Anda di halaman 1dari 9

EFEKTIVITAS JUS JAMBU BIJI TERHADAP PERUBAHAN KADAR HB

PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA


PUSKESMAS BACEM KABUPATEN BLITAR
TAHUN 2015

Karya Tulis ini Disusun untuk Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa
Kesehatan Tingkat Nasional Universitas Kadiri 2015

LIA EFORIA ASMARANI AYU PUTRI


NIM: 14614005

PROGRAM STUDI BIDAN PENDIDIK (DIV) MINAT KLINIK


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS KADIRI
2015
EFEKTIVITAS JUS JAMBU BIJI TERHADAP PERUBAHAN KADAR HB
PADA IBU HAMIL TRIMESTER III YANG MENGONSUMSI
TABLET FE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BACEM
KABUPATEN BLITAR TAHUN 2015
Lia Eforia Asmarani Ayu Putri

Mahasiswa Program Studi D-IV Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan


Universitas Kadiri. Jl. Selomangleng no 1, Kediri Jawa Timur kode pos
68488 E-mail : Liaeforia16@gmail.com Hp. 08563669079

Abstrak

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi dimana sel darah merah menurun atau menurunnya hemoglobin,
sehingga kapasitas daya angkut oksigen untuk kebutuhan organ-organ vital ibu dan janin menjadi berkurang.
Berdasarkan data profil kesehatan Puskesmas Bacem (2014), jumlah ibu hamil yang menderita anemia sebanyak 19,4%.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas jus jambu biji terhadap perubahan kadar Hb pada ibu hamil
trimester III yang mendapat tablet Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Bacem Kabupaten Blitar tahun 2015.

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan nonrandomized pretest
and posttest with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III di Wilayah
Kerja Puskesmas BacemKabupaten Blitar berjumlah 43 orang dengan teknik purposive sampling diperoleh sampel 32
orang dibagi 2 kelompok. Instrument yang digunakan adalah lembar observasi. Hasil penelitian kemudian dianalisa
menggunakan Uji t-test Dependent dan t-test Independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kadar
Hb kelompok control dengan kelompok perlakuan dengan nilai sig. (2-tailed) 0,00 < 0,05, setelah intervensi rata-rata
peningkatan kadar Hb pada kelompok control sebesar 0,5 gr/dl sedangkan kelompok perlakuan rata-rata
peningkatannya sebesar 1,04 gr/dl. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan vitamin C dapat membantu
peningkatan kadar Hemoglobin, salah satu bahan makanan dengan kandungan vitamin C yang tinggi adalah jambu biji.
Disarankan pada ibu hamil dalam mengonsumsi tablet Fe harus disertai dengan konsumsi jus jambu biji untuk
membantu penyerapan zat besi secara optimal.

Kata Kunci : Jus Jambu biji, Kadar Hb, Tablet Fe, Ibu hamil.

Abstract

Anemia in pregnancy is the condition in which hemoglobin decreases, so that its capability to transport oxygen
in supplying nutrient for the vital organs of mother and fetus decreases too. Based on data from Bacem Public Health
Center in Blitar (2014), the number of pregnant women suffer from anemia as much as 19,4%. The goal of this
research is to know the effectiveness guava juice toward the changing of Hb level among pregnant mothers in the third
semester, who get intake Fe tablets in working area of Bacem Public Health Center in Blitar Regency 2015.

The research design is quasi experiment by using non randomized pre-test and post-test with control group
design. The population are all of the pregnant women in third semester who live in working area of Bacem Public
Health Center in Blitar with 43 mothers. By using purposive sampling technique, it was got 32 respondents . They were
divided into 2 groups, namely control group and treatment group. The instrument used was observation sheet. The data
were analyzed by T-test dependent and T-test independent. The result of this research showed that there is difference
Hb level between control group and treatment group with significance value (2-tailed) 0.00 < 0.05. After intervention
the increasing of Hb level in control group is 0.5 gr/dl , while in treatment group the average increasing is 1.04 gr/dl.
The difference of Hb level in average is 0.5438 gr/dl. Based on the result of this research concluded vitamin C can help
increase levels of hemoglobin, One of the sources of Vitamin C can be found in guava. Suggested for the pregnant
mothers who consuming Fe tablet, they also should consume guava juice so the absorption of iron can be optimal.

Key words : Guava Juice, Hemoglobin levels, Fe Tablet, pregnant women.


