Anda di halaman 1dari 3

EKSKRESI

Ekskresi merupakan pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang tidak


digunakan oleh tubuh dari dalam tubuh, seperti gas CO2,H2O, NH2, asam urat
serta zat warna empedu. Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak diperlukan lagi
oleh tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat mengganggu
fisiologis tubuh. Sistem ekskresi membantu memelihara homeostatis dengan 3
cara, yaitu mengatur konsentrasi sebagian besar penyusun cairan tubuh,
mengeluarkan sisa metabolisme, dan dengan melakukan proses osmoregulasi. Zat
sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh akan dikeluarkan melalui alat
ekskresi.
a. Kulit
Kulit ialah lapisan tipis yang menutupi serta melindungi seluruh permukaan
tubuh. Peranan kulit sangat penting bagi tubuh manusia karena kulit
mengeluarkan keringat melalui pori-pori kulit. Keringat tersebut mengandung
air dan garam-garam mineral.
Bagian-bagian kulit:
1. Epidermis (Kulit ari)
Epidermis kulit terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan tanduk (stratum
korneum) dan lapisan malpighi. Lapisan tanduk adalah lapisan kulit yang
paling luar dan terdiri dari sel-sel mati, mudah terkelupas, dan tidak
memiliki pembuluh darah serta saraf sehingga tidak terasa sakit dan tidak
mengeluarkan darah apabila sedang mengelupas. Lapisan malpighi berada
di bawah lapisan tanduk dan terdiri dari sel-sel yang hidup. Lapisan
malpighi mengandung pigmen melamin yang berfungsi memberi warna
pada kulit dan pelinding tubuh dari sinar matahari.
2. Dermis (Kulit jangat)
Dermis merupakan lapisan yang lebih tebal daripada lapisan epidermis
yang terletak di bawah lapisan kulit ari. Lapisan dermis terdiri dari
pembuluh darah, kelenjar minyak, kelenjar keringat, ujung-ujung syaraf,
dan kantong rambut.
Pembuluh darah pada lapisan dermis berperan dalam proses
pengangkutan zat-zat makanan ke rambut. Sementara itu, kelenjar minyak
di lapisan dermis akan menghasilkan minyak yang dapat digunakan untuk
menjaga rambut kulit agar tidak kering. Sedangkan, kelenjar keringat
berguna untuk menghasulkan keringat yang akan dikeluarkan melalui
pori-pori kulit. Kelenjar keringat yang berbentuk tabung berbelit-belit dan
dalam jumlah yang banyak, letaknya di sebelah kulit jangat, bermuara di
atas permukaan kulit di dalam lekukan halus disebut pori. Lain halnya
dengan kelenjar keringat, ujung saraf terdiri dari korpukulus paccini
sebagai reseptor tekanan, korpukulus meissner sebagai reseptor sentuhan,
korpukulus ruffini sebagai reseptor panas, dan korpukulus krause sebagai
reseptor dingin kantong rambut merupakan tempat tertanamnya akar
rambut. Di sisi lain, kantong rambut merupakan tempat yang di dalamnya
terdapat akar rambut dan batang rambut. Di dekat akar rambut terdapat
otot polos yang merupakan otot penegak rambut dan terdapat pula ujung
saraf indera perasa nyeri. Bila tubuh kita kedinginan, maka otot penegak
rambut akan berkontraksi sehingga rambut akan berduri. Bila rambut
dicabut akan terasa nyeri. Untuk menjaga agar rambut tidak kering,
disekitar rambut terdapat kelenjar minyak. Akar rambut mendapatkan
makanan dari pembuluh-pembuluh darah, sehingga memungkinkan
rambut dapat tumbuh terus menerus.
3. Subkutan (Jaringan ikat bawah kulit)
Jaringan tersebut mengandung lemak yang berfungsi sebagai cadangan
makanan, pengatur suhu tubuh serta melindungi tubuh bagian dalam dari
benturan.
Proses pembentukan keringat
Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi,
pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan
banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Pangkal kelenjar keringat
berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam
dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya
keluar melalui pori-pori yang merupakanujung dari kelenjar keringat.
Keringat yang keluar membawa panas tubuh, sehingga sangat penting untuk
menjaga agar suhu tubuh tetap normal. Ketika suhu di keliling kita panas
maka kulit akan mengatur suhu tubuh dengan banyak mengeluarkan keringat
dan urin yang dihasilkan lebih sedikit. Namun, ketika suhu dingin maka
tubuh memproduksi sedikit keringat serta pengeluaran urin melalui ginjal
lebih banyak.
b. Paru-paru
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang
terlindungi dengan adanya tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua
bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri
memiliki dua gelambir. Paru-paru merupakan kumpulan gelembung alveolus
yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura. Dalam sistem
ekskresi, paru-paru berperan dalam pengeluaran CO2 dan H2O yang tidak
dibutuhkan oleh tubuh manusia melalui hidung. Proses CO2 dan H2O
mencapai hidung ialah sisa metabolisme di jaringan berupa CO2 dan H2O
diangkut oleh darah ke paru-paru untuk dibuang dengan cara difusi di
alveolus. Di alveolus ini terdapat banyak pembuluh kapiler yang memilki
selapis sel sehingga proses tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat
dikeluarkan kembali melalui hidung

DAPUS
Basoeki, Soedjono. 1988. Anatomi dan Fisiologi Manusia. Jakarta : Depdikbud.
Irianto, Koes.2012. Anatomi dan Fisiologi Untuk Mahasiswa. Bandung :Alfabeta.
Pratiwi, D.A, Sri Maryati, Srikini, dkk. 2006. Biologi Jilid II. Jakarta : Erlangga.
Suntoro, Susilo H., Djalal Tanjung Harminani, 1993. Anatomi dan Fisiologi
Hewan. Universitas Terbuka, Jakarta : Depdikbud.