dan
Tegangan Aplication 3
Pengukuran Tekanan dan Aliran Fluida Aplication 3

Analisis Pembagian Arus dan Penurunan Tegangan


rangkaian (DC dan AC) Analysis 4
Pengukuran tahanan: jembatan
Wheatstone, sensitivity, limitations.
Kelvins double bridge. Aplication 3
Pengukuran Induktansi and kapasitansi:
langsung, jembatan induktansi dan
kapasitansi Maxwell, Hays bridge,
Andersons bridge, Desautys bridge,
Schering bridge. Aplication 3
Rangkaian dengan dua sumber atau lebih,
Analisis rangkaian pengganti Analysis 4
Rangkaian Penyearah dengan Dioda Analysis 4

Pendidikan Tinggi Vokasi | 151


Rangkaian Switching dan penguat
Menggunakan Transistor Bipolar Analysis 4
Rangkaian Digital AND, OR, NOT dan NAND Aplication 3

Elektronika Karakteristik Diode semikonduktor Aplication 3


Karakteristik Bipolar Junction Conductor Aplication 3
Karakteristik Field-Effect Transistor Aplication 3
Amplifiers dan operational amplifiers Aplication 3
Swich mode power supply Analysis 4
Manajemen
pembangkit Prinsip manajemen energi Aplication 3
Strategi manajemen energi di tingkat
demand dan suplai Aplication 3
Code nasional dan internasional Comprehensi
manajemen energi on 2
Audit dan konservasi energi di pembangkit Analysis 4
Supply chain manajemen Aplication 3
Analisis efisiensi energi dan tekno-
ekonomi pembangkit Analysis 4
Operasi optimal interkoneksi pembangkit
dalam jaringan Analysis 4
Penguat Inverting dan Instrumentasi (Zero
Instrumentasi & Span) Analysis 4
Pengubah Tegangan ke Arus (Grounded
dan Floating) Analysis 4
Pengubah Tegangan ke Frekuensi Analysis 4
Penguban Frekuensi ke Tegangan Analysis 4
Rangkaian Analog ke Digital dan Digital ke
Analog Aplication 3
Rangkaian Driver Motor DC menggunakan
Transistor Bipolar Aplication 3
Pengukuran temperature, Power dan
Energi: Thermocople & RTD,
Dynamometer wattmeter. UPF and LPF
wattmeters, Pengukuaran daya nyata dan
reaktif sirkuit tiga fasa, power quality.
Meter energi tipe Induksi konstruksi,
teori, errors, adjustments dan kalibrasi.
Prinsip kerja electronic energy meter. Aplication 3
Ekstensi jangkauan Instrumen: Shunts and
multipliers. Konstruksi dan teori
instrument tranfo, Persamaan galat rasio
dan sudut fasa C.T. dan P.T. (Tidak perlu
turunan) Aplication 3

Pendidikan Tinggi Vokasi | 152


Sistem Kendali Comprehensi
Pembangkit Konsep sistem kendali robust on 2
Pemodelan subsistem pembangkit Aplication 3
Disain PSS pada generator Analysis 4
Disain sistem kendali governoor turbine
uap dan air Analysis 4
Disain sistem kendali level pada steam
drum, flow pada BFP Analysis 4
Disain sistem kendali fuel handling system Analysis 4
Disain sistem kendali closed cooling
system Analysis 4

Comprehensi
Sistem Kendali Konsep dasar sistem kendali on 2
Analisis sistem kendali lup tertutup Aplication 3
Analisis kestabilan koordinat polar Aplication 3
Instrumentasi sistem pengendalian Analysis 4
Unit Kendali Aplication 3
Dinamika Sistem Pengendalian Analysis 4
Sistem Pengendalian yang Kompleks Aplication 3

Sistem Pendingin Comprehensi


pembangkit Konsep sistem pendingin pembangkit on 2
Analisis Sistem pendingin terbuka pada
pembangkit listrik Aplication 3
Analisis Sistem pendingin tertutup
pembangkit listrik Aplication 3
Analisis kebutuhan air baku pendinginan Aplication 3
Analisis sistem pendingin turbin dan
generator di dalam PLTA dan PLTT Aplication 3
Analisis desain cooling tower Analysis 4
Analisis desain condenser Analysis 4
Comprehensi
Elda Konsep elektronika daya on 2
Analisis komponen elektronika daya
(Dioda Power, TRIAC, IGBT, GTO, Dioda
rectifier) Aplication 3
Penyerahan Tegangan AC 1 fasa Aplication 3
Penyearah Tegangan AC 3 fasa Aplication 3
Penyearah Tegangan AC 1 Fasa Terkontrol
dengan Thyristor Aplication 3
Penyearah Tegangan AC 3 Fasa Terkontrol
dengan Thristor Aplication 3