PENDAHULUAN untuk dapat dibagikan keseluruh ibu hamil
Anemia pada kehamilan adalah secara gratis. Pendistribusian tersebut
kondisi dimana ibu hamil yang mempunyai termasuk salah satu target capaian dalam
kadar Hb < 11,00 gr% pada trimester I, II Asuhan Antenatal Care (ANC), empat kali
dan III atau kadar Hb < 10,50 gr% pada kunjungan ANC dianggap cukup dengan
trimester II, karena ada perbedaan rincian satu kali tiap trimester dan dua kali
hemodelusi terutama terjadi pada trimester II pada trimester terakhir. Salah satu frekuensi
(Pujiningsih, 2010). Anemia dalam kunjungan dalam ANC adalah untuk
kehamilan yang paling sering dijumpai cakupan Fe1 dan Fe3, dimana pemberian
adalah anemia akibat kekurangan zat besi tablet zat besi pada ibu hamil dapat
(Fe). dibedakan menjadi Fe 1 yaitu yang mendapat
Menurut World Health Organization 30 tablet dan Fe3 yaitu yang mendapat 90
(WHO) tahun 2012 memperkirakan bahwa tablet selama masa kehamilan (Kusmiati,
40% kematian ibu di Negara berkembang 2009).
berkaitan dengan anemia pada kehamilan Program pemerintah yang telah
dan kebanyakan disebabkan oleh defisiensi dijalankan tersebut terlihat pada angka
besi dan perdarahan akut, bahkan tidak cakupan pemberian tablet Fe pada ibu hamil
jarang keduanya saling berinteraksi. Pada di Indonesia tahun 2012, secara nasional
wanita hamil sangat rentan terjadi anemia cakupan ibu hamil mendapat 90 tablet Fe
defisiensi besi, etiologi anemia defisiensi sebesar 86%. Data tersebut hampir mencapai
besi pada kehamilan yaitu hemodelusi yang target program tahun 2012 sebesar 90%
menyebabkan terjadinya pengenceran darah, (RKPGM, 2013). Apabila dilihat dari
pertambahan darah tidak sebanding dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi
pertambahan plasma, kurangnya zat besi tablet besi, berdasarkan data Riskesda
dalam makanan dan kebutuhan zat besi (2012), terlihat bahwa di Indonesia hanya
meningkat serta gangguan pencernaan dan 19,3% ibu hamil yang tidak patuh dalam
absorbsi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengonsumsi tablet Fe. Namun demikian
melaporkan bahwa prevalensi ibu hamil yang anemia defisiensi besi pada wanita hamil
mengalami defisiensi besi sekitar 35-75% masih merupakan masalah kesehatan yang
serta semakin meningkat seiring dengan dialami oleh wanita diseluruh dunia terutama
pertambahan usia kehamilan. di Negara berkembang (Depkes RI, 2012).
Untuk menanggulangi masalah Berdasarkan Laporan hasil Riset
anemia di Indonesia, pemerintah telah Kesehatan Dasar (RISKESDA) Nasional
mencanangkan pemerataan pendistribusian tahun 2013 di 497 Kabupaten/kabupaten di
tablet Fe ke pelayanan-pelayanan kesehatan 33 provinsi di Indonesia terdapat 37,1% ibu
hamil anemia, yaitu ibu hamil dengan kadar meningkatkan penyerapan zat besi hingga
Hb < 11 gr/dl, dengan proporsi yang hamper 30% (Sari, 2013).
sama antara di kawasan perKabupatenan Berdasarkan uraian di atas maka
(36,4%) dan pedesaan (37,8%). Hasil peneliti tertarik untuk meneliti masalah
Penelitian yang dilakukan PT. Merck Tbk. di Adakah Efektivitas Jus Jambu Biji
Jawa Timur tahun 2010, yang melibatkan Terhadap Perubahan Kadar Hemoglobin
5959 perserta ibu hamil menunjukkan pada Ibu Hamil Trimester III yang
bahwa angka kejadian anemia cukup tinggi Mengonsumsi Tablet Fe di Wilayah Kerja
yaitu sebanyak 33%. Puskesmas Bacem Kabupaten Blitar Tahun
Berdasarkan data dari Dinas 2015?.
Kesehatan Kabupaten Blitar tahun 2014
diketahui jumlah kejadian anemia pada ibu METODE PENELITIAN
hamil sebanyak 250 kasus. Berdasarkan data Desain penelitian ini adalah Quasi
profil kesehatan Puskesmas Bacem (2014), eksperiment dengan rancangan non
jumlah ibu hamil yang menderita anemia randomized pretest and posttest with control
sebanyak 19,4% ( 63 ibu hamil anemia dari grup design. Teknik pengambilan sampel
324 jumlah total ibu hamil). Sehingga dapat dalam penelitian ini adalah purposive
disimpulkan sebagian kecil ibu hamil di sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan
Puskesmas Bacem mengalami anemia. eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah
Pada wanita hamil anemia lembar observasi.
meningkatkan frekuensi komplikasi pada Peneliti datang ke Wilayah Kerja
kehamilan dan persalinan. Secara umum, Puskesmas Bacem untuk pengambilan data,
salah satu penyebab anemia defisiensi zat kemudian membuat rencana pertemuan
besi yaitu asupan zat besi tidak cukup dan dengan responden, peneliti melakukan
penyerapan tidak adekuat (Widyastuti, observasi tahap awal dan pelaksanaan
2005). Penyerapan zat besi sangat informed consent apabila setuju untuk
dipengaruhi oleh ketersediaan vitamin C dijadikan responden dalam penelitian ini.
dalam tubuh ibu. Peranan Vitamin C dapat Jumlah sampel untuk 2 kelompok
membantu mereduksi besi ferri (Fe3+) adalah 32, jumlah sampel dihitung
menjadi ferro (Fe2+) dalam usus halus menggunakan rumus Federer untuk 2
sehingga mudah diabsorbsi, proses reduksi kelompok (kelompok kontrol dan kelompok
tersebut akan semakin besar bila pH didalam perlakuan). Kelompok kontrol adalah ibu
lambung semakin asam. Vitamin C dapat hami yang diberi tablet Fe saja, sedangkan
menambah keasaman sehingga dapat kelompok perlakuan adalah ibu hamil yang
diberi tablet Fe dan jus jambu biji.
Pengelolaan dan analisis data dilakukan Tabel 2. Kadar Hemoglobin Sebelum dan
Sesudah Pemberian Tablet Fe dan
dengan menggunakan uji T-Test Dependent
Jus Jambu Biji (kelompok
dan T-Test Independent. perlakuan).

