Anda di halaman 1dari 24

MATERI PERSERTA

KREDIT PRODUKTIF
Solusi
kebutuhan
kredit
produktif

Version 27.11.2013
BAB I : PENDAHULUAN 1
Tujuan 1
Mengapa orang membutuhkan pembiayaan komersial 1
Definisi Kredit 1
Beberapa Terminologi Kredit 2
Ringkasan 3

BAB II : ASPEK KEBUTUHAN NASABAH 4


Tujuan 4
Dua Jenis Kebutuhan Kredit Produktif 4
Aspek Kebutuhan Nasabah 4
Tujuan Penggunaan 4
Jangka Waktu 5
Metode Pelunasan Fasilitas 5
Frekuensi Penggunaan 5
Fleksibilitas Pencarian Fasilitas 5
Pihak Penerima Jaminan 6
Fungsi Jaminan 6
Ringkasan 7

BAB III : SOLUSI KEBUTUHAN DASAR 8


PEMBIAYAAN KOMERSIAL
Tujuan 8
Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 1 8
Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 2 9
Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 3 10
Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 4 10
Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 5 10
Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 6 11
Ringkasan 12

BAB IV : SOLUSI KEBUTUHAN DASAR PENJAMIN 13


Tujuan 13
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 1 13
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 2 13
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 3 14
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 4 15
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 5 15
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 6 17
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 7 17
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 8 18
Ringkasan 18

BAB V : SOLUSI SOLUSI KEBUTUHAN LAINNYA 19


Tujuan 19
Kombinasi Kebutuhan Lain 1 19
Kombinasi Kebutuhan Lain 2 19
Kombinasi Kebutuhan Lain 3 20
Daftar Isi Ringkasan 20

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

BAB I
PENDAHULUAN

Tujuan Mengapa Orang Membutuhkan Pembiyaan Komersial


Setelah mengikuti sesi ini,
peserta diharapkan mampu :
Dalam menjalankan usaha, seringkali nasabah harus
Memahami bahwa kredit bukan hanya mencakup mengeluarkan dana, baik untuk operasional sehari hari
penyediaan dana saja melainkan juga mencakup (membeli persediaan, memberi piutang kepada pembeli, atau
penjaminanyang diberikan oleh bank. melunasi hutang usahanya) maupun untuk membeli aktiva
Memahami mengapa orang membutuhkan tetap di mana dana yang dimiliki oleh perusahaan belum cukup
pembiayaan komersial. untuk memenuhi seluruh pengeluaran dana tersebut.
Memahami mengapa orang membutuhkan
penjaminan dari bank. Untuk menutupi kekurangan dana tersebutlah, perusahaan
Memahami terminologi yang sering dipergunakan membutuhkan pembiayaan dari Bank / lembaga keuangan agar
dalam kredit. rencana perusahaan dapat dijalankan sesuai harapan.

Definisi Kredit
Kata kredit berasal dari bahasa Latin, dari kata
Credere berarti kepercayaan akan kebenaran.

1. Berdasarkan Undang-undang No.10 / 1998, tentang


Perban kan, bab I pasal 1 butir 11 :

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat


dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau
kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain
yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya
setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

2. Berdasarkan definisi kamus Perbankan IBI :

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan-tagihan yang dapat


disamakan dengan itu berdasarkan perjanjian pinjam-meminjam
antara bank dengan pihak lain. Pihak peminjam berkewajiban
melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah
bunga yang telah ditetapkan dalam perjanjian.

3. Menurut Manual Perkreditan BCA :

Kredit adalah pemberian fasilitas pinjaman yang diberikan oleh


Bank kepada debitur berdasarkan kesepakatan atau perjanjian
tertentu yang telah disepakati bersama dimana debitur
diwajibkan untuk melunasi kewajibannya dalam jangka waktu
tertentu disertai bunga.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 1


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Berdasarkan definisi definisi tersebut di atas, maka Pemberian jaminan tersebut biasa dilakukan karena adanya
dapat dijelaskan bahwa kredit bukan hanya mencakup ketidakpercayaan antara 2 pihak dalam melakukan suatu transaksi
penyediaan dana, melainkan juga tagihan tagihan bisnis, sehingga diperlukan jaminan dari pihak yang lebih dipercaya
yang dapat dipersamakan dengan itu. Di mana untuk menjamin. Misalnya nasabah ingin mengimpor barang dari
tagihan tagihan yang dapat dipersamakan dengan luar negeri, di mana antara nasabah dengan supplier di luar negeri
itu mencakup pemberian jaminan oleh bank bagi masih saling tidak mempercayai. Nasabah tidak berani melakukan
debitur. pembayaran terlebih dahulu kepada supplier di luar negeri karena
takut barang tidak dikirim setelah dibayar, sementara supplier di
luar negeri juga tidak berani mengirim barang terlebih dahulu
kepada nasabah karena takut nasabah tidak membayar barang yang
telah dikirim.

Untuk itu, sebagai pihak yang lebih dapat dipercaya, bank dapat
memberikan jaminan kepada supplier di luar negeri, bahwa bank
pasti akan membayar kepada supplier di luar negeri, bila supplier
dapat menyerahkan dokumen yang membuktikan bahwa
supplier telah mengirimkan barang kepada pembeli. Dengan
jaminan tersebut, maka transaksi jual beli antara debitur dengan
supplier di luar negeri dapat berjalan dengan lebih aman.

Kesimpulan :
Kredit bukan hanya mencakup penyediaan dana, melainkan juga
penjaminan yang dikeluarkan oleh bank bagi debitur.

Beberapa Terminologi Kredit Kredit produktif


Kredit yang dipergunakan untuk berproduksi
/ menghasilkan kembali.