Pendidikan Tinggi Vokasi | 153


Penyearah Tegangan AC 1 Fasa dengan
Thriac dan Thristor Ganda Aplication 3
Penyearah Tegangan AC 3 Fasa dengan
Thriac dan Thyristor Ganda Aplication 3
DC Chopper Analysis 4
Inverter Analysis 4
Motor drive Analysis 4

Comprehensi
Termodinamika Konsep termodinamika on 2
Comprehensi
Hukum pertama termodinamika on 2
Evaluasi Properti dan analisis kendali
volume Aplication 3
Hukum Kedua termodinamika Aplication 3
Analisis Entrophy dan Exergy Aplication 3

Mesin Termal Siklus daya tidak ideal Aplication 3


Pemodelan, analisis, dan peningkatan
kinerja Vapour power systems Analysis 4
Pemodelan, analisis, dan peningkatan
kinerja Gas power systems dalam mesin
pembakaran internal (Mesin Bensin Mesin
Disel) Analysis 4
Pemodelan, analisis, dan peningkatan
kinerja Gas power systems dalam Turbin
Gas Analysis 4
Refrigerasi dan heat pump systems Aplication 3
Aplikasi psychrometrics Analysis 4
Comprehensi
Mekflu Konsep fluida on 2
Persamaan dasar fluida ideal Aplication 3
Fiskus fluida Analysis 4
Aliran fluida ideal Analysis 4
Turbulensi Analysis 4

Comprehensi
Alternatif Teknologi pembangkit tenaga nuklir on 2
Comprehensi
Teknologi pembangkit tenaga fusi on 2
Teknologi pembangkit mikrohydro Aplication 3
Teknologi pembangkit tenaga biomassa Aplication 3

Pendidikan Tinggi Vokasi | 154


Teknologi fotovoltaik Analysis 4
Comprehensi
Teknologi pembangkit direct solar heating on 2
Comprehensi
Teknologi Arus, gelombang, dan panas laut on 2
Comprehensi
Teknologi sel bahan bakar on 2

Comprehensi
Pemipaan Dasar pemipaan on 2
Comprehensi
Code dan standart pemipaan on 2
Comprehensi
Analisis material dan fabrikasi pipa on 2
Analisis stress pipa Analysis 4
Analisis sambungan pipa (pengelasan,
flange, swage, groove) Analysis 4
Pengujian pipa Analysis 4
Analisis SOP PLTU pada main dan
ose auxiliariesnya Analysis 4
Analisis SOP PLTA Analysis 4
Operasi pengiriman daya aktif atau daya
reaktif Aplication 3
Analisis water sistem pada sistem PLTU Analysis 4
Analisis flue gas sistem pada sistem PLTU Analysis 4
Analisis operasi paralel Analysis 4

Comprehensi
wirausaha Konsep dasar dan proses Kewirausahaan on 2
Comprehensi
Kreatifitas dan Inovasi on 2
Comprehensi
Technopreneur on 2
Comprehensi
Strategi Kewirausahaan on 2
Analisis Pasar dan Teknologi Aplication 3
Aspek Yuridis dan Etika Bisnis dalam Comprehensi
Kewirausahaan on 2
Kompetisi dan Strategi Bersaing dalam
Kewirausahaan Aplication 3
Dasar-Dasar Penyusunan Business Plan Analysis 4

Pendidikan Tinggi Vokasi | 155


Penanganan Analisis karakteristik bahan bakar (padat, Comprehensi
bahan bakar cair, dan gas) on 2
Analisis system transportasi bahan bakar Aplication 3
Teknologi penyimpanan bahan bakar Analysis 4
Teknologi pengolahan bahan bakar Analysis 4
Teknologi pengolahan padatan dan
partikel terbang hasil bahan bakar Aplication 3

Pengolahan air Karakteristik air baku Aplication 3


Karakteristik baku mutu air olahan Comprehensi
berdasarkan peraturan on 2
Proses pengolahan dan pemurnian air
secara fisis dan kimia Aplication 3
Proses pengolahan air pendingin Aplication 3