Hb Hb Selisih (value)
HASIL PENELITIAN Sebelum Sesudah
Rata-rata 10,64gr/dl 11,68gr/dl 1,04gr/dl
minimal 9,5 gr/dl 10,7 gr/dl 0,7gr/dl 0,000
Tabel 1. Kadar Hemoglobin Sebelum dan maksimal 11,6 gr/dl 12,7 gr/dl 1,5gr/dl
Sesudah Pemberian Tablet Fe = 0,05
(kelompok kontrol).

Hb Hb Selisih (value) Berdasarkan tabel 2. dapat diinterpretasikan


Sebelum Sesudah
bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum
Rata-rata 10,67gr/dl 11,17gr/dl 0,5gr/dl
minimal 9,7 gr/dl 10,1 gr/dl 0,2gr/dl 0,000 mengonsumsi tablet Fe yaitu sebesar 10,64
maksimal 11,6gr/dl 12,1 gr/dl 1,2gr/dl
= 0,05 gr/dl dengan kadar hemoglobin terendah yaitu
9,5 gr/dl dan tertinggi adalah 11,6 gr/dl.
Berdasarkan tabel 1. Dapat diinterpretasikan
Sedangkan rata-rata kadar hemoglobin
bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum
sesudah mengonsumsi tablet Fe yaitu sebesar
mengonsumsi tablet Fe yaitu sebesar 10,67
11,69 gr/dl dengan kadar hemoglobin
gr/dl dengan kadar hemoglobin terendah yaitu
terendah yaitu 10,7 gr/dl dan tertinggi adalah
9,7 gr/dl dan tertinggi adalah 11,6 gr/dl.
12,7 gr/dl. Rata-rata kadar hemoglobin setelah
Sedangkan rata-rata kadar hemoglobin
mengonsumsi tablet Fe+jus jambu biji
sebelum mengonsumsi tablet Fe yaitu sebesar
mengalami peningkatan sebesar 1,04 gr/dl.
11,17 gr/dl dengan kadar hemoglobin
Untuk mengetahui perbedaan rata-rata kadar
terendah yaitu 10,1 gr/dl dan tertinggi adalah
hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian
12,1 gr/dl. Rata-rata kadar hemoglobin setelah
tablet Fe+jus jambu biji menggunakan Uji
mengonsumsi tablet Fe mengalami
Paired-Sampel T-Test dikarenakan data
peningkatan sebesar 0,5 gr/dl. Untuk
berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji
mengetahui perbedaan rata-rata kadar
statistic menggunakan uji Paired-Sampel T-
hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian
Test nilai (value) kurang dari nilai (0,000 <
tablet Fe pada kelompok kontrol
0,05) maka Ho ditolak yaitu ada perbedaan
menggunakan Uji Paired-Sampel T-Test
rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok
dikarenakan data berdistribusi normal.
perlakuan sebelum intervensi dengan kadar
Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan
hemoglobin sesudah intervensi.
uji Paired-Sampel T-Test nilai (value)
kurang dari nilai (0,000 < 0,05) maka Ho
ditolak yaitu ada perbedaan rata-rata kadar
hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian
tablet Fe.
Tabel 3. Efektivitas Jus Jambu Biji terhadap C dapat membantu absorpsi kalium dengan
Perubahan Kadar Hb pada Ibu
menjaga agar kalium tetap dalam bentuk
Hamil Trimester III yang
Mengonsumsi Tablet Fe. larutan. Kebutuhan pada ibu hamil meningkat

