Anda di halaman 1dari 4

Sistem pencernaan vertebrata berfungsi untuk ingesti, digesti makanan, absorbs sari makanan

dan eliminasi sisa makanan. Secara umum sistem pencernaan Vertebrata terdiri atas saluran
pencernaan, yaitu mulut dan rongga mulut, faring, esophagus, lambung, usus halus, usus besar, kloaka
atau anus. Dan organ-organ aksesori (organ tambahan) yang meliputi gigi, lidah, elenjar ludah kelenjar-
kelenjar pencernaan di lua saluran pencernaan (hati dan pancreas). Hati merupakan kelenjar yang
berukuran besar, berwarna merah kecoklatan, terletak dibagian depan rongga badan, dan menglilingi
usus, bentuknya tidak tegas. Fungsi hati menghasilkan empedu yang di simpan dalam kantung empedu,
berwarna kehijauan terletak disebelah kanan hati, dan salurannya bermuara pada lambung. Kantung
empedu berfungsi untuk menyimpan empedu. Pancreas merupakan organ yang berukuran mikroskopik
sehingga sukar dikenali, fungsi pankreas, antara lain menghasilkan enzim-enzim pencernaan dan hormon
insulin. Struktur saluran pencernaan hewan vertebrata disesuaikan dengan bentuk tubuh, jenis makanan
dan fungsi sistem pencernaan. . (Syarifuddin, 2006: 158).

Saluran pencernaan pada ikan dimulai dari mulut (cavum oris). Di dalam rongga mulut terdapat
gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut pada geraham bawah dan lidah pada dasar mulut yang tidak dapat
digerakkan serta banyak menghasilkan lender, tetapi tidak menghasilkan air ludah (enzim). Dari rongga
mulut makanan masuk ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar insang. Esofagus
berbentuk kerucut, pendek, terdapat dibelakang insang dan bila tidak dilalui makanan lumennya
menyempit. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke lambung, lambung pada umunya
membesar, tidak jelas batasnya dengan usus. Dari lambung makanan masuk ke usus melalui pipa
panjang berkelok-kelok dan sama besarnya, usus bermuara di anus. Ikan mempunyai hati, kantong
empedu, dan saluran empedu yang bermuara ke dalam usus. Pankreas ikan bersatu dengan hati,
sehingga disebut hepatopankreas. (Syarifuddin, 2006: 155).

Sistem pencernaan makanan pada amfibi meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan
salah satu binatang amphibi adalah katak makanan katak berupa hewan-hewan kecil (serangga). Saluran
pencernaan katak dimulai dari rongga mulut, terdapat gigi berbentuk kerucut untuk memegang mangsa
dan lidah menangkap mangsa, kemudian ke esophagus yang berupa saluran pendek, kemudian menuju
ke lambung yang berbentuk kantung bila terisi makanan menjadi lebar, menuju usus usus dapat
dibedakan usus halus dan tebal. Usus halus meliputi: duodenum, jejunum, dan ileum, tetapi belum jelas
batas-batasnya. Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka, dan kloaka merupaka muara
bersama antara saluran pencernaan makananm saluran reproduksi, dan urine Kelenjar pencernaan
yang besar ialah hepar dan pancreaticum yang memberikan sekresinya pada intestinum. Hepar
yang besar terdiri dari beberapa lobus dan bilus (zat empedu). (Gunarso, 1979: 219).

sistem pencernaan makanan pada reptil meliputi saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Reptil umumnya karnivora (pemakan daging). Secara berturut-turut saluran
pencernaan pada reptil meliputi:
1) rongga mulut: bagian rongga mulut disokong oleh rahang atas dan bawah, masing-masing
memiliki deretan gigi yang berbentuk kerucut, gigi
menempel pada gusi dan sedikit melengkung ke arah rongga mulut. Pada rongga mulut juga
terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua,
2) esofagus (kerongkongan),
3) ventrikulus(lambung),
4) intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus.
Kelenjar pencernaan pada reptil meliputi hati, kantung empedu, dan pankreas. Hati pada reptilia
memiliki dua lobus (gelambirf dan berwarna
kemerahan. Kantung empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati.
Pankreas berada di antara lambung dan duodenum, berbentuk pipih kekuning-kuningan.