Perancangan
PLTT Analisis lokasi pembangkit Analysis 4
Analisis neraca daya dalam RUPTL
indonesia Aplication 3
Analisis aliran beban kelistrikan di
jaringan Analysis 4
Analisis heat balance pembangkit PLTU Synthesis 5
Analisis keandalan dan kinerja pembangkit Synthesis 5
Analisis desain main equipment
pembangkit Evaluation 6
Analsis desain BOP pembangkit Synthesis 5
Analisis disain kelistrikan dan
instrumentasi pembangkit Synthesis 5
Analisis water balance pembangkit Synthesis 5
Analisis ekonomi pembangkit Aplication 3
Comprehensi
proteksi Konsep proteksi pembangkit on 2
Karakteristik relay dan komponen proteksi Aplication 3
Proteksi pada generator Analysis 4
Proteksi pada tranformator daya Analysis 4

Pendidikan Tinggi Vokasi | 156


Proteksi pada saluran jarak jauh dan
distribusi Aplication 3
Proteksi pada switchgear dan switchyard Analysis 4
Analisis perancangan proteksi Synthesis 5
Konsep energi dan sumber energi Comprehensi
sumsum terbarukan dan fosil on 2
Analisis konversi satuan energi dan daya Aplication 3
Analisis konversi energi dan peralatannya Aplication 3
Analisis eksplorasi, eksploitasi,
pengolahan, dan pemanfaatan energi Aplication 3

Comprehensi
Teknik TT Konsep tegangan tinggi on 2
Tegangan Tinggi AC & DC Aplication 3
Dasar Medan Elektromagnetik dan medan
sederhana Aplication 3
Masalah-masalah yang diakibatkan oleh
Tegangan Tinggi Aplication 3
Implus Tegangan tinggi Aplication 3
Analisis uji nondestructive peralatan
Tegangan Tinggi Analysis 4
Daya pada Transmisi Aplication 3
Analisis material insulasi dan vacuum Analysis 4
Comprehensi
trafo Konsep transformator on 2
Analisis design Insulation dan pendinginan Synthesis 5
Analisis uji kinerja transformator Analysis 4
Transformator daya dan distribusi Aplication 3
hubungan transformator tiga fasa Aplication 3

PLTA Potensi aliran sungai Aplication 3


Pembagian PLTA Analysis 4
Rencana PLTA Synthesis 5
Fasilitas teknik sipil Analysis 4
Disain pipa pesat Evaluation 6
Tangki peredam (surge tank) Analysis 4
Disain Turbin air Synthesis 5
Disain peralatan & fasilitas listrik Analysis 4
Gedung sentral PLTA Aplication 3
Fasilitas dan pendukung PLTA Analysis 4

Konsep steam generator boiler dan Comprehensi


Steam generator hrsg/whrsg on 2

Pendidikan Tinggi Vokasi | 157


System pembakaran dan burner dalam
boiler startup-operasi Synthesis 5
Water/steam system Analysis 4
Flue gas system Analysis 4
Proteksi dan kendali steam generator Aplication 3
Disain boiler dan hrsg Evaluation 6
Analisis kinerja steam generator berdasar
standart Analysis 4
Mapping teknologi pembangkit uap Analysis 4

Comprehensi
perawatan Konsep perawatan on 2
Analisis keandalan Aplication 3
Analisis kerusakan dan klasifikasi
perawatan Aplication 3
Analisis umur ekonomis dan teknis Analysis 4
Analisis perawatan permesinan, pipe dan
kelistrikan: fondasi, Alignment & balancing,
rotating machine, boiler, transformer dan
generator Aplication 3
Analisis prediktif maintenance Synthesis 5
Pengujian Standart layak operasi Analysis 4
Comprehensi
proyek Konsep dan Aspek manajemen proyek on 2
Organisasi manajemen proyek Aplication 3
Analisis time line/jaringan dan resiko
dalam proyek Analysis 4
Design perencanaan proyek EPC
pembangkit Synthesis 5
Analisis kinerja biaya dan waktu dari
pekerjaan proyek Analysis 4

Proteksi
lingkungan Karakteristik limbah pembangkit listrik Aplication 3
Comprehensi
Baku mutu lingkungan berdasarkan aturan on 2
Analisis dampak lingkungan Analysis 4
Analisis limbah padat, cair, gas, bahang,
dan suara Aplication 3
Teknologi Pengolahan limbah Synthesis 5
Comprehensi
ektek Prinsip ekonomi teknik on 2
Konsep dan teknik estimasi biaya Aplication 3
Time value of money Analysis 4