Kelompok N Mean (value) t-hitung


10 mg/hari, sehingga kebutuhan perharinya
Selisih
Kontrol 16 0,5 menjadi 70-85 mg/hari.
Hb 0,000 -5,899
Perlakuan 16 1,04
= 0,05 Penelitian ini membuktikan bahwa
kadar Hb dapat meningkat lebih tinggi dengan
Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan
konsumsi tablet Fe dan juga ada faktor yang
uji T-Test Independent nilai (value) kurang
mempengaruhi penyerapan tablet Fe seperti
dari nilai (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak
konsumsi buah yang mengandung vitamin C.
yaitu ada efektivitas jus jambu biji terhadap
Hal ini disebabkan pemecahan zat besi dalam
perubahan kadar Hemoglobin pada ibu hamil
lambung akan meningkat atau semakin besar
trimester III yang mengonsumsi tablet Fe.
bila pH lambung semakin asam. Vitamin C
dapat menambah keasaman pH lambung
sehingga dapat membantu meningkatkan
PEMBAHASAN
penyerapan zat besi dalam lambung.
Anemia sering dijumpai dalam Hasil penelitian menunjukkan
kehamilan, karena dalam kehamilan perbedaan yang sangat jelas untuk rata-rata
keperluan akan zat-zat makanan bertambah peningkatan kadar Hb pada ibu hamil
dan terjadi perubahan-perubahan dalam darah trimester III yang mengonsumsi tablet Fe dan
dan sumsum tulang (Nugraheny, 2010). Pada jus jambu biji lebih tinggi daripada yang
dasarnya bahwa kondisi anemia tersebut dapat mengonsumsi tablet Fe saja. Hal ini sesuai
meningkatkan asorbsi zat besi sebagai respon dengan teori yang mengatakan bahwa vitamin
terhadap simpanan zat besi yang rendah atau C yang terkandung dalam jus jambu biji
kebutuhan zat besi yang meningkat mempunyai peranan yang sangat penting
(Kusmiati, 2009). dalam meningkatkan penyerapan zat besi dan
Penyerapan besi dapat dipengaruhi oleh dapat meningkatkan kadar hemoglobin ibu.
banyak faktor diantaranya adalah kecukupan Sehingga tablet Fe lebih efektif jika diminum
Protein hewani dan vitamin C untuk bersamaan dengan makanan yang
meningkatkan penyerapan. Zat besi dengan mengandung vitamin C daripada hanya tablet
vitamin C membentuk askorbat besi kompleks Fe saja.
yang larut dan mudah diserap oleh organ-
organ pada tubuh manusia (Beck, 2011).
Vitamin C sangat berperan dalam
pembentukan hemoglobin. Selain itu vitamin
KESIMPULAN Bacem Kabupaten Blitar yang telah
Dari penelitian ini dapat disimpulkan memberikan izin dalam pengambilan data dan
bahwa ada efektivitas jus jambu biji terhadap tempat penelitian.
perubahan kadar hemoglobin pada ibu hamil Peneliti menyadari bahwa penelitian ini
trimester III, dengan nilai signifikan lebih masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kecil dari nilai (0,000 < 0,05). Rata-rata peneliti membuka diri untuk segala saran dan
kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 0,5 kritik yang membangun.
gr/dl lebih rendah daripada kelompok
perlakuan 1,04 gr/dl. REFERENSI