Sistem Pencernaan Pada Burung


Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan.
Saluran pencernaan pada burung terdiri atas:
1) paruh: merupakan modifikasi dari gigi,
2) rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan
tanduk,
3) faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini
disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,
4) lambung terdiri atas:
- Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya
tipis.
- Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan
biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk
membantu pencernaan dan disebut sebagai hens teeth,
6) intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.
Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati
tidak terdapat kantung empedu.

Sistem Pencernaan mamalia (cavia cobaya)


Sistem pencernaan mamalia marmut (Cavia cobaya) terdiri dari Traches Digestivus yaitu esophagus,
ventriculus, duodenum, intestinum tenue, coecum, taenia, haustra, incisura, intestinum crassum,
rectum, dan anus. Dan Glandula Digestoria yang terdiri dari hepar, vesic fellea, pancreas, ductus
choleclochus, ductus hepaticus, dan ductus cysticus. syariffudin

Gunarso, Wisnu. Dasar-Dasar Histologi. Jakarta: Erlangga, 1979.


Syarifuddin. Anatomi Fisiologi. Jakarta: Buku Kedokteran, 2006.
Djuhanda, Tatang.1984.Analisa Struktur Vertebrata Jilid 2. Bandung : Armico.

Ville. 1988. Zoology umum jilid 1.jakarta : Erlangga.

Yuwono, Edi. 2001. Fisiologi Hewan Air. Sagung Seto. Jakarta. (Halaman 3-12)

Radiopoetro. Zoologi. Erlangga. Jakarta (Halaman 479-527)

Amy tenzer dkk


Saktiyono. 2008. IPA BIOLOGI Jild 2. Erlangga. https://www.google.com/accounts/Login?
service=print&continue=http://books.google.co.id/books%3Fop%3Dlibrary&hl=id. (Diakses pada tanggal
5 Desember 2008)

Diskusi

1. Fungsi tembolok adalah menampung dan sebagai penimbun sementara mkanan yang masuk,
tempat pelunakan makanan. Di dalam tembolok terjadi aktivitas enzyme amylase dan proses
fermentasi oleh bakteri yang didukung oleh kondisi ph tembolok 0,3 dengan hasil akhir berupa
asam asetat.

2. Proventrikulus: banyak mengandung kelenjar, dinding otot nya tipis, pada Columbia livia (burung
pemakan biji bijian) batasnya dengan ventrikulus tampak jelas dari luar.

3. gigi-gigi kecil disepanjang rahang atas, dan ada gigi vomerin pada langit-langit mulut.

Sederetan gigi-gigi kecil yang rapuh di sebelah dalam tepi rongga atas mulut, disebut dengan
gigi maksila. Gigi maksila sangat lemah, tidak dapat digunakan untuk menangkap makanan

Sepasang gigi voramen (berbentuk kerucut) menghiasi rahang atas rongga mulut yang
membantu untuk memegang dan mengunyah makanan.

4. Fungsi Hati diantaranya sebagai berikut :

Mengatur jumlah karbohidrat yang ada didalam tubuh hati juga menjaga agar glukosa
darah tetap terjaga alias tidak jauh dari 90 mg/dl

Dapat menyeimbangkan jumlah lemak dalam tubuh

Berfungsi Mengatur keseimbangan asam amino, asam lemak, trigliserida, dan kolesterol
Dan juga Mengatur sirkulasi hormone
Fungsi lain Memproduksi empedu dan mensekresi empedu
Dapat Memproduksi protein plasma didalam tubuh manusia
Dapat membersihkan zat zat berbahaya contohnya bekas bekas obat.
Membersihkan antibodi residu (sisa)
Bekerja Memakan antigen (dilakukan oleh sel-sel hepar)
Dan befungsi Memakan (memfagosit) mifroorganisme
Dan bermanfaat Menyimpan vitamin larut lemak (Vitamin A, D, E, K) dan vitamin B12
Dan juga Menyimpan mineral didalam tubuh kita
Memproses emulsi lemak (emulsifikasi lemak)

Menghentikan kerja obat (inaktivasi obat)

fungsi utama ankreas: menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan
beberapa hormon atau fungsi endokrin.
Beberapa fungsi dari pankreas adalah :
1. Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar
gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.
2. Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana
mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga
merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam
sel-selnya.