Pendidikan Tinggi Vokasi | 158


Evaluasi satu/ lebih proyek Aplication 3
Analisis peremajaan Aplication 3
Analisis Benefit cost ratio Aplication 3
Analisis breakevent dan sensitivitas Aplication 3
Analisis levelized biaya pembangkit Analysis 4
Analisis studi kelayakan pembangkit Synthesis 5

Comprehensi
pemrograman Paradigma pemrograman prosedural on 2
Comprehensi
Notasi algoritmik on 2
Analisis kasus Aplication 3
Analisis fungsi dan prosedur Aplication 3
Kendali program pengulangan Aplication 3
Comprehensi
Array dan list on 2
Pemrosesan squensial Aplication 3
Searching dan Pengurutan Analysis 4
Analisis numeric Analysis 4
Aplikasi Bahasa pemrograman Aplication 3
Comprehensi
scada Konsep Sistem SCADA on 2
Protocol komunikasi SCADA Aplication 3
Identifikasi dan interpretasi diagram PI
dalam HMI Analysis 4
Identifikasi elemen yang berbeda dalam
SCADA Analysis 4
Pengendalian parameter proses
menggunakan DCS dan SCADA Analysis 4
Manajemen pelaporan untuk pemantauan
kinerja Synthesis 5
Menentukan Sistem SCADA Analysis 4
Simbol mekanik, proses dan Comprehensi
Gartek I standarisasinya on 2
Analisis metode proyeksi Aplication 3
Dimensional dan toleransi Aplication 3
Pengelasan dan simbolnya Aplication 3
Spesifikasi material dan permukaan benda Aplication 3
Gambar proses Aplication 3
Simbol elektrik, instrumen dan
Gartek II standarisasinya Aplication 3
Instalasi penerangan dan panel Aplication 3
Instalasi pembangkit dan sub station Aplication 3
piping dan P&ID pembangkit Aplication 3

Pendidikan Tinggi Vokasi | 159


Comprehensi
Elemen mesin Prinsip transmisi daya mekanik on 2
Rantai Aplication 3
Sabuk Aplication 3
Poros Aplication 3
Bantalan Aplication 3
Mur dan Baut Aplication 3
Kopling dan Rem Aplication 3

Mesin listrik 1 Konsep mesin listrik Aplication 3


Analisis karakteristik kemagnetan dan
impedansi Aplication 3
Analisis rugi arus Eddy, histerisis, dan
stray Analysis 4
Analisis kinerja mesin listrik dc Analysis 4
Analisis dan pengujian motor dc Analysis 4

Konsep dan prinsip kerja motor induksi


Mesin listrik 2 dan generator sinkron Aplication 3
Metode pengasutan (starting): DOL, Star-
Delta, Autotrafo, Resistor eksternal Analysis 4
Design dan pengujian generator sinkron Analysis 4
Sinkronisasi generator Analysis 4
Comprehensi
k3 Filosofi, keberadaan, dan peranan K3 on 2
Analisis Standar dan peraturan K3 Aplication 3
Analisis pencegahan kecelakaan Analysis 4
Analisis bahaya listrik, mekanik, ledakan,
radiasi dan kimia Analysis 4
Identifikasi dan pengelolaan bahaya di
tempat kerja Aplication 3
Pencegahan dan penanggulangan
kebakaran Aplication 3
Peralatan keselamatan diri Aplication 3
Pertolongan pertama pada kecelakaan Aplication 3
Pengujian Mesin Pengujian Resistansi belitan generator dan
Listrik I motor dc Analysis 4
Analisis Pemagnetan generator dc Analysis 4
Pengukuran rugi-rugi besi dan mekanik
generator dan motor dc Analysis 4