Disarankan pada ibu hamil dalam Angganis, Y.D., (2009). Pengaruh


Penambahan Vitamin C pada
mengonsumsi tablet Fe harus disertai dengan Suplementasi Besi Folat dalam
konsumsi jus jambu biji untuk membantu Meningkatkan Kadar Hb pada
Pasien Pasca Seksio Sesaria di
penyerapan zat besi secara optimal. Bagi RSU PKU Muhammadiyah Klaten.
tempat penelitian, diharapkan agar bidan tetap Vol 1(2) : Jurnal Kedokteran
Indonesia
memberikan tablet Fe dan menjelaskan
makanan yang kaya mengandung vitamin C Anita, H dan dr. Ahmad I. (2008).
Ensiklopedi Kehamilan Panduan
untuk menunjang penyerapan zat besi secara Lengkap Hamil Sehat. Yogyakarta :
optimal, melakukan pemantauan kadar Hb ibu Familia.
hamil trimester III dan meningkatkan KIE Astuah dan Proverawati, A. (2013). Gizi
untuk Kebidanan. Yogyakarta.
bagi ibu hamil trimester III untuk memenuhi
Mulia Medika.
kebutuhan gizinya dengan pola makan dan
Beck, Mary. (2011). Ilmu Gizi dan Diet.
menu gizi seimbang untuk menunjang Yogyakarta : ANDI.
peningkatan kadar hemoglobin.
Child, J. A. (2010). Buku Saku Hematologi
Klinik. Tangerang : Binarupa Aksara
Fatimah, Hadju et al. (2011). Pola Konsumsi
UCAPAN TERIMA KASIH dan Kadar Hemoglobin pada
IbuHmail di Kabupaten Maros,
Sulawesi Selatan. Vol. 15(1) : 31-36.
Peneliti mengucapkan terima kasih yang
tak terhingga kepada Ibu Endang Mei Hidayat, A. (2010). Riset Keperawatan dan
Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta :
Yunalia, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Ibu Endang Salemba Medika.
Wartini, SST., S.Pd., M.M.Kes. sebagai
Katzung, Bertam G. (2005). Farmakologi
pembimbing yang telah memberi arahan Dasar dan Klinik. Jakarta : EGC.
untuk kesempurnaan penulisan hasil Kementrian Kesehatan RI. (2010). Pedoman
penelitian ini, dan peneliti juga mengucapkan PWS-KIA. Jakarta : Departemen
Kesehatan.
terima kasih kepada Kepala Puskesmas
Kusmiati, Yuni .dkk. (2009). Perawatan Ibu
Hamil (Asuhan Ibu Hamil). Jakarta :
Fitramaya.
Kusumawardani, E. (2010). Waspada
Penyakit Darah Mengintai Anda.
Yogyakarta : Hanggar Kreator.

Manuaba, I, B. (2012). Ilmu Kebidanan,


Penyakit Kandungan, dan Keluarga
Berencana untuk Pendidikan
Bidan. Jakarta. EGC.
Mochtar, R. (2011). Sinopsis Obstetri. Jilid I.
Jakarta. EGC.
M. Sofro, Abdul Salam. (2012). Darah.
Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Ningsih, T.A. (2012). Sehat dan Bugar
dengan Terapi Jus Buah dan Sayur.
Surabaya : Dua Media.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi
Penelitian Kesehatan. Jakarta :
Salemba Medika.
Nugraheny, Esti. (2010). Asuhan Kebidanan
Pathologi. Yogyakarta : Pustaka
Rihama.
Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan
Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika.
Sianturi C, 2012. Pengaruh Vitamin C Pada
Penyerapan Zat Besi Non Heme.
Medan : FMIPA UNM.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.
Bandung : Alfabeta.
Suparisa, I Dewa N, dkk. (2012). Penilaian
Status Gizi. Jakarta : EGC.
Waryana. (2010). Gizi Reproduksi.
Yogyakarta : Pustaka Rihama.
Widyastuti, Palupi. (2005). Gizi dalam Daur
Kehidupan. Jakarta : EGC.