Kredit konsumtif
Kredit yang dipergunakan untuk dinikmati.

Plafon
Batas maksimal nilai kredit yang telah disetujui oleh bank,
yang dapat digunakan oleh debitur.

Outstanding
Posisi besarnya kredit yang telah digunakan oleh debitur
pada suatu waktu.

Unused plafon
Nilai kredit yang belum dipergunakan oleh debitur.

Afbetaling
Hanya dapat dipergunakan satu kali. Plafon yang telah
dipergunakan tidak dapat dipergunakan kembali meskipun
telah dilakukan pembayaran.

Revolving
Dapat digunakan berulang ulang.

Giro Wajib Minmum (GWM)


Jumlah dana minimum yang wajib dipelihara oleh bank yang
besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar persentase
tertentu dari Dana Pihak Ketiga (DPK),
baik dalam rupiah maupun valuta asing (valas).

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 2


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)


Batas maksimum penyediaan dana yang dapat disalurkan
bank kepada debitur atau kelompok debitur.

Loan to Deposit Ratio (LDR)


Rasio likuiditas yang sering digunakan dalam melakukan analisa
rasio untuk menilai kinerja suatu bank. Loan to Deposit Ratio
mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya
kepada para deposannya dengan menarik kembali kredit yang
telah diberikan kepada para debitur.

LDR = TOTAL KREDIT YANG DIBERIKAN


GIRO + DEPOSITO + TABUNGAN

Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM/CAR)


Salah satu prinsip dalam penilaian tingkat kesehatan bank yang
nilainya ditentukan oleh Bank Indonesia. Besarnya ditetapkan
menurut risiko yang terkandung dalam aktiva perbankan :

CAR = MODAL
ATMR
Di mana : Modal = modal inti + modal pelengkap

Bunga efektif
Bunga dibebankan terhadap jumlah outstanding kredit
yang dipakai.

Bunga flat
Bunga dibebankan terhadap plafon awal kredit yang diterima.

Bunga fixed
Suku bunga yang dibebankan kepada debitur tetap

RINGKASAN selama periode tertentu.

Bunga floating
Suku bunga yang ditetapkan kepada debitur berubah ubah
1. Kredit tidak hanya mencakup kebutuhan dana tapi mengikuti suku bunga yang berlaku.
juga tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu
(penjaminan). In arrear
2. Alasan orang membutuhkan kredit & penjaminan Pembayaran dilakukan di belakang / di akhir periode
dari bank.
3. Pemahaman istilah istilah yang banyak In advance
dipergunakan dalam kredit. Pembayaran dilakukan di awal periode

Kolektibilitas
penggolongan kualitas pinjaman debitur berdasarkan
kriteria tertentu sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 3


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

BAB II
ASPEK KEBUTUHAN NASABAH

Dua Jenis Kebutuhan Kredit Produktif Adapun aspek aspek yang membangun kebutuhan pembi-
ayaan komersial nasabah terdiri dari :
Kebutuhan nasabah akan kredit produktif terdiri dari : 1. Tujuan penggunaan
1. Kebutuhan dana / pembiayaan (cash loan) 2. Jangka waktu
2. Kebutuhan penjaminan (non cash loan) 3. Metode pembayaran pokok
4. Frekuensi penggunaan
5. Fleksibilitas pencairan fasilitas

Aspek Kebutuhan Nasabah Sedangkan aspek aspek yang membangun kebutuhan


penjaminan terdiri dari :
Untuk dapat memberikan solusi yang sesuai dengan 1. Pihak penerima jaminan
kebutuhan nasabah, maka kita perlu memahami aspek 2. Fungsi jaminan
aspek yang membangun kebutuhan nasabah tersebut. 3. Frekuensi penggunaan

Tujuan Penggunaan

Secara umum tujuan penggunaan dari pembiayaan


komersial terdiri dari :

1. Untuk modal kerja / perputaran usaha.


Yaitu dana yang dibutuhkan untuk membiayai
aktivitas usaha / operasional sehari hari yang
terdiri dari persediaan dan piutang yang tidak
dibiayai oleh pemasok(hutang dagang).

Beberapa contoh kebutuhan dana


untuk modal kerja adalah :
Kebutuhan dana untuk menambah persediaan barang
dagangan.
Kebutuhan dana untuk memberikan tempo
pembayaran yang lebih panjang kepada pembeli
(memperpanjang jangka waktu pembayaran piutang
dagang).
Kebutuhan dana untuk membayar hutang usaha
secara lebih cepat.

2. Untuk investasi.
Yaitu dana yang dibutuhkan untuk membiayai
investasi aktiva tetap (capital expenditures) nasabah.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 4


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Hal yang perlu diperhatikan adalah, penentuan suatu ben-


da dipergunakan untuk modal kerja atau untuk investasi
adalah tergantung kepada tujuan benda tersebut di-
beli. Bukan tergantung kepada jenis bendanya.

Misalnya mobil. Bagi usaha dealer mobil, maka dana yang


dipergunakan untuk membeli mobil yang akan dijual
kembali merupakan modal kerja. Sedangkan bagi usaha
toko baju yang membeli mobil untuk mengantar barang,
maka pembelian mobil merupakan pembelian aktiva
tetap. Demikian pula dengan mesin. Dana yang
dipergunakan untuk membeli mesin oleh importir mes-
in untuk dijual kembali merupakan modal kerja, sedang-
kan pembelian mesin oleh pabrik garment yang akan
dipergunakan untuk berproduksi, merupakan pembelian
aktiva tetap.