Pendidikan Tinggi Vokasi | 160


Karakteristik dan pengaturan luar
generator dc shunt dan penguatan bebas Analysis 4
Karakteristik motor dc penguatan bebas
dan seri Analysis 4
Pengujian resistansi, tanpa beban, rugi-
Pengujian Mesin rugi, dan hubung singkat motor induksi
Listrik II rotor lilit Analysis 4
Kurva karakteristik operasi , dan
pergerakan motor Induksi rotor lilit Analysis 4
Pengujian resistansi belitan, karakteristik
pemagnetan, rugi-rugi, dan karakteristik
hubung singkat generator sinkron Analysis 4
Pengujian kurva kapabilitas generator
sinkron Analysis 4
Pengujian operasi paralel generator
sinkron Analysis 4
Comprehensi
CAE Prinsip CAE on 2
Memecahkan masalah dengan CFD Aplication 3
Hukum konservasi aliran fluida dan
kondisi batas Analysis 4
Analisis turbulensi dan pemodelannya Analysis 4
Finite volume method untuk masalah difusi Analysis 4
Finite volume method untuk masalah
konveksi-difusi Analysis 4
Solusi algoritma untuk tekanan-kecepatan
dalam aliran steady Analysis 4
Finite volume method untuk aliran
unsteady Analysis 4
BI-1 General context bahasa inggris di energi Aplication 3
Basic grammar untuk speaking and writing Aplication 3
Bahasa inggris teknik Aplication 3
Reading (topic, main iddea, structure
BI-2 organization) Aplication 3
Writing (paragraf and essay) Aplication 3
writing CV and Application letter Aplication 3
Job Interview Aplication 3

7. Struktur Kurikulum

Sem-
1 14 #REF!
1 Bahasa Indonesia KU0073 2 1
2 Matematika Terapan 1 KU0092 2 1
3 Fisika Terapan-1 KU0132 2 1
4 Dasar Keteknikan KKEN1012 0 2
5 Kimia Terapan KU0172 2 1

Pendidikan Tinggi Vokasi | 161


6 Sumber dan Teknologi Energi KKEN1032 2 0
7 Pendidikan Pancasila 2 0
8 Keselamatan dan Kesehatan Kerja KKEN1042 2 0

sem-2 15 #REF!
1 Gambar Teknik 1 KKEN1052 0 2
2 Matematika Terapan 2 KU102 2 1
3 Rangkaian Listrik KKEN1024 2 0
4
5 Mekanika Teknik KKEN1092 2 0
6 Termodinamika Teknik KKEN1103 3 0
7 Pendidikan Agama PKKU0013 3 0
8 Bahasa Inggris 1 1 1
9 Fisika Terapan-2 2 1

sem-3 12 #REF!
1 Bahasa Inggris 2 1 1
2 Mekanika Fluida KKEN2122 2 1
3 Gambar Teknik 2 KKEN1062 0 2
4 Kewirausahaan BBEN4012 1 1
5 Teknik Bahan KBEN2012 2 0
6 Perpindahan Panas KKEN2133 2 1
7 Elektronika KKEN1073 2 0
8 Analisis Rangkaian 0 2
9 Ekonomi Teknik PBEN3012 2 0

sem-4 15 #REF!
1
2 Instrumentasi KKEN1083 2 1
3 Mesin Listrik 1 KKEN2164 2 0
4 Motor Bakar KKEN2184 2 1
5 Pompa dan Kompresor KKEN2194 2 1
6 Transmisi Daya Mekanik (Elemen Mesin) KKEN2202 2 0
7 Teknik Pemipaan KKEN2153 2 1
8 Teknik Pemograman Komputer KU0063 1 1
Neraca Massa dan Energi KKEN2112 2 0
sem-5
15 #REF!
1 Sistem kendali KKEN2143 2 1
2 Penanganan bahan bakar KBEN3102 2 0
3 Turbin uap dan gas KBEN3032 2 0
4 Mesin Listrik 2 KKEN2174 2 0
5 Sistem Pendingin Pembangkit KBEN3052 2 0
6 PLT Baru dan Terbarukan KBEN3063 1 1

Pendidikan Tinggi Vokasi | 162


7 Pembangkit Uap KBEN2022 2 0
8 Eletronika Daya KKEN3214 2 1
9 Operasi Mesin Listrik I 0 2

sem-6 10 #REF!
1 Pemurnian dan Pengolahan Air KBEN3042 2 0
Manajemen Pembangkit (Manajemen
2 PBEN4042 2 0
Energi)
3 Proteksi Listrik dan switch yard KBEN3093 2 1
4 CAE 2 1
5 Sistem Kendali Pembangkit 2 0
6 Operasi pembangkit tenaga listrik KBEN3074 0 3
7 Perancangan Pembangkit Tenaga Air KBEN3134 0 3
8 Operasi Mesin Listrik II 0 2

SEM-
7 9 #REF!
1 Perancangan Pembangkit Tenaga Termal KBEN4144 0 4
2 Trafo daya KBEN3084 2 1
3 Manajemen Perawatan & Perbaikan KBEN4152 2 0
4 Kerja Praktek Lapangan PBEN4042 0 2
5 Metodologi Penelitian 0 3
6 Teknik Tegangan Tinggi KBEN3113 2 1
7 Dampak dan Proteksi Lingkungan PBEN4032 2 0
8 SCADA KBEN3122 1 1

sem-8 3 #REF!
1 Skripsi KBEN4176 0 4
2 Pendidikan Kewarganegaraan PBEN4052 2 0
3 Manajemen Proyek KBEN4162 1 1

Pendidikan Tinggi Vokasi | 163


Daftar Pustaka

Stufflebeam, D. L. (1971). The Relevance of the CIPP Evaluation Model for Educational
Accountability. Ohio UAS: Ohio State University, Columbus. Evaluation Center.
ABET Board of Directors. (20015). CRITERIA FOR ACCREDITING ENGINEERING PROGRAMS.
Baltimore, USA: Engineering Accreditation Commission ABET.
Anderson, L., & Krathwohl, D. (2001). A taxonomy for learning, teaching and assessing: A revision
of bloom's taxonomy of educational objectives. New York: Longman.
Arends, R. I. (2008). Learning to Teach (7 ed.). New York: McGraw Hill Companies.
AUN-QA. (2015). Guide to AUN-QA Assessment at Programme Level Version 3.0. Bangkok: ASEAN
University Network.
Bin, J. O. (2015, Desember 24). Living Better. (AUN-QA Network) Retrieved Maret 2016, 2016,
from http://livingbetterforhappiness.blogspot.co.id/2015/12/the-ten-principles-
behind-aun-qa-model.html
Branch, R. M. (2009). Instructional Design The ADDIE Approach. New York: Springer.
Bruner, J. S. (1977). The Process of Education. United States of America: HARVARD UNIVERSITY
PRESS.
Devis, B. G. (2013). Tools for Teaching (Perangkat Pembelajaran): Teknik Mempersiapkan dan
Melaksanakan Perkuliahan yang Efektif (2 ed.). Jakarta: Rajawali Pers.
Dick, W., Carey, L., & Carey, J. O. (2014). The Systematic Design of Instruction (8 ed.). New York:
Pearson.
Engineering Accreditation Commission. (2015, Oktober 16). Criteria for Accrediting Engineering
Technology Programs, 2016 2017. Retrieved Maret 29, 2016, from ABET:
http://www.abet.org/accreditation/accreditation-criteria/criteria-for-accrediting-
engineering-technology-programs-2016-2017/
Gagne, R. M., Briggs, L. J., & Wager, W. W. (1992). Principles of Instructional Design (4 ed.). New
York: Harcourt Brace College Publishers.
Gredler, M. E. (2011). Learning and Instruction: Theory into Practice (6 ed.). New York: Pearson.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2009). Models of Teaching (8 ed.). New Jersey: Pearson
Education,Inc.
Marsh, C. J. (2004). Key Concepts for Understanding Curriculum (3 ed.). New York:
RoutledgeFalmer.
Marzano, R. J., & Kendall, J. S. (2007). The New Taxonomy of Educational Objectives. California: A
Sage Publications Company.
McArdle, G. (2010). Instructional Design for Action Learning. New York: American Management
Association.
Medical School Undergraduate Office . (2014, Januari 1). Dundee MBChB Medicine Programme.
Retrieved Juni 29, 2016, from School of Medicine: Part of the University of Dundee:
http://medicine.dundee.ac.uk/dundee-mbchb-medicine-programme
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. (2015, Desember 28).
Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015. Jakarta, Jakarta, Indonesia:
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. (2012, Januari 17). TENTANG KERANGKA KUALIFIKASI
NASIONAL INDONESIA. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 164


Jakarta, DKI, Indonesia: MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK
INDONESIA.
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. (2012, Agustus 10). TENTANG PENDIDIKAN TINGGI.
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12. Jakarta, DKI, Indonesia:
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
Reigeluth, C. M. (1983). Instructional design: What is it and why is it? In C. M. Reigeluth,
Instructional-design theories and models: An overview of their current status (pp. 3-36).
New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.
Santrock, J. W. (2011). Educational psychology (5 ed.). New York: McGraw Hill.
Slattery, P. (2006). Curriculum Development in the Postmodern Era (2 ed.). New York: Routledge.
Suparman, M. A. (2012). Desain Instruksional Modern: Panduan Para Pengajar & Inovator
Pendidikan. Jakarta: Erlangga.

Pendidikan Tinggi Vokasi | 165


Lampiran

Daftar Istilah

Page | 166