Jangka Waktu Metode Pelunasan Fasilitas

Secara umum jangka waktu penggunaan fasilitas terdiri dari : Berdasarkan metode pelunasan fasilitas, maka aspek kebutuhan
1. Kredit jangka pendek nasabah akan fasilitas kredit yang diterima dapat dibedakan
Kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun. menjadi :
2. Kredit jangka panjang 1. Pelunasan secara mengangsur.
Kredit yang berjangka waktu lebih dari satu tahun. Pokok pinjaman akan dibayar oleh nasabah secara men
gangsur setiap periodenya sehingga setelah akhir
Pada prakteknya, kita perlu mengetahui secara pasti berapa periode, maka pokok pinjaman akan lunas.
lama dana dibutuhkan oleh debitur (6 bulan, 1 tahun, 2 2. Pelunasan sekaligus di akhir periode.
tahun, 3 tahun, dst.) Nasabah tidak wajib membayar pokok pinjaman selama
periode pinjaman. Pokok pinjaman akan dilunasi di akhir

Frekuensi Penggunaan Fleksibilitas Pencairan Fasilitas

Berdasarkan frekuensi penggunaan fasilitas, maka aspek ke- Berdasarkan fleksibilitas pencairan fasilitas, maka aspek kebu-
butuhan nasabah akan fasilitas yang diterima dapat dibeda- tuhan nasabah akan fasilitas yang diterima dapat dibedakan
kan menjadi : menjadi :
1. Sekali pakai (afbetaling / insidentil). 1. Pencairan harus datang ke bank.
Nasabah hanya membutuhkan fasilitas sekali saja. 2. Pencairan tanpa harus datang ke bank (melalui cek/BG/
Fasilitas yang telah dibayar, tidak dapat dicairkan / internet banking/dll.)
ditarik kembali.
2. Berulang (revolving)
Nasabah membutuhkan untuk dapat
menggunakan fasilitas secara berulang ulang
selama total outstanding tidak melebihi plafon yang
diterima. Fasilitas yang telah ditarik namun telah
dibayar dapat dipergunakan / ditarik kembali.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 5


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Berdasarkan pihak yang akan menerima jaminan,


Pihak Penerima Jaminan maka kebutuhan penjaminan dibedakan menjadi :

1. Pihak di dalam negeri.


Untuk penjaminan di dalam negeri, maka peraturan
perundangan yang akan dipergunakan sebagai dasar dalam
penjaminan tersebut akan menggunakan hukum yang
berlaku di Indonesia.

2. Pihak di luar negeri.
Untuk penjaminan terhadap pihak di luar negeri, maka
peraturan perundangan yang akan dipergunakan sebagai
dasar dalam penjaminan tersebut akan mengacu kepada
peraturan yang berlaku di dunia internasional.

Catatan :
Dimungkinkan bila penjaminan diberikan untuk pihak di dalam negeri namun nasabah menghendaki untuk menggunakan peraturan yang
berlaku di dunia internasional. Bila terjadi hal tersebut, maka akan diperlakukan seolah olah penerima penjaminan merupakan pihak
di luar negeri. Namun tidak dapat berlaku sebaliknya. Bila penerima jaminan merupakan pihak di luar negeri, maka tidak mungkin
menggunakan peraturan perundangan di Indonesia.

1. Jaminan yang juga berfungsi sebagai alat pembayaran.


Fungsi jaminan
Untuk kondisi ini, nasabah penerima jaminan membutuhkan
kepastian bahwa bila dia telah memenuhi kewajibannya
(mengirim barang), maka dia akan menerima pembayaran. Bank
Berdasarkan fungsi jaminan, maka mengeluarkan jaminan akan melakukan pembayaran tersebut,
kebutuhan penjaminan dibedakan menjadi : sehingga bila transaksi berjalan sesuai dengan rencana, maka
Bank akan membayar kepada pihak penerima jaminan sesuai
dengan nilai yang ditagihkan berdasarkan janji yang telah
diberikan. Karena jaminan jenis ini berfungsi sekaligus sebagai
alat pembayaran, maka umumnya jaminan ini hanya dipergunakan
dalam transaksi jual beli. Untuk kebutuhan jaminan jenis ini maka
bila transaksi berjalan lancar sesuai dengan rencana maka bank
akan melakukan pembayaran.

2. Jaminan yang tidak berfungsi sebagai alat pembayaran.

Untuk kondisi ini, bank hanya akan menjamin pembayaran


sejumlah tertentu bila pihak yang dijamin wan prestasi. Untuk
kebutuhan jaminan jenis ini, maka bila transaksi berjalan dengan
lancar sesuai dengan rencana maka bank tidak akan melakukan
pembayaran. Jaminan jenis ini dapat dipergunakan baik untuk
transaksi jual beli maupun kebutuhan transaksi lainnya. Namun
karena jaminan jenis ini tidak berfungsi sebagai alat pembayaran,
maka bila jaminan dipergunakan untuk transaksi jual beli, maka
pembayaran harus dilakukan oleh pembeli melalui mekanisme
lain (misalnya melalui transfer).

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 6


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Aspek aspek yang membangun kebutuhan pembiayaan


RINGKASAN komersial nasabah terdiri dari :
1. Tujuan penggunaan
2. Jangka waktu
3. Metode pembayaran pokok
4. Frekuensi penggunaan
5. Fleksibilitas pencairan fasilitas

Sedangkan aspek aspek yang membangun


kebutuhan penjaminan terdiri dari :
1. Pihak penerima jaminan
2. Fungsi jaminan
3. Frekuensi penggunaan

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 7


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

BAB III
SOLUSI KEBUTUHAN DASAR
BIAYA KOMERSIAL

TUJUAN

Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu :


Memahami kombinasi kombinasi kebutuhan dasar kredit
(kebutuhan dana) yang umum dimiliki oleh nasabah beserta
solusi yang dapat diberikan untuk kebutuhan tersebut

Tujuan penggunaan Modal Kerja


Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 1
Jangka Waktu Maksimal 1 tahun

Pelunasan Fasilitas Sekaligus di akhir periode

Frekuensi Revolving

Fleksibilitas Tanpa harus datang ke bank

Pemberian plafon di rekening giro nasabah sehing-


Solusi ga nasabah dapat menarik dana meskipun tidak
memiliki saldo selama batas plafon yang diberikan
tidak terlampaui.

Penarikan dana dapat dilakukan berkali-kali pada cabang BCA


di seluruh Indonesia dengan menggunakan cek / bilyet giro
atau melalui sarana penarikan rekening giro lainnya (ATM,
internet banking). Penarikan dan penyetoran tidak dibatasi
jumlahnya selama tidak melebihi plafon kredit.

Setoran di rekening giro baik yang dilakukan oleh debitur


atau oleh pihak lain akan otomatis mengurangi outstanding
pemakaian debitur.

Pelunasan pokok fasilitas dilakukan dengan cara pencabutan


Karakteristik lain dari produk : plafon di rekening nasabah pada saat tidak ada outstanding
Pembebananan biaya bunga sesuai dengan jumlah out- pemakaian di rekening tersebut (debitur harus melakukan
standing yang dipergunakan dihitung secara akrual harian penyetoran bila masih ada outstanding pinjaman).
(per akhir hari) dan akan didebet di rekening setiap awal
bulan. Nama produk : Kredit Lokal

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 8


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Tujuan penggunaan Modal Kerja


Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 2
Jangka Waktu Maksimal 1 tahun

Pelunasan Fasilitas Sekaligus di akhir periode

Frekuensi Revolving

Fleksibilitas Harus datang ke bank

Pemberian plafon di rekening pinjaman (terpisah dari rekening


Solusi giro nasabah).

Pada saat debutur membutuhkan dana, debitur harus datang


ke Bank dan melakukan penarikan dengan menggunakan/
membuat Surat Permohonan Penarikan Fasilitas Kredit/
Perpanjangan Pembayaran (SPPFK/PP). Bank akan melaku-
kan pemindahbukuan ke rekening giro nasabah sebesar
dana yang ditarik tersebut. Pada SPPFK, debitur harus
mencantumkan berapa besar dana yang akan dicairkan beserta
jangka waktu pengembalian SPPFK tersebut. Maksimal jangka
waktu pengembalian dana yang ditarik dalam setiap SPPFK-nya
adalah 6 bulan dan dapat diperpanjang namun tidak boleh
melewati tanggal berakhirnya perjanjian kredit.

Bank dapat mencantumkan syarat untuk penarikan SPPFK.


Karakteristik lain dari produk : Misalnya penarikan SPPFK harus melampirkan bukti kontrak pen-
Pembebananan biaya bunga sesuai dengan jumlah jualan atau dokumen pendukung lainnya.
outstanding yang dipergunakan dihitung secara
akrual harian dan akan didebet di rekening setiap Pembayaran fasilitas akan dilakukan pada saat SPPFK jatuh tempo
tanggal realisasi (anniversary date) setiap bulannya. Bila atau atas instruksi debitur (bila debitur berniat melunasi SPPFK
debitur menarik beberapa SPPFK, maka pembayaran sebelum jatuh tempo) dengan cara pendebetan dana di rekening
bunga akan dilakukan sesuai dengan tanggal penarikan giro debitur dan dipergunakan untuk melunasi fasilitas di rekening
masing masing SPPFK secara terpisah (tidak digabung). pinjaman.

Secara umum fasilitas ini cocok diberikan untuk Selama jangka waktu pinjaman debitur dapat melakukan
nasabah yang memiliki kebutuhan dana bersifat penarikan dana berulang kali selama total outstanding pinjaman
sementara / musiman. Misalnya usaha kontraktor, tidak melebihi plafon yang diberikan.
konveksi pembuat seragam sekolah, dll. Sehingga dapat
dikontrol dengan pencamtuman syarat akseptasi
(penarikan SPPFK) yang hanya dapat dilakukan bila Nama produk : Time Loan (Revolving)
syarat tertentu terpenuhi.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 9


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Tujuan penggunaan Modal Kerja


Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 3
Jangka Waktu Maksimal 6 tahun

Pelunasan Fasilitas Sekaligus di akhir periode

Frekuensi Insidentil

Fleksibilitas Harus datang ke bank

Pemberian plafon di rekening pinjaman (terpisah dari rekening


Solusi giro nasabah) seperti T/L Revolving namun perbedaannya adalah
plafon hanya dapat dipergunakan satu kali.

Karakteristik lain dari solusi ini adalah seperti karakteristik dari T/L
Revolving.

Nama produk : Time Loan (Insidentil)

Modal Kerja (khusus untuk penebusan


Tujuan penggunaan
Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 4 dokumen impor LC).

Jangka Waktu Maksimal 1 tahun

Pelunasan Fasilitas Sekaligus di akhir periode

Frekuensi Revolving

Pemberian plafon di rekening pinjaman (terpisah dari rekening


Solusi giro nasabah) seperti T/L Revolving namun perbedaannya adalah
dana yang dicairkan hanya dapat dipergunakan untuk melunasi
LC debitur yang sudah jatuh tempo.

Karakteristik lain dari solusi ini adalah seperti karakteristik dari


T/L Revolving.

Nama produk : Trust Receipt

Modal Kerja (khusus untuk membiayai


Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 5 Tujuan penggunaan kegiatan produksi, pengumpulan, dan
penyiapan barang dalam rangka ekspor).

Jangka Waktu Maksimal 1 tahun

Pelunasan Fasilitas Sekaligus di akhir periode

Pemberian plafon di rekening pinjaman (terpisah dari rekening


Solusi giro nasabah) seperti T/L Revolving namun perbedaannya adalah
dana yang dicairkan hanya dapat dipergunakan untuk pembelian
barang dan produksi untuk penjualan ekspor.

Plafon = 85% X T / PU
di mana :
T = target nilai ekspor selama jangka waktu pinjaman
PU = jumlah kali perputaran usaha selama jangka waktu fasilitas
kredit.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 10


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Persyaratan dokumen penarikan fasilitas kredit ekspor yang


harus dipenuhi debitur (kecuali diputuskan lain dalam keputusan
kredit) :

Irrevocable Bankers L/C.

Perjanjian jual beli dalam rangka ekspor atau pesanan dari


importir di luar negeri/sales contract.

Rencana produksi atau pengumpulan barang untuk diekspor


yang didukung oleh pengalaman ekspor.

Irrevocable SKBDN yang diterima dari eksportir dalam rangka


pembelian barang yang diperlukan dalam kegiatan ekspor.

Karakteristik lain dari solusi ini adalah seperti karakteristik dari


T/L Revolving.

Nama produk : Kredit Ekspor

Tujuan penggunaan Modal Kerja


Kombinasi Kebutuhan Dasar Pembiayaan 6
Jangka Waktu Maksimal 5 tahun

Pelunasan Fasilitas Diangsur

Frekuensi Alfabetaling

Fleksibilitas Tanpa harus datang ke bank

Pemberian plafon di rekening pinjaman (terpisah dari rekening


Solusi giro nasabah).

Realisasi/pencairan dana dilakukan secara sekaligus ataupun


bertahap dengan melakukan pemindahbukuan ke rekening giro
nasabah / penjual / kontraktor sesuai dengan dokumen (kuitansi,
invoice, dll.) yang diserahkan sehingga total maksimal sejumlah
pinjaman yang diberikan. Plafon yang telah dicairkan tidak
dapat dipergunakan kembali meskipun telah dilakukan
pembayaran pokok.

Setiap bulan debitur harus melakukan pembayaran pokok dan


bunga secara mengangsur. Pembayaran dilakukan dengan cara
mendebet rekening giro debitur.

Karakteristik lain dari produk : Pembebananan biaya bunga sesuai dengan jumlah outstanding
Bila dibutuhkan, dapat diberikan grace period (periode yang masih ada dihitung secara akrual harian dan akan didebet
di mana debitur hanya membayar bunga, maks 1 bersamaan dengan angsuran pokok setiap tanggal realisasi
tahun & tidak memperpanjang jangka waktu). (anniversary date).

Availability period : jangka waktu di mana pencairan Pembayaran pokok diangsur dengan sistem jumlah angsuran
dana fasilitas KI masih dapat dilakukan. Setelah avail- pokok tetap selama periode pinjaman.
ability period berakhir, maka sisa plafon yang belum
dicairkan, sudah tidak dapat dicairkan. Nama produk : Kredit Investasi

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 11


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

RINGKASAN

Tabulasi Alternatif Kombinasi Kebutuhan Dasar (Kebutuhan Dana) Beserta Solusi Yang BCA Miliki

Kebutuhan 1 2 3 4 5 6 7

Tujuan Modal Kerja Modal Kerja Modal Kerja Modal Kerja Modal Kerja Modal Kerja Modal Kerja

Maks J.W. 1 Tahun 1 Tahun 6 Bulan 1 Tahun 1 Tahun 5 Tahun 7 Tahun

Pelunasan Sekaligus di akhir periode Diangsur

Frekuensi Revolving Insidentil Revolving Afbetaling

Fleksibilitas Tidak Harus datang ke bank

Solusi Kredit Lokal Time Loan Revolving Time Loan Insidentil Trust Receipt Kredit Ekspor Installment Loan Kredit Investasi

Keterangan :
1) Khusus untuk menebus LC impor atas pembelian barang dagangan / bahan baku produksi.
2) Khusus untuk kegiatan produksi, pengumpulan, dan penyiapan barang dalam rangka ekspor.
3) Kecuali untuk pembelian kendaraan bermotor untuk usaha maksimal 4 tahun (tanpa GP) dan untuk pembelian ruko /
rukan / kantor / kios strata title 10 tahun (tanpa GP).

Penjelasan Karakteristik Produk Kredit (Kebutuhan

Kredit Lokal T/L Rev T/L Insidentil T/R K/E I/L K/I

Pemberian plafon
Realisasi di rekening giro
Plafon dicatat di rekening pinjaman

Penarikan Dana Sesuai dengan Debitur harus datang ke cabang dan melakukan penarikan dengan Bank akan Pencairan dana
syarat penarikan m e n g g u n a ka n / m e m b u a t S u ra t Pe r m o h o n a n Pe n a r i ka n Fa s i l i ta s memindahbukukan dilakukan secara
rekening giro Kre d i t / Pe r p a n j a n ga n Pembayaran (SPPFK/PP). Bank akan melakukan ke rekening giro sekaligus ataupun
pemindahbukuan ke rekening giro nasabah sebesar dana yang ditarik tersebut. nasabah sejumlah bertahap dengan
pinjaman yang melakukan
diberikan. pemindahbukuan
ke rekening giro
nasabah / penjual
/ kontraktor sesuai
dengan dokumen

Pembebanan
Sesuai dengan outstanding pemakaian
Bunga

Setiap tanggal pencairan (anniversary


Pembebanan Setiap awal bulan Setiap tanggal pencairan (anniversary date) didebet dari rekening giro
date) didebet dari rekening giro
Bunga didebet dari
bersamaan dengan pembayaran
rekening giro
angsuran pokok.

Setiap setoran di Pembayaran pokok dilakukan pada saat SPPFK jatuh tempo atau atas instruksi debitur Didebet dari rekening giro setiap
Pembayaran Pokok rekening giro (bila debitur berniat melunasi SPPFK sebelum jatuh tempo) dengan cara pendebetan tanggal pencairan dengan jumlah
otomatis akan
dana di rekening giro debitur dan dipergunakan untuk melunasi fasilitas di rekening angsuran pokok tetap setiap bulannya.
mengurangi o/s
pemakaian. pinjaman.

Pencabutan plafon
Pelunasan Fasilitas Pencabutan plafon di rekening pinjaman pada saat semua SPPFK sudah dilunasi. Pembebanan
di rekening giro
Bunga
pada saat tidak
ada o/s pinjaman.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 12


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

BAB IV
SOLUSI KEBUTUHAN DASAR
PENJAMIN

TUJUAN

Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu :


Memahami kombinasi kombinasi kebutuhan dasar
penjaminan yang umum dimiliki oleh nasabah beserta
solusi yang dapat diberikan untuk kebutuhan tersebut.

Solusi :
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 1
Bank akan menerbitkan dokumen (disebut SKBDN) melalui bank lain
di dalam negeri yang isinya berjanji akan membayar sejumlah uang
bila penjual menyerahkan sejumlah dokumen (yang membuktikan
Penerima Jaminan Dalam Negri bahwa penjual telah mengirimkan barang sesuai dengan permintaan)
yang diminta sesuai dengan yang tertera di dalam SKBDN.
Fungsi Jaminan Berfungsi sebagai alat pembayaran
Catatan : mekanisme SKBDN adalah sama dengan mekanisme LC
Frekuensi Penggunaan Insidentil (baca bagian LC). Perbedaannya hanya lah SKBDN dibuka dengan
menggunakan hukum Indonesia, sedangkan LC dibuka dengan
menggunakan hukum internasional.

Nama produk : SKBDN case by case


Karakteristik lain dari produk :
1. SKBDN dapat dibuka dalam MTU rupiah atau valas.
2. Semua pihak harus berada di dalam negeri kecuali untuk SKBDN
dalam valas, reimbursing bank dapat berkedudukan di luar negeri.
3. Jenis SKBDN yang dapat diterbitkan terdiri dari :
4. SKBDN atas unjuk (sight)
5. SKBDN berjangka (usance)
6. UPAS SKBDN

Solusi :
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 2
Bank akan memberikan plafon bagi debitur untuk menerbitkan
SKBDN sehingga debitur tinggal meminta setiap kali akan membeli
barang (tidak perlu dilakukan analisa ulang dalam pembukaan mas-
Penerima Jaminan Dalam Negri ing masing SKBDN).

Fungsi Jaminan Berfungsi sebagai alat pembayaran Nama produk : Plafon SKBDN

Frekuensi Penggunaan Revolving Karakteristik lain dari produk :


Plafon yang diberikan maksimal untuk jangka waktu 1 tahun.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 13


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Solusi :
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 3
Bank akan mengeluarkan surat (disebut Bank Garansi) yang isinya
menjamin bahwa Bank akan membayar sejumlah tertentu bila pihak
yang dijamin wan prestasi.
Penerima Jaminan Dalam Negri
Nama produk : Bank Garansi case by case
Fungsi Jaminan Tidak berfungsi sebagai
alat pembayaran
Karakteristik lain dari produk :
Frekuensi Penggunaan Insidentil
Jangka waktu Bank Garansi maksimum 12 bulan.

Batas waktu pengajuan klaim terakhir adalah 14 hari setelah


berakhirnya Bank Garansi (kecuali bank garansi untuk P4BM, batas
pengajuan klaim adalah 30 hari).

Debitur dikenakan Komisi atas setiap Bank Garansi yang dibuka.


Penerbitan Bank Garansi harus sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

Jenis jenisnya :

Bid bonds : BG untuk menjamin bahwa peserta tender akan menger


jakan proyek yang telah ditenderkan bila dipilih sebagai pemenang
tender.

Performance bonds : BG untuk menjamin bahwa seseorang akan


melakukan pekerjaan sesuai dengan yang dijanjikan (baik dari segi
kualitas maupun dari segi jangka waktu pelaksanaan).

Maintenance bonds / retention bonds : BG untuk menjamin bahwa


kontraktor akan memperbaiki kerusakan bila terjadi kerusakan pada
hasil pekerjaannya pada jangka waktu yang ditentukan (masa
jaminan).

Payment bonds : BG untuk menjamin bahwa debitur akan membayar


sejumlah uang bila partner bisnis telah melakukan kewajibannya.

Advance payment bonds : BG untuk menjamin uang muka yang telah


diterima oleh debitur.

BG untuk Dirjen Bea & Cukai / BG P4BM : BG kepada pemerintah


untuk menjamin debitur akan membayar bea impor barang yang
diimpor.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 14


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Solusi :
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 4
Bank akan memberikan plafon bagi debitur untuk menerbitkan
Bank Garansi sehingga debitur tinggal meminta setiap kali akan
menerbitkan bank garansi (tidak perlu dilakukan analisa ulang
Penerima Jaminan Dalam Negri dalam pembukaan masing masing BG selama total plafon tidak
terlampaui dan jangka waktu plafon belum jatuh tempo).
Fungsi Jaminan Tidak berfungsi sebagai
alat pembayaran
Nama produk : Plafon Bank Garansi
Frekuensi Penggunaan Revolving
Karakteristik lain dari produk :
Plafon Bank Garansi, jangka waktu maksimal 1 (satu) tahun atau
dapat lebih dari 1 tahun sesuai dengan kontrak kerja/perjanjian
kerja sama.

Penerbitan Bank Garansi yang jatuh temponya melampaui tanggal


perjanjian kredit dapat dilakukan sepanjang tanggal penerbitan Bank
Garansi tidak melampaui tanggal jatuh tempo perjanjian kredit dan
tidak melampaui plafon fasilitas Bank Garansi.

Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjaminan 5 Solusi :


Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 5
Bank akan menerbitkan dokumen sesuai dengan peraturan yang
berlaku di dunia internasional (disebut LC/ Letter of Credit) melalui
bank lain di luar negeri yang isinya berjanji akan membayar sejumlah
Penerima Jaminan Luar Negri uang bila penjual menyerahkan sejumlah dokumen (yang membuktikan
bahwa penjual telah mengirimkan barang sesuai dengan
Fungsi Jaminan Berfungsi sebagai permintaan) yang diminta sesuai dengan yang tertera di dalam LC.
alat pembayaran
Frekuensi Penggunaan Insidentil Nama produk : LC case by case

Karakteristik lain dari produk :


LC yang dapat dibuka terdiri dari :
- Sight L/C
- Usance L/C
- UPAS L/C
- UPAU L/C
- L/C khusus (transferable, Red Clause, dll).

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 15


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Mekanisme penerbitan L/C :

Sight L/C

Keterangan :

1. Pihak Importir (Applicant) dan Eksportir (Beneficiary) menanda


tangani sales contract
2. Applicant mengajukan permohonan pembukaan sight L/C
kepada Issuing Bank
3. Issuing Bank menerbitkan sight L/C kepada Beneficiary melalui
perantaraan Advising Bank
4. Advising Bank meneruskan sight L/C kepada Beneficiary
5. Beneficiary melakukan pengiriman barang dan mempersiapkan
dokumen-dokumen yang disyaratkan dalam L/C
6. Beneficiary mempresentasikan dokumen-dokumen ke
Negotiating Bank
7. Atas permohonan eksportir, apabila dokumen sesuai dengan
syarat dan kondisi L/C, Negotiating Bank dapat melakukan
pembayaran terlebih dahulu kepada Beneficiary dengan hak re-
course (menarik kembali). Proses ini dikenal dengan istilah nego-
siasi.
8. Bila tidak dilakukan negosiasi, maka negotiating Bank akan
langsung mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke Issuing
Bank.
9. Issuing Bank akan memeriksa dokumen. Apabila dokumen clean,
Issuing Bank akan mela-kukan pembayaran ke Negotiating Bank
10-11. Applicant melakukan pelunasan ke Issuing Bank dan mengambil
dokumen untuk keperluan pengeluaran barang

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 16


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

Usance L/C

Keterangan :

1. Pihak Importir (Applicant) dan Eksportir (Beneficiary)


menandatangani sales contract
2. Applicant mengajukan permohonan pembukaan usance L/C
kepada Issuing Bank
3. Issuing Bank menerbitkan usance L/C kepada Beneficiary melalui
perantaraan Advising Bank
4. Advising Bank meneruskan usance L/C kepada Beneficiary
5. Beneficiary melakukan pengiriman barang dan mempersiapkan
dokumen-dokumen yang disyaratkan dalam L/C
6. Beneficiary mempresentasikan dokumen-dokumen ke Negotiating
Bank
7. Atas permohonan eksportir, apabila dokumen sesuai dengan syarat
dan kondisi L/C, Negotiating Bank dapat melakukan pembayaran di
muka kepada Beneficiary sebesar nilai dokumen dikurangi bunga.
Proses ini dikenal dengan istilah diskonto
8. Bila tidak dilakukan negosiasi / diskonto, maka Negotiating Bank
akan mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke Issuing Bank
9. Issuing Bank akan memeriksa dokumen. Apabila dokumen clean,
Issuing Bank akan mengi-rimkan teleks akseptasi ke Negotiating
Bank
10. Applicant menyerahkan Surat Aksep ke Issuing Bank dan mengambil
dokumen untuk keper-luan pengeluaran barang
11. Applicant melakukan pelunasan ke Issuing Bank pada saat jatuh
tempo wesel
12. Issuing Bank akan melakukan pembayaran ke Negotiating Bank

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 17


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjaminan 56 Solusi :
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 6
Bank akan memberikan plafon bagi debitur untuk menerbitkan LC
sehingga debitur tinggal meminta setiap kali akan membeli barang
(tidak perlu dilakukan analisa ulang dalam pembukaan masing
Penerima Jaminan Luar Negri masing LC).

Fungsi Jaminan Berfungsi sebagai Nama produk : Plafon LC


alat pembayaran
Frekuensi Penggunaan Revolving Karakteristik lain dari produk :
Jangka waktu pemberian L/C Line maksimum 1 (satu) tahun dan
dapat diperpanjang.
Rumus penentuan L/C Line.

Sight L/C : P = (L+1) x M

Usance L/C Line : P = (UP+1) x M

Catatan :
P : Plafon fasilitas L/C.
L : Lead time (jangka waktu rata-rata antara tanggal penerbitan
L/C sampai dengan tanggal pembayaran ke negotiating bank
atau dokumen tiba) dihitung dalam bulan.
UP : Usance period (jangka waktu rata-rata antara penerbitan L/C
sampai dengan tanggal jatuh tempo L/C) dihitung dalam bulan.
M : Nilai rata-rata pembelian per bulan.

Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjaminan 56 Solusi :


Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 7
Bank akan mengeluarkan surat (disebut Stand By LC) yang isinya
menjamin bahwa Bank akan membayar sejumlah tertentu bila pihak
yang dijamin wan prestasi.
Penerima Jaminan Luar Negri
Nama produk : Stand By LC case by case
Fungsi Jaminan Tidak berfungsi sebagai
alat pembayaran
Frekuensi Penggunaan Insidentil Karakteristik lain dari produk :
Standby L/C sebagai garansi merupakan subtitusi kredit yang
memungkinkan kreditur lain bersaing dengan bank di area bisnis
utama bank. Oleh karena itu bank cenderung tidak ingin memberikan
Standby L/C kecuali untuk kasus yang sangat khusus.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 18


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjaminan 56 Solusi :
Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjamin 8
Bank akan memberikan plafon bagi debitur untuk menerbitkan Stand
by LC sehingga debitur tinggal meminta setiap kali akan membuka
stand by LC.
Penerima Jaminan Luar Negri
Nama produk : Plafon Stand By LC
Fungsi Jaminan Tidak berfungsi sebagai
alat pembayaran
Karakteristik lain dari produk :
Frekuensi Penggunaan Revolving Standby L/C sebagai garansi merupakan subtitusi kredit yang
memungkinkan kreditur lain bersaing dengan bank di area bisnis
utama bank. Oleh karena itu bank cenderung tidak ingin memberikan
Standby L/C kecuali untuk kasus yang sangat khusus.

RINGKASAN
Tabel Kebutuhan Dasar Penjaminan Debitur dan Solusi BCA

Kebutuhan Penerima Jaminan Fungsi Jaminan Frekuensi Solusi

Berfungsi sebagai alat


1 Dalam Negri Insidentil SKBDN case by case
pembayaran
Berfungsi sebagai alat
2 Dalam Negri Revolving Plafon SKBDN
pembayaran
Tidak berfungsi sebagai
3 Dalam Negri Insidentil BG case by case
alat pembayaran
Tidak berfungsi sebagai
4 Dalam Negri Revolving Plafon BG
alat pembayaran
Berfungsi sebagai alat
5 Luar Negri Insidentil LC Case by case
pembayaran

6 Berfungsi sebagai alat


Luar Negri Revolving Plafon LC
pembayaran
Tidak erfungsi sebagai Stand by LC
7 Luar Negri Insidentil
alat pembayaran Case by case *
Tidak erfungsi sebagai
8 Luar Negri Revolving Plafon stand by LC *
alat pembayaran

* tidak untuk ditawarkan secara aktif.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 19


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif

BAB V
SOLUSI KEBUTUHAN DASAR
PENJAMIN

Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjaminan 56


Kombinasi Kebutuhan Lain 1

TUJUAN
Jenis Kebutuhan Pembiayaan Komersial
Setelah mengikuti sesi ini, peserta diharapkan mampu :
Memahami kombinasi kombinasi kebutuhan - kebutuhan Tujuan Penggunaan Investasi
lain yang seringkali dimiliki oleh nasabah beserta solusi
yang dapat diberikan untuk kebutuhan tersebut. Jangka Waktu 4 Tahun

Pelunasan Fasilitas Diangsur

Frekuensi Revolving

Solusi :

Produk yang dapat diberikan : Kredit Investasi


Catatan Penyesuaian : fasilitas KI yang diberikan harus diberikan
availability period dan total nilai plafon yang diberikan harus
memperhitungkan keseluruhan rencana pembelian alat berat /
mobil dalam jangka waktu availability period tersebut.

Keterangan :
Kebutuhan seperti ini banyak dimiliki oleh perusahaan perusahaan
seperti perusahaan penyewaan alat berat, perusahaan rental mobil,
dan lain lain.

Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjaminan 56


Kombinasi Kebutuhan Lain 2

Jenis Kebutuhan Pembiayaan Komersial

Tujuan Penggunaan Modal kerja

Jangka Waktu 2 Tahun / Lebih

Pelunasan Fasilitas Sekaligus di Akhir Periode

Frekuensi Revolving

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 20


Solusi Kebutuhan Kredit Produktif
Solusi :

Produk yang dapat diberikan : Kredit Lokal / Time Loan


Catatan Penyesuaian : fasilitas akan diperpanjang setiap tahun
selama kondisi debitur masih layak untuk dibiayai.

Catatan :
Hal ini juga berlaku untuk kebutuhan kebutuhan lain (penjaminan)
yang masih akan tetap dibutuhkan oleh perusahaan selama
perusahaan masih beroperasi.

Keterangan :
Pada prakteknya perusahaan akan tetap membutuhkan pembiayaan
komersial untuk kebutuhan modal kerjanya selama perusahaan
masih beroperasi bila sumber pembiayaannya tidak diganti oleh
modal perusahaan.

Kombinasi Kebutuhan Dasar Penjaminan 56


Kombinasi Kebutuhan Lain 2

Jenis Kebutuhan Penjamin

Tujuan Penggunaan Menjamin Pelaksanaan Proyek

Jangka Waktu 2 Tahun / Lebih

Frekuensi Sekali

Solusi :

Produk yang dapat diberikan : Bank Garansi


Catatan Penyesuaian : akan diberikan Bank Garansi
perpanjangan setelah Bank Garansi awal jatuh tempo
selama proyek masih berjalan.

Keterangan :
Kebutuhan ini terjadi karena proyek yang dikerjakan
besar sehingga waktu pengerjaan lebih dari satu tahun.
Misalnya proyek untuk pengerjaan jalan tol.

RINGKASAN
Kadangkala kebutuhan nasabah tidak seiring
dengan karakteristik dari produk yang kita miliki.
Menghadapi keadaan tersebut maka kita harus
menfokuskan diri untuk memenuhi kebutuhan
nasabah tanpa mengabaikan kepentingan Bank.

INTERNAL USE ONLY Copyright Divisi Pembelajaran dan Pengembangan 2013 21


PT. Bank Central Asia, Tbk
Divisi Pembelajaran dan Pengembangan
Wisma Asia 2 Lt.12A
Jl. Brigjen Katamso No. 1
Jakarta